p-Index From 2021 - 2026
6.443
P-Index
This Author published in this journals
All Journal BAHASANTODEA ASAS : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum JURNAL MAHKAMAH Mazahib SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Jurnal Fish Protech Media Syari'ah: Wahana Kajian Hukum Islam dan Pranata Sosial Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ADHKI: Journal of Islamic Family Law Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Islamic Law Al-Adyan: Journal of Religious Studies El-Ahli : Jurnal Hukum Keluarga Islam Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Edusoshum: Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Humaniora Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Journal Of Human And Education (JAHE) Al-Manahij : Jurnal Kajian Hukum Islam Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Tasyri' Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Lunggi Journal Archipelago Journal of Southeast Asia Islamic Studies Pedagogik : Jurnal Pendidikan dan Riset FENOMENA: Journal of Social Science Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdurrauf Journal of Islamic Studies Jurnal Mediasas : Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Abdurrauf Law and Sharia Ahlika: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Journal of Dual Legal Systems Journal of Indonesian Progressive Education Parabela: Jurnal Ilmu Pemerintahan & Politik Lokal Jurnal Tarbiyatuna
Claim Missing Document
Check
Articles

PARENTS' OBLIGATIONS ON HADHANAH BEFORE MUMAYYIZ AFTER DIVORCE: REVIEW OF NORMATIVE LEGAL STUDIES Asman, Asman
ADHKI: JOURNAL OF ISLAMIC FAMILY LAW Vol. 4 No. 1 (2022): ADHKI: Journal of Islamic Family Law
Publisher : Indonesian Association of Islamic Family Law Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37876/adhki.v4i1.83

Abstract

This study examines the law of neglect and neglect of children by parents, this problem often occurs in society, on the other hand, fighting for children between divorced parents often occurs as if children are property that can be divided and after being divided, the bond is broken parents who do not get custody. The problem of raising children in Islamic Jurisprudence (fiqh) terms is called hadhanah, which is defined as caring for small children who do not know and cannot live independently, namely by fulfilling their needs. In relation to the custody of minors as a result of the divorce of both parents given to the mother, this is as regulated in Article 105 of the Compilation of Islamic Law. However, although Article 105 of the Compilation of Islamic Law explains that a child who has not mumayyiz is the right of the mother, it does not mean that the father has no right in the child's growth and development. This research method uses a qualitative research type, while the approach in this research uses two approaches, namely: the statutory approach and the fact approach. The results of this study are the responsibility of parents to minors in providing a living for their children after divorce according to Islamic law becomes the obligation of male parents, this is as regulated in Article 49 letter d and Article 156 of the Compilation of Islamic Law.
Dualism and Unworthy Legal Practice: The Marginalization of Women's Rights in Sirri and Early Marriages Hasan, Abi; Musyahid, Achmad; Asman, Asman
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 56 No 1 (2022)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v56i1.1006

Abstract

Abstract: Marriage is a constitutional right of Indonesian citizens, but not all marriages end in favour to women. From a legal and normative standpoint, this study examines how sirri and early marriage marginalize women. This article is library research. Datas were collected by conducting study of primary and secondary legal materials. The findings of this study demonstrate that sirri marriage is manifestly ineffective and contrary to the Indonesian Marriage Law. Women in sirri marriages do not have proper inheritance rights because sirri marriages are not recognized by state law, despite the fact that they are valid under religious law. In a similar vein, it appears that women's rights are not guaranteed in early marriage because couples in general lack the capacity and maturity to manage rights, obligations, and roles within the household; even early marriage appears to be "forced."Abstrak: Pernikahan merupakan hak konstitusional warga negara Indonesia. Akan tetapi, tidak semua pernikahan, baik praktik maupun aturan hukumnya menguntungkan bagi semua pihak, terutama bagi perempuan. Artikel ini mengkaji marginalisasi perempuan dalam kasus nikah sirri dan nikah dini dengan perspektif yuridis-normatif. Data-data dikumpulkan dari bahan hukum primer dan sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pernikahan sirri jelas tidak efektif dan cukup menyimpang dari ketentuan Undang-undang Perkawinan Indonesia. Kaum perempuan dalam pernikahan sirri tidak diuntungkan dalam pembagian harta warisan karena pernikahan mereka tidak dikuatkan dengan akta nikah, walaupun pernikahan tersebut dinilai sah menurut hukum agama. Hal yang sama juga terjadi pada pernikahan dini karena hak-hak perempuan pada kenyataannya tidak terjamin. Hal ini disebabkan para pasangan dalam pernikahan dini, umumnya, belum memiliki kapasitas dan kedewasaan yang cukup dalam manajemen hak, kewajiban, dan peran dalam rumah tangga. Pernikahan dini bahkan terkesan sebagai pernikahan yang “dipaksakan”.
An-Na'im's Nasakh and the Flexibility of Islamic Law Asman, Asman
Media Syari'ah Vol 25 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jms.v25i1.15172

Abstract

This study analyzes the thoughts of Abdullahi Ahmed an Na'im in the reform of Islamic law, Abdullahi Ahmed an-Na'im is one of Sudan's intellectual figures. The purpose of this study is to uncover conceptual textual thinking, an object of study that is placed as part of the study of Islamic law studies in reform. This critical study emphasizes the need for a review of the naskh principle, for an-Na'im, which lies in the necessity to treat the texts of Al-Quran in a relevant manner in order to realize an adequate reform of Islamic law in a modern context. By understanding the texts of the verses in the Al-Quran as a form of delaying their implementation until the right time, he uses the logic or reverse paradigm of the conventional textual principles, namely by re-effective the principles of Islamic teachings contained in the verses of the Mecca phase, which in conventional text theory is stated to have been by later Madaniyyah verses. For him, reversing the naskh process is an evolutionary principle of interpretation. The method used is descriptive, hermeneutic, and phenomenological methods. Practically speaking, his textual thought, which is aimed at making the interpretation of Islamic teachings relevant in the context of the modern world, can be useful in its application for the good and benefit of the ummah in the renewal of Islamic law in the reform of Islamic law. Kajian ini menelaah pemikiran dalam pembaharuan hukum Islam, Abdullahi Ahmed an-Na’im merupakan seorang tokoh intelektual dari Sudan. Arah tujuan dari kajian ini diarahkan untuk mengungkap pemikiran naskh secara konseptual, sebuah objek kajian yang diletakkan bagian dari kajian pembaharuan hukum Islam. Dalam pembahasan ini menjelaskan bahwa perlunya adanya kajian ulang terhadap prinsip-prinsip naskh an­-Na'im, bagi yang harus segera diluruskan adalah harus memperlakukan teks-teks al-Quran secara relevan demi mewujudkan sebagai pembaruan hukum dalam Islam yang sesuia dengan perkembangan zama modern. Dengan menafsirkan teks-teks ayat-ayat Al-Qur'an sebagai  bentuk penundaan eksekusi sampai waktu yang tepat, ia menggunakan logika atau pola terbalik dibandingkan dengan prinsip tekstual biasa, yaitu dengan menegaskan kembali prinsip-prinsip doktrin Islam yang ditemukan dalam ayat-ayat periode Mekah, yang menurut teori naskah umum dikatakan terkandung dalam ayat-ayat Madaniyyah yang kemudian beredar. Bagin Abdullahi Ahmed an-Na'im, membalikkan proses naskh adalah prinsip interpretasi evolusioner Metode yang digunakan metode deskriptif, hermeneutika, dan fenomenologi. Secara praktis, bahwa pemikiran naskhnya yang ditujukan untuk merelevansikan penafsiran ajaran Islam dalam konteks dunia modem, dapat berguna penerapannya bagi kebaikan dan kemaslahatan umat dalam pembaharuan hukum Islam dalam reformasi hukum Islam.
Character Education as Brain Education: Spiritual Neuroscience Studies in Islamic Education Asman, Asman; Suyadi, Suyadi; Huda, Miftachul
Jurnal Tarbiyatuna Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/tarbiyatuna.v12i2.4278

Abstract

Islamic education has been dogmatic because it emphasizes a behavioral approach, where the environment shapes the students' character. This contradicts neuroscience, where students have the potential to change their environment. Therefore, this literature study aimed to analyze character education as brain education from a neuroscience perspective using a qualitative approach. Data were then obtained manually and digitally from books and journals on neuroscience and Islamic education on the Sinta database and analyzed using content analysis. The results showed that character education using a behavioral approach does not produce students with good habits in the community. In contrast, the neuroscience approach allows them to develop a permanent good character identity with a transformative impact on the environment. These findings challenge a new direction of studies on Islamic education using a neuroscience approach with implications for shifting learning theory and practice.
The Role of Spirituality in Shaping Social Interaction in Kendari City: A Study of the Meaning of Worship in Community Life Muallimah, Muallimah; Asman, Asman; Arsam, Arsam
Jurnal Tarbiyatuna Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/tarbiyatuna.v15i2.12225

Abstract

The spiritual aspect plays an important role in building social interaction in community groups. This paper aims to understand and analyze the social interaction of the people of Kendari city in the context of worship affecting the behavior of individuals and communities in social interaction. The data was collected from interviews, with a qualitative method of phenomenological approach. The mapping of individual or group behavior was confirmed to community groups as participants in this study. The results of the study demonstrate that the role of spirituality by exploring the meaning of worship led to a new concept that worship is able to raise spiritual values such as morality, unity, affection, and awareness that have implications for people's lives. This study offers Kendari City residents a fresh perspective on how these spiritual principles might serve as a guide in daily life. In line with that, this paper suggests the need for institutional involvement and all elements of society to solve the problem of religious understanding using a spiritual value approach rather than a bureaucratic one.
Studi Tentang Penerapan Prinsip Good Governance Dalam Pengelolaan Keuangan Di Kantor Lurah Kemaraya Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari Mulianti, Mulianti; Asman, Asman; Rahman, Abdul; Abdul Harlan, La Ode
Parabela: Jurnal Ilmu Pemerintahan & Politik Lokal Vol 4 No 1 (2024): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/h0qet364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip Good Governance dalam pengelolaan keuangan di Kantor Lurah Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip Good Governance telah diterapkan dengan cukup baik, terutama dalam aspek transparansi, di mana masyarakat dapat mengakses informasi keuangan melalui papan pengumuman, media sosial, dan rapat warga. Partisipasi masyarakat dalam perencanaan anggaran berjalan aktif, meskipun masih kurang dalam pengawasan pelaksanaan anggaran. Akuntabilitas juga terjaga melalui laporan keuangan rutin yang diaudit oleh Inspektorat, namun pemahaman masyarakat tentang mekanisme pengawasan perlu ditingkatkan. Secara umum, pengelolaan keuangan di Kantor Lurah Kemaraya telah berjalan tertib dan disiplin, meskipun masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi digital yang belum optimal
Interpretasi Hermeneutik Karakter Kewirausahaan dalam Novel: Kontribusi Interdisipliner bagi Perkembangan Studi Sastra dan Kewirausahaan di Masa Depan Asman, Asman; Marfuah, Julia
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21599

Abstract

This study aims to interpret entrepreneurial characters in novels as cultural constructs embedded with values and ideology. Through a hermeneutical approach, literary works are understood as social discourses that reflect societal value systems, rather than merely aesthetic products. The study responds to the limitations of normative approaches in entrepreneurship education, which often emphasize practice and outcomes, by highlighting the importance of symbolic and narrative dimensions in literary texts. A qualitative method employing hermeneutic text analysis was applied to two novels by Asma Nadia: Bidadari untuk Dewa and Cinta Dua Kodi. Data were collected through close reading, literature review, interpretive validation, narrative excerpt classification, and categorization based on entrepreneurial character indicators. The findings reveal seven dominant entrepreneurial traits: responsibility, risk-taking, achievement motivation, self-confidence and optimism, collaboration, creativity and innovation, and leadership. Using the hermeneutic circle method, each trait was analyzed as a construction of meaning, emerging not only from narrative progression but also from the symbolic interaction between text and reader. These narratives show that entrepreneurial characters in the novels are shaped by the tension between personal idealism, religious values, and socio-economic dynamics. In-depth interpretation of dialogues, monologues, and dramatic situations enables a comprehensive reading of entrepreneurial actions as representations of cultural and spiritual identity. This research contributes to the interdisciplinary integration between literature and entrepreneurship studies by emphasizing the narrative dimension in shaping entrepreneurial character. The results demonstrate that literary texts can serve as reflective media in entrepreneurship education to foster ethical, resilient, and value-oriented entrepreneurial mindsets. The study recommends the strategic use of literature as a pedagogical tool to enrich value-based approaches in entrepreneurship development.
Parental Obligations Towards Hadhanah Mumayyiz After Divorce Islamic Family Law Perspective Asman, Asman; Ahmed, Ahmed
Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syariah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah
Publisher : Islamic Family Law Department, STAI Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang kelalaian orang tua dan penelantaran anak oleh orang tua pasca perceraian. Masalah ini biasa terjadi di masyarakat, tetapi sebaliknya, perebutan anak antara orang tua yang bercerai sering terjadi seolah-olah mereka adalah milik bersama. Itu dibagi, ikatan orang tua rusak, dan hak asuh tidak diberikan. Dalam hukum Islam, masalah pengasuhan disebut hadhanah dan didefinisikan sebagai merawat anak yang tidak tahu untuk memenuhi kebutuhannya dan belum bisa mandiri. Hak asuh anak di bawah umur akibat perceraian orang tua diatur dalam Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam. Namun, walaupun di dalam Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam dijelaskan bahwa anak yang belum mumayyiz adalah hak ibunya, dalam hal ini bukan berarti ayah tidak berhak dalam mengatur tumbuh dan kembang anak. Metode penelitian ini menggunakan Jenis penelitian metode kualitatif sedangkan pendekatan dalam penelitian ini menggunakan dua pendekatan, yaitu: pendekatan perundang-undangan dan pendekatan yurudis empiris. Hasil dari penelitia ini adalah Setelah perceraian menurut hukum Islam, tanggung jawab orang tua atas anak di bawah umur untuk menghidupi anak-anaknya adalah kewajiban orang tua laki-laki, hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 49 huruf d dan Pasal 156 Kompilasi Hukum Islam.(;).
Meninjau Kembali Perilaku Istri Sebagai Pencari Nafkah untuk Membantu Ekonomi Keluarga dalam Konteks Hukum Islam Asman, Asman
Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syariah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah
Publisher : Islamic Family Law Department, STAI Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang fenomena saat sekarang ini di era globalisasi 4.0 yang mana perilaku seorang istri yang lebih tekun dalam mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka baik dari pekerja kantoran, jualan online, dagang keliling, PNS dan lainnya. Dalam hal ini bukan berarti disini suaminya tidak bekerja untuk memberikan nafkah kepada keluarganya. Dari hal tersebut timbul berbagai perbedaan pendapat para ulama fiqh tentang seorang istri yang mencari nafkah untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Dengan demikian fokus dalam penelitian ini adalah bagaimana konteks hukum Islam memandang perilaku istri sebagai pencari nafkah untuk membantu ekonomi keluarga?. Sedangkan metode dalam penelitian ini adalah menggunakan jenis pendekatan metode kualitatif yang bersifat library research (penelitian kepustakaan). Selanjutnya pendekatan penelitian
TINGGINYA ANGKA PERCERAIAN DI KABUPATEN SAMBAS TAHUN 2019: Studi Pengembangan Di Pengadilan Agama Asman, Asman
Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam Vol 7 No 1 (2020): June
Publisher : Jurusan Hukum Acara Peradilan dan Kekeluargaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-qadau.v7i1.13711

Abstract

Perkawinan adalah satu hal yang sakral dan hanya terjadi sekali dalam seumur hidup. Banyak perkawinan yang harus berakhir dengan perceraian persoalan mengenai permasalahan dalam rumah tangga yang terjadi antara suami dan istri sehingga berakahir di Pengadilan Agama. Hal ini terjadi di Kabupten Sambas dengan tingginya angka perceraian di Kabupaten Sambas mencapai 300 kasus tiap bulannya di tahun 2019. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah Apa Faktor penyebab tingginya angka perceraian di Kabupaten Sambas tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan fenomenologi. Dalam penelitian ini data yang diambil langsung dilakukan bersumber dari media masa, sumber dari Pengadilan Agama Sambas Kabupaten Sambas Kalimantan Barat dan tokoh berdasarkan studi pengembangan fenomenologi. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu tidak adanya keharmonisan dalam rumah tangga, faktor ekonomi, KDRT, tidak adanya tanggung Jawab, pernikahan di usia muda, kurangnya kepercayaan antara suami dan Isteri.