Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengembangan Kerajinan Seni Ukir dan Arsitektur Tradisional Bali di Desa Singapadu Tengah, Gianyar Parwata, I Wayan; Astara, I Wayan Wesna; Antarini, Lilik; Sutapa, I Nyoman
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i4.11211

Abstract

Desa Singapadu Tengah di Kabupaten Gianyar, Bali, merupakan desa yang masih kuat memegang tradisi dan budaya serta memiliki banyak unit ekonomi, khususnya di bidang kerajinan ukir dan bangunan tradisional Bali. Salah satu usaha yang berkembang di desa ini adalah "Tori Kreasi Art and Home Décor," yang telah berjalan selama 15 tahun dan dikelola oleh I Wayan Toriana. Meskipun usaha ini memiliki reputasi yang baik, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi, antara lain kurangnya pemahaman dalam pencatatan keuangan, ketiadaan standar sistem kerja dalam proses produksi, keterampilan teknik ukir yang belum optimal, rendahnya minat generasi muda terhadap pekerjaan bangunan tradisional, serta kurangnya promosi yang efektif. Melalui Program Pengabdian Masyarakat ini, permasalahan tersebut diatasi dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang melibatkan pelaku usaha, pengrajin, mahasiswa, dan komunitas lokal. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan teknis, praktek lapangan, dan pemanfaatan teknologi digital. Program ini dilaksanakan dalam lima tahapan mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi dan penyempurnaan. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta terkait pencatatan keuangan, penerapan standar sistem kerja, teknik ukir tradisional, serta promosi digital, yang mengindikasikan keberhasilan program dalam mendukung keberlanjutan dan pengembangan usaha kerajinan di desa tersebut
Penglipuran Tourist Village, Kubu Village, Bangli Regency, Bali in Maintaining the Sustainability of Cultural Values and Bamboo Forests: A Legal Sociology Perspective Astara, I Wayan Wesna; Wesna, Putu Ayu Sriasih; Wijaya, I Kadek Merta; Kosasih, Johannes Ibrahim; Sumardika, I Nyoman; Gianyar, I Made; Budiartha, Nyoman Putu
Formosa Journal of Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 10 (2024): October 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjmr.v3i10.11690

Abstract

The development of the Penglipuran tourism village based on culture ensures the welfare of the Penglipuran indigenous community. The profit-sharing management pattern with the Bangli Regency government Based on the Cooperation Agreement with the Penglipuran Traditional Village Concerning the Management of Tourism in the Penglipuran Tourism Village Number 415.4/23/PKS/PKKP/2020; Number 01/S.P/X/2020; concerning the Management of the Penglipuran Tourism Village. The Penglipuran traditional village is entitled to a reward of 60% (sixty percent) of the gross levy results. Deposit all levy results (gross) every week/7x24 (seven times twenty-four) hours to the Regional Treasury through the Receiving Treasurer at the Bangli Regency Tourism and Culture Office. This Cooperation Agreement is valid for five (five) years starting from January 1, 2021. No later than 2 (two) months before this cooperation agreement ends, the parties agree to notify each other of their intentions if they wish to extend this cooperation.
Desa Adat Penglipuran Desa Kubu Kabupaten Bangli Bali dalam Menjaga Ekonomi Desa Wisata Keberlanjutan Astara, I Wayan Wesna; Kosasih, Johannes Ibrahim; Wesna, Putu Ayu Sriasih; Selamet, I Ketut; Sumardika, I Nyoman
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i5.1181

Abstract

Desa Adat Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, dikenal karena tata ruang unik, kebersihan lingkungan, dan konsistensi mempertahankan arsitektur tradisional. Perekonomian masyarakatnya bergantung pada pariwisata berbasis kearifan loskal yang diatur melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemerintah Kabupaten Bangli. PKS ini mengatur pembagian hasil, tanggung jawab pengelolaan, dan perlindungan nilai budaya. Peningkatan kapasitas masyarakat dalam memahami dan merancang PKS menjadi faktor strategis untuk memperkuat posisi desa adat. Pendekatan yang digunakan meliputi analisis regulasi terkait antara lain Pasal 18B UUD 1945, UU Desa, UU Pemerintahan Provinsi Bali, dan Perda Desa Adat serta pelatihan penyusunan draft PKS terbaru yang sesuai peraturan perundang-undangan. Perumusan draft diarahkan pada klausul pembagian hasil yang adil, perlindungan ekspresi budaya tradisional, mekanisme penyelesaian sengketa, dan strategi negosiasi kemitraan. Keterlibatan aktif masyarakat adat dan pelaku pariwisata menghasilkan rancangan PKS yang partisipatif dan adaptif terhadap tantangan pariwisata kontemporer. Hasil menunjukkan bahwa PKS partisipatif mampu mengintegrasikan kepentingan ekonomi dan pelestarian budaya, meningkatkan kapasitas pengelolaan pariwisata berkelanjutan, dan memperkuat legitimasi hukum desa adat.
Lokakarya Pegajaran Bahasa Inggris dengan Metode Flashcard di SD Negeri 4 Ubung Subur, Made; Kardana, I Nyoman; Astara, I Wayan Wesna; Yuliasih, Ni Luh Made Manik; Spelman, Ni Nyoman Lorensa
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i5.1189

Abstract

Kegiatan ini berupa lokakarya pengembangan profesional yang berguna untuk meningkatkan praktik pengajaran bahasa Inggris melalui penerapan metode flashcard untuk pengajaran kosakata. Tujuan utama lokakarya ini adalah untuk memperkenalkan strategi pengajaran interaktif yang berpusat pada siswa yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa, meningkatkan kosakata, dan mendukung pengajaran bahasa komunikatif di kelas SD di Indonesia. Lokakarya ini menggunakan pendekatan pembelajaran eksperiensial yang terdiri dari empat tahap: orientasi, demonstrasi, praktik langsung, dan refleksi. Hasilnya menunjukkan bahwa para guru menunjukkan keterlibatan, kreativitas, dan kesiapan yang tinggi untuk menerapkan metode flashcard di kelas mereka. Mereka menyadari potensinya untuk mengubah pembelajaran kosakata menjadi pengalaman interaktif dan menyenangkan, mengakomodasi beragam gaya belajar, dan mendorong kolaborasi antar siswa. Lokakarya ini menyoroti pentingnya pelatihan guru yang interaktif dan praktis dalam mendorong metode pengajaran inovatif yang meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris di sekolah dasar di Indonesia.
Advancing Regenerative Farming Based on Community Services and Research-Based Experiences Through Building a Sense of Cultural Identity and Pride Among Farmers and Their Children at Subak Uma Lambing Bustamante, Jan Henrick Gonzales; Guerina, Roy Salvamante; Recto, Imee Bello; Tomas, Ricky San Lorenzo Sto.; Tirao, Gladys Hope Aracan; Sumayo, Romeo M.; Santhi, Ni Nyoman Putri Purnama; Astiti, Ni Made Ayu Gemuh Rasa; Sukmadewi, Desak Ketut Tristiana; Mangku, I Gede Pasek; Situmeang, Yohanes Parlindungan; Astara, I Wayan Wesna; Ciandani, Ni Luh Vigrah Purnama; Prakerti, Ni Luh Adelia Darma
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v9i1.552

Abstract

This study examines how the community at Subak Uma Lambing in Bali, Indonesia, can advance regenerative farming initiatives by strengthening farmers' and their children's cultural identity and pride. Through community engagement and research-based approaches, this study explores the behavioral factors that influence the adoption of regenerative agricultural practices. By deepening the community’s connection to its cultural heritage, this research seeks to enhance motivation toward sustainable farming and ensure the preservation of local traditions for future generations. The revitalization of agriculture in Subak Uma Lambing relies on cultivating a strong sense of cultural identity, particularly among the younger generation. Strengthening this cultural bond is essential for fostering a resilient agricultural system that honors tradition while integrating innovation. By instilling an appreciation for farming from an early age, this study aims to promote long-term sustainability and prosperity for the Subak Uma Lambing community.Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs)SDG 2 (Zero Hunger)SDG 4 (Quality Education)SDG 11 (Sustainable Cities and Communities)SDG 12 (Responsible Consumption and Production):SDG 15 (Life on Land)
Peranan Hakim untuk Mendamaikan Para Pihak yang Bersengketa dalam Perkara Perdata di Pengadilan Negeri Denpasar Sentana, Made Rai Diascitta Hardi; Astara, I Wayan Wesna; Sugiartha, I Nyoman Gede
Jurnal Analogi Hukum 203-208
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.2.2.2020.203-208

Abstract

The peace agreement between the two parties on a voluntary basis for mutual yield or relinquish a portion of its rights to prevent things. This research aims to know two things, namely, first, to know the role of judges in reconciling the parties in a civil lawsuit and the second, to know the power of the law ruling in the case of civil peace. This research was carried out at the Denpasar District Court by using method of empirical research and purposive technique. Analysis of the data of this research was done qualitatively. Based on the results of the interviews with District Court Judges Denpasar, Denpasar District Court, the Registrar and the lawyers (Advocates) then this research it can be concluded that the first, judges have the role and obligation to reconcile the parties in dispute before it is exposed to the Court of session and the form of the verdict of peace is a peace act having the force of law as the verdict.
Pelaksanaan Perlindungan Hukum bagi Penyandang Disabilitas dalam Mendapatkan Pelayanan Publik di Kabupaten Tabanan Sumardika, I Putu; Astara, I Wayan Wesna; Sutama, I Nyoman
Jurnal Analogi Hukum 170-176
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.3.2.2021.170-176

Abstract

For people with disabilities, mobility is important, especially in obtaining public services through the expansion of access to avoid discrimination because of its integral role in participating in social activities. This paper aims to discuss the forms of legal protection and its implementation for persons with disabilities in the Tabanan Regency. Then, it is also intended to explore the conditions of legal guarantee provisions for disabilities related to access to public services. This study is classified as an empirical legal study that uses various methodological approaches, including sociology of law; conceptual, and legislation. Meanwhile, the study data collected were obtained through literature studies, interviews, and observations. In the end, it was discovered that there were adequate provisions regarding regulations that discussed legal protection for persons with disabilities whose rights were targeted in the formation of related laws. Meanwhile, several obstacles faced in the implementation of legal protection related to access to public services, among others, limited awareness of parents with children with disabilities, budget funds, and the lack of professionalism of human resources. Finally, the regulations stipulated on the protection of the human rights of persons with disabilities must be made into a Tabanan district regulation.
Legitimasi Jiwa Dana Anak Perempuan Menurut Hukum Waris Adat Bali (Studi Kasus Di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung) Ni Kadek Lia Listia Dewi; I Wayan Wesna Astara; I Made Sepud
Jurnal Analogi Hukum 14-20
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.5.1.2023.14-20

Abstract

Di bali ketika anak perempuan belum melangsungkan pernikahan ia berhak mendapat Harta warisan dari orang tua nya secara penuh berbeda hal nya jika ia sudah menikah Sebagian besar tidak mendapatkan harta warisan kalaupun ada hal tersebut hanya berupa jiwa dana berupa tetadan (harta bawaan dari orang tua nya) pemberian tersebut berdasarkan keikhlasan dan kemampuan orang tua nya dan tidak dapat ditentukan besarnya Jadi sering kali terjadi ketidaksesuaian antara praktek yang diterapkan oleh masyarakat dengan teori yang ada. Permasalahannya yaitu : 1.) Bagaimanakah Kebijakan pemberian jiwa dana kepada anak perempuan menurut hukum waris adat bali ? dan Bagaimanakah faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya pemberian jiwa dana terhadap anak perempuan dalam hukum waris adat bali di desa kutuh ? tipe penelitian yang digunakan yaitu tipe penelitian hukum empiris dengan mengamati permasalahan yang hendak digunakan berdasarkan fakta yang ada di lapangan. Kesimpulan dari observasi ini yaitu dengan adanya pengaturan mengenai pemberian hak mewaris terhadap anak perempuan merupakan suatu upaya untuk memenuhi kesetaraan hak anak laki- laki serta anak perempuan dengan harapan tidak terjadinya diskriminasi.
Perlindungan Hukum Tari Sanghyang Memedi Sebagai Ekspresi Budaya Tradisional Di Desa Adat Pangkung Karung Gede Kabupaten Tabanan Putra, I Gusti Made Agung Satria; Astara, I Wayan Wesna; Sudibya, Diah Gayatri
Jurnal Analogi Hukum 162-167
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jah.7.2.2025.162-167

Abstract

Indonesia's arts and culture are diverse and valued as national treasures. Copyright law protects traditional cultural expressions owned by communal communities. The Sanghyang Memedi dance performed in Pangkung Karung Gede Traditional Village is one example of such expression. However, this dance is gradually being forgotten due to its sacred nature and limited performance opportunities based on Balinese customs and culture. The formulation of the problem raised is 1) How is the legal protection of Sanghyang Memedi dance in Pangkung Karung Gede Traditional Village, Tabanan Regency as a Traditional Cultural Expression? and 2) Factors that become obstacles in the legal protection of Sanghyang Memedi dance in Pangkung Karung Gede Traditional Village, Tabanan Regency as a traditional cultural expression? This research uses empirical legal research, namely the gap between a norm and the situation in society. The results of this study indicate that the Sanghyang Memedi Dance in the Pangkung Karung Gede Traditional Village of Tabanan Regency does not receive copyright protection because people do not understand its importance. To overcome this, the government needs to educate and collect information from artists and communities in the village.
THE AUTHORITY OF A NOTARIAL DEED COPY THAT UNDERTAKES CORRECTIONS DUE TO WRITING AND/OR TYPING ERRORS Fandy Purnama; I Wayan Wesna Astara; Ida Bagus Agung Putra Santika
Journal of Golden Generation Legal Science Vol. 2 No. 1 (2026): Januari 2026 : Journal of Golden Generation Legal Science
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggls.v2i1.98

Abstract

The ambiguity of the norms in Article 51 of the Law raises issues regarding the validity of copies of corrected deeds and the liability of Notaries towards the parties involved. This study aims to analyze the legal status of the corrected deed copies and the forms of Notaries' responsibility for errors that occur. The research method used is normative juridical legal research with legislative and conceptual approaches, through descriptive qualitative analysis of primary and secondary legal materials. Research findings indicate that corrections to copies of deeds remain valid and equivalent to the deed minutes as long as the errors are administrative in nature and the corrections are made in accordance with regulations, so they do not alter the substance of the deed. However, if corrections are made not in accordance with the UUJN procedures or result in substantial differences with the minutes, then the copy of the deed may be downgraded to a private deed and categorized as a legally defective deed. Notaries are liable in civil, administrative, criminal, and ethical terms, because such negligence constitutes an unlawful act under the concept of liability. In conclusion, corrections to deed copies remain valid as long as they do not change the substance and are carried out according to procedure, while Notaries are obliged to bear legal responsibility for any typing or writing errors arising from their negligence.