Articles
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN DENGAN KEMANDIRIAN PADA LANSIA DI GRIYA LANSIA HUSNUL KHATIMAH
Mahiya Lintang Sahasika;
Nungki Marlian Yuliadarwati;
Atika Yulianti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v4i4.21389
Usia lanjut merupakan seseorang yang memasuki fase mulai menurun dan terganggunya fungsi tubuh sehingga juga akan memengaruhi kemandiriannya. Kemandirian pada lansia dapat terganggu atau mengalami penurunan karena adanya kemunduran pada sel yang berakibat pada kelemahan organ dan sistem organ. Faktor dari kemandirian lansia ini terdiri dari usia, kesehatan fisiologis, menurunnya fungsi kognitif, dan fungsi psikososial yang terganggu misalnya kecemasan. Tingkat kecemasan yang tinggi akan suatu hal yang terjadi memungkinkan menjadi faktor dari lansia menglami kemunduran dalam kemandiriannya. Tujuan penelitiannya yaitu untuk menganalisa hubungan antara tingkat kecemasan dengan kemandirian pada lansia di Griya Lansia Husnul Khatimah. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik yang menggunakan rancangan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini yaitu sejumlah 102 lansia yang menempati Griya Lansia Husnul Khatimah. Besar sampel yang digunakan yaitu 42 responden yang diambil dengan metode sampling berupa purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel dependen (kemandirian), dan variabel independen (tingkat kecemasan). Alat pengumpulan data dalam penelitian ini berupa kuesioner, yaitu kuesioner GAS untuk kecemasan dan kuesioner indeks katz. Metode analisis data menggunakan analisis Chi Square. Hasil dari penelitian yang dilakukan dengan menggunakan analisis statistik Chi Square dihasilkan Asymp. Sig. (2-tailed) bernilai 0,000 sehingga kurang dari 0,05. Maka dari hasil tersebut bisa disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan kemandirian pada lansia di Griya Lansia Husnul Khatimah.
PENGARUH MUSCLE ENERGY TEHNIQUE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA IBU PASCASEKSIO SESARIA
Nungki Marlian Yuliadarwati;
Gadis Meinar Sari;
Tjitra Wardani
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2016): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v6i1.153
Seksio Sesaria merupakan pilihan terakhir yang harus segera diambil untukmenyelamatkan ibu dan janin apabila persalinan normal mengalami hambatan.Tindakan seksiosesaria juga berkomplikasi nyeri yang dirasakan sebagai respon akibat kerusakan jaringan.Nyeri pascaseksio sesaria bersifat akut, segera diatasi karena dapat mempengaruhi hubunganpersonal, keterbatasan dalam melakukan aktivitas harian dan menganggu proses penyembuhan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh MET terhadap intensitas nyeri pada ibupascaseksio sesaria. MET dilakukan dalam kala waktu 2 jam sekali dengan 8 kali hitungan 5 –10 pengulangan selama 4 hari selama perawatan dirumah sakit.Penelitian ini menggunakanmetode quasi eksperimen dengan rancangan pre and post test control group design. Sampelterdiri dari 26 orangkelompok perlakuan MET dan 26 orang kelompok kontrol denganmobilisasi dini. Untuk mengukur intensitas nyeri menggunakan skala VAS (Visual AnalogScale).Uji beda intensitas nyeri antar kelompok MET dan kelompok kontrol pada ibupascaseksio sesaria didapatkan hasil tidak bahwa terdapat perbedaan dengan nilai p=0,429(p=>0,05). Kesimpulan pada p
Perbandingan Efektivitas Isometric Quadriceps Exercise dan Aquatic Exercise Terhadap Tingkat Nyeri pada Lansia dengan Knee Oteoarthritis : Literature Review
Bestari, Dt.Arief Rahman;
Yuliadarwati, Nungki Marlian;
Utami, Kurnia Putri
Jurnal Fisioterapi Terapan Indonesia Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The elderly are the most susceptible subject to knee osteoarthritis (KOA), there are several good exercises for KOA, namely isometry quariceps exercise (IQE) and Aquatic exercise (AQE) are therapies that are often used to help improve and reduce pain in KOA. To compare the effectiveness of giving isometric quadriceps exercise and aquatic exercise on pain levels in the elderly with knee osteoarthritis. This study is a literature review where researchers will look for journals that match the theme and title to be discussed. articles or journals are obtained from several search engines, Pubmed and Google Scholar. The journal criteria used in this study are articles published in 2016 – 2021 as many as 9 journals with 8 journals for international articles and 1 for national journals. After analyzing the international and national journals/articles, this study obtained the average significance value of each journal, namely IQE 0.0036 and AQE 0.030. IQE is more effective than AQE in terms of reducing COA pain in the elderly with the VAS and WOMAC measurement instruments.
Skrining Fisioterapi terhadap Gangguan Kecemasan pada Lansia di Griya Lansia Husnul Khatimah Wajak Kabupaten Malang Jawa Timur
An Nisaa Primastuti Suhardi Putri;
Nungki Marlian Yuliadarwati;
Mufakhiroh Mufakhiroh
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2024): JAMSI - Maret 2024
Publisher : CV Firmos
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54082/jamsi.1120
Kecemasan dapat diartikan sebagai kondisi emosi dengan timbulnya rasa tidak nyaman pada diri seseorang yang disebabkan oleh suatu hal yang belum pasti. Prevalensi gejala kecemasan pada lansia adalah 15-51% dan gangguan kecemasan terjadi pada 3-15%. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemeriksaan kecemasan di griya lansia husnul khatimah wajak ditujukan untuk mengetahui gangguan kecemasan pada lansia dan pemberian informasi penanganan dalam peran fisioterapi. Metode penelitian ini berupa pemeriksaan kecemasan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dengan 23 lansia usia 60 tahun keatas, yang selanjutnya akan diberikan pemahaman dan penanganan kecemasan sehingga dapat dilakukan sehari-hari berupa progressive muscle relaxation (PMR) dan edukasi aktivitas fisik. Hasilnya didapatkan 5 dari 23 lansia tidak memiliki gangguan kecemasan, dan 18 lainnya memiliki gangguan kecemasan. Penyebab kecemasan masing-masing lansia berbeda berbeda-beda seperti takut kehilangan, perubahan dalam kehidupan sehari-hari, hilangnya kemandirian fisik dan penyakit kronis, ketakutan akan kematian. Kegiatan ini dapat dijadikan pengetahuan dasar bagi lansia tentang kecemasan dan tidak panik ketika gangguan tersebut datang karena telah mengetahui beberapa penanganan dari kecemasan.
Pemeriksaan Fisioterapi Kualitas Tidur pada Lansia dengan Pittsburgh Sleep Quality Index di Griya Lansia Husnul Khotimah Wajak
Trizah Ardha Widyaningtyas Sutiyo;
Nungki Marlian Yuliadarwati;
Mufakhiroh Mufakhiroh
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2024): JAMSI - Maret 2024
Publisher : CV Firmos
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54082/jamsi.1121
Kualitas tidur yang baik merupakan salah satu faktor terpenting terhadap fungsi fisik, kesejahteraan psikologis, dan kualitas hidup. Masalah kualitas tidur umum terjadi pada lansia, ditunjukkan dengan waktu istirahat yang sedikit dan terjadi penurunan signifikan pada waktu istirahat yang tidak panjang. Kualitas tidur yang buruk berhubungan positif dengan kesehatan fisik, gangguan mental, dan kualitas hidup. Metode yang digunakan yaitu dengan memberikan penyuluhan dan pemeriksaan terkait kualitas tidur lansia menggunakan kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index). Peserta kegiatan penyuluhan terdiri dari 28 lansia. Sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan pretest dan post-test mengenai kualitas tidur. Hasil pemeriksaan kualitas tidur pada lansia di griya didapatkan bahwa sebanyak 21 atau 75% lansia memiliki kualitas tidur yang buruk dan hasil pretest post-test terkait kualitas tidur, menunjukan terjadi peningkatan pengetahuan pada lansia di griya lansia husnul khotimah wajak. Pada pretest didapatkan 2 dari 4 pertanyaan yang di berikan lansia sama sekali tidak mengetahuinya, sedangkan untuk pertayaan definisi dan penyebab kualitas tidur sebanyak 5 dari 28 lansia mengetahui. Pada post-test terkait penyuluhan sebanyak 26 dari 28 lansia paham mengenai definisi dan tanda gejala, sedangkan 20 dari 28 lansia paham mengeai penyebab dan cara mengatasi hipertensi. Kesimpulannya didapatkan adanya peningkatan wawasan lansia mengenai kualitas tidur.
Peran Fisioterapi Dalam Upaya Pemberian Edukasi Terkait Pencegahan Cervical Root Syndrome Pada Pekerja UMKM Keripik Tempe Bu Nurdjanah
Az Zahra Qurrota A'yun;
Nungki Marlian Yuliadarwati
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 6 (2024): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/swarna.v3i6.1349
Cervical Root Syndrome (CRS) adalah sebuah keadaan medis yang muncul karena adanya tekanan pada akar saraf di daerah leher. Faktor penyebab terjadinya nyeri servical adalah proses inflamasi, trauma, osteoarthritis, spasme, gangguan nyeri myofascial dan gangguan proses degenerasi. CRS dapat mengakibatkan nyeri menjalar, gangguan motorik, refleks ataupun gangguan sensorik seperti parestesia yang dipicu oleh postur yang buruk atau gerakan pada leher yang tiba-tiba. Tujuan dari penyuluhan ini untuk memberikan edukasi kepada para pekerja UMKM Keripik Tempe Bu Nurdjanah tentang Penyuluhan dan Pendampingan Penanganan Gangguan Gerak Akibat Cervical Root Syndrome mengenai definisi, tanda dan gejala, faktor risiko, sikap ergonomi dalam bekerja serta penanganan cedera. Metode yang digunakan dengan memberikan Penyuluhan dan Pendampingan Penanganan Gangguan Gerak Akibat Cervical Root Syndrome dengan menggunakan media leaflet dan pelaksanaan wawancara pre-test dan post-test berupa pertanyaan kepada para pekerja guna mengukur keefektifa dari penyuluhan yang diberikan. Hasil dari penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan dan wawasan para pekerja mengenai kesehatan dan keselamatan kerja pada sikap posisi tubuh yang baik ketika bekerja dan cara penanganan ketika terjadinya nyeri leher akibat cervical root syndrome.
Hubungan Antara Kebiasaan Merokok dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Post COVID-19 di Malang Raya
Devi Anggriani;
Ali Multazam;
Nungki Marlian Yuliadarwati
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/jsi.v6i02.151
Merokok merupakan suatu kebutuhan esensial bagi seorang yang cenderung merokok. Seorang remaja yang mengonsumsi rokok satu bungkus tiap harinya dapat berisiko menyebabkan gangguan kecemasan dan saat dewasa mereka 15 kali lebih mungkin mengalami gangguan panik (panic disorder) dibandingkan denganyang bukan perokok. Kecemasan merupakan suatu keadaan yang mana orang tersebut mengalami rasa tidak aman dan tidak mampu mengatasi tuntunan lingkungan. Kondisi fisik orang yang mengalami gangguan kecemasan dapat diamati ketika orang tersebut merasakan adanya perubahan pada pernafasannya dan peningkatan denyut nadinya. Keprihatinan mengenai seseorang yang mengalami trauma pada kasus post COVID-19. Penelitian ini analitik-observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini yaitu pasien pasca COVID-19 yang berdomisil di Malang Raya. Terdapat 60 responden dalam penelitian ini. Instrumen pengambilan data menggunkan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) mengukur tingkat kecemasan dan Glover-Nilsson Smoking Behavior Quistionnaire (GN-SBQ) mengukur tingkatan merokok. Berdasarkan uji statistik Pearson, tingkat kecemasan dan kebiasaan merokok diperoleh nilai P = 0,005, r = 0,359 dengan hasil rendah, sehingga adanya hubungan antara tingkat kecemasan dan kebiasaan merokok.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KEMANDIRIAN PADA LANSIA DI GRIYA LANSIA HUSNUL KHATIMAH
Wahyuniningsih, Arlita Tri;
Yuliadarwati, Nungki Marlian;
Rahmanto, Safun
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jikk.v11i3.13447
Abstrak: Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Kemandirian Pada Lansia Di Griya Lansia Husnul Khatimah. Lansia adalah siklus daur kehidupan terakhir ditandai dengan penurunan ukuran dan fungsi tubuh sehingga menimbulkan perubahan yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Faktor utama kemandirian adalah kualitas hidup, yang dapat dipengaruhi oleh dukungan sosial. Dukungan sosial adalah bantuan yang diberikan untuk memotivasi orang lain dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kemandirian pada lansia di Griya Lansia Husnul Khatimah. Metode Penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Penelitian ini memiliki populasi sejumlah 104 lansia, dengan 40 lansia berpartisipasi sebagai sampel penelitian yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Dukungan sosial diukur dengan MSPSS, dan kemandirian diukur dengan Katz Index. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi didominasi oleh dukungan sosial tinggi sebanyak 35 orang (87%). Sedangkan, frekuensi kemandirian didominasi kemandirian penuh dengan jumlah 22 orang (55%). Data yang diperoleh dianalisa oleh uji chi square untuk melihat hubungan antara dukungan sosial dengan kemandirian, dengan nilai p-value=0,001 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan antara dukungan sosial dengan kemandirian pada lansia di Griya Lansia Husnul Khatimah.
Hubungan Antara Kadar Asam Urat Dengan Risiko Jatuh Pada Lansia Di Wilayah Puskesmas Mulyorejo Kota Malang
Arham, Alifah Rohiidatul;
Rahmanto, Safun;
Yuliadarwati, Nungki Marlian
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jikk.v11i8.14680
Asam urat ini termasuk penyakit yang tidak dapat menular dikarenakan menumpuknya kristal monosodium urat di dalam tubuh. Penumpukan kristal monosodium yang berlebihan di dalam tubuh dapat menyebabkan peningkatan asam urat. Penyebab timbulnya nyeri di persendian yaitu disaat kadar asam urat mengalami penumpukan yang berlebihan dan biasanya sendi lutut, sendi metatarsophalangeal (MTPs), dan pergelangan kaki termasuk paling sering terkena asam urat. Oleh karena itu, dapat menyebabkan ketidakstabilan gaya berjalan, sehingga mengakibatkan risiko jatuh pada lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kadar asam urat dengan risiko jatuh pada lansia. Desain cross-sectional menjadi desain pada penelitian ini. Populasi pada penelitian ini yaitu lansia dengan kadar asam urat tinggi yang sampelnya berjumlah 45 lansia dengan menggunakan metode purposive sampling. Lansia yang memiliki riwayat hipertensi, diabetes, dan cedera ekstremitas bawah tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Data yang diperoleh dilakukan pengujian dengan menggunakan uji statistik spearman. Berdasarkan hasil analisis korelasi menggunakan uji spearman, ditemukan bahwa nilai signifikansi (2-tailed) adalah 0,038 < 0,05. Berdasarkan uji korelasi spearman didapatkan hasil 0,013 dimana H0 ditolak dan H1 diterima. Adanya hubungan antara kadar asam urat dengan risiko jatuh pada lansia di wilayah Puskesmas Mulyorejo Kota Malang, akan tetapi hubungannya sangat lemah.
HUBUNGAN ANTARA FUNGSI KOGNITIF DENGAN KEMANDIRIAN LANSIA DI GRIYA LANSIA HUSNUL KHATIMAH
Suryani, Dhea Armelia;
Yuliadarwati, Nungki Marlian;
Yulianti, Atika
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jikk.v11i3.13446
Seiring bertambahnya usia, fungsi tubuh pasti akan menurun. Hal ini menyebabkan masalah pada tingkat kognitif, sosial, dan tingkat emosional. Penurunan kemampuan kognitif dapat menyebabkan gangguan pada memori/ingatan, komunikasi, pemecahan masalah, serta suasana hati. Oleh karena itu, hal ini mempengaruhi kemandirian lansia dan menyebabkan mereka mengalami ketergantungan terhadap orang lain. Peneliti melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk menguji hubungan fungsi kognitif dengan kemandirian pada orang dewasa lanjut usia (lansia). Menggunakan desain Cross-Sectional Study dimana sampel diambil dari Griya Lansia Husnul Khatimah sebanyak 40 orang lansia. Menggunakan teknik purposive sampling saat pengambilan sampel dengan mewawancarai lansia dengan menggunakan kuesioner Mini-Mental State Examination (MMSE) untuk mengetahui nilai fungsi kognitif serta Katz Index untuk mengetahui nilai kemandirian pada lansia. Hasil penelitian diuji dengan menggunakan korelasi Spearman-Rho dan diperoleh hasil mengenai hubungan antara fungsi kognitif dengan kemandirian yaitu (P-Value = 0,002) yang menunjukkan adanya hubungan antara fungsi kognitif dengan kemandirian pada lansia.