Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN EFIKASI DIRI PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN RISIKO RAWAT ULANG DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. HARJONO KABUPATEN PONOROGO Sustyarko Onny Anandarma; Nurfika Asmaningrum; Kholid Rosyidi Muhammad Nur
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan perawatan berkelanjutan. Dalam proses perawatan mandiri pasien diabetes di rumah, efikasi diri merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi diri dan dapat meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kekambuhan penyakit, sehingga dapat menurunkan risiko rawat ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan risiko rawat ulang.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan desain penelitian observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 69 responden melalui perhitungan G*Power. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner DMSES dan LACE Index, dengan hasil uji validitas 0,658 untuk kuesioner DMSES dan 0,895 untuk kueisoner LACE Index. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Spearman rank. Lokasi penelitian ini dilakukan di RSUD Dr. Harjono Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini dimulai dari bulan November 2020 sampai dengan bulan Desember 2020.Hasil: Hasil penelitian ini terdapat nilai korelasi signifikan antara efikasi diri dengan risiko rawat ulang dengan nilai p value < 0,001 dan r = -0,411 yang menunjukkan keeratan korelasi sedang dengan nilai negatif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi efikasi diri pasien sehingga mampu memanajemen perawatan dirinya, berdampak terhadap risiko rawat ulang yang rendah.Simpulan: Diharapkan perawat dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai langkah untuk meminimalisir kejadian rawat ulang pada pasien diabetes mellitus tipe 2.Kata kunci: Pasien diabetes mellitus tipe 2, efikasi diri, risiko rawat ulang
HUBUNGAN TINGKAT LITERASI KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS KABUPATEN PONOROGO Eka Edyawati; Nurfika Asmaningrum; Kholid Rosyidi Muhammad Nur
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Tuberkulosis paru tetap menjadi penyebab utama penyakit dan termasuk di antara 10 penyebab kematian teratas di seluruh dunia. Kepatuhan pasien terhadap terapi merupakan salah satu penentu keberhasilan penatalaksanaan terapi tuberkulosis, yang mana salah satu faktor penentu kepatuhan dipengaruhi oleh tingkat literasi kesehatan pasien.Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 49 sampel penelitian dilibatkan dalam penelitian ini dengan menggunakan total sampling. Kuisioner yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dan HLS-EU-Q16. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tingkat literasi kesehatan yang tinggi sebanyak (81.4%) dan mayoritas memiliki kepatuhan pengobatan TB paru yang tinggi dengan jumlah 40 responden (81.4%). Hasil uji Chi Square menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat literasi kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis paru (p-value = 0,0001), CI= 95%; OR= 11,250.Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa tingkat literasi kesehatan berbanding lurus dengan kepatuhan minum obat pasien Tuberkulosis. Sebagai perawat, kita harus memberikan intervensi psikoedusatif kepada keluarga atau orang yang dicintai untuk meningkatkan dukungan efektif bagi individu yang membutuhkan.Kata kunci: Literasi kesehatan, kepatuhan minum obat, tuberkulosis paru
Nursing Work Arrangement in Health Care Settings During the Pandemic Of Covid-19: Nurse Managers’ Perspectives Nurfika Asmaningrum; Kholid Rosyidi Muhammad Nur; Retno Purwandari; Anisah Ardiana
NurseLine Journal Vol 5 No 2 (2020): November 2020
Publisher : Faculty of Nursing, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/nlj.v5i2.20544

Abstract

Nurses are health service providers playing pivotal role and serving at the forefront of tackling COVID-19. As such, their health and safety are pivotal. Therefore, a policy is needed in arranging their work system in response to COVID-19 pandemic. The work arrangement denotes an effort to prevent human-to-human infection transmission of COVID-19. However, the nursing work system adjustment model is not yet know. The aim of the study is to explore a model for adjusting the work system of nurses in health care facilities during the COVID-19 pandemic, from the perspective of nurse managers. This study applied descriptive qualitative method. It involved 9 (nine) managers who were recruited from 2 (two) public hospitals which became the national reference for handling COVID-19. These subjects were chosen using purposive sampling technique. Data collection employed semi-structured interviews through virtually telephone and conference. Resultant data was analyzed using content analysis. The study has unraveled five main categories related to the adjustment of the nursing work system during the pandemic, including the management of nurse personnel, regulation at work, arrangement of work patterns, adjustment of work procedures, and flexibility of work systems. Through the work system regulation, hospital managers have implemented the principle of maintaining health, safety and security of nurses while working in health care facilities. The adjustment of the nursing work system aims to reduce the negative impact of the health crisis and reduce anxiety for nurses. This is mainly because the level of anxiety associated with COVID-19 may pose adverse effects on nurses’ wellbeing.
Pemberdayaan Peran Wanita Menuju Desa Mandiri Bebas Stunting Ida Zuhroidah; Mukhammad Toha; Mokh. Sujarwadi; Nurfika Asmaningrum
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7778

Abstract

ABSTRAKBebas stunting adalah salah satu tujuan dari pembangunan nasional berkelanjutan (SDGs). Kerjasama lintas sector yang saling bersinergi melalui kegiatan promotive, preventif dan kuratif adalah upaya untuk mengatasi permasalahan stunting yang masih dijumpai di negeri ini. Mengatasi stunting perlu melibatkan peran serta keluarga. Upaya membangun keluarga sejahtera melalui program-program pemerintah adalah langkah strategis  mencegah terjadinya stunting. Keluarga sejahtera bebas dari kemiskinan merupakan bagian dari tujuan membangun desa mandiri. Sesuai amanah undang-undang No.6 tahun 2014 tentang desa, yang telah memberikan arah dan petunjuk dalam membangun dan memberdayakan masyarakat desa menuju mandiri dan sejahtera. Keluarga sejahtera adalah cerminan dari desa yang mandiri dan sejahtera. Kondisi jasmani, rohani dan ekonomi yang sehat dalam keluarga  adalah modal menuju keluarga sejahtera. Menurut kriteria Indeks Desa Membangun (IDM) Mojoparon adalah desa dengan kategori berkembang. Sumber daya alam di desa mojoparon sangat mendukung untuk menuju desa yang mandiri, namun ada beberapa hal yang perlu diperbaiki diantaranya adalah masih dijumpai sejumlah balita dengan permasalahan stunting, tidak adanya kelompok sebagai role model dalam transfer of knowledge pada pelayanan social dasar dan pemberdayaan perempuan, perilaku masyarakat membuang sampah pada tempatnya yang masih rendah, pembangunan ekonomi produktif berbasis keluarga masih rendah. Tujuan dari kegiatan ini menambah pengetahuan ibu rumah tangga tentang stunting dan penatalaksanaannya di keluarga, memperkuat peran kelompok masyarakat yang sudah terbentuk melalui upgrade pengetahuan dan keterampilan tentang stunting, memberdayakan peran ibu rumah tangga dalam mensupport fungsi ekonomi keluarga melalui pelatihan-pelatihan ekonomi kreatif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa mikro teaching pada kelompok ibu-ibu dengan masalah stunting. Pelatihan keterampilan assessment kader kesehatan desa tentang stunting, pelatihan ibu-ibu rumah tangga tentang pengolahan makan sehat dan bergizi bagi balita stunting, serta pelatihan keterampilan tentang peningkatkan ekonomi keluarga. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini adalah sebagian besar peserta (85%) memahami dan mengerti tentang stunting dan penatalaksanaannya di rumah tangga, Sebagian besar peserta (90%) memahami dan mampu tentang assessment balita dengan masalah stunting. Kata Kunci: Peran Wanita, Bebabas Stunting, Desa Mandiri ABSTRACTStunting free is one of the goals of sustainable national development (SDGs). Cross-sectoral collaboration that synergizes through promotive, preventive, and curative activities is an effort to overcome the stunting problem that is still found in this country. Overcoming stunting needs to involve family participation. Efforts to build prosperous families through government programs are strategic steps to prevent stunting. A successful family free from poverty is part of the goal of creating an independent village. The mandate of Law No. 6 of 2014 concerning villages, which has provided directions and instructions in building and empowering rural communities towards independence and prosperity. A prosperous family is a reflection of an independent and successful village. Healthy physical, spiritual and economic conditions in the family are the capital of a prosperous family. According to the Developing Village Index (IDM) criteria, Mojoparon is a developing village. Natural resources in Mojoparon village are very supportive of an independent village. However, several things need to be improved, including there are still several toddlers with stunting problems, the absence of groups as role models in the transfer of knowledge on basic social services, and women's empowerment, behavior people throwing garbage in its place which is still low, family-based productive economic development is still low. The purpose of this activity is to increase the knowledge of housewives about stunting and its management in the family, to strengthen the role of community groups that have been formed through upgrading knowledge and skills about stunting, to empower the role of housewives in supporting the family's economic function through creative economy training. The method used in this activity is micro-teaching to groups of mothers with stunting problems. Skills training for village health cadres on stunting, training for housewives on processing healthy and nutritious food for stunted toddlers, and skills training on improving the family economy. The results of this activity are that most participants (85%) understand stunting and its management in the household. Most participants (90%) understand and can assess toddlers with stunting problems.Keywords: The Role Of Women, Stunting Free, Independent Village
Program Wes Wahaye Petani Sehat (PESAT) Bebas Efek Pestisida (BEST) Berbasis Agronursing di Desa Mayang Kecamatan Mayang Kabupaten Jember Dodi Wijaya; Nurfika Asmaningrum; Kholid Rosyidi Muhammad Nur; Didik Pudji Restanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7981

Abstract

ABSTRAK Status kesehatan seringkali di anggap berpengaruh pada produktivitas kerja petani sehingga dengan menurunnya angka kesehatan petani dapat berdampak pada kualitas maupun kuantitas hasil pertanian yang menurun. Untuk meningkatkan perilaku petani melakukan pencegahan efek pestisida bagi kesehatan dalam jangka panjang.Pelatihan dengan strategi ceramah, pemutaran video edukasi, diskusi, tanya jawab, dan praktik. Media yang digunakan antara lain slide power point, video, dan buku panduan kader PESAT.pembentukan kader PESAT dapat meningkatkan pengetahuan petani mengenai efek pestisida bagi kesehatan petani sebesar 72%, sedangkan capacity building dapat meningkatkan perilaku petani untuk mencegah efek pestisida bagi kesehatan petani sebesar 74%. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan petani mengenai efek pestisida bagi kesehatan petani dan berhasil meningkatkan perilaku petani untuk mencegah efek pestisida bagi kesehatan petani. Kata Kunci: Petani, Capacity Building, Pestisida, Status Kesehatan  ABSTRACT Health status is often considered to have an effect on farmer's work productivity, so that the decreasing number of farmers' health can have an impact on the quality and quantity of agricultural products that decrease. To improve the behavior of farmers to prevent the effects of pesticides on health in the long term. Training with lecture strategies, educational video screenings, discussions, questions and answers, and practice. The media used include power point slides, videos, and PESAT cadre guidebooks. he formation of PESAT cadres can increase farmers' knowledge about the effects of pesticides on farmers' health by 72%, while Capacity Building can improve farmers' behavior to prevent the effects of pesticides on farmers' health by 74%. This activity succeeded in increasing farmers' knowledge about the effects of pesticides on farmers' health and succeeded in improving farmers' behavior to prevent the effects of pesticides on farmers' health. Keywords : Farmers, Capacity Building, Pesticides, Health Status
Description of Farmer's Clean and Healthy Living Behavior in the Workplace Order Alfid Tri Afandi; Nurfika Asmaningrum; Ayu Rahmawati; Marsya Nurrahmawati; R.A Arsyifa Nanda; Dani Saputra; Sonia Mila Dewi; Rizka Maulida; Firman Ramadhan; Mulenda Isdayana
D'Nursing and Health Journal (DNHJ) Vol. 3 No. 2 (2022): Maternity Nursing as A Management in The Provision of Nursing Care
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61595/dnursing.v3i2.406

Abstract

Introduction: Clean and Healthy Living Behavior is one of the government programs that aims to encourage people to increase knowledge and apply healthier life behaviors in various workplace settings. This study aims to describe the clean and healthy living behavior of farmers in the workplace setting. Methods: This study uses an observational quantitative method with a descriptive-analytical research design and a cross-sectional study approach. The sampling technique used quota sampling with the number of samples that met the inclusion and exclusion criteria, namely 80 respondents. Collecting data using the Questionnaire for the Assessment of Clean and Healthy Life Behavior in the Workplace Arrangement from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. Results: The results showed that 44 farmers (55%) had a smoking habit while at work, 63 farmers (78.8%) did not consume or buy food sources from the workplace, and 44 farmers (55%) did not do a physical activity outside. working hours, 46 farmers (57.5%) did not wash their hands in running water, 69 farmers (87.5%) did not try to eradicate larvae at work, 52 farmers (65%) did not use clean water facilities, 62 farmers (77 .5%) perform defecation and defecation in healthy latrines/toilet, 67 farmers (83.8%) dispose of waste in its place, and 54 farmers (67.5%) have used the appropriate PPE. Conclusion: Clean and healthy living behavior needs to be done in a disciplined manner and there needs to be an evaluation that can be started from local health workers.
Hubungan Kepuasan Kerja dengan Perilaku Caring Perawat selama Pandemi Covid-19 di Ruang Rawat Inap RSU dr. Koesnadi Bondowoso Fauzatul Walidanik; Anisah Ardiana; Nurfika Asmaningrum
Pustaka Kesehatan Vol 10 No 3 (2022): Volume 10 No.3, 2022
Publisher : UPT Percetakan dan Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/pk.v10i3.26230

Abstract

As one of the front lines in dealing with the COVID-19 pandemic, nurses immediately face situations that cause psychological symptoms such as work stress. Work stress can be caused by several factors, including job satisfaction with the job, salary, co-workers, supervision, and promotion opportunities. Job satisfaction is not a protective factor in the formation of nurse-caring behavior. However, other factors include work involvement, nurses' psychology, work stress, and work motivation. If the nurse experiences work stress, it will result in the nurse's caring behavior being less than optimal. This study aims to analyze the relationship between job satisfaction and the caring behavior of nurses during the COVID-19 pandemic in the inpatient room at RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso. The design of this study is a correlation study with a cross-sectional approach. The research sample used a purposive sampling of 104 nurses in non-COVID-19 inpatient rooms. This study was analyzed using the Spearman test. Spearman test results show the value of value = 0.029 (α <0.05) with a correlation coefficient of -0.214. Higher job satisfaction will cause nurses' caring behavior to be less than optimal, which is caused by several other factors of job satisfaction, such as work involvement, nurse psychology, work stress, and work motivation.
Pengetahuan dan Sikap Petani tentang Alat Pelindung Diri dalam Penggunaan Pestisida di Desa Darungan Kecamatan Patrang Kabupaten Jember Nur Jannah; Nurfika Asmaningrum; Kholid Rosyidi Muhammad Nur
Pustaka Kesehatan Vol 11 No 1 (2023): Volume 11 No.1, 2023
Publisher : UPT Percetakan dan Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/pk.v11i1.30390

Abstract

The use of pesticides has a negative impact on humans because pesticides can enter the human body through absorption from the skin, intentional oral or inhalation. Knowledge related personal protective equipment from work accident is very important so that it does not interfere with the farmers’ work activities and does not interfere with the health of farmers. Personal protection that can be used is by using complete Occupational Health and Safety including masks, gloves, hats and special clothes. The positive attitude of farmers is needed so that farmers are aware and willing to wear personal protective equipment as a form of prevention of work accidents. The purpose of this study was to examine the knowledge and attitudes of farmers regarding personal protective equipment in the use of pesticides in Darungan Village, Patrang District, Jember Regency. This research is a descriptive study on a total sampling of 100 farm workers. The results showed that most of the respondents (93%) had worked > 5 years. The majority of farmers' level of knowledge about personal protective equipment is still low (86℅), 69℅ of farmers have a positive attitude.
STRES PERAWAT RUANG ISOLASI COVID-19 DENGAN PERILAKU CARING DI SETTING RUMAH SAKIT Yeni Pusparini; Nurfika Asmaningrum; Anisah Ardiana; Retno Purwandari; Dicky Endrian Kurniawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.13806

Abstract

Stres adalah ketidaknyamanan fisik, psikis, emosional dan mental yang menyebabkan terganggunya kinerja perawat yang dapat berdampak pada penurunan produktifitas dan pelayanan keperawatan yang  diberikan pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara stres dengan perilaku caring di ruang isolasi COVID-19 . Desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan data menggunakan total sampling pada 43 responden perawat di salah satu rumah sakit rujukan COVID-19 Jawa Timur. Kuesioner menggunakan Covid Stress Scale dengan 26 butir dan pengukuran perilaku caring menggunakan kuesioner The Nurse Behavior Caring Study dengan 36 butir. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan nilai median stres adalah 51 (nilai minimum 12 dan nilai maksimum 88) dengan kecenderungan ke arah kanan mendekati nilai maksimal. Nilai median perilaku caring adalah 95 (nilai minimum 48 dan nilai maksimum 121) dengan kecenderungan berada pada nilai tengah dengan kriteria moderat. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan perilaku caring (p=<0,027 dan r = -0,338) dengan korelasi negatif dan kekuatan hubungan rendah. Penelitian menunjukkan meningkatnya stres kerja perawat akan menurunkan perilaku caring perawat ruang isolasi COVID-19. Hasil penelitian berimplikasi pada pentingnya upaya manajemen stres perawat sehingga perilaku caring dapat diberikan secara maksimal saat perawatan pasien terkonfirmasi COVID-19.
PATIENT-CENTERED CARE IN CLINICAL NURSING SETTINGS: A LITERATURE REVIEW Heri Siswanto; Nurfika Asmaningrum; Rondhianto Rondhianto
UNEJ e-Proceeding 2023: 5th International Agronursing Conference (5th IANC) In Conjunction with 1st International Post
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Optimal health services are one indicator of success in measuring the quality of health services. Patient-focused health services are a service model implemented in hospitals. This study aims to determine the concept of patient-centered care and its implementation in hospitals. Methods: The method of this study is a literature review. This study used electronic databases such as PubMed, Google Scholar,and Science Direct. Literature review was conducted on international journals published in the last 5 years, available in full text and not the result of a review. The keywords used are “Patient Centered care and hospital. Results: The results showed that patient-focused health services to contribute for improving patient-focused services by helping organizations target quality management efforts and can improve patient adherence in treatment so as to reduce healthcare costs. PCC also contributes to improving the performance of health service professionals and increasing patient and family participation in decision-making regarding the health services to be provided. The PCC method is very effective in palliative care and less effective in emergency care and intensive care units. Conclusion: Patient-centered care includes aspects of caring that respect values, patient needs, patient-based decision making, and patient preferences process of planning, and implementing care. Patient-centered care has advantages which include: reducing the length of stay thereby minimizing the cost of care incurred by the patient and increasing the trusting relationship between the health care team and the patient. The patient-centered care model is also an indicator to measure the level of patient satisfaction with health services.
Co-Authors Ahmad Rifai Alfid Tri Afandi Allyarista, Dhea Firnanda Airin Anandarma, Sustyarko Onny Angelina Paramitha Astuti Dos Santos Anisah Ardiana Anisah Ardiana Arifatunnahriyah, Octavia Astuti, Anggia AYU RAHMAWATI Ayu Rahmawati Azizah Abdullah, Syamsiah Nur Budi Anna Keliat Chandra Aji Wijaya Chandra Aji Wijaya, Chandra Aji Chandra, Eka Yufi Septriana Dani Saputra Darmawan , I Kade Iman Devi Chintya Ayu Palupi Dewi, Sonia Mila Dodi Wijaya Dwi Nuria Arifin Dwifarin, Septa Edyawati, Eka Eka Edyawati Eka Yufi Septriana Candra Eko Prasetyo Endrian Kurniawan, Dicky Enggal Hadi Kurniyawan Erti Ikhtiarini Dewi Fauzatul Walidanik Fauziah, Nur Hasanatil Fauziah, Wahyuni Firman Ramadhan Framudella, Azarine Dwinta Gesit Wira Mustapa Handoko, Yudho Tri Heri Siswanto Heri Siswanto Huriah, Luluk Intan Ayu Nur Aini Isdayana, Mulenda Jihadiah Nur Ikromah Karuaniawathy, Sari Dewi Kholid Rosyidi Muhammad5 Kiki Maria Maria, Kiki Maria Lantin Sulistiyorini, Lantin Leersia Yusi Ratnawati Lutfian, Lutfian Mansyur, Hartini Mardiati Mardiati Marsya Nurrahmawati Maula, Muthiatul Moh Taufiqurrahman Muhamad Zulfatul A’la Muhammad Nur, Kholid Rosyidi Mukhammad Toha Mulenda Isdayana Mustapa, Gesit Wira Nabawi, Darodjadien Naofal Naela Farah Anisa Nanda, R.A Arsyifa Nguyen, Tuan Van Novi Putri Cahyanti Nur Jannah Nur, Kholid Rosyidi M Nurrahmawati, Marsya Nuzula , Indana Firdausi Pujiyono, Aldi Rahardian Puthro, Gede Darmawan Putrha, Gede Dharmawan R.A Arsyifa Nanda Rahmawati, Iis ramadhan, firman Restanto, Didik Pudji Retno Purwandari Retno Purwandari Retno Purwandari Retno Wardani, Hamidah Rifatul Ula, Shobrina Rifki, Denny Rizeki Dwi Fibriansari Rizka Maulida Rizka Maulida Rizky Amalia, Dinda Rondhianto Rondhianto Rosyidi Muhammad Nur, Kholid Saktiningtiyas, Devi Ruchama’ Salsabilla, Ridha Nilna Saputra, Dani Sarah Wulan Putrianti Septiani Wahdaniyah, Mellinia Sholihah, Firdha Amaliatus Sholihah, Mar'atus Sofyan Nurdiansyah Sonia Mila Dewi Suciati Suciati Suciati Suciati Sugiyanta Sugiyanta Suhari Suhari Suhari Sujarwadi, Mokhammad SUJARWANTO Sustyarko Onny Anandarma Sutanto Priyo Hastono Suyanti Suyanti syamsidar syamsidar Sya’roni, Sya’roni Syifa Hajarul Istiqomah Tantut Susanto Tantut Susanto Tsai, Yun Fang Ulfah, Choiria Firdatul Ulfiatun Hasanah Umi Latifah Vindika Winda Ancarani Perijingga Yeni Pusparini Yiyi Adelia Yudho Tri Handoko Yulia Kurniawati Zuhroidah, Ida Zuhrotul Rofiqoh