Claim Missing Document
Check
Articles

PENGGUNAAN METODE AMTSAL SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KELUARGA Imam Agus Maulana; Nasrulloh Nasrulloh
Holistik Analisis Nexus Vol. 1 No. 12 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/nexus1091

Abstract

Keluarga menjadi fondasi utama dalam pendidikan karakter anak guna membentuk individu yang bermoral, tanggung jawab, dan berintegritas. Di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi, metode amtsal yang menggunakan cerita atau perumpamaan menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis literatur untuk menganalisis relevansi dan keunggulan metode amtsal dalam pendidikan karakter anak. Pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa metode amtsal memudahkan pemahaman konsep abstrak, membangun koneksi emosional, dan memotivasi tindakan positif terhadap anak. Meskipun demikian, penerapan metode amtsal menghadapi tantangan dalam penerapannya seperti keterbatasan pengetahuan orang tua, kurangnya waktu, dan pengaruh teknologi modern. Namun, metode amtsal menawarkan solusi dalam penerapannya seperti memperkuat pemahaman orang tua terhadap metode amtsal, pemanfaatan media digital, serta kolaborasi antara keluarga dan sekolah. Dengan pendekatan ini, metode amtsal tidak hanya membantu membentuk karakter anak. Akan tetapi memperkuat hubungan emosional dalam keluarga, menjadikannya strategi pendidikan karakter yang relevan di era modern.
Haidar Nashir : Pendidikan Muhammadiyah dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan Berbasis Nilai Keislaman Dandi Pamungkas; Fina Aidah Soraya; Anas Indratanaya; Nasrulloh Nasrulloh; Astika Nurul Hidayah
Hukum Inovatif : Jurnal Ilmu Hukum Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): Januari: Hukum Inovatif : Jurnal Ilmu Hukum Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/humif.v2i1.1150

Abstract

Muhammadiyah movement, which is one of the largest Islamic organisations besides Nahdlatul Ulama' in Indonesia, is known for its contribution in modernising the education system. The discussion in this article highlights the role of Muhammadiyah in developing education based on values derived from Islam from primary to tertiary levels. The modernisation includes curriculum, teaching methods, and management of educational institutions that are relevant to the demands of the times. The integration of Islamic values into the education system aims not only to improve academic knowledge but also to build students' character according to Islamic teachings and values. Through the concept of holistic education that includes intellectual, moral, and spiritual aspects, Muhammadiyah seeks to create a generation that is intelligent and has integrity. The article also highlights Haedar Nashir's thoughts on progressive Islamic education, which emphasises the importance of innovation and human resource development as well as technological development for the nation's progress.
The Influence of Administrative Costs, Profit Sharing and Pick Up Services on Customer Decisions to Choose Tadhabur Saving Products (Study at BPRS Lantabur Tebuireng, Lamongan Branch) Vera Ayu Mandasari; Nasrulloh Nasrulloh
Jurnal Ilmu Ekonomi Terapan Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Economics, Faculty of Economics and Business, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jiet.v8i1.43884

Abstract

Financial institutions in Indonesia, both conventional and sharia, have led to increasingly fierce competition both in terms of improving service quality, providing facilities and products offered. One of the sharia financial institutions in Lamongan is BPRS Lantabur Tebuireng. This research is a quantitative study, the population in the study was 200 customers of tadhabur savings and the sample used was 67 customers using the Slovin formula. The data analysis method uses SPSS Statistics 26. The results of this study show that simultaneously, the variables of administrative costs, profit sharing and pick-up services have a significant effect on the customer's decision to choose a tadhabur savings product. Partially, administrative costs affect the customer's decision to choose a tadhabur savings product. Profit sharing (X2) affects the customer's decision (Y) to choose a tadhabur savings product and ball pick-up services affect the customer's decision to choose a tadhabur savings product.
Makna Pencarian Jati Diri Generasi Z Melalui Tarot dan Self healing dalam Prespektif Hadis dan Psikologis Islam Anissa Fatih Nur Fadilah Putri Bahagia; Nasrulloh Nasrulloh
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna pencarian jati diri Generasi Z melalui praktik tarot dan self-healing serta menelaah kesesuaiannya dengan perspektif hadis dan psikologi Islam. Fenomena meningkatnya penggunaan tarot dan aktivitas self-healing di kalangan generasi muda menunjukkan kebutuhan akan stabilitas emosional dan spiritual di tengah tekanan sosial era digital. Melalui pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi interpretatif, penelitian ini menggali pengalaman subjektif 10 partisipan Generasi Z serta menghubungkannya dengan ajaran tazkiyah al-nafs, konsep ketenangan jiwa, dan larangan kahanah dalam hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik tarot dan self-healing lebih sering dimaknai sebagai sarana refleksi diri dan pengelolaan emosi daripada bentuk kepercayaan supranatural. Namun, penggunaan tarot sebagai ramalan tetap bertentangan dengan prinsip tauhid. Integrasi antara temuan empiris dan nilai Islam menunjukkan bahwa kebutuhan refleksi diri yang dicari melalui tarot dapat diarahkan menuju praktik muhasabah, dzikir, dan spiritual coping sesuai ajaran Islam. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan pedagogis dan konseling berbasis psikologi Islam untuk membimbing Generasi Z agar proses pencarian jati diri tetap sehat secara psikologis dan selaras dengan nilai-nilai hadis
Living Hadith in the Age of Artificial Intelligence: A Phenomenological Study of the Use of ChatGPT as a Source for Studying Hadith among College Students Hasan Syukur; Nasrulloh Nasrulloh; Ilham Fachmuroji
Asian Journal of Islamic Studies and Da'wah Vol 4 No 3 (2026): Asian Journal of Islamic Studies and Da'wah
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ajisd.v4i3.10228

Abstract

Although artificial intelligence (AI) has increasingly shaped the academic lives of Muslim students, the use of ChatGPT as a source for studying hadith remains insufficiently examined. This study aims to analyze the patterns and motivations underlying students’ use of ChatGPT in hadith learning, the shift in scholarly authority resulting from AI-mediated access to hadith knowledge, and the implications of this phenomenon for the concept of living hadith in digital culture. Employing a qualitative phenomenological design, the study collected data through documentation, digital observation, and in-depth interviews with 18 students from Hadith Studies programs at two Islamic universities selected through purposive sampling. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model, supported by technique and source triangulation. The findings indicate that students use ChatGPT as an initial access point for hadith learning because of its speed and ease of use; however, perceptions of its accuracy vary among critical believers, naive believers, and pragmatic skeptics. The findings further show a shift in scholarly authority from the teacher–sanad tradition to an impersonal algorithmic system, thereby weakening the traditions of talaqqi and halaqah. In addition, the use of ChatGPT represents a new form of digital living hadith, characterized by the technology-mediated internalization of hadith values. The novelty of this study lies in its integration of living hadith, digital religion, and digital scholarly authority into a single empirical analysis. This study contributes to modern hadith studies by clarifying how AI reshapes religious learning practices, epistemic authority, and the transmission of hadith knowledge, while also offering implications for artificial intelligence literacy policies in Islamic educational institutions.
Living Hadits Keutamaan Bahasa Arab Sebagai Motivasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Muh. Faruq; Nasrulloh Nasrulloh; Abdullah Ubaid
Maharaat Lughawiyyat: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol 5 No 2 (2026): Maharaat Lughawiyyat
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jpba.v5i2.31689

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena Living Hadits tentang keutamaan bahasa Arab sebagai sumber motivasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kajian ini berangkat dari asumsi bahwa hadis tentang keutamaan bahasa Arab tidak hanya dipahami sebagai teks keagamaan, tetapi juga hidup dalam kesadaran mahasiswa dan memengaruhi sikap belajar mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap mahasiswa semester IV PBA. Data dikumpulkan melalui angket berbasis skala Likert yang mengukur tiga dimensi internalisasi hadis, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis keutamaan bahasa Arab telah terinternalisasi kuat pada aspek kognitif dan afektif. Sebanyak 84% responden meyakini bahwa mempelajari bahasa Arab merupakan manifestasi kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus memiliki nilai keagamaan. Selain itu, mayoritas mahasiswa mengaku lebih termotivasi mempelajari bahasa Arab karena alasan religius. Namun, pada dimensi psikomotorik ditemukan kesenjangan antara motivasi dan praktik nyata, yang ditunjukkan oleh dominasi respons netral terhadap aktivitas belajar mandiri dan penggunaan bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Living Hadits berperan sebagai faktor penguat motivasi spiritual dan resiliensi akademik mahasiswa, meskipun implementasinya dalam perilaku belajar masih memerlukan penguatan melalui strategi pembelajaran yang lebih aplikatif.
Makna Kebahagiaan dalam Lafadz al-Farah Menurut Tafsir as-Sa’di Budi Santoso; Nasrulloh Nasrulloh
YASIN Vol 4 No 6 (2024): YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v4i6.4222

Abstract

This study examines the concept of happiness as expressed through the term al-farah in the Qur'an, as interpreted by Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di in his work Tafsir As-Sa'di or Taysir al-Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan. The term al-farah appears in various contexts within the Qur'an, such as in QS. Yunus: 58, which highlights praiseworthy happiness, and QS. Al-Qasas: 76, which illustrates blameworthy joy. The research aims to analyze and describe As-Sa'di's interpretation of both positive and negative aspects of happiness and its implications for human life. According to As-Sa'di, commendable happiness stems from gratitude, obedience to Allah, and actions that yield benefits in both worldly and spiritual dimensions. On the other hand, negative happiness arises from arrogance, heedlessness, and straying from righteousness, as reflected in the story of Qarun. Using a descriptive qualitative method and thematic interpretation, this study draws on Tafsir As-Sa'di as the primary source, supplemented by secondary materials, including other tafsir works, Islamic literature, and scholarly articles. The findings suggest that understanding al-farah through As-Sa'di’s perspective can help individuals critically evaluate their sources of happiness, distinguishing between those that are beneficial and those that are harmful. This study highlights the importance of exploring the concept of happiness from an Islamic viewpoint and demonstrates how classical exegesis can provide guidance for navigating contemporary challenges and fostering meaningful joy in daily life.
Co-Authors Abdul Muid Abdullah Ubaid Abduloh Rohman Utomo Adyaksa Adyaksa Ahdika Dafiq Mafaja Yoni Ahmad Ahsanul Khuluq Ahmad Fauzi Ahmad Fauzi, Ahmad Akbar Shiddiq, Akbar Al Awshat, Muhammad Ali Al-Irsyadiyah Yayah Ambo' Dalle, Abd. Rahman Anas Indratanaya Andhika Nur Haikal Haikal Anissa Fatih Nur Fadilah Putri Bahagia Annafik Fuad Hilmi Arham Ahmad Ariny Tamamul Minnah Astika Nurul Hidayah Ayu Rahma Fitri Prameswari Zain Azza Aulia Rahmi Daud Budi Santoso Dandi Pamungkas Dewi Balqis Maharani Diella Anggieta Maharani Edmund Ucok Armin Erpin Harahap Fairusah, Qonita Najmah Farhanah Az Zahrowani Nabila Fina Aidah Soraya hadianto, Sofwan Hadianto Prasetyo Hany Am Mari'a Hasan Syukur Hidayat, Raya Ilham Fachmuroji Imam Agus Maulana Izzal Afifir Rahman Khairanis, Retisfa Khoirul Putera, Rizky Ardian La Boy Laxsniky, Reza Stefiona M Khabibu Rahman A M. Ageng Satrio Ma'rifah, Imroatul Manisha Aulia Marisya Putri Diana Maula, Nanda Lia Roiya Maulida, Rizky Mega Kilawati Mirdawati Razida Moch Rizki Fadlillah moch ubaidillah Moh Rifqi Falah Al Farabi Muh. Faruq Muhamad Jundanila Muhammad Abi Hamzah Muhammad Fahmi Aziz Muhammad Firman Dwi Febrianto Muhammad Hasyim, Muhammad Muhammad Rizky Mubarok Muhammad Rizqi Ramadhan Muhammad Ulul Fahmi My Love Faizah Putri Nabiela Rafa Callysta Nabil Achmad Aufani Nabila Rihhadatul Aisy Nabila Salma Amaliya Nabila Salsabilla Naura Nadhifah Niken Silmi Surjandari Nisa Ulfi Jannah Nurhikmah Nurhikmah Nuril Aida Rodiana Nurjamilatul Muhairira Paramitha, Attahiraa Prajna Syamsul Hidayat Tino Mutiarawati Titi Rusydiyati Al Kaswy Trisna Dwi Nur Rodhiyah Vera Ayu Mandasari Waryanto, Bambang Dwi Wawan Sutari Yusep Purwana Muslih Yusril Ihza Elyas