Claim Missing Document
Check
Articles

Police Discretion in Investigating Document Forgery and False Information Cases in Indonesia Putra, Ichwan Fuad Chaerul; Markoni; Nardiman; Asri, Dyah Permata Budi
International Journal of Science and Society Vol 7 No 1 (2025): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v7i1.1396

Abstract

Discretion is a form of authority granted to law enforcement officers, including police investigators, to make decisions based on specific judgments to ensure the smooth progression of legal processes. The purpose of this study is to analyze the process of investigation, inquiry, and the determination of suspects in cases of document forgery. The theories utilized in this thesis research include the theory of investigation, the theory of law enforcement, and the theory of discretion. This research employs a normative juridical method, a legal research approach used to analyze and evaluate applicable legal norms and their application in practice. The findings indicate that in cases of document forgery, original evidence must be presented to investigators for subsequent seizure as valid evidence in proving the criminal act of document forgery. Photocopy evidence alone, unsupported by other evidence, is deemed inadmissible. In conclusion, the discretion applied in the investigation process and suspect determination is expected to align with legal principles. Excessive or improper use of discretion can lead to abuse of authority, ultimately undermining public trust in law enforcement institutions.
Legal Analysis of Legal Power and Legal Protection in Informed Consent Practices in High-Risk Surgical Procedures in Hospitals Ediyanto; Markoni; Kanthika, I Made; Asri, Dyah Permata Budi
International Journal of Science and Society Vol 7 No 2 (2025): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v7i2.1443

Abstract

This research examines the legal force and protective function of informed consent in high-risk surgical procedures, focusing particularly on the latest regulatory framework in Indonesia as stipulated by Law Number 17 of 2023 concerning Health. Currently, there is a notable absence of specific scholarly examination addressing this issue comprehensively. Although the regulation clearly defines patients’ rights to comprehensive medical information and mandates healthcare providers to deliver it transparently, practical ambiguities remain regarding the extent of informed consent’s binding legal authority and effectiveness in providing legal protection for both patients and medical professionals. Employing a normative juridical approach with descriptive-analytical methods, the study is primarily based on literature review and analysis of relevant Supreme Court decisions. The central objective of this research is to evaluate the legal enforceability and protective role of informed consent within the context of high-risk surgical treatments. The findings reveal that informed consent possesses substantial legal force derived from contractual principles established between patients and healthcare providers, thereby ensuring mutual legal protection during high-risk medical procedures. Informed consent encompasses preventive measures that aimed at averting potential disputes through clear communication, and repressive measures, which offer legal remedies in cases of violation, thus strengthening accountability and legal certainty within healthcare services.
Pengaruh Ekuitas Merek, Kepercayaan Merek Dan Preferensi Merek Terhadap Loyalitas Pelanggan Three Second Di Bencoolen Mall Bengkulu Jaya, Alfin Firman; Markoni; Fauzan
Jurnal Ekonomi STIEP Vol. 10 No. 1 (2025): JES (Jurnal Ekonomi STIEP)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IBE Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54526/jes.v10i1.298

Abstract

Three second adalah salah satu brand industri fashion nasional yang terbilang eksis di Kota Bengkulu. Saat covid melanda, beberapa outlet fashion di Kota Bengkulu tutup dan dan beberapa lainnya sepi pelanggan namun three second terlihat masih ramai pengunjung. Hal tersebut menunjukan loyalnya konsumen terhadap produk three second. Maka dari itu maka penelitian ini bertujuan untk mengetauhi baik secara parsial ataupun simultan apakah ekuitas, kepercayaan dan preferensi berpengaruh terhadap loyalitas. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan analisa regresi linier berganda. Perhitungan sampel sebanyak 200 responden menggunakan metode hair. Hasil penelitian menyebutkan jika variabel ekuitas dan preferensi tidak berpengaruh terhadap loyalitas sedangkan variabel kepercayaan terbukti berpengaruh dan signifikan mempengaruhi loyalitas.
Perlindungan Hukum terhadap Pelaut Asing yang Bekerja di Indonesia Menurut Peraturan Perundang- Undangan yang Berlaku Solihat, Ihat; Markoni
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1461

Abstract

Penelitian ini membahas bentuk perlindungan hukum terhadap pelaut asing yang bekerja di Indonesia, baik melalui pendekatan yuridis normatif maupun konseptual. Dalam praktiknya, pelaut asing kerap kali mengalami ketidakpastian hukum dan kekosongan norma terkait pemenuhan hak-hak dasar mereka selama bekerja di atas kapal berbendera Indonesia. Padahal, Indonesia telah meratifikasi sejumlah konvensi internasional seperti Maritime Labour Convention 2006 (MLC 2006) dan International Convention on the Protection of the Rights of All Migrant Workers and Members of Their Families (ICRMW), yang semestinya memberikan jaminan hak-hak perlindungan tanpa diskriminasi terhadap seluruh awak kapal, termasuk pelaut asing. Melalui kajian pustaka dan pendekatan hukum, penelitian ini menguraikan bahwa perlindungan terhadap pelaut asing tidak hanya mencakup aspek keselamatan kerja, jam kerja, dan kesejahteraan di atas kapal, tetapi juga meliputi akses terhadap pelayanan kesehatan, pendampingan hukum, dan hak atas kepulangan yang layak. Penelitian ini menegaskan bahwa perlindungan hukum bagi pelaut asing di Indonesia masih bersifat sektoral dan belum terintegrasi secara sistematis dalam kerangka regulasi nasional. Oleh karena itu, diperlukan penguatan norma dan kebijakan yang lebih komprehensif agar kepentingan pelaut asing dapat diakomodasi secara adil dan berkeadilan.
Implications of Marriage Agreements on the Status of Couples' Property on Money Laundering Criminal Acts in Indonesia Kurniawan, Alan; Asri, Dyah Permata Budi; Markoni; Kanthika, I Made
International Journal of Science and Society Vol 7 No 3 (2025): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v7i3.1501

Abstract

This study examines the implications of prenuptial agreements on the status of marital property in Money Laundering Crimes (TPPU). The research aims to analyze the legal status of assets separated through prenuptial agreements when one spouse is involved in money laundering, and to evaluate legal protection mechanisms for good-faith spouses. The study focuses on the conflict between the principle of party autonomy in marriage law and the principles of follow the money and asset recovery under the Anti-Money Laundering Act. The method used is normative juridical, employing statutory and theoretical approaches, including the theory of legal protection, the theory of evidence, and the concept of reverse burden of proof. Findings reveal that prenuptial agreements hold a strategic role as instruments of legal certainty under the principle of freedom of contract and the 1945 Constitution. However, in practice, within money laundering and corruption cases, their effectiveness is limited because the principles of follow the money and reverse burden of proof grant broad authority to law enforcement to seize assets even if formally legitimate. The normative conflict between civil and criminal law creates legal uncertainty disadvantaging third parties, while existing protections remain suboptimal due to high evidentiary standards and procedural barriers. Thus, regulatory harmonization is necessary to ensure legal certainty, prevent misuse of prenuptial agreements, and provide effective protection for good-faith spouses.
Implementasi Pemberhentian PNS Terpidana Kasus Korupsi Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Rokan Hilir Markoni; Ardiansah; Bagio Kadaryanto; Prihati
Jurnal Niara Vol. 16 No. 1 (2023): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v16i1.13866

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pemberhentian PNS terpidana kasus korupsi berdasarkan Undang - Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Rokan Hilir. Tulisan ini merujuk pada Teori Negara Hukum, Teori Pertanggungjawaban Hukum dan Teori Kepastian Hukum. Populasi dan sampel berasal dari narasumber–narasumber yang relevan dengan penelitian. Sumber data yang digunakan adalah primer, sekunder dan tersier; teknik pengumpulan data: observasi, wawancara terstruktur dan studi dokumen (kepustakaan). Hasil penelitian diketahui bahwa implementasi pemberhentian PNS terpidana kasus korupsi berdasarkan Undang - Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Rokan Hilir belum berjalan sebagaimana mestinya. Hal tersebut ditunjukkan dengan masih adanya 2 Pegawai Negeri Sipil di lingkungan pemerintahan daerah Kabupaten Rokan Hilir terpidana tindak pidana korupsi berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru berkekuatan hukum tetap yang belum diberikan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat
Pemenuhan Syarat Dua Kreditor Sebagai Dasar Permohonan Pailit di Pengadilan Niaga Melalui Cessie atas Sebagian Jumlah Piutang Anthony, Peter; Markoni; Widarto, Joko; Helvis
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v2i1.112

Abstract

Mekanisme cessie atas sebagian jumlah digunakan oleh kreditor untuk memenuhi syarat 2 (dua) kreditor, adanya praktik cessie atas sebagian jumlah menjadikan debitor mempunyai 2 (dua) kreditor, yaitu kreditor asal ‘cedent’ dan kreditor penerima cessie ‘cessionaris’, yang mana keduanya mempunyai hak yang sama dalam mendapatkan pemenuhan pembayaran dari debitor pada tanggal jatuh tempo yang sama dengan jumlah piutangnya sebagai hasil dari cessie atas sebagian jumlah. Permasalahnnya yaitu, permohonan pailit yang diajukan kepada Pengadilan Niaga dalam Ratio Decidendi Majelis Hakim menilai bahwa dengan adanya cessie atas sebagian jumlah menjadikan pembuktian dalam perkara kepailitan tidak dapat dibuktikan secara sederhana dan dalam putusannya Majelis Hakim menolak permohonan pailit tersebut karena bertentangan dengan Pasal 8 ayat (4) Undang-Undang Kepailitan dan PKPU. Tujuan penelitian yaitu Mengkaji, Menganalisa, dan Menjelaskan akibat hukum permohonan pailit yang diajukan dengan adanya cessie atas sebagian jumlah dan Mengkaji, Menganalisa, dan Menjelaskan kedudukan cessionaris dalam permohonan pailit debitor (cessus). Metode penelitian yang dipakai yaitu penelitian yuridis normatif dengan menggunakan studi pustaka yang mana dilakukan dengan menelaah semua undang-undang, regulasi, buku-buku dan literatur-literatur yang berkaitan dengan penelitian yang akan diteliti, Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualtitatif yang merupakan pendekatan penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang ilmiah. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa akibat hukum dari permohonan pailit dengan adanya cessie mengakibatkan pembuktiannya tidak sederhana, sehingga ditolak oleh hakim. Belum adanya legal standing yang jelas bagi kreditor penerima cessie (cessionaris) sebagai pihak yang dapat mengajukan permohonan pailit. Tidak ada aturan yang secara tegas melarang hal tersebut.
Legal Protection of the Parties in Construction Agreements Setiawan, Budi; Markoni
Law Review Volume 24 Issue 2 (November 2024)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pelita Harapan | Lippo Village, Tangerang 15811 - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/lr.v24i2.7784

Abstract

Construction agreements in Indonesia are an important legal instrument that often faces challenges due to the complexity of regulations and the potential imbalance of power between parties. This study aims to analyze the legal framework governing construction agreements in Indonesia and identify the importance of dispute resolution in the context of construction projects. This research uses a literature study to analyze the legal framework governing construction agreements, including the Civil Code, Law Number 2 of 2017 on Construction Services and Government Regulation Number 17 of 2013. This analysis reveals the importance of dispute resolution, especially through arbitration, as an effective mechanism to address conflicts in construction projects. The role of legal consultants with expertise in construction law is also crucial in guiding stakeholders in drafting agreements that protect the interests of each party and minimize legal risks. This study emphasizes the need for careful attention to legal protection in construction agreements to ensure fairness and the success of the project.
Kepastian Hukum Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen terhadap Nasabah Perbankan : (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Cibinong Nomor: 389/Pdt.Sus-BPSK/2020/PN.Cbi) Handy; Markoni
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3: Desember (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i3.634

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah adanya sengketa antara Nasabah Perbankan dengan Pelaku usaha di sektor jasa keuangan yang diselesaikan melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Meskipun BPSK berfungsi sebagai lembaga alternatif penyelesaian sengketa konsumen yang bertujuan untuk memberikan akses keadilan yang cepat dan murah, tetapi yang dikeluarkan dari putusan-putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) yang bersifat final dan binding tidak mempunyai kepastian hukum. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk meninjau dan menganalisa kekuatan kepastian hukum dari putusan BPSK yang bersifat Final dan Binding terhadap nasabah perbankan dan pelaku usaha di sektor jasa keuangan. yang melibatkan putusan dari dua Lembaga yaitu Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dan Putusan Pengadilan Negeri dengan nomor perkara 389/Pdt.Sus.BPSK/2020/PN.Cbi. secara hukum. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan menganalisis dan mengacu pada asas hukum dan peraturan perundang-undangan terkait dengan putusan dari dua Lembaga yaitu Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dan Putusan Pengadilan Negeri serta literatur hukum yang terkait dengan permasalahan Data dianalisis untuk melakukan evaluasi perihal kekuatan kepastian hukum putusan BPSK yang bersifat final dan binding serta sejauh mana putusan tersebut memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi Nasabah Perbankan dan pelaku usaha dalam sektor jasa keuangan. Ketidakkonsisten putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen ini menimbulkan tantangan dalam mencapai kepastian hukum, yang pada gilirannya dapat mengurangi kepercayaan konsumen terutama nasabah perbankan serta menimbulkan ketidakpastian dalam merumuskan kebijakan bagi pelaku usaha di sektor jasa keuangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa demi kepastian hukum putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen yang bersifat final dan binding (Pasal 54 ayat 3 Undang-undang perlindungan konsumen No 8 Tahun 1999) harus dilakukan Judicial refiew ke Mahkamah Agung karena kontradiksi dengan pasal 56 ayat 2 Jo. Putusan menteri perindustrian dan perdagangan Republik Indonesia No. 350/MPP/Kep/12/2001 Pasal 41 ayat 3 dan dikuatkan oleh peraturan Mahkamah Agung Perma No 1 Tahun 2006 untuk terciptanya Nasabah Perbankan dan pelaku usaha sektor jasa keuangan mendapatkan kepastian hukum dalam penyelesaian sengketa pada sektor jasa keuangan. Serta sengketa antara Nasabah Perbankan dengan Lembaga Sektor Jasa Keuangan bukanlah merupakan kewenangan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen untuk memutuskan. Kerena sengketa Konsumen sektor jasa keuangan dengan Nasabah Perbankan atas dasar hubungan hukum Perjanjian Kredit, sehingga Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) tidak berwenang untuk memberikan putusan terhadap Nasabah Perbankan.
Kekuatan Hukum Penyimpangan Pasal 1266 dan Pasal 1267 Kuhperdata sebagai Syarat Batal dalam Perspektif Asas Kebebasan Berkontrak dan Kepastian Hukum: (Studi Kasus Putusan Makamah Agung No. 2782/K/PDT.2009) Eugenia, Edith Griselda; Markoni
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3: Desember (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i3.635

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya syarat batal yang digantungkan pada keadaan yang belum tentu terjadi dan penyimpangan Pasal 1266 dan 1267 KUHPerdata yang dibuat atas dasar asas kebebasan berkontrak sehingga membawa kepada keadaan ketidakpastian hukum bagi pihak-pihak yang berkontrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kekuatan hukum asas kebebasan berkontrak dan kepastian hukum dari adanya syarat batal dan penyimpangan Pasal 1266 dan 1267 KUHPerdata dalam perjanjian jual beli tanah dan bangunan yang dibuat secara notariil dengan studi kasus putusan Makamah Agung No. 2782/K/PDT.2009. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual dan studi kasus. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara yuridis normatif untuk mengeksplorasi bagaimana pengadilan menafsirkan suatu hubungan hukum terhadap objek perjanjian dengan pencantuman syarat batal dan penyimpangan Pasal 1266 dan 1267 KUHPerdata dalam perjanjian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun klausul syarat batal dan penyimpangan dapat memberikan fleksibilitas bagi para pihak dalam membatalkan perjanjian, namun apabila diberlakukan terhadap objek tanah dan bangunan, tidak serta merta memiliki kekuatan kepastian eksekusi sesuai dengan yang disepakati di dalam perjanjian. Hal ini dikarenakan adanya ketidakseimbangan proporsionalitas dalam suatu hubungan hukum yang timbal balik dapat menyebabkan tindakan wanprestasi hingga perbuatan melawan hukum. Oleh karena itu, demi kepastian hukum diperlukan pedoman yang lebih jelas dan konsisten untuk memastikan bahwa syarat batal dan penyimpangan pasal 1266 dan 1267 KUHPerdata yang dibuat atas dasar asas kebebasan berkontrak ini tetap sejalan dengan aturan dan prinsip-prinsip hukum lainnya, sehingga memiliki kekuatan kepastian hukum.
Co-Authors Achmad Edi Subiyanto Adel Chandra Annisa Fitria Anthony, Peter Ardiansah Astika Ulfah Izzati Bagio Kadaryanto, Bagio Ban Hin, Siaw Berliansari, Novia Safitri Binsar M. Gultom Budi Asri, Dyah Permata Budi Lestari Budi Setiawan Budi Setiawan Dasuki Santoso Dekky Tiara Pra Setia Ediyanto Edward Fernando Siregar Elawati, Tuti Elvinus Engel, Justi Elwis Tunendra Erwin Putra Pratama Eugenia, Edith Griselda Fauzan Ferdian Togi Sinurat Frianka Anindea Gautama, Maria Patricia Gistia Helty Gojali, Akhmad Gultom, Brian Daven Kyher Hamdani Handy Heilynn Helvis, Helvis Hero Samudra Holidah, Indah Nur Horadin Saragih Hulain Hulain I Made Kanthika I Made Kantika I Made Kantikha intan permata kasih Iswantoro Jaya, Alfin Firman Joko Widarto Kantikha, I Made kartini, kartini Kurniawan, Alan Lahea, Fernando Lidya Anggraeni Malemna Sura Anabertha Malemna Sura Anabertha Sembiring Maria Ulfa Arifia Mellisa Agustina Sinaga Miskiyah, Neneng Muhamad Bahtiar Muharam, Irsan Nardiman Nardiman Nardiman Nardiman Nelly Dharma Nursaban Rommy Nurul Ittaqullah Parman. Bm. Nainggolan Peter Anthony Porman Hutabarat Prihati Puspita, Veny Putra, Ichwan Fuad Chaerul Raditya Pratomo Rahayu, Hartoto Suci Randi Fryandika Revi Revi Roman Destian Pahrori Rosalia Herlina Sutanti Rudi Fahrudi Setiaji Wibowo Sherry Arisanti Sihombing, Jasalmon Siregar, Pascal Raja Ilham Solihat, Ihat Sukarman Tia Shabrina Tri Wahyu Pranoto Tulus Widodo Tuti Elawati venti, fikrialhadi99@gmail.com Wasis Susetio Wasis Susetio Yohanes Lado Jera Yudhi Ongkowijaya Zulfikar Zulfikar Judge Zulfikar Judge