Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

GIAT CERDIK SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DESA SUNGAI CUKA KECAMATAN SATUI KABUPATEN TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Sari A, Ayu Riana; Pujianti, Nita; Anggraini, Lia; Bakhriansyah, Mohammad; Firani, Dewi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 28, No 4 (2022): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v28i4.41244

Abstract

Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan Provinsi Kalimantan Selatan menduduki peringkat utama dengan penyakit hipertensi tertinggi yaitu sebesar 44,13%, angka ini jauh diatas angkat nasional yaitu 34,11 %. Sampai tahun 2020 hipertensi selalu masuk 10 besar penyakit di Kalimantan Selatan dan Kabupaten Tanah Bumbu yang sebagian besar berada dipesisisr pantai memiliki komuditas hasil laut yang besar dan pola kebiasaan masyarakat disana mengolah hasil laut menjadi lauk yang diawetkan dengan cara penggaraman sehingga masyarakat terbiasa dan menyukai makanan asin. Desa Sungai Cuka terletak persis dipinggir Pantai Sungai Cuka. Letak geografis inilah yang menjadikan masyarakat didesa tersebut memiliki kebiasaan mengolah bahan panganan asin. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini ialah system learning by doing dengan bantuan media berupa poster, powerpoint, kartu pemeriksaan tekanan darah, alat tensimeter digital, instrumen pre dan post test, serta bahan makanan untuk praktek pengolahan makan hasil laut. Memperhatikan hal ini, tim pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari tim kesehatan merasa perlu menyebarluaskan program pemerintah berbasis masyarakat untuk mengendalikan laju hipertensi dan membantu pihak mitra yaitu Desa Sungai Cuka. Hasil analisis menunjukkan bahwa hasil tindakan awal dan akhir mengalami perubahan signifikan dan positif (tindakan kearah yang baik). Hal ini menunjukkan pemberian edukasi tentang hipertensi kepada masyarakat berhasil.Kata kunci: Hipertensi, Giat CERDIK, Berbasis Masyarakat
Meningkatkan Literasi Perbankan Syariah dengan mengembangkan aplikasi edukasi berbasis android Anam, Moh Khoirul; Abbas, Dirvi Surya; Anggraini, Lia
Dynamic Management Journal Vol 4, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/dmj.v4i1.2469

Abstract

Total pangsa pasar perbankan syariah masih di bawah 5% dari total market share perbankan nasional. Salah satu penyebabnya adalah konsumen atau masyarakat masih kurangnya pengetahuan, pemahaman dan loyalitas konsumen yang masih rendah terhadap bank syariah. Penelitian ini mengembangkan aplikasi edukasi berbasis android dan menguji efektifitas aplikasi tersebut pada peningkatan pengetahuan karyawan Yayasan Baitul Yataama Fadlan tentang perbankan syariah.  Responden menggunakan aplikasi edukasi dan mempelajari konten perbankan syariah selama 2 hari. Sebelum dan sesudah responden menggunakan aplikasi tersebut dilaksanakan survey dengan memberikan berbagai pertanyaan. Survey bertujuan untuk melihat pengetahuan responden sebelum dan sesudah penggunaan aplikasi, apakah terdapat kenaikan yang signifikan.  Hasil survey pertama menggunakan kuesioner menunjukkan hasil sebesar 47%. Survey kedua menunjukkan hasil sebesar 67%. Terdapat kenaikan prosentase responden yang menjawab mengetahui perbankan syariah sebesar 20%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa Aplikasi edukasi perbankan syariah berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan responden
POTENSI PETANI IKAN DALAM MODIFIKASI MENU GIZI KELUARGA UNTUK MENCEGAH KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DENGAN PENDEKATAN FTAD (FARMERS TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) Atikah Rahayu; Parida Rahmi; Lia Anggraini; M Anshori Rahman
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 1, No 3 (2019): November
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v1i3.50

Abstract

The implication of a long malnutrition in baduta called stunting, the impact will experience growth barriers / height according to age and brain development so that there is a chance of losing the next generation (lost generation). This condition is likely to occur given the data from the Health Office, Banjar District is one of the largest contributors to short cases in South Kalimantan, and the largest case is found in the working area of Sungai alang puskesmas as much as 41.7% (2015) and Rahayu and Putri's research results in Sungai alang found that the majority of children under five experienced stunting of 62.7% or a total of 79 people. Ironically, this region is located on a riverbank, so the area should not be included in the category of areas with very poor public health problems with a stunting prevalence of ≥ 40%, because the local commodity produced ie the largest fish in South Kalimantan is 12,595.9 tons per year. Fish is one source of protein which is at the same time a macro nutrient that contributes energy to the body. Considering that the Alang River region is one of the areas located along the riverbanks and most of the residents' livelihoods are fish farmers, it is therefore necessary to educate these farmers so that the fish obtained are not only sold but utilized by processing fish food by modifying variants based on the menu local fish. One of the methods used so that the knowledge and skills of modifying local fish menus to farmers is effective, so the active learning method using the FTAD (Farmers Team Achievement Division) approach is used. The results of the activities showed that before giving education to farmers most of them had a level of knowledge of less than 63.3% and after providing education the knowledge of farmers increased to 76.7% had a level of knowledge of the category quite well. Based on statistical analysis it was stated that by providing education about modifying nutrition menus for families to prevent stunting in children meaningfully by using the FTAD (farmers team achievement division) approach.
Factors Related to The Incident of Low Birth Weight at Hospital in Palembang Anggraini, Lia; Podojoyo, Podojoyo; Jasmi, Jasmi; Novita, Nesi
Journal of Maternal and Child Health Sciences (JMCHS) Vol 5 No 1 (2025): Journal of Maternal and Child Health Sciences (JMCHS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/maternalandchild.v5i1.2513

Abstract

Background: Low birth weight refers to a birth weight of less than 2500 grams (<5.5 lbs), irrespective of the gestational age.The risk of low birth weight increases with premature birth (<37 weeks), restricted fetal growth, or both, maternal malnutrition (anemia, etc.), maternal health problems, maternal characteristics (high/low maternal age, parity, poor pregnancy spacing). Research Objectives: to determine the factors associated with the incidence of LBW at Pelabuhan Palembang Hospital. Research method: This type of research is an observational research plan with a cross-sectional approach. The population is all mothers who gave birth and registered in the Pelabuhan Palembang Hospital Medical Records data in 2023, totaling 875 people. A sample of this research are 275 respondents was taken using a systematic random sampling technique. data analysis using the chi square test. The results of the study: The results of the statistical analysis show that there is a relationship between mother’s age (p value=0.001), parity (p value=0.000), gestational age (p value=0.000), anemia status (p value=0.016) with the incidence of LBW and there is no relationship between preeclampsia (p value =0.316) with the incidence of LBW. Conclusion: there is a relationship between age, parity, gestational age, anemia status and the incidence of LBW and there is no relationship between preeclampsia and the incidence of LBW. Background: Low birth weight refers to a birth weight of less than 2500 grams (<5.5 lbs), irrespective of the gestational age.The risk of low birth weight increases with premature birth (<37 weeks), restricted fetal growth, or both, maternal malnutrition (anemia, etc.), maternal health problems, maternal characteristics (high/low maternal age, parity, poor pregnancy spacing). Research Objectives: to determine the factors associated with the incidence of LBW at Pelabuhan Palembang Hospital. Research method: This type of research is an observational research plan with a cross-sectional approach. The population is all mothers who gave birth and registered in the Pelabuhan Palembang Hospital Medical Records data in 2023, totaling 875 people. A sample of this research are 275 respondents was taken using a systematic random sampling technique. data analysis using the chi square test. The results of the study: The results of the statistical analysis show that there is a relationship between mother’s age (p value=0.001), parity (p value=0.000), gestational age (p value=0.000), anemia status (p value=0.016) with the incidence of LBW and there is no relationship between preeclampsia (p value =0.316) with the incidence of LBW. Conclusion: there is a relationship between age, parity, gestational age, anemia status and the incidence of LBW and there is no relationship between preeclampsia and the incidence of LBW.
Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Edukasi Interaktif di SMAN 5 Banjarbaru: Improving Adolescent Reproductive Health Knowledge Through Interactive Education at SMAN 5 Banjarbaru Rahma, Amelia; Rahman, Fauzie; Arifin, Syamsul; Anggraini, Lia; Minasari, Minasari; Raisya, Raisya; Seambaga, Alvian Aditya; Shafarina, Helmaria; Adila, Nor Azizah; Cahyani, Sulis
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i1.432

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja adalah isu penting karena masa remaja ditandai oleh perubahan fisik, sosial, dan psikologis. Pada fase ini, remaja mulai mencari informasi seputar kesehatan reproduksi, namun sering kali terpapar informasi yang tidak akurat. Oleh karena itu, edukasi yang tepat sangat diperlukan untuk mencegah masalah seperti kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, dan gangguan psikologis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengevaluasi dampak penyuluhan kesehatan reproduksi di SMAN 5 Banjarbaru dan meningkatkan pemahaman siswa. Program dilaksanakan pada 22 Mei 2024 untuk 29 siswa kelas X-3, menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, serta presentasi multimedia seperti ppt, poster, dan video animasi. Pre-test dan post-test dilakukan untuk mengukur perubahan pengetahuan siswa. Hasil evaluasi menunjukkan 62% peserta mengalami peningkatan pengetahuan, dengan rata-rata skor naik dari 73,79 menjadi 82,75. Data pre-test dan post-test dianalisis menggunakan SPSS. Uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis dilanjutkan dengan uji nonparametrik Wilcoxon untuk menguji perbedaan nilai secara signifikan dan didapatkan p < 0,001 sehingga terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor pre-test dan post-test. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi edukatif yang terstruktur dapat meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi, serta pentingnya edukasi berkelanjutan untuk mendukung kesehatan jangka panjang
Peningkatan Literasi Kesehatan Bagi Komunitas Tuna Rungu Tuna Wicara Di Kota Banjarbaru Pujianti, Nita; Riana Sari, Ayu; Bakhriansyah, Mohammad; Anggraini, Lia; Islah, Anida; Meilani, Elma
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3292

Abstract

Pendidikan, usia, ras, bahasa, dan keterbatasan terkait disabilitas mempengaruhi perilaku para insan berkebutuhan khusus termasuk untuk perilaku kesehatan. Kegagalan pendidikan kesehatan terjadi karena peserta tidak tertarik dan tidak memahami materi yang diberikan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kemampuan membaca dan memahami makna bacaan khususnya dalam literasi kesehatan bagi para insan berkebutuhan khusus dengan jenis disabilitas tuna rungu dan tuna wicara. Metode kegiatan ini adalah memberikan bahan literasi kesehatan tentang konsep PIS-PK dan PHBS menggunakan inovasi media pembelajaran berupa modul bergambar, kata-kata persegi dan tebak gambar. Hasil kegiatan menunjukkan peserta sangat antusias untuk mempelajari bahan bacaan kesehatan yang diberikan dan mampu menjelaskan kembali dengan bahasa isyarat. Dapat disimpulkan bahwa perlu adanya media pembelajaran yang inovatif sesuai kebutuhan dan kemampuan peserta juga sebagai upaya untuk meningkatkan rasa percaya diri, keterlibatan dan harapan terhadap masa depan insan berkebutuhan khusus
The effect of growth regulator on growth rate of amorphopallus titanum Anggraini, Lia; Mayub, Afrizal; Wardana, Rendy Wikrama; Ruyani, Aceng; Johan, Henny
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 10, No 1 (2025): April 2025
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbio.v10i1.4052

Abstract

The Amorphophallus flower is one of the Endangered species, so there needs to be an effort to preserve breeding with a fast time, namely artificial vegetative. In addition, the a need for a growth hormone to accelerate the growth process so that the number is not extinct, namely growth regulators (ZPT). The purpose of this study was to breed A. titanum vegetatively supported with growth regulators (ZPT) to improve quality and growth rates. The method used is a completely randomized design (CRD), which is divided into 4 treatments namely A (coconut water), B (shallots), C (bamboo shoots), and D (control) with a total of 4 replications so that in this study there were 16 plants (polybags). The results showed that the natural growth regulator treatment of shallot extract gave the best results in the parameter of the number of shoots, while coconut water extract gave the best results in the parameters of shoot length and growth time. Based on the results, it can be concluded that the use of natural growth regulators from coconut water, shallots, and bamboo shoots affects the growth rate of Amorphophallus titanum.
Ayah Garda Depan: Program Pemberdayaan Keluarga Berbasis Edukasi dan Mentoring Kolaboratif dalam Pencegahan Stunting di Desa Sungai Alang: Ayah Garda Depan: A Family Empowerment Program Based on Collaborative Education and Mentoring for Stunting Prevention in Sungai Alang Village Laily, Nur; Putri, Andini Octaviana; Zwagery, Rika Vira; Rahman, Fauzie; Wulandari, Anggun; Anggraini, Lia; Navijay, Ahmad; Jannah, Alya Miftahul; Agusetiawan, Muhammad Andrian; Filsahani, Nuraida Keisya; Ridhani, Gusti Al Azmi Akhmad
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.778

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius di Indonesia dengan prevalensi nasional 21,5% pada tahun 2023. Angka lebih tinggi tercatat di Kalimantan Selatan dan Kabupaten Banjar, bahkan mencapai 32,43% di Desa Sungai Alang pada Desember 2024. Faktor risiko utama meliputi rendahnya pengetahuan gizi, pemberian ASI yang tidak optimal, minimnya partisipasi di posyandu dan Bina Keluarga Balita, serta tingginya paparan asap rokok. Masalah mendasar terletak pada pola asuh yang kurang optimal akibat minimnya keterlibatan ayah, yang umumnya masih dipandang sebatas pencari nafkah. Sebagai upaya solutif, Program Ayah Garda Depan dilaksanakan di Desa Sungai Alang dengan tujuan mentransformasi peran ayah menjadi mitra aktif dalam pengasuhan anak. Program ini mencakup sosialisasi, konseling, KIE, pembentukan Komunitas Ayah Berkelas, pemilihan role model ayah, mentoring, serta monitoring dan evaluasi. Intervensi difokuskan pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan komitmen ayah dalam mendukung ibu dan pengasuhan anak. Hasil kegiatan menunjukkan mayoritas peserta telah memiliki pengetahuan baik sejak awal, sehingga tidak terdapat perbedaan signifikan antara pretest dan posttest pengetahuan (p=0,625). Hal ini mengindikasikan bahwa tantangan utama bukan terletak pada aspek pengetahuan, melainkan pada transformasi sikap dan perilaku nyata dalam praktik pengasuhan. Oleh karena itu, intervensi yang lebih intensif, berulang, dan berbasis komunitas masih sangat diperlukan agar tercapai perubahan perilaku yang berkelanjutan. Rekomendasi diarahkan pada pendampingan berkelanjutan, integrasi dengan posyandu dan BKB, penyediaan media edukasi praktis, serta kolaborasi lintas sektor, agar program ini berkelanjutan dan berkontribusi pada penurunan stunting.
Extraction of High Economic Potential of Lipids from Heterotrophic Cultivation of Indigenous Aurantiochytrium Microalgae Strain Suhendra, Suhendra; Anggraini, Lia; Nuryasari, Fazhar; Hutari, Andri; Anggraini, Irika Devi; Marno, Septhian
CHEMICA: Jurnal Teknik Kimia Vol. 10 No. 2 (2023): August 2023 [Available online since October 02, 2023]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/chemica.v10i2.26021

Abstract

Aurantiochytrium microalgae has long been recognized as oleaginous microalgae since its capability to produce high content of lipids biomass. Produced lipids from cultivation process of Aurantiochytrium can contain high concentration of omega-3 docosahexanoic acid, hence valuable biomass from the Aurantiochytrium microalgae has the potential to be used as a source of raw materials for nutrition, cosmetics and medicines. Generally,  Aurantiochytrium microalgae can be found in mangrove ecosystems. Even Indonesia is ranked as the largest mangrove in the world, but the use of Aurantiochytrium sp microalgae is rarely explored in Indonesia. In order to optimize biomass utiisation produced the cultivation process, there shall be an optimum extraction process. Therefore, this study present the optimization of lipids from the Aurantiochytrium sp microalgae. The isolate used in this research comes from Bunaken mangrove forest, North Sulawesi, Indonesia. The cultivation process consists of three steps, namely standing culture (SC, 48 hours), pre-culture (PC, 48 hours) and standing culture (SC, 120 hours). The cultivation took pace in an erlemeyer flask using orbital shaker with an orbital speed of 220 rpm at room temperature and pressure. The average dried biomass was 9.4 g/L. In addition to cultivation process, recent paper presents also an extraction methodology using organic solvents, namely methanol, chloroform, acetone, ethyl acetate, and n-hexane. The lipids fcation can be extracted with a minimum of 7% lipid and a  maximum of 47% lipid. From this study, extraction using acetone-chloroform-ethyl acetate solvents resulted in the highest fraction of lipids from the extraction process of Aurantiochytrium biomass. Since the paper discussing the extraction process of native Indonesia strain of Aurantiochytrium microalgae has never been presented before, therefore this paper shall be valuable basis for further research in this field.