Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Literasi dan Numerasi Siswa di SMPN 4 Satap Batulanteh Sumbawa Rispawati, Rispawati; Mustari, Mohamad; Yuliatin, Yuliatin; Hadi, M. Samsul; Noviana, Hassa; Kurniawansyah, Edy
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2b (2025): Edisi khusus Dies Natalis Universitas Mataram
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/0btmtf82

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan berdasarkan kondisi perkembangan yang luar biasa salah satunya adalah program literasi dan numeras yang diluncurkan oleh kemendikbudristek melalui kegiatan kampus mengajar. Literasi adalah kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga, dan masyarakat. Sedangkan Numerasi adalah kemampuan mengaplikasikan konsep bilangan dan simbol dalam matematika dasar untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengetahui peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa di SMPN 4 SATAP Batulanteh Sumbawa. dengan karakteristik peserta didik abad 21 dapat terpenuhi sebagaimana mestinya. Solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini adalah melakukan serangkaian kegiatan sosialisasi peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa di SMPN SATAP Batulanteh Sumbawa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh tahapan kegiatan berjalan dengan baik dan telah terjadi peningkatan pemahaman peserta tentang peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Kegiatan sosialiasasi ini diikuti oleh guru-guru SMPN 4 SATAP Batulanteh Sumbawa. Hal ini ditandai dengan guru-guru SMPN 4 SATAP Batulanteh Sumbawa sudah memahami dan mengerti tentang peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Kemudian guru-guru tersebut membuat program yang dapat meningkatkan literasi dan numerasi siswas, program tersebut seperti gerakan membaca 15 menit sebelum memulai pembelajaran pada setiap mata pelajaran sudah dilaksanakan oleh guru SMPN 4 SATAP Batulanteh Sumbawa dengan baik. Selain itu, hasil yang lainnya pada ini kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan pada peserta serta komitmen kuat dari kepala sekolah dan guru untuk mengimplementasikan program-program yang telah dirumuskan khususnya yang berkhubungan dengan literasi dan numerasi siswa.
Implementasi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja Guru TK di TK Al Istiqomah dan TK Imam Bukhori Lombok Barat Yunitasari; Mustari, Mohamad; Hakim, Mansur; Asrin; Makki, Muhammad
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i1.1473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dalam meningkatkan produktivitas kerja guru Taman Kanak-Kanak (TK) di TK Al-Istiqomah dan TK Imam Bukhori Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah dan guru TK Al-Istiqomah dan TK Imam Bukhori Lombok Barat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpina demokratis kepala sekolah di kedua TK diimplementasikan melalui keterlibatan guru dalam pengambilan keputusan, menjadi teladan dalam kedisiplinan dantanggung jawab, mampu menciptakan iklim kerja yang kondusif dan kolaboratif, dan melakukan pembinaan melalui supervisi sekolah. Adapun faktor pendukung dari implementasi gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dalam meningkatkan produktivitas kerja guru seperti tersedianya sarana prasarana yang memadai, adanya komunikasi antara kepala sekolah dan guru, dan pemberian motivasi maupun pelatihan. Namun demikian, penelitian ini menemukan sejumlah faktor panghambat seperti insentif gaji guru yang rendah, beban kerja yang berlebihan, dan kualifikasi pendidikan guru hanya lulusan SMA. Implementasi kepemimpinan demokratis kepala sekolah berdampak positif terhadap peningkatan produktivitas kerja guru, khususnya dalam perencanaan pembelajaran, kedisiplinan dan tanggung jawab, semangat kerja, maupun kreativitas dan inovasi guru dalam pembelajaran.
Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Gender dalam Meningkatkan Budaya Kerja Berkualitas: Studi Multisitus di SDN 23 Ampenan dan SDN 26 Mataram Rohayani, Rohayani; Mustari, Mohamad; Asrin, Asrin; Hakim, Mansyur; Jaelani, Abdul Kadir
Reflection Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/7yppgs75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana praktik kepemimpinan kepala sekolah membentuk budaya kerja profesional guru di sekolah dasar, dengan mempertimbangkan dinamika konteks dan perbedaan pendekatan kepemimpinan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain multisitus yang dilaksanakan di SDN 23 Ampenan dan SDN 26 Mataram. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan praktik kepemimpinan yang berbeda namun sama-sama berkontribusi terhadap pembentukan budaya kerja profesional guru. Di SDN 23 Ampenan, kepemimpinan situasional tercermin melalui ketegasan dalam disiplin, dukungan profesional, serta fleksibilitas pengambilan keputusan sesuai kesiapan guru. Praktik tersebut berkontribusi pada penguatan disiplin, tanggung jawab, kolaborasi, dan komitmen terhadap mutu pembelajaran. Sementara itu, di SDN 26 Mataram, kepemimpinan demokratis diwujudkan melalui partisipasi guru, komunikasi dua arah, dan pengambilan keputusan kolektif yang mendorong budaya kerja kolaboratif dan keterbukaan profesional. Temuan ini menegaskan bahwa pengaruh kepemimpinan terhadap budaya kerja guru tidak bersifat tunggal atau universal, melainkan bergantung pada kesesuaian praktik kepemimpinan dengan konteks sekolah dan dinamika profesional guru. Gender-Based School Leadership in Enhancing Quality Work Culture: A Multi-Site Study at SDN 23 Ampenan and SDN 26 Mataram This study aims to analyze how school principals’ leadership practices shape teachers’ professional work culture in elementary schools, with particular attention to contextual dynamics and variations in leadership approaches. The research employed a qualitative approach with a multi-site design conducted at SDN 23 Ampenan and SDN 26 Mataram. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis, and were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data credibility was ensured through source and technique triangulation. The findings reveal that principals applied different leadership practices that nonetheless contributed to the development of teachers’ professional work culture. At SDN 23 Ampenan, situational leadership was reflected in firm discipline enforcement, professional support, and flexible decision-making based on teachers’ readiness. These practices strengthened teachers’ discipline, responsibility, collaboration, and commitment to instructional quality. In contrast, at SDN 26 Mataram, democratic leadership was manifested through teacher participation, two-way communication, and collective decision-making, fostering a collaborative and open professional culture. Overall, the study demonstrates that the influence of school leadership on teachers’ professional work culture is not uniform, but rather depends on the alignment between leadership practices, school context, and teachers’ professional dynamics.
Penguatan Watak Kewarganegaraan Melalui Program Sabtu Budaya (Studi Kasus di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Lingsar) Novianti, Delsy; Mustari, Mohamad; Sawaludin, Sawaludin
Journal of Civic Education Vol 9 No 1 (2026): Journal of Civic Education (IN PRESS)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jce.v9i1.1218

Abstract

This study investigates the implementation and impact of the Cultural Saturday Program (Sabtu Budaya) as a culture-based co-curricular initiative at SMAN 1 Lingsar. Employing a qualitative descriptive case study design, data were gathered through observation, interviews, and documentation. The analysis focuses on the program's execution process and stakeholder perceptions, viewed through the theoretical framework of civic disposition. Findings reveal that the program comprises five core activities: Gema Gatra exercises, traditional music performances, traditional dances, traditional games, and art exhibitions. Results indicate highly positive perceptions from both students and teachers, who advocate for the program's continuation and expansion to ensure sustainable benefits. Furthermore, the study identifies that the program effectively strengthens essential civic dispositions, specifically compassion, compromise, self-discipline, patience, persistence, individual responsibility, and open-mindedness. These results underscore the significance of integrating cultural practices into the school environment to foster robust civic character among students.
Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Literasi Numerasi Siswa di SMAN 5 Mataram Hasdianti, Imas; Mustari, Mohamad; Setiadi, Dadi; Asrin, Asrin; Hakim, Mansur
Reflection Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/zrhk4218

Abstract

Literasi dan numerasi merupakan kompetensi dasar yang sangat penting bagi peserta didik dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan literasi numerasi siswa di SMAN 5 Mataram dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan siswa. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan literasi numerasi siswa di SMAN 5 Mataram melalui kebijakan visi dan misi sekolah, penguatan budaya literasi, pojok baca, pembelajaran berbasis konseptual,  pemanfaatan teknologi digital, dan integrasi numerasi di semua mata pelajaran. Faktor pendukung termasuk kolaborasi antara kepala sekolah dan guru, sarana yang memadai, serta keberadaan jurnal Gerakan Literasi Sekolah (GLS), sementara faktor penghambat utama adalah rendahnya minat baca siswa, keterbatasan buku nonfiksi, dan keterbatasan dana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi kepemimpinan kepala sekolah memainkan peran penting dalam peningkatan literasi numerasi di SMAN 5 Mataram
Co-Authors Abdul Kadir Agil Al Idrus Agil Al Idrus, Agil Al Ahmad Fauzan AHMADI Alambana, Bondan Muhammad Alqadri, Bagdawansyah Andriani, Widyan Apriani, Baiq Karni ASHARI, NABILA FATYA Asrin Asrin Asrin Astarina, Astarina Aulia, Annisa Aulia, Widyatul Awal, Jumadil Azwari, Riki Basariah Basariah, Basariah Belinda, Neema Chiara Budi Darmawan Dadi Setiadi Devy Paramitha, Baiq Dewi, Mega Purnami Diya'ul Fajri, Nur Dwi Aprilia, Cici Edy Herianto Fahruddin Fahruddin Fahruddin Fatoni, Firhan Gaosil Ferdiana Safitri, Nuris FITRIANI, NOVA Hadi, M. Samsul Hadi, Muhamad Samsul Hadi, Subhan Hakim, Mansur Hakim, Mansyur Handayani, Rosdiana Hasdianti, Imas Heri Hadi Saputra Hidayatunnisa, Baiq Nispi Husni, Vega Novia Asrila Ila Nurlaila Hidayat Insan, Abdul Iskandar, Lalu Joni Rokhmat Kadir Jaelani, Abdul Khaeri, Muhamad Kurniawansyah, Edy Laili, Manzilul Makki, Muhammad Muhamad Majdi Muhammad Zubair Muntari Muntari Musyawwir, Abal Wahid Ningsih, Rahayu Praya Nisa, Siti Haerun Noviana, Hassa Novianti, Delsy Novitasari Putri, Novitasari Pratama, Melinia Putri PUTRI, BAIQ INDAH RISKIA Riani S, Ni Wayan Lila Rispawati, Rispawati Rohayani, Rohayani Sawaludin, Sawaludin Septayana, Ina Sri Nurhayati Sudirman Sudirman Sudirman Sugeng Santoso Sulistyorini Sulistyorini, Sulistyorini Sumardi, Lalu Syamsul Hadi Syarifuddin Syarifuddin Syifa', Syifa' Febrian Handriani teguh, Teguh Viras Mannic Urwatul Khairi, Muh. Via, Aliefvia Rezqa Wahyu, Wahyu Ahady Irnawan Waluyo, Untung Wijaya, I Gde Khanara Arya Yudana, I Gede Yuliatin yuliatin Yunitasari Zubair, Muh Zubair, Muh.