Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

An Analysis on Students Problem-Solving Skill and Scientific Literacy Based on Higher Order Thinking Skills (HOTS) Viewed from Gender Gito Hadiprayitno; Nur Lestari; Kusmiyati Kusmiyati; Akhmad Sukri; Jono Irawan
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 8 No 5 (2022): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v8i5.2287

Abstract

Each student has differences in problem-solving, scientific literacy, and higher-order thinking skills. Gender differences partially influence student mindset. The purpose of this study was to analyze the problem-solving skill and scientific literation of students on different genders. The study adopted and modified the one-shot case study design. The subjects of this study were 76 students who took the Animal Ecology course. Both experimental classes were given treatment using practical activities. Data on students' problem-solving skill were collected by using a test consisting of 25 questions. Whereas scientific literacy was collected by using essay questions. Students’ scientific literacy were categorized into 5 scales that were analyzed by using percentages. Statistical analysis uses descriptive and t-tests to determine differences in problem solving skill on different genders. The results showed that (1) 37.66% of students’ scientific literacy are on a multidimensional and conceptual scale, while the remaining 62.34% were on a functional, nominal and literacy scale, (2) students' problem-solving skill are in the medium category, and there is no difference in problem-solving skill in males and females (p>.05).
PELATIHAN PENYUSUNAN PETUNJUK PRAKTIKUM: PERSIAPAN UJIAN PRAKTIK BIOLOGI KELAS XII DI SMAN 1 LABUAPI Siti Rabiatul Fajri; Akhmad Sukri; Any Fatmawati; Masiah Masiah; Sapnowandi Sapnowandi
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2019): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.198 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i4.1483

Abstract

Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merancang dan menyusunan petunjuk praktikum dalam rangka persiapan ujian praktik kelas XII. Kegiatan tidak hanya diperuntukkan untuk guru yang mengampu matapelajaran biologi namun juga akan diikuti oleh guru yang mengampu matapelajaran yang akan melaksanakan ujian praktik menjelang Ujian Nasional serta siswa dan siswi kelas XII. Melalui kegiatan ini, diharapkan guru mampu merancang dan menyusun petunjuk praktikum yang dapat difahami dengan mudah oleh siswa. Sehingga kegiatan ujian praktik dapat berjalan lancar dan menghasilkan hasil evaluasi yang baik. Kegiatan dilaksanakan 2 hari (9 Agustus s/d 10 Agustus 2019) di Aula SMAN 1 Labuapi. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi koordinasi kegiatan, persiapan alat dan bahan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan diawali pemberian materi oleh pemateri Dr. Akhmad Sukri, M.Pd mengenai cara pembuatan petunjuk praktikum yang baik dan dapat difahami oleh peserta didik, selanjutnya peserta diberikan tutorial/pelatihan atau simulasi praktikum berbasis digital, dengan tujuan peserta didik dapat melakukan praktikum setiap waktu dan dimana saja. Pada kegiatan pengabdian, peserta pelatihan sangat antusias mengikuti kegiatan hingga kegiatan selesai. Berdasarkan hasil evaluasi sebanyak 88% peserta merasa puas terhadap kegiatan pelatihan dan 12% merasa tidak puas atas terselenggaranya pelatihan.
The Effect of Local Excellence-Based Comic Media on Conceptual Understanding and Environmental Care Attitudes of Islamic Boarding School Students of Different Genders Akhmad Sukri
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 3 (2023): March
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i3.3954

Abstract

Understanding the concept and attitude of environmental care attitudes is necessary for preserving local excellence. This study aims to determine the effect of implementing local excellence-based comic media on the conceptual understanding and environmental care attitude of Islamic boarding school students of a different gender. This research is quasi-experimental, using a one-group pre-test and post-test design. The research was conducted in three Islamic boarding schools, i.e. MTS MT Mamben, SMP IT Putra Ar-Risalah Paok Lombok, and SMP IT Putri Ar-Risalah Paok Lombok, involving 38 female and 30 male students. The research instrument used a test to determine students' conceptual understanding of local excellence and a questionnaire to assess students' environmental care attitudes. Data were analyzed using N-gain, one-way ANOVA, and continued with post hoc tests to determine the effect of implementing comic media in each experimental group. A DIF analysis was carried out on questionnaire items using RASCH to determine students' environmental care attitudes of different genders. The results showed that (a) the implementation of comic media based on local excellence at Islamic boarding schools could increase students' understanding of local excellence (N-gain = 0.44 to 0.60) and increase students' environmental care attitude (N-gain = 0.33 to 0.58), (b) there are differences in concept understanding and environmental care attitude in the experimental group (Sig <.05). These results indicate that there is a relationship between conceptual understanding and students' environmental care attitudes. The higher the conceptual understanding, the higher the students' environmental care attitude, and vice versa, and (c) female students tend to have a better environmental care attitude than male students. However, on the other hand, male students can think logically and rationally, so they tend to care about the causes of damage to local excellence, especially coral reef ecosystems
Kelayakan LKS Berbasis Auditory Intellectually Repetition sebagai Bahan Ajar Alternatif Siswa Maesarah, Emi Wahyuni; Sukri, Akhmad; Fitriani, Herdiyana
Empiricism Journal Vol. 1 No. 1: June 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v1i1.261

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui validitas dan keterbacaan LKS berbasis Auditory Intellectually Repetition (AIR). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan tiga tahap define, desain dan develop. Data penelitian dikumpulkan menggunakan lembar validasi dan angket keterbacaan LKS. Lembar kerja siswa yang telah disusun kemudian divalidasi oleh 3 validator ahli dan dilakukan uji keterbacaan kepada 21 siswa kelas VII. Adapun hasil penelitian pengembangan LKS berbasis Auditory Intellectually Repetition valid digunakan (skor: 3,28 dengan kategori valid), keterbacaan LKS dinyatakan baik (skor: 3,41 dengan kategori baik). Sehingga dapat disimpulkan bahwa LKS berbasis Auditory Intellectually Repetition layak dan dapat digunakan sebagai bahan ajar alternatif siswa.The Eligibility of Auditory Intellectually Repetition-Based Worksheets as Alternative Teaching Materials for StudentsAbstractThe purpose of this study was to determine the validity and legibility of Auditory Intellectually Repetition (AIR) based worksheets. This research is a descriptive quantitative research with three stages i.e define, design and develop. The research data were collected using a validation sheet and a student worksheet readability questionnaire. The student worksheets that had been compiled were then validated by 3 expert validators and readability tests were carried out on 21 class VII students. The results of research on the development of Auditory Intellectually Repetition-based worksheets were valid (score: 3.28 in the valid category), the readability of the worksheets was declared good (score: 3.41 in the good category). So it can be concluded that Auditory Intellectually Repetition-based worksheets was eligible and can be used as alternative teaching materials for students.
Efektivitas Penggunaan Laboratorium IPA Terhadap Pembelajaran Biologi Hidayat, Wahyu; Sukri, Akhmad; Mirawati, Baiq
Empiricism Journal Vol. 4 No. 1: June 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i1.1126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan laboratorium IPA terhadap pembelajaran Biologi di SMAN 1 Lingsar. Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto dengan pendekatan kuantitatif deskriftif. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Lingsar pada semester genap tahun ajaran 2022/2023. Sampel penelitian ini adalah Kepala Laboratoriun dan Siswa kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 sebanyak 50 siswa. Instrunen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penlitian menunjukkan bahwa tingkat keefektifan penggunaan laboratorium IPA terhadap pembelajaran di SMAN 1 Lingsar, menunjukkan hasil bahwa Rerata semua butir pernyataan memiliki persentase sebesar 72,97% dengan kategori cukup baik. Nilai persentase yang masih tergolong cukup tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang berdasarkan hasil wawancara dengan guru biologi di SMAN 1 Lingsar, faktor utama yang menyebabkan kurang efektifnya penggunaan laboratorium IPA di SMAN 1 Lingsar, yakni minimnya laboran sebagai pengelola sarana dan prasarana laboratorium, serta tidak ada pembantu laboran dalam mempersiapkan peralatan yang di butuhkan untuk proses praktikum sehingga menyebabkan guru dan siswa mengalami kendala dalam melakukan praktikum di laboratorium. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan penataan dalam pengelolaan laboratorium guna memaksimalkan proses praktikum yang lebih baik dan maksimal. Effectiveness of the Use of Science Laboratory on Biology Learning Abstract This study aims to determine the effectiveness of using the science laboratory for Biology learning at SMAN 1 Lingsar. This research is an ex post facto research with a descriptive quantitative approach. This research was conducted at SMAN 1 Lingsar in the even semester of the 2022/2023 school year. The sample for this research was the head of the laboratory and students of class XI IPA 1 and XI IPA 2, consisting of 50 students. The instruments used in this study were observation sheets, questionnaires, and documentation. The results of the study show that the level of effectiveness of using the science laboratory for learning at SMAN 1 Lingsar shows that the mean percentage of all statement items is 72.97%, which is in a fairly good category. The percentage value which is still classified as sufficient is influenced by several factors, which are based on the results of interviews with biology teachers at SMAN 1 Lingsar, the main factors causing the ineffective use of the science laboratory at SMAN 1 Lingsar, namely the lack of laboratory assistants as managers of laboratory facilities and infrastructure, and not there are laboratory assistants in preparing the equipment needed for the practicum process, causing teachers and students to experience problems in doing practicum in the laboratory. Based on this, it is necessary to make arrangements in laboratory management in order to maximize the better and maximum practicum process.
Pengembangan Diversifikasi Pangan Melalui Pengolahan Keripik Komak Sebagai Camilan Sehat Dewi, Ika Nurani; Primawati, Sri Nopita; Putra, Guyup Mahardian Dwi; Sukri, Akhmad
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2199

Abstract

Salah satu potensi hasil pertanian lokal di Pulau Lombok adalah kacang komak. Secara ekonomi kacang komak sangat berpotensi sebagai sumber protein nabati. sehingga kacang komak dapat menjadi alternatif substitusi kedelai dalam pembuatan tempe. Namun saat ini, pengolahan  kacang-kacangan menjadi pangan fungsional sebagai sumber protein alternatif dan produk yang   bernilai ekonomi tinggi masih sangat kurang. Permasalahan lainnya yang terjadi di masyarakat (mitra) adalah proses produksi tempe masih tergantung pada pasokan bahan baku kedelai. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah: (1) meningkatkan pengetahuan mitra tentang diversifikasi pangan lokal kacang komak sebagai pengganti kedelai, (2) mengembangkan inovasi produk dengan variasi yang berbeda yaitu keripik tempe komak dan (3) meningkatkan keterampilan dalam menggunakan teknologi pembuatan keripik tempe komak, sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan pada sentra industri tempe di lingkungan Abian Kelurahan Pejeruk Ampenan kota Mataram pada bulan Juli-Oktober 2024. Metode yang digunakan meliputi ceramah dan demonstrasi pelatihan pembuatan tempe komak. Berdasarkan hasil pretest sebesar 17% dan postest sebesar 93% diketahui ada peningkatan  pengetahuan dan pemahaman peserta terkait pengolahan kacang komak. Selain itu, 90% peserta juga menyampaikan minat untuk mengembangkan produk tempe komak lebih lanjut. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan tersebut efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, serta berpotensi mendorong pemberdayaan ekonomi melalui usaha berbasis bahan pangan lokal. Development of Food Diversification Through Processing Komak Chips as a Healthy Snack Abstract One of the potential local agricultural products on Lombok Island is komak beans. Economically, komak beans have great potential as a source of vegetable protein. so that komak beans can be an alternative substitute for soybeans in making tempeh. However, currently, the processing of nuts into functional food as an alternative protein source and product with high economic value is still very lacking. Another problem that occurs in the community (partners) is that the tempeh production process still depends on the supply of soybean raw materials. The objectives of this community service activity are: (1) increasing partners' knowledge about local food diversification of komak beans as a substitute for soybeans, (2) developing product innovation with different variations, namely komak tempe chips and (3) increasing skills in using chip making technology tempe komak, as well as improving community welfare. This activity was carried out at the tempe industrial center in the Abian area, Pejeruk Ampenan subdistrict, Mataram city in July-October 2024. The methods used included lectures and Training demonstrattions on making tempe komak. Based on the pretest resultan of 17% and posttest of 93%, it is known that there has Een an increase in participants in participants knowledge and understanding regarding the procssing of komak nuts. A parit krom that, 90% of pasticipants also expressed Intertest in developing tempe komak Products further. These resultan Shaw that the Training is effective in increasing particioants knowledge and skills, and has the potential to encourage economic empowerment through local Food-based businesses.
Optimizing Students' Critical Thinking Skills Through Conservation-Based Ethno-Inquiry Practical Guide Dewi, Ika Nurani; Sukri, Akhmad; Fajri, Siti Rabiatul; Ayu, Ieke Wulan
Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 18 No. 1 (2025): Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/biosferjpb.50106

Abstract

This study aims to develop and produce a high-quality (valid, practical, and effective) ethno-inquiry practical guide to train students' critical thinking skills. This research is developmental and uses the R&D model. The teaching material developed was applied to 85 students from the Biology Education Department. The analysis of the practical guide's quality was conducted using average validity scores, Cronbach's alpha coefficient, paired t-test, N-gain, and ANOVA tests. The results show that the ethno-inquiry practical guide meets the following criteria: 1) valid based on content and construct validity reviews, 2) practical for use in learning, as indicated by excellent implementation of learning activities, and 3) effective in enhancing students' critical thinking skills with scores ranging from 0.40-0.52 (medium category). Based on student responses, the ethno-inquiry practical guide is categorized as good. This research implies that the practical guide can serve as an innovative solution to improve students' critical thinking skills.
Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Cuci Piring Di Kelurahan Kanigoro Kota Madiun Marheny Lukitasari; Syamsiyatuz Zahroatul Khoirotil U; Akhmad Sukri
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 1: February 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i1.645

Abstract

Limbah rumah tangga seperti minyak jelantah berpotensi merusak lingkungan apabila dibuang tanpa diolah terlebih dahulu. Oleh karena itu perlu ide kreatif dan inovatif yang dapat mengolah minyak jelantah menjadi olahan yang bernilai. Pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci piring yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang inovasi pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci piring, melatih ibu ibu PKK dan sebagai inovasi untuk mengatasi banyaknya volume limbah minyak jelantah di kawasan kelurahan kanigoro, kota madiun. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan sosialisasi dan metode pelatihan pembuatan sabun cuci piring. Langkah kegiatan yang dilaksanakan yaitu; 1) koordinasi persiapan kegiatan, 2) melaksanakan pengabdian pembuatan sabun, dan 3) melakukan pendampingan secara berkelompok. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancar dan tepat waktu. Peserta menunjukan antusiasme cukup tinggi dibuktikan dengan banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan. Kelemahan yang dialami adalah produk sabun cuci yang dihasilkan oleh ibu-ibu PKK belum sempurna. Hal ini hanya dikarenakan peserta cenderung terburu-buru dan hanya membutuhkan kebiasaan saja dalam pelaksanaan kegiatan berikutnya. Processing Waste Cooking Oil into Dish Soap in Kanigoro Village, Madiun City Household waste such as cooking oil has the potential to damage the environment if it is disposed of without processing it first. Therefore, creative and innovative ideas are needed that can process used cooking oil into valuable products. Processing used cooking oil into dish soap aims to increase knowledge about innovations in processing used cooking oil into dish soap, train PKK mothers, and as an innovation to overcome the large volume of used cooking oil waste in the Kanigoro village area, Madiun City. This activity was carried out with a socialization approach and training methods for making dish soap. The steps of the activities are; 1) coordinating the preparation of activities, 2) carrying out soap-making services, and 3) providing group assistance. The results of the implementation of community service activities run smoothly and on time. Participants showed quite high enthusiasm as evidenced by the number of participants who asked questions. The weakness experienced is that the soap products produced by participants are not perfect. This is only because participants tend to be in a hurry and only need habits in the implementation of the next activity
Pelatihan Budidaya Jamur Tiram di Desa Rempek Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara Ismail Efendi; Safnowandi Safnowandi; Siti Rabiatul Fajri; Akhmad Sukri; Sucika Armiani
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1541

Abstract

Jamur tiram merupakan salah satu komoditas pangan yang diminati oleh masyarakat Indonesia. Permintaan jamur tiram terus meningkat setiap tahunnya, sehingga kebutuhannya belum terpenuhi secara maksimal. Masalah yang dihadapi oleh masyarakat ialah kurangnya pemahaman tentang budi daya jamur tiram. Selain itu, masih ada masyarakat yang ingin menambah penghasilan dalam rumah tangga. Solusi yang dapat ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut ialah memberikan pengetahuan tentang budidaya jamur tiram, dan mengarahkan masyarakat untuk menambah penghasilan keluarga dengan budidaya jamur tiram skala rumah tangga. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Materi yang disampaikan dalam pelatihan adalah pengenalan jamur tiram, manfaat, syarat tumbuh, dan cara budidaya jamur tiram. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan langkah sebagai berikut: Penakaran dan pencampuran media tumbuh; Pemeraman media; Pengisian media ke dalam baglog; Sterilisasi baglog; Pendinginan baglog; Inokulasi bibit jamur F3; Inkubasi dan pemindahan baglog ke dalam kumbung; Pemeliharaan; dan Pemanenan. Kegiatan pendampingan sampai dengan panen perdana dilakukan selama 13 minggu dengan rincian dua minggu pembuatan baglog, sterilisasi dan inokulasi bibit ke dalam baglog, delapan minggu inkubasi baglog sampai dengan siap dibuahkan, dua minggu proses pemindahan baglog ke dalam kumbung budi daya sampai siap dipanen, panen perdana jamur tiram hasil budidaya mitra sebanyak 5 kg. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa peserta pelatihan budidaya jamur tiram berhasil melakukan cara budidaya jamur tiram dari proses pembuatan media baglog, inokulasi bibit, pemeliharaan bibit selama diruang inkubasi dan kumbung, serta pemanenan. Dengan keberhasilan pengabdian ini, masyarakat sangat antusias untuk budidaya jamur tiram. Oyster Mushroom Cultivation Training in Rempek Village, Gangga District, North Lombok Regency Oyster mushrooms are one of the food commodities that are in demand by Indonesian people. Demand for oyster mushrooms continues to increase every year, so their needs have not been met optimally. The problem faced by the community is a lack of understanding about oyster mushroom cultivation. Apart from that, there are still community who want to increase their household income. The solution that can be offered to solve this problem is to provide knowledge about oyster mushroom cultivation, and direct people to increase their family income by cultivating oyster mushrooms on a household scale. The service activities had been carried out through four stages, namely preparation, implementation, monitoring and evaluation. The material presented in the training is an introduction to oyster mushrooms, benefits, growing conditions, and how to cultivate oyster mushrooms. Training activities are carried out with the following steps: Dosing and mixing the growing media; Media screening; Filling media into baglog; Baglog sterilization; Baglog cooling; Inoculation of F3 fungal seeds; Incubation and transfer of baglog into kumbung; Maintenance; and Harvesting. Assistance activities up to the first harvest are carried out for 13 weeks, with details of two weeks of baglog making, sterilization and inoculation of seeds into baglog, eight weeks of incubation of baglog until it is ready to be fruit, two weeks of the process of transferring baglog into cultivation kumbung until it is ready to be harvested, first harvest 5 kg of partner-cultivated oyster mushrooms. The results of community service show that participants in the oyster mushroom cultivation training were successful in cultivating oyster mushrooms from the process of making baglog media, inoculating seeds, maintaining seeds during incubation and kumbung rooms, as well as harvesting. With the success of this service, the community is very enthusiastic about cultivating oyster mushrooms. 
Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos Menggunakan Teknologi EM4 di Desa Kidang Kabupaten Lombok Tengah Siti Rabiatul Fajri; Farida Fitriani; Titi Laily Hajiriah; Sucika Armiani; Akhmad Sukri
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 1 No. 1 (2020): May
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v1i1.2547

Abstract

This community service activity aims to improve the ability of the people of Kidang Village in making compost using EM4 technology. This activity is intended for farmer groups, village heads and youth clubs. The method of implementing this service includes the coordination of activities, preparation of tools and materials, implementation and demonstration. This activity is carried out by providing material and how to make compost with EM4 technology. Next is the demonstration using the tools and materials provided previously. In this activity, the training participants were very enthusiastic in participating in the activity until it was finished. There is a positive response so that the activities are held in each hamlet. It is hoped that the delivery of material can be obtained thoroughly by all the people of Kidang Village. In addition, activities like this can be continued to the mass production stage, so that in the future it is expected that Kidang Village has its own fertilizer products that can be traded to increase the income of its people.
Co-Authors . Kholik Abdul Gofur Agus Muji Santoso Amirudin Amirudi Any Fatmawati Aris Winaya Ayudya Lestari Baiq Asma Nufida Baiq Rika Ayu Febrilia Baiq Yulia Pidiawati Bq. Muli Harisanti Bq. Sri Wahyuni Dharmawibawa, Iwan Doddy Dira Permana Elly Purwanti Emi Wahyuni Maesarah Farida Fitriani Fitriani, Herdiyana Gito Hadi Prayitno Gito Hadi Prayitno, Gito Hadi Gito Hadiprayitno Gito Hadiprayitno Guyup Mahardhian Dwi Putra Hadi Gunawan Sakti I Ketut Sukarma Ieke Wulan Ayu Ika Nurani Dewi Indah Purnamasari Indah Purnamasari Ismail Efendi Jannah, Husnul Jeffry Handhika Jono Irawan Kusmiyati Kusmiyati Kusmiyati Kusmiyati Maesarah, Emi Wahyuni Marheny Lukitasari Marheny Lukitasari Marheny Lukitasari Marheny Lukitasari Mariyam Al Haddar Masiah Masiah Masiah, Masiah Mirawati, Baiq Mohamad Amin Munawer Pradana Nissa, Ita Chairun Nofisulastri, Nofisulastri Nova Kurnia Nur Lestari Nurul Bahiyah Abd Wahid Poppy Rahmatika Primandiri Pradana, Munawer Primawati, Sri Nopita Priyatmoko Rasyidin Rasyidin Riwu, Katty Hendriana Priscillia Rizka, Muhammad Arief Rusdi Hasan Safnowandi Safnowandi Saidil Mursali Salman Al Farisi Sapnowandi Sapnowandi Septiana Dwi Utami Silvia Okki Novita Rinda Siti Nofiani Ulfa siti rabiatul fajri, siti rabiatul Siti Ramdiah Sri Nopita Primawati Sri Utami Sri Utami Subagio Subagio Subagio Subagio, Subagio SUCIKA ARMIANI, SUCIKA Suharti Suharti Sukardi Sukardi Sutarto Sutarto Syamsiyatuz Zahroatul Khoirotil U Titi Laily Hajiriah Titi Laily Hajiriah Usman Usman Usman Usman Wahyu Hidayat Wahyuni, Bq. Sri Wildan Wildan