Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN GIZI DAN PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN LAMPUNG BARAT Prayudhy Yushananta; Yetti Anggraini; Mei Ahyanti; Iwan Sariyanto
SINAR SANG SURYA Vol 5, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v5i2.1649

Abstract

ABSTRAK  Anemia selama kehamilan dapat menyebabkan pendaharahan pada persalinan, prematur, stillbirth, BBLR dan stunted, kematian perinatal, dan penyebab*kematian ibu tidak langsung. Selain disebabkan oleh malnutrisi, anemia juga berkaitan dengan paparan pestisida. Pengabdian bertujuan memberikan penyuluhan gizi dan pemeriksaan Hb pada ibu hamil yang bekerja pada pertanian hortikultura. Penyuluhan interaktif dilakukan secara berkelompok dan perorangan, mengikuti protokol kesehatan. Sebanyak 50 orang ibu hamil telah disuluh, bersama petugas kesehatan. Hasil penilaian menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan (p-value<0,01). Pengukuran kadar Hb dalam darah mendapatkan 22,58% ibu hamil menderita anemia, mengindikasikan malnutrisi selama masa kehamilan. Perlu kerja sama semua pihak dalam penanggulangan gizi masyarakat, selain peningkatan pelayanan kesehatan, khususnya program gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), dan promosi kesehatan. Kata kunci: anemia, gizi, Hb, hortikultura, kehamilan ABSTRACT Anemia during pregnancy can cause bleeding in labor, preterm, stillbirth, LBW and stunted, perinatal mortality, and indirect causes of maternal death. Apart from being caused by malnutrition, anemia is also related to exposure to pesticides. This service aims to provide nutrition education and Hb examination to pregnant women who work in horticultural agriculture. Interactive outreach is conducted in groups and individually, following health protocols. A total of 50 pregnant women have been educated, along with health workers. The results of the assessment showed a significant increase in knowledge (p-value <0.01). Measurement of Hb levels in the blood found that 22.58% of pregnant women suffered from anemia, indicating malnutrition during pregnancy. Cooperation of all parties in overcoming community nutrition is needed and improving health services, particularly nutrition programs, Maternal and Child Health (KIA), and health promotion. Keywords: anemia, nutrition, Hb, horticulture, pregnancy
Edukasi Masyarakat Dalam Pencegahan Penularan Dan Penyebaran Covid-19 Mei Ahyanti; Yeni Rosita; Prayudhy Yushananta
SINAR SANG SURYA Vol 5, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v5i1.1574

Abstract

ABSTRAK Penyakit Coronavirus (COVID-19) merupakan penyakit menular baru yang berisiko kematian. Hingga akhir minggu kedua bulan Mei 2020, penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi ini telah menginfeksi 4.178.097 orang dan menyebabkan 283.732 kematian. COVID-19 menular dari orang ke orang melalui kontak dekat dan droplet. Tiga tindakan utama dalam pencegahannya adalah menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak. Pengetahuan yang rendah tentang pencegahan penularan akan meningkatkan risiko penyebaran penyakit. Pengabdian masyarakat bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19. Sebanyak 120 rumah tangga telah diedukasi, disertai pembagian 270 masker dan 400 leaflet. Pemasangan spanduk dan 200 buah stiker juga telah dilakukan untuk mengedukasi masyarakat. Pengabdian telah melibatkan seluruh mitra pada setiap tahapn kegiatan. Keberlanjutan program dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan era kehidupan baru yang normal. Kata kunci: COVID-19, cuci tangan, masker, leaflet, penyuluhan ABSTRACTCoronavirus disease (COVID-19) is a new infectious disease with a risk of death. By the end of the second week of May 2020, this highly contagious disease had infected 4,178,097 people and caused 283,732 deaths. COVID-19 is transmitted from person to person through close contact and droplets. The three main preventive measures are using a mask, hand-washing with soap, and social distancing. Lack of knowledge about the prevention of transmission will increase the risk of spreading the disease. Community service aims to increase public knowledge about the prevention of transmission and spread of the COVID-19. A total of 120 households have been educated, along with the distribution of 270 masks and 400 leaflets. Banner installing and 200 stickers have also been carried out to educate the public. Community service has involved all partners at every stage of the activity. Program sustainability by involving all elements of society is needed to create a new-normal era of life. Keywords: COVID-19, hand washing, masks, leaflets, counseling
Edukasi Pengelolaan Limbah B3 Medis Padat COVID-19 Di RSD Dr. A Dadi Tjorodipo Kota Bandar Lampung Prayudhy Yushananta; Mei Ahyanti; Nidia Hilda
SINAR SANG SURYA Vol 6, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v6i1.1883

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan limbah B3 medis padat COVID-19 yang kurang baik, berdampak pada penyebaran virus ke lingkungan dan risiko infeksi pada petugas kesehatan, terutama tenaga pengelola limbah medis. Pengabdian bertujuan memberikan edukasi tentang pengelolaan limbah B3 medis padat COVID-19, perlindungan terhadap risiko infeksi, dan membuat SOP. Pengabdian dilakukan dalam empat tahap, yaitu analisis situasi, persamaan persepsi, aksi dan evaluasi. Observasi dan FGD dilakukan untuk mengetahui permasalahan dalam pengelolaan limbah B3 medis padat COVID-19. Edukasi petugas menggunakan metode pembelajaran experiential, karenat telah memiliki pengalaman sebelumnya. Penyusunan SOP dilakukan bersama mitra sebagai panduan kerja. Pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi dengan cara observasi cara kerja petugas pada setiap tahapan pengelolaan limbah padat B3 COVID-19. Hasil pengabdian menunjukkan perbaikan pengelolaan limbah B3 medis padat COVID-19 pada setiap tahap pengelolaan limbah padat (sumber, pengumpulan, pengangkutan, dan penyimpanan), serta kepatuhan dalam penggunaan alat pelindung diri secara lengkap. Metode pembelajaran experiential mampu meningkatkan kemampuan petugas. Selain sebagai media pendidikan, SOP menjadi acuan dalam pelaksanaan pekerjaan. Kata kunci: COVID-19, limbah B3 medis padat, SOP, metode experiential ABSTRACTThe poor management of COVID-19 solid waste impacts the spread of the virus to the environment and the risk of infection for health workers, especially medical waste management personnel. This service aims to provide education about the management of COVID-19 solid waste, protection against the risk of infection, and making SOPs. Observations and FGDs were carried out to find out problems in the management of COVID-19 solid waste. Education uses experiential learning methods because they have previous experience. The preparation of SOPs is carried out with partners as a working guide. At the end of the activity, an evaluation was conducted by observing how the officers worked at each COVID-19 B3 solid waste management stage. The results of the service show improvements in the management of COVID-19 solid waste at every stage of solid waste management (source, collection, transportation, and storage), as well as compliance with the use of complete personal protective equipment. The experiential learning method can improve the ability of officers. Apart from being an educational medium, SOPs are a reference in carrying out work.Keywords: COVID-19, hazardous solid waste, SOP, experiential methods
PERILAKU MEROKOK PADA SISWA SMP Sarino Sarino; Mei Ahyanti
Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.123 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v8i2.157

Abstract

Di  Indonesia pada tahun 2007,  rokok menyebabkan 9,8% kematian karena penyakit paru kronik dan 5% dari kematian akibat stroke. Prosentase nasional merokok setiap hari pada penduduk umur lebih dari 10 tahun adalah 23,7%, untuk Provinsi Lampung prosentase penduduk umur lebih dari 10 tahun yang merokok tiap hari adalah 28,8% dan di Kabupaten Way Kanan terdapat 28,8% anak usia 10 tahun  keatas sudah merokok. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pada Siswa SMP. Menggunakan dua rancangan penelitian, yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan kualitatif untuk lebih menjelaskan kondisi yang ada. Dalam menentukan sampel menggunakan teknik systematic random sampling  sehingga diperoleh 195 sampel, tetapi yang dapat diwawancarai hanya 190 siswa. Hasil dalam penelitian ini menyatakan ada hubungan antara jenis kelamin, pengetahuan, sikap, nilai-nilai dalam keluarga, iklan,  uang saku, pengaruh orang tua dan pengaruh teman dengan perilaku merokok pada siswa. Menyikapi hasil tersebut peran guru sangat penting, disebabkan siswa pada siang hari banyak beraktifitas disekolah sehingga guru akan lebih mudah mengawasi siswa, dan ketika berada dirumah menjadi tanggungjawab orang tua untuk memberikan pengawasan. Kegiatan konseling di sekolah perlu ditingkatkan baik kepada siswa bermasalah maupun siswa yang tidak bermasalah.
Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Mencapai Wilayah Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Di Kecamatan Tanjungkarang Barat Kota Bandar Lampung Mei Ahyanti; Prayudhy Yushananta; Ahmad Fikri; Sarip Usman; Novita Rudiyanti; M Ridwan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5566

Abstract

ABSTRAK Indonesia saat ini tengah giat melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebagai upaya promotif dan preventif dalam penanggulangan penyakit. Salah satu pilar kunci adalah pengelolaan sampah di rumah tangga. Pilar ini dilaksanakan untuk membebaskan masyarakat Indonesia dari penyakit infeksi, khususnya berbasis lingkungan. Diare merupakan penyakit berbasis lingkungan yang kerap mengancam masyarakat. Dalam menghadapi permasalahan yang ada di Kelurahan Suka Danaham Kecamatan Tanjungkarang Barat Kota Bandar Lampung, solusi yang diberikan adalah melakukan pemeriksaan kualitas air bersih secara mikrobiologi, melaksanakan penyuluhan kesehatan tentang pencegahan penyakit diare, pemberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik dan pemberdayakan masyarakat dalam memanfaatkan potensi sampah yang ada untuk dimanfaatkan kembali. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pegabdian ini adalah pemeriksaan terhadap 30 sampel air bersih, peningkatan kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan dengan terbentuknya 1 kelompok pengrajin sampah, hingga terverifikasinya Kelurahan Suka Danaham sebagai Kelurahan STBM. Kata Kunci: pengelolaan, sampah, STBM ABSTRACTIndonesia is currently actively implementing Community-Based Total Sanitation (STBM) as a promotive and preventive effort in disease control. One of the key pillars is household waste management. This pillar is implemented to free the Indonesian people from infectious diseases, especially those based on the environment. Diarrhea is an environment-based disease that often threatens the community. In dealing with the problems that exist in Suka Danaham Village, Tanjungkarang Barat District, Bandar Lampung City, the solutions given are to check the quality of clean water microbiologically, carry out health education about diarrhea prevention, empower the community in organic waste management and empower the community in utilizing the potential of waste generated by the community. exists to be reused. The results obtained from this community service activity were the examination of 30 samples of clean water, increased community independence in the health sector by the formation of 1 group of garbage craftsmen, until the verification of Suka Danaham Villages as STBM Villages. Key word: management, waste, STBM
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Penyakit Diare di Kelurahan Sukajawa Baru Kecamatan Tanjungkarang Barat Kota Bandar Lampung Mei Ahyanti; Prayuhdy Yushananta; Ahmad Fikri; Sarip Usman; Novita Rudiyanti; Yusrizal Yusrizal
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4708

Abstract

ABSTRAK Penelitian di Kota Bandar Lampung menyimpulkan bahwa komponen sarana sanitasi dari pemukiman yaitu jamban keluarga berhubungan secara signifikan dengan kejadian penyakit diare. Penelitian lain mengungkapkan bahwa air bersih yang tercemar juga berkontribusi terhadap kejadian diare. Kasus diare tahun 2015-2019 di Wilayah Kerja Puskesmas Gedong Air cenderung mengalami peningkatan. Angka ini masih menjadi urgensi mengingat target penanganan diare di Kota Bandar Lampung pada tahun 2019 seharusnya adalah 100%. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemeriksaan kualitas air bersih secara mikrobiologi dan penyuluhan tentang pencegahan diare serta pemberdayaan masyarakat dalam pembuatan jamban sederhana sehat diawali dengan penyamaan persepsi, pemeriksaan air bersih, penyuluhan dan pembangunan sarana sanitasi. Waktu Pelaksanaan Bulan Agustus sampai Desember 2020. Sasaran kegiatan adalah keluarga di Kelurahan Sukajawa Baru. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pegabdian ini adalah pemeriksaan terhadap 30 sampel air bersih, peningkatan kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan dengan terbangunnya 30 sarana jamban sederhana sehat, hingga terverifikasinya Kelurahan Sukajawa Baru sebagai Kelurahan ODF. Kata kunci Keywords: Diare, Pemberdayaan Masyarakat, Jamban sederhana  ABSTRACT Research in the city of Bandar Lampung concluded that the sanitation component of the settlement, namely the family toilet, has a significant relationship with the incidence of diarrhea. Other studies reveal that contaminated clean water also contributes to the incidence of diarrhea. Diarrhea cases in 2015-2019 in the working area of Gedong Air Health Center tend to increase. This figure is still urgent considering that the target for handling diarrhea in Bandar Lampung City in 2019 should be 100%. Community service activities in the form of checking the quality of clean water by microbiology and counseling on the prevention of diarrhea and community empowerment in making simple healthy latrines begin with common perceptions, clean water inspection, counseling and construction of sanitation facilities. Implementation time from August to December 2020. The target of the activity is families in Sukajawa Baru Village. The results obtained from this community service activity were examining 30 clean water samples, increasing community independence in the health sector by constructing 30 simple healthy latrines, and verifying Sukajawa Baru Village as ODF Village. Keywords: Diarrhea, Community Empowerment, Simple Healthy Latrines 
PENGEMBANGAN APLIKASI PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) DALAM UPAYA MENINGKATKAN ANGKA BEBAS JENTIK (ABJ) Emilia Chandra; Supriadi; Mei Ahyanti
SCIENTIA JOURNAL Vol. 10 No. 2 (2021): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemantau jentik (Jumantik) rumah yang aktif diharapkan akan mempengaruhi menurunkan angka kasus DBD, oleh karena itu diperlukan upaya peningkatan keaktifan jumantik rumah melalui motivasi yang dilakukan oleh dinas kesehatan. Faktor yang mempengaruhi upaya pencegahan DBD adalah tindakan masyarakat, tingkat pendidikan, informasi dan partisipasi sosial menunjukan angka yang signifikan terhadap pengaruh masyarakat dalam pencegahan DBD. Salah satu faktor yang mendorong peningkatan kasus DBD adalah keterbatasan petugas-petugas kesehatan untuk melakukan penyuluhan secara berkesinambungan dan kepedulian masyarakyat terhadap hal tersebut, sehingga perlu adanya peningkatan penyuluhan dari petugas kesehatan kapada masyarakat baik perorangan, keluarga dan masyarakat agar terlaksananya program pembudayaan PSN 3M Plu sehingga ABJ Meningkat Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan jumantik rumah dalam PSN sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi berbasis android, untuk menganalisa efektivitas dari aplikasi berbasis android dalam peningkatan budaya PSN 3M Plus. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif. Penelitian ini melihat pengaruh penggunaan aplikasi android pada jumantik rumah terhadap Angka Bebas Jentik . Populasi dalam penelitian ini adalah jumantik rumah yang ada di Kel. Legok Kec. Danau Sipin Kota Jambi, dan sampel nya adalah menggunakan metode pengambilan sampel.
Keselamatan Kesehatan Kerja Menggunakan Pestisida bagi Petani Hortikultura Kabupaten Lampung Barat Mei Ahyanti; Prayudhy Yushananta; Yetti Angraini; Iwan Sariyanto; Enro Sujito; Dina Dwi Nuryani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6582

Abstract

ABSTRAK Pemeriksaan kesehatan dilakukan terhadap 155 wanita usia subur (WUS) petani hortikultura di Kabupaten Lampung Barat berkaitan dengan aktivitas enzim cholinesterase, Hb, status gizi, lamanya paparan, dan penggunaan pelindung. Sebanyak 13 petani dinyatakan keracunan dan 35 orang menderita anemia. Hasil statistik menunjukkan risiko paparan pestisida terhadap anemia sebesar 6,12 kali (95%CI=1,81 - 20,73), dan penggunaan alat pelindung sebesar 3,17 kali (95%CI=1,12 - 8,98). Paparan pestisida akan meningkatkan risiko anemia pada WUS yang bekerja pada pertanian hortikultura. Penggunaan pestisida secara sembarangan harus dinilai secara berkala dan petani harus dilatih dalam penggunaan pestisida yang aman. kegiatan pengabdian ini dikemas untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan keterampilan petani, tata nilai kesehatan masyarakat akan meningkat. pelaksanaan kegiatan di Kecamatan Belalau, Balik Bukit dan Sukau Kabupaten Lampung Barat pada bulan September – November 2020. Sasaran kegiatan adalah wanita usia subur petani hortikultura. penyuluhan dan pelatihan menunjukkan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani terhadap penggunaan pestisida yang aman.masyarakat memiliki kemandirian dalam bidang kesehatan yaitu perubahan mindset perilaku pengelolaan pestisida melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Kata kunci: Hortikultura, Pestisida, Petani, Risiko anemia, WUS  ABSTRACT Health checks were carried out on 155 WUS horticultural farmers in West Lampung Regency related to cholinesterase enzyme activity, Hb, nutritional status, duration of exposure, and use of protectors. A total of 13 farmers were declared poisoned and 35 people suffered from anemia. Statistical results showed the risk of pesticide exposure to anemia was 6.12 times (95%CI=1.81 - 20.73), and the use of protective equipment was 3.17 times (95%CI=1.12 - 8.98). Exposure to pesticides will increase the risk of anemia in WUS who work in horticultural agriculture. Indiscriminate use of pesticides should be assessed periodically and farm workers should be trained on the safe use of pesticides. this service activity is packaged to provide the understanding and improve farmer skills, and public health values will increase. Implementation of activities in Belalau, Balik Bukit, and Sukau sub-districts, West Lampung regency in September – November 2020. The target of the activity is women of childbearing age horticultural farmers.extension and training showed increased knowledge and skills of farmers on the safe use of pesticides. the community has independence in the health sector, namely changing the mindset of pesticide management behavior through counseling and training activities. Key Word : Horticulture, risk of anemia, pesticide, farmer, WUS
Pelatihan Pengelola Penyelamatan Kecelakaan Wisata Air Lifeguard Area Wisata Bendungan Tirta Gangga Desa Swastika Buana Lampung Tengah Efa Trisna; Anita; Aprina; Mei Ahyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 1 No. 6 (2022): September 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v1i6.1170

Abstract

Kecelakaan yang mungkin terjadi pada daerah wisata adalah HMJ (henti jantung mendadak)   Kemungkinan buruk dapat diantisipasi dengan menyiapkan pengelola atau petugas yang terlatih sehingga kecelakaan diair dapat diminimalisir. Lifeguard adalah petugas dalam penyelamatan kecelakaan di air yang kegiatanya mengawasi wisatawan ,melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan di air seperti HMJ dengan melakukan  BHD/ CPR. BHD merupakan tindakan yang dapat dilakukan oleh orang awam yang terlatih. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah terlatihnya pengelola dalam melakukan BHD. Poltekkes Tanjungkarang bekerjasama dengan masyarakat Swastika Buana melakukan pelatihan terhadap pengelola Wisata Air Tirta Tangga sehingga pengelola siap menolong jika ada korban pada area wisata terutama korban yang mengalami HMJ.Partisipan dalam pelatihan berjumlah 10 orang yang merupakan pengelola wisata. Kegiatan dilakukan pada mei 2020. Hasil pelatihan BHD terlatihnya pengelola wisata dalam melakukan BHD.
Jamban dan SPAL Percontohan bagi Masyarakat Swastika Buana Mei Ahyanti; Efa Trisna; Anita Anita; Aprina Aprina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9234

Abstract

ABSTRAK Jamban dan SPAL merupakan kebutuhan manusia yang penting karena dapat memutus rantai penularan penyakit. Kotoran dari manusia dan rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi tempat perkembangbiakan vektor penular penyakit seperti diare. Pengabdian ini bertujuan memberikan pemahaman dan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam membangun jamban sederhana sehat dan SPAL, sehingga dapat meningkatkan tata nilai kesehatan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan di Kampung Swastika Buana Kecamatan Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah, pada bulan Juni – Agustus 2022. Sasaran kegiatan adalah seluruh masyarakat. Pengabdian ini membangun 1 unit jamban sederhana sehat dan 1 unit SPAL percontohan. Pemerintah akan meneruskan program STBM yang dituangkan dalam nota kerjasama dengan tim pengabdi. Penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan dinilai efektif, mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuangan kotoran dan air limbah yang aman. Pengabdian dapat dilanjutkan dengan memicu masyarakat yang belum memiliki sarana pembuangan limbah. Kata Kunci: Jamban, Penyuluhan, Pemicuan, SPAL, STBM  ABSTRACT Toilets and sewerage channels are important human needs because they can break the chain of disease transmission. Feces from humans and households that are not properly managed can become breeding grounds for disease-transmitting vectors such as diarrhea. This service aims to provide the understanding and improve community skills in building healthy simple latrines and SPAL, to improve public health values. Implementation of activities in Swastika Buana Village, Seputih Banyak District, Central Lampung Regency, in June - August 2022. The target of the activity is the entire community. There has been an increase in community knowledge, and 1 unit of simple healthy latrines and 1 pilot SPAL unit have been built. The government will continue the STBM program as outlined in the memorandum of cooperation with the service team. The counseling and training conducted were considered effective, and capable of increasing the community’s knowledge and skills in the safe disposal of sewage and wastewater. Community services can be continued by triggering communities that do not yet have waste disposal facilities. Key word: Latrines, counseling, triggering, SPAL, STBM
Co-Authors Ahmad Fikri Aliyanto, Warjidin Amatiria, Gustop Amrul Hasan Amrul Hasan Anggraini, Yetti Anita Anita Anita Anita Anita Annasari Mustafa Aprina Aprina, Aprina Ari Nugroho Arie Nugroho Artha Budi Susila Duarsa Astuti, Titi Ayu Mirah Widhisastri, I Gusti Bakara, Arnold Maruli Bambang Ariyadi, Bambang Bambang Murwanto Chandra, Emilia Dwi Budi Santoso Dwi Nuryani, Dina Efa Trisna Efa Trisna Emilia Chandra Enro Sujito Enro Sujito Enro Sujito Enro Sujito Enro Sujito Ferizal Masra Ginting, Daria Br Gustop Amatiria Handayani, Ririn Sri Hastuti, Retno Puji Imam Santosa Indarwati, Suami Khoiriyanti Wulandari Linda Barus M Ridwan Mahendra, Arif Melani, Dian Septi Melinda, Nia Monica, Deta Zalva murwanto, bambang Nawan Prianto Nidia Hilda Nurkhoiriyah, Yustin Oktari, Femi Prayudhy Yushananta Prianto, Nawan Purwono Purwono, Purwono Putri, Esterina Tiara Putri, Wilda Nindia Reka Lagora Marsofely Retno Puji Hastuti Rini Alita Ririn Sri Handayani Rosita, Yeni Sarino . Sarip Usman Sarip Usman Sarip Usman SARIYANTO, IWAN Sastri, I Gusti Ayu Mirah Widhi Sekar Ayu, Anisa Panca SRI UJIANI Suarni, Lisa Sudiarti, Made Sujito, Enro Sulastri Sulastri Sulastri Sulastri Sulastri Sulastri Supriadi Sutrio Sutrio Tati Baina Gultom Titi Astuti Tori Rihiantoro Ujiani, Sri Usman, Sarip Utama, Susan Renda Utama, Susan Rendra Wibowo Ady Sapta Yeni Rosita Yeni Rosita Yenni Rosita Yetti Anggraini Yetti Anggraini Yetti Anggraini Yetti Anggraini Yetti Angraini Yusrizal Yusrizal Yusrizal Yusrizal Yustin Nur Khoiriyah Zikril Hakim Zunidra, Zunidra