Claim Missing Document
Check
Articles

Literasi dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Sekolah Dasar Era Digital Ike Trisna Ayu Putri; Neza Agusdianita; Desri Desri
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jurnal-jurnal ilmiah dalam rangka pengumpulan sumber-sumber yang relevan yang berkaitan dengan peran literasi sekolah terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar. Penulisan artikel ini menggunakan metode tinjauan pustaka (literature review). Tujuan pustaka dilakukan dengan mengumpulkan jurnal dan artikel yang diterbitkan dalam kurun waktu lima tahun terakhir, yaitu dari tahun 2019 hingga 2024. Hasil dari penelitian literatur mengungkapkan bahwa Literasi memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Semakin tinggi kemampuan literasi siswa, semakin tinggi juga tingkat kekritisan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan membaca dan memahami teks dengan baik dapat mempengaruhi bagaimana siswa mengevaluasi dan membangun argumen. Proses implementasi budaya literasi mencakup beberapa tahapan penting, seperti Pemantauan pemahaman teks, Penggunaan literasi multimoda (berbagai jenis media dan format), Instruksi yang jelas dan eksplisit, Respon terhadap berbagai jenis pertanyaan, Pembuatan pertanyaan oleh siswa, Proses literasi yang mencakup analisis, sintesis, evaluasi dan Meringkas isi teks. Melalui tahapan ini, siswa dapat mengembangkan keterampilan identifikasi, analisis, konstruksi argumen, evaluasi, dan menyimpulkan informasi.
Analisis Kesulitan Guru Kelas dalam Menerapkan 5 Unsur KSE (Kompetensi Sosial Emosional) pada Saat Proses Pembelajaran di Kelas VI SDN 20 Kota Bengkulu Aulia Astika Nengsih; Neza Agusdianita; Betha Oktariya
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91559

Abstract

Guru kelas memiliki peran krusial dalam menerapkan KSE ini dalam konteks pembelajaran sehari-hari di kelas. Namun, implementasi KSE tidak selalu berjalan mulus di lapangan. Sejumlah guru kelas, terutama di kelas 6 SDN 20 Bengkulu, mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan dan mengajarkan semua unsur KSE ini kepada siswa mereka. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan yang dihadapi oleh guru kelas dalam menerapkan 5 Unsur Kompetensi Sosial Emosional (KSE) selama proses pembelajaran di Kelas VI SDN 20 Bengkulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi kelas dan wawancara mendalam dengan guru kelas VI SDN 20 Bengkulu. Hasil analisis menunjukkan beberapa tantangan utama yang dihadapi guru, antara lain kurangnya pemahaman tentang konsep dan manfaat Kompetensi Sosial Emosional, kesulitan dalam mengintegrasikan Kompetensi Sosial Emosional ke dalam pembelajaran sehari-hari, serta keterbatasan sumber daya dan dukungan untuk pengembangan kompetensi sosial emosional siswa. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan profesionalisme guru dalam menghadapi tuntutan baru dalam pendidikan karakter di sekolah dasar khususnya pada aspek sosial emosional peserta didik.
Pengaruh Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik Pada Materi Pengukuran Luas Kelas IV SD Negeri Gugus V Kota Bengkulu Windi Dwi Saputri; Neza Agusdianita; Yusnia Yusnia
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Problem Based learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi pengukuran luas kelas IV SDN Gugus V Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian Quasy Experiment dan desain penelitian The Matching Only Pretest-Posttest Control Group Design. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara data nilai posttest kelas eksperimen dan kontrol dalam penggunaan pembelajaran dengan LKPD berbasis PBL. Hasil tersebut dibuktikan dari nilai uji Wilcoxon Asymp. Sig. (2-tailed) bernilai 0,000. Karena nilai 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya terdapat pengaruh LKPD berbasis PBL terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi pengukuran luas kelas IV SD Negeri Gugus V Kota Bengkulu.
Pendekatan Berdiferensiasi pada Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Neza Agusdianita; Inzoni Inzoni; Rizqa Dwi Shofiya Maghfira Izzania
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.94229

Abstract

Penelitian ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pembelajaran berdiferensiasi bisa dipakai dalam pembelajaran Matematika karena dapat mengakomodir kebutuhan belajar siswa yang disesuaikan dengan minat, gaya belajar, profil dan kesiapan belajar siswa. Metode dalam penelitian ini adalah literatur review, Literatur review adalah sebuah metode yang sistematis, eksplisit dan reprodusibel untuk melakukan identifikasi, evaluasi dan sintesis terhadap karya-karya hasil penelitian. Prosedur yang dilakukan yaitu dengan cara memilih topik yang akan di-review, melacak dan memilih artikel yang cocok dan relevan, melakukan analisis dan sintesis literatur hingga dapat mengorganisasikan penulisan review Hasil penelitian menunjukan Guru SD hendaknya dapat memetakan siswa di kelas berada pada kelompok belajar yang sesuai. Sehingga nantinya dapat diberikan pelayanan dalam pembelajaran Matematika yang menyesuaikan dengan kebutuhan belajarnya dan kecepatan belajar masing-masing. Dapat di simpulkan penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada matematika SD dapat terlaksana dengan efektif dan bermakna sehingga dapat berdampak baik terhadap hasil belajar siswa.
Penggunaan Pendekatan STEAM dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar Rizqa Dwi Shofiya Maghfira Izzania; Neza Agusdianita; Yusnia Yusnia
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.99912

Abstract

Literasi sains penting dikembangkan untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan mengkaji penggunaan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) dalam meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR). Data dikumpulkan dengan mendokumentasikan dan mengulas artikel terkait pendekatan STEAM dan literasi sains yang diterbitkan dalam rentang 2019–2024. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan STEAM dapat diintegrasikan dalam model dan media pembelajaran yang meningkatkan pemahaman konsep sains, keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi ilmiah. Integrasi STEAM dengan model dan media pembelajaran efektif meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar.
Model Problem Based Learning Terdiferensiasi sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa Irfan Supriatna; Herman Herman; Neza Agusdianita; Yusnia Yusnia; Rizqa Dwi Shofiya Maghfira Izzania
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.94228

Abstract

Model Problem Based Learning (PBL) terdiferensiasi merupakan metode pembelajaran yang berpusat pada siswa, di mana proses belajar mengintegrasikan pemecahan masalah berbasis situasi nyata yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi individu mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model PBL terdiferensiasi pada mata kuliah geometri dan pengukuran sebagai upaya dosen untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literatur review. Prosedur dalam penelitian ini yaitu (1) memilih topik yang akan direview, (2) melacak dan memilih artikel yang cocok/relevan, (3) melakukan analisis dan sintesis literatur dan (4) mengorganisasi penulisan review. Hasil literatur review menunjukkan bahwa PBL terdiferensiasi dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran, mendorong pemikiran kritis, serta memperkuat kemampuan pemecahan masalah. Berdasarkan hasil literatur review, dapat disimpulkan bahwa model PBL terdiferensiasi terbukti berpotensi menjadi strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. 
Market Day: Strategi Menumbuhkan Literasi Finansial pada Siswa SDN 88 Kota Bengkulu Yusnia Yusnia; Debi Heryanto; Neza Agusdianita; Pebrian Tarmizi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91598

Abstract

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan pemahaman dan keterampilan finansial pada siswa kelas 2A-B, 3A-B, dan 5A-B. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah observasi. Observasi dilakukan dengan memperhatikan tiga prioritas indikator literasi finansial yang belum dikuasai oleh siswa, yaitu ; (1) Pemahaman siswa mengenai perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. (2) Kemampuan siswa dalam mengklasifikasikan prioritas pengeluaran. (3) Kemampuan siswa untuk mengenali simbol dan terminologi dasar yang berhubungan dengan uang dan bank.  Selama kegiatan Market Day, siswa diberi kesempatan untuk mempraktikkan konsep-konsep finansial tersebut dalam konteks simulasi pasar yang mereka kelola sendiri. Setiap kelompok siswa bertanggung jawab untuk menjalankan "toko" mereka, termasuk menentukan barang yang akan dijual, menetapkan harga, dan mengelola pendapatan serta pengeluaran mereka. Melalui kegiatan ini, siswa belajar membuat keputusan finansial yang bijaksana, memahami pentingnya perencanaan keuangan, serta mengembangkan keterampilan dalam mengelola uang secara efektif. Hasil dari kegiatan Market Day menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi finansial siswa. Siswa menjadi lebih mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta lebih terampil dalam menentukan prioritas pengeluaran.
Pengaruh E-LKPD PjBL Terintegrasi Pendekatan Berdiferensiasi Terhadap Kemampuan Berpikir Siswa SD Gugus V Kota Bengkulu Destri Lencana; Neza Agusdianita
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.100594

Abstract

E-LKPD model PjBL terintegrasi pendekatan berdiferensiasi dapat menjadi salah satu komponen pendukung untuk pembentukan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh E-LKPD berbasis PjBL terintegrasi pendekatan berdiferensiasi pada pembelajaran matematika terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD Gugus V Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap rata-rata  posttest pada kelas eksperimen sebesar 74,77 dan kelas kontrol sebesar 54,45 sehingga rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen lebih besar dibandingkan kelas kontrol (74,77 > 54,45). Hasil tersebut ditunjukkan dari nilai distribusi tabel berdasarkan df = 42 dengan derajat signifikansi 5% (????) =1,682. Sehingga nilai thitung > ttabel (3,658 > 1,682) dan sig.(2-tailed) = 0,001 < 0,05. Maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh E-LKPD berbasis PjBL terintegrasi pendekatan berdiferensisasi pada pembelajaran matematika terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD gugus V Kota Bengkulu.
Literatur Review: Gaya Belajar Siswa Sekolah Dasar Annisa Fadhila; Neza Agusdianita; Desri Desri
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91550

Abstract

Gaya belajar siswa merupakan sifat atau karakteristik masing-masing siswa dalam proses belajar, seperti cara siswa dalam menerima, mengolah, dan mengingat suatu informasi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji literatur review terkait gaya belajar siswa sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Penggumpulan data diperoleh dengan mendokumentasi artikel yang terkait pada penelitian serupa. Artikel yang didapat dan digunakan pada penelitian ini sebanyak lima artikel jurnal nasional dapat diperoleh dari database Google Scholar. Gaya belajar seorang siswa dapat berupa visual, auditori, kinestetik, atau kombinasi. Siswa dengan gaya belajar visual akan belajar dengan melihat secara langsung. Siswa dengan gaya belajar auditori akan belajar dengan pendengaran. Siswa dengan gaya belajar kinestetik akan belajar dengan gerakan dan belajar dengan sentuhan. Gaya belajar yang berbeda-beda dibutuhkan dalam pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi kebutuhan setiap siswa. Pendekatan pembelajaran harus sesuai dengan karakteristik gaya belajar masing-masing individu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan dilakukannya pembelajaran berdiferensiasi yang disesuaikan dengan gaya belajar siswa maka akan mencapai hasil belajar yang optimal.
Pemanfaatan Teknologi Media Pembelajaran di Kelas V SD Negeri 20 Bengkulu Bunga Ema Susanti; Neza Agusdianita; Betha Oktariya
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91569

Abstract

Penggunaan telah menjadi prioritas utama untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di berbagai tingkat. Bagaimana teknologi media pembelajaran digunakan dan diintegrasikan dalam proses pembelajaran adalah fokus penelitian ini. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dan observasi dan wawancara dilakukan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi media pembelajaran telah diintegrasikan secara signifikan ke dalam proses pendidikan di kelas V SD Negeri 20 Bengkulu. Alat seperti proyektor, laptop, komputer, dan internet digunakan untuk membantu mengajar. Guru menggunakan presentasi multimedia, video pembelajaran, serta permainan edukatif untuk menarik minat dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Respons siswa terhadap penggunaan teknologi ini positif, dengan tingkat partisipasi yang lebih tinggi dan pemahaman yang lebih baik terhadap materi yang diajarkan.  Hal ini menjadi  tujuan guru dalam menggunakan teknologi media pembelajaran adalah untuk meningkatkan keinginan siswa untuk belajar dan membantu mereka memahami konsep pembelajaran. Teknologi juga harus menarik perhatian siswa dan mendorong mereka untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran.