Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIJAMUR FRAKSI KAYU SECANG TERHADAP Candida albicans DAN BIOAUTOGRAFI: Indonesia Senja, Salsadella Juwita; Indrayati, Ana; Harjanti, Reslely
Jurnal Buana Farma Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v5i3.1415

Abstract

Sappan (Caesalpinia sappan L.) is a plant of the Caesalpiniaceae family that is used for traditional medicine. Utilized Secang (Caesalpinia sappan L.) is a plant from the Caesalpiniaceae family whose wood has long been used in traditional medicine and contains compounds such as brazilin, flavonoids, saponins, propane, tannins, and terpenoids with potential antifungal activity. Fungal infections, particularly Candida albicans, remain common health problems, and although antifungal drugs such as fluconazole are widely used, resistance cases continue to increase. This study aimed to evaluate the antifungal activity of secang wood extract and its fractions against C. albicans and to identify the most active compound group using thin-layer chromatography (TLC) bioautography. Secang wood was extracted by maceration with 96% ethanol and fractionated with n-hexane, ethyl acetate, and water, followed by antifungal testing using the paper disc diffusion method at concentrations of 6%, 9%, and 12%, with fluconazole as a positive control and 3% DMSO as a negative control. Data were analyzed using two-way ANOVA and showed normal distribution (Sig > 0.05). The results demonstrated that the extract, n-hexane fraction, ethyl acetate fraction, and water fraction inhibited the growth of C. albicans, with the water fraction at 12% producing the largest inhibition zone of 16.19 mm, categorized as strong activity. TLC bioautography of the water fraction revealed the presence of tannins as active compounds responsible for antifungal activity.
UJI AKTIVITAS FIBRINOLITIK EKSTRAK ENZIM TEMPE GEMBUS DENGAN METODE CLOT LYSIS SECARA IN VITRO Jeny Suci Anggraini, Aliffia; Ana Indrayati; Endang Sri Rejeki
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1187

Abstract

Aktivitas fibrinolitik merupakan proses pemecahan fibrin yang berperan penting dalam mencegah dan mengatasi pembentukan bekuan darah berlebih. Tempe gembus adalah hasil fermentasi dari sisa pembuatan tahu oleh mikroorganisme Rhizopus sp., diketahui masih mengandung protein yang berpotensi sebagai agen fibrinolitik alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein ekstrak enzim tempe gembus, menguji potensi aktivitas fibrinolitik, serta menentukan konsentrasi optimum dalam melisiskan bekuan darah secara in vitro menggunakan metode clot lysis. Pengambilan sampel dilakukan secara acak, kemudian dilakukan identifikasi gen pada tempe gembus dengan NCBI dan ClustalW. Tempe gembus yang didapat kemudian diekstraksi menggunakan buffer fosfat, dilanjutkan dengan pemurnian menggunakan ammonium sulfat 80%. Hasil ekstraksi digunakan untuk pengukuran kadar protein dengan metode Lowry. Pengujian aktivitas fibrinolitik dengan variasi konsentrasi 15%, 25%, 50%, dan 100% pada sampel dilakukan sebelum dan sesudah pemurnian. Nattokinase digunakan sebagai kontrol positif dan buffer fosfat sebagai kontrol negatif. Pengamatan lisis dengan metode clot lysis. Selanjutnya hasil clot lysis dianalisis menggunakan ANOVA pada aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar protein dalam ekstrak enzim tempe gembus menggunakan metode Lowry pada sampel sebelum pemurnian diperoleh 40,02µg/mL dan setelah pemurnian diperoleh 104,27 µg/mL. Persentase lisis bekuan darah yang optimum pada konsentrasi 100% dari sampel, dan setelah pemurnian sebesar 57%, yang berpotensi sebagai obat fibrinolitik secara in vitro.
Antibacterial Activity and Fractional Antibiofilm Black Mulberry Leaf (Morus Nigra. L) against Bacterial Staphylococcus Aureus ATCC 25923 Niva, Oktiva Cheria Kairul; Rahmawati, Ismi; Indrayati, Ana
Formosa Journal of Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 9 (2024): September 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjmr.v3i9.11213

Abstract

The purpose of this study is to determine the antibacterial activity of extracts and fractions against S. aureus bacteria, the most active fraction of black mulberry leaves has antibiofilm activity against S. aureus bacteria, the most active fraction is located in the cell membrane wall  of S. aureus bacteria. The leakage of K+ metal ions and Ca2+ was carried out using the AAS  method and the morphology  of S. aureus  bacterial colonies was observed using the SEM method. The test result of the concentration inhibition % of 12.5 mg/ml had the highest average percentage, which was 40.01. The average IC50 value of inhibition is 24.57. The biofilm degradation test had with an average of 34.98. EC50 value 48.98.
ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS FIBRINOLITIK EKSTRAK ENZIM FIBRINOLITIK BAKTERI YANG BERASAL DARI LIMBAH CAIR RUMAH PEMOTONGAN AYAM (RPA) DI KARANGANYAR Permatasari, Ensa Ayu; Indrayati, Ana; Kurniasari, Fitri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.24140

Abstract

Penumpukan fibrin berlebihan mengakibatkan thrombosis yang menyebabkan kelainan miokard serta penyakit kardiovaskular lain. Enzim fibrinolitik merupakan golongan enzim protease yang bekerja memecah fibrin. Enzim fibrinolitik dari mikroba dipilih sebagai alternatif yang lebih aman dan efektif untuk terapi trombolitik. Tujuan penelitian ini mengetahui bakteri yang diduga berpotensi sebagai agen fibrinolitik dan jenis bakteri yang mempunyai aktivitas enzim fibrinolitik tertinggi. Penelitian ini menggunakan sampel limbah cair industri RPA di Karanganyar. Penelitian ini diawali pengambilan sampel, isolasi bakteri, uji aktivitas proteolitik, pemurnian bakteri, identifikasi bakteri pewarnaan gram serta uji biokimia, ekstraksi enzim, pemurnian ekstrak kasar enzim, uji aktivitas fibrinolitik metode Clot lysis, dan identifikasi secara molekuler berdasarkan sekuens gen 16S rRNA yang dibandingkan dengan data base National Centre for Biotechnology Information (NCBI) menggunakan Basic Local Alignment Search Tool (BLAST). Hasil uji proteolitik menghasilkan 4 koloni bakteri yang memiliki aktivitas proteolitik pada media SMA. Hasil identifikasi pewarnaan Gram menunjukan isolat bakteri 2, 5, 11 adalah Gram positif, sedangkan isolat bakteri 7 adalah Gram negatif. dan uji biokimia menujukkan hasil yang bervariasi pada tiap isolat bakteri. Isolat RPA 7 menghasilkan persentase lisis terbesar dengan rata-rata nilai persentase lisis konsentrasi 20%, 40%, dan 80% secara berturut-turut adalah 6,42%; 30,57%; dan 55,13%. Berdasarkan hasil sekuensing yang dibandingkan dengan data base NCBI menggunakan BLAST isolat RPA 7 merupakan bakteri Morganella morganii.
The Potential Of Superoxide Dismutase Enzyme From Tomato Fruit (Solanum Lycopersicum) To Repair Collagen Damage In 3t3 Fibroblast Cells Exposed To Ultraviolet A Radiation Patandung, Rosliana; Indrayati, Ana; Merari P, Jason
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 6 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i6.1471

Abstract

UV A radiation can cause photoaging to the skin which is show by a decrease in the amount of collagen and death of fibroblast cell. This study aimed to determine the SOD enzyme activity of tomatoes (Solanum lycopersycum Mill.) influences the increase of viability of fibroblast cell and deposition of collagen. The study design used a completely randomized design (CRD) with 11 treatments and 3 repetitions. The procedures of this study include: (1) extracting SOD enzymes (2) making bradford reagents (3) making standard protein solutions (4) measuring total protein content (5) testing the antioxidant activity of SOD enzymes (6) preparing 3T3 fibroblast cells (7) Cell exposure 3T3 fibroblasts with UV A rays (8) preparation of tomato SOD enzyme stock solutions (9) determination of cell viability and collagen deposition. Data analized by normality test, homogeneity test, one way ANOVA test, tuckey test and dunnet test. The results of SOD enzyme activity showed the highest percent inhibition was 77.83%. Highest value of percent viability of fibroblast cells that were exposed to UV A rays after given 90% SOD enzyme treatment was 233.00% and collagen deposition was 157.67%. The results showed that variations in the SOD enzyme concentration of tomatoes had a significant effect on cell viability and collagen deposition in fibroblast cells. with a value of sig = 0,000 (p <α). Based on the result, we can concluded that SOD enzyme from tomatoe fruit show significant activity as anti-photoaging.
Aktivitas Enzim Superoksida Dismutase (SOD) dalam Ekstrak Bayam Hijau (Amaranthus hybridus L.) Dengan Metode Water Soluble Tetrazolium Salt-1 Sari, Annisa Nurdinia; Indrayati, Ana; Nopianti, Vivin
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.13209

Abstract

Radikal bebas merupakan molekul, atom atau gugus yang memiliki elektron tidak berpasangan dalam orbital atomnya. Superoksida dismutase (SOD) merupakan metaloenzim yang mengkatalisis reduksi radikal anion superoksida (O₂) menjadi hidrogen peroksida (H₂O₂) dan oksigen (O₂). Salah satu tanaman yang memiliki SOD adalah bayam hijau (Amaranthus hybridus L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein total dan persen inhibisi ekstrak kasar SOD bayam hijau pada konsentrasi presipitasi amonium sulfat 25, 50, 75, 100% serta mengetahui nilai persen inhibisi dari konsentrasi presipitasi amonium sulfat yang optimum. Tahapan penelitian diawali dengan determinasi tanaman  dan  pengambilan sampel bayam hijau. Ekstraksi enzim SOD dengan cara diblender dalam larutan PBS dan disentrifugasi. Pemurnian enzim SOD dengan metode presipitasi amonium sulfat. Penetapan kadar protein total ekstrak enzim SOD dengan metode Lowry. Pengukuran aktivitas SOD dilakukan dengan cara mengukur nilai persen inhibisi menggunakan Superoksida Dismutase Activity Assay Kit WST-1. Hasil penelitian ini menunjukan ekstrak kasar SOD memiliki kadar protein total sebesar 7,77 mg/ml dan kadar protein total presisipitasi amonium sulfat secara berturut-turut nilainya 2,54; 3,28; 4,55; dan 9,11 mg/ml. Nilai persen inhibisi ekstrak kasar sebesar 71,66 %; presipitasi amonium sulfat berturut-turut 29,99; 66,66; 72,22; dan 74,99 % dengan nilai persen inhibisi konsentrasi yang optimum adalah konsentrasi 100 %.
Pengaruh Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Beluntas (Pluchea indica Less.) dan Daun Sukun (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 Setyowati, Rini; Indrayati, Ana; Sari, Ghani Nurfiana Fadma
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.17285

Abstract

Indonesians are frequently afflicted with infectious diseases caused by the Staphylococcus aureus bacteria. Beluntas and breadfruit leaves contain flavonoids, saponins, alkaloids, and tannins which have potential as antibacterials. This research seeks to the impact of mixing ethanol extracts of breadfruit and beluntas leaves on S. aureus ATCC 25923. Powder were macerated using 96% ethanol followed by identification of the compound class. Single extracts were examined for dilution to acquire effective concentrations before being mixed with concentration ratios of 1:1, 1:2, and 2:1. The extracts combination was tested using the disc diffusion method, and the combination effect was tested using the paper tape method. The results demonstrated that the beluntas and breadfruit leaf extracts had MBC value of 12.5% and 6.25%. The most effective extract combination was at a concentration ratio of 2:1, with an average diameter of the inhibition zone of 20.72 mm, while the ratios of 1:1 and 1:2 were only 17.78 and 18.15 mm, respectively. The combination effect of extracts is synergistic
Fraction Activities Rosella Flower (Hibiscus Sabdariffa L) as an Antibacterial and Antibiofilm Escherichia Coli ATCC 25922 Ratna Ika Yusuf; Ana Indrayati; Ismi Rahmawati
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 4 No. 8 (2024): August 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v4i8.11133

Abstract

Rosella flowers (Hibiscus sabdariffa L) contain alkaloid, flavonoid, saponin and tannin compounds. The compounds contained in rosella flowers have activity as antibacterial and antibiofilm. Biofilm is the ability of microorganisms that stick to the surface of objects and form a matrix. This study aims to antibacterial and biofilm activity in the form of inhibition of biofilm formation and biofilm degradation of E.coli bacteria. Rosella flowers were extracted using maceration method with 96% ethanol solvent. The thick extract was then fractionated with n-hexane, ethyl acetate and water solvents. Antibacterial activity test using diffusion and dilution methods followed by observation of cell wall and membrane damage using SEM and ion leakage with AAS. Biofilm activity test was conducted using a microplate device and readings were taken at a wavelength of 595 nm. The absorbance results of the inhibition percentage to determine the IC50 and EC50 values. The average IC50 values of biofilm formation inhibition test on extract, n-hexane fraction, ethyl acetate fraction and water fraction against E. coli bacteria are 1.059; 1.070; 0.921; 0.863. The EC50 values of biofilm degradation test on extract, n-hexane fraction, ethyl The minimum killing concentration value of rosella flower water fraction against E. coli is 25 mg/ml. the effect of the active fraction of rosella flower on E. coli bacteria is on the cell wall and cell membrane
Uji Sitotoksik Ekstrak dan Fraksi Daun Dollu (Dodonaea viscosa Jacq.) terhadap Sel Kanker Payudara T47D serta Ekspresi Protein p53 dan Bcl-2 Susilowati, Rizka Agustine; Sunarni, Titik; Indrayati, Ana
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.837

Abstract

Kanker payudara merupakan penyebab utama kematian akibat kanker di dunia, dengan lebih dari 396.000 kasus per tahun. Tanaman Dollu (Dodonaea viscosa Jacq) diketahui memiliki sifat antibakteri, namun potensinya sebagai agen antikanker belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas sitotoksik ekstrak dan fraksi daun Dollu terhadap sel kanker T47D, menilai selektivitasnya, dan menyelidiki efeknya terhadap ekspresi protein p53 dan Bcl-2 pada sel kanker tersebut. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% selama tiga hari. Ekstrak dan fraksi yang dihasilkan (etanol, air, etil asetat, dan n-heksan) dianalisis untuk senyawa kimia, termasuk flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, steroid, dan terpenoid. Uji sitotoksik dilakukan menggunakan metode MTT, diikuti dengan uji selektivitas, dan ekspresi protein p53 serta Bcl-2 dianalisis menggunakan imunositokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi air menunjukkan aktivitas sitotoksik paling efektif dengan nilai IC50 139,84 ± 13 µg/mL. Ekstrak dan fraksi menunjukkan nilai selektivitas >2. Selain itu, fraksi air secara signifikan meningkatkan ekspresi protein p53 dengan nilai EC50 44,41 ± 7,09 µg/mL, yang menunjukkan hasil signifikan pada uji ANOVA (nilai p 0,000 < 0,05). Sebaliknya, fraksi air secara signifikan menurunkan ekspresi Bcl-2 dengan nilai EC50 193,22 ± 20,99 µg/mL, yang menunjukkan hasil signifikan pada uji Kruskal-Wallis (nilai p 0,022 < 0,05).
Pengaruh Konsentrasi, Suhu dan Waktu Fermentasi Kombucha Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Terhadap Aktivitas Antibakteri Escherichia coli Triyani, Triyani; Rahmawati, Ismi; Indrayati, Ana
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.978

Abstract

Kombucha menggunakan kultur simbiotik (SCOBY) memiliki aktivitas antibakteri. Fermentasi kombucha dipengaruhi konsentrasi, suhu dan waktu untuk mendapatkan produk metabolit. Bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) mengandung senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh suhu, waktu dan konsentrasi fermentasi kombucha rosella terhadap aktivitas antibakteri E. coli. Fermentasi kombucha rosella dilakukan dengan variasi konsentrasi 30, 40, dan 50%, suhu fermentasi 25, 4, dan 37°C, dan lama fermentasi 7, 14, dan 21 hari. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram dan dilusi. Pengamatan kebocoran ion dilakukan dengan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan pengaruh konsentrasi, suhu dan waktu, terhadap ketebalan SCOBY. Semakin tinggi konsentrasi, suhu dan waktu makin tebal SCOBY, hasil konsentrasi 50%, suhu 37°C dan waktu 21 hari menghasilkan ketebalan SCOBY 1,3 cm. Pengaruh konsentrasi, suhu dan waktu, terhadap pH dan % total asam. Semakin tinggi konsentrasi, suhu dan waktu makin tebal asam dan jumlah total asam makin meningkat. Pengaruh konsentrasi, suhu dan waktu, fermentasi kombucha rosella terhadap aktivitas antibakteri E. coli menunjukkan semua hasil fermentasi berbeda secara signifikan dengan kontrol negatif. Kombucha yang difermentasi dengan konsentrasi 50% pada suhu 37°C selama 21 hari memiliki perbedaan signifikan dibanding kelompok lain dalam menghambat E. coli dengan nilai Sig. (p-value) < 0,05. Hasil uji aktivitas antibakteri kombucha uji teraktif pada fermentasi dengan konsentrasi 50%, suhu 37C, hari ke-21 zona hambat sebesar 16,7 ± 0,10 mm. Konsentrasi Bunuh Minimal kombucha rosella pada konsentrasi 25%. Hasil AAS membuktikan adanya kebocoran membran sel dengan peningkatan ion K? dan Ca²? dibandingkan tanpa perlakuan.