p-Index From 2021 - 2026
11.637
P-Index
This Author published in this journals
All Journal The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Jurnal Sport Science Jurnal Kesehatan Holistic Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF) Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan NURSING UPDATE JURNAL ILMIAH ILMU KEPERAWATAN Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Jurnal Kesehatan Tambusai Society : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Jurnal Penelitian Inovatif Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Journal of Social Research Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Jurnal Pengabdian Mandiri Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) SWARNA Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri Community: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (IJPM) Jurnal Pengabdian Sosial Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan GEMBIRA (Pengabdian Kepada Masyarakat) JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan jabdimasunipem The Indonesian Journal of Applied Physiotherapy Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Health Care : Journal of Community Service Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak Bersama Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat FISIO MU: Physiotherapy Evidences Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Abdi Karya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan antara Aktivitas Fisik dengan Kualitas Tidur pada Komunitas Lansia Di Kota Malang Vivi Andika Sari; Nungki Marlian Yuliadarwati; Sri Sunaringsih Ika Wardojo
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 1 (2023): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i1.1085

Abstract

Latar Belakang: Lansia merupakan seseorang yang dimana telah mencapai fase akhir dari kehidupannya. Seiring bertambahnya usia seseorang akan mengalami penurunan fungsi pada tubuh seperti fisik, fisiologis, kognitif dan mental. Aktivitas fisik merupakan gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang membutuhkan pengeluaran energi. Aktivitas fisik yang kurang pada lansia juga dipengaruhi oIeh umur, karena semakin bertambahnya usia kondisi fisik akan mulai berkurang. Aktivitas fisik membantu meningkatkan hormon endorfin seperti adrenalin, dopamin, dan serotonin yang dimana dapat mempengaruhi suasana hati yang rileks dan perasaan tenang. Efek relaksasi ini dapat mengakibatkan peningkatan pada kualitas tidur. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada komunitas lansia di Kota Malang. Metode Penelitian: Desain penelitian menggunakan Cross Sectional dengan sampel berjumlah 70 orang dan menggunakan teknik Purposive sampling. Alat ukur aktivitas fisik menggunakan Global Physical Activity (GPAQ) dan alat ukur kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil: hasil analisa data statistic menunjukan nilai sig. 0,000 (p<0,05) yang menandakan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak dengan nilai koefisien kontingensi 0,707 yang menandakan korelasi yang kuat antara kedua variabel. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada komunitas lansia di Kota Malang.
Hubungan antara Aktivitas Fisik dengan Keseimbangan pada Lansia di Komunitas Malang Dhiyaa Salsabilla; Nungki Marlian Yuliadarwati; Zidni Imanurrohmah Lubis
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 1 (2023): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i1.1086

Abstract

Latar Belakang : Lansia akan mengalami penurunan pada fungsi fisiologis yang disebabkan oleh degeneratif, dengan adanya penurunan tersebut menyebabkan aktivitas fisik dan keseimbangan lansia menurun. Keseimbangan merupakan kemampuan untuk mempertahankan sistem saraf otot dalam suatu posisi atau sikap yang efisien ketika kita bergerak. Aktivitas fisik yang baik pada lansia mampu meningkatkan sistem persarafan yang memengaruhi neuromuscular, fungsi otak, kekuatan otot sehingga keseimbangan pada lansia terjaga. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan keseimbangan pada lansia di Komunitas Malang. Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 69 orang sesuai kriteria inklusi. Alat ukur untuk aktivitas fisik penelitian adalah Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan alat ukur untuk keseimbangan penelitian adalah Time Up and Go Test (TUG). Penelitian menggunakan uji Chi-Square sebagai uji analisa yang diprogram aplikasi SPSS Hasil : Penelitian menunjukkan hasil analisis statistik dengan uji Chi-Square diperoleh nilai sig 0,000 (p<0,05) yang menandakan H1 diterima dan H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan aktivitas fisik dengan keseimbangan pada komunitas lansia di kota Malang dengan nilai koefisien kontinjensi sebesar 0,707 yang berarti terdapat korelasi yang kuat antara kedua variabel. Kesimpulan : Terdapat hubungan aktivitas fisik dengan keseimbangan pada komunitas lansia di kota Malang
Hubungan antara Aktivitas Fisik dengan Fungsi Kognitif pada Komunitas Lansia di Kota Malang Yuniar Putri Ayu Maulidia; Nungki Marlian Yuliadarwati; Zidni Imanurrohmah Lubis
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 1 (2023): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i1.1087

Abstract

Latar Belakang: Pada lansia terjadi proses penuaan yang dapat mengakibatkan lansia mengalami penurunan fisiologis dan aktivitas fisik. Gangguan kognitif merupakan masalah yang sering terjadi pada lansia. Kognitif merupakan suatu komponen kompleks yang mencakup beberapa aspek seperti daya ingat, perhatian, persepsi dan bahasa. Penurunan fungsi kognitif pada lansia dapat terjadi ketika aktivitas fisik mengalami penurunan dimana rangsangan visual, vestibular dan proprioseptif berkurang dapat mempengaruhi proses pembentukan protein Brain – Derived Neurotrophic Faktor (BDNF) dimana protein tersebut berperan penting untuk kesehatan sel saraf otak. Tujuan : Mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada Komunitas lansia di Kota Malang. Metode : Penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan sampel 70 responden. Penelitian menggunakan uji Analisa data Chi- Square. Alat ukur aktivitas fisik menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan alat ukur fungsi kognitif menggunakan kuesioner Mini Mental State Exam (MMSE) Hasil: Hasil analisa data statistic didapatkan nilai sig. 0,000 (p<0,05) yang menandakan H1 diterima H0 ditolak, sehingga terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada Komunitas lansia di Kota Malang dengan nilai koefisien kontingensi 0,675 dapat dikatakan koefisien kuat antara kedua variabel. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kognitif pada Komunitas lansia di Kota Malang.
Hubungan antara Aktivitas Fisik dengan Kebugaran lansia pada Komunitas Lansia di Kota Malang Giska Anlya; Nungki Marlian Yuliadarwati; Zidni Imanurrohmah Lubis
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 1 (2023): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i1.1088

Abstract

Tingkat kebugaran dapat dipengaruhi dengan aktivitas fisik berdasarkan jenis kegiatan yang dilakukan lansia sehari harinya berdasarkan jumlah oksigen yang dikonsumsi dalam tubuh. Lansia penting melakukan aktivitas fisik dengan baik, dan teratur akan berpengaruh terhadap peningkatan kebugaran yang dimiliki lansia dan dapat menjaga kesehatannya. Pada setiap individu memiliki tingkat kebugaran yang baik maka dilandasi dengan kemampuan fisik yang baik sehingga dapat dengan mudah melakukan aktivitas fisik. Dampak pada penurunan kebugaran yang terjadi pada lansia kondisi fisik tubuh yang dapat membatasi aktivitas sehari-hari, fisiologis tersebut menyebabkan keterbatasan pada lansia. Mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kebugaran pada lansia di komunitas sasana dan joyogrand Malang. Desain penelitian cross sectional menggunakan desain purposive sampling. Populasi penelitian ini adalah komunitas lansia sasana dan joyogrand di kota Malang. Alat ukur menggunakan kebugaran menggunakan six-minute walking test dan aktivitas fisik menggunakan GPAQ (Global physical activity questioner). Sampel yang diambil sebanyak 75 responden. Uji Analisa data menggunakan uji Chi Square. Berdasarkan uji Chi Square menunjukkan kebugaran dan aktivitas fisik mendapatkan nilai signifikan 0,000 (p<0,05) maka H0 ditolak dan H1 diterima. Adanya hubungan aktivitas fisik dengan kebugaran pada lansia di Komunitas Lansia di Kota Malang.
Hubungan antara Aktivitas Fisik dengan Tingkat Kecemasan pada Komunitas Lansia di Kota Malang setelah Pandemi Covid-19 Anni Afifatus Shalihah; Nungki Marlian Yuliadarwati; Zidni Imanurrohmah Lubis
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 1 (2023): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i1.1089

Abstract

Latar Belakang : Lansia merupakan suatu proses menua yang irreversible dan terdapat tahap perubahan fisik, psikologis (mental) secara signifikan terganggu. Gangguan mental yang sering terjadi salah satunya ialah kecemasan. Kecemasan merupakan emosi yang tidak stabil menyebabkan perasaan gelisah dan khawatir secara berulang. Aktivitas fisik akan meningkatkan atensi dan motivasi dengan cara meningkatkan hormon endorfin dan membuat neurotransmitter agar seimbang, sehingga aktivasi saraf simpatis dan parasimpatis stabil yang akan menekan saraf otonom untuk mengurangi tingkat kecemasan. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat kecemasan pada komunitas lansia di Kota Malang setelah pandemi Covid-19. Metode : Desain penelitian menggunakan Cross Sectional. Sampel peneliti 70 responden dan menggunakan Purposive Sampling Technique. Alat ukur untuk aktivitas fisik menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan alat ukur tingkat kecemasan menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Uji analisa data Chi-Square di program aplikasi SPSS. Hasil : Hasil analisa data didapatkan nilai sig. 0,000 (p<0,05) bahwa H₁ diterima dan H₀ ditolak, sehingga terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat kecemasan pada komunitas lansia di Kota Malang dengan nilai koefisien kontingensi 0,707 bahwa memiliki korelasi yang kuat antara kedua variabel. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat kecemasan pada komunitas lansia di Kota Malang.
Hubungan antara Aktivitas Fisik dengan Saturasi Oksigen pada Komunitas Lansia di Kota Malang Hope Septi Nur Rohmah; Nungki Marlian Yuliadarwati; Ali Multazam
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 1 (2023): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i1.1090

Abstract

Aktivitas fisik didefinisikan sebagai segala bentuk gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang menghasilkan energi dalam jumlah yang signifikan dan dibagi menjadi kelompok ringan, sedang, dan berat. Banyak lansia mengalami perubahan pada sistem kardiovaskuler yaitu penurunan kekuatan otot pernafasan, berkurangnya elastisitas paru, berkurangnya kapasitas pernapasan maksimal, dan osteoporosis pada tulang yang membentuk dinding dada sehingga udara yang dihembuskan masuk ke paru-paru lebih sedikit. Untuk mengetahui jumlah oksigen dalam darah, dapat menggunakan alat pulse oximetry yang terpasang di salah satu jari. Alat ini juga berfungsi sebagai monitor detak jantung, sehingga dapat mengetahui kadar oksigen dalam tubuh dan persentase detak jantung. Untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan saturasi oksigen pada komunitas lansia Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian menggunakan desain cross sectional. Topik berdasarkan kriteria inklusi studi. Uji analisis data chi-square digunakan dalam penelitian ini. Alat ukur aktivitas fisik diukur dengan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan untuk mengukur saturasi oksigen menggunakan oksimetri. Seperti dapat dilihat, analisis data telah memperoleh visibilitas. 0,000< 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa jika ada hubungan aktivitas fisik dengan saturasi oksigen pada penduduk Malang, tolak H0 dan terima H1. Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan saturasi oksigen pada komunitas lansia kota Malang.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN KEMANDIRIAN PADA LANSIA DI GRIYA LANSIA HUSNUL KHATIMAH Dinda Dewi Kirana; Nungki Marlian Yuliadarwati; Safun Rahmanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.21386

Abstract

Kemunduran fungsi sel yang terjadi pada lansia berdampak terhadap penurunan fungsi neurotransmitter yang memengaruhi produksi hormon melatonin, hormon ini bertugas mengatur siklus bangun tidur seseorang hal ini mengakibatkan terjadinya gangguan tidur pada lansia. Gangguan tidur menggambarkan rendahnya kualitas hidup seseorang karena kualitas tidur yang kurang baik akan berpengaruh terhadap keadaan fisik dan mental yang ditandai dengan kondisi tubuh mudah lelah, timbulnya masalah psikososial seperti perasaan cemas sehingga berdampak terhadap penurunan kapasitas tubuh untuk bergerak. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan kemandirian pada lansia di Griya Lansia Husnul Khatimah. Desain penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang berada di Griya Lansia Husnul Khatimah sebanyak 102 jiwa. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 42 responden dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini terdiri dari 2 variabel yaitu variabel independen adalah kualitas tidur dan variabel dependen adalah kemandirian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuisioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) untuk mengukur kualitas tidur dan katz index untuk mengukur kemandirian. Analisa data yang digunakan yaitu uji normalitas menggunakan shapiro-wilk dan uji hipotesis menggunakan rank spearman dengan nilai P value sebesar 0,000 < 0,05, berdasarkan hasil uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan kemandirian pada lansia di Griya lansia Husnul Khatimah.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN DENGAN KEMANDIRIAN PADA LANSIA DI GRIYA LANSIA HUSNUL KHATIMAH Mahiya Lintang Sahasika; Nungki Marlian Yuliadarwati; Atika Yulianti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.21389

Abstract

Usia lanjut merupakan seseorang yang memasuki fase mulai menurun dan terganggunya fungsi tubuh sehingga juga akan memengaruhi kemandiriannya. Kemandirian pada lansia dapat terganggu atau mengalami penurunan karena adanya kemunduran pada sel yang berakibat pada kelemahan organ dan sistem organ. Faktor dari kemandirian lansia ini terdiri dari usia, kesehatan fisiologis, menurunnya fungsi kognitif, dan fungsi psikososial yang terganggu misalnya kecemasan. Tingkat kecemasan yang tinggi akan suatu hal yang terjadi memungkinkan menjadi faktor dari lansia menglami kemunduran dalam kemandiriannya. Tujuan penelitiannya yaitu untuk menganalisa hubungan antara tingkat kecemasan dengan kemandirian pada lansia di Griya Lansia Husnul Khatimah. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik yang menggunakan rancangan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini yaitu sejumlah 102 lansia yang menempati Griya Lansia Husnul Khatimah. Besar sampel yang digunakan yaitu 42 responden yang diambil dengan metode sampling berupa purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel dependen (kemandirian), dan variabel independen (tingkat kecemasan). Alat pengumpulan data dalam penelitian ini berupa kuesioner, yaitu kuesioner GAS untuk kecemasan dan kuesioner indeks katz. Metode analisis data menggunakan analisis Chi Square. Hasil dari penelitian yang dilakukan dengan menggunakan analisis statistik Chi Square dihasilkan Asymp. Sig. (2-tailed) bernilai 0,000 sehingga kurang dari 0,05. Maka dari hasil tersebut bisa disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan kemandirian pada lansia di Griya Lansia Husnul Khatimah.
PENGARUH MUSCLE ENERGY TEHNIQUE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA IBU PASCASEKSIO SESARIA Nungki Marlian Yuliadarwati; Gadis Meinar Sari; Tjitra Wardani
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2016): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v6i1.153

Abstract

Seksio Sesaria merupakan pilihan terakhir yang harus segera diambil untukmenyelamatkan ibu dan janin apabila persalinan normal mengalami hambatan.Tindakan seksiosesaria juga berkomplikasi nyeri yang dirasakan sebagai respon akibat kerusakan jaringan.Nyeri pascaseksio sesaria bersifat akut, segera diatasi karena dapat mempengaruhi hubunganpersonal, keterbatasan dalam melakukan aktivitas harian dan menganggu proses penyembuhan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh MET terhadap intensitas nyeri pada ibupascaseksio sesaria. MET dilakukan dalam kala waktu 2 jam sekali dengan 8 kali hitungan 5 –10 pengulangan selama 4 hari selama perawatan dirumah sakit.Penelitian ini menggunakanmetode quasi eksperimen dengan rancangan pre and post test control group design. Sampelterdiri dari 26 orangkelompok perlakuan MET dan 26 orang kelompok kontrol denganmobilisasi dini. Untuk mengukur intensitas nyeri menggunakan skala VAS (Visual AnalogScale).Uji beda intensitas nyeri antar kelompok MET dan kelompok kontrol pada ibupascaseksio sesaria didapatkan hasil tidak bahwa terdapat perbedaan dengan nilai p=0,429(p=>0,05). Kesimpulan pada p
Perbandingan Efektivitas Isometric Quadriceps Exercise dan Aquatic Exercise Terhadap Tingkat Nyeri pada Lansia dengan Knee Oteoarthritis : Literature Review Bestari, Dt.Arief Rahman; Yuliadarwati, Nungki Marlian; Utami, Kurnia Putri
Jurnal Fisioterapi Terapan Indonesia Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The elderly are the most susceptible subject to knee osteoarthritis (KOA), there are several good exercises for KOA, namely isometry quariceps exercise (IQE) and Aquatic exercise (AQE) are therapies that are often used to help improve and reduce pain in KOA. To compare the effectiveness of giving isometric quadriceps exercise and aquatic exercise on pain levels in the elderly with knee osteoarthritis. This study is a literature review where researchers will look for journals that match the theme and title to be discussed. articles or journals are obtained from several search engines, Pubmed and Google Scholar. The journal criteria used in this study are articles published in 2016 – 2021 as many as 9 journals with 8 journals for international articles and 1 for national journals. After analyzing the international and national journals/articles, this study obtained the average significance value of each journal, namely IQE 0.0036 and AQE 0.030. IQE is more effective than AQE in terms of reducing COA pain in the elderly with the VAS and WOMAC measurement instruments.
Co-Authors A'yun, Az Zahra Qurrota Agus Setiyawan Al Muhdar, Fatimah Maimunah Ali Multazam Alvinnya, Indah Amaliatul Khanifa Amaliyah Dina Anggraeni An Nisaa Primastuti Suhardi Putri Angga Pradipta Anggriani, Devi Anni Afifatus Shalihah Annida Tri Alawiyah Ardila, Nur Afifa Arham, Alifah Rohiidatul Arin Zakyatur Risqi Atika Yulianti Atika Yulianti Auliah , Rezki Auliya Vanissa Auliya Vanissa Az Zahra Qurrota A'yun BAYU PRASTOWO Bestari, Dt.Arief Rahman Cahyani, Aulia Nur Damayanti, Alfina Chintya Dea Sari Oktaviani Devi Anggriani Devika, Triana Dhiyaa Salsabilla Diana Silvia Navila Dimas Sondang Irawan Dinda Dewi Kirana Dwi Gita Wahyuning Dzikri Maulana Putra Eleonora Elsa Sucahyo Eleonora Elsa Sucahyo Ertitri, Fika Fajar Abhyasa Abimanyu Fika Ertitri Fitria Fitria, Cindy Dwi Fitriyani, Meylani Gandhi Hartoyo Giska Anlya Hadi, Nabila Sabrina Hannah, Nisa' Daril Harianto, Tantia Dewi Hayati, Noor Mika Hope Septi Nur Rohmah Ika Arma Rani Ika Arma Rani Ika Arma Rani Ika, Sri Sunaringsih Imami, Diah Amelia Nurul Indah Permatasari Indiani, Wulan Khamidah, Annisa Nurlaili Kiswati, Cempaka Indah Kristiyono Putro Kristiyono Putro Kristiyono Putro Kurnia Putri Utami Latifah Zulfa Rahmawati Liyana Nurul Azmi M. Ariadika Al-kautsar Ma'rufa, Siti Ainun Maghfuroh, Putri Nadzifatun Tri Mahiya Lintang Sahasika Mahiza Rahmayani Marlinda Rijal Marupa, Winda Rahmawati Marupa’, Winda Rahmawati Merianti, Nisfah Mia Agustina Mohamad Fahri Line Mufahuiroh Mufakhiroh Mufakhiroh Mufakhiroh Mufakhiroh Mu’minah , Inas Roidah Nadila Mufida Aurelia Alviana Natasya Anjani Nikmatur Rosidah Ni’mah, Ihdina Hikmatun Nor Adha Luthfia Afifa Novianti Purwa Bestari Novianti, Vivi Indah Novitasari, Intan Hardiana Nur Amalia Moh. Jafar Nontji Nur Fatihatul Faedah Nur Hikmah Nur janah, Nur Nurlaili Ramdani Nurul Aini Rahmawati Parasdya, Rama Manggala Pinurti, Hayu Putri Kusumaningtyas Putri, Peni Julia Putu Febby Sisilia Meliniawati Ragil Kusumawardana Rahman, Fadlul Syahidur Ratna Vidya Amelia Rijal, Marlinda Ritonga, Salsabila Fachraini Rosadi, Rakhmad Rosidah, Nikmatur Rosya, Nur Alifah Amalia Rosyida, Ari Safun Rahmanto Sari, Gadis Meinar Seff, Ghaida Syaugi Sena Nikita Risma Septiyorini Septiyorini Septyo Rini Septyorini Septyorini Shofiyullah Abus Shofa Nasution Siska Indra Duriat Siti Ainun Ma'rufa Slamet . Soleman Hailang Widu Sri Sunaringsih Ika Wardojo Stephanie, Apritia Suharni Raufe Suryani, Dhea Armelia Susi Susanti Syamsa Liatis Zailia Tantia Dewi Harianto Tjitra Wardani Tri Ayu Astuti Tri Dewi Fransiska Tri Hutami Wardoyo Tri Maghfuroh, Putri Nadzifatun Tri Martiana Trizah Ardha Widyaningtyas Sutiyo Tsania Putri Aminia Vika Khoirunna&#039;im Vivi Andika Sari Wahyuniningsih, Arlita Tri Wardhani, Ajeng Dyah Ayu Pramudya Y. Denny A. Wahyudiono Yahya, Wilma Shintari Yuniar Putri Ayu Maulidia Zidni Imanurrohmah Lubis