p-Index From 2021 - 2026
6.027
P-Index
This Author published in this journals
All Journal KUMARA CENDEKIA Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan TARBIYA : Journal Education in Muslim Society Pedagogi : Jurnal Penelitian Pendidikan ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED Indonesian Journal of Disability Studies Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Jurnal ORTOPEDAGOGIA EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Visipena Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Jurnal Ilmiah POTENSIA Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Perspektif Ilmu Pendidikan Buana Pendidikan: Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unipa Surabaya Primary : Jurnal Keilmuan dan Kependidikan Dasar Jurnal Basicedu Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Journal on Education Journal of Humanities and Social Studies Pedagonal : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia JIPD (Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar) Jurnal Komunikasi Pendidikan Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Jurnal Educatio FKIP UNMA Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Didaktika: Jurnal Kependidikan Renjana Pendidikan Dasar Proceedings of The ICECRS Jurnal Basicedu Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Global Education Journal Jurnal Madinasika: Manajemen dan Keguruan GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education Journal of International Multidisciplinary Research Jurnal Pendidikan Anak Jurnal Pelita PAUD Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KASUS FATHERLESS: PERAN AYAH DALAM PENGASUHAN ANAK USIA DINI Novita Eka Nurjanah; Fasli Jalal; Asep Supena
Kumara Cendekia Vol 11, No 3 (2023): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i3.77789

Abstract

Pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak bukanlah topik yang baru dalan penelitian di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Kondisi yang ada di Indonesia, peran ayah dalam pengasuhan belum optimal hal ini dikarenakan masih adanya budaya patriarki bahwa peran pengasuhan menjadi tanggung jawab ibu; adanya pernikahan dini; dan adanya anak yang tidak tinggal bersama orang tua.  Hasil observasi awal ditemukan bahwa salah satu kecamatan di Boyolali menunjukkan bahwa tidak adanya kehadiran ayah atau fatherless dalam pengasuhan anak berdampak pada perkembangan anak usia dini. Di daerah ini masih menganut budaya patriarki yang kuat yaitu pengasuhan sepenuhnya merupakan peran ibu dan ayah berperan untuk mencari nafkah. Berdasarkan fenomena tersebut, penting dilakukan penelitian untuk mengkaji ketidakhadiran ayah atau fatherless dalam pengasuhan anak usia dini. Partisipan dalam penelitian ini adalah satu anak dari orang tua yang menikah dini di salah satu kecamatan Kota Boyolali. Anak ini berada dalam pengasuhan yang masih menganut budaya patriarki dan orang tua belum matang dalam memberikan pengasuhan kepada anak. Pendekatan strategi studi kasus tunggal digunakan untuk mendeskripsikan secara mendalam fatherless yang ada. Analisis tematik dari hasil wawancara mendalam terhadap orang tua digunakan dalam analisis data penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayah tidak memiliki peran dalam mengasuh anak, waktu bersama anak sangat minim, dan adanya paham budaya patriarki bahwa pengasuhan anak dilakukan sepenuhnya oleh ibu. Hal ini berdampak pada tidak adanya kelekatan antara anak dengan ayah, tidak optimalnya kemandirian anak, dan adanya gangguan kontrol perilaku anak.
ANALISIS KEBUTUHAN INSTRUMEN ASESMEN KESEHATAN REPRODUKSI DI SEKOLAH INKLUSI BAGI REMAJA TUNAGRAHITA Septiyani Endang Yunitasari; Asep Supena; Nur Zahra Aqilla Purwanti
MADINASIKA Vol 7 No 1 (2025): MADINASIKA-OKTOBER
Publisher : Pascasarjana Unviersitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/madinasika.v7i1.15557

Abstract

  Latar belakang penelitian ini berangkat dari fakta bahwa terbatasnya pendidikan kesehatan reproduksi, serta belum dilengkapi instrumen terstandar bagi siswa tunagrahita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan instrumen asesmen kesehatan reproduksi, khususnya mengenai perawatan organ genitalia, bagi remaja putri tunagrahita di sekolah inklusi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif melalui wawancara mendalam terhadap tiga guru dari SMP Negeri 2 Bojongsoang dan SMP Negeri 1 Baleendah, Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa tunagrahita terhadap kesehatan reproduksi masih rendah. Pembelajaran kesehatan reproduksi yang diberikan guru masih bersifat teoritis, parsial, dan minim praktik aplikatif, dengan berbagai hambatan seperti keterbatasan fasilitas, kurangnya pelatihan guru, serta anggapan tabu di lingkungan sekolah maupun keluarga. Selain itu, hingga kini belum tersedia instrumen asesmen khusus; penilaian hanya mengandalkan pengamatan umum yang tidak sistematis.