Claim Missing Document
Check
Articles

Media Belajar Interaktif Untuk Anak Penyandang Disleksia Di Kota Palembang Ainunnisa, Amalia; Yulius, Yosef; Mubarat, Husni
VisArt: Jurnal Seni Rupa dan Design Vol. 2 No. 2 (2024): VisART : Jurnal Seni Rupa & Desain
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/visart.v2i2.817

Abstract

Reading disorders in children are the first step in children's education. Reading is an ability that everyone must have, reading is the key to opening up space for imagination and expanding the learning process which has an impact on the future of every child. This reading disorder is called Dyslexia. Dyslexia has an impact on children ranging from educational, social factors and can even disturb the child's psychology. The main problem faced is how to deal with children who experience dyslexia. The main aim of this design is to overcome children's delays in reading, writing and language at the age of 7-12 years. Children's difficulties in recognizing letters mean that visual communication design plays an important role in producing informative message solutions through color, layout and typography. To produce interactive and effective learning media in solving reading problems, the author uses the design thinking method, so that the resulting interactive learning media is able to increase the ability and motivation to learn to read for children with dyslexia and increase the public's insight into how to prevent dyslexia disorders in children aged 7- 12.  
Buku Sebagai Media Komunikasi Visual Promosi Batik Palembang Pada Remaja Usia 17-25 Tahun Salsabilah Soha, Fadhilah Mutiara; Yulius, Yosef; Mubarat, Husni
VisArt: Jurnal Seni Rupa dan Design Vol. 2 No. 2 (2024): VisART : Jurnal Seni Rupa & Desain
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/visart.v2i2.818

Abstract

Batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui secara global. Batik, dengan keanekaragaman motif dan teknik pembuatannya, motifnya yang mencerminkan kekayaan budaya dan identitas lokal yang berbeda-beda di seluruh Nusantara. Meskipun batik telah mendapatkan pengakuan dunia, namun tidak banyak masyarakat yang mengetahui mengenai keberadaan batik di kota Palembang. Maka dari itu sangat penting dilakukan upaya untuk mempromosikan batik Palembang dengan tujuan memperkenalkan dan mempertahankan nilai budaya agar masyarakat di kota Palembang dapat melestarikan batik Palembang. Perancangan ini menggunakan metode design thinking yang mempunyai 5 tahapan yaitu Empathize, Define, Ideate,Prototype, Test. Dalam perancangan promosi ini adapun media media yang di hasilkan adalah buku, ambient media mobil, poster, brosur, kemeja, slingbag, slingbag pouch, pouch, notebook, stiker, dan gantungan kunci. Perancangan ini bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui mengenai keberadaan Batik Palembang serta dapat melestarikan dan menghadirkan produk produk batik Palembang yang inovasi dalam desain ataupun fungsi dikehidupan sehari hari.
Kampanye Sosial Pentingnya Penggunaan Sunscreen Sebagai Upaya Pencegahan Dampak Buruk Sinar UV Terhadap Kulit Pada Remaja Usia 12-17 Tahun Di Kota Palembang Aulia, Dita; Yulius, Yosef; Iswandi, Heri
VisArt: Jurnal Seni Rupa dan Design Vol. 2 No. 2 (2024): VisART : Jurnal Seni Rupa & Desain
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/visart.v2i2.852

Abstract

Excessive UV rays will have a negative impact on the skin, one of the negative effects of which is sunburn and can even cause skin cancer. The main problem faced is that there are still many people who do not know the dangers of UV rays on the skin and not many people know how to prevent them. This design has the main objective, namely to carry out a campaign, namely to encourage teenagers aged 12-17 years to use sunscreen to avoid this exposure. Here using several methods, one of which is collecting data through questionnaires, the results of this collection can be concluded that there are still many people in Indonesia who underestimate the use of sunscreen, especially men who collected the largest amount of data in the questionnaire regarding why they don't use sunscreen. This UV light campaign presents a unique campaign regarding the invitation and use of sunscreen properly and correctly, as well as helping in choosing the right sunscreen for the skin.  
Pot Tanaman Sebagai Media Komunikasi Visual Kampanye Edukasi Manfaat Tanaman Kumis Kucing Bagi Usia 17-25 Tahun Di Kota Palembang Febriansyah, Luki; Yulius, Yosef; Halim, Bobby
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2024): Besaung
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v9i1.3740

Abstract

ABSTRACTTraditional medicine is a combination of science, belief and community tradition which aims tomaintain health, namely the Cat's Whisker plant. The leaves of the cat's whisker plant containactive compounds such as flavonoids, saponins and tannins. However, currently the Cat'sWhisker Plant is not being introduced to the public, especially teenagers, in the introduction ofthe Cat's Whisker plant, there are not many campaigns and promotions and there is no existingpromotional media related to the introduction of the Cat's Whisker plant. It is hoped that thisdesign can attract the interest of the people in Palembang City, especially teenagers, byintroducing and educating the cat's Whisker plant, designed through plant pots with interestingillustrations and interactives that can teach how to consume and process the cat's Whiskerplant. The works created are categorized into three media, namely the main media, plant pots,issue media including posters, banners, motion graphics and supporting media including tshirts, tumblers, tote bags, mascots, packaging.Keywords : Campaign, Plants, Cat's Whiskers, Teenagers, Palembang.
Desain Komunikasi Visual Untuk Kampanye Infused Water Sebagai Alternatif Minuman Kesehatan Bagi Masyarakat di Kota Palembang Anisya; Iswandi, Heri; Yulius, Yosef
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2025): Besaung : Desember-Maret
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v10i1.4611

Abstract

Infused water sangatlah bermanfaat dalam mempromosikan gaya hidup sehat di masyarakat. Dengan mencampurkan berbagai buah-buahan, sayuran, atau rempah-rempah ke dalam air, infused water tidak hanya memberikan sensasi kesegaran tetapi juga menyediakan nutrisi penting. Banyak masyarakat suka mengkonsumsi minuman cepat saji seperti minuman bersoda, karena kemudahan dan ketersediaannya di berbagai tempat. Sebagai respons terhadap kesadaran akan pentingnya pola makan sehat, perancang di sini mengambil langkah untuk mengkampanyekan infused water. Mulai dari menjelaskan pengertian infused water, yaitu praktik merendam buah dalam air untuk memberikan rasa dan aroma pada minuman. Selanjutnya, perancang juga menjelaskan manfaat dari infused water, seperti meningkatkan hidrasi tubuh, membersihkan racun, dan memberikan antioksidan. Tujuan dari kampanye ini adalah agar masyarakat memahami bahwa infused water bukan hanya menyegarkan, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang infused water, diharapkan masyarakat akan lebih cenderung menjadikannya sebagai alternatif minuman sehat dalam kehidupan sehari-hari. Media-media komunikasi yang ada masih sangat kurang untuk menjelaskan, serta tampilan visual yang kurang menarik dari segi isi konten. Maka diperlukan sebuah media yang dapat menyampaikan isi pesan secara tepat agar target sasaran dapat tertarik dan mulai mengkonsumsi infused water dikehidupan sehari-hari. Dengan adanya perancangan komunikasi visual kampanye infused water sebagai alternatif minuman kesehatan bagi masyarakat di kota Palembang ini diharapkan masyarakat dapat menjadikannya sebagai alternatif minuman sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Komunikasi Visual Manfaat Daun Kelor Bagi Kesehatan Gizi Anak Usia 7-12 Tahun Di Kota Palembang Ulfa, Yulia; Patriansah, Mukhsin; Yulius, Yosef
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2025): Besaung : Desember-Maret
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v10i1.4656

Abstract

Moringa leaves (Moringa oleifera) are very well known as a rich source of nutrition and are beneficial for children's health. These leaves contain lots of protein, vitamins, minerals and antioxidants which are important for optimal growth and development. The main benefits of moringa leaves include improving the immune system, reducing the risk of nutritional deficiencies, and support for digestive health. The main problem is that many people are not aware of the potential health benefits of Moringa leaves, which results in low consumption and utilization of this plant. The problem solving plan carried out is with the right communication approach. The benefits of Moringa leaves are very important. One effective strategy is through board games. The main aim is to provide education to parents who have an important role in integrating Moringa leaves into their daily diet as well as educating children about the importance of good nutrition. Through this board game, people can learn about the benefits of Moringa leaves directly, from their nutritional content to how to use them in everyday life.
ANALISIS ELEMEN VISUAL PENERAPAN LETTER SPACING PADA KAMPANYE ANTI RASISME LIGA INGGRIS Yosef Yulius; Nyoman Dewi Pebryani; Suharto Suharto; Amelia Aiununnisa; Hadhira Rahma
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.58181

Abstract

The problem of racism can occur anywhere and anytime, including in the Premier League. With so many clubs and fans around the world, the Premier League is prone to racism from players, spectators, to fanatical fans. To minimize racism, the English League held an anti-racism campaign with the theme 'No Room For Racism' which used attractive typography visuals and meeting fonts that were rarely used. The purpose of this study is to analyze visual elements to assess the effectiveness of the visual use of typography in  the 'No Room For Racism' campaign  from the perspective of visual communication design. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques, documentation, and analysis through aesthetic theory and semiotics. The results of the study show that the visual form of the logo of the "No Rooms for Racism" campaign  has applied the principles of graphic design well. The resulting works have high aesthetic value and are interesting to observe. However, based on an analysis of typography principles, the logo puts aside the legibility aspect and prioritizes the attractive visual aspect. The study provides a better understanding of how typography visuals affect messaging in social campaigns and offers ways to improve readability without sacrificing visual appeal in the future. This research shows that the proper use of visual typography in the 'No Room For Racism' campaign  can raise awareness and influence public attitudes towards racism, with attractive and different designs capable of attracting attention and influencing audience perceptions.Keywords: campaign, typography, visual communication designAbstrakPermasalahan rasisme bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, termasuk di Liga Inggris. Dengan banyaknya klub dan penggemar di seluruh dunia, Liga Inggris rentan terhadap rasisme dari pemain, penonton, hingga penggemar fanatik. Untuk meminimalisir rasisme, Liga Inggris mengadakan kampanye anti rasisme dengan tema ˜No Room For Racism™ yang menggunakan visual tipografi menarik dan font rapat yang jarang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis elemen visual untuk menilai efektivitas penggunaan visual tipografi dalam kampanye ˜No Room For Racism™ dari perspektif desain komunikasi visual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dokumentasi dan analisis melalui teori estetika dan semiotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk visual logo dari kampanye œNo Rooms for Racism telah menerapkan prinsip-prinsip desain grafis dengan baik. Karya yang dihasilkan memiliki nilai estetis yang tinggi dan menarik untuk diamati. Namun, berdasarkan analisis prinsip tipografi, logo tersebut mengesampingkan aspek keterbacaan dan lebih memprioritaskan aspek visual yang menarik. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana visual tipografi mempengaruhi pesan dalam kampanye sosial dan menawarkan cara untuk meningkatkan keterbacaan tanpa mengorbankan daya tarik visual di masa depan.Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan visual tipografi yang tepat dalam kampanye ˜No Room For Racism™ dapat meningkatkan kesadaran dan mempengaruhi sikap publik terhadap rasisme, dengan desain yang menarik dan berbeda dari biasanya mampu menarik perhatian dan mempengaruhi persepsi audiens.Kata Kunci: kampanye, tipografi, desain komunikasi visual. Authors:Yosef Yulius : Universitas Indo Global MandiriNyoman Dewi Pebryani : Universitas Indo Global MandiriSuharto : Universitas Indo Global MandiriAmelia Aiununnisa : Universitas Indo Global MandiriHadhira Rahma : Universitas Indo Global Mandiri ReferencesBastari, R. P., Aditia, P., & Putra, I. D. A. (2020). SUBSTANSI MAKNA PADA SENI KOMODITAS: KAJIAN SEMIOTIKA PADA KARYA KAWS x UNIQLO TAHUN 2019. Demandia, 5(2), 281“301. https://doi.org/10.25124/demandia.vHorne, J. (1996). Hiching Racism Out of Soccer in England and Scotland. Journal of Sport and Social Issues, 20(1), 45“68. https://doi.org/10.1177/019372396020001005Liliweri, A. (2005). Prasangka & Konflik Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur. In Yogyakarta: PT LKiS.Migotuwio, N. (2020). Aspek Komunikasi Visual Dan Estetika Pada Karya Desain Grafis Bergaya Glitch Art. Journal of Contemporary Indonesian Art, 6(1), 48“68. https://doi.org/10.24821/jocia.v6i1.3901Raden, A. Z. M. (2016a). Custom Typefaces Pada Web Menggunakan. Jurnal Desain, 3(2), 97“Bastari, R. P., Aditia, P., & Putra, I. D. A. (2020). SUBSTANSI MAKNA PADA SENI KOMODITAS: KAJIAN SEMIOTIKA PADA KARYA KAWS x UNIQLO TAHUN 2019. Demandia, 5(2), 281“301. https://doi.org/10.25124/demandia.vHorne, J. (1996). Hiching Racism Out of Soccer in England and Scotland. Journal of Sport and Social Issues, 20(1), 45“68. https://doi.org/10.1177/019372396020001005Liliweri, A. (2005). Prasangka & Konflik Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur. In Yogyakarta: PT LKiS.Migotuwio, N. (2020). Aspek Komunikasi Visual Dan Estetika Pada Karya Desain Grafis Bergaya Glitch Art. Journal of Contemporary Indonesian Art, 6(1), 48“68. https://doi.org/10.24821/jocia.v6i1.3901Raden, A. Z. M. (2016a). Custom Typefaces Pada Web Menggunakan. Jurnal Desain, 3(2), 97“106. http://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/Jurnal_Desain/article/view/609/582Raden, A. Z. M. (2016b). Custom typefaces pada web menggunakan embedding font. Jurnal Desain.Rahman, M. T. (2011). Glosari Teori Sosial (Baik). In Ibnu Sina Press (Vol. 1, p. 148).Rello, L., Baeza-Yates, R., & Saggion, H. (2013). DysWebxia: Making texts more accessible for people with dyslexia. Procesamiento Del Lenguaje Natural, 51, 205“208.Risyanto, D., & Juandi, J. (2022). Diskriminatif Kesantunan Berbahasa Tuturan Youtuber Game Online Mobile Legend. Diksatrasia¯: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(2), 206. https://doi.org/10.25157/diksatrasia.v6i2.7808Riyanti, A., Putranti, I. R., & Paramasatya, S. (2022). Peran Jaringan Advokasi Football Against Racism in Europe ( FARE ) terhadap Konstruksi Wacana Anti Diskriminasi Ras dalam Industri Sepak Bola Eropa. Journal of International Relations, 8, 164“180. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jihi/article/view/33474Rotama, H. (2022). Optimasi Tingkat Keterbacaan Visual Melalui Redesain Logo Opacity Photograpy. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 636. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.39833Simmons, N. (2016). œWe™re a Culture, Not a Costume: Ethical Analysis of a College Student-Led Organization™s Anti-Racism Campaign. Public Voices, 14(1), 97. https://doi.org/10.22140/pv.23Sitompul, A. L., Patriansyah, M., & Pangestu, R. (2021). Analisis Poster Video Klip Lathi¯: Kajian Semiotika Ferdinand De Saussure. Besaung¯: Jurnal Seni Desain Dan Budaya, 6(1), 23“29. https://doi.org/10.36982/jsdb.v6i1.1830Yu, D., Cheung, S. H., Legge, G. E., & Chung, S. T. L. (2007). Effect of letter spacing on visual span and reading speed. Journal of Vision, 7(2), 1“10. https://doi.org/10.1167/7.2.2Yubel, N. E., & Reuspatyono, R. (2022). Implementation of the English Premier League™S Involvement in Campaigning the Anti-Racism Movement. Journal of Social Political Sciences, 3(1), 42“61. https://doi.org/10.52166/jsps.v3i1.92Yulius, Y. (2022). Tinjauan Unsur Visual Desain Poster Iklan Layanan Masyarakat ˜Yuk Kurangi Sampah Plastik Mu.™ Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual, 10(02), 34“50. https://doi.org/10.34010/visualita.v10i02.6345Yulius, Y., & Halim, B. (2021). Analisis Konsep Dan Komponen Visual Dasar Poster €Œtobacco Break Hearts”. Besaung¯: Jurnal Seni Desain Dan Budaya, 5(1), 81“87. https://doi.org/10.36982/jsdb.v5i1.1804 
PELATIHAN PENGAPLIKASIAN LOGO SEBAGAI IDENTITAS VISUAL PADA MEDIA PROMOSI UMKM DULANGKU.ID PALEMBANG Yulius, Yosef; Lubis, Hestia Rachmat Nunciata
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.4016

Abstract

Seiring meningkatnya perkembangan digital marketing, para penggiat usaha harus bisa menerapkan promosi secara digital mulai dari penggunaan logo sebagai merek identitas usaha hingga pengaplikasian logo pada kemasan produk dan media promosi cetak maupun digital. Penggunaan logo sebagai identitas visual merupakan salah satu aspek yang perlu menjadi perhatian agar target sasaran mudah mengenali dan mengidentifikasi suatu merek. Dulangku.id merupakan salah satu penggiat usaha di bidang kuliner yang menjual produk kue tradisional yang dikemas dalam media promosi dengan kearifan lokal. Identitas visual menjadi suatu problematika yang dihadapi oleh para penggiat usaha kecil menengah, karena pada umumnya secara manajerial belum adanya divisi promosi dan desain grafis. Penggunaan logo sebagai identitas visual belum menjadi perhatian khusus, hal ini berdampak pada kelangsungan citra sebuah penggiat usaha dalam pandangan publik. Berdasarkan hal tersebut Dulangku.id berusaha membangun identitas visual dengan melakukan pelatihan kolaboratif dengan tim pengabdian masyarakat tentang pengaplikasian logo pada media promosi yang baik. Pelatihan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode design thinking lima tahap. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengedukasi mitra PKM yakni Dulangku.id yang dimana baru memiliki logo, agar mampu memahami akan pentingnya pengaplikasian logo sebagai identitas usaha yang baik dan benar guna mendongkrak penghasilan dari penjualan produk. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran ilmu desain komunikasi visual pada masyarakat awam terkait pemahaman dasar akan logo
Workshop Desain Grafis Media Publikasi Komunitas di BPK PKK Kas Berbasis Kecerdasan Buatan. Yulius, Yosef; Halim, Bobby; Lubis, Hestia Rachmat Nunciata; Fernanda, Yohanes Reno; Verdianto, Valentinus
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i2.6472

Abstract

Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka peluang baru dalam pengembangan desain komunikasi visual yang lebih efisien dan inovatif, khususnya dalam konteks pemberdayaan komunitas. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kurangnya literasi desain digital di kalangan anggota Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik–Keuskupan Agung Semarang (BPK PKK KAS), yang memiliki kebutuhan tinggi akan media publikasi religius, namun terbatas dalam penguasaan perangkat desain dan teknologi AI. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan literasi desain komunikasi visual serta kemampuan pemanfaatan teknologi AI di kalangan anggota komunitas, agar mereka mampu menghasilkan materi publikasi yang kreatif, komunikatif, dan relevan dengan perkembangan digital. Sebagai solusi, kegiatan ini dirancang dalam bentuk workshop interaktif dengan pendekatan Design Thinking, yang melibatkan lima tahap utama: Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Peserta dibekali dengan dasar-dasar desain grafis berbasis vektor, diperkenalkan pada pemanfaatan AI seperti ChatGPT dan Bing Image Creator, serta diberi kesempatan praktik langsung dalam merancang materi publikasi digital komunitas. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga aspek utama: pemahaman konsep desain grafis, penguasaan perangkat lunak desain, dan kemampuan mengintegrasikan teknologi AI dalam proses kreatif. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan motivasi mereka dalam menghasilkan konten visual yang komunikatif dan kontekstual. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti efektif dalam memberdayakan komunitas religius melalui peningkatan kompetensi desain digital yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
PELATIHAN PEMPEK PRENEURSHIP SEBAGAI AKSELERASI KEMANDIRIAN EKONOMI PEREMPUAN MELALUI USAHA BERKELANJUTAN Marcelina, Dona; Terttiaavini, Terttiaavini; Yulius, Yosef
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26417

Abstract

Abstrak: Kota Palembang terkenal dengan kuliner khasnya, pempek, yang sangat diminati oleh wisatawan. Potensi ini menciptakan peluang usaha yang signifikan, terutama bagi ibu rumah tangga yang menghadapi kesulitan ekonomi. Pelatihan pembuatan pempek bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam membuat pempek skala jual, guna mendukung peningkatan ekonomi keluarga. Metode pelaksanaan terdiri dari empat tahap, yaitu Persiapan, yang mencakup perencanaan program, penentuan peserta, persiapan tempat dan logistik; Pelaksanaan, yang meliputi pembukaan program pelatihan, pelatihan keterampilan teknis dan simulasi usaha; Evaluasi, analisis kebutuhan, tindak lanjut, pendampingan dan dukungan berkelanjutan. Hasil evaluasi menunjukkan Kualitas Produk memperoleh nilai tertinggi dengan rata-rata 8,9, sedangkan Konsistensi Produk mendapatkan nilai terendah yaitu 6,5, yang mengindikasikan ukuran dan bentuk produk masih belum seragam. Berdasarkan temuan ini, maka disarankan untuk melanjukan Tindakan lanjutan, seperti mentoring, pelatihan lanjutan, serta bantuan modal usaha, guna meningkatkan keterampilan dan keberhasilan usaha peserta.Abstract: The city of Palembang is renowned for its signature dish, pempek, which is highly popular among tourists. This creates significant business opportunities, particularly for housewives facing economic difficulties. The pempek-making training aims to enhance participants' skills in producing pempek for commercial purposes, thereby supporting family economic improvement. The implementation method consists of four stages: Preparation, which includes program planning, participant selection, and venue and logistics preparation; Execution, which involves the opening of the training program, technical skill training, and business simulations; Evaluation, which includes needs analysis, follow-up actions, mentoring, and continuous support. The evaluation results show that Product Quality received the highest score, with an average of 8.9, while Product Consistency scored the lowest at 6.5, indicating that the size and shape of the products are still inconsistent. Based on these findings, it is recommended to continue with follow-up actions such as mentoring, advanced training, and financial support to further improve participants' skills and business success.
Co-Authors Ainunnisa, Amalia Aiununnisa, Amelia Aji Windu Viatra Aji Windu Viatra Amalia, Shalyna Nadya Amelia Aiununnisa Amirullah, Ahmad Ridho Anisya Apriani Apriani Auliya Hegar, Tata Bobby Halim Bobby Halim Bobby Halim Damayanti, Alfina Darmawan, Adel Ari Dewi Sartika Didiek Prasetya Edwar, Hediana Imelda Erwan Suryanegara Febina Dwi Rahmah Febriansyah, Luki Fernanda, Yohanes Reno Ferry, Ferry Muhammad Rahman Firdaus Pangestu Marfa Hadhira Rahma Halim, Bobby Halim, Bobby Hallim, Bobby Hestia Rachmat Nunciata Lubis Hestia Rachmat Nunciata Lubis Husni Mubarat Husni Mubarat, Husni Imelda Saluza, Imelda Indah Permata Sari Indah Permatasari Irma Suryani, Riri Iswandi, Heri Iswandi, Heri Jessica Halim Junoko, Safar Kharimah, Ayu Nissa Khoiriyah, moh yogie pratama Lesi Hertati, Lesi Lubis, Hestia Lubis, Hestia Rachmat Nunciata Maharani Maharani, Maharani Marcelina, Dona Marnisah, Luis Muhammad Rivan Hakim Mukhsin Patriansah Mukhsin Patriansah Noor Faiza Febrianti Nugraha, M. Ihsan Nur ‘Azah Nurwijayanti Nyoman Dewi Pebryani Okta Wahdjudha, Rizkha Oktari, Ismi Pangestu, Risvi Pangestu, Risvi Patriansah, Mukhsin Patriansah, Mukhsin Prasetya, Didiek Pratama, Edo Pratiwi, Dika Putri Pratiwi, Febbi Neliandri Purnamasari, Dwi Chandra Putra, M Edo Pratama Putra, M. Edo Pratama Putri, Rheina Anastasia Raden Okta Riansyah Rahma, Hadhira Ramadhon, Nando Riansyah, Raden Okta Rizkha Okta Wahdjudha S. Suharto Salsabilah Soha, Fadhilah Mutiara Sapar Junoko Sapitri, Ria Saputra, Tedy Setiawan Sartika, Dewi Setyo, Sutikno Try Setyo, Sutikno Try Somantri, usuf Suharto Suharto Sutikno Try Setyo Syahrani, Allya Syamsiar, Syamsiar Terttiaavini, Terttiaavini Ulfa, Yulia Verdianto, Valentinus Windu Viatra, Aji Yosef Yulius Noor Faiza Febrianti Yuniarti Wulandari, Yuniarti