Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

Hubungan Usia dan Pendidikan Ibu dengan Kejadian Post Partum Blues di Desa Mijen Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus Anny Rosiana Masithoh; Nor Asiyah; Yuyun Naimah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.107 KB)

Abstract

Latar Belakang:. Post partum blues merupakan masa transisi mood setelah melahirkan yang sering terjadi pada 50-70% wanita paska melahirkan. Kejadian post partum blues ini terus meningkat 10-15% dan kejadian psikosis pasca melahirkan 1-2 per 1000 kelahiran. Sebagian ibu berhasil menyesuaikan diri, namun ada sebagian lainnya yang tidak berhasil menyesuaikan diri dan mengalami post patum blues. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan usia dan pendidikan ibu dengan kejadian post partum blues di Desa Mijen Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus Tahun 2018. Metode: Jenis penelitian analitik korelatif dengan metode pendekatan Cross Sectional, populasi dan sampel sebanyak 30 responden menggunakan Teknik Total Sampling. Alat ukur kuesioner dan Uji Hubungan menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian: ada hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan kejadian post partum blues di Desa Mijen Keamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus Tahun 2018 dengan p value =0,021. Tidak ada hubungan antara pendidikan ibu dengan kejadian post partum blues di Desa Mijen Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus tahun 2018 dengan p value =0,058. Kesimpulan : Ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian post partum blues di Desa Mijen Kecamatan Kabupaten Kudus. Tidak ada hubungan antara kejadian post partum blues di Desa Mijen Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus.
Skala Nyeri Disminore berbasis Indeks Masa Tubuh Level I Islami; Nor Asiyah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.121 KB)

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting yang membutuhkan tanggungjawab bersama. Kesehatan reproduksi remaja khususnya perempuan perlu memperoleh perhatian khusus mengingat mereka adalah asset penerus generasi bangsa. Problematika yang dihadapi remaja prempuan antara lain adalah disminore, baik dari skala nyeri ringan maupun nyeri berat hingga tidak bisa beraktifitas sehingga mengakibatkan prestasi belajar menurun. Disminore dapat terjadi secara fisiologis maupun secara patologis. Disminore secara fisiologis dapat diminimalisir dengan berbagai cara yaitu farmakologis dan non farmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skala nyeri disminore pada kelompok remaja dengan IMT rendah dan IMT normal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Subjek penelitian adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus, populasi adalah mahasiswa universitas , sample yang direkrut adalah 65 orang. Uji statistik yang digunakan adalah Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan dua kelompok tidak berpasangan. Hasil yang diperoleh adalah tidak terdapat perbedaan signifikan skala nyeri antara IMT rendah dan IMT normal. (P value > 0.05). Hasil ini berbeda dengan temuan penelitian yang dilakukan oleh Madhubala Chaucan yang meyebutkan bahwa terdapat perbedaan signifikan disminore antara remaja dengan IMT normal dan IMT rendah. Kesimpulan penelitian yang diperoleh adalah tidak terdapat perbedaan signifikan skala nyeri disminore pada kelompok remaja dengan IMT rendah dan IMT normal.
The Correlation Of Stroke Frequency And Blood Pressure With Stroke Severity In Non Hemorrhagic Stroke Patients Sri Siska Mardiana; Noor Hidayah; Nor Asiyah; Ratih Noviani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.814 KB)

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi stroke mencapai 8,3 per 1000 penduduk, 60,7 persennya disebabkan oleh stroke non hemoragik. Laporan Dinas Kesehatan Jawa Tengah menunjukkan bahwa prevalensi stroke non hemoragik di Jawa Tengah tahun 2017 sebanyak 18.284 kasus. Sementara di Kabupaten Kudus prevalensi kasus baru stroke non hemoragik pada tahun 2017 sebanyak 618 kasus dan di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus jumlah pasien SNH pada tahun 2019 sebanyak 864 pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan frekuensi stroke dan tekanan darah dengan keparahan stroke pada pasien stroke non hemoragik di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Metode: Jenis penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional study. Besar sampel 86 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan dengan cara telaah rekam medis, spigmomanometer digital, dan skala National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS). Analisis data uji statistik Spearman Rho. Hasil Penelitian : Mayoritas frekuensi stroke responden adalah Rendah (frekuensi stroke berulang ≤ 3 kali pasca serangan stroke pertama) sebanyak 74 orang (86%) dan tekanan darah responden adalah Hipertensi I Ringan sebanyak 29 orang (33,7%) serta tingkat keparahan stroke responden adalah Sedang sebanyak 41 orang (47,7%). Simpulan : Ada hubungan frekuensi stroke (p: 0,000 ; nilai r: 0,544) dan tekanan darah (p: 0,000 ; nilai r: 0,500) dengan keparahan stroke pada pasien stroke non hemoragik di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.
Pengaruh Back Massage dan Dzikir terhadap Intensitas Nyeri pada Ibu Inpartu Kala I Fase Aktif Muslimah, Aida; Asiyah, Nor; Tristanti, Ika; Mudrikatun, M
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri yang terjadi pada fase pertama persalinan merupakan hal yang normal dan disebabkan oleh proses pembukaan serviks. Penanganan nyeri pada persalinan dapat dilakukan dengan metode non-farmakologis, salah satunya adalah pijat punggung dan dzikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat punggung dan dzikir terhadap tingkat nyeri pada ibu yang sedang menjalani persalinan fase I di Wilayah Kerja Puskesmas Tambakromo Pati. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen yang menggunakan pendekatan dua kelompok pre-test dan post-test. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Tambakromo Pati pada bulan November 2024, dengan total sampel sebanyak 40 ibu bersalin yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mendapatkan intervensi pijat punggung yang terdiri dari 20 ibu bersalin, sedangkan kelompok kedua mendapatkan intervensi dzikir yang juga berjumlah 20 ibu bersalin. Alat ukur yang digunakan adalah ceklis untuk pijat punggung dan dzikir, serta observasi nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon untuk menentukan ada atau tidaknya perbedaan rata-rata antara dua sampel yang berhubungan. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon, didapatkan nilai p-value sebesar 0,000, yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa pijat punggung berpengaruh terhadap penurunan intensitas nyeri pada ibu bersalin fase aktif di Puskesmas Tambakromo Pati. Begitu juga dengan dzikir, yang menunjukkan nilai p-value 0,000, yang lebih kecil dari 0,05, menandakan bahwa dzikir juga berpengaruh terhadap penurunan intensitas nyeri pada ibu bersalin fase aktif di tempat yang sama. Kesimpulan: Baik pijat punggung maupun dzikir dapat menurunkan intensitas nyeri persalinan pada ibu yang sedang menjalani persalinan fase I aktif.
Pengaruh Clapping Dada & Punggung terhadap Batuk Pilek pada Bayi & Balita di Al Hikmah Mom & Baby Care Blora Agzamarta, Hikmah Nurani; Islami, I; Asiyah, Nor
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batuk Pilek merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, dengan tingginya morbiditas di kalangan anak-anak di bawah usia lima tahun. Teknik clapping, yang melibatkan tekanan lembut pada area dada dan punggung, diharapkan dapat meningkatkan pembersihan saluran napas dengan merangsang mobilisasi lender. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Pengaruh Clapping Dada & Punggung Terhadap Berkurangnya Keluhan Batuk Pilek Pada Bayi & Balita di Al Hikmah Mom & Baby Care Blora. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen acak, dengan variable bebas Clapping Dada & Punggung dan variable terikat Keluhan Batuk Pilek Pada Bayi & Balita di Al Hikmah Mom & Baby Care Blora Pada waktu penelitian bulan Desember 2024 sampai Januari 2025 dengan kriteria inklusi dan eksklusi dengan pemberian intervensi Clapping Dada & Punggung selama 5-10 menit dilakukan 1 hari 3 kali selama 3 hari menggunakan media tangan dan lotion dengan pengawasan oleh tenaga kesehatan dengan melibatkan sampel bayi dan balita yang mengalami Batuk Pilek. Data dikumpulkan melalui observasi klinis dan kuesioner yang mengukur intensitas gejala sebelum dan setelah penerapan teknik clapping dengan jumlah responden 50 responden dengan menggunakan Analisa data uji Wilcoxon Hasil analisis statistik uji wilcoxon diperoleh p value = 0.000 lebih kecil dari nilai tingkat kemaknaan ? <0.05. maka Ho ditolak dan Ha diterima. hasil penelitian bahwa ada terdapat Pengaruh Clapping Dada & Punggung Terhadap Berkurangnya Keluhan Batuk Pilek Pada Bayi & Balita di Al Hikmah Mom & Baby Care Blora. agar terapi clapping dada dan punggung diterapkan secara rutin sebagai metode pendukung dalam mengurangi batuk pilek pada bayi dan balita, khususnya di layanan seperti Al Hikmah Mom & Baby Care.
Perbandingan antara Massage Perineum dengan Kegel Exercise terhadap Derajat Laserasi Perineum pada Ibu Bersalin Mastiah, M; Asiyah, Nor; Astuti, Dwi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor penyebab morbiditas dan mortalitas ibu adalah infeksi pada masa nifas, yang sering kali berawal dari robekan jalan lahir atau ruptur perineum. Teknik pijat perineum (perineum massage) memiliki manfaat dalam menurunkan risiko terjadinya robekan tersebut, dengan cara meningkatkan aliran darah, melunakkan jaringan di area perineum, serta meningkatkan elastisitas otot-otot yang berperan dalam proses persalinan, termasuk jaringan vagina. Selain itu, latihan senam kegel (kegel exercise) juga merupakan metode efektif untuk mencegah ruptur perineum.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pijatan perineum dan senam kegel terhadap derajat laserasi perineum pada ibu bersalin. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen, dengan desain posttest with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin, dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang, yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok pijat perineum (20 orang) dan kelompok senam kegel (20 orang).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok pijat perineum, terdapat 13 ibu (65%) yang tidak mengalami robekan perineum, sedangkan pada kelompok senam kegel, sebanyak 11 ibu (55%) tidak mengalami robekan. Uji statistik menunjukkan bahwa pijat perineum lebih efektif dibandingkan senam kegel dalam menurunkan derajat laserasi perineum, dengan hasil yang signifikan secara statistik (p-value = 0,000). Temuan ini menunjukkan pentingnya meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai teknik pijat perineum melalui edukasi kesehatan, sebagai salah satu langkah untuk mendorong kemandirian ibu dalam melakukan pencegahan laserasi selama proses persalinan.
Hubungan Usia dan Pendidikan Ibu dengan Kejadian Post Partum Blues di Desa Mijen Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus Masithoh, Anny Rosiana; Asiyah, Nor; Naimah, Yuyun
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang:. Post partum blues merupakan masa transisi mood setelah melahirkan yang sering terjadi pada 50-70% wanita paska melahirkan. Kejadian post partum blues ini terus meningkat 10-15% dan kejadian psikosis pasca melahirkan 1-2 per 1000 kelahiran. Sebagian ibu berhasil menyesuaikan diri, namun ada sebagian lainnya yang tidak berhasil menyesuaikan diri dan mengalami post patum blues. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan usia dan pendidikan ibu dengan kejadian post partum blues di Desa Mijen Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus Tahun 2018. Metode: Jenis penelitian analitik korelatif dengan metode pendekatan Cross Sectional, populasi dan sampel sebanyak 30 responden menggunakan Teknik Total Sampling. Alat ukur kuesioner dan Uji Hubungan menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian: ada hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan kejadian post partum blues di Desa Mijen Keamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus Tahun 2018 dengan p value =0,021. Tidak ada hubungan antara pendidikan ibu dengan kejadian post partum blues di Desa Mijen Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus tahun 2018 dengan p value =0,058. Kesimpulan : Ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian post partum blues di Desa Mijen Kecamatan Kabupaten Kudus. Tidak ada hubungan antara kejadian post partum blues di Desa Mijen Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus.
Skala Nyeri Disminore berbasis Indeks Masa Tubuh Level Islami, I; Asiyah, Nor
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting yang membutuhkan tanggungjawab bersama. Kesehatan reproduksi remaja khususnya perempuan perlu memperoleh perhatian khusus mengingat mereka adalah asset penerus generasi bangsa. Problematika yang dihadapi remaja prempuan antara lain adalah disminore, baik dari skala nyeri ringan maupun nyeri berat hingga tidak bisa beraktifitas sehingga mengakibatkan prestasi belajar menurun. Disminore dapat terjadi secara fisiologis maupun secara patologis. Disminore secara fisiologis dapat diminimalisir dengan berbagai cara yaitu farmakologis dan non farmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skala nyeri disminore pada kelompok remaja dengan IMT rendah dan IMT normal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Subjek penelitian adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus, populasi adalah mahasiswa universitas , sample yang direkrut adalah 65 orang. Uji statistik yang digunakan adalah Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan dua kelompok tidak berpasangan. Hasil yang diperoleh adalah tidak terdapat perbedaan signifikan skala nyeri antara IMT rendah dan IMT normal. (P value > 0.05). Hasil ini berbeda dengan temuan penelitian yang dilakukan oleh Madhubala Chaucan yang meyebutkan bahwa terdapat perbedaan signifikan disminore antara remaja dengan IMT normal dan IMT rendah. Kesimpulan penelitian yang diperoleh adalah tidak terdapat perbedaan signifikan skala nyeri disminore pada kelompok remaja dengan IMT rendah dan IMT normal.
The Correlation Of Stroke Frequency And Blood Pressure With Stroke Severity In Non Hemorrhagic Stroke Patients Mardiana, Sri Siska; Hidayah, Noor; Asiyah, Nor; Noviani, Ratih
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi stroke mencapai 8,3 per 1000 penduduk, 60,7 persennya disebabkan oleh stroke non hemoragik. Laporan Dinas Kesehatan Jawa Tengah menunjukkan bahwa prevalensi stroke non hemoragik di Jawa Tengah tahun 2017 sebanyak 18.284 kasus. Sementara di Kabupaten Kudus prevalensi kasus baru stroke non hemoragik pada tahun 2017 sebanyak 618 kasus dan di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus jumlah pasien SNH pada tahun 2019 sebanyak 864 pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan frekuensi stroke dan tekanan darah dengan keparahan stroke pada pasien stroke non hemoragik di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Metode: Jenis penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional study. Besar sampel 86 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan dengan cara telaah rekam medis, spigmomanometer digital, dan skala National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS). Analisis data uji statistik Spearman Rho. Hasil Penelitian : Mayoritas frekuensi stroke responden adalah Rendah (frekuensi stroke berulang ? 3 kali pasca serangan stroke pertama) sebanyak 74 orang (86%) dan tekanan darah responden adalah Hipertensi I Ringan sebanyak 29 orang (33,7%) serta tingkat keparahan stroke responden adalah Sedang sebanyak 41 orang (47,7%). Simpulan : Ada hubungan frekuensi stroke (p: 0,000 ; nilai r: 0,544) dan tekanan darah (p: 0,000 ; nilai r: 0,500) dengan keparahan stroke pada pasien stroke non hemoragik di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.