Claim Missing Document
Check
Articles

The Sound Detection for Hearing Impairment Education: A Qualitative Case Study on Auditory and Non-Verbal Communication in Deaf Children Hana, Putri Kuswo; Rismawati, Suci; Wagino; Rofiah, Khofidotur
GRAB KIDS: Journal of Special Education Need Vol. 6 No. 1 (2026): Innovations, Interventions, and Perspectives in Special Needs Education
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/grabkids.v6i1.50507

Abstract

This research investigates how auditory and non-verbal communication methods affect the language development of a 9-year-old child with severe bilateral hearing loss. Adopting a qualitative, descriptive approach, the study focuses on the influence of techniques such as sound differentiation, articulation training, and non-verbal communication, including sign language, in enhancing the child’s linguistic abilities. The participant in this study, NNR, is enrolled in a Special Education Elementary School (SDLB) in Sidoarjo, East Java. Data was gathered through interviews with NNR's teacher and mother, as well as medical records and observation forms. The findings highlight that non-verbal communication methods, particularly sign language and visual aids, are vital for enabling hearing-impaired children to develop language skills. These techniques help bridge the gap caused by limited auditory input, allowing children to develop both expressive and receptive communication abilities. Additionally, the research emphasizes the essential role of parental involvement in reinforcing these skills outside the classroom. The collaboration between the teacher and parents helped establish a consistent learning environment, where NNR was able to apply classroom lessons to real-life situations. Despite these positive outcomes, the study also identifies several challenges in implementing the intervention. The diverse degrees of hearing loss and speech abilities among children require tailored approaches, as standardized methods are often insufficient. Inconsistent home practice, due to time limitations and the parents’ understanding of the necessary techniques, further complicated the intervention's effectiveness. Moreover, some children need supplementary medical and therapeutic support, such as speech therapy and hearing treatments, which are not always readily accessible. The research concludes that a comprehensive and individualized approach, incorporating educational methods, family involvement, and medical intervention, is critical to successfully supporting the language development of hearing-impaired children. This study emphasizes the need for a holistic strategy to address the unique needs of these children.
Keadilan Sosial dan Distribusi Akses Pendidikan Inklusif di Indonesia: Analisis Rawlsian terhadap Ketimpangan Fasilitas Sekolah Perkotaan dan Pedesaan Setiawan, Ricky; Sujarwanto; Wagino; Mochamad Nursalim; Putri Rachmadyanti
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.2929

Abstract

Ketimpangan akses dan kualitas pendidikan inklusif antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Indonesia merupakan persoalan keadilan sosial yang bersifat struktural dan sistemik. Meskipun kebijakan nasional telah mengafirmasi prinsip inklusivitas dan non-diskriminasi, implementasi di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan signifikan dalam distribusi sumber daya, kualitas layanan, serta dukungan kelembagaan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan tersebut melalui perspektif filsafat keadilan John Rawls, khususnya difference principle sebagaimana dirumuskan dalam A Theory of Justice. Menggunakan pendekatan kajian filosofis-normatif dengan analisis kritis terhadap kebijakan dan praktik pendidikan inklusif di Indonesia, artikel ini berargumen bahwa pemberian sumber daya yang lebih besar kepada kelompok paling rentan bukan merupakan bentuk diskriminasi, melainkan prasyarat moral bagi terwujudnya keadilan distributif. Lebih lanjut, artikel ini mengusulkan transformasi model birokrasi pendidikan dari pendekatan egalitarian-administratif menuju birokrasi afirmatif-inklusif yang berorientasi pada keadilan substantif. Kajian ini diharapkan berkontribusi pada penguatan landasan filosofis pendidikan inklusif dan menjadi rujukan normatif bagi reformasi kebijakan pendidikan di Indonesia
Literasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai Prediktor Kedisiplinan Praktikum Siswa SMK Program Teknik Kendaraan Ringan Hendra Pratama, Diky; Milana; Sugiarto, Toto; Wagino
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.222

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan kompetensi kunci pada pembelajaran praktik di sekolah menengah kejuruan, khususnya program Teknik Kendaraan Ringan Otomotif. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan K3 dengan kedisiplinan praktikum siswa kelas XI TKRO di SMKN 2 Sungai Penuh. Penelitian menggunakan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel berjumlah 60 siswa yang dipilih secara total sampling. Data pengetahuan K3 dan kedisiplinan praktikum dikumpulkan melalui kuesioner terstandar dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta regresi linier sederhana berbantuan SPSS. Hasil menunjukkan pengetahuan K3 dan kedisiplinan praktikum berada pada kategori sedang. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara pengetahuan K3 dan kedisiplinan praktikum (r = 0,592), dengan koefisien determinasi 35,1%, yang berarti pengetahuan K3 menjelaskan sepertiga variasi kedisiplinan siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan literasi K3 sebagai strategi untuk membangun budaya disiplin dan perilaku kerja aman di SMK. Occupational health and safety (OHS) is a core competence in vocational practical learning, particularly in Automotive Light Vehicle Engineering programs. This study examines the relationship between OHS knowledge and students’ practicum discipline among grade XI TKRO students at SMKN 2 Sungai Penuh. A descriptive-correlational, quantitative design was employed with a total sample of 60 students. Data on OHS knowledge and practicum discipline were collected using validated questionnaires and analysed with descriptive statistics and simple linear regression in SPSS. The results show that both OHS knowledge and practicum discipline are at a moderate level. A significant positive correlation was found between OHS knowledge and practicum discipline (r = 0.592), with a coefficient of determination of 35.1%, indicating that OHS knowledge explains about one-third of the variance in students’ discipline. These findings highlight the need to strengthen OHS literacy to foster a safety culture in vocational schools.
Integrasi Problem Based Learning Berbantuan QR Code pada Pembelajaran Sistem Pemindah Tenaga di SMK untuk Meningkatkan Hasil Belajar Oktarilta, Raihan; Hidayat, Nuzul; Wagino; Fernandez, Donny; Novira, Aulia; Izzaty Jamhur, Annisak
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.389

Abstract

Pembelajaran Sistem Pemindah Tenaga di SMK masih menunjukkan hasil belajar dan keaktifan yang rendah sehingga diperlukan model yang lebih kontekstual dan interaktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Quick Response (QR) Code pada siswa kelas XI TKR SMK Negeri 2 Sungai Penuh. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas tiga siklus terhadap 30 siswa, dengan data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan observasi kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Rata-rata nilai meningkat dari 43,83 pada pretest menjadi 78,40 pada posttest siklus III, sedangkan ketuntasan klasikal naik dari 6,67% menjadi 76,67%. Temuan ini menunjukkan bahwa PBL berbantuan QR Code efektif memperbaiki pemahaman konsep dan pemecahan masalah siswa. Implikasinya, integrasi PBL dan QR Code berpotensi menjadi strategi pembelajaran vokasional berbasis teknologi yang mendorong kemandirian dan keterlibatan belajar. Learning outcomes and engagement in the Power Transmission System subject at vocational schools remain low, so more contextual and interactive approaches are required. This study investigates the effect of Problem Based Learning (PBL) assisted by Quick Response (QR) Code on students’ achievement in class XI Light Vehicle Engineering at SMK Negeri 2 Sungai Penuh. A three-cycle Classroom Action Research design was implemented with 30 students. Data on learning outcomes and participation were collected through tests and observations and analysed descriptively. The average score increased from 43.83 in the pre-test to 78.40 in the post-test of cycle III, while class mastery rose from 6.67% to 76.67%. These results indicate that QR-Code-supported PBL effectively enhances conceptual understanding and problem-solving in automotive transmission systems. The findings imply that integrating PBL with QR Code is a promising technology-enhanced strategy for strengthening autonomy and engagement in vocational education.
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Dasar-Dasar Otomotif melalui Case Based Learning di Sekolah Menengah Kejuruan Yadispama Maiga, Wahyu; Wagino; Fernandez, Donny; Nanda, Iffarial; Mahardika, Tiara
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.394

Abstract

Pembelajaran Dasar-Dasar Otomotif pada elemen K3LH di SMK masih menunjukkan keaktifan dan hasil belajar yang rendah, sehingga diperlukan model pembelajaran yang lebih partisipatif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Case Based Learning (CBL). Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi pada 28 siswa kelas X TSM 2 SMKN 1 Koto XI Tarusan. Data keaktifan dikumpulkan melalui lembar observasi, sedangkan hasil belajar diukur dengan tes formatif dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan keaktifan klasikal meningkat dari 53,85% pada Siklus I menjadi 66,57% pada Siklus II, sedangkan ketuntasan belajar meningkat dari 25% pra-tindakan menjadi 78,57% pada Siklus II dan melampaui KKM. Temuan ini mengindikasikan bahwa CBL efektif meningkatkan keterlibatan siswa dan penguasaan konsep K3LH pada pembelajaran vokasi otomotif. Student engagement and learning outcomes in the Basic Automotive Engineering subject, particularly the occupational health, safety, and environmental (K3LH) element, were still low at SMKN 1 Koto XI Tarusan. This study investigated whether the Case Based Learning (CBL) model could improve these outcomes. A two-cycle classroom action research design was implemented with 28 Grade X Light Vehicle Engineering students through the stages of planning, action, observation, and reflection. Student engagement was measured using observation sheets, while cognitive achievement was assessed through formative tests and analysed with descriptive statistics. The results show that class-wide engagement increased from 53.85% in Cycle I to 66.57% in Cycle II, whereas mastery learning rose from 25% at pre-test to 78.57% in Cycle II, exceeding the minimum standard. These findings demonstrate that CBL effectively enhances student participation and conceptual understanding of K3LH in vocational automotive education.
Co-Authors Ahmad Arif AKBAR FAUZAN, REZA ALFREDA SALSABILA, KHANSA AMRI, AZIZZURRAHMAN Ardi yanto Ariska, Rosi Arsyad, Dora Asmar Yulastri Asni, Idrus Azwardi Baehaqi Baharudin, Agus BOMA REZI ANGGARA, EKA Chairani, Syasmita Chandra, Herry Adi Dani Saputra, Hendra DELTA PRASTYA, BAGUS DESTI ARIANI Donny Fernandez DWIASTITI, SUSI Eka Bobby Febrianto, Eka Bobby Fadilah, Nabilatul Fathan Hably Azya Fikri Aulia Firmansyah, M. Sadly Ganefri Guntoro Habib Prayitno Hafizh Ramadhan, Muhammad Hana, Putri Kuswo Hansi Effendi Hasan Maksum Hendra Dani Saputra Hendra Pratama, Diky Henry Budi Hasibuan HIRNANDIN, ASTRI IKA PUSPITASARI, DIANA Ingrid Ovie Yosephine Irfan Aditia Izzaty Jamhur, Annisak KURNIAWATI, FIKA M. Giatman M. Muflih M. Yasep Setiawan Maisa Dinata, Veru Manurung, Saroha Masrial Milana Milana Mochamad Nursalim Muhammad Akbar Yasin Muhammad Amin Muhammad Hamdil Qashwa Muhammad Nurkholis BB muhammad rizky, muhammad Muin , Agus Alim Mukhlidi Musykir Muslim Muslim Muslim Nanang Supena Nanda, Iffarial Niratama , Fairus NOFITA NUR AMALIA, CITRA Nofriandi Novira, Aulia NUR ALAMSYAH Nuzul Hidayat, Nuzul Oktarilta, Raihan Panji Pasaribu, Mora Prameswari , Aloysia Dian Nimas Pratama Saputra, Agung Purwanto, Wawan Putri Rachmadyanti Rasyidan , Muhammad Rasyidan, Muhammad Ricky Setiawan Rifdarmon Rismawati, Suci Rizki Mulia Nasution Rofiah, Khofidotur Roni Sandra SEPTY NURVIAN, LINARIA silvia ratna Simanjuntak, Yohana Decinta Sri Wahyuna Saragih Subeki, Kevin Sugiarto, Toto Suhelmi, Qodri SUJARWANTO Syahriza Hudaya Lubis Tiara Mahardika Usri, Hafiz WAHYU TRI MINATI, NANDA Wakhinuddin S Widyarto, Yogi Yadispama Maiga, Wahyu Yasep Setiawan, M Yoga Sepriadi YULI PRASETYO, WIDIANA Yuliady, Ilham Yuliady Yusri Ikhwani Yusvita Seto Okta Viani Zulfadli