Claim Missing Document
Check
Articles

COMMUNICATION SIGNS BEHIND AJI WINDU VIATRA'S POSTER: A SAUSSURE SEMIOTIC STUDY PATRIANSAH, MUKHSIN; YULIUS, YOSEF; SAPITRI, RIA
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 1 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.687 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v23i1.1293

Abstract

 AbstrakPoster hadir di tengah masyarakat memiliki arti khusus dalam menginformasikan suatu pesan (message). Poster hanyalah sebatas media, hal paling penting dalam sebuah poster adalah pesan (message) yang diinformasikan melalui tanda verbal dan visual.  Tulisan ini berusaha mengungkapkan sistem penandaan yang disajikan  dalam sebuah poster iklan layanan masyarakat ‘smoke rise_asapa’ karya Aji Windu Viatra. Tanda-tanda yang dihadirkan dalam poster ini merupakan representasi dari kejenuhan dan dampak buruk yang diakibatkan dari bencana asap yang terjadi setiap tahunnya di Indonesia khususnya di kota Palembang yang merupakan salah satu kota terkena dampak sangat parah dari bencana ini. Tanda verbal ataupun tanda visual dalam karya poster ini cukup menarik untuk dibedah dan dianalisis dengan pendekatan semiotika komunikasi ala Ferdinand De Saussure. Sebagai sebuah disiplin ilmu, semiotika tidak hanya sekedar sebagai metode kajian (decoding), akan tetapi juga sebagai metode penciptaan (encoding). Sebagai metode penciptaan (encoding) semiotika memiliki pengaruh yang kuat dalam bidang-bidang seni rupa salah satunya adalah desain komunikasi visual. Secara representatif sebuah tanda yang disajikan memiliki  aturan dan prosedur  tertentu yang harus dipatuhi, sehingga tanda tersebut mampu berkomunikasi dan mudah dimengerti.AbstractPosters present in the community have a special meaning in informing a message. However, posters are only limited to media. The essential thing in a poster is the message that is reported through verbal and visual signs. This paper attempts to reveal the marking system presented in a public service advertisement poster 'smoke rise_asapa' by Aji Windu Viatra. The characters shown in this poster represent the saturation and adverse effects caused by the haze disaster that occurs every year in Indonesia, especially in the city of Palembang, one of the cities most severely affected by this disaster. In this poster work, verbal signs or visual signs are pretty interesting to be dissected and analyzed with the semiotic communication approach in Ferdinand De Saussure's style. As a scientific discipline, semiotics is a method of study (decoding) and creation (encoding). As a method of creating (encoding), semiotics has a strong influence on art, one of which is visual communication design. Representatively a sign presented has specific rules and procedures that must be obeyed so that the character can communicate and is easy to understand. 
Pelatihan Perancangan Logo Sebagai Identitas Visual Pure Management Palembang Yulius, Yosef; Halim, Bobby; Aiununnisa, Amelia; Rahma, Hadhira
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1895

Abstract

Dengan berkembangnya pemasaran digital, para pengusaha jasa perlu memanfaatkan promosi digital, termasuk penggunaan logo sebagai identitas merek dan penerapannya pada media promosi. Logo sebagai identitas visual penting untuk memudahkan target pasar mengenali dan mengidentifikasi merek. Pure Management, yang bergerak di bidang pelayanan musik rohani, menghadapi tantangan dalam hal ini karena kurangnya divisi promosi dan desain grafis. Akibatnya, penggunaan logo sebagai identitas visual sering terabaikan, mempengaruhi citra perusahaan di mata publik. Untuk mengatasi masalah ini, Pure Management mengadakan pelatihan kolaboratif dengan tim pengabdian masyarakat tentang penerapan logo pada media promosi yang baik. Pelatihan ini menggunakan metode design thinking lima tahap: empathize, define, ideate, prototype, dan test. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mendidik Pure Management tentang pentingnya penggunaan logo sebagai identitas organisasi yang tepat untuk meningkatkan pengenalan dan penggunaan oleh target pasar. Kegiatan ini juga berfungsi sebagai pembelajaran dasar desain komunikasi visual bagi masyarakat umum mengenai pentingnya logo. Diharapkan pelatihan ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas merek Pure Management dan media promosi lainnya. Hasil dari kegiatan ini adalah terciptanya sebuah logo yang mampu menjadi identitas visual Pure Management atas dasar pemikiran bersama mulai dari konsep hingga hasil akhir, yang berdampak pada meningkatnya wawasan para peserta akan proses pembuatan logo berdasarkan sudut pandang keilmuan desain komunikasi visual, dan lebih dikenalnya Pure Management di kalangan Masyarakat. Logo Design Workshop as Visual Identity Pure Management Palembang Abstract With the development of digital marketing, service entrepreneurs need to utilize digital promotion, including the use of logos as brand identity and their application in promotional media. Logos as visual identities are essential to make it easier for the target market to recognize and identify the brand. Pure Management, which operates in the field of religious music services, faces challenges in this regard due to the lack of a promotion and graphic design division. As a result, the use of logos as visual identities is often neglected, affecting the company's image in the public eye. To address this issue, Pure Management held a collaborative training with the community service team on the proper application of logos in promotional media. This training uses the five stages of the design thinking method: empathize, define, ideate, prototype, and test. The goal of this community service is to educate Pure Management about the importance of using logos as the correct organizational identity to increase recognition and usage by the target market. This activity also serves as a basic learning experience in visual communication design for the general public regarding the importance of logos. It is hoped that this training can continue to improve the quality of the Pure Management brand and other promotional media. The result of this activity is the creation of a logo that can serve as the visual identity of Pure Management based on shared ideas from concept to final result, which impacts the participants' understanding of the logo creation process from a visual communication design perspective, and increases the recognition of Pure Management in the community.
PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL PENGENALAN TOKOH PERJUANGAN KEMERDEKAAN SUMATERA SELATAN TERHADAP MASYARAKAT KOTA PALEMBANG Darmawan, Adel Ari; Yulius, Yosef; Iswandi, Heri
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 5 No 01 (2024): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

South Sumatra is one of the provinces in Indonesia which has various stories behind its independence, one of which is the services of the South Sumatran freedom fighters. There were several freedom fighters from South Sumatra, such as Sultan Mahmud Badaruddin II, A.K Gani, A.M Thalib, Captain A. Rivai, Col. H Barlian, Harun Sohar, Hasan Kasim, Bambang Utoyo, Abdul Rozak and Dr. Mass. of the many figures of the South Sumatran Independence Fighters, there are very rarely fragments of stories that introduce these fighters. This is due to the very limited media that help introduce the South Sumatra independence fighters such as children's books that tell information about fighters and fragments of the stories of South Sumatran fighters. the community is no longer bound by offline media such as books and so on and the lack of interest from the public to get to know these South Sumatran independence fighters is due to the lack of interesting media for the public to see. Therefore, it is necessary to design visual communication to introduce South Sumatran independence fighters to the people of Palembang city so that it can become a medium for introducing the various stories and figures behind independence in South Sumatra, especially in the city of Palembang. So that the identity of the figures of the South Sumatran freedom fighters is not lost and forgotten and awakens a sense of pride and nationalism for the people of South Sumatra.
Pot Tanaman Sebagai Media Komunikasi Visual Kampanye Edukasi Manfaat Tanaman Kumis Kucing Bagi Usia 17-25 Tahun Di Kota Palembang Febriansyah, Luki; Yulius, Yosef; Halim, Bobby
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2024): Besaung
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v9i1.3740

Abstract

ABSTRACTTraditional medicine is a combination of science, belief and community tradition which aims tomaintain health, namely the Cat's Whisker plant. The leaves of the cat's whisker plant containactive compounds such as flavonoids, saponins and tannins. However, currently the Cat'sWhisker Plant is not being introduced to the public, especially teenagers, in the introduction ofthe Cat's Whisker plant, there are not many campaigns and promotions and there is no existingpromotional media related to the introduction of the Cat's Whisker plant. It is hoped that thisdesign can attract the interest of the people in Palembang City, especially teenagers, byintroducing and educating the cat's Whisker plant, designed through plant pots with interestingillustrations and interactives that can teach how to consume and process the cat's Whiskerplant. The works created are categorized into three media, namely the main media, plant pots,issue media including posters, banners, motion graphics and supporting media including tshirts, tumblers, tote bags, mascots, packaging.Keywords : Campaign, Plants, Cat's Whiskers, Teenagers, Palembang.
Desain Komunikasi Visual Untuk Kampanye Infused Water Sebagai Alternatif Minuman Kesehatan Bagi Masyarakat di Kota Palembang Anisya; Iswandi, Heri; Yulius, Yosef
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2025): Besaung : Desember-Maret
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v10i1.4611

Abstract

Infused water sangatlah bermanfaat dalam mempromosikan gaya hidup sehat di masyarakat. Dengan mencampurkan berbagai buah-buahan, sayuran, atau rempah-rempah ke dalam air, infused water tidak hanya memberikan sensasi kesegaran tetapi juga menyediakan nutrisi penting. Banyak masyarakat suka mengkonsumsi minuman cepat saji seperti minuman bersoda, karena kemudahan dan ketersediaannya di berbagai tempat. Sebagai respons terhadap kesadaran akan pentingnya pola makan sehat, perancang di sini mengambil langkah untuk mengkampanyekan infused water. Mulai dari menjelaskan pengertian infused water, yaitu praktik merendam buah dalam air untuk memberikan rasa dan aroma pada minuman. Selanjutnya, perancang juga menjelaskan manfaat dari infused water, seperti meningkatkan hidrasi tubuh, membersihkan racun, dan memberikan antioksidan. Tujuan dari kampanye ini adalah agar masyarakat memahami bahwa infused water bukan hanya menyegarkan, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang infused water, diharapkan masyarakat akan lebih cenderung menjadikannya sebagai alternatif minuman sehat dalam kehidupan sehari-hari. Media-media komunikasi yang ada masih sangat kurang untuk menjelaskan, serta tampilan visual yang kurang menarik dari segi isi konten. Maka diperlukan sebuah media yang dapat menyampaikan isi pesan secara tepat agar target sasaran dapat tertarik dan mulai mengkonsumsi infused water dikehidupan sehari-hari. Dengan adanya perancangan komunikasi visual kampanye infused water sebagai alternatif minuman kesehatan bagi masyarakat di kota Palembang ini diharapkan masyarakat dapat menjadikannya sebagai alternatif minuman sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Komunikasi Visual Manfaat Daun Kelor Bagi Kesehatan Gizi Anak Usia 7-12 Tahun Di Kota Palembang Ulfa, Yulia; Patriansah, Mukhsin; Yulius, Yosef
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2025): Besaung : Desember-Maret
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v10i1.4656

Abstract

Moringa leaves (Moringa oleifera) are very well known as a rich source of nutrition and are beneficial for children's health. These leaves contain lots of protein, vitamins, minerals and antioxidants which are important for optimal growth and development. The main benefits of moringa leaves include improving the immune system, reducing the risk of nutritional deficiencies, and support for digestive health. The main problem is that many people are not aware of the potential health benefits of Moringa leaves, which results in low consumption and utilization of this plant. The problem solving plan carried out is with the right communication approach. The benefits of Moringa leaves are very important. One effective strategy is through board games. The main aim is to provide education to parents who have an important role in integrating Moringa leaves into their daily diet as well as educating children about the importance of good nutrition. Through this board game, people can learn about the benefits of Moringa leaves directly, from their nutritional content to how to use them in everyday life.
ANALISIS ELEMEN VISUAL PENERAPAN LETTER SPACING PADA KAMPANYE ANTI RASISME LIGA INGGRIS Yosef Yulius; Nyoman Dewi Pebryani; Suharto Suharto; Amelia Aiununnisa; Hadhira Rahma
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.58181

Abstract

The problem of racism can occur anywhere and anytime, including in the Premier League. With so many clubs and fans around the world, the Premier League is prone to racism from players, spectators, to fanatical fans. To minimize racism, the English League held an anti-racism campaign with the theme 'No Room For Racism' which used attractive typography visuals and meeting fonts that were rarely used. The purpose of this study is to analyze visual elements to assess the effectiveness of the visual use of typography in  the 'No Room For Racism' campaign  from the perspective of visual communication design. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques, documentation, and analysis through aesthetic theory and semiotics. The results of the study show that the visual form of the logo of the "No Rooms for Racism" campaign  has applied the principles of graphic design well. The resulting works have high aesthetic value and are interesting to observe. However, based on an analysis of typography principles, the logo puts aside the legibility aspect and prioritizes the attractive visual aspect. The study provides a better understanding of how typography visuals affect messaging in social campaigns and offers ways to improve readability without sacrificing visual appeal in the future. This research shows that the proper use of visual typography in the 'No Room For Racism' campaign  can raise awareness and influence public attitudes towards racism, with attractive and different designs capable of attracting attention and influencing audience perceptions.Keywords: campaign, typography, visual communication designAbstrakPermasalahan rasisme bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, termasuk di Liga Inggris. Dengan banyaknya klub dan penggemar di seluruh dunia, Liga Inggris rentan terhadap rasisme dari pemain, penonton, hingga penggemar fanatik. Untuk meminimalisir rasisme, Liga Inggris mengadakan kampanye anti rasisme dengan tema ˜No Room For Racism™ yang menggunakan visual tipografi menarik dan font rapat yang jarang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis elemen visual untuk menilai efektivitas penggunaan visual tipografi dalam kampanye ˜No Room For Racism™ dari perspektif desain komunikasi visual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dokumentasi dan analisis melalui teori estetika dan semiotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk visual logo dari kampanye œNo Rooms for Racism telah menerapkan prinsip-prinsip desain grafis dengan baik. Karya yang dihasilkan memiliki nilai estetis yang tinggi dan menarik untuk diamati. Namun, berdasarkan analisis prinsip tipografi, logo tersebut mengesampingkan aspek keterbacaan dan lebih memprioritaskan aspek visual yang menarik. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana visual tipografi mempengaruhi pesan dalam kampanye sosial dan menawarkan cara untuk meningkatkan keterbacaan tanpa mengorbankan daya tarik visual di masa depan.Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan visual tipografi yang tepat dalam kampanye ˜No Room For Racism™ dapat meningkatkan kesadaran dan mempengaruhi sikap publik terhadap rasisme, dengan desain yang menarik dan berbeda dari biasanya mampu menarik perhatian dan mempengaruhi persepsi audiens.Kata Kunci: kampanye, tipografi, desain komunikasi visual. Authors:Yosef Yulius : Universitas Indo Global MandiriNyoman Dewi Pebryani : Universitas Indo Global MandiriSuharto : Universitas Indo Global MandiriAmelia Aiununnisa : Universitas Indo Global MandiriHadhira Rahma : Universitas Indo Global Mandiri ReferencesBastari, R. P., Aditia, P., & Putra, I. D. A. (2020). SUBSTANSI MAKNA PADA SENI KOMODITAS: KAJIAN SEMIOTIKA PADA KARYA KAWS x UNIQLO TAHUN 2019. Demandia, 5(2), 281“301. https://doi.org/10.25124/demandia.vHorne, J. (1996). Hiching Racism Out of Soccer in England and Scotland. Journal of Sport and Social Issues, 20(1), 45“68. https://doi.org/10.1177/019372396020001005Liliweri, A. (2005). Prasangka & Konflik Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur. In Yogyakarta: PT LKiS.Migotuwio, N. (2020). Aspek Komunikasi Visual Dan Estetika Pada Karya Desain Grafis Bergaya Glitch Art. Journal of Contemporary Indonesian Art, 6(1), 48“68. https://doi.org/10.24821/jocia.v6i1.3901Raden, A. Z. M. (2016a). Custom Typefaces Pada Web Menggunakan. Jurnal Desain, 3(2), 97“Bastari, R. P., Aditia, P., & Putra, I. D. A. (2020). SUBSTANSI MAKNA PADA SENI KOMODITAS: KAJIAN SEMIOTIKA PADA KARYA KAWS x UNIQLO TAHUN 2019. Demandia, 5(2), 281“301. https://doi.org/10.25124/demandia.vHorne, J. (1996). Hiching Racism Out of Soccer in England and Scotland. Journal of Sport and Social Issues, 20(1), 45“68. https://doi.org/10.1177/019372396020001005Liliweri, A. (2005). Prasangka & Konflik Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur. In Yogyakarta: PT LKiS.Migotuwio, N. (2020). Aspek Komunikasi Visual Dan Estetika Pada Karya Desain Grafis Bergaya Glitch Art. Journal of Contemporary Indonesian Art, 6(1), 48“68. https://doi.org/10.24821/jocia.v6i1.3901Raden, A. Z. M. (2016a). Custom Typefaces Pada Web Menggunakan. Jurnal Desain, 3(2), 97“106. http://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/Jurnal_Desain/article/view/609/582Raden, A. Z. M. (2016b). Custom typefaces pada web menggunakan embedding font. Jurnal Desain.Rahman, M. T. (2011). Glosari Teori Sosial (Baik). In Ibnu Sina Press (Vol. 1, p. 148).Rello, L., Baeza-Yates, R., & Saggion, H. (2013). DysWebxia: Making texts more accessible for people with dyslexia. Procesamiento Del Lenguaje Natural, 51, 205“208.Risyanto, D., & Juandi, J. (2022). Diskriminatif Kesantunan Berbahasa Tuturan Youtuber Game Online Mobile Legend. Diksatrasia¯: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(2), 206. https://doi.org/10.25157/diksatrasia.v6i2.7808Riyanti, A., Putranti, I. R., & Paramasatya, S. (2022). Peran Jaringan Advokasi Football Against Racism in Europe ( FARE ) terhadap Konstruksi Wacana Anti Diskriminasi Ras dalam Industri Sepak Bola Eropa. Journal of International Relations, 8, 164“180. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jihi/article/view/33474Rotama, H. (2022). Optimasi Tingkat Keterbacaan Visual Melalui Redesain Logo Opacity Photograpy. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 636. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.39833Simmons, N. (2016). œWe™re a Culture, Not a Costume: Ethical Analysis of a College Student-Led Organization™s Anti-Racism Campaign. Public Voices, 14(1), 97. https://doi.org/10.22140/pv.23Sitompul, A. L., Patriansyah, M., & Pangestu, R. (2021). Analisis Poster Video Klip Lathi¯: Kajian Semiotika Ferdinand De Saussure. Besaung¯: Jurnal Seni Desain Dan Budaya, 6(1), 23“29. https://doi.org/10.36982/jsdb.v6i1.1830Yu, D., Cheung, S. H., Legge, G. E., & Chung, S. T. L. (2007). Effect of letter spacing on visual span and reading speed. Journal of Vision, 7(2), 1“10. https://doi.org/10.1167/7.2.2Yubel, N. E., & Reuspatyono, R. (2022). Implementation of the English Premier League™S Involvement in Campaigning the Anti-Racism Movement. Journal of Social Political Sciences, 3(1), 42“61. https://doi.org/10.52166/jsps.v3i1.92Yulius, Y. (2022). Tinjauan Unsur Visual Desain Poster Iklan Layanan Masyarakat ˜Yuk Kurangi Sampah Plastik Mu.™ Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual, 10(02), 34“50. https://doi.org/10.34010/visualita.v10i02.6345Yulius, Y., & Halim, B. (2021). Analisis Konsep Dan Komponen Visual Dasar Poster €Œtobacco Break Hearts”. Besaung¯: Jurnal Seni Desain Dan Budaya, 5(1), 81“87. https://doi.org/10.36982/jsdb.v5i1.1804 
PELATIHAN PENGAPLIKASIAN LOGO SEBAGAI IDENTITAS VISUAL PADA MEDIA PROMOSI UMKM DULANGKU.ID PALEMBANG Yulius, Yosef; Lubis, Hestia Rachmat Nunciata
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.4016

Abstract

Seiring meningkatnya perkembangan digital marketing, para penggiat usaha harus bisa menerapkan promosi secara digital mulai dari penggunaan logo sebagai merek identitas usaha hingga pengaplikasian logo pada kemasan produk dan media promosi cetak maupun digital. Penggunaan logo sebagai identitas visual merupakan salah satu aspek yang perlu menjadi perhatian agar target sasaran mudah mengenali dan mengidentifikasi suatu merek. Dulangku.id merupakan salah satu penggiat usaha di bidang kuliner yang menjual produk kue tradisional yang dikemas dalam media promosi dengan kearifan lokal. Identitas visual menjadi suatu problematika yang dihadapi oleh para penggiat usaha kecil menengah, karena pada umumnya secara manajerial belum adanya divisi promosi dan desain grafis. Penggunaan logo sebagai identitas visual belum menjadi perhatian khusus, hal ini berdampak pada kelangsungan citra sebuah penggiat usaha dalam pandangan publik. Berdasarkan hal tersebut Dulangku.id berusaha membangun identitas visual dengan melakukan pelatihan kolaboratif dengan tim pengabdian masyarakat tentang pengaplikasian logo pada media promosi yang baik. Pelatihan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode design thinking lima tahap. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengedukasi mitra PKM yakni Dulangku.id yang dimana baru memiliki logo, agar mampu memahami akan pentingnya pengaplikasian logo sebagai identitas usaha yang baik dan benar guna mendongkrak penghasilan dari penjualan produk. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran ilmu desain komunikasi visual pada masyarakat awam terkait pemahaman dasar akan logo
Workshop Desain Grafis Media Publikasi Komunitas di BPK PKK Kas Berbasis Kecerdasan Buatan. Yulius, Yosef; Halim, Bobby; Lubis, Hestia Rachmat Nunciata; Fernanda, Yohanes Reno; Verdianto, Valentinus
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i2.6472

Abstract

Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka peluang baru dalam pengembangan desain komunikasi visual yang lebih efisien dan inovatif, khususnya dalam konteks pemberdayaan komunitas. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kurangnya literasi desain digital di kalangan anggota Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik–Keuskupan Agung Semarang (BPK PKK KAS), yang memiliki kebutuhan tinggi akan media publikasi religius, namun terbatas dalam penguasaan perangkat desain dan teknologi AI. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan literasi desain komunikasi visual serta kemampuan pemanfaatan teknologi AI di kalangan anggota komunitas, agar mereka mampu menghasilkan materi publikasi yang kreatif, komunikatif, dan relevan dengan perkembangan digital. Sebagai solusi, kegiatan ini dirancang dalam bentuk workshop interaktif dengan pendekatan Design Thinking, yang melibatkan lima tahap utama: Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Peserta dibekali dengan dasar-dasar desain grafis berbasis vektor, diperkenalkan pada pemanfaatan AI seperti ChatGPT dan Bing Image Creator, serta diberi kesempatan praktik langsung dalam merancang materi publikasi digital komunitas. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga aspek utama: pemahaman konsep desain grafis, penguasaan perangkat lunak desain, dan kemampuan mengintegrasikan teknologi AI dalam proses kreatif. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan motivasi mereka dalam menghasilkan konten visual yang komunikatif dan kontekstual. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti efektif dalam memberdayakan komunitas religius melalui peningkatan kompetensi desain digital yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
PELATIHAN PEMPEK PRENEURSHIP SEBAGAI AKSELERASI KEMANDIRIAN EKONOMI PEREMPUAN MELALUI USAHA BERKELANJUTAN Marcelina, Dona; Terttiaavini, Terttiaavini; Yulius, Yosef
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26417

Abstract

Abstrak: Kota Palembang terkenal dengan kuliner khasnya, pempek, yang sangat diminati oleh wisatawan. Potensi ini menciptakan peluang usaha yang signifikan, terutama bagi ibu rumah tangga yang menghadapi kesulitan ekonomi. Pelatihan pembuatan pempek bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam membuat pempek skala jual, guna mendukung peningkatan ekonomi keluarga. Metode pelaksanaan terdiri dari empat tahap, yaitu Persiapan, yang mencakup perencanaan program, penentuan peserta, persiapan tempat dan logistik; Pelaksanaan, yang meliputi pembukaan program pelatihan, pelatihan keterampilan teknis dan simulasi usaha; Evaluasi, analisis kebutuhan, tindak lanjut, pendampingan dan dukungan berkelanjutan. Hasil evaluasi menunjukkan Kualitas Produk memperoleh nilai tertinggi dengan rata-rata 8,9, sedangkan Konsistensi Produk mendapatkan nilai terendah yaitu 6,5, yang mengindikasikan ukuran dan bentuk produk masih belum seragam. Berdasarkan temuan ini, maka disarankan untuk melanjukan Tindakan lanjutan, seperti mentoring, pelatihan lanjutan, serta bantuan modal usaha, guna meningkatkan keterampilan dan keberhasilan usaha peserta.Abstract: The city of Palembang is renowned for its signature dish, pempek, which is highly popular among tourists. This creates significant business opportunities, particularly for housewives facing economic difficulties. The pempek-making training aims to enhance participants' skills in producing pempek for commercial purposes, thereby supporting family economic improvement. The implementation method consists of four stages: Preparation, which includes program planning, participant selection, and venue and logistics preparation; Execution, which involves the opening of the training program, technical skill training, and business simulations; Evaluation, which includes needs analysis, follow-up actions, mentoring, and continuous support. The evaluation results show that Product Quality received the highest score, with an average of 8.9, while Product Consistency scored the lowest at 6.5, indicating that the size and shape of the products are still inconsistent. Based on these findings, it is recommended to continue with follow-up actions such as mentoring, advanced training, and financial support to further improve participants' skills and business success.
Co-Authors Ainunnisa, Amalia Aiununnisa, Amelia Aji Windu Viatra Aji Windu Viatra Amalia, Shalyna Nadya Amelia Aiununnisa Amirullah, Ahmad Ridho Anisya Apriani Apriani Auliya Hegar, Tata Ayu Nissa Kharimah Bobby Halim Bobby Halim Bobby Halim Damayanti, Alfina Darmawan, Adel Ari Dewi Sartika Didiek Prasetya Erwan Suryanegara Febina Dwi Rahmah Febriansyah, Luki Fernanda, Yohanes Reno Ferry Muhammad Rahman Ferry Ferry, Ferry Muhammad Rahman Firdaus Pangestu Marfa Hadhira Rahma Halim, Bobby Halim, Bobby Hallim, Bobby Hediana Imelda Edwar Hestia Rachmat Nunciata Lubis Hestia Rachmat Nunciata Lubis Hestia Rachmat Nunciata Lubis Husni Mubarat Husni Mubarat Husni Mubarat, Husni Imelda Saluza, Imelda Indah Permata Sari Indah Permatasari Irma Suryani, Riri Iswandi, Heri Iswandi, Heri Jessica Halim Junoko, Safar Kharimah, Ayu Nissa Khoiriyah, moh yogie pratama Lubis, Hestia Nunciata Lubis, Hestia Rachmat Nunciata Maharani Maharani, Maharani Marcelina, Dona Marnisah, Luis moh yogie pratama Khoiriyah Muhammad Rivan Hakim Muhammad Ubaidillah Mukhsin Patriansah Mukhsin Patriansah Nando Ramadhon Noor Faiza Febrianti Nugraha, M. Ihsan Nurwijayanti Nyoman Dewi Pebryani Okta Wahdjudha, Rizkha Pangestu, Risvi Pangestu, Risvi Patriansah, Mukhsin Patriansah, Mukhsin Prasetya, Didiek Pratama, Edo Pratiwi, Dika Putri Pratiwi, Febbi Neliandri Purnamasari, Dwi Chandra Putra, M Edo Pratama Putra, M. Edo Pratama Putri, Arini Chelsea Putri, Rheina Anastasia Raden Okta Riansyah Rahma, Hadhira Ramadhon, Nando Riansyah, Raden Okta Rizkha Okta Wahdjudha S. Suharto Salsabilah Soha, Fadhilah Mutiara Sapar Junoko Sapitri, Ria Sartika, Dewi Setyo, Sutikno Try Setyo, Sutikno Try Shalyna Nadya Amalia Somantri, usuf Suharto Suharto Sutikno Try Setyo Syamsiar, Syamsiar Tata Auliya Hegar Terttiaavini, Terttiaavini Ulfa, Yulia Verdianto, Valentinus Wardoyo, Faftah Talulah Windu Viatra, Aji Yosef Yulius Noor Faiza Febrianti Yuniarti Wulandari Yuniarti Wulandari, Yuniarti