Claim Missing Document
Check
Articles

KOMBINASI EKSTRAK DAUN TAPAK DARA (Catharanthus roseus) DAN DAUN SIRSAK (Annona muricata) SEBAGAI BIO-LARVASIDA Ahyanti, Mei; Yushananta, Prayudhy
Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 16 No. 3 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/rj.v16i3.3611

Abstract

Saat ini, pengendalian penyakit DBD masih mengutamakan cara kimia. Selain resistensi, pestisida kimia berdampak negatif terhadap kesehatan manusia, serangga non-target, dan lingkungan. Penelitian bertujuan mengembangkan larvasida dari ekstrak daun tapak dara (Catharanthus roseus) dan daun sirsak (Annona muricata). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial, dengan dua kali ulangan. Ekstraksi ekstrak daun tapak dara (DTD) dan daun sirsak (DS) dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut ethanol, selanjutnya dilakukan analisis kandungan flavonoid. Total 1.000 ekor larva Aedes aegypti instar-III digunakan selama percobaan, untuk menilai pengaruh formula (5 level), dosis (5 level), dan waktu paparan selama 48 jam. Keseluruhan data (total 250 data) dianalisis dengan Two-way ANOVA pada alpha=5%. Penelitian mendapatkan kandungan flavonoid tertinggi pada ekstrak DS (11,85 Mg QE/g eks). Analisis statistik menunjukkan ketiga variabel penelitian berpengaruh signifikan terhadap mortalitas larva Ae. aegypti (p-value
KANDUNGAN SAPONIN DAN FLAVONOID PADA TANAMAN PEKARANGAN SERTA POTENSINYA SEBAGAI BIOINSEKTISIDA LALAT RUMAH (Musca domestica) Ahyanti, Mei; Yushananta, Prayudhy
Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/rj.v17i1.3763

Abstract

Beberapa studi telah melaporkan efektifitas tanaman sebagai bioinsektisida, namun tidak menjelaskan hubungannya dengan kandungan kimiawi bahan. Penelitian bertujuan menganalisis kandungan saponin dan flavonoid dari 14 jenis tanaman yang dilaporkan berpotensi sebagai bioinsektisida, serta mengaplikasikannya pada lalat rumah (Musca domestica). Ekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96% selama 24 jam. Analisis kandungan saponin dan flavonoid dengan metode Thin Layer Chromatography (TLC) scanner dan spektrofotometri. Ekstrak diencerkan dengan aquades untuk mendapatkan dosis uji (25, 30, 35, 40, 45%). Sebanyak 5.600 ekor lalat rumah (usia 4-5 hari) dari kolonisasi generasi pertama (F-1) digunakan untuk uji mortalitas. Percobaan dengan metode semprot dilakukan pada dua replikasi untuk setiap dosis dan empat variasi waktu kontak (15, 30, 60, 120 menit). Uji Two way-ANOVA (alpha=5%) diterapkan untuk mengetahui perbedaan mortalitas lalat berdasarkan dosis dan waktu kontak. Keseluruhan tanaman (n=14) memiliki kandungan saponin dan flavonoid yang bervariasi. Saponin tertinggi ada pada daun sirsak (0,96%), terendah daun salam (0,38%). Flavonoid tertinggi pada daun sirsak (0,47%), terendah daun labu siam, sirih hijau, delima dan asam jawa (0,01%). Hasil bioassay-test mendapatkan mortalitas tertinggi pada daun cengkeh (100%), terendah daun delima (63,3%). Analisis statistik menunjukkan perbedaan mortalitas yang signifikan berdasarkan jenis tanaman dan waktu kontak (p
Gambaran Penerapan Lima Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Wilayah Risiko Stunting Kota Bandar Lampung Utama, Susan Renda; Rosita, Yeni; Ahyanti, Mei
Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 17 No. 3 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/rj.v17i3.4218

Abstract

Sanitasi lingkungan berkaitan erat dengan infeksi berulang yang berdampak pada stunting. Penelitian bertujuan menganalisis penerapan lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) di wilayah risiko stunting Kota Bandar Lampung. Penelitian menggunakan desain kualitatif, dilaksanakan di Kelurahan Sumberagung Kota Bandar Lampung, selama bulan Agustus hingga September 2023. Informasi diperoleh dari informan utama, informan kunci, dan informan triangulasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dengan pendekatan snowball, serta Focus Group Discussion (FGD) terhadap informan kunci dan triangulasi. Hasil wawancara pengumpulan data dibuat dalam bentuk transkrip dan dilakukan content analysis. Secara umum, masyarakat belum memahami penerapan kelima pilar STBM. Informasi dominan diperoleh orang tua secara turun temurun. Namun begitu, masyarakat telah melaksanakan pilar pertama (stop buang air besar sembarangan/SBS), pilar kedua (cuci tangan pakai sabun/CTPS), dan pilar ketiga (pengolahan air minum dan makanan rumah tangga/PAMMRT), walaupun belum sepenuhnya memenuhi syarat kesehatan. Rendahnya pengetahuan menyebabkan belum dilakukannya penerapan pilar keempat (pengelolaan sampah rumah tangga/PSRT) dan pilar kelima (pengelolaan air limbah domestik rumah tangga/PALDRT) dari STBM. Penerapan pilar keempat (PSRT) dan pilar kelima (PALDRT) dari STBM belum dilaksanakan karena rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat, dampak dari minimnya informasi. Melakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan menjadi upaya penting yang harus dilakukan untuk mencegah stunting dan meningkatkan status kesehatan masyarakat.
Efek Kombinasi Tanaman Dengan Variasi Konsentrasi Terhadap Mortalitas Larva Culexsp. (Diptera: Culicidae) Ahyanti, Mei; Yushananta, Prayudhy
Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/rj.v18i1.4455

Abstract

Insektisida nabati menjadi pilihan terbaik untuk mengendalikan nyamuk vektor penyakit, setelah pemahaman dampak negatif dari penggunaan insektisida kimia sintetis jangka panjang. Penelitian bertujuan mengevaluasi efek larvasida dari kombinasi empat jenis tanaman terhadap Culex sp. Penelitian menggunakan rancang acak lengkap faktorial (dengan dua ulangan), dilakukan selama bulan Maret – Juli 2023. Empat jenis tanaman (Catharanthus roseus, Annona muricata, Psidium guajava, dan Averrhoa bilimbi) dikombinasikan berpasangan dengan variasi konsentrasi campuran bertingkat, dan diamati selama 24 jam. Ekstraksi tanaman dengan maserasi menggunakan Ethanol (24jam), dievaporasi hingga pekat, dan diencerkan dengan akuades untuk konsentrasi diinginkan. Larva Culex sp. dipelihara dari fase telur hingga turunan pertama (F1). Dua puluh larva instar-III digunakan pada setiap pengujian, dengan kontrol. Data dianalisis dengan ANOVA two-way (Confidence Level= 95%). Hasil penelitian mendapatkan bahwa tiga dari empat tanaman memberikan efek mortalitas (5-20%) sejak satu jam setelah paparan, yaitu A. muricata, P. guajava, dan C. roseus. Setelah enam jam paparan, A. muricata dan P. guajava memberikan efek mortalitas tertinggi (70%). Setelah 24 jam paparan, seluruh larva mengalami kematian pada semua perlakuan. Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan mortalitas larva berdasarkan waktu paparan (P = 0,0001), namun tidak signifikan berdasarkan jenis tanaman (P = 0,084) dan konsentrasi campuran (P = 0,858). Dari empat yang diperiksa, dua jenis tumbuhan menunjukkan efek larvasida terbaik terhadap Culex sp., yaitu A. muricata dan P. guajava. Walaupun menunjukkan hasil yang menjanjikan, penggunaan konsentrasi tinggi masih menjadi kendala untuk diaplikasikan secara luas. Rekayasa senyawa bioaktif disarankan untuk meningkatkan aktivitas dan menurunkan konsentrasi larvasida.
Household Waste Management Strategy in Upper Middle Housing Utama, Susan Rendra; Ahyanti, Mei
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v14i2.3783

Abstract

The growing volume of waste poses a significant challenge, with implications for environmental contamination, health, and aesthetics. While participatory waste management practices have been adopted in some areas, others resort to dumping on vacant land, leading to potential long-term repercussions. The focus on waste source management, particularly within households, becomes imperative. A descriptive study was conducted in the Sukabumi Sub-district, with the most residences. Targeting households with heads of families as respondents, the research encompassed a sample of 120 housing units selected through systematic random sampling. Instruments developed by the researcher were employed for data collection. Analysis was anchored on a univariate approach and the SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) method. The community's education, knowledge, and occupation profiles were categorized as 'good'. Despite this, a gap in waste governance was identified. Community knowledge about waste management emerged as a strength, while the unrealized potential of converting organic household waste into compost was recognized as an opportunity. To address waste management effectively, it is recommended to prioritize community strengths and harness available opportunities, like independent composting through suitable technology for limited land areas. Emphasizing household waste reduction through the 3R+P model, tailored for upper-middle-class housing, and bolstering community waste management awareness through continuous campaigns is essential.
Metode Pemicuan dalam Upaya Meningkatkan Budaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) pada Masyarakat Chandra, Emilia; Zunidra, Zunidra; Ariyadi, Bambang; Ahyanti, Mei
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.7733

Abstract

This study aims to produce a triggering method to improve the culture of eradicating mosquito nests (PSN) in the community. The method used is quantitative research with research and development (R&D) design. The research results show that the PSN Mobile Triggering education model, namely the field triggering model followed by Android-based triggering, was declared feasible after the validation stage with 100% health promotion experts, 94.55% IT experts, 92% educational technology experts, and 80 practitioners. % and 93.85% one-on-one trials, 95% small group trials, and 96% large group trials. The PSN Mobile Trigger product effectively increases household mosquitoes' knowledge, attitudes, and behavior by up to 100% in eradicating mosquito nests. In conclusion, the educational model is feasible and effective to use to increase the knowledge, attitudes, and behavior of Jumantik Rumah in destroying mosquito nests. Keywords: Android Based Application; Dengue Hemorrhagic Fever; Trigger Education; Eradication of Mosquito Nests, Mosquito Breeding Sites
HUBUNGAN MEROKOK DENGAN KEJADIAN ISPA PADA MAHASISWA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN TANJUNGKARANG Mei Ahyanti; Artha Budi Susila Duarsa
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7 No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v7i2.108

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah di Indonesia karena kasusnya masih cukup tinggi. Meski pada orang dewasa tidak menimbulkan kesakitan yang parah, namun para orang tertentu menimbulkan masalah kesehatan yang lebih besar. ISPA juga paling sering menjadi penyebab anak bolos sekolah atau orang dewasa bolos kantor, artinya mengganggu dan menurunkan produktifitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui proporsi merokok pada mahasiswa dan hubungan merokok dengan kejadian ISPA pada mahasiswa setelah mengontrol status gizi, jenis kelamin, olahraga, lingkungan fisik rumah, ada pencemar dalam rumah dan kepadatan hunian. Penelitian dengan jenis analitik menggunakan rancangan case control dilakukan di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Tanjungkarang dengan populasi kasus mahasiswa yang menderita ISPA pada bulan Januari sampai April 2012, dan populasi control adalah mahasiswa yang berobat ke klinik terpadu pada bulan yang sama tetapi tidak menderita ISPA dan tidak menunjukkan gejala ISPA saat penelitian dilaksanakan. Sampel berjumlah 172 mahasiswa namun yang dapat diwawancarai hanya 162 mahasiswa terdiri dari 81 kasus dan 81 kontrol. Hasil penelitian diketahui proporsi mahasiswa merokok 29,6%, ada hubungan merokok dengan kejadian ISPA pada mahasiswa setelah mengontrol jenis kelamin, status gizi, pencemaran dalam rumah, lingkungan fisik rumah dan interaksi antara jenis kelamin dengan merokok. Perlu dilakukan upaya primary prevention oleh pihak Poltekkes dan Klinik Terpadu untuk memberikan penyuluhan kepada mahasiswa dan menjadi trendsetter dalam bidang kesehatan, dan spesifik protection oleh mahasiswa dengan tidak menyediakan asbak didalam rumah
Determining Stunting Risk Areas Using a Combined AHP-GIS approach: A Case Study of Pesawaran Regency, Lampung, Indonesia Yushananta, Prayudhy; Ahyanti, Mei
Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/rj.v19i1.5046

Abstract

Considering the highly detrimental future impacts of stunting, a risk map is needed. It will serve as a basis to design stunting control strategies. This study aims to determine stunting risk areas by combining the Analytical Hierarchy Process (AHP) and Geographic Information System (GIS). This study used ecological design, with a case being studied was Pesawaran Regency, Lampung Province. All secondary data were aggregate, and used sub-districts as spatial boundaries. Study variables comprised access to safe drinking water, healthy sanitation, exclusive breastfeeding, complete immunization, diarrhea, number of health facilities, fourth visit during pregnancy (ANC-K4), and child growth and development monitoring. The map was developed by employing Weighted Sum Overlay (WSO) technique. Determining weights involving multiple criteria was conducted by using AHP. The AHP yielded weighted values for each variable, namely exclusive breastfeeding (22.9%), ANC-K4 (14.4%), monitoring of child growth and development (11.7%), access to safe drinking water (11.0%), diarrhea (10.8%), number of health facilities (10.1%), complete basic immunization (10.1%), and healthy sanitation (9.0%). WSO technique revealed that three out of eleven sub-districts were included in the high-risk category for stunting (Tegineneng, Kedondong, and Padang Cermin). Meanwhile, the remaining areas were included in the medium category (Way Khilau, Marga Punduh, and Punduh Pedada) and low category (Negara Katon, Gedong Tataan, Way Lima, Way Ratai, and Teluk Pandan). GIS and AHP methods were applied to determine stunting risk areas. Areas with a high risk of stunting category are Tegineneng, Kedondong, and Padang Cermin. Suggested fundamental programs to control stunting are improvement in exclusive breastfeeding, ANC-K4 visit, monitoring of children growth and development, access to drinking water, and prevention of diarrhea.
Toxicological Exploration of Tapak Dara Catharanthus roseus as Bioinsecticide Ahyanti, Mei
Jurnal Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v16i1.4773

Abstract

Mosquito control efforts have been done physically, chemically, and through environmental management. However, the use of synthetic chemical insecticides has various negative impacts. Therefore, plant-based alternatives are a solution that needs to be developed. This study explores the toxicological potential of Catharanthus roseus as a botanical bioinsecticide. This systematic review study takes data from the literature in the form of published articles obtained via the internet from Google Scholar, Semantic Sholar, Garuda, PubMed, and Science Direct databases. The subjects of the study were 12 articles that focused on using Catharanthus roseus as a larvicide. The selected journals were eligible based on the study of LC50, zero value, and No Observed Adverse (NOA) of Catharanthus roseus plant extract against mosquito larvae. The data are presented in tabular form. Several studies provided different results regarding LC50 and zero value, but only 1 study reported on NOA. Further research is needed to improve data consistency, especially on LC50 values ​​and control effects, including against non-target organisms.
ANALISIS EFEKTIVITAS EDUKASI PILAR STBM DI WILAYAH SUMBER AGUNG, KECAMATAN KEMILING KOTA BANDAR LAMPUNG Rosita, Yeni; Ahyanti, Mei
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50371

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, yang erat kaitannya dengan sanitasi yang kurang memadai serta keterbatasan akses terhadap air bersih. Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, memiliki 1.020 kepala keluarga, dengan 305 jiwa berisiko stunting dan 246 kepala keluarga belum memiliki akses sumber air bersih utama. Penguatan pengetahuan dan perilaku masyarakat melalui edukasi kesehatan yang efektif sangat penting untuk mengatasi permasalahan ini. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif yang dilaksanakan di Kelurahan Sumber Agung dengan fokus pada dua kelompok masyarakat. Sebanyak 109 kepala keluarga di RT 1 diberikan edukasi dengan metode door to door, sedangkan 137 kepala keluarga di RT 2 mendapatkan penyuluhan kelompok. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam untuk mengevaluasi pemahaman keluarga terhadap lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Triangulasi dan validasi informan kunci dilakukan untuk memastikan keabsahan data. Metode door to door terbukti lebih efektif dibandingkan penyuluhan kelompok dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap terkait STBM. Warga RT 1 menunjukkan tingkat pemahaman yang lebih baik serta perubahan perilaku yang lebih konsisten dibandingkan RT 2. Penyuluhan kelompok relatif kurang efektif dengan pemahaman yang terbatas dan penerapan pilar sanitasi yang belum konsisten. Edukasi personal melalui kunjungan door to door memberikan kesempatan komunikasi yang lebih interaktif, penjelasan yang lebih sesuai dengan kebutuhan keluarga, serta penguatan perilaku secara langsung. Hal ini menjadikan metode door to door lebih efektif dalam mendorong perubahan perilaku dibandingkan metode kelompok.
Co-Authors Ahmad Fikri Aliyanto, Warjidin Amatiria, Gustop Amrul Hasan Amrul Hasan Anggraini, Yetti Anita Anita Anita Anita Anita Annasari Mustafa Aprina Aprina, Aprina Ari Nugroho Arie Nugroho Artha Budi Susila Duarsa Astuti, Titi Ayu Mirah Widhisastri, I Gusti Bakara, Arnold Maruli Bambang Ariyadi, Bambang Bambang Murwanto Chandra, Emilia Dwi Budi Santoso Dwi Nuryani, Dina Efa Trisna Efa Trisna Emilia Chandra Enro Sujito Enro Sujito Enro Sujito Enro Sujito Enro Sujito Ferizal Masra Ginting, Daria Br Gustop Amatiria Handayani, Ririn Sri Hastuti, Retno Puji Imam Santosa Indarwati, Suami Khoiriyanti Wulandari Linda Barus M Ridwan Mahendra, Arif Melani, Dian Septi Melinda, Nia Monica, Deta Zalva murwanto, bambang Nawan Prianto Nidia Hilda Nurkhoiriyah, Yustin Oktari, Femi Prayudhy Yushananta Prianto, Nawan Purwono Purwono, Purwono Putri, Esterina Tiara Putri, Wilda Nindia Reka Lagora Marsofely Retno Puji Hastuti Rini Alita Ririn Sri Handayani Rosita, Yeni Sarino . Sarip Usman Sarip Usman Sarip Usman SARIYANTO, IWAN Sastri, I Gusti Ayu Mirah Widhi Sekar Ayu, Anisa Panca SRI UJIANI Suarni, Lisa Sudiarti, Made Sujito, Enro Sulastri Sulastri Sulastri Sulastri Sulastri Sulastri Supriadi Sutrio Sutrio Tati Baina Gultom Titi Astuti Tori Rihiantoro Ujiani, Sri Usman, Sarip Utama, Susan Renda Utama, Susan Rendra Wibowo Ady Sapta Yeni Rosita Yeni Rosita Yenni Rosita Yetti Anggraini Yetti Anggraini Yetti Anggraini Yetti Anggraini Yetti Angraini Yusrizal Yusrizal Yusrizal Yusrizal Yustin Nur Khoiriyah Zikril Hakim Zunidra, Zunidra