Articles
Pelayanan Fisioterapi melalui Pemeriksaan dan Latihan Keseimbangan untuk Mencegah Risiko Jatuh pada Lansia di Desa Ngranggonanyar
Shelly Shellyayuning;
Safun Rahmanto;
Fahmi Ardinsyah Basuki
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 2, No 2 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30659/abdimasku.2.2.69-74
Risiko jatuh merupakan jatuh bila kejadian jatuh diakibatkan ketika sistem kontrol postural tubuh gagal mendeteksi pergeseran serta tidak mereposisi pusat gravitasi terhadap penopang tubuh pada waktu yang tepat. Insiden jatuh pada lansia yang tinggal di komunitas meningkat dari 25% usia 70 tahun menjadi 35% setelah berusia lebih dari 75 tahun. Salah satu penyebab jatuh yaitu gangguan pola jalan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan dan meningkatkan pemahaman pada komunitas lansia di Desa Ngranggonanyar mengenai latihan keseimbangan guna mencegah risiko jatuh. Metode yang digunakan dengan melakukan pemeriksaan keseimbangan berupa Time Up and Go Test sebagai sumber data pemberian intervensi, kemudian dilakukan penyuluhan mengenai intervensi yang diberikan. Penyuluhan berjalan dengan baik dan mudah dipahami oleh lansia. Setelah diberikan materi mengenai definisi, manfaat, serta dosis dari Otago Exercise Program. Kegiatan penyuluhan didapatkan hasil 100% pengetahuan lansia mengenai cara mencegah risiko jatuh dengan Latihan keseimbangan. The risk of falling is a fall if the fall occurs when the body's postural control system fails to detect the shift and does not reposition the center of gravity against the body's support in a timely manner. The incidence of falls in the elderly living in the community increased from 25% at the age of 70 years to 35% after the age of 75 years. One of the causes of falls is impaired gait. This community service aims to provide and increase understanding of the elderly community in Ngranggonanyar Village regarding balance exercises to prevent the risk of falling. The method used is to carry out a balance check in the form of a Time Up and Go Test as a data source for providing interventions, then counseling is carried out regarding the interventions provided. Conclusions Counseling goes well and is easy for the elderly to understand. After being given material regarding the definitions, benefits, and dosages of the Otago Exercise Program. Counseling activities resulted in 100% knowledge of the elderly regarding how to prevent the risk of falling with balance exercises.
PENYULUHAN FISIOTERAPI KOMUNITAS DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG LOW BACK PAIN PADA POSYANDU LANSIA DI DESA WONOKERSO
Mohammad Abdul Wahid;
Safun Rahmanto;
Herdiana Ayu Saputri P
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 6 No 3 (2023): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36341/jpm.v6i3.3271
Pendahuluan : Orang lanjut usia berada pada tahap akhir pertumbuhan. Dan itu adalah proses alami yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Proses menua ditandai dengan perubahan anatomi, biologi, fisiologi, dan perubahan psikologis. Tujuan : Penyuluhan bertujuan untuk mengedukasi lansia tentang nyeri punggung bawah terutama tentang gejala gejala dan faktor penyebab nyeri punggung bawah, serta melakukan latihan mandiri di rumah untuk mencegah nyeri punggung bawah. Metode : Metode yang diberikan adalah penyuluhan kepada masyarakat, berupa promosi kesehatan tentang nyeri punggung bawah, dengan menggunakanl eaflet sebagai media, dengan tujuan pemahaman masyarakat, melakukan tanya jawab untuk mengetahui informasi tentang keluhan yang dialami oleh masyarakat, dan mengedukasi dengan latihan-latihan dan penanganan yang bisa dilakukan dirumah untuk mengurangi keluhan. Kesimpulan : Proses penyuluhan berjalan dengan lancar, masyarakat mulai memahami terkait latihan-latihan yang telah diajarkan untuk dilakukan dirumah, dengan tujuan untuk mendapatkan pemahaman masyarakat dari 0% hingga 100% setelah penyuluhan dilakukan. Sehingga terjadinya penurunan tingkat nyeri yang dialami masyarak setelah melakukan latihan dirumah. Kegiatan penyuluhan yang sudah dilaksanakan di Posyandu Lansia Desa Wonokerso Kecamatan Pakisaji, Malang dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan lansia mengenai nyeri punggung bawah serta bagaimana cara pencegahan dan penanganan secara mandiri dengan melakukan latihan aktif dan latihan aktif resisted.
The Relationships Between Sewing and Forward Head Posture
Diky Krisnanda Sugianto;
Safun Rahmanto;
Dimas Sondang Irawan
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 1 No. 1 (2020): January-June 2020
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51559/ptji.v1i1.3
Introduction: The working attitude that is often done by human beings in doing work among others standing, sitting, bent, squat, walking, and others. Attitudes such as work are done hanging from the condition of the system’s existing work. Forward head posture is the incident common much going on in modern times. It is described as a gesture of brought the heads of forward from the middle part of the shoulder. Head of moving forward, so the center of gravity shifted. To compensate this shift in the center of gravity, drift the upper body backward and shoulders slipped to future that head gets a move into the anterior than vertebrae. Every activity daily life needs a posture certain to be maintained. Any deviation from the normal pattern posture affecting the joints and muscle, so as to cause the pathological condition. An imbalance in the muscles causing shortening of fiber or lengthening next leads to changes in posture. This research aims to understand the relationship that activity sew against forwarding head posture (FHP) at a tailor.Methods: This study using design cross-sectional involving 30 respondents using purposive sampling. The data from respondents carried out using a quick check the exposure (QEC) and then in test measurements forward head posture. We analyzed the data by chi-square.Results: The statistics conducted by the SPSS-24 test using chi-square showed significantly (P value= 0,018). Where if the signs have been less than 0.05 so that h1 is accepted and h0 is rejected. Conclusion: There is a correlation that activity sew against forwarding head posture on a the tailors.
Explosive Power of Front Kick in The Perform of Martial Art Athletes
Bayu Prastowo;
Safun Rahmanto
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 1 No. 2 (2020): July-December 2020
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51559/ptji.v1i2.8
Introduction: Martial art is a new sport that first competed in the 18th Asian Games. The front kick techniques in matches are more often used than other techniques. This study aims to identify whether Contract-Relax Stretching (CRS) affects the athlete's front kick explosive power performance. Methods: This study uses one group pre-test post-test design approach. The sample population was 30 respondents. Martial art athletes are given CRS. Results: Analysis probability value shows significant p<0.001, whereas vertical jump test increased the explosive power performance from poor to average and average to good. Conclusion: Performance of explosive power in the front kick of martial arts athletes increases after being given a CRS.
The effect of neural mobilization against sensorineural symptom reduction among hand-arm vibration syndrome survivor
Siti Ainun Marufa;
Tri Noor Cahyo Widodo;
Safun Rahmanto;
Kurnia Putri Utami
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 4 No. 1 (2023): January-June 2023
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51559/ptji.v4i1.66
Background: Hand-arm vibration syndrome (HAVS) is an occupational disease caused by exposure to vibration from work tools. Complaints often arise from sensorineural disorders that cause the arms and hands to tingle, numb, and experience decreased sensitivity. Neurodynamic mobilization is a manual therapy technique that utilizes tension and sliding movements that can reduce symptoms of sensorineural disorders. This study aims to determine the effect of neurodynamic mobilization on reducing sensorineural symptoms in patients with HAVS in welding workshop workers in Malang city. Methods: The design of this study used a pre-experimental approach with a one-group pretest-posttest design approach. There were 15 samples of welding workshop workers with symptoms of sensorineural disorders. The sample was given intervention for one month at a dose of 3x/week with one exercise consisting of 20x/set (10 slidings and ten tension) with three repetitions and a rest interval of 15 seconds/set. The assessment and evaluation instrument uses the Stockholm workshop scale. Data analysis was using the Wilcoxon test. Result: A significant decrease (p<0.000) in sensorineural symptoms among welding workshop workers in Malang city after a neurodynamic mobilization intervention was given. Conclusion: It can be concluded that providing neurodynamic mobilization decreases sensorineural symptoms of HAVS sufferers in welding workshop workers in Malang city.
Aktivitas Seksual Lansia Pada Musculoskeletal Disorders (MSDs): Studi Literatur
Aluf Mumtaziah Windayati;
Bayu Prastowo;
Siti Ainun Marufa;
Sujono Sujono;
Safun Rahmanto
Muhammadiyah Journal of Geriatric Vol 4, No 1 (2023): Muhammadiyah Journal of Geriatric
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24853/mujg.4.1.44-51
Kualitas prospektif lanjut usia dapat diperoleh dari aktivitas seksual. Aktivitas seksual memicu terproduksinya hormon endorfin dan analgesik sehingga teroksigenasinya berbagai jaringan lunak dan secara berkelanjutan memberikan efek relaksasi. Namun keadaan fisiologis pada lansia menjadi pertimbangan dalam aktivitas seksual. Hal tersebut diakibatkan faktor penurunan berbagai fungsi. Prevalensi kasus gangguan muskuloskeletal pada kategori lansia bertanggung jawab terhadap aktivitas seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat keterkaitan antara gangguan tersebut terhadap aktivitas seksual. Pendekatan penelitian menggunakan literature review melalui sintesis data PRISMA dan analisis PICO. Sintesis data menunjukkan terdapat dua artikel qualitative study dan tiga artikel cross sectional study. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aktivitas seksual pada lansia dengan musculoskeletal disorders (MSDs) mampu meningkatkan relaksasi tubuh dan mengurangi rasa sakit dikarenakan saat melakukan aktivitas seksual hormon seksual menyebabkan teroksigenasinya jaringan lunak.
PENYULUHAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG OSTEOARTHRITIS PADA KOMUNITAS LANSIA DI POSYANDU DESA SUTOJAYAN
Miranti Ika Rachmawati;
Safun Rahmanto;
Herdiana Ayu S.P.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 7 No 1 (2023): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36341/jpm.v7i1.3799
Osteoarthritis (OA) adalah penyakit sendi degeneratif dan berdampak cukup besar pada individu pasien secara keseluruhan, mengakibatkan rasa nyeri, kecacatan, dan mempengaruhi aktivitas social dimasyarakat yang mempengaruhi >25% dari populasi di atas 18 tahun. Pengetahuan dan pemahaman mengenai osteoarthritis dimasyarakat sampai saat ini masih sangat kurang, oleh sebab itu penyuluhan merupakan salah satu kegiatan yang bisa dilakukan untuk menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai osteoarthritis. Kegiatan penyuluhan yang diadakan diharapakan menambah pengetahuan serta pemahaman bagi komunitas lansia di poyandu desa Sutojayan. Metode yang digunakan dalam penyuluhan kali ini adalah dengan memberikan leafet dan memberikan beberapa pertanyaan pretest posttest untuk mengetahui gambaran pengatahuan pada komunitas lansia di posyandu desa Sutojayan. Hasil dari kegiatan ini terdapat 15 orang yang bersedia mengikuti penyuluhan dan didapatkan hasil posttest dari peserta yang mengikuti penyuluhan mengalami peningkatan pengetahuan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan yang dilakukan dapat memperbaiki serta menambah pengetahuan mengenai osteoarthritis.
William Flexion Exercise Education to Reduce Pain Levels Low back pain to Weavers at the Banjar Penulisan of Medahan, Gianyar
Ni Kadek Windi Wijayani;
Safun Rahmanto
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol 7 No 3 (2023): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta (DIS) Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36339/je.v7i3.781
From the screening carried out at one of the weaving centers of Banjar, Tulis Medahan, it was found that 5 out of 6 weavers present had complaints of pain in their lower back, also known as low back pain. They don't know about low back pain yet. To add insight or knowledge from weavers, counseling is carried out about the meaning, causes, and factors that influence low back pain. Also given training on the benefits and forms of exercises that can be done independently at home, to reduce pain due to low back pain. Education for weavers about the William Flexion Exercise using leaflets as an outreach medium. Weavers are also given a pretest and posttest in the form of questions to measure the effectiveness of the counseling that has been given. The evaluation showed an increase in knowledge of weavers in counseling from 16% to 100% because counseling was easy to understand and went well.
Physiotherapy Education Activities for Neck Pain Complaints In the Sanan Tempe Chips Worker Community
Rahmadani Safitri;
Yuli Rakhmawati;
Safun Rahmanto
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol 7 No 3 (2023): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta (DIS) Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36339/je.v7i3.818
Neck pain is one of the musculoskeletal complaints that people often complain about. Unergonomic working posture is a risk factor that can cause neck pain. For tempe chips workers, unnatural working postures are carried out for long periods of time and in repetitive movements. The aim of this activity is to provide insight and preventative efforts to prevent neck pain in the Sanan tempe chips worker community. The method for carrying out activities is educational outreach regarding good working positions and ergonomics. Also provides preventive management and reduces complaints of neck pain. The results of the activity showed that after being given education, there was an increase in insight into and knowledge of the Sanan tempeh chips workers. This increases workers' awareness of the importance of adopting ergonomic working positions to prevent neck pain. Continuous preventive and curative activities still need to be carried out to reduce the incidence of neck pain in the Sanan tempeh chip worker community.
Tingkat Stres dengan Risiko Kejadian Tension-Type Headache Pada Lansia
Inas Roidah Mu'minah;
Safun Rahmanto;
Atika Yulianti
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 November 2023
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36590/kepo.v4i2.602
Semakin bertambahnya usia seseorang akan mengalami perubahan pada proses penuaan yang dapat mempengaruhi terjadinya kepuasan dan kualitas hidup yang semakin menurun. TTH merupakan suatu jenis nyeri kepala primer yang terjadi pada bagian depan dan bagian belakang kepala, yang kerap kali meliputi daerah kepala dan leher yang berhubungan dengan ketegangan otot yang disebabkan karena stres, emosi berlebih serta gangguan psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat stres dengan risiko kejadian tension-type headache pada lansia di posyandu lansia Kota Malang. Desain penelitian observational analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional study. Uji analisis data dan korelasi menggunakan uji spearmen rho pada program SPSS. Sesuai nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 karena nilai sig (2-tailed) <0,05 maka artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Dan diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar sebesar 0,940 yang artinya tingkat kekuatan hubungannya adalah hubungan yang sangat kuat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara tingkat stres dengan risiko kejadian tension-type headache pada lansia di posyandu lansia Kota Malang.