Claim Missing Document
Check
Articles

Deixis in the Speakers’ Speech in the Program Mata Najwa Episode Why We Need Comics and its Implication for Learning Indonesian Language in Senior High School Hasanah, Hemas Virginia Uswatun; Sumarti, Sumarti; Agustina, Eka Sofia
J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 Apr (2024): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this research is how deixis in the speech of speakers in the program Mata Najwa episode of Why We Need Comics and its implication to Indonesian language learning in senior high school. This research uses a qualitative descriptive design. The data source of this research is the video of Mata Najwa episode Why We Need Comics with a duration of 51 minutes 24 seconds. Data collection uses the technique of Simak Libat Bebas Cakap (SLBC) and note technique. The data analysis technique used the commensurate method with the Pilah Unsur Penentu (PUP) technique followed by the Hubung Banding Menyamakan (HBS) technique. The results show that the deixis contained in the speech of the speakers in the program Mata Najwa episode of Why We Need Comics, includes (a) person deixis which is classified into three, namely first person (I, me, I, my, and us), second person (you and you), and third person (his/its, he, and they). Place deixis (there, there, this, and that). Time deixis which is classified into three, namely the past (yesterday, that time, and long ago), the present (now), and the future (tomorrow). Discourse deixis (that, this, there and there). Social deixis (sister, brother, sis/bro, and mr./sir). This deixis research is applied to Indonesian language learning in senior high school class X as complementary material for learning anecdotal text on Learning Objective (TP) 10.6 students write their ideas logically, critically, and creatively in the form of anecdotal text based on the media presented by paying attention to the right structure and appropriate language rules. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana deiksis tuturan narasumber dalam acara Mata Najwa episode Mengapa Kita Membutuhkan Komik dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah video Mata Najwa episode Why We Need Comics yang berdurasi 51 menit 24 detik. Pengumpulan data menggunakan teknik Simak Bebas Cakap (SLBC) dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan metode sepadan dengan teknik Pilah Elemen Penentu (PUP) yang dilanjutkan dengan teknik Hubung Banding Meyamakan (HBS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa deiksis yang terkandung dalam tuturan para narasumber dalam acara Mata Najwa episode Mengapa Kita Membutuhkan Komik, meliputi (a) deiksis persona yang diklasifikasikan menjadi tiga yaitu orang pertama (gua, aku, saya, -ku, dan kita), orang kedua (Anda dan lu), dan orang ketiga (-nya, dia, dan mereka). Deiksis tempat (sana, situ, ini, dan itu). Deiksis waktu yang diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu masa lalu (kemarin, waktu itu, dan dulu), masa kini (sekarang), dan masa depan (besok). Deiksis wacana (itu, ini, sana, dan situ). Deiksis sosial (mbak, bang, kak, dan pak). Penelitian deiksis ini diterapkan pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas X sebagai materi pelengkap pembelajaran teks anekdot pada Tujuan Pembelajaran (TP) 10.6 siswa menuliskan gagasannya secara logis, kritis, dan kreatif dalam bentuk teks anekdot berdasarkan media yang disajikan. dengan memperhatikan struktur yang benar dan kaidah bahasa yang tepat. Keywords: Deixis, Mata Najwa, Implication, Indonesian Language Learning
Alih Wahana Film ke Novel Sebagai Salah Satu Materi Ajar Bahasa Indonesia di Sekolah Husna, Siti Asmaul; Agustina, Eka Sofia
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v20i.1376

Abstract

Alih wahana sebagai sebuah medium pengekspresi produk karya sastra saat ini menjadi sangat diperhatikan oleh para pencipta sastra, penggiat sastra, dan praktisi bahasa Indonesia. Alih wahana dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia ditujukan sebagai salah satu alternatif materi ajar yang bisa dibelajarkan kepada peserta didik. Alih wahana sebagai bahan ajar dalam Kurikulum Merdeka merupakan konsep yang mengacu pada penggunaan berbagai sumber dan media sebagai sarana pembelajaran untuk mendukung pendidikan yang lebih fleksibel dan relevan. Kurikulum Merdeka menekankan pada adaptasi dan inovasi dalam proses pembelajaran, sehingga alih wahana atau penggunaan sumber daya alternatif menjadi penting. Kajian ini berfokus mendeskripsikan konsep pembelajaran alih wahana film ke novel sebagai salah satu materi ajar bahasa Indonesia jenjang SMA yang merujuk pada Kurikulum Merdeka pada fase E. Metode yang digunakan dalam kajian ini ialah dengan pendekatan kualitatif dan desain kajian pustaka (literature review) terkait penelitian alih wahana. Alih wahana film ke novel sebagai medium pengekspresi karya sastra memiliki peran penting dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia seperti materi digital, simulasi, dan pengalaman langsung, proses pembelajaran menjadi lebih dinamis, kontekstual, dan dapat memenuhi kebutuhan individu peserta didik. Konsep ini mendukung prinsip-prinsip kurikulum merdeka yang menekankan pada kemandirian dan kreativitas peserta didik serta keterkaitan antara teori dan praktik dalam pendidikan.
PELATIHAN PEMBACAAN PISAAN DAN PEPACCUR KEPADA MULI MEKHANAI DESA MERAK BATIN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Iqbal Hilal; Deris Astriawan; Kahfie Nazaruddin; Eka Sofia Agustina; Yinda Dwi Gustira; Yunita Fitri Yanti
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/buguh.v2n1.233

Abstract

Pengabdian ini bertujuan agar muli mekhanai Desa Merak Batin Kabupaten Lampung Selatan memiliki kemampuan membacakan, mengekspresikan dan mengembangkan tradisi lisan pisaan dan pepaccur. Hasil yang diharapkan melalui pengabdian ini adalah tecapainya optimalisasi kompetensi dan kemampuan muli mekhanai dalam membacakan dan mengekspresikan tradisi lisan pisaan dan pepaccur. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu metode latihan instruksi kerja. Jumlah peserta pelatihan ini ditargetkan sebanyak 25 orang. Keberhasilan kegiatan ini diukur dari penilaian hasil maupun proses. Keberhasilan hasil diukur dengan melakukan penilaian terhadap unjuk kerja membacakan pisaan dan pepaccur yang dilakukan peserta pelatihan secara individu. Selanjutnya, penilaian proses diukur melalui instrumen berbentuk angket yang menitikberatkan pada aspek kebermanfaatan dan keberhasilan penyelenggaraan pelatihan baik yang meliputi materi pelatihan maupun sarana dan prasarana pelatihan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELOMPOK USIA SEKOLAH DALAM UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA LAMPUNG DI DESA NEGARA BATIN KABUPATEN WAY KANAN Ariyani, Farida; Fuad, Muhammad; Agustina, Eka Sofia; Astriawan, Deris; Yanti, Yunita Fitri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v8i2.480

Abstract

Pengabdian ini dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat kelompok usia sekolah dasar dalam rangka memetakan pola penggunaan bahasa Lampung yang tepat agar dapat dijadikan sebagai prototype dalam pemertahanan bahasa Lampung di Desa Negara Batin Kabupaten Way Kanan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini terbentuknya pola pemertahanan bahasa sehingga menimbulkan sikap positif bahasa. Metode dalam pemberdayaan ini menggunakan pendekatan partisipatori yang menerapkan kegiatan aktif dimana seluruh peserta berperan aktif dalam interaksi berbahasa Lampung yang akan diobservasi dan direkap dalam jurnal harian. Setelah itu dilakukan monitoring dan evaluasi efektivitas pola sehingga akhirnya akan terbentuk pola pemertahanan bahasa Lampung. Kegiatan pengabdian ini melibatkan Pemerintah Desa Negara Batin dan sekolah dasar di sekitar lokasi sebagai mitra pengabdian yang berperan baik saat pengabdian maupun ketika sudah selesai sebagai bagian dari pemantauan dan penerapan secara komprehensif. Hasil pengabdian melalui wawancara terkait pola penggunaan bahasa yang digunakan diperoleh data bahwa 80% peserta menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Lampung dalam komunikasi sehari-hari. Terkait sikap bahasa diperoleh data sebanyak 55% memiliki sikap lebih banyak menggunakan bahasa Lampung dalam berkomunikasi di berbagai tempat. Selanjutnya berdasarkan hasil observasi yang dilakukan diperoleh data rata-rata sebanyak 78,87% peserta pengabdian selalu menggunakan Bahasa Lampung dalam berkomunikasi sehari-hari di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain.
Sinisme dan Peringatan Moral dalam Puisi Hendak Jadi “Orang Besar?” Karya Bung Usman: Kajian Stilistika Husna, Siti Asmaul; Suyanto, Edi; Agustina, Eka Sofia; Munaris, Munaris; Samhati, Siti
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v8i2.13055

Abstract

The poem Hendak Jadi “Orang Besar?” by Bung Usman is a literary work that delivers profound social criticism and moral admonition. This study adopts a stylistic approach using a descriptive qualitative method to analyze linguistic elements such as metaphors, irony, and satire that create a critical tone in the poem. Data were obtained through library research and analyzed based on the poet's choice of words, structure, and linguistic style to convey the intended message.The findings indicate that the poem Hendak Jadi “Orang Besar?” by Bung Usman employs metaphors to depict the negative impact of uncontrolled ambition, irony to highlight the emptiness of achievements without morality, and satire to critique selfish behaviors that disregard social values. The poem sharply illustrates the social realities of its time while inviting readers to reflect on values such as integrity, responsibility, and humanity in achieving true success. The moral messages conveyed in this poem remain relevant today, making it a meaningful social reflection worthy of appreciation.
Utilization of Teaching Media in Indonesian Language Textbooks for Grade VII and Their Relevance in Merdeka Curriculum Eka Sofia Agustina; Siti Asmaul Husna
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesian language learning in Merdeka Curriculum serves not only as a tool for communication but also as a means of critical thinking. This study aims to describe, provide insights, and explain the analysis results of utilizing teaching media in Grade VII Indonesian language textbooks and their relevance to the learning materials in the Merdeka Curriculum. The study employs a descriptive-qualitative design. The stages involved include determining data collection procedures through literature studies, consisting of reading, note-taking, and processing research materials. The analysis of the Grade VII Indonesian language textbooks revealed 86 graphic media elements, categorized as follows: (1) image media, reproducing original forms in two dimensions, such as photographs or paintings, with the largest count of 83 images; (2) chart media, consisting of 2 flowcharts; and (3) schematic media, comprising 1 schematic. However, no data on map media were found in the textbooks. Based on their alignment with the learning materials, the teaching media in the Grade VII Indonesian textbooks are consistent with the curriculum objectives. The variety of teaching media supports the achievement of Phase D in the Merdeka Curriculum, reflecting a transition from basic learning to more complex and structured learning.
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA : PELATIHAN PENGEMBANGAN E-MODUL MENULIS TEKS BERITA BAGI GURU SMP SE-KOTA BANDAR LAMPUNG Samhati, Siti; Suyanto, Edi; Rusminto, Nurlaksana Eko; Munaris; Agustina, Eka Sofia; Riana, Hana; Putri, Dede
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v4i2.1243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan hasil pelatihan pengembangan e-modul menulis teks berita bagi guru SMP se-Kota Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah participatory action research (PAR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, angket pre-test dan post-test, serta wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan mengacu pada model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan guru setelah mengikuti pelatihan. Skor rata-rata pemahaman struktur berita meningkat dari 55% menjadi 82%, penguasaan kaidah bahasa dari 50% menjadi 78%, kemampuan menulis teks berita dari 48% menjadi 80%, dan penguasaan teknologi e-modul dari 45% menjadi 85%. Peningkatan tersebut membuktikan efektivitas pelatihan berbasis praktik dalam meningkatkan keterampilan pedagogis maupun teknologis guru. Namun, peningkatan aspek kaidah kebahasaan relatif lebih rendah dibandingkan aspek lainnya, sehingga memerlukan tindak lanjut dalam pelatihan lanjutan.   This study aims to describe the implementation and results of training on developing an e-module for writing news texts for junior high school teachers in Bandar Lampung City. The research method used was participatory action research (PAR) with a descriptive qualitative approach. Data were collected through participant observation, pre- and post-test questionnaires, and semi-structured interviews. Data analysis was conducted using descriptive qualitative methods, referring to the Miles, Huberman, and Saldana model. The results showed a significant improvement in teacher skills after the training. The average score for understanding news structure increased from 55% to 82%, mastery of language rules from 50% to 78%, news text writing ability from 48% to 80%, and mastery of e-module technology from 45% to 85%. These improvements demonstrate the effectiveness of practice-based training in improving teachers' pedagogical and technological skills. However, improvement in linguistic rules was relatively low compared to other aspects, requiring follow-up training.
Co-Authors Andre Setyawan Ani Setiawati Anita Febriani Apri Yanto Ari Mahendra Ari Pristiyani Aulia Ika Atika Ayu Atidhira Bambang Riadi Daniel Happy Putra Dechri Giyanis Dede Putri Deris Astriawan Desi Indah Lestari Devi Kusmitha Sari Devita Sari Dian Puspita Sari Diana Sari Diyah Berta Alpina Dorlan Evi Yanti Edi Suyanto Eka Meliani Eko Hari Anggoro Emi Rismawati Engrid Septa Reni Esi Pitriani Esterlina, Dwi Eva Restia Farida Ariyani Farida Ariyani farida ariyani Feni Setianingsih Hasanah, Hemas Virginia Uswatun Hendra Purnama Heny Hartawati Husna, Siti Asmaul Imam Rejana Iqbal Hilal Janatun Naim Kahfie Nazaruddin Karomani Karomani Laila Rahmawati M. Burhanudin Robbani Mardiyana Mardiyana Mario Efendi Muhafidin Muhafidin MUHAMMAD FUAD Muhammad Fuad Muhammad Makmun Algani Mulyanto Widodo Munaris Munaris . Ni Luh Eka Wahyuningsih Ni Nyoman Wetty Suliani Nidia Oktarisa Nikmatul Hasanah Novala Rokhmatarofi Nur Aisah Nur Fadhilah Nuraini Nuraini Nurlakasana Eko Rusminto Nurlaksana Eko Rusminto Nurrokhmah Prabawati Pebriawan Pebriawan Pudan Doli Situmorang Putri Gita Mardiani PUTRI WULANDARI Reka Umami Rengga Purna Yuda Reni Novasari Reni Sofiani Revina Fitria Ria Meriana Rian Andri Prasetya Rian Diasti Riana, Hana Rika Arif Septiana Riwanti Manik Rizki Marysa Sefty Angraini Sekar Wulandari Setiorani, Ambar Ayu Silvana Yulanda Siti Asmaul Husna Siti Samhati Siti Sumarlin Sitohang, Anania Eviyana Luxerima Sumarti Sumarti Sunarti, Iing Susi Wendhaningsih Syelly Eka Permatasari Teguh Teguh Tiara Aninditha Weni Handayani Windi Riani Wini Tarmini Wini Tarmnini Wira Widyas Tuty Yessina Tarulitha Munthe Yinda Dwi Gustira Yosefina Eva Marini Yulia Patumaya Yunita Fitri Yanti Yunita Fitri Yanti, Yunita Fitri Yunita Handiawati Zamzanah, Sarjinah