Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pelatihan LMS Syam-OK untuk Meningkatkan Kompetensi Pembelajaran Digital bagi Pengajar Baru: Syam-OK LMS Training to Improve Digital Learning Competency for New Teachers Ridwan Daud Mahande; M. Syahid Nur Wahid; Muliadi Muliadi; Kurnia Prima Putra; Fadhlirrahman Baso
Journal of Engineering Service and Innovation Volume 1, Issue 1 (Agustus) 2025
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan kemampuan penggunaan LMS Syam‑OK melalui enam tahapan: sosialisasi, pelatihan (Manajemen Kelas, Materi, Aktivitas), penerapan teknologi, pendampingan, dan strategi keberlanjutan. Dari 71 undangan, 60 peserta hadir (84,5%), dan 44 peserta (73,3%) berhasil membuat kelas virtual serta mengunggah 132 modul pembelajaran. Sebanyak 42 peserta (70%) aktif menggunakan forum diskusi, lalu 40 peserta (66,7%) berhasil membuat kuis online. Pendampingan selama dua bulan menunjukkan tingkat kepuasan mencapai 95% dan rata-rata peningkatan nilai post-test sebesar 25 poin. Setelah pelatihan, 86,4% peserta secara konsisten menerapkan LMS dalam pembelajaran daring, dan 79,5% membentuk komunitas praktik untuk menjamin penggunaan berkelanjutan.
Sosialisasi Kecerdasan Artifisial dalam Mendukung Pembelajaran pada Guru Jenjang Sekolah Menengah Pertama Kabupaten Wajo Wahyu Hidayat M; Muliadi; Yusi Irensi Seppa; Andi Muhammad Rivai; Siti Syarifah Wafiqah Wardah
Vokatek : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3: Issue 3 (Oktober 2025)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman melalui sosialisasi dengan memberikan pelatihan mengenai kecerdasan artifisial untuk guru jenjang sekolah menengah pertama Kabupaten Wajo.  Kecerdasan Artifisial dalam konteks pendidikan dasar dan menengah, umumnya diperkenalkan sebagai teknologi yang memungkinkan komputer untuk melakukan tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia. Metode penyampaian informasi dan materi berupa sosialisasi melalui pelatihan mengenai kecerdasan artifisial. Kegiatan ini tidak hanya memberikan materi sosialisasi, melainkan juga memberikan penjelasan materi tentang berbagai informasi yang ingin disampaikan kepada peserta atau sasaran. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu pembelajaran kecerdasan artifisial berpotensi dalam mengubah cara mengajar dan belajar dan penggunaannya sebagai media dan pendukung pembelajaran sehingga pembelajaran bisa berjalan dengan baik serta maksimal dan sangat membantu guru atau pendidik dalam proses pembelajaran di kelas kepada siswa sehingga lebih mudah dalam memahami materi pembelajaran yang diberikan. Pentingnya pembelajaran kecerdasan artifisial ini kepada siswa sekolah menengah pertama yaitu dapat meningkatkan efisiensi proses pembelajaran dengan mengotomatisasi tugas-tugas administratif yang memakan waktu, sehingga memungkinkan pengajar untuk lebih berkonsentrasi pada interaksi langsung dengan siswa. 
THE EFFECT OF USING BAAMBOOZLE EDUCATIONAL GAME MEDIA ON STUDENTS' MOTIVATION TO LEARN SCIENCE IN GRADE V UPT SD NEGERI 130 MATTAROPURAE, BONE DISTRICT Muliadi Muliadi; Rosmalah Rosmalah; Andi Nurfathimah Zahrah
Global Journal Basic Education Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Sains Global Institut, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35458/gjp.v5i1.4919

Abstract

The problem in this research is the low motivation to learn Natural and Social Sciences of fifth grade students in elementary school. This research is a pre-experimental type of quantitative research which aims to determine the effect of using the educational game media Baamboozle on motivation to learn Natural and Social Sciences in class V. The research design used was one group pre-nontest post-nontest with a sample size of 16 students selected based on the NonProbability Sampling technique. The data collection techniques used were pre-nontest and post-nontest in the form of a questionnaire. Data analysis techniques were carried out using descriptive and inferential statistical analysis. Based on the results of data analysis, before using Baamboozle media, the average student pre-nontest score was 50.94, which was in the low category, and after using Baamboozle media, students' learning motivation increased with a post-nontest average of 70.38, which was in the high category. The results of the hypothesis test show a significance smaller than 0.05 at the 5% significance level. The conclusion of this research is that the use of the educational game media Baamboozle has a positive and significant effect on the motivation to learn Natural and Social Sciences of class V UPT students at SD Negeri 130 Mattaropurae, Bone Regency.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA MAKET UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA Dirga Maulia Anugrah; Muliadi Muliadi; Mujahidah Mujahidah
JPPSD: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 5, No 4 (2026): April
Publisher : Universtas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jppsd.v5i4.83064

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Inpres 6/80 Kawerang Kabupaten Bone. Berdasarkan hasil pra-penelitian, hanya 48% siswa yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), sedangkan 52% siswa belum tuntas. Kondisi tersebut disebabkan oleh kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran, penggunaan model pembelajaran yang belum optimal, serta minimnya pemanfaatan media pembelajaran yang konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) berbantuan media maket serta meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan dukungan data kuantitatif deskriptif melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 23 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi aktivitas guru dan siswa, tes hasil belajar, serta dokumentasi. Data dianalisis melalui analisis kualitatif dan statistik deskriptif berupa rata-rata dan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PJBL berbantuan media maket mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran, ditandai dengan meningkatnya keaktifan dan kerja sama siswa pada setiap siklus. Selain itu, hasil belajar IPAS siswa mengalami peningkatan secara signifikan dari kondisi awal hingga siklus II, di mana persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal mencapai ≥70% sesuai dengan indikator keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Project Based Learning berbantuan media maket terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Inpres 6/80 Kawerang Kabupaten Bone.  
Peningkatan Hasil Belajar IPAS Melalui Penerapan Model Pembelajaran Word Square Siswa Kelas V Muliadi Muliadi; Sudirman Sudirman; Karina Karina
JPPSD: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 5, No 4 (2026): April
Publisher : Universtas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jppsd.v5i4.82492

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan hasil belajar IPAS melalui model pembelajaran Word Square siswa kelas V SDN 121 Salaonro Kabupaten Soppeng. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif bersifat dekskriptif. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 20 orang dan guru wali kelas V. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase aktivitas guru pada siklus I mencapai 61,11% (Cukup), sedangkan persentase pada siklus II mencapai 83,33% (Baik). Persentase aktivitas siswa pada siklus I 60% (Cukup), sedangkan persentase pada siklus II mencapai 80% (Baik). Perolehan hasil belajar siswa pada siklus I terdapat 12 dari 20 siswa tuntas dengan persentase ketuntasan belajar mencapai 60% (Cukup), sedangkan pada siklus II terdapat 15 dari 20 siswa mencapai nilai tuntas dengan persentase ketuntasan belajar mencapai 75% (Baik). Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Word Square dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SDN 121 Salalonro.