Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi dan pelatihan pembuatan snack risol lele jantung pisang bergizi pada kader sebagai alternatif menu PMT pangan lokal bagi ibu hamil Febriani, Wiwi; Komala, Ramadhana; Zuraida, Reni; Angraini, Dian Isti; Happy, Terza Aflika; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Rahmadhani, Eka Putri; Rahmanisa, Soraya; Yunianto, Andi Eka
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29508

Abstract

AbstrakZat gizi memegang peranan penting selama kehamilan, di mana kekurangan energi dan protein kronis dapat menyebabkan dampak buruk pada ibu dan janin. Salah satu strategi untuk mengatasi kebutuhan gizi ibu hamil adalah melalui program pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam menciptakan kudapan bergizi bagi ibu hamil dengan memanfaatkan pangan lokal, seperti ikan lele dan jantung pisang. Kegiatan pengabdian ini berupa kegiatan edukasi dan demonstrasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada 28 Agustus 2024 pukul 13.00 di Balai Desa Cipadang, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Sebanyak 30 kader berpartisipasi dalam sesi edukasi dan pelatihan yang mencakup pembuatan kudapan risol lele jantung pisang (RILPIZ). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai pengetahuan kader sebelum dilakukan penyuluhan dan pelatihan sebesar 79.67 ± 9.64 poin. Setelah melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan, nilai post-test meningkat menjadi 88.67 ± 10.08 poin, dengan kenaikan rata-rata pengetahuan sebesar 9.00 ± 10.94 poin. Temuan ini menegaskan bahwa kegiatan penyuluhan yang disertai dengan pelatihan dapat memberdayakan kader untuk menciptakan solusi inovatif berbasis pangan lokal dalam upaya meningkatkan gizi ibu hamil dan berpotensi sebagai pendekatan berkelanjutan untuk mengatasi tantangan gizi pada ibu hamil. Kata kunci: ibu hamil; jantung pisang; kudapan; pangan local; pemberian makanan tambahan AbstractNutrition plays a crucial role during pregnancy, where chronic deficiencies in energy and protein can adversely affect both the mother and fetus. One strategy to address the nutritional needs of pregnant women is through supplementary feeding programs based on local food sources. This community service initiative aimed to enhance the knowledge and skills of health workers in creating nutritious snacks for pregnant women using local food ingredients, such as catfish and banana flower. This community service is in the form of educational and demonstration activities. This activity was carried out on August 28, 2024 at 13.00 at the Cipadang Village Hall, Pesawaran Regency, Lampung. A total of 30 health workers participated in education and training sessions, which included the preparation of the nutritious snack rissole filled with catfish and banana flower. The results of the activity showed that the knowledge value of the cadres before the counseling and training was 79.67 ± 9.64 points. After going through the counseling and training activities, the post-test value increased to 88.67 ± 10.08 points, with an average increase in knowledge of 9.00 ± 10.94 points. These findings confirm that counseling combined with practical training can empower health workers to develop innovative local food-based solutions for improving maternal nutrition, with the potential to serve as a sustainable approach to addressing maternal nutrition challenges. Keywords: pregnant women; banana flower; snacks; local food; supplementary feeding
HUBUNGAN USIA DAN HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN BPH DI BANGSAL BEDAH RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK TAHUN 2017 Muhammad Iz Zuddin Adha; Rizki Hanriko; Dian Isti Angraini
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 8 No 1 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.1 Edisi November 201
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v8i1.34

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Benign prostate hyperplasia (BPH) sering terjadi pada usia lanjut. Sekitar 50% laki-laki yang memiliki usia diatas 50 tahun diketahui memiliki bukti patologi BPH. Usia dan hipertensi diketahui menjadi faktor dalam proses terjadinya BPH. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dan hipertensi dengan kejadian BPH di Bangsal Bedah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2017. Metode: Penelitian ini menggunakan metode case control study. Jenis data yang dipakai adalah data sekunder dari rekam medis. Sampel diambil dari pasien bangsal bedah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2017. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat, analisis bivariat dengan chi-square, dan analisis multivariat dengan metode regresi logistik ganda. Hasil: Rerata usia subjek penelitian adalah 66,00 ± 10,17 tahun untuk kelompok kasus. dan 53,36 ± 16,19 tahun untuk kelompok kontrol. Pada kelompok kasus, persentase hipertensi sebesar 36,7% sedangkan yang tidak hipertensi sebesar 63,3%. Pada kelompok kontrol persentase hipertensi sebesar 10% sedangkan yang tidak hipertensi sebesar 90%. Hasil penelitian menunjukan bahwa usia ?50 tahun (OR = 11,947; nilai p=0,009) dan hipertensi (OR = 7,898; nilai p=0,017) merupakan faktor risiko terjadinya BPH. Pembahasan: Pada usia tua, terjadi ketidakseimbangan hormon testosteron dan estrogen sehingga mempengaruhi pembesaran kelenjar prostat. Peningkatan ekspresi VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor) pada kondisi hipertensi akan menginduksi angiogenesis dan mengakibatkan terjadinya peningkatan gejala klinis BPH. Kesimpulan: Terdapat hubungan usia dan hipertensi dengan kejadian BPH di Bangsal Bedah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2017. Kata Kunci: BPH, hipertensi, usia ABSTRACT Background: Benign prostate hyperplasia (BPH) often occurs in old age. About 50% of men over 50 years are known to have BPH pathology evidence. Age and hypertension are known to be factors in the process of BPH. The purpose of this study was to determine the relationship of age and hypertension with the occurrence of BPH in the Surgical Ward of RSUD Dr. H. Abdul Moeloek in 2017. Methods: This study uses a case control study method. The type of data used is secondary data from medical records. Samples were taken from surgical ward patients of Dr. H. Abdul Moeloek in 2017. The sampling technique was consecutive sampling. Data analysis was performed with univariate analysis, bivariate analysis with chi-square, and multivariate analysis with multiple logistic regression methods. Results: The mean age of the study subjects was 66.00 ± 10.17 years for the case group. and 53.36 ± 16.19 years for the control group. In the case group the percentage of hypertension was 36.7% while non-hypertension was 63.3%. In the control group the percentage of hypertension was 10% while non-hypertension was 90%. The results showed that age ?50 years (OR = 11,947; p value = 0.009) and hypertension (OR = 7.898; p value = 0.017) were risk factors for BPH. Discussion: In old age, there is an imbalance of the hormones testosterone and estrogen which affects the enlargement of the prostate gland. Increased VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor) expression in hypertensive conditions will induce angiogenesis and result in an increase in clinical symptoms of BPH. Conclusion: There is a relationship between age and hypertension with the occurrence of BPH in the Surgical Ward Dr. H. Abdul Moeloek in 2017. Keywords : BPH, hypertension, age
HUBUNGAN PERAN GURU, ASUPAN MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA ANAK SEKOLAH DASAR AL- KAUTSAR BANDAR LAMPUNG Renti Kusumaningrum Samosir; Dian Isti Angraini; Sutarto Sutarto; Dyah Wulan S.R Wardani
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 7 No 2 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.2 Edisi Mei - Oktob
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v7i2.67

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Obesitas pada anak usia sekolah disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya peran guru, asupan makan dan aktivitas fisik. Guru dapat memberikan pendidikan gizi yang akan mempengaruhi perilaku gizi anak dalam memilih makanan dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara antara peran guru, asupan makan dan aktivitas fisik terhadap kejadian obesitas pada anak SD Al-Kautsar Lampung. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di SD Al-Kautsar dengan 46 responden yang diambil dengan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan food recall 2x24 jam. Data dilakukan uji analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa 56,5% responden mengalami obesitas, dengan mayoritas peran guru kurang (69,6%), asupan energi kurang (45,7%), asupan protein lebih (43,5%), asupan lemak kurang (54,3%), asupan karbohidrat lebih (34,8%), dan aktivitas fisik yang sama, baik rendah maupun tinggi (50%), dengan hasil analisis bivariat terdapat hubungan antara peran guru (p=0,011; OR=35,5), asupan energi (p=0,025; OR=4,857), asupan protein (p=0,005; OR=6,4), asupan lemak (p=0,029; OR=5,625), asupan karbohidrat (p=0,013; OR=5,667) dan aktivitas fisik (p=0,003; OR=6,75) terhadap kejadian obesitas. Simpulan Penelitian: Terdapat hubungan antara peran guru, asupan makan dan aktivitas fisik terhadap kejadian obesitas pada anak SD Al-Kautsar Lampung.
Model Gerabah (Gerakan Kontrol Bahaya Diabetes Dan Hipertensi) Sebagai Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kronis Angraini, Dian Isti; Febriani, Wiwi; Carolia, Novita; Mayasari, Diana; Anggraeni, Liza; Fitri, Dilla Syahra Noor; Fathaniah, Widya
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i2.4322

Abstract

Model GERABAH (Gerakan Pengendalian Bahaya Diabetes dan Hipertensi) telah secara khusus dibuat dan diadaptasi untuk inisiatif pemberdayaan pendidikan dan masyarakat yang bertujuan mengurangi penyakit kronis seperti diabetes mellitus (DM) dan hipertensi. Model ini dirancang dengan teknik edukasi dan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi penyakit kronis (DM dan Hipertensi). Metode yang akan dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan, pemeriksaan kesehatan (gula darah sewaktu dan tekanan darah), serta konseling. Kegiatan Model GERABAH ini dilaksanakan di desa Merak Batin Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan pada tanggal 29 November 2023. Peserta kegiatan ini adalah 65 orang pralansia dan lansia di desa Merak Batin. Hasil evaluasi pelaksanaan pengabdian menunjukkan bahwa sebanyak 83,1% peserta mengalami peningkatan pemahaman menjadi baik, sedangkan sebanyak 12,3% peserta memiliki pemahaman yang cukup mengenai pencegahan dan penanggulangan penyakit kronis (DM dan Hipertensi) baik secara medikamentosa ataupun non medikamentosa. Rata-rata pemahaman responden meningkat yang sebelumnya 55,1 pada pretest menjadi 81,5 pada posttest. Hasil analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang bermakna secara statistik pada nilai pretest dan postest peserta mengenai pencegahan dan penanggulangan penyakit kronis (DM dan Hipertensi) (p=0,000). Hasil pemeriksaan gula darah sewaktu dan tekanan darah didapatkan bahwa peserta yang memiliki kadar glukosa darah tinggi 47,7% dan memiliki tekanan darah tinggi sebanyak 89,2%. Model GERABAH ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan Masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi penyakit kronis (DM dan Hipertensi)
The Management 52 Years Old Male With Hypercholesterolemia and Prehypertnsion Through Medical Approach Family in The Work Area of Puskesmas Tanjung Sari Natar Ahdalifa, Pinkan; Angraini, Dian Isti
Medula Vol 15 No 2 (2025): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v15i2.1608

Abstract

The prevalence of hypercholesterolemia in Indonesia increases with age. Hypercholesterolemia can cause cardiovascular and metabolic diseases. Riskesdas data shows abnormal cholesterol levels in the age of 45-55 years in Indonesia of 27.4%. Tekanan darah tinggi juga menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Risk factors for hypercholesterolemia and prehypertension are related to lifestyle so that they can be modified with appropriate management such as lifestyle interventions to prevent long-term complications and improve the quality of life of patients. Implementation of family doctor services based on evidence-based medicine in patients by identifying risk factors, clinical problems, and patient management based on a patient problem-solving framework with a patient-centered approach and a family approach. The analysis of this study is a case report. Primary data were obtained from anamnesis and physical examination. Secondary data were obtained from patient medical records at the Health Center. The assessment was carried out based on a holistic diagnosis from the beginning, process, and end of the study quantitatively and qualitatively. Patient Mr. M, 52 years old, came to the Tanjung Sari Natar Health Center with complaints of tingling in the feet, especially when the patient stood for more than 5 minutes since 3 days before. The patient was worried that his complaints could interfere with his daily activities. The patient is a casual laborer. Non-drug and drug interventions were carried out on the patient and his family with education related to the patient's illness in three home visits. The evaluation results obtained were that the patient's complaints decreased and the patient's and his family's knowledge regarding hypercholesterolemia increased. Holistic and comprehensive management of Mr. M's patient problems has been carried out by providing counseling to increase the knowledge of the patient and the patient's family.
Penatalaksanaan Perempuan Usia 48 Tahun Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Dan Prehipertensi Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Sari Natar Miranda, Alyzah Nabila; Angraini, Dian Isti
Medula Vol 15 No 2 (2025): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v15i2.1610

Abstract

Diabetes Mellitus is a metabolic disease characterized by hyperglycemia due to abnormalities in insulin secretion, insulin action or both. Diabetes Mellitus is one of the degenerative diseases with a high prevalence and is increasing every year. There is a possibility of an increase in the number of people with Diabetes Mellitus in the future, so comprehensive management must be carried out which is expected to prevent complications and improve the quality of life of patients. The purpose of this case report is to apply Evidence Based Medicine-based services to patients by identifying risk factors, clinical problems, and patient management based on a patient problem-solving framework with a patient-centered, family-focused, and community-oriented approach. This study is a case report. Primary data were obtained through anamnesis, physical examination and home visits to assess the physical environment. Assessment based on a holistic diagnosis from the beginning, process, and end of the study qualitatively and quantitatively. After the intervention, there was an increase in patient and family knowledge regarding the importance of health care checks, regular medication consumption, diet patterns and physical activity that are appropriate for people with Diabetes Mellitus. After holistic management with a family doctor approach, Mrs. N age 48 years with type 2 Diabetes Mellitus adjusted based on initial holistic diagnostics. The interventions carried out have increased patient and family knowledge about the importance of control to health workers, regular drug consumption, diet patterns and physical activity as indicated by improvements in the final holistic diagnostics.
Penatalaksanaan Dermatitis Numularis pada Perempuan 50 Tahun melalui Pendekatan Dokter Keluarga di Puskesmas Satelit Kota Bandar Lampung: Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung Ali, Muhammad Chaidar; Angraini, Dian Isti
Medula Vol 15 No 2 (2025): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v15i2.1622

Abstract

Nummular dermatitis (ND) is a chronic inflammatory skin disorder characterized by round, coin-shaped lesions accompanied by itching and inflammation. Although more commonly affecting men aged 55–65 years, it can also occur in other age groups. Several risk factors contribute to its development, including dry skin, irritant exposure, infections, and environmental conditions. Family physicians play a vital role in promotive, preventive, curative, and rehabilitative efforts to improve patients’ quality of life. This study aimed to implement a comprehensive family medicine approach by identifying both internal and external risk factors and providing management based on Evidence-Based Medicine (EBM), emphasizing patient-centered, family-focused, and community-oriented care. This case report involved primary data collection through direct interviews, family anamnesis, physical examinations, and home visits to assess environmental, social, and family aspects. Secondary data were obtained from medical records. A holistic assessment using qualitative and quantitative methods was conducted throughout the management process. A 50-year-old woman presented with complaints of sudden-onset itching on the dorsal feet, knees, and arms persisting for one week, which progressively worsened and was accompanied by skin lesions. Interventions included patient and family education, family conference, pharmacological therapy, and supportive non-pharmacological management. Triggering factors identified in this case were dry skin, repeated trauma, limited health literacy, and occupational exposure. A holistic family medicine approach proved effective in reducing symptoms, enhancing patient knowledge, and preventing recurrence.
Penatalaksanaan Laki-Laki Usia 20 Tahun Dengan Skabies Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Sari Natar Khairunnisa, Salma; Angraini, Dian Isti
Medula Vol 15 No 2 (2025): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v15i2.1636

Abstract

Scabies is a skin disease caused by infestation and sensitization with the parasite Sarcoptes scabiei var. hominis. Other names or synonyms of scabies are "agogo itching", "gudig", and "budukan". The prevalence of scabies in the world reaches 300 million people every year. Many variables contribute to the development of this disease, such as low socioeconomic status, inadequate personal hygiene, age, level of knowledge, and direct or indirect interactions with sufferers. Scabies is often ignored because it is not life threatening, even though this disease can become chronic and cause complications, as well as reducing the sufferer's quality of life. Therefore, appropriate holistic treatment is needed using a family medicine approach to achieve therapeutic success. This Study aims to apply the principles of a holistic and comprehensive family doctor approach in detecting internal and external risk factors and resolving problems based on EBM (Evidence Based Medicine) which is family approach and patient centered. This study is a case report. The data obtained were primary data obtained through alloanamnesis, physical examination, and home visits, and secondary data obtained from the patient's medical records. An. 20 years old HY came with complaints of itching on his right leg since more than a week ago and there were small pimples the size of pins filled with clear fluid in the itchy area which he then scratched and broke and became blackish scabs. The patient is worried that the complaint will get worse and interfere with the patient's activities. Next, holistic management is carried out, namely intervention using poster media. In the evaluation, results were obtained in the form of of a better understanding of the disease and changes in behavior that had an impact on the success of therapy. After carrying out holistic and comprehensive management, the patient experienced an increase in knowledge about the disease by 3.75 points. Complaints of itching and rashes on the skin have decreased and patients have improved personal and environmental hygiene.
IMPROVING KNOWLEDGE AND SKILLS ON MEDICAL NUTRITION THERAPY IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS IN AGRICULTURAL COMMUNITIES Angraini, Dian Isti; Carolia, Novita; Mayasari, Diana; Imantika, Efriyan
Community Development Journal Vol 9 No 1 (2025): Community Development Journal
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/cdj.v9i1.7090

Abstract

The prevalence of type 2 Diabetes Mellitus continues to increase, including in agricultural communities (farmers). Low treatment compliance can result in increased complications, morbidity and mortality. Medical nutrition therapy is one of the recommended diabetes control measures. Lack of education, understanding of diet, and family support causes many DM patients to not comply with diet therapy recommendations. The purpose of this activity is to provide health education (health promotion) regarding medical nutrition therapy for DM treatment to type 2 DM patients in the agricultural community, conduct a meal planning simulation (DM diet) that is in accordance with the condition of type 2 DM patients, and increase the knowledge and skills of type 2 DM patients in medical nutrition therapy. The method that will be used is health education (promotion) on medical nutrition therapy for type 2 DM patients and a meal planning simulation regarding the DM diet. The results of the evaluation of the implementation of community service showed that there was an increase in the knowledge of participants by 90% to a good knowledge, 10% of participants had a moderate knowledge, and no participants had a poor knowledge of the definition of DM, symptoms and signs, risk factors, treatment/therapy, disease prevention, prevention of complications, medical nutrition therapy/DM diet, exchange foods, recommended and not recommended foods for DM patients and myths and facts about type 2 DM. The average pre-test result was 52.5 and increased in the post-test result of 82. Based on the analysis using the Wilcoxon test, it was found that there was a statistically significant difference in the pre-test and post-test values ​​of community service participants (p = 0.000). The activity of increasing knowledge and skills regarding medical nutrition therapy for type 2 diabetes mellitus patients in the agricultural community is a way to improve the ability of the community, especially type 2 DM patients, in managing medical nutrition therapy for type 2 DM, as an effort to prevent worsening and complications. The activity of increasing understanding and skills regarding medical nutrition therapy for type 2 diabetes mellitus patients in the agricultural community has proven effective.
Peningkatan Kemampuan Pekerja Peternakan Ayam Petelur dalam Identifikasi Bahaya Potensial dan Masalah Kesehatan Angraini, Dian Isti; Febriani, Wiwi; Daulay, Suryani Agustina; Nisa, Lutfi Khoirun; Ramadhan, Rifqi Ihza
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v5i2.4486

Abstract

Peternakan ayam petelur merupakan salah usaha yang banyak ditemukan termasuk di Lampung Selatan. Usaha ini sangat menjanjikan karena permintaan akan telur ayam yang selalu tinggi untuk pemenuhan kebutuhan protein. Pada lingkungan kerja di peternakan ayam petelur memiliki bahaya potensial, yang dapat berupa bahaya fisika, biologi, kimia, ergonomi, maupun psikososial. Pajanan bahaya potensial secara berlebihan menjadi potensi risiko masalah kesehatan berupa gangguan, cedera ataunkerusakan pada tubuh pekerja sehingga diperlukan upaya untuk mengidentifikasi dan menganalisis bahaya potensial yang berisiko untuk menjaga kondisi pekerja dan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan para pekerja di peternakan ayam petelur “X” di Lampung Selatan dalam mengidentifikasi bahaya potensial dan masalah kesehatan di lingkungan kerja. Metode yang akan dilakukan adalah dengan edukasi melalui ceramah dan diskusi interaktif, pemutaran video, dan simulasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari dan bertempat di peternakan ayam petelur “X” Kabupaten Lampung Selatan. Peserta berjumlah 7 orang yang merupakan karyawan dan pimpinan peternakan ayam petelur tersebut. Hasil pengabdian didapatkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta sebanyak 85,7% menjadi pemahaman yang baik, 14,3% peserta memiliki pemahaman cukup baik, dan tidak ada peserta memiliki pemahaman yang kurang mengenai identifikasi bahaya potensial dan masalah kesehatan di lingkungan kerja. Hasil kegiatan ini mendapatkan bahwa bahaya potensial yang ada berasal dari ergonomi dan psikologis; Pimpinan peternakan ayam petelur tersebut telah menetapkan waktu untuk melakukan stretching bagi para pekerja dan meningkatkan komunikasi dua arah dalam menghadapi permasalahan yang ditemui. Kesimpulan hasil kegiatan ini yaitu peningkatan kemampuan identifikasi bahaya potensial dan masalah kesehatan di lingkungan kerja ini dapat mencegah pekerja mengalami masalah kesehatan, cedera atau penyakit akibat kerja.
Co-Authors Adelia Meutia Putri agustyas tjiptaningrum Ahdalifa, Pinkan Akhmad Rizki Farhan Akmal, Vina Amelia Al Supartinah Al Supartinah, Al Ali, Muhammad Chaidar Amourisva, Assyiva Putri Andi Rassya Daffa Islami Andriansah, M. Anggraeni, Liza Anisa Maulidia Anisa Nuraisa Jausal Anjaya, Putri Ulayya Athallah, Dimas Rifqi Aurelina, Renata Bachtiar, Nabylly Aghna Bagus Pratama Bambang Pujianto Bayu Anggileo Pramesona Carolia, Imelda Chicy Widya Morfi Daulay, Suryani Daulay, Suryani Agustina David Bryan Natanael Simanjuntak Deddy Nur Wachid Delmi Sulastri Diana, Mayasari Dita Rifzian, Malyca Rachmaniar Dwi Indria Anggraini Dwita Oktaria Dyah Wulan S.R Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Efrida Warganegara Efrida Warganegara Efriyan Imantika Eka Putri Rahmadhani Eka Putri Rahmadhani Eka Putri Rahmadhani Emantis Rosa Enriko Aprilio Ernawaty, Tutik Ety Apriliana Ety Apriliana Evandra Athallah Pramana Fathaniah, Widya Fauzi Ahmad Muda Febilla Naili Alfalah Fitri Az Zahra Fitri, Dilla Syahra Noor Fitria Saftarina Ginting, Kristian Pieri Giska Tri Putri Habsari, Maharani Kusuma Hafizha, Syifa Happy, Terza Aflika Hardisman Harmaina Harmaina, Harmaina Hesti Yuningrum Indria, Anggraini Dwi Intan Kusumaningtyas Intanri Kurniati Jausal, Anisa Nuraisa Jhons Fatriyadi Suwandi Kania, Susi Karima, Nisa Karimah Khitami Aziz Karyus, Aila Khairun Nisa Khairunnisa, Lyliani Khairunnisa, Salma Kirana, Falahdila Rebika Kristian Pieri Ginting Kurnia Eka Putri Larasati, Ratri Mauluti Leni Ervina Liana Sidharti, Liana Lidya Angelina Purba Linda Septiani Maya Ganda Ratna Mayasari, Diana Meiyanti Meiyanti, Meiyanti Merry Indah Sari Merry Indah Sari Miranda, Alyzah Nabila Muhamad Fathurrahman Zain Muhammad Abdul Ghoni Muhammad Aditya Muhammad Iz Zuddin Adha Muhammad Jundi Nasrullah Muhammad Yusran Mukhlis Imanto Mukhlis Imanto, Mukhlis Naila Fathiya Isnanto Nisa Karimah Nisa, Lutfi Khoirun Nixon Steven Novita Carolia Novita Carolia Novita Carolia Nur Indrawaty Lipoeto Nurtandhee, Mutiara Oktadoni Saputra Perdana, Azzahra Gadis Junita Putri Damayanti Putu Risyaning Ayu Rahmani, Adrina Rizka Rahmi Zuraida Ramadhan, Rifqi Ihza Ramadhana Komala Ratna, Maya Ganda Reni Zuraida Renti Kusumaningrum Samosir Risda Yana Riska Oktavioni Salsabilla Rizki Arisandi Rizki Hanriko Rodiani Rojwa Azka Syakira Roro Rukmi Windi Perdani, Roro Rukmi Rudiyanto, Waluyo Salsabila, Hasri Aghnia Salwa Alina Faza Sangging, Putu Ristyaning Ayu Sari, Merry Indah Sekar Ronna Fiskasari Sembiring, Dustin Delano Pranata Sharlene Sabrina Azzahra Sofyan Musyabiq Wijaya Soraya Rahmanisa Sri Hasnawati Suharmanto Suharmanto Suryadi Suryadi Suryani Agustina Daulay Susianti Susianti Sutarto Sutarto Taufiqy, Athaya Terza Afika Happy Tutik Ernawati Utari Gita Mutiara Wachid, Deddy Nur Winata, Afriza Wiwi Febriani Wiwi Febriani Wuryaningsih Dwi Sayekti Wuryaningsih Wuryaningsih Yaktiworo Indriani Yana, Risda Yoga, M. Agung Prasetya Adnyana Yuliana Yunianto, Andi Eka Yuningrum, Hesti Yusrawati Yusrawati Zahira Farini Hasbani Zelinda Imroatus Soleha Zenith Puspitawati