Claim Missing Document
Check
Articles

KEMAMPUAN MENULIS CERITA PENDEK PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 AMBARAWA PRINGSEWU Eko Hari Anggoro; Siti Samhati; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.945 KB)

Abstract

Problem in this research is how the students ability in writing short story on class IX SMP Negeri 2 Ambarawa Pringsewu. This research aimed to describe the ability to write a short story on class IX SMP Negeri 2 Ambarawa Pringsewu. The method that is used is descriptive. The population consists of 147 students spread into 4 class. Data collected through short story writing test. Sample of this research consists of 16 students. Results of this study demonstrate the ability of students to write a short story is quite enough, with an average score of 68,67. The weakness in the student short story lies in the plot of game with an avarage score of 54,25 including less category, while the highest score lies in the aspect of theme with an average score of 81,18 and include the well category is.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan menulis cerita pendek pada siswa kelas IX SMP Negeri 2 Ambarawa Pringsewu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan menulis cerita pendek pada siswa kelas IX SMP Negeri 2 Ambarawa Pringsewu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 147 siswa yang tersebar dalam 4 kelas. Pengumpulan data dilakukan melalui tes Menulis Cerita Pendek. Sampel penelitian ini berjumlah 16 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan menulis cerita pendek siswa tergolong cukup, yaitu dengan skor rata-rata sebesar 68,67. Kelemahan siswa dalam menulis cerita pendek terletak pada permainan alur, dengan skor rata-rata 54,25 dan termasuk kategori kurang, sedangkan skor rata-rata tertinggi terletak pada aspek tema dengan skor rata-rata 81,18 dan termasuk kategori baik.Kata kunci: cerita pendek, kemampuan, menulis.
KELAYAKAN PENYAJIAN BUKU TEKS MAHIR BERBAHASA INDONESIA KELAS VII SMP/MTS KURIKULUM 2013 Emi Rismawati; Mulyanto Widodo; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 5 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.894 KB)

Abstract

The purpose of this research was to describe the presentation of the text book entitled Mahir Berbahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII SMP/MTs Curriculum 2013 published by Erlangga based on the feasibility of the book which consists of the presentation teqnique, learning presentation, and completeness of presentation. Method used in this research was method of qualitative descriptive. The source of research was the text book entitled Mahir Berbahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII SMP/MTs Curriculum 2013 Published Erlangga that was arranged by educative team Wahono, M.Pd., Drs. Makhrufi, M.Pd., and Sawali, M.Pd. Based on the description of presentation feasibility of the text book entitled Mahir Berbahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII SMP/MTs Curriculum 2013 Published by Erlangga has been suitable to the presentation of Curriculum 2013 text book published by BSNP.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penyajian dalam buku teks Mahir Berbahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII Kurikulum 2013 terbitan Erlangga berdasarkan kelayakan penyajian yang meliputi teknik penyajian, kelengkapan penyajian dan kelengkapan penyajian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah buku teks Mahir Berbahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII kurikulum 2013 terbitan Erlangga yang disusun oleh tim edukatif Wahono, M.Pd., Drs. Makhrufi, M.Pd., dan Sawali, M.Pd. Berdasarkan deskripsi kelayakan penyajian buku teks Mahir Berbahasa Mahir Berbahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII kurikulum 2013 terbitan Erlangga sudah merepresentasikan penyajian buku teks Kurikulum 2013 sesuai dengan pedoman uji kelayakan penyajian buku teks yang dikeluarkan oleh BSNP.Kata kunci: buku teks, kelayakan penyajian, kurikulum 2013.
KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA SISWA KELAS VIII SMPN 21 BANDAR LAMPUNG 2012/2013 Rengga Purna Yuda; Mulyanto Widodo; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research problem is the news text writing ability base on school area observation of the grade eight students at SMPN 21 Bandarlampung in 2012/2013. The objective is to describe news text writing ability base on school area observation. Descriptive method is used in this research. The population number consist of 307 students that distributed in 8 classes. The sample of this research is 15% taken from number of population, hence 48 students are selected randomly as sample. The writer asked students to write news text base on their own observation of the rules that are determined by the writer in 90 minutes.  According to result, it is know that the news text writing ability base on school area observation of the grade eight at SMPN 21 Bandarlampung in 2012/2013 is categorized enough with average score of 70,95.Masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan menulis teks berita berdasarkan pengamatan pada lingkungan sekolah siswa kelas VIII SMPN 21 Bandarlampung 2012/2013. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis teks berita berdasarkan pengamatan pada lingkungan sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi berjumlah 307 siswa yang tersebar dalam 8 kelas. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 15% dari jumlah populasi sehingga sampelnya berjumlah 48 siswa. Siswa ditugaskan menulis teks berita berdasarkan pengamatan mereka sendiri dengan memperhatikan ketentuan yang telah ditentukan oleh penulis dalam waktu 90 menit. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kemampuan menulis teks berita berdasarkan pengamatan pada lingkungan sekolah siswa kelas VIII SMPN 21 Bandarlampung 2012/2013 tergolong dalam kategori cukup dengan nilai rata-rata 70,95.Kata kunci: kemampuan, menulis, teks berita
PERTIMBANGAN ASPEK MITRA TUTUR DALAM PERILAKU BERTUTUR ANAK DI TK KARTIKA II-27 BANDARLAMPUNG TAHUN AJARAN 2012/2013 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI TK Heny Hartawati; mulyanto widodo; eka sofia agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problems in this research are the consideration of speech partner aspect of children’s speech berhavior in kindergarten Kartika II-27 Bandarlampung in school year 2012/2013 and its implications for learning Indonesian in kindergarten. The purpose of this research are to describe the consideration of speech partner aspects of children’s speech berhavior in kindergarten Kartika II-27 Bandarlampung in school year 2012/2013 and its implications for learning Indonesian in kindergarten. The research design was descriptive qualitative. The data of this research were students speech of class A in kindergarten Kartika II-27 Bandarlampung.The results of this study showed that the children’s speech behavior based on the consideration the aspects can be evaluated in terms of social distance and social status hearer. The child’s behavior based on social distance tells the hearer and the social status of the hearer consists told the hearer behavior very close to the high status, very close to equal status, very close to the low status, quite close to the high status, quite close to equal status, quite close to the low status, quite far to the high status, quite far to equal status, quite far to the low status, considerable far with high status, considerable far with equal status, considerable far with low status. The data was the speech of direct and indirect acts. Direct acts consist of data obtained on (1) speech acts in the target, and (2) direct speech acts arguing. Indirect acts of the data obtained consists of (1) indirect speech acts in question mode, (2) indirect speech acts mode of engagement with other people, (3) indirect speech is not the mode of stating the facts, (4) indirect speech acts to complain mode, (5) indirect speech acts with praise mode, (6) indirect speech acts with reigning mode.The results are expected to be an information that can be used as an alternative for the teachers to evaluate the students ability to communicate. When associated with kindergarten learning varied instructional strategies are used to full fill the indicator “Telling a simple event experience to the teachers and friends in the class” as defined in the syllabus. Key words : speech acts, partner aspect,  social distance, social status
PROBLEM SOSIAL PROJO DAN BROJO KARYA ARSWENDO ATMOWILOTO DAN IMPLIKASINYA DALAM PENGAJARAN Ari Pristiyani; Karomani Karomani; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 8 (2013)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.607 KB)

Abstract

The problem of this research is how the social problem in Projo dand Brojo novel by Arswendo Atmowiloto and the implication in teaching literature in SMA. This research aims to find out social problem countaining in Projo and Brojo novel and to know the implication in learning Indonesian literature in SMA. The method that is used is qualitative descriptive method. Data resource in this research is Projo and Brojo novel by Arswendo Atmowiloto. the analysis of result shows that social problem which is appear in novel that is competition, contrary, and gap. The implication of Projo and Brojo novel in learning literarature in SMA is the novel can be material in SMA. This matter based on the analysis of social problem and also from language aspect, psychology, cultural backgrouns, and school based curriculum.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana problem sosial dalam novel Projo dan Brojo karya Arswendo Atmowiloto dan implikasinya dalam pengajaran sastra di SMA. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kandungan problem sosial yang terdapat dalam novel Projo dan Brojo dan untuk mengetahui implikasinya di dalam pembelajaran sastra Indonesia di SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Projo dan Brojo karya Arswendfo Atmowiloto. Hasil analisis menunjukkan bahwa problem social yang muncul dalam novel yaitu persaingan, pertentangan, dan kesenjangan. Implikasi novel Projo dan Brojo dalam pembelajaran sastra di SMA adalah novel tersebut dapat dijadikan bahan ajar di SMA. Hal ini berdasarkan analisis kandungan problem sosial serta dari aspek bahasa, psikologi, latar belakang budaya, maupun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).Kata kunci: novel, problem, sastra, sosial.
PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SMPN 1 GUNUNGSUGIH Rizki Marysa; Iqbal Hilal; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.656 KB)

Abstract

The problem of this research is how does implementation of character education in the process of learning Indonesian Language and Literature in SMP 1 Gunung Sugih. This research aim is to describe the implementation of character education in the proses of learning Indonesian Language and literature in SMPN 1 Gunung Sugih year 2012/2013. The research was designed by descriptive qualitative, data research retrieval was done by using obsevation and documentation. The result of this research indicates that the teaching plan made by the teacher includes intial activity, main activity, and closing activity. The implementation of character education in SMPN 1 Gunung Sugih is not yet maximum. Furthermore, the result of this research indicate there are eight points of character value in the learning of Indonesian language which are religious, honest, tolerant, discipline, creative, environment care, social care and responsible.Permasalahan dalam dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan pendidikan karakter pada proses pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMP N 1 Gunung Sugih. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan karakter pada proses pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMP N 1 Gunung Sugih tahun ajaran 2012/2013. Penelitian dirancang menggunakan metode deskriptif kualitatif, pengambilan data pada penelitian ini dilakukan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan yang dibuat oleh guru terdiri atas kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pelaksanaan pendidikan karakter di SMP N 1 Gunung Sugih belum maksimal. Kemudian hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan nilai karakter yang terdapat dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu nilai karakter religius, jujur, toleransi, disiplin, kreatif, menjaga lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab.Kata kunci: karakter, pembelajaran, pendidikan.
Alih Kode dan Campur Kode pada Gelar Wicara Ini Talkshow serta Implikasinya Engrid Septa Reni; Mulyanto Widodo; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 3 Jul (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.194 KB)

Abstract

This research aimed to describe code-switching and code-mixing which were used in a conversation adopted from Ini Talkshow television program, the factors which caused the code-switching and the code-mixing, and also to implicate the research findings with Indonesian language learning in senior high school. The design of this research was descriptive-qualitative. The results showed that the dominant code-switching which was used in the conversation in Ini Talkshow was the External code-swicthing in form of transition from Indonesian to Javanese. The most influenced factor was the speakers themselves. The dominant code-mixing appeared in the conversation was the code-mixing in form of English words which were shaped into Indonesian word and the most influenced factor which affected the occurrence of the code-mixing was the linguistic elements. The results showed that the code-switching and the code-mixing could be implicated towards learning activity especially for Anecdotes Text for senior high school level.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alih kode dan campur kode yang digunakan dalam tuturan pada Gelar Wicara Ini Talkshow, faktor penyebab terjadinya alih kode dan campur kode yang terjadi, dan mengimplikasikan hasil penelitian terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode yang dominan digunakan dalam tuturan pada Gelar Wicara Ini Talkshow adalah alih kode eksternal berupa peralihan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dan faktor penyebab yang paling mempengaruhi adalah faktor penutur. Campur kode yang dominan digunakan adalah campur kode berbentuk kata bahasa Inggris ke dalam struktur bahasa Indonesia dan faktor penyebab yang paling mempengaruhi terjadinya campur kode adalah kebahasaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode dan campur kode dapat diimplikasikan terhadap pembelajaran Teks Anekdot di SMA.Kata kunci: alih kode, campur kode, gelar wicara.
BAHASA LISAN DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI I SEKINCAU Andre Setyawan; Edi Suyanto; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.6 KB)

Abstract

The problem discussed in this research was the usage of spoken language in the students’ learning activities of class XI of SMA Negeri 1 Sekincau academic year 2013-2014. This research aimed at describing the usage of spoken language in the students’ learning activities of class XI SMA Negeri 1 Sekincau academic year 2013-2014. The method was used is qualitative descriptive. The data collecting technique used observation and recording. The data sources was the conversation in learning activities of class XI SMA Negeri 1 Sekincau. This study showed that the usage of spoken language in the learning activities student class XI of SMA Negeri 1 Sekincau consisted of 4 aspect. 4 aspect of formal spoken language, they were word form had 25 words, diction words had 12 words, spelling had 4 words, and 10 effective sentences.Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah penggunaan bahasa lisan dalam kegiatan pembelajaran pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sekincau tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa lisan dalam kegiatan pembelajaran siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sekincau tahun pelajaran 2013/2014. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan dan rekaman. Sumber data pada penelitian ini adalah percakapan di kelas dalam proses kegiatan belajar-mengajar pada kelas XI SMA Negeri 1 Sekincau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa lisan dalam kegiatan pembelajaran pada siswa SMA Negeri 1 Sekincau terdiri atas empat aspek ragam lisan resmi yaitu bentuk kata sebanyak 25 kata, pilihan kata (diksi) sebanyak 12 kata, lafal sebanyak 4 kata, dan kalimat efektif sebanyak 10 kalimat.Kata kunci: bahasa, kegiatan pembelajaran, lisan.
KEMAMPUAN MENULIS EKSPOSISI MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL DI SMPN 1 SEPUTIH MATARAM Ni Luh Eka Wahyuningsih; Ni Nyoman Wetty Suliani; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.919 KB)

Abstract

The problem in this research was how the ability to write exposition text through audio visual media in grade VII at SMPN 1 Seputih Mataram. The method used was a combination of qualitative quantitative methods. Techniques of data collection were done through observation, interviews, documentation, and testing. The test results were analyzed and assessed based on the completeness of the text structure of exposition, according to structure text, characteristics of exposition text, and language. Results of media utilization indicated that teacher had not been trained using of audio visual media. The results of the research showed that students' ability in writing exposition text through audio visual media was in the good category with the percentage of 73.4%.Masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan menulis teks eksposisi melalui media audio visual siswa kelas VII di SMPN 1 Seputih Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kombinasi kualitatif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil tes dianalisis dan dinilai berdasarkan kelengkapan struktur teks eksposisi, kesesuaian struktur teks, Ciri-ciri teks eksposisi, dan kebahasaan. Hasil pemanfaatan media menunjukkan bahwa guru belum terampil dalam menggunakan media audio visual. Hasil penelitian kemampuan siswa menulis teks eksposisi melalui pemanfaatan media audio visual berada pada kategori Baik dengan persentase 73,4%. Kata kunci: kemampuan menulis, media audio visual, teks eksposisi.
PERBEDAAN KEM BERDASARKAN LATIHAN MEMBACA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 GEDONG TATAAN Putri Wulandari; Siti Samhati; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.305 KB)

Abstract

The problem in this research is the difference in the effective speed reading based literacy training skimming and literacy training P2R students of grade VIII SMP Negeri 4 Gedong Tataan. The purpose of this research is to know the difference of KEM between students who did literacy training skimming and students who did literacy training P2R by looking at the students pre ability in reading. The research method used is the experimental method. The population in this research is 154 students and samples 75 students. Data collecting techniques in this research is a test technique. The results of research showed Fcount 8.929 Ftable 4.084, it can be concluded that the effective speed reading (KEM) students who did literacy training skimming higher than students who did literacy training P2R.Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah perbedaan kecepatan efektif mambaca berdasarkan latihan membaca skimming dan latihan membaca P2R pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Gedong Tataan. Tujuan penelitian ini adalah menguji perbedaan KEM antara siswa yang melakukan latihan membaca skimming dengan siswa yang melakukan latihan membaca P2R dengan memperhatikan kemampuan awal siswa dalam membaca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah 154 siswa dan sampel 75 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik tes. Hasil penelitian menunjukkan Fhitung 8,929 Ftabel 4,084, berarti dapat disimpulkan bahwa kecepatan efektif membaca (KEM) siswa yang melakukan latihan membaca skimming lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang melakukan latihan membaca P2R. Kata kunci: kecepatan efektif membaca, latihan membaca, perbedaan.
Co-Authors Andre Setyawan Ani Setiawati Anita Febriani Apri Yanto Ari Mahendra Ari Pristiyani Aulia Ika Atika Ayu Atidhira Bambang Riadi Daniel Happy Putra Dechri Giyanis Dede Putri Deris Astriawan Desi Indah Lestari Devi Kusmitha Sari Devita Sari Dian Puspita Sari Diana Sari Diyah Berta Alpina Dorlan Evi Yanti Edi Suyanto Eka Meliani Eko Hari Anggoro Emi Rismawati Engrid Septa Reni Esi Pitriani Esterlina, Dwi Eva Restia farida ariyani Farida Ariyani Farida Ariyani Feni Setianingsih Hasanah, Hemas Virginia Uswatun Hendra Purnama Heny Hartawati Husna, Siti Asmaul Imam Rejana Iqbal Hilal Janatun Naim Kahfie Nazaruddin Karomani Karomani Laila Rahmawati M. Burhanudin Robbani Mardiyana Mardiyana Mario Efendi Muhafidin Muhafidin MUHAMMAD FUAD Muhammad Fuad Muhammad Makmun Algani Mulyanto Widodo Munaris Munaris . Ni Luh Eka Wahyuningsih Ni Nyoman Wetty Suliani Nidia Oktarisa Nikmatul Hasanah Novala Rokhmatarofi Nur Aisah Nur Fadhilah Nuraini Nuraini Nurlakasana Eko Rusminto Nurlaksana Eko Rusminto Nurrokhmah Prabawati Pebriawan Pebriawan Pudan Doli Situmorang Putri Gita Mardiani PUTRI WULANDARI Reka Umami Rengga Purna Yuda Reni Novasari Reni Sofiani Revina Fitria Ria Meriana Rian Andri Prasetya Rian Diasti Riana, Hana Rika Arif Septiana Riwanti Manik Rizki Marysa Sefty Angraini Sekar Wulandari Setiorani, Ambar Ayu Silvana Yulanda Siti Asmaul Husna Siti Samhati Siti Sumarlin Sitohang, Anania Eviyana Luxerima Sumarti Sumarti Sunarti, Iing Susi Wendhaningsih Syelly Eka Permatasari Teguh Teguh Tiara Aninditha Weni Handayani Windi Riani Wini Tarmini Wini Tarmnini Wira Widyas Tuty Yessina Tarulitha Munthe Yinda Dwi Gustira Yosefina Eva Marini Yulia Patumaya Yunita Fitri Yanti Yunita Fitri Yanti, Yunita Fitri Yunita Handiawati Zamzanah, Sarjinah