Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Model Project Based Learning Dalam Pembelajaran Tematik untuk Mengembangkan Sikap Peduli Lingkungan dan Kreativitas Siswa SD Viktoria Karjiyati; Hasnawati; Dalifa; Neza Agusdianita
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 27 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v27i22018p150-156

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to develop a Project Based Learning (PjBL) model in thematic learning using a scientific approach to develop environmental awareness and creativity for elementary school students. The method used is development research. The results of the research that have been achieved are (1) mapping the themes and sub-themes of class IV and class V, (2) thematic learning devices using the Project Based Learning (PjBL) model using the scientific approach in class IV and Class V SD, and (3) instruments authentic assessment to assess environmental care and creativity. Abstrak: tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model Project Based Learning (PjBL) dalam pembelajaran tematik menggunakan pendekatan saintifik untuk mengembangkan sikap peduli lingkungan dan kreativitas bagi siswa Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Hasil penelitian yang telah dicapai adalah: (1) pemetaan tema dan subtema kelas IV dan kelas V, (2) perangkat pembelajaran tematik dengan model Project Based Learning (PjBL) menggunakan pendekatan saintifik pada kelas IV dan Kelas V SD, dan (3) instrumen penilaian otentik untuk menilai sikap peduli lingkungan dan kreativitas.
Pelatihan Penyusunan Modul Ajar IPAS Berbasis Project Based Learning (PjBL) bagi Guru Sekolah Dasar Rizqa Dwi Shofiya Maghfira Izzania; Neza Agusdianita; Yusnia
Badranaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/badranaya.v4i1.3840

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar menuntut guru mampu mengembangkan modul ajar yang integratif, kontekstual, dan selaras dengan model pembelajaran aktif. Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) sebagai mata pelajaran wajib di kelas III–VI SD menghendaki guru memiliki kompetensi komprehensif dalam perencanaan pembelajaran, khususnya dalam pemanfaatan model Project Based Learning (PjBL). Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar guru di SDN 05 Kota Bengkulu belum mampu menyusun modul ajar IPAS yang mengintegrasikan sintaks PjBL secara sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun modul ajar IPAS berbasis PjBL melalui pelatihan terstruktur. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan metode ceramah, diskusi, workshop, dan praktik langsung, melibatkan 15 guru SDN 05 Kota Bengkulu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan kompetensi guru: pemahaman struktur modul ajar meningkat dari 58% menjadi 89%, pemahaman PjBL dari 52% menjadi 91%, kemampuan merumuskan tujuan pembelajaran dari 60% menjadi 90%, kemampuan menyusun aktivitas PjBL dari 50% menjadi 88%, dan penyusunan asesmen dari 55% menjadi 87%. Guru mampu menyusun modul ajar IPAS berbasis PjBL secara mandiri. Disarankan agar kegiatan serupa dilaksanakan secara berkala dan diikuti program pendampingan berkelanjutan
Pelatihan Pembuatan Multimedia Interaktif Berbasis Genially Pada Pembelajaran IPAS bagi Guru MI Plus Ja-Alhaq Kota Bengkulu Yusnia; Debi Heryanto; Neza Agusdianita; Rizqa Dwi Shofiya Maghfira Izzania
Badranaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/badranaya.v4i1.3841

Abstract

Science learning (IPAS) in Islamic elementary schools requires the visualization of abstract and integrative concepts, yet most teachers still face limited digital literacy in packaging such material attractively. Learning tends to be conventional and textbook-oriented, leading to student boredom. This community service program aims to improve teachers’ knowledge and skills in creating Genially-based interactive multimedia for IPAS learning. The method applied an observational and structured modeling approach operationalized into four phases: attention, retention, reproduction, and motivation. Data were collected through direct observation, documentation, and pretest posttest instruments. The evaluation results showed an increase in the average knowledge score from 70 to 90 and the average skill score from 73 to 94. This improvement confirms that training with structured modeling is effective in fostering teachers’ digital pedagogical competence while producing ready-to-use interactive media products. It is concluded that Genially training contributes significantly to the innovation of IPAS learning in madrasah and is recommended for sustainable dissemination to other Islamic elementary schools in Bengkulu City.
Peningkatan Literasi Digital Guru MI  Plus Ja-Alhaq Kota Bengkulu Melalui Pemanfaatan Aplikasi Canva Dalam Penyusunan Bahan Ajar Kreatif Neza Agusdianita; Debi Heryanto; Yusnia; Rizqa Dwi Shofiya Maghfira Izzania
Badranaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/badranaya.v4i1.3842

Abstract

Madrasah Ibtidaiyah (MI) teachers are required to deliver engaging and contextual learning amid the demands of 21st-century digital literacy; however, at MI Plus Ja-AlHaq, Bengkulu City, most teachers still rely on conventional methods with text-based teaching materials that lack visual elements, resulting in student learning fatigue and low teacher digital competence in designing instructional media. This community service activity aims to improve teachers' digital literacy and creative teaching material design skills through a Canva application utilization workshop. The method applied was a structured observational and modeling approach consisting of four phases: the attention phase (administration of a pretest questionnaire to identify needs), the retention phase (delivery of material on Canva concepts, features, and visual message design principles), the reproduction phase (guided independent and group practice in developing teaching materials), and the motivation phase (appreciation, posttest evaluation, and encouragement toward classroom implementation). The results showed a significant improvement, with teachers' knowledge scores on Canva and digital literacy increasing from an average of 68 to 89, while teaching material design skill scores increased from an average of 65 to 92. This improvement indicates that the structured modeling approach effectively builds MI teachers' confidence and technical competence in utilizing visual technology for learning. The activity implies the need for sustainable replication of similar programs to support the digital transformation of education at the madrasah level.
Guru sebagai Motivator dalam Menumbuhkan Sikap Percaya Diri Siswa Kelas III Sekolah Dasar Fitri Salzabillah; Irfan Supriatna; Neza Agusdianita
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i2.3176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran guru sebagai motivator dalam menumbuhkan sikap percaya diri siswa kelas IIIC SD Negeri 09 Kota Bengkulu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan subjek terdiri dari satu orang guru kelas dan lima siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menjalankan peran sebagai motivator melalui penerapan pembelajaran aktif, seperti kegiatan tanya jawab, pemberian pujian, dukungan serta penguatan positif, dan penciptaan suasana belajar yang menyenangkan. Upaya tersebut mendorong siswa untuk lebih berani dan percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran secara aktif. Kepercayaan diri siswa tampak melalui partisipasi aktif mereka dalam kegiatan pembelajaran, seperti bertanya, menjawab, dan memberikan pendapat, yang berkaitan dengan peran guru sebagai motivator di kelas.
Analisis Materi Bilangan Pecahan Matematika Kelas V SD Ditinjau dari Pendekatan STEAM Sylvania Debora Keliat; Neza Agusdianita; Dwi Anggraini
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i2.3670

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis materi bilangan pecahan pada buku ajar Matematika kelas V Sekolah Dasar berdasarkan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics). Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data berupa buku ajar Matematika kelas V Kurikulum Merdeka pada materi bilangan pecahan. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi menggunakan rubrik analisis yang mengacu pada lima komponen STEAM dan dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, serta deskripsi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi bilangan pecahan telah memuat komponen science, engineering, arts, dan mathematics dengan baik. Komponen science terlihat melalui keterkaitan materi dengan kehidupan sehari-hari, engineering melalui aktivitas pemecahan masalah, arts melalui penggunaan visualisasi yang mendukung pemahaman konsep, dan mathematics melalui penyajian konsep yang sistematis. Namun, komponen technology belum terintegrasi secara optimal karena belum ditemukan pemanfaatan media atau perangkat digital dalam pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa materi telah mengarah pada pendekatan STEAM, meskipun masih memerlukan penguatan pada aspek teknologi.
Pengembangan Instrumen Tes Literasi Numerasi Berbasis Hots Berbantuan Aplikasi Kahoot Bagi Guru SD Yusnia Yusnia; Elwan Stiadi; Yusnia Yusnia; Elwan Stiadi; Neza Agusdianita
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v4i12024p45-50

Abstract

Abstrak:Pendampingan guru SD dalam mengembangkan instrumen tes literasi numerasi berbasis HOTS berbantuan aplikasi Kahoot bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru-guru SD Negeri 42 Kota Bengkulu dalam mengembangkan instrumen tes literasi numerasi berbasis HOTS berbantuan aplikasi Kahoot. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian adalah metode ceramah, demonstrasi dan pendampingan. Metode ceramah untuk menyampaikan konsep literasi numerasi berbasis HOTS, sedangkan metode demonstrasi dan pendampingan untuk memberikan kesempatan berlatih kepada peserta mengembangkan instrumen tes literasi numerasi berbasis HOTS berbantuan aplikasi Kahoot. Kegiatan pengabdian secara keseluruhan dapat dinilai baik, dilihat dari keberhasilan target jumlah peserta workshop dinilai baik (80persen), ketercapaian tujuan workshop dinilai baik (75persen), ketercapaian target materi yang telah direncanakan dinilai baik (80persen), dan kemampuan peserta dalam penguasaan materi dinilai baik (80persen).
Pengembangan Model Pembelajaran Blended Learning Berbantuan Bahan Ajar Elektronik Berbasis Budaya Lokal Pesisir Pada Pembelajaran Tematik Di Sekolah Dasar Neza Agusdianita; Neza Agusdianita; Yusnia Yusnia
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v4i12024p83-88

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan model pembelajaran Blended Learning berbantukan bahan ajar elektronik berbasis budaya lokal pesisir pada pembelajaran tematik untuk meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar dimasa pandemi covid 19 ini. Kegiatan penelitian ini melalui beberapa tahapan yaitu: (1) Memetakan sub tema dan kompetensi dasar pada tema peduli terhadap makhluk hidup pada kelas IV, (2) Mengidentifikasi indikator yang terintegrasi dengan budaya lokal pesisir pada setiap kompetensi dasar, (3) Menyusun satu perangkat silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan model pembelajaran Blended Learning berbantukan bahan ajar elektronik berbasis budaya lokal pesisir, (4) Mengembangkan bahan ajar elektronik berupa bahan tayang yang berbasis budaya lokal pesisir, (5) Menyusun penilaian elektronik dengan menggunakan google form, (5) Melakukan validasi model, bahan ajar dan instrumen oleh ahli teknologi dan strategi pembelajaran, (6) Merevisi model, bahan ajar dan instrumen. Hasil penelitian ini adalah telah dihasilkan satu perangkat model pembelajaran model pembelajaran Blended Learning berbantukan bahan ajar elektronik berbasis budaya lokal pesisir.
Analisis Kemampuan Literasi Numerasi Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Gugus III Kota Bengkulu Yupita Tri Rejeki; Neza Agusdianita; Ike Kurniawati
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92379

Abstract

Kemampuan literasi numerasi ini sangat penting di era globalisasi dimana kita dituntut untuk mampu memahami dan menggunakan nalar untuk menganalisis hal-hal yang terjadi disekitar kita.Penelitian ini betujuan untuk menganalisis kemampuan literasi numerasi siswa kelas IV SD Negeri Gugus III Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dengan desain survei. Pemilihan sampel menggunakan Simple Random Sampling, jumlah sampelnya yaitu sebanyak 40 siswa. Pengumpulan data menggunakan tes berupa soal uraian berjumlah 3 soal.  Teknik analisis data pada penelitian ini adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian ini adalah pada setiap indikator siswa paling banyak memperoleh skor 2. Pada indikator pertama rata-rata skor siswa 2,02, indikator kedua rata-rata skor siswa 1,92 dan indikator ketiga skor rata-rata siswa 1,45. Kemampuan Literasi Numerasi siswa dilihat dari rata-rata hasil tes siswa yaitu 59,16 berada pada kategori sedang. Hal ini terlihat pada hasil tes yang telah diberikan kepada siswa. Walaupun kemampuan literasi numerasi siswa sudah berada pada kategori sedang, siswa masih perlu meningkatkan lagi kemampuan literasi numerasinya.
Penerapan Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam Kegiatan P5 di SDN 67 Kota Bengkulu Agrezia Rahmanda; Neza Agusdianita; Desri Desri
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam kegiatan projek penguatan pelajar pancasila (P5) di SDN 67 Kota Bengkulu. Pendekatan CRT merupakan suatu metode pembelajaran yang dimana semua peserta didik berhak mendapatkan pengajaran yang sama, tanpa membedakan latar belakang budayanya. Kegiatan P5 diterapkan untuk mengembangkan karakter profil pelajar pancasila pada peserta didik di sekolah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis data deskriptif. Teknik analisis data deskriptif menjelaskan fakta dan fenomena yang ditemukan pada penerapan CRT dalam projek P5. Hasil penelitian ini berupa penerapan pendekatan CRT dalam kegiatan P5 di SDN 67 Kota Bengkulu dengan mengintegrasikan lagu, tarian, dan alat musik daerah dalam pembelajaran di kelas. Peserta didik diperkenalkan kebudayaan Bengkulu dengan berlatih lagu dan tarian daerah setiap hari rabu pada mata pelajaran P5. Kesimpulan dari penelitian ini ialah peserta didik di SDN 67 Kota Bengkulu menerapkan CRT dalam proyek P5 dengan menjadikan budaya Bengkulu khususnya tarian adat dan lagu daerah pada kegiatan kokurikuler yang dilaksanakan enam jam pelajaran dalam seminggu dan pengintegrasian topik budaya.
Co-Authors Abdul Muktadir Ade Gusti Ningsih Adhadi Kurniawan Afriwilda, Mayang T Agrezia Rahmanda Agus Susanta Agustini Novikasari Apriyani Zulika Arrum Musdhalifah Atika Susanti Ayu Erdiyanti Ayu Wulandari Betha Oktariya Bunga Ema Susanti Dalifa Dalifa Dalifa Dalifa Dalifa Dalifa Dalifa Debi Heryanto Desri Desri Destri Lencana Devi Apriani Devy Sefiana Putri Dwi Anggraini Dwi Aria Nopela Elfrina Mayroja Pratika Elwan Stiadi Emisda Noprianti Endang Widi Winarni Endang Widi Winarni Endina Putri Purwandari Fasadena Saraseila Febriansyah Nur Arifin Febriansyah Putriyana Feri Apriansah Feri Noperman Fitri Salzabillah Gumono Gumono Hasnawati Hasnawati Hasnawati Hasnawati Hasnawati Hasnawati Hasnawati Hasnawati Herman Herman Hikma Dinti Arsya Perdana Ike Kurniawati Intan Zoraya Inzoni Irfan Supriatna Isna Fiky Nalansari Karjiyati Karjiyati Kris Agil Saraswati Kurniawati, Ike Lidia Puspita Sari Luthfiati Zahrani Mayang Sari Miyen Sapitri Mochamad Guntur Murtiana Mutiara Rachmadini Nadia Safitri Nadia Nani Nuliantini Nani Yuliantini Neri Eltiyani neza agusdianita Oktarianda Arief Irawan Osa Juarsa Osa Juarsa Panut Setiono Pebrian Tarmizi Puspa Djuwita Putri Anggun Dita Putu Vira Diokta Ardani Rabiah Tusa'Idah Resi Dayana Resnani Resnani Resnani Ria Apriani Ridho Permadi Rizqa Dwi Shofiya Maghfira Izania Rizqa Dwi Shofiya Maghfira Izzania Rizqa Dwi Shofiya Maghfira Izzania Salati Asmahasanah Sheni Shintia Silvia Dini Nahesa Sovia Lorenza Sri Ken Kustianti Sri Ken Kustianti Syahril Yusuf Sylvania Debora Keliat Tarisa Yolanda Tono Sugihartono Tria Febrina V Karjiyati Victoria Karjiyati Victoria Karjiyati Victoria Karjiyati Viktoria Karjiyati Viktoria Karjiyati Viktoria Karjiyati Wenni Anjarsari Weny Safitri Windi Dwi Saputri Wurjinem Wurjinem Yeni Lestari Yupita Tri Rejeki Yusnia Yusnia Yusnia Yusnia Yusnia Yusnia