Claim Missing Document
Check
Articles

KEMAMPUAN MENULIS NARASI BERDASARKAN MEDIA GAMBAR BERSERI PADA SISWA SMP NUSANTARA Ari Mahendra; Nurlaksana Eko Rusminto; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.539 KB)

Abstract

The problem in this research is how the ability to write a narrative based media images beamed eighth grade students of SMP Nusantara Bandar Lampung. The purpose of this study was to determine the ability to write a narrative based media images beamed eight grade students of SMP Nusantara Bandar Lampung. The method used in this research is descriptive method. The population in this study were eighth grade students who totaled 128 people. As for the samples in the study are 32 students. Average scores overall narrative writing skills test results based on the images beamed eighth grade students of SMP Nusantara Bandar Lampung school year 2012/2013 is 64.3 classified in good category.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan menulis narasi berdasarkan media gambar berseri pada siswa kelas VIII SMP Nusantara Bandar Lampung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan menulis narasi berdasarkan media gambar berseri siswa kelas VIII SMP Nusantara Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 128 orang. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian berjumlah 32 siswa. Skor rata-rata keseluruhan hasil tes kemampuan menulis narasi berdasarkan gambar berseri pada siswa kelas VIII SMP Nusantara Bandar Lampung Tahun pelajaran 2012/2013 adalah 64,3 tergolong dalam kategori baikKata kunci: diksi, menulis, narasi.
Hubungan Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Menulis Siswa Kelas X Reni Novasari; Iqbal Hilal; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 4 Sep (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.22 KB)

Abstract

The problem in this research was the relationship of learning motivation with learning achievement of student writing. Accordingly, the purpose of this study was to examine the relationship of learning motivation with the achievement of writing grade X students. To achieve that goal, the research approach was quantitative using ex-post facto method. The population of the study was students of class X. The sample was taken by cluster random sampling. The results of this study obtained the average learning motivation of 77.8 and writing achievement achievement of 83.1. Pearson correlation test results obtained rcountvalue of 0.457, which means variable X correlated with variable Y. Through regression test coefficient of 20.9% and regression equation Y = 59.139 + 0.194X. It can be concluded that the higher the students' learning motivation, the higher the learning achievement of the writing they get. Conversely, the lower the motivation of their learning, the lower the learning achievement of writing acquired.Masalah dalam penelitian ini adalah hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar menulis siswa. Sehubungan dengan itu, tujuan penelitian ini adalah menguji hubungan motivasi belajar dengan prestasi menulis siswa kelas X. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendekatan penelitian adalah kuantitatif menggunakan metode ex-post facto. Populasi penelitian adalah siswa kelas X. Sampel ini diambil secara cluster random sampling. Hasil penelitian ini memperoleh rerata motivasi belajar sebesar 77,8 dan prestasi belajar menulis sebesar 83,1. Hasil uji korelasi pearson diperoleh nilai rhitung sebesar 0,457, yang bermakna variabel X berkorelasi dengan variabel Y. Melalui koefisien uji regresi sebesar 20,9% dan persamaan regresinya Y= 59,139+0,194X. Dapat disimpulkan semakin tinggi motivasi belajar siswa, semakin tinggi prestasi belajar menulis yang mereka peroleh. Sebaliknya, semakin rendah motivasi belajar mereka, semakin rendah prestasi belajar menulis yang diperoleh.Kata kunci: hubungan, motivasi belajar, prestasi menulis.
TINDAK TUTUR DALAM FILM KING DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA DI SMA Weni Handayani; Nurlakasana Eko Rusminto; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.335 KB)

Abstract

This research is intended to describe the speech act of King movie that was released on June, 25 2009 and its implication through Indonesian learning in senior high school. This research is in the form of direct speech consisted of direct literal speech and direct nonliteral speech. Next, it was found that indirect speech act consisted of indirect literal speech act and indirect bobliteral speech act. In the indirect literal speech act was used some modes, they were modes of clarifying fact, threat, comparison, asking, and persuasive. Modus used in indirect nonliteral speech act was the same with modes used in indirect literal speech act, merely, in indirect nonliteral speech act was not found a persuasive modes. This result of the research can be implicated to Indonesian learning in senior hight school as learning subject in every skills of language.Penelitian ini untuk mendeskripsikan tindak tutur pada film King yang dirilis pada 25 Juni 2009 dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Hasil penelitian ini berupa tindak tutur langsung yang terbagi atas tindak tutur langsung literal dan tindak tutur langsung tidak literal. Selanjutnya, ditemukan pula tindak tutur tidak langsung yang terdiri atas tindak tutur tidak langsung literal dan tindak tutur tidak langsung tidak literal. Pada tindak tutur tidak langsung literal digunakan beberapa modus, yakni modus menyatakan fakta, ancaman, perbandingan, bertanya, dan meyakinkan. Modus yang digunakan pada tindak tutur tidak langsung tidak literal sama dengan modus yang digunakan pada tindak tutur tidak langsung literal, hanya saja pada tindak tutur tidak langsung tidak literal tidak ditemukan modus meyakinkan. Pada Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan ke dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA sebagai materi pembelajaran dalam setiap keterampilan berbahasa.Kata kunci: tindak tutur, tindak tutur langsung, pembelajaran bahasa.
TINDAK TUTUR DALAM KOMUNIKASI ANTARMAHASISWA DI KANTIN FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG Eva Restia; Nurlaksana Eko Rusminto; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.578 KB)

Abstract

The problem of this research is how the students speech act in their communication at the canteen in Teacher Training and Education Faculty in University of Lampung and its implication to Indonesia language learning in senior high school. This research uses descriptive qualitative method by using free seeing technique field and note technique. Data sources of this research was the students communication at canteen in Teacher Training and Education Faculty in University of Lampung. The result showed that students communication at canteen is divided into two direct speech act and indirect speech act. Direct speech act found consists of on target direct speech act and argumentative direct speech act. While indirect speech act divided into seven modus, used in speech in communication which are fact stating modus, assumption stating modus, third person modus, questioning modus, complaining modus, praising modus, and informing modus.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah tindak tutur dalam berkomunikasi antarmahasiswa di kantin FKIP Universitas Lampung dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catatan lapangan. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan antarmahasiswa di kantin FKIP Universitas Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur dalam berkomunikasi antarmahasiswa di kantin yang dituturkan oleh subjek penelitian dilakukan dengan dua bentuk tindak tutur, yaitu tindak tutur langsung dan tindak tutur tidak langsung. Tindak tutur langsung yang ditemukan terdiri atas tindak tutur langsung pada sasaran dan tindak tutur langsung dengan alasan atau argumentasi. Tindak tutur tidak langsung dilakukan dengan tujuh modus tuturan, yaitu modus menyatakan fakta, modus menyatakan pengandaian, modus melibatkan orang ketiga, modus bertanya, modus menyatakan keluhan, modus menyatakan pujian, dan modus menginformasikan.Kata kunci: komunikasi, mahasiswa, tindak tutur.
PEMBELAJARAN MENULIS PUISI PADA SISWA KELAS VIII SMP PGRI PEJAMBON PESAWARAN Muhafidin Muhafidin; Ni Nyoman Wetty Suliani; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 8 (2013)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.5 KB)

Abstract

The research problem in this research is how to write poetry in second class high school in SMP PGRI Pejambon Pesawaran 2012/2013. The objective of research is to describe the learning poetry writing class in second grade of junior high school of SMP PGRI Pejambon Pesawaran in 2012/2013. The research method used is descriptive qualitative method. The scope of research is teaching learning process between the teacher and the students in bahasa subject. The researcher chooses VIII A class of SMP PGRI Pejambon Pesawaran Tahun Pelajaran 2012/2013 which has 32 students as the sample. This research result is only focus on how to write poetry as teacher and students’ activity in class. In learning process, teacher had done three main steps that are pre-activity, while activity and closing. In students’ activity, there are five main activities in learning how to write a poetry i.e. oral activity, listening, writing, mental and emotional activities.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pembelajaran menulis puisi siswa kelas VIII SMP PGRI Pejambon Pesawaran tahun pelajaran 2012/2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Pembelajaran Menulis Puisi Siswa Kelas VIII SMP PGRI Pejambon Pesawaran Tahun Pelajaran 2012/2013. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran antara guru bidang studi bahasa Indonesia dan siswa kelas VIII A SMP PGRI Pejambon Pesawaran Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 32 siswa. Hasil penelitian ini adalah pembelajaran menulis puisi siswa kelas VIII SMP PGRI Pejambon Pesawaran difokuskan pada satu komponen yaitu pelaksanaan pembelajaran menulis puisi berupa aktivitas guru dan aktivitas siswa di dalam kelas. Pada proses pelaksanaan pembelajaran guru telah melaksanakan tiga kegiatan, yaitu kegiatan pra pembelajaran (awal), kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pada aktivitas siswa terdapat lima aktivitas dalam kegiatan pembelajaran menulis puisi,yaitu aktivitas lisan, aktivitas mendengarkan, aktivitas menulis, aktivitas mental, dan aktivas emosi.Kata kunci: menulis, puisi, siswa.
UNSUR SERAPAN DALAM NOVEL 5 CM KARYA DONNY DHIRGANTORO DAN IMPLIKASINYA Nurrokhmah Prabawati; Munaris Munaris; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 7 (2013)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.667 KB)

Abstract

Loan words mean words from origin language that become part of another language and used like their own language. Novel 5 cm by Donny Dhirgantoro was used in this research. Reads novel well to know which words were loan words was the technique that used. Loan words were absorbed by three ways, such us loan words that doesn't need to change by EYD because the words was absorp in long time, loan words that haven't absorp yet into Indonesian language so the words have to write based real language form, and loan words that phoneme and spells were based of EYD. Based on curiculum of 1994 and 2004, loan word were learned in indonesian language subject. Even on next curiculum it doesn’t there, but we can still write loan words well based the way of EYD.Unsur serapan adalah kata-kata dari bahasa asal yang menjadi bagian bahasa lain dan digunakan seperti bahasa sendiri. Novel 5 cm karya Donny Dhirgantoro dipakai penulis dalam penelitian ini. Teknik yang digunakan adalah membaca novel dengan baik untuk mengetahui mana unsur serapan. Unsur serapan dalam novel diserap dengan kaidah EYD: unsur yang sudah lama terserap dalam bahasa Indonesia tidak perlu diubah ejaannya, unsur asing yang belum sepenuhnya terserap dalam bahasa Indonesia sehingga pengucapan dan ejaannya mengikuti cara asing, dan unsur yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Implikasi penelitian ini adalah kurikulum 1994 dan 2004, istilah serapan diajarkan dalam pelajaran bahasa Indonesia. Meskipun pada kurikulum selanjutnya tidak diajarkan, namun kaidah penulisan unsur serapan masih dirasakan sampai sekarang.Kata kunci: implikasi, novel, unsur serapan.
PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN PADA SISWA KELAS VIII SMP KARTIKA II-2 BANDAR LAMPUNG Windi Riani; Iqbal Hilal; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.399 KB)

Abstract

The problem of this research is how is the implementation of role playing learning in the VIII grade of SMP Kartika II-2 Bandar Lampung . This research aim is to describe the implementation of role playing learning in the VIII grade of SMP Kartika II-2 Bandar Lampung year 2012/2013. The research was designed by descriptive qualitative, data research retrieval was done by using obsevation, interview, documentation and recording. The result of this research indicates that the teaching plan made by the teacher for all of it, design according by componen of curiculum 2006 based on RPP. The implementation learning includes intial activity, main activity, and closing activity. The implementation still didnt match with RPP. Scoring of learn that teachers did is, they use the score of knowledge and skill from the tasking side or work based on group form.Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran bermain peran pada siswa kelas VIII SMP Kartika II-2 Bandar Lampung. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pembelajaran bermain peran pada siswa kelas VIII SMP Kartika II-2 Bandar Lampung tahun ajaran 2012/2013. Penelitian dirancang menggunakan metode deskriptif kualitatif, pengambilan data pada penelitian ini dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan perekaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan yang dibuat guru secara keseluruhan telah dirancang berdasarkan komponen kurikulum 2006 sesuai RPP. Pada pelaksanaan pembelajaran terdiri atas kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pada pelaksanaan masih ada yang tidak sesuai dengan RPP. Penilaian pembelajaran yang dilakukan oleh guru ialah menggunakan penilaian pengetahuan dan keterampilan yaitu dari segi penugasan dan praktik dalam bentuk kelompok.Kata kunci : berbicara, bermain peran, pembelajaran.
PEMBELAJARAN MEMAHAMI TEKS PROSEDUR KOMPLEKS SISWA KELAS X SMAN 3 BANDARLAMPUNG Syelly Eka Permatasari; Mulyanto Widodo; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.127 KB)

Abstract

The problem of this research is how to understand complex procedure text in first year students of high school of SMA Negeri 3 Bandar Lampung 2013/2014. The objective of this research is to describe the learning complex procedure text. This research method is qualitative descriptive by using technique of communication, observation, documentation, and triangulation in collecting the data. The scope of this research is teaching learning process between the teacher and the first year students of MIA 4 which consist of 31 students. The results showed that the learning plan has been aligned with indicators. Then for the implementation of learning, teacher and students have carried out 38 indicators of 40 existing indicators.The teacher assessment is to assess the process and assess the result. The conclusions of this research is learning of understand complex procedurce text in first year students of high school of SMA Negeri 3 Bandar Lampung is good.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pembelajaran memahami teks prosedur kompleks siswa kelas X SMA Negeri 3 Bandar Lampung tahun pelajaran 2013/2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Pembelajaran Memahami Teks Prosedur Kompleks. Metode penelitiannya, deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi dalam pengumpulan datanya. Sumber data pada penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran antara guru bidang studi bahasa Indonesia dan siswa kelas X MIA 4 yang berjumlah 31 siswa. Hasil penelitian menunjukkan, perencanaan pembelajaran telah selaras dengan indikator yang ada. Selanjutnya pelaksanaan pembelajaran, guru dan siswa telah melaksanakan 38 indikator dari 40 indikator yang ada. Penilaian guru yaitu penilaian proses dan penilaian hasil. Simpulan penelitian ini adalah pembelajaran memahami teks prosedur kompleks siswa kelas X SMA Negeri 3 Bandar Lampung sudah baik.Kata kunci: pembelajaran, siswa, teks prosedur kompleks.
PEMBELAJARAN MEMAHAMI STRUKTUR DAN KAIDAH TEKS ANEKDOT SISWA KELAS X IPA Ani Setiawati; Eka Sofia Agustina; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.196 KB)

Abstract

The aim of this research is to describe learning in understanding the structure and rule of anecdote text at SMAN 3 Metro in X IPA class. This research used descriptive qualitative method. The research result shows that teacher has done three steps in learning, consist of planning, implementing, and assessment. In the lesson plan (RPP), the teacher made lesson plan based on the curriculum 2013 components. The learning implementation has two activities, they are teacher's activity and student's activity. There are three activities is done by teacher, they are introduction activity, core activity, and clossing. Assessment that is done by teacher include knowledge competition assessment by written test technique, and skill competition assessment by practice test technique. But, during the learning process, the teacher did not do the attitude assessment.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pembelajaran memahami struktur dan kaidah teks anekdot pada kelas X IPA 1 SMA Negeri 3 Metro. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan tiga tahapan dalam pembelajaran yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Pada perencanaan pembelajaran, guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berdasarkan komponen-komponen RPP pada Kurikulum 2013. Pada pelaksanaan pembelajaran terdapat dua aktivitas, yaitu aktivitas guru dan siswa. Aktivitas yang dilakukan oleh guru meliputi tiga kegiatan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Penilaian yang dilakukan oleh guru mencakup penilaian kompetensi pengetahuan dengan teknik tes tulis, dan penilaian kompetensi keterampilan dengan teknik tes praktik. Tetapi, pada saat pembelajaran guru tidak melakukan penilaian sikap.Kata kunci: anekdot, memahami, pembelajaran.
Interferensi Morfologis pada Gelar Wicara Mata Najwa Periode Januari 2017 dan Implikasinya Ria Meriana; Farida Ariyani; Eka Sofia Agustina; Iing Sunarti
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 4 Sep (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.894 KB)

Abstract

The purpose of this research was to describe morphological interference found in Mata Najwa talkshow period January 2017 and its implication to Indonesian language learning in SMA. The method used in this research is descriptive qualitative. The results showed that there was morphological interference of Javanese language in Mata Najwa talkshow period of January 2017. The interference was affixation and repetition or reduplication. Morphological interference is affixed, including affixation to the prefix and affixation in the suffix. Morphological interference in the form of repetition of partial repetition. The results of this study are implicated in learning Indonesian in high school class XII on editorial text material.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan interferensi morfologis yang terdapat pada gelar wicara Mata Najwa periode Januari 2017 dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interferensi morfologis bahasa Jawa dalam gelar wicara Mata Najwa periode Januari 2017. Interferensi tersebut berupa afiksasi dan pengulangan atau reduplikasi. Interferensi morfologis berupa afiksasai, meliputi afiksasi pada prefiks dan afiksasi pada sufiks. Interferensi morfologis berupa pengulangan yakni berupa pengulangan sebagian. Hasil penelitian ini diimplikasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas XII pada materi teks editoril.Kata kunci: interferensi morflogis, gelar wicara, implikasi.
Co-Authors Andre Setyawan Ani Setiawati Anita Febriani Apri Yanto Ari Mahendra Ari Pristiyani Aulia Ika Atika Ayu Atidhira Bambang Riadi Daniel Happy Putra Dechri Giyanis Dede Putri Deris Astriawan Desi Indah Lestari Devi Kusmitha Sari Devita Sari Dian Puspita Sari Diana Sari Diyah Berta Alpina Dorlan Evi Yanti Edi Suyanto Eka Meliani Eko Hari Anggoro Emi Rismawati Engrid Septa Reni Esi Pitriani Esterlina, Dwi Eva Restia Farida Ariyani Farida Ariyani farida ariyani Feni Setianingsih Hasanah, Hemas Virginia Uswatun Hendra Purnama Heny Hartawati Husna, Siti Asmaul Imam Rejana Iqbal Hilal Janatun Naim Kahfie Nazaruddin Karomani Karomani Laila Rahmawati M. Burhanudin Robbani Mardiyana Mardiyana Mario Efendi Muhafidin Muhafidin MUHAMMAD FUAD Muhammad Fuad Muhammad Makmun Algani Mulyanto Widodo Munaris Munaris . Ni Luh Eka Wahyuningsih Ni Nyoman Wetty Suliani Nidia Oktarisa Nikmatul Hasanah Novala Rokhmatarofi Nur Aisah Nur Fadhilah Nuraini Nuraini Nurlakasana Eko Rusminto Nurlaksana Eko Rusminto Nurrokhmah Prabawati Pebriawan Pebriawan Pudan Doli Situmorang Putri Gita Mardiani PUTRI WULANDARI Reka Umami Rengga Purna Yuda Reni Novasari Reni Sofiani Revina Fitria Ria Meriana Rian Andri Prasetya Rian Diasti Riana, Hana Rika Arif Septiana Riwanti Manik Rizki Marysa Sefty Angraini Sekar Wulandari Setiorani, Ambar Ayu Silvana Yulanda Siti Asmaul Husna Siti Samhati Siti Sumarlin Sitohang, Anania Eviyana Luxerima Sumarti Sumarti Sunarti, Iing Susi Wendhaningsih Syelly Eka Permatasari Teguh Teguh Tiara Aninditha Weni Handayani Windi Riani Wini Tarmini Wini Tarmnini Wira Widyas Tuty Yessina Tarulitha Munthe Yinda Dwi Gustira Yosefina Eva Marini Yulia Patumaya Yunita Fitri Yanti Yunita Fitri Yanti, Yunita Fitri Yunita Handiawati Zamzanah, Sarjinah