Claim Missing Document
Check
Articles

Exploring of Student’s Algebraic Thinking Process Through Pattern Generalization using Similarity or Proximity Perception Iva Nurmawanti; I Made Sulandra
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1634.351 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.603

Abstract

AbstractStudents' algebraic thinking skills must continue to be developed because they can support success in mathematics. Algebraic thinking relates to generalizing patterns learned at the junior secondary level. During the process of generalizing students use the perception of similarity or proximity. Therefore, the purpose of this study is to describe the algebraic thinking process of junior high school students in generalizing patterns. The approach used is qualitative with 3 research subjects who have different algebraic thought processes. The results showed that junior high school students carried out algebraic thought processes by perceiving images, representing, looking for functional relationships, making generalizations, and applying general formulas. The difference in perception is used early in the activity and in the search for functional relationships. The results of this study can be used in developing mathematics learning strategies so that students' algebraic thinking skills develop. AbstrakKemampuan berpikir aljabar siswa harus terus dikembangkan karena dapat mendukung kesuksesan dalam matematika.  Berpikir aljabar generalisasi dengan generalisasi pola yang dipelajari pada tingkat SMP. Pada saat proses melakukan generalisasi siswa menggunakan persepsi similarity atau proximity. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan proses berpikir aljabar siswa SMP dalam melakukan generalisasi pola. Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif dengan 3 subjek penelitian yang memiliki proses berpikir aljabar yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMP melakukan proses berpikir aljabar dengan mempersepsikan gambar, merepresentasikan, mencari hubungan fungsional, melakukan generalisasi, dan mengaplikasikan rumus umum. Perbedaannya persepsi digunakan di awal kegiatan dan pada kegiatan pencarian hubungan fungsional. Hasil penelitian ini dapat digunakan dalam mengembangkan strategi pembelajaran matematika agar kemampuan berpikir aljabar siswa berkembang.
Penalaran Spasial Siswa SMP Pada Materi Geometri Bangun Ruang Berdasarkan Tipe Kepribadian Ekstrovert dan Introvert Farih Nur Hisyam; Sukoriyanto Sukoriyanto; I Made Sulandra
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2500

Abstract

Kemampuan geometri yang harus dimiliki siswa yaitu penalaran spasial untuk memecahkan permasalahan geometri. Kesalahan yang sering dialami siswa diantaranya mengobservasi dan memvisualisasi bangun ruang. Hal tersebut dikarenakan banyak hal yang mengidentifikasi perbedaan tersebut. Salah satu penyebabnya adalah kepribadian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran spasial siswa berdasarkan tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII-I MTs Al-Maárif Singosari Malang. Sebanyak 35 siswa diberikan angket tipe kepribadian untuk diketahui tipe kepribadian yang nantinya akan dipilih empat siswa menjadi subjek penelitian. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan melakukan analisis pada angket dan lembar soal tes penalaran spasial. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif pada angket tipe kepribadian. Hasil dari penelitian ini menggambarkan deskripsi terkait penalaran spasial berdasarkan tipe kepribadian. Tipe kepribadian ekstrovert cenderung memerlukan stimulus untuk dapat menjawab dengan tepat. Sedangkan siswa introvert cenderung lebih tenang dan teliti dalam mengamati bangun-bangun geometri. Selain itu siswa ekstrovert cenderung tidak menggunakan strategi dalam mengilustrasikan objek bangun geometri. Sedangkan siswa introvert memiliki kecenderungan untuk menggunakan strategi dalam mengilustrasikan objek bangun geometri.
Application of The Jungle of Phytagoras Discovery Learning Method Assisted with The Nearpod Application Sakinah, Zulfatus; Rahadi, Rustanto; Sulandra, I Made
PRISMA Vol 13, No 1 (2024): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v13i1.3980

Abstract

The application of this learning aims to improve the quality of students by developing learning media. The teaching media used for the lesson is the Nearpod application for grade 8 Pythagorean material in middle school in accordance with the implementation plan for mathematics learning in junior high school. The approach used in this learning is Discovery Learning. In this case, the teacher will develop one of the teaching materials in the form of learning media using the Discovery Learning approach. Based on the results of the presentation above, the teacher has carried out open media teaching using the Discovery Learning method for the Pythagorean theorem material for grade 8 junior high school which aims to improve student learning outcomes. The subject of this teaching is grade 8 students. The object of this teaching is to create mathematics teaching media using the Discovery Learning approach in understanding the Pythagorean theorem material. This teaching was carried out to determine student learning outcomes after using Android-based mathematics teaching media with the Discovery Learning approach regarding Pythagorean theorem material for grade 8 junior high school students. There are 4 stages in this learning, namely planning, action, observation and reflection.
Pengenalan Numerasi kepada Siswa SMAN 2 Pare Kediri untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Darmawan, Puguh; Sulandra, I Made; Yohanes, Barep
Room of Civil Society Development Vol. 2 No. 5 (2023): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.209

Abstract

Pelatihan pengenalan numerasi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis sangat penting dikembangkan bagi anak sekolah menengah atas. Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Pare Kediri melakukan kolaborasi dengan departemen Matematika Universitas Negeri Malang untuk melakukan pelatihan pengenalan numerasi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Pelatihan dilakukan oleh dosen Pendidikan Matematika dan mahasiswa S3 Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Malang. Numerasi merupakan salah satu penilaian dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) di tingkat sekolah menengah atas. Kemampuan Berpikir Kritis dikembangkan dengan memberikan stimulus numerasi yang selanjutnya dianalisis dengan mengacu pada 9 tipe pertanyaan. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah diskusi dan tanya jawab. Hasil pelatihan ini adalah meningkatnya berpikir kritis siswa yang ditunjukkan dengan angket.
Graph sederhana pembagi nol dari ring komutatif dengan satuan Sukkur , Mohammad; Sulandra, I Made
Jurnal MIPA dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um067v2i102022p2

Abstract

Misalkan R merupakan ring komutatif dengan unsur satuan. Berdasarkan unsur – unsur di R dan unsur – unsur pembagi nol di R, akan diperoleh suatu graph Γ(R), dengan himpunan titiknya adalah V(Γ(R))=Z(R) dimana Z(R)={0≠x∈R|xy=0,untuk suatu 0≠y∈R} dan himpunan sisinya adalah E(Γ(R))={(x,y)|xy=0,x,y∈Z(R)} dimana (x,y)=(y,x). Graph tersebut disebut graph pembagi nol. Jika himpunan sisi pada graph tersebut adalah E(Γ(R))={(x,y)|xy=0,x,y∈Z(R),x≠y} dimana (x,y)=(y,x), maka graph tersebut disebut graph sederhana pembagi nol. Pada tulisan ini, akan dikaji karakteristik graph sederhana pembagi nol Γ(R), yaitu (1) graph Γ(R) hingga jika dan hanya jika R adalah hingga atau R adalah daerah integral, (2) graph Γ(R) adalah graph terhubung dengan dim⁡(Γ(R))≤3, (3) ada titik dari Γ(R) yang terhubung langsung ke semua titik lainnya jika dan hanya jika Z(R)∪{0} merupakan ideal annihilator, (4) ada titik dari Γ(R) yang terhubung langsung ke semua titik lainnya jika dan hanya jika R≅Z_2×A, dimana A merupakan daerah integral, (5) jika R hingga, maka ada titik dari Γ(R) yang terhubung langsung ke semua titik lainnya jika dan hanya jika R≅Z_2×F, dimana F merupakan field.
Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa Pendidikan Matematika dalam Memecahkan Masalah Open-Ended Trigonometri Arilaksmi, Ni Putu Gita; Susiswo, Susiswo; Sulandra, I Made
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v9i2.8331

Abstract

Salah satu keterampilan abad 21 yang dapat membantu mahasiswa untuk melihat serta menganalisis suatu masalah dari sudut pandang baru atau lainnya adalah keterampilan dari berpikir kreatif. Mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa Pendidikan Matematika dalam memecahkan masalah open-ended trigonometri merupakan tujuan dari penelitian ini. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Sebanyak 35 mahasiswa diberikan pretest kemudian direduksi menjadi empat subjek untuk diteliti dan dianalisis secara lebih mendalam untuk menyelesaikan soal open-ended trigonometri. Peneliti, soal open-ended trigonometri, serta pedoman wawancara adalah instrumen yang digunakan pada penelitian. Hasil penelitian dianalisis berdasarkan indikator dan tingkatan kemampuan berpikir kreatif. Triangulasi data juga dilakukan pada tahap mendeskripsikan hasil dari penelitian. Hasil menunjukkan, aspek kelancaran terlihat pada mahasiswa berkemampuan matematika tinggi dan sedang, tetapi pada mahasiswa yang memiliki kemampuan rendah tidak terlihat. Aspek keluwesan hanya terlihat pada salah satu mahasiswa dengan kemampuan matematika tinggi. Aspek kebaruan terlihat pada kedua mahasiswa berkemampuan tinggi. Kesimpulannya, dua mahasiswa berkemampuan matematika tinggi memiliki tingkatan yang berbeda yakni sangat kreatif dan kreatif. Mahasiswa berkemampuan sedang dan rendah memiliki tingkat yang kurang kreatif dan tidak kreatif.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Memecahkan Masalah Geometri Berdasarkan Kriteria Ennis Hasanah, Firda Dyah Alvin; Sukoriyanto, Sukoriyanto; Sulandra, I Made
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v10i2.8657

Abstract

Tujuan penelitin ini adalah menerapkan kriteria Ennis untuk mendeskripsikan kesalahan pemecahan masalah geometri siswa. Enam kriteria Ennis yaitu focus, reason, inference, situation, clarity, dan overview. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Calon subjek yaitu 30 siswa kelas VIII menyelesaikan soal tes geometri terkait persegi dan persegi panjang. Selanjutnya dari masing-masing kategori kemampuan matematika diambil 1 siswa sebagai subjek penelitian. Sehingga total subjek sebanyak 3 siswa. Data yang diambil adalah jawaban tertulis siswa dan hasil wawancara siswa yang menjadi subjek penelitian. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah persegi dan persegi panjang. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa siswa berkemampuan matematika tinggi melakukan kesalahan pada kriteria clarity. Siswa dengan kemampuan matematika sedang melakukan kesalahan pada kriteria focus, inference, situation, clarity dan overview. Sedangkan siswa dengan kemampuan matematika rendah melakukan kesalahan pada kriteria focus, reason, situation, clarity dan overview.  Secara garis besar, baik siswa kemampuan matematika tinggi, sedang ataupun rendah, masih melakukan kesalahan dalam memecahkan masalah geometri.
ENDOMORFISMA PADA SEMIGRUP PERKALIAN DARI MATRIKS ATAS LAPANGAN Kasanah, Lisanatun; Sulandra, I Made
Sora Journal of Mathematics Education Vol 2 No 1 (2021): Sora Journal of Mathematics Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika (Kampus Kab. Maluku Barat Daya) Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.137 KB) | DOI: 10.30598/sora.2.1.1-7

Abstract

Misalkan F adalah suatu lapangan, n∈Z dengan n≥3, dan M_n (F) adalah himpunan matriks berukuran n×n atas F. M_n (F) dilengkapi dengan operasi kali (baku) dari matriks membentuk suatu semigrup, yaitu himpunan tidak kosong dengan satu operasi biner yang asosiatif. Suatu pemetaan f:M_n (F)→M_n (F) disebut endomorfisma jika untuk setiap A dan B di M_n (F) berlaku f(AB)=f(A)f(B). Pada artikel ini akan dikaji beberapa pemetaan yang merupakan endomorfisma pada semigrup perkalian dari matriks atas lapangan. Dalam pembuktian endomorfisma semigrup tersebut disusun juga beberapa lemma pendukung beserta pembuktiannya
Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah berdasarkan tahapan Polya ditinjau dari posisi tempat duduk Anam, Ainul; Sulandra, I Made
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 8, No 1 (2024): JURNAL KAJIAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um076v8i12024p17-29

Abstract

Analisis kesalahan merupakan suatu kegiatan penyelidikan untuk memperoleh informasi dari bentuk penyimpangan atau kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita berdasarkan tahapan Polya ditinjau dari posisi tempat duduk. Soal cerita adalah bentuk soal yang mengangkat masalah kehidupan sehari-hari yang disajikan dalam bentuk cerita dimana penyelesaiannya membutuhkan keterampilan dalam menghitung. Subjek penelitian ini sebanyak 9 siswa SMP Negeri di Pakis Kabupaten Malang kelas VII F dengan 3 siswa di kelompok pertama yang duduk di bangku baris pertama, 3 siswa di kelompok kedua yang duduk di bangku baris kedua dan ketiga, dan 3 siswa di kelompok ketiga yang duduk di bangku baris keempat (terakhir). Hasil penelitian ini diperoleh bahwa terdapat subjek dengan  posisi tempat duduk baris pertama yang melakukan kesalahan pada tahap memahami masalah namun tidak melakukan kesalahan pada tahap membuat perencanaan, melaksanakan perencanaan, dan mengecek kembali. Sedangkan subjek dengan posisi tempat duduk baris kedua dan ketiga terdapat subjek yang tidak mengalami kesalahan pada semua tahapan namun terdapat juga subjek yang melakukan kesalahan pada semua tahapan. Sedangkan subjek dengan posisi tempat duduk baris keempat secara umum melakukan kesalahan pada tahap melaksanakan perencanaan dan mengecek kembali namun terdapat juga subjek yang mengalami kesalahan pada semua tahapan.
Berpikir Kreatif Siswa SMA dalam Memecahkan Masalah Barisan dan Deret Krisdarani, Novanda; Sukoriyanto, Sukoriyanto; Sulandra, I Made
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v8i1.2516

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan berpikir kreatif siswa SMA dalam memecahkan masalah matematis dengan materi Barisan dan Deret. Teknik pengumpulan yang digunakan berupa tes tertulis soal materi barisan dan deret, dokumentasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data secara deskriptif kualitatif, yaitu: (1) Reduksi data; (2) Penyajian Data; dan (3) Penarikan kesimpulan. Pendeskripsian tersebut menggunakan empat indikator, yakni kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), kebaruan (originality), keterincian (elaboration). Penelitian ini dilakukan pada kelas X di salah satu SMAN di Blitar. Selanjutnya, dipilih 2 subjek penelitian yang memenuhi semua indikator berpikir kreatif dan juga mempertimbangkan saran dari guru matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memenuhi keempat indikator berpikir kreatif. Pertama, indikator fluency (kelancaran) siswa memberikan 3 alternatif jawaban dengan benar. Kedua, indikator flexibility (keluwesan) siswa memberikan 3 metode penyelesaian. Metode yang digunakan adalah penjumlahan, rumus, dan gambar. Ketiga, indikator originality (kebaruan) siswa menggunakan strategi yang unik dan baru yakni dengan merepresentasikannya dalam gambar. Keempat, indikator elaboration (keterincian) siswa menuliskan 3 alternatif jawaban dengan berbagai ide dan representasi.
Co-Authors Aaidati, Iffanna Fitrotul Abadyo Abadyo Abdul Haris Rosyidi Abdur Rahman As’ari Agus Hidayat Agus Prianto Akbar Sutawidjaja Al Ashari, Iqbal Ma’ruf Allifia Nur Chasanah Ambarsari, Ida Fitriana Anam, Ainul Arilaksmi, Ni Putu Gita Arini Rabbi Izzati Barep Yohanes Benyamin Benyamin Benyamin Benyamin, Benyamin Budiarti, Arivia Ayu Cholis Sa’dijah Christiyanto, Dana Yuli Dahliatul Hasanah Damayanti, Hanifah Dana Yuli Christiyanto Dewi Kristika Findia Ning Tyas Dian Putri Wulandari Dimas Femy Sasongko Dodi Sukmayadi Edy Bambang Irawan Endang Trinoviawati Endang Wahyuningrum Erry Hidayanto Fahrun Nisa’ Fanandri Diyaulhaq Farih Nur Hisyam Gatot Muhsetyo Gutomo Wibi Ananggih Hasanah, Firda Dyah Alvin Hery Susanto I Nengah Parta I Nyoman Mudarya Iffanna Fitrotul Aaidati Ikhsan Abdul Ro'uf Imam Fahcruddin Ipung Yuwono Ipung Yuwono, Ipung Irna Natalis Sanit Iva Nurmawanti Izzatul Yazidah I’im Fatimah Juliangkary, Eliska JULIANGKARY, ELISKA Karolin Natalia T Kasanah, Lisanatun Krisdarani, Novanda Labuem, Susana Lathiful Anwar Manopo Manopo Mohammad Ridhoi Mukhammad Solikhin Ni Putu Gita Arilaksmi Nurmawanti, Iva Nurul Ma’rifah Oktoviana, Lucky Tri Permadi, Hendro Puguh Darmawan Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Puspitasari, Yesy Putri, Nanda Azzahra Qohar, Abd. Rahadi, Rustanto Rahayu, Fitriya Dwi Rahmadani, Desi Retnowati, Lina Rini Nurhakiki Risit, Alexander Hendro Rosimanidar Rustanto Rahardi Sakinah, Zulfatus Sari, Noviana Puspita Sa’dijah, Cholish Selly Meinda Dwi Cahyaningsih Siti Na’imah Sri Rahayuningsih Subanji Subanji Subanji Suci Yuniati Sudirman Sudirman Sudirman Sukkur , Mohammad Sukoriyanto Sukoryanto Sukoryanto Suparti Suparti Susiswo Syaiful Hadi Syarifudin Syarifudin Tjang Daniel Chandra Toto Nusantara Trianingsih Eni Lestari Ucu Rahayu Umah, Ulumul Wahyuni, Ulfa Indera Wildan Hakim Yesy Puspitasari