Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengelolaan Limbah Medis Padat di Puskesmas Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2025 Sekar Ayu, Anisa Panca; Gultom, Tati Baina; Ahyanti, Mei; Yushananta, Prayudhy; Santosa, Imam; Murwanto, Bambang
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah medis padat merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dihasilkan dari kegiatan pelayanan kesehatan dan dapat membahayakan kesehatan serta mencemari lingkungan jika tidak dikelola sesuai standar. Kabupaten Lampung Tengah memiliki 39 Puskesmas yang tersebar di wilayah dengan karakteristik campuran antara perkotaan dan pedesaan. Observasi awal menunjukkan bahwa masih ditemukan praktik pengelolaan limbah medis padat yang tidak sesuai, seperti pewadahan tanpa kode warna, serta penyimpanan lebih dari 2×24 jam tanpa fasilitas cold storage. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan pada delapan Puskesmas di Kabupaten Lampung Tengah yang dipilih berdasarkan tingkat akreditasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan checklist berdasarkan Permenkes No. 18 Tahun 2020, dengan fokus pada tahap pemilahan, pengangkutan internal, dan penyimpanan sementara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilahan limbah medis telah dilaksanakan sesuai standar di seluruh Puskesmas Madya dan Paripurna, namun belum sepenuhnya di Puskesmas Utama. Seluruh Puskesmas belum memenuhi standar dalam pengangkutan internal dan penyimpanan sementara.Kata Kunci : akreditasi, Lampung Tengah, pengelolaan limbah medis padat
Optimalisasi Kapasitas Kader dalam Pemantauan MP-ASI dan Pmba sebagai Upaya Peningkatan Status Gizi Balita Anita, Anita; Ahyanti, Mei; Sutrio, Sutrio
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22677

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan balita dipengaruhi oleh praktik pemberian gizi yang tepat, terutama pada masa transisi dari ASI eksklusif ke MP-ASI dan praktik PMBA. Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam edukasi, pemantauan, dan pendampingan keluarga. Memperkuat peran kader melalui kegiatan pelatihan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Bandar Agung, Lampung Tengah pada 28 Agustus 2025 dengan sasaran 38 kader Posyandu. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi, simulasi, dan praktik lapangan, dengan tahapan persiapan modul pelatihan, penyampaian materi MP-ASI dan PMBA, pendampingan praktik pemantauan dan konseling, serta evaluasi menggunakan pre-test, post-test, dan observasi keterampilan. Menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kader dalam pemantauan gizi balita serta penerapan praktik MP-ASI dan PMBA. Meskipun dampak jangka pendek terhadap status gizi balita belum optimal, keberhasilan program ini menegaskan pentingnya monitoring berkelanjutan, evaluasi berkala, dan dukungan sistemik untuk mencapai tujuan jangka panjang perbaikan gizi anak secara berkesinambungan. Kata Kunci: Edukasi, Kader, MP-ASI, Pemantauan  ABSTRACT Toddler growth is strongly influenced by proper nutritional practices, particularly during the transition from exclusive breastfeeding to complementary feeding (MP-ASI) and infant and young child feeding (PMBA) practices. Posyandu cadres play a strategic role in providing education, monitoring growth, and supporting families. To strengthen the role of cadres through structured training activities. This community service activity was conducted at Posyandu within the working area of Bandar Agung Health Center, Central Lampung, on August 28, 2025, involving 38 Posyandu cadres. The implementation methods included interactive lectures, demonstrations, simulations, and field practice. The stages consisted of training module preparation, delivery of MP-ASI and PMBA materials, assistance in monitoring and counseling practice, and evaluation using pre-tests, post-tests, and skills observation. The program showed an increase in cadres’ knowledge, attitudes, and skills in monitoring toddler nutrition and implementing MP-ASI and PMBA practices. Although the short-term impact on toddler nutritional status was not optimal, the program’s success highlights the importance of continuous monitoring, periodic evaluation, and systemic support to sustainably achieve long-term improvements in child nutrition. Keywords: Education, Cadres, Complementary Feeding, Monitoring
Kemampuan Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Sebagai Fitoremediasi Dalam Pengolahan Limbah Cair Industri Tempe Putri, Wilda Nindia; Barus, Linda; Ahyanti, Mei; Prianto, Nawan; Masra, Ferizal; Indarwati, Suami
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 September 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i3.12318

Abstract

Background: This research is a Quasi-Experimental Design using a pretest-posttest with control group design with 3 repetitions. Objective: To determine the ability of 1 kg water hyacinth plants as phytoremediation in processing tempe liquid waste.Methods: This research is in the form of a Quasi-Experimental Design with the independent variables in the research, namely variations in wastewater volume of 20, 25, 30 liters and the dependent variable, namely reducing BOD, COD, TSS levels and neutralizing pH. This research was conducted at the Environmental Health Department Laboratory of the Tanjung Karang Health Polytechnic in March-May 2023. The sample used was tempeh liquid waste from a household industry located on Jalan Catur Tunggal, Kemiling District, Bandar Lampung.Results: From the research results, it was found that phytoremediation using water hyacinth plants weighing 1kg in a wastewater volume of 20 liters could reduce BOD levels by 57.13%, COD by 67.74%, TSS by 80.82%, and increase pH levels by 20.51%. . In accordance with Governor Regulation No. 7 Governor of 2010 concerning Waste Water Quality Standards for Soybean Processing Activities, only BOD with a waste water volume of 20 liters meets the requirements, other waste water volumes do not meet the standards.Conclusion and Recommendations: With the above results, phytoremediation using 1kg water hyacinth plants in a wastewater volume of 20 liters can reduce BOD levels by 57.13%, COD by 67.74%, TSS by 80.82%, and increase pH levels by 20.51%. A repeat study of similar phytoremediation is needed to get a better grade from this research. Keyword : Water Hyacinth Plants, Tempe Waste, BOD, COD, pH ABSTRAK Latar Belakang: Penelitian ini berupa Quasi-Experimental Design menggunakan rancangan pretest-posttest with control group dengan 3 kali pengulangan.Tujuan: Untuk mengetahui  kemampuan tanaman eceng gondok 1 kg sebagai fitoremediasi dalam pengolahan limbah cair tempe.Metode: Penelitian ini berupa Quasi-Experimental Design dengan Variabel bebas pada penelitian yaitu variasi volume air limbah 20, 25, 30 liter dan variabel terikat yaitu penurunan kadar BOD, COD, TSS dan menetralkan pH. Penelitian ini di lakukan di Laboratorium Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang pada bulan Maret-Mei 2023. Sampel yang digunakan adalah limbah cair tempe dari industri rumah tangga yang berada di Jalan Catur Tunggal Kecamatan Kemiling Bandar Lampung.Hasil: Dari Hasil penelitian diperoleh hasil fitoremediasi menggunakan tanaman eceng gondok berat 1kg dalam volume air limbah 20 liter dapat menurunkan kadar BOD 57,13%, COD sebesar 67,74 %, TSS sebesar 80,82%, dan meningkatkan kadar pH sebesar 20,51%. Sesuai dengan Peraturan Gubernur Lampung No 7 Tahun 2010 Tentang Baku Mutu Air Limbah Kegiatan Pengolahan Kedelai yang memenuhi syarat hanya BOD dengan volume air limbah 20 liter, pada volume air limbah lainnya belum memenuhi standar.Kesimpulan dan Saran: Dengan hasil di atas fitoremediasi menggunakan tanaman eceng             gondok berat 1kg dalam volume air limbah 20 liter dapat menurunkan kadar BOD 57,13%, COD sebesar 67,74 %, TSS sebesar 80,82%, dan meningkatkan kadar pH sebesar 20,51%. Diperlukan kajian ulang tentang fitoremediasi serupa untuk mendapatkan grade yang lebih baik dari penelitian ini. Kata Kunci: Tanaman Eceng Gondok , Limbah Tempe, BOD, COD, pH
Utilization of Banana Pith Starch From Agricultural Waste As A Cationic Coagulant Yushananta, Prayudhy; Ahyanti, Mei
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1: March, 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.169 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i1.856

Abstract

The coagulation method is the most commonly used in water treatment. However, long-term use of chemical coagulants can increase the risk of Alzheimer's disease and neurotoxicity, in addition to harming organisms, lowering the pH of the water, corrosion of pipes, and the use of high doses of chlorine. The study synthesized banana pith starch from agricultural waste as a cationic coagulant for river water treatment. Banana pith starch was modified by grafting cations from GTA (3-Chloro-2-hydroxypropyl trimethyl ammonium chloride) into the backbone structure of starch using microwave radiation. Performance tests were carried out on variations in dose (4), speed (3), and stirring time (3). Parameters tested were turbidity, TDS, and color, with four replications. The study found that the synthetic cationic coagulant could reduce turbidity up to 94.4%, while the color and TDS were 87.46% and 57.33%, respectively. The various treatments seemed to work on all test parameters (p less than 0.05). However, the most effective treatment was at a dose of 300 ppm, a stirring speed of 200 rpm, for 5 minutes. Research has proved that banana pith starch can be modified into an effective cationic coagulant to remove colloid compounds in water.Abstrak: Saat ini metode koagulasi merupakan metode yang paling umum digunakan dalam pengolahan air. Namun, penggunaan koagulan kimia jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer danneurotoksik, selain juga merugikan organisme, pH air menjadi rendah, korosi pipa, penggunaan clorin dosis tinggi. Penelitian bertujuan memanfaatkan pati empulur pisang dari limbah pertanian, sebagai koagulan kationik untuk pengolahan air sungai. Modifikasi pati empulur pisang dilakukan dengan cara mencangkokkan kation dari GTA (3-Chloro-2-hydroxypropyl trimetil amonium klorida) ke dalam struktur tulang punggung pati, menggunakan radiasi gelombang mikro. Pengujian kinerja dilakukan pada variasi dosis (4), kecepatan (3), dan waktu pengadukan (3). Parameter yang diuji adalah kekeruhan, TDS, dan warna, dengan empat kali ulangan. Penelitian mendapatkan bahwa koagulan kationik hasil sintesis mampu mereduksi kekeruhan hingga 94,4%, sedangkan warna dan TDS sebesar 87,46% dan 57,33%. Ragam perlakuan terlihat bekerja pada semua parameter uji (p kurang dari 0,05). Namun begitu, perlakuan paling efektif pada dosis 300 ppm, kecepatan pengadukan 200 rpm, selama 5 menit. Penelitian telah berhasil membuktikan bahwa pati empulur pisang dapat dimodifikasi menjadi koagulan kationik yang efektif untuk menghilangkan senyawa koloid dalam air.
Formulation, Dosage, and Exposure Time of Natural Substances in Controlling Aedes aegypti Larvae Ahyanti, Mei; Yushananta, Prayudhy
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 3 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i3.3353

Abstract

The incidence of vector-borne diseases in Indonesia, particularly Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), continues to escalate. This surge correlates with climate change, the extreme transition from hot to rainy seasons. The use of synthetic chemicals for control measures can also poses environmental risks; hence, there is a necessity to explore natural control methods by harnessing the biodiversity of plant species within the environment. This research aims to assess the effectiveness of botanical extract mixture on the mortality of Aedes aegypti larvae.  Method: This study utilizes an experimental design with a complete factorial random arrangement, which aimed at elucidating the effectiveness of plant extract as a bio-larvacide against Aedes aegypti mosquitoes. The effectiveness is measured through larval mortality rates based on a formulated equation, with dosage and exposure time as the research variables. The research was conducted in the Environmental Health Departement Laboratory at Health Polytechnic of Tanjungkarang from March to July 2023. The observational sheet serves as the instrument The collected data are processed and analysed using ANOVA to discern variations in larva mortality based on the formula, linear regression is applied to explore the influence of dosage and exposure time on larva mortality. Result: The result of this study exhibits that the most efficacious formulations to terminate larvaes  were determined to be the 9th, 10th, and 11th formulations.  Furthermore, an extended exposure time correlates with the escalating rate of larval demise. The statistical model prosperously accounts for 88,59% of the variability in the response pertaining to Aedes larval mortality.  Conclusion: This study discerns that individually, the formula, dosage, and exposure time, also demonstrates an impact on larval death. This study unveils that an insecticidal formula derived from soursop leaves yields a higher mortality effect compared to formulations based on other materials.
Masyarakat Sehat melalui Penguatan Peran Kader sebagai Agen Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Ahyanti, Mei; Suarni, Lisa; Aliyanto, Warjidin; Nurkhoiriyah, Yustin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19653

Abstract

ABSTRAK Permasalahan kesehatan berupa penderita PTM dan penyakit menular masih tinggi di Desa Pulau Jaya harus segera ditanggulangi. Layanan menuju rumah sakit jauh dan jalan rusak menjadi salah satu dorongan untuk mengoptimalkan layanan kesehatan melalui fasilitas kesehatan (poskesdes, posyandu). Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut perlu dilakukan pemberdayaan pada masyarakat, melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM), program pemberdayaan kader dan pendampingan pengelolaan lingkungan yang sehat, diharapkan masyarakat dapat mandiri mengatasi masalah-masalah kesehatannya. Metode dalam pengabdian ini adalah pendampingan pembentukan Posyandu terintegrasi yang diawali dengan pelatihan 33 kader kesehatan dan petugas Kesehatan serta pengumpulan data Kesehatan masyarakat.  Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat PPDM ini telah berhasil memberikan pendampingan kepada kader sehingga terbentuk organisasi Posyandu Terintegrasi, memiliki tempat di samping Balai Desa Pulau Jaya dan terkumpul 500 data kesehatan keluarga. Sehingga target luaran dalam pengabdian ini telah terpenuhi. Kegiatan dapat dilanjutkan berupa peningkatan kapasitas kader untuk penyegaran materi-materi yang dapat digunakan oleh kader untuk membantu masyarakat mengatasi permasalahan kesehatannya. Kata Kunci: Agen Pemberdayaan Kesehatan, Kader Kesehatan, Posyandu Terintegrasi  ABSTRACT Health problems in the form of sufferers of Non-Communicable Diseases and infectious diseases are still high in Pulau Jaya Village and must be addressed immediately. Services to hospitals are far away and damaged roads are one of the motivations to optimize health services through health facilities (poskesdes, posyandu). To overcome these problems, community empowerment needs to be carried out, through the Partner Village Development Program (PPDM), cadre empowerment programs and assistance in managing a healthy environment, it is hoped that the community can independently overcome their health problems. The method in this service is assistance in the formation of an integrated Posyandu which begins with training 33 health cadres and health workers and collecting community health data. This PPDM Community Service activity has succeeded in providing assistance to cadres so that an Integrated Posyandu organization is formed, has a place next to the Pulau Jaya Village Hall and 500 family health data have been collected. So that the output target in this service has been met. Activities can be continued in the form of increasing the capacity of cadres to refresh materials that can be used by cadres to help the community overcome their health problems. Keyword: Health Empowerment Agents, Health Cadres, Integrated Health Posts
Pemberdayaan Masyarakat untuk Mencegahan dan Menurunkan Stunting di Pekon Kanoman Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus Lampung Aprina, Aprina; Ahyanti, Mei; Hasan, Amrul; Astuti, Titi; Amatiria, Gustop; Nugroho, Ari; Mustafa, Annasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.14864

Abstract

ABSTRAK Stunting pada anak balita merupakan konsekuensi dari beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan kemiskinan termasuk gizi, kesehatan, sanitasi dan lingkungan. Beberapa penelitian di Indonesia menemukan bahwa kombinasi antara sanitasi yang tidak layak dan kualitas air minum yang tidak aman merupakan faktor risiko stunting. Permasalahan stunting dapat dicegah sebelum kehamilan dan pada masa kehamilan, dengan cara memberikan edukasi pada calon ibu dimasa prakonsepsi dalam mempersiapkan calon ibu. Pengabdian dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sehingga memiliki kemandirian dalam bidang Kesehatan dan peningkatan perekonomian keluarga. Kegiatan dilakukan dalam beberapa tahapan mulai bulan Maret hingga November 2023 di Pekon Kanoman Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus. Sasaran adalah WUS, remaja, keluarga yang memiliki balita stunting dan keluarga berisiko stunting. Telah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang IMD, manajemen laktasi, Kesehatan reproduksi, pembuatan MP-ASI, terbangun 10 unit pembuatan SPAL percontohan dan 1 unit DAMIU. Kata Kunci: Infeksi, Gizi, Stunting  ABSTRACT Stunting in children under five is caused by factors that are generally associated with poverty, including nutrition, health, sanitation and the environment. Several studies in Indonesia show that the combination of inadequate drinking water sanitation and unsafe drinking water sanitation is a common cause of stunting. Conception problems before and during pregnancy can be prevented by providing education to prospective mothers during the preconception period in preparing future mothers. Services can increase people's knowledge and skills so that they have independence in the health sector and improve the family economy. Activities were carried out in several stages from March to November 2023 in Pekon Kanoman, Semaka District, Tanggamus Regency. The targets include WUS, teenagers, families with young children who may experience stunting, and families who are at risk of experiencing stunting. There is an increase in community knowledge and capacity regarding IMD, lactation management, reproductive health, MP-ASI production, 10 experimental SPAL manufacturing units and 1 DAMIU unit. Keyword: Infection, Nutrition, Stunting
Pendampingan Kader Posyandu dalam Pemantauan Praktik MP-ASI Usia 6–23 Bulan di Puskesmas Bandar Agung, Lampung Tengah Sutrio, Sutrio; Anita, Anita; Ahyanti, Mei; Fikri, Ahmad
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i2.459

Abstract

Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam pemantauan tumbuh kembang anak dan edukasi praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang sesuai standar. Namun, sebagian kader masih memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam pelaksanaan pemantauan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu melalui pendampingan dalam praktik pemantauan MP-ASI di wilayah kerja Puskesmas Bandar Agung, Lampung Tengah, sebagai bagian dari Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) 2025. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu (1) edukasi dan simulasi prinsip pemberian MP-ASI serta teknik pemantauan, dan (2) pendampingan langsung pada kegiatan Posyandu oleh tim dosen Poltekkes Tanjungkarang. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader terhadap prinsip pemberian MP-ASI, pencatatan data, serta keterampilan komunikasi edukatif kepada ibu balita. Evaluasi kualitatif menunjukkan respons positif dan peningkatan kepercayaan diri kader dalam menerapkan praktik pemantauan yang sesuai standar. Kegiatan ini mendukung pencapaian tujuan INEY 2025 dalam peningkatan kualitas pelayanan gizi berbasis masyarakat. Disarankan agar pendampingan dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan sistem monitoring dan metode pelatihan yang adaptif terhadap kebutuhan kader di lapangan.
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Desa Muara Putih Kecamatan Natar Kabupaten Pesawaran Ahyanti, Mei
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v2i2.79

Abstract

Sanitasi merupakan kunci kesehatan. Karena sanitasi yang buruk adalah penyebab terbesar kedua timbulnya penyakit di dunia ini. Banyak faktor yang secara langsung maupun tidak langsung dapat menjadi pendorong terjadinya diare. Desa Muara Putih berada di Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan merupakan desa yang ditetapkan sebagai desa ODF sementara 629 KK belum memiliki jamban. Desa Muara Putih memiliki 6 dusun, yaitu Dusun Muara Putih Induk, Mujimulyo, Tangkit Batu, Way Kandis, Cisarua dan Sidomukti. Diantara 6 dusun tersebut tingkat kepemilikian jamban terendah adalah Dusun Mujimulyo. Selama ini, warganya masih banyak yang melakukan pembuangan tinja dan air limbah domestik langsung ke dalam aliran air yang ada di desa tersebut. Kegiatan bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui instalasi WC percontohan secara swadaya dan perubahan prilaku melalui penyuluhan. kegiatan yang dilaksanakan meliputi pemetaan, pemicuan kepada masyarakat, musyawarah masyarakat desa (MMD) dan pembangunan sarana jamban keluarga, penyuluhan ISPA, Diare, CTPS dan Kecacingan. Sebanyak 5 jamban telah terbangun selama periode kegiatan.
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP SEHAT DAN PENCEGAHAN PENYAKIT BERBASIS LINGKUNGAN MELALUI PELATIHAN KADER DAN REMAJA SERTA PERBAIKAN SARANA SANITASI Ahyanti, Mei; Ujiani, Sri; khoiriyah, yustin nur; handayani, ririn sri; Ayu Mirah Widhisastri, I Gusti; Rihiantoro, Tori
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i1.180

Abstract

Permasalahan kesehatan di masyarakat semakin kompleks. Permasalahan penyakit menular belum terselesaikan, sudah makin marak penyakit tidak menular. Permekes RI No. 36 tahun 2016 pasal 1 menyebutkan bahwa Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga. Desa II Sukasari Desa Sukadadi Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung merupakan salah satu daerah dengan permasalahan komplek. Dengan permasalahan kesehatan yang ada dimasyarakat dibutuhkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam melakukan upaya-upaya pencegahan dan pengendalian terhadap kejadian penyakit agar tidak semakin berat. Dalam mencapai tujuan tersebut, memerlukan peranan dari berbagai tenaga kesehatan secara terintegrasi dari berbagai disiplin ilmu berbeda yang memiliki kompetensi dan bekerja secara team work. Pelaksanaan pengabdian masyarakat Masyarakat di Desa Sukadadi Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran diawali dengan penyamaan persepsi, pelatihan kader dan pendampingan dalam pembuatan sarana sanitasi. Terjadi perbedaan hasil pengukuran pengetahuan dan sikap antara sebelum dan setelah kegiatan pelatihan menunjukkan keberhasilan kegiatan pelatihan dan terbangun satu buah jamban keluarga sederhana sehat sebagai percontohan.
Co-Authors Ahmad Fikri Aliyanto, Warjidin Amatiria, Gustop Amrul Hasan Amrul Hasan Anggraini, Yetti Anita Anita Anita Anita Anita Annasari Mustafa Aprina Aprina, Aprina Ari Nugroho Arie Nugroho Artha Budi Susila Duarsa Astuti, Titi Ayu Mirah Widhisastri, I Gusti Bakara, Arnold Maruli Bambang Ariyadi, Bambang Bambang Murwanto Chandra, Emilia Dwi Budi Santoso Dwi Nuryani, Dina Efa Trisna Efa Trisna Emilia Chandra Enro Sujito Enro Sujito Enro Sujito Enro Sujito Enro Sujito Ferizal Masra Ginting, Daria Br Gustop Amatiria Handayani, Ririn Sri Hastuti, Retno Puji Imam Santosa Indarwati, Suami Khoiriyanti Wulandari Linda Barus M Ridwan Mahendra, Arif Melani, Dian Septi Melinda, Nia Monica, Deta Zalva murwanto, bambang Nawan Prianto Nidia Hilda Nurkhoiriyah, Yustin Oktari, Femi Prayudhy Yushananta Prianto, Nawan Purwono Purwono, Purwono Putri, Esterina Tiara Putri, Wilda Nindia Reka Lagora Marsofely Retno Puji Hastuti Rini Alita Ririn Sri Handayani Rosita, Yeni Sarino . Sarip Usman Sarip Usman Sarip Usman SARIYANTO, IWAN Sastri, I Gusti Ayu Mirah Widhi Sekar Ayu, Anisa Panca SRI UJIANI Suarni, Lisa Sudiarti, Made Sujito, Enro Sulastri Sulastri Sulastri Sulastri Sulastri Sulastri Supriadi Sutrio Sutrio Tati Baina Gultom Titi Astuti Tori Rihiantoro Ujiani, Sri Usman, Sarip Utama, Susan Renda Utama, Susan Rendra Wibowo Ady Sapta Yeni Rosita Yeni Rosita Yenni Rosita Yetti Anggraini Yetti Anggraini Yetti Anggraini Yetti Anggraini Yetti Angraini Yusrizal Yusrizal Yusrizal Yusrizal Yustin Nur Khoiriyah Zikril Hakim Zunidra, Zunidra