Claim Missing Document
Check
Articles

Antibacterial Activity and Fractional Antibiofilm Black Mulberry Leaf (Morus Nigra. L) against Bacterial Staphylococcus Aureus ATCC 25923 Niva, Oktiva Cheria Kairul; Rahmawati, Ismi; Indrayati, Ana
Formosa Journal of Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 9 (2024): September 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjmr.v3i9.11213

Abstract

The purpose of this study is to determine the antibacterial activity of extracts and fractions against S. aureus bacteria, the most active fraction of black mulberry leaves has antibiofilm activity against S. aureus bacteria, the most active fraction is located in the cell membrane wall  of S. aureus bacteria. The leakage of K+ metal ions and Ca2+ was carried out using the AAS  method and the morphology  of S. aureus  bacterial colonies was observed using the SEM method. The test result of the concentration inhibition % of 12.5 mg/ml had the highest average percentage, which was 40.01. The average IC50 value of inhibition is 24.57. The biofilm degradation test had with an average of 34.98. EC50 value 48.98.
ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS FIBRINOLITIK EKSTRAK ENZIM FIBRINOLITIK BAKTERI YANG BERASAL DARI LIMBAH CAIR RUMAH PEMOTONGAN AYAM (RPA) DI KARANGANYAR Permatasari, Ensa Ayu; Indrayati, Ana; Kurniasari, Fitri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.24140

Abstract

Penumpukan fibrin berlebihan mengakibatkan thrombosis yang menyebabkan kelainan miokard serta penyakit kardiovaskular lain. Enzim fibrinolitik merupakan golongan enzim protease yang bekerja memecah fibrin. Enzim fibrinolitik dari mikroba dipilih sebagai alternatif yang lebih aman dan efektif untuk terapi trombolitik. Tujuan penelitian ini mengetahui bakteri yang diduga berpotensi sebagai agen fibrinolitik dan jenis bakteri yang mempunyai aktivitas enzim fibrinolitik tertinggi. Penelitian ini menggunakan sampel limbah cair industri RPA di Karanganyar. Penelitian ini diawali pengambilan sampel, isolasi bakteri, uji aktivitas proteolitik, pemurnian bakteri, identifikasi bakteri pewarnaan gram serta uji biokimia, ekstraksi enzim, pemurnian ekstrak kasar enzim, uji aktivitas fibrinolitik metode Clot lysis, dan identifikasi secara molekuler berdasarkan sekuens gen 16S rRNA yang dibandingkan dengan data base National Centre for Biotechnology Information (NCBI) menggunakan Basic Local Alignment Search Tool (BLAST). Hasil uji proteolitik menghasilkan 4 koloni bakteri yang memiliki aktivitas proteolitik pada media SMA. Hasil identifikasi pewarnaan Gram menunjukan isolat bakteri 2, 5, 11 adalah Gram positif, sedangkan isolat bakteri 7 adalah Gram negatif. dan uji biokimia menujukkan hasil yang bervariasi pada tiap isolat bakteri. Isolat RPA 7 menghasilkan persentase lisis terbesar dengan rata-rata nilai persentase lisis konsentrasi 20%, 40%, dan 80% secara berturut-turut adalah 6,42%; 30,57%; dan 55,13%. Berdasarkan hasil sekuensing yang dibandingkan dengan data base NCBI menggunakan BLAST isolat RPA 7 merupakan bakteri Morganella morganii.
Fraction Activities Rosella Flower (Hibiscus Sabdariffa L) as an Antibacterial and Antibiofilm Escherichia Coli ATCC 25922 Ratna Ika Yusuf; Ana Indrayati; Ismi Rahmawati
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 4 No. 8 (2024): August 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v4i8.11133

Abstract

Rosella flowers (Hibiscus sabdariffa L) contain alkaloid, flavonoid, saponin and tannin compounds. The compounds contained in rosella flowers have activity as antibacterial and antibiofilm. Biofilm is the ability of microorganisms that stick to the surface of objects and form a matrix. This study aims to antibacterial and biofilm activity in the form of inhibition of biofilm formation and biofilm degradation of E.coli bacteria. Rosella flowers were extracted using maceration method with 96% ethanol solvent. The thick extract was then fractionated with n-hexane, ethyl acetate and water solvents. Antibacterial activity test using diffusion and dilution methods followed by observation of cell wall and membrane damage using SEM and ion leakage with AAS. Biofilm activity test was conducted using a microplate device and readings were taken at a wavelength of 595 nm. The absorbance results of the inhibition percentage to determine the IC50 and EC50 values. The average IC50 values of biofilm formation inhibition test on extract, n-hexane fraction, ethyl acetate fraction and water fraction against E. coli bacteria are 1.059; 1.070; 0.921; 0.863. The EC50 values of biofilm degradation test on extract, n-hexane fraction, ethyl The minimum killing concentration value of rosella flower water fraction against E. coli is 25 mg/ml. the effect of the active fraction of rosella flower on E. coli bacteria is on the cell wall and cell membrane
Uji Sitotoksik Ekstrak dan Fraksi Daun Dollu (Dodonaea viscosa Jacq.) terhadap Sel Kanker Payudara T47D serta Ekspresi Protein p53 dan Bcl-2 Susilowati, Rizka Agustine; Sunarni, Titik; Indrayati, Ana
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.837

Abstract

Kanker payudara merupakan penyebab utama kematian akibat kanker di dunia, dengan lebih dari 396.000 kasus per tahun. Tanaman Dollu (Dodonaea viscosa Jacq) diketahui memiliki sifat antibakteri, namun potensinya sebagai agen antikanker belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas sitotoksik ekstrak dan fraksi daun Dollu terhadap sel kanker T47D, menilai selektivitasnya, dan menyelidiki efeknya terhadap ekspresi protein p53 dan Bcl-2 pada sel kanker tersebut. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% selama tiga hari. Ekstrak dan fraksi yang dihasilkan (etanol, air, etil asetat, dan n-heksan) dianalisis untuk senyawa kimia, termasuk flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, steroid, dan terpenoid. Uji sitotoksik dilakukan menggunakan metode MTT, diikuti dengan uji selektivitas, dan ekspresi protein p53 serta Bcl-2 dianalisis menggunakan imunositokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi air menunjukkan aktivitas sitotoksik paling efektif dengan nilai IC50 139,84 ± 13 µg/mL. Ekstrak dan fraksi menunjukkan nilai selektivitas >2. Selain itu, fraksi air secara signifikan meningkatkan ekspresi protein p53 dengan nilai EC50 44,41 ± 7,09 µg/mL, yang menunjukkan hasil signifikan pada uji ANOVA (nilai p 0,000 < 0,05). Sebaliknya, fraksi air secara signifikan menurunkan ekspresi Bcl-2 dengan nilai EC50 193,22 ± 20,99 µg/mL, yang menunjukkan hasil signifikan pada uji Kruskal-Wallis (nilai p 0,022 < 0,05).
Pengaruh Konsentrasi, Suhu dan Waktu Fermentasi Kombucha Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Terhadap Aktivitas Antibakteri Escherichia coli Triyani, Triyani; Rahmawati, Ismi; Indrayati, Ana
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.978

Abstract

Kombucha menggunakan kultur simbiotik (SCOBY) memiliki aktivitas antibakteri. Fermentasi kombucha dipengaruhi konsentrasi, suhu dan waktu untuk mendapatkan produk metabolit. Bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) mengandung senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh suhu, waktu dan konsentrasi fermentasi kombucha rosella terhadap aktivitas antibakteri E. coli. Fermentasi kombucha rosella dilakukan dengan variasi konsentrasi 30, 40, dan 50%, suhu fermentasi 25, 4, dan 37°C, dan lama fermentasi 7, 14, dan 21 hari. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram dan dilusi. Pengamatan kebocoran ion dilakukan dengan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan pengaruh konsentrasi, suhu dan waktu, terhadap ketebalan SCOBY. Semakin tinggi konsentrasi, suhu dan waktu makin tebal SCOBY, hasil konsentrasi 50%, suhu 37°C dan waktu 21 hari menghasilkan ketebalan SCOBY 1,3 cm. Pengaruh konsentrasi, suhu dan waktu, terhadap pH dan % total asam. Semakin tinggi konsentrasi, suhu dan waktu makin tebal asam dan jumlah total asam makin meningkat. Pengaruh konsentrasi, suhu dan waktu, fermentasi kombucha rosella terhadap aktivitas antibakteri E. coli menunjukkan semua hasil fermentasi berbeda secara signifikan dengan kontrol negatif. Kombucha yang difermentasi dengan konsentrasi 50% pada suhu 37°C selama 21 hari memiliki perbedaan signifikan dibanding kelompok lain dalam menghambat E. coli dengan nilai Sig. (p-value) < 0,05. Hasil uji aktivitas antibakteri kombucha uji teraktif pada fermentasi dengan konsentrasi 50%, suhu 37C, hari ke-21 zona hambat sebesar 16,7 ± 0,10 mm. Konsentrasi Bunuh Minimal kombucha rosella pada konsentrasi 25%. Hasil AAS membuktikan adanya kebocoran membran sel dengan peningkatan ion K? dan Ca²? dibandingkan tanpa perlakuan.
UJI AKTIVITAS FIBRINOLITIK EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L) DENGAN METODE CLOT LYSIS Apriyana; Ana Indrayati; Fitri Kurniasari
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1254

Abstract

Ketidakseimbangan sistem hemostasis dapat memicu pembentukan bekuan fibrin yang dapat menyumbat pembuluh darah berisiko menyebabkan gangguan sirkulasi. Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi untuk meningkatkan plasminogen menjadi plasmin enzim utama dalam proses fibrinolisis yang berperan memecah fibrin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fibrinolitik dari ekstrak etanol dan fraksi daun belimbing wuluh n-heksana, etil asetat, dan air menggunakan metode clot lysis. Daun belimbing wuluh dilakukan determinasi, diolah hingga menjadi serbuk. Penetapan susut pengeringan serbuk, ekstraksi serbuk dengan etanol 96%, penetapan kadar air ekstrak. Fraksinasi ekstrak dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan air. Identifikasi senyawa kimia kromatografi lapis tipis. Uji fibrinolitik menggunakan metode clot lysis sampel darah kelinci dengan kontrol positif nattokinase dan kontrol negatif aquadest 1% tween, ekstrak etanol dan fraksi dibuat variasi konsentrasi 10, 20, dan 30 mg/ml. Pengujian fibrinolitik dengan metode clot lysis variasi konsentrasi 10, 20, dan 30mg/ml ekstrak dan fraksiSenyawa yang diduga memiliki aktivitas fibrinolitik yaitu flavonoid, saponin dan minyak atsiri. Hasil uji menunjukkan aktivitas tertinggi fraksi etil asetat konsentrasi 30mg/ml yaitu 89,72%. Hasil analisis data SPSS (Statistical Package For The Social Science) uji Post-Hoc Tukey menghasilkan fraksi etil asetat 30mg/ml memiliki aktivitas fibrinolitik yang tinggi karena berada pada subset yang sama dengan kontrol positif dan nilai yang didapatkan tidak berada jauh yaitu sebesar 96,54%. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) serta fraksi n-heksan, etil asetat, dan air, seluruhnya menunjukkan kemampuan fibrinolitik.
The Potential Of Superoxide Dismutase Enzyme From Tomato Fruit (Solanum Lycopersicum) To Repair Collagen Damage In 3t3 Fibroblast Cells Exposed To Ultraviolet A Radiation Rosliana Patandung; Ana Indrayati; Jason Merari P
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 6 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i6.1471

Abstract

UV A radiation can cause photoaging to the skin which is show by a decrease in the amount of collagen and death of fibroblast cell. This study aimed to determine the SOD enzyme activity of tomatoes (Solanum lycopersycum Mill.) influences the increase of viability of fibroblast cell and deposition of collagen. The study design used a completely randomized design (CRD) with 11 treatments and 3 repetitions. The procedures of this study include: (1) extracting SOD enzymes (2) making bradford reagents (3) making standard protein solutions (4) measuring total protein content (5) testing the antioxidant activity of SOD enzymes (6) preparing 3T3 fibroblast cells (7) Cell exposure 3T3 fibroblasts with UV A rays (8) preparation of tomato SOD enzyme stock solutions (9) determination of cell viability and collagen deposition. Data analized by normality test, homogeneity test, one way ANOVA test, tuckey test and dunnet test. The results of SOD enzyme activity showed the highest percent inhibition was 77.83%. Highest value of percent viability of fibroblast cells that were exposed to UV A rays after given 90% SOD enzyme treatment was 233.00% and collagen deposition was 157.67%. The results showed that variations in the SOD enzyme concentration of tomatoes had a significant effect on cell viability and collagen deposition in fibroblast cells. with a value of sig = 0,000 (p <α). Based on the result, we can concluded that SOD enzyme from tomatoe fruit show significant activity as anti-photoaging.
Freeze-Dried Phycocyanin Microcapsules: Effect of Maltodextrin-Soy Protein Ratios on Encapsulation Efficiency and Particle Properties Siti Aisiyah; Ira Juliani Anwar; Dian Marlina; Ana Indrayati; Desi Purwaningsih
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 8 No. 3 (2026): May - July
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v8i3.2759

Abstract

Natural pigments such as phycocyanin are highly sensitive to environmental conditions and therefore require stabilization to broaden their applications in functional products. This study aimed to evaluate the effect of varying ratios of maltodextrin and soy protein isolate (SPI) on the physical properties and encapsulation performance of freeze-dried phycocyanin microcapsules. Phycocyanin was extracted using phosphate buffer and encapsulated in three formulations with different maltodextrin–SPI proportions. The obtained microcapsules were characterized using UV–Vis spectrophotometry and particle size analysis (PSA) to determine encapsulation efficiency (EE), yield, moisture content, purity index, and particle size distribution. All experiments were performed in triplicate (n = 3), and data were analyzed using one-way ANOVA (p < 0.05). The formulation with a higher proportion of maltodextrin exhibited the best performance, achieving high EE (≈96%), low moisture content, and uniform particle size. These findings highlight that optimizing biopolymer combinations can enhance the quality and stability of phycocyanin microcapsules, demonstrating potential applications in functional food and pharmaceutical formulations.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI MELANIN HASIL ISOLASI DARI EKSTRAK JAMUR KUPING (Auricularia auricula-judae) TERHADAP Escherichia coli dan Stapylococcus aureus Laelatunisa, Khumaira Nur; Indrayati, Ana; Turahman, Taufik
EduNaturalia: Jurnal Biologi dan Kependidikan Biologi Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resistensi bakteri terhadap antibiotik sintetis menjadi salah satu tantangan serius dalam bidang kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif antibiotik alami yang efektif dan aman. Jamur kuping (Auricularia auricula-judae) diketahui mengandung pigmen melanin yang berpotensi sebagai agen antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri melanin hasil isolasi dari ekstrak jamur kuping terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.Isolasi melanin dilakukan dengan metode maserasi menggunakan larutan natrium hidroksida (NaOH) 1 M, dilanjutkan presipitasi menggunakan asam klorida (HCl) 2 M, serta proses pencucian dan pengeringan. Karakterisasi melanin dilakukan dengan spektroskopi FTIR. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi melanin 0,01 g/mL; 0,02 g/mL; dan 0,03 g/mL. Amoksisilin digunakan sebagai kontrol positif dan dimetil sulfoksida (DMSO) 1% sebagai kontrol negatif. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan adanya puncak serapan khas pada daerah 3309–3408 cm⁻¹ (gugus –OH dan –NH), 1635 cm⁻¹ (C=C aromatik), serta 1400 cm⁻¹ (C–N), yang menandakan struktur polimer aromatik khas melanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melanin jamur kuping memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus. Variasi konsentrasi melanin berpengaruh signifikan terhadap diameter zona hambat, dengan konsentrasi 0,02 g/mL memberikan aktivitas antibakteri paling optimal. S. aureus menunjukkan sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan E. coli, namun perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Berdasarkan hasil tersebut, melanin jamur kuping berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami berspektrum luas.Kata kunci: melanin, Auricularia auricula-judae, antibakteri, Escherichia coli, Staphylococcus aureus
Aktivitas Enzim Superoksida Dismutase (SOD) dalam Ekstrak Bayam Hijau (Amaranthus hybridus L.) Dengan Metode Water Soluble Tetrazolium Salt-1 Annisa Nurdinia Sari; Ana Indrayati; Vivin Nopianti
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.13209

Abstract

Radikal bebas merupakan molekul, atom atau gugus yang memiliki elektron tidak berpasangan dalam orbital atomnya. Superoksida dismutase (SOD) merupakan metaloenzim yang mengkatalisis reduksi radikal anion superoksida (O₂) menjadi hidrogen peroksida (H₂O₂) dan oksigen (O₂). Salah satu tanaman yang memiliki SOD adalah bayam hijau (Amaranthus hybridus L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein total dan persen inhibisi ekstrak kasar SOD bayam hijau pada konsentrasi presipitasi amonium sulfat 25, 50, 75, 100% serta mengetahui nilai persen inhibisi dari konsentrasi presipitasi amonium sulfat yang optimum. Tahapan penelitian diawali dengan determinasi tanaman  dan  pengambilan sampel bayam hijau. Ekstraksi enzim SOD dengan cara diblender dalam larutan PBS dan disentrifugasi. Pemurnian enzim SOD dengan metode presipitasi amonium sulfat. Penetapan kadar protein total ekstrak enzim SOD dengan metode Lowry. Pengukuran aktivitas SOD dilakukan dengan cara mengukur nilai persen inhibisi menggunakan Superoksida Dismutase Activity Assay Kit WST-1. Hasil penelitian ini menunjukan ekstrak kasar SOD memiliki kadar protein total sebesar 7,77 mg/ml dan kadar protein total presisipitasi amonium sulfat secara berturut-turut nilainya 2,54; 3,28; 4,55; dan 9,11 mg/ml. Nilai persen inhibisi ekstrak kasar sebesar 71,66 %; presipitasi amonium sulfat berturut-turut 29,99; 66,66; 72,22; dan 74,99 % dengan nilai persen inhibisi konsentrasi yang optimum adalah konsentrasi 100 %.
Co-Authors Agus Supriadi Annisa Nurdinia Sari Apriani, Dwi Wulan Apriyana Ardina, Duanty Indi Choirul Huda DEBBIE SOEFIE RETNONINGRUM Desi Purwaningsih Desi Purwaningsih Elfahmi . Elfahmi Elfahmi, Elfahmi Endang Sri Rejeki Fachry Abda El Rahman Fransiska Leviana Ghani Nurfiana Fadma Sari H. Harapan Harapan H, Harapan Hervina Warninghiyun I. Ichsan Ichsan I, Ichsan Ika Purwidyaningrum Ilham Kuncahyo, Ilham Ira Juliani Anwar Ismi Rahmawati Ismi Rahmawati Isna Jati Asiya Jason Merari Peranginangin Jeny Suci Anggraini, Aliffia Kurniasari, Fitri Laelatunisa, Khumaira Nur LARAS AJENG PITAYU Lukito Mindi Cahyo M. Andi Chandra M. Andi Chandra Mandasari, Mitha Oktavia Mario Hendrik Refwalu Marlina, Dian Mimiek Murrukmihadi Mustika Endah Pratiwi Nadea Sherly Widya Putri Nadea Niswah, Sukma Uswatun Niva, Oktiva Cheria Kairul Nurfitriyawatie Nurfitriyawatie Nurfitriyawatie Nurhayati Nurul Pamungkas, Bayu Aji Permatasari, Ensa Ayu Pinesti, Arum Pramukantoro, Ganet Eko Pratiwi, Yunia Pudiastuti RSP Puspitasari, Ismi Putri, Seprina Ratna Ika Yusuf Rendati, Hema Novita Reslely Harjanti Rini Setyowati Rizal Maarif R. Rizal Maarif Rukmana, Rizal Maarif Rizky Bimantara HA Rosliana Patandung Senja, Salsadella Juwita Siti Aisiyah Sukmadaja Asyarie Susilowati, Rizka Agustine Tita Novarini Titik Sunarni Tri Suciati Triyani Triyani Turahman, Taufik VALENTINA YURINA Vivin Nopianti W. Wienands Wienands W, Wienands Wiwi Kusumasari Wiwin Herdwiani Wulandari, Destik Yahya Febrianto Zahra, Iklila Zulfah, Khairina