Claim Missing Document
Check
Articles

Refresher Training untuk Kader Posyandu: Upaya Meningkatkan Ketepatan Pemantauan Pertumbuhan Balita di Lampung Tengah Provinsi Lampung Mei Ahyanti; Ahmad Fikri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.25397

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan nasional, terutama di wilayah pedesaan. Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam deteksi dini dan pemantauan tumbuh kembang balita, namun masih banyak yang memerlukan peningkatan kapasitas melalui pelatihan yang sistematis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dasar kader Posyandu melalui pelatihan dan refreshing, sebagai upaya percepatan penurunan stunting di wilayah kerja Puskesmas Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi/praktik langsung. Evaluasi dilakukan dengan pendekatan pre-test dan post-test kepada 40 kader untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Selain itu, dilakukan monitoring lapangan dan pengumpulan data penerapan keterampilan dalam kegiatan Posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dan keterampilan yang signifikan setelah pelatihan, dengan rata-rata peningkatan lebih dari 15 poin. Monitoring juga menunjukkan bahwa kader mampu menerapkan keterampilan dengan lebih baik, terutama dalam pengukuran antropometri, pencatatan status gizi, dan edukasi kepada ibu balita. Pelatihan dan refreshing keterampilan dasar kader Posyandu efektif dalam meningkatkan kapasitas kader dan mendukung upaya penurunan stunting. Saran yang diberikan adalah perlunya pelatihan serupa dilakukan secara berkala dan terintegrasi dengan program pembinaan kader di tingkat Puskesmas maupun pemerintah daerah, agar keterampilan kader terus terjaga dan pelayanan di Posyandu semakin optimal. Kata Kunci: Kader Kesehatan, Refresher, Stunting.  ABSTRACT Stunting is one of the public health problems that is still a national challenge, especially in rural areas. Posyandu cadres have a strategic role in early detection and monitoring of toddler growth and development, but many still need capacity building through systematic training. This community service activity aims to improve the basic skills of Posyandu cadres through training and refreshing, as an effort to accelerate the reduction of stunting in the work area of Seputih Raman Health Center, Central Lampung Regency. The methods used in this activity include interactive lectures, group discussions, and simulations/direct practice. Evaluation was carried out using a pre-test and post-test approach to 40 cadres to assess the increase in knowledge and skills. In addition, field monitoring and data collection were carried out on the application of skills in Posyandu activities. The results of the activity showed a significant increase in knowledge and skills scores after training, with an average increase of more than 15 points. Monitoring also showed that cadres were able to apply skills better, especially in anthropometric measurements, recording nutritional status, and educating mothers of toddlers. Training and refreshing of basic skills of Posyandu cadres are effective in increasing cadre capacity and supporting efforts to reduce stunting. The suggestion given is that similar training needs to be conducted periodically and integrated with cadre development programs at the Community Health Center and local government levels, so that cadre skills are maintained and services at the Integrated Health Post are increasingly optimal. Keyword: Health Cadres, Refresher, Stunting.
Analisis Kuantitas Air Bersih Terhadap Operasional Hygiene Sanitasi Di RSUD Sumber Sari Bantul Metro Selatan Tahun 2026 Zikril Hakim; Wibowo Ady Sapta; Nawan Prianto; Mei Ahyanti
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 4 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v4i2.711

Abstract

Clean water availability is an essential component of hospital hygiene and sanitation operations, including hand hygiene, environmental cleaning, linen management, food sanitation, and infection prevention. RSUD Sumbersari Bantul Metro Selatan still relies on one bore well and has limited water storage without a permanent backup source. This study aimed to analyze the adequacy of clean water quantity and quality in supporting hygiene and sanitation operations at RSUD Sumbersari Bantul Metro Selatan in 2026. This study used a descriptive analytic design. Data were collected through observation, interviews, water discharge and consumption measurement, document review, and laboratory examination of clean water samples. The analysis compared water availability, water demand, unit-based distribution needs, and water quality with the standards of Ministry of Health Regulation Number 2 of 2023. The results showed that during January-March 2026, the hospital served 154 inpatients and 1,028 outpatients and had 151 staff members. The total clean water requirement was 715.44 m3/90 days, while the available water was only 414.00 m3/90 days, fulfilling 57.87% of the required amount. The average daily need was 7.95 m3/day, compared with the availability of 4.60 m3/day. High-risk service units, particularly inpatient care, emergency services, intensive care, CSSD, isolation, maternity care, laundry, and nutrition services, require priority water distribution. Laboratory testing found Escherichia coli and total coliform at 19 CFU/100 ml each, exceeding the required standard of 0 CFU/100 ml. In conclusion, the quantity and microbiological quality of clean water at RSUD Sumbersari Bantul have not adequately supported optimal hygiene and sanitation operations.
PENGEMBANGAN APLIKASI PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) DALAM UPAYA MENINGKATKAN ANGKA BEBAS JENTIK (ABJ) Emilia Chandra; Supriadi; Mei Ahyanti
SCIENTIA JOURNAL Vol. 10 No. 2 (2021): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemantau jentik (Jumantik) rumah yang aktif diharapkan akan mempengaruhi menurunkan angka kasus DBD, oleh karena itu diperlukan upaya peningkatan keaktifan jumantik rumah melalui motivasi yang dilakukan oleh dinas kesehatan. Faktor yang mempengaruhi upaya pencegahan DBD adalah tindakan masyarakat, tingkat pendidikan, informasi dan partisipasi sosial menunjukan angka yang signifikan terhadap pengaruh masyarakat dalam pencegahan DBD. Salah satu faktor yang mendorong peningkatan kasus DBD adalah keterbatasan petugas-petugas kesehatan untuk melakukan penyuluhan secara berkesinambungan dan kepedulian masyarakyat terhadap hal tersebut, sehingga perlu adanya peningkatan penyuluhan dari petugas kesehatan kapada masyarakat baik perorangan, keluarga dan masyarakat agar terlaksananya program pembudayaan PSN 3M Plu sehingga ABJ Meningkat Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan jumantik rumah dalam PSN sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi berbasis android, untuk menganalisa efektivitas dari aplikasi berbasis android dalam peningkatan budaya PSN 3M Plus. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif. Penelitian ini melihat pengaruh penggunaan aplikasi android pada jumantik rumah terhadap Angka Bebas Jentik . Populasi dalam penelitian ini adalah jumantik rumah yang ada di Kel. Legok Kec. Danau Sipin Kota Jambi, dan sampel nya adalah menggunakan metode pengambilan sampel.
Skrining Anemia Sejak Dini, Ciptakan Remaja Putri Tangguh Anti-Stunting Anita Anita; Mei Ahyanti; Sutrio Sutrio
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v8i1.23788

Abstract

Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup dan risiko stunting pada generasi berikutnya. Masa remaja merupakan periode kritis dengan peningkatan kebutuhan zat besi akibat pertumbuhan pesat dan menstruasi, sehingga deteksi dini melalui skrining hemoglobin menjadi sangat penting. Pengabdian ini bertujuan melaksanakan skrining anemia menggunakan hemoglobinometer digital serta kaitannya dengan upaya pencegahan stunting pada remaja putri. Metode yang diggunakan berupa pengukuran kadar hemoglobin, wawancara asupan gizi, serta penilaian pengetahuan tentang anemia dan minum Tablet Tambah Darah (TTD). Hasil pengabdian menunjukkan masih ditemukan 7% anemia pada remaja putri, dengan faktor risiko utama berupa asupan zat gizi yang tidak memadai, durasi menstruasi yang panjang, dan rendahnya kepatuhan konsumsi TTD. Temuan ini menegaskan bahwa anemia berhubungan dengan gangguan pertumbuhan linear melalui mekanisme penurunan kapasitas pengangkutan oksigen dan hambatan metabolisme hormon pertumbuhan. Skrining anemia berbasis sekolah terbukti efektif mengidentifikasi kasus anemia yang sebelumnya tidak terdeteksi dan dapat menjadi titik awal intervensi komprehensif. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program TTD mingguan, edukasi gizi terstruktur, dan pelaksanaan skrining Hb secara berkala sebagai langkah strategis menciptakan remaja putri tangguh anti-stunting.
Gambaran Media Dan Bangunan Rumah Penderita Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Gedong Air Kota Bandar Lampung Tahun 2026 Hervina Sari; Mei Ahyanti; Karbito Karbito
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v4i3.803

Abstract

Pulmonary tuberculosis (TB) remains a communicable disease and a major public health problem in Indonesia. The media and building conditions of houses occupied by pulmonary tuberculosis patients play an important role in the transmission of this disease. This study aimed to describe the media and building conditions of houses occupied by pulmonary tuberculosis patients in the Working Area of Gedong Air Public Health Center, Bandar Lampung City, in 2026, covering occupancy density, bedroom lighting, bedroom humidity, bedroom temperature, and bedroom ventilation rate. This study employed a quantitative descriptive design with an observational approach. A total of 60 houses of pulmonary tuberculosis patients were selected using a simple random sampling technique. Data were collected through observation and interviews and were analyzed using univariate analysis. The results showed that most of the media and building conditions of houses occupied by pulmonary tuberculosis patients did not meet health requirements in terms of occupancy density, bedroom lighting, bedroom humidity, bedroom temperature, and bedroom ventilation rate. It can be concluded that the media and building conditions of houses occupied by pulmonary tuberculosis patients in the Working Area of Gedong Air Public Health Center, Bandar Lampung City, in 2026 were predominantly not in accordance with healthy housing requirements. Therefore, education for patients and their families regarding health-compliant media and building requirements, particularly related to occupancy density, bedroom lighting, bedroom humidity, bedroom temperature, and bedroom ventilation rate, is needed to help reduce the risk of pulmonary tuberculosis transmission.
Pengetahuan, Dukungan Tokoh Masyarakat dan Pemaparan Petugas Kesehatan Terhadap Perilaku BABs: Knowledge, Support of Community Figures and Health Workers' Exposure to Open Defecation Behavior Yeni Rosita; Mei Ahyanti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 6 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.93 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i6.2315

Abstract

Latar Belakang: Kontaminasi mikroorganisme pada makanan dan minuman dapat berakibat pada peningkatan penyakit diare. Kontaminasi ini dapat terjadi karena manusia buang air besar tidak pada tempatnya dan dihinggapi serangga kemudian serangga hinggap pada makanan atau minuman. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dukungan tokoh masyarakat dan pemaparan petugas kesehatan dalam perilaku buang air besar. Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui dukungan tokoh masyarakat dan pemaparan petugas kesehatan dengan perilaku buang air besar (BAB). Metode: Penelitian dengan jenis kuantitatif ini menggunakan rancangan cross sectional (potong lintang). Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Lampung Selatan, tepatnya di Desa Taman Baru Kecamatan Penengahan pada bulan Agustus 2020. Subyek penelitian adalah seluruh kepala keluarga di Desa Taman Baru, berjumlah 267 kepala keluarga. Sampel adalah total populasi. Data dikumpulkan menggunakan instrumen yang disusun oleh peneliti dengan merujuk pada instrumen pengumpulan data STBM oleh kementerian kesehatan Republik Indonesia. Hasil: Pengetahuan dan pemaparan petugas kesehatan secara statistik berhubungan signifikan dengan perilaku BABs. Orang yang memiliki pengetahuan kurang baik berisiko BABs sebesar 5,606 kali dibanding orang dengan pengetahuan baik, dan orang yang tidak mendapatkan pemaparan dari petugas kesehatan berisiko BABs sebesar 5,037 kali dibanding orang yang mendapatkan pemaparan dari petugas kesehatan. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya BAB pada jamban saniter dapat dikembangkan oleh petugas kesehatan melalui media promosi kesehatan seperti leaflet atau banner yang dipasang pada tempat-tempat dimana masyarakat sering berkumpul atau berhenti. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan pemaparan petugas kesehatan.
Co-Authors Ahmad Fikri Aliyanto, Warjidin Amatiria, Gustop Amrul Hasan Amrul Hasan Anggraini, Yetti Anita Anita Anita Anita Anita Annasari Mustafa Aprina Aprina, Aprina Ari Nugroho Arie Nugroho Artha Budi Susila Duarsa Astuti, Titi Ayu Mirah Widhisastri, I Gusti Bakara, Arnold Maruli Bambang Ariyadi, Bambang Bambang Murwanto Chandra, Emilia Dina Dwi Nuryani Dwi Budi Santoso Efa Trisna Efa Trisna Emilia Chandra Enro Sujito Enro Sujito Enro Sujito Enro Sujito Enro Sujito Ferizal Masra Ginting, Daria Br Gustop Amatiria Handayani, Ririn Sri Hastuti, Retno Puji Hervina Sari Imam Santosa Indarwati, Suami Karbito Karbito Khoiriyanti Wulandari Linda Barus M Ridwan Mahendra, Arif Melani, Dian Septi Melinda, Nia Monica, Deta Zalva murwanto, bambang Nawan Prianto Nidia Hilda Nurkhoiriyah, Yustin Oktari, Femi Prayudhy Yushananta Prianto, Nawan Purwono Purwono, Purwono Putri, Esterina Tiara Putri, Wilda Nindia Reka Lagora Marsofely Retno Puji Hastuti Rini Alita Ririn Sri Handayani Rosita, Yeni Sarino . Sarip Usman Sarip Usman Sarip Usman SARIYANTO, IWAN Sastri, I Gusti Ayu Mirah Widhi Sekar Ayu, Anisa Panca SRI UJIANI Suarni, Lisa Sudiarti, Made Sujito, Enro Sulastri Sulastri Sulastri Sulastri Sulastri Sulastri Supriadi Sutrio Sutrio Tati Baina Gultom Titi Astuti Tori Rihiantoro Ujiani, Sri Usman, Sarip Utama, Susan Renda Utama, Susan Rendra Wibowo Ady Sapta Yeni Rosita Yenni Rosita Yetti Anggraini Yetti Anggraini Yetti Anggraini Yetti Anggraini Yetti Angraini Yusrizal Yusrizal Yusrizal Yusrizal Yustin Nur Khoiriyah Zikril Hakim Zunidra, Zunidra