Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MEDIA FLASHCARD BERBASIS AUGMENTED REALITY PADA MATERI BANGUN RUANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Dian Ratna Sari; Hidayanto, Erry; Mashfufah, Aynin
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 6 No. 2 (2023): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v6i2.64126

Abstract

The lack of use of media in the process of learning mathematics then has an impact on the low cognitive ability of students, so to overcome these problems, students need media that can help the learning process. The purpose of this study is to produce flashcard media products based on augmented reality as a valid, practical, and effective media to improve students' cognitive learning outcomes. This research belongs to the type of development research that was developed using the ADDIE model with the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The subjects involved in this study were validators, teachers, and fifth grade elementary school students. Data collection was carried out using observation, interviews, questionnaires, and tests. The data collection instrument uses a questionnaire and test questions. Data analysis techniques used were descriptive analysis of qualitative, quantitative, and t-tests. The results of the analysis show that the validation of material experts obtained a percentage of 79.2%, which is included in the valid criteria. The second criterion, which is practical, was obtained through the teacher questionnaire and small group trial. Students obtained a percentage of 88.7% included in the very practical criteria, and the student questionnaire obtained a percentage of 89.5% included in the very practical criteria. The teacher and student questionnaires during the large group trial for teachers obtained a percentage of 91.2% included in very practical criteria and for students obtained a percentage of 88.3% included in very practical criteria. The third criterion is effectiveness. Based on these results, it can be concluded that flashcard media based on augmented reality can significantly improve students' cognitive abilities.
DESKRIPSI BERPIKIR MATEMATIS SISWA PADA PENYELESAIAN MASALAH AKM NUMERASI DITINJAU BERDASARKAN LEVEL KECERDASAN EMOSIONAL [DESCRIPTION OF STUDENTS' MATHEMATICAL THINKING IN SOLVING AKM NUMERACY PROBLEMS BASED ON EMOTIONAL INTELLIGENCE LEVELS] Nuratiqoh, Nuratiqoh; Hidayanto, Erry; Chandra, Tjang Daniel
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol 8, No 1 (2024): JUNE
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v8i1.8002

Abstract

The purpose of this study is to describe how students' mathematical thinking processes unfold when addressing AKM Numeracy problems based on Mason's theory, taking into account emotional intelligence. This research is descriptive in nature with a qualitative approach. The research subjects consist of students categorized into high, moderate, and low levels of emotional intelligence. Research instruments include emotional intelligence questionnaires, AKM numeracy problem sheets, and interview guides. The research findings indicate that students with high levels of emotional intelligence are capable of fulfilling the three stages of mathematical thinking processes in problem-solving, namely entry, attack, and review. However, they have not fully met the extend aspect in the review stage. Students with moderate emotional intelligence can fulfill all aspects in the entry and attack stages but have not met the check and extend aspects in the review stage. Meanwhile, students with low emotional intelligence can only fulfill the know aspect in the entry stage, the try aspect in the attack stage, and the reflect aspect in the review stage.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menggambarkan bagaimana proses berpikir matematis siswa ketika mengatasi masalah AKM Numerasi berdasarkan teori Mason ditinjau dari kecerdasan emosional. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yang dipilih yaitu siswa yang memiliki level kecerdasan emosional tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen penelitian mencakup lembar angket kecerdasan emosional, lembar soal AKM numerasi, dan panduan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa siswa dengan tingkat kecerdasan emosional tinggi mampu memenuhi tiga tahap proses berpikir matematis dalam memecahkan masalah, yaitu tahap entry, attack, dan review. Meskipun demikian, siswa dengan kecerdasan emosional tinggi belum sepenuhnya memenuhi aspek extend pada tahap review. Siswa dengan kecerdasan emosional sedang dapat memenuhi semua aspek pada tahap entry dan attack tetapi tidak dapat memenuhi aspek check dan extend pada tahap review. Siswa dengan kecerdasan emosional rendah hanya dapat memenuhi aspek know pada tahap entry, aspek try pada tahap attack, dan aspek reflect pada tahap review.
ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS X SMA DALAM MENYELESAIKAN SOAL HOTS PERSAMAAN EKSPONEN DAN SCAFFOLDING-NYA [ERROR ANALYSIS OF GRADE 10 STUDENTS IN SOLVING HOTS QUESTIONS ON EXPONENTIAL EQUATIONS AND THEIR SCAFFOLDING] Indayani, Nunik; Hidayanto, Erry; Sisworo, Sisworo
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol 8, No 1 (2024): JUNE
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v8i1.8059

Abstract

The aim of this research is to describe the mistakes made by grade 10 students at SMA Hati Bilingual Boarding School Probolinggo in solving HOTS questions on exponential equations and their scaffolding. This study used qualitative research methods. The subjects of this research were four students with different types of errors. The results of the research show that the basic error type is mostly made because students do not understand the meaning and concept of solving problems. Apart from that, students also make other types of errors, namely the appropriate error type because students cannot solve the exponential form of the equation, the missing information type because students cannot continue the solving process, and the partial insight type because students make mistakes in calculations. The research results also show that the scaffolding process for students with basic error types takes longer than for students with other types of errors. It is hoped that future research will be able to analyze student errors on HOTS questions using other theories or procedures in order to help students overcome their mistakes and minimize errors when solving HOTS questions.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan kesalahan siswa kelas X di SMA Hati Bilingual Boarding School Probolinggo dalam menyelesaikan soal HOTS persamaan eksponen serta scaffoldingnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah empat siswa dengan tipe kesalahan berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan tipe basic error paling banyak dilakukan karena siswa tidak memahami maksud dan konsep untuk menyelesaikan soal. Selain itu, siswa juga melakukan tipe kesalahan lain yaitu tipe appropriate error karena siswa tidak dapat menyelesaikan bentuk persamaan eksponen, tipe missing information karena siswa tidak dapat melanjutkan proses penyelesaian, serta tipe partial insight karena siswa salah dalam perhitungan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa proses scaffolding untuk siswa dengan tipe kesalahan basic error berlangsung lebih lama dibandingkan siswa dengan tipe kesalahan lain. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan analisis kesalahan siswa pada soal HOTS dengan teori atau prosedur lain, sehingga dapat membantu siswa mengatasi kesalahannya dan meminimalisir kesalahan ketika memecahkan soal HOTS.
Penerapan Pembelajaran Teams Games and Tournament Secara Daring untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keaktifan Siswa Handayaningsih, Rohyatun; Hidayanto, Erry; Qohar, Abdul
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v10i2.8639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penerapan Teams Games and Tournament pada pembelajaran daring mata pelajaran Matematika dalam upaya meningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa pada materi aljabar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, adapun tahapan dalam setiap siklusnya meliputi: (1) perencanaaan, (2) pelaksanaan dan pengamatan serta (3) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah 32 siswa kelas VII B Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 8 Gunungkidul. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti dan instrumen pendukung adalah lembar observasi, angket serta soal tes. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pembelajaran, dan pemberian angket serta tes. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah diskriptif kualitatif. Hasil penelitan menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran tipe Teams Games and Tournament (TGT) secara daring dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa. Hal ini ditunjukkan data hasil observasi keaktifan sebesar 39,60% pada siklus I, mengalami kenaikan pada siklus II menjadi 70,40%. Sedangkan data pada angket menunjukkan hasil keaktifan pada siklus I sebesar 67,44% meningkat menjadi 80,56% pada siklus II. Hasil ketuntasan belajar siswa pada siklus I sebesar 39 % meningkat  menjadi 71% pada siklus II.
Kemampuan Koneksi Matematis Siswa dalam Pemecahan Masalah Bangun Ruang Sisi Datar Berbasis Polya 'Azizah, Dewi Nur; Hidayanto, Erry; Sisworo, Sisworo
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v10i2.8818

Abstract

Koneksi matematis menjadi dasar utama  siswa dalam memecahkan masalah antar konsep matematika maupun konsep lainnya. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi siswa  memecahkan masalah bangun ruang sisi datar. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Pelaksanaan penelitian di SMPN 1 Madiun kepada 31 siswa kelas IXG. Pengambilan subjek berdasarkan purposive sampling dipilih satu subjek pada setiap kategori siswa berkemampuan koneksi matematis tinggi, sedang dan rendah. Instrumen yang digunakan yaitu soal tes koneksi dan pedoman wawancara. Terdapat tiga soal tes koneksi yaitu soal koneksi matematika dengan konsep bangun ruang sisi datar, koneksi bangun ruang dengan ilmu lain, dan koneksi matematika bangun ruang dengan kehidupan sehari-hari. Data penelitian diperoleh dari hasil tes dan hasil wawancara yang instrumennya divalidasi oleh tim ahli dengan kriteria valid. Pengecekan keabsahan data dengan triangulasi teknik. Setelah data terkumpul dianalisis dengan proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil tes koneksi menunjukkan, siswa berkemampuan koneksi tinggi dapat memecahkan masalah pada semua aspek indikator koneksi. Siswa berkemampuan koneksi sedang dapat memecahkan masalah sampai tahap melaksanakan rencana. Namun, pada langkah memeriksa kembali kurang teliti dan kurang tepat dalam membuat kesimpulan. Siswa berkemampuan koneksi rendah belum mampu memenuhi indikator koneksi antar konsep matematika dan melakukan koneksi dalam kehidupan sehari-hari.
Pengembangan Modul Elektronik Berbasis Differentiated Instruction untuk Pembelajaran Blended Learning Fatmianeri, Yulia; Hidayanto, Erry; Susanto, Hery
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v10i1.8709

Abstract

Hasil belajar matematika siswa masih rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah minat belajar. Minat belajar siswa dipengaruhi oleh gaya belajar siswa (Iin Asikin, 2017). Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah pengembangan bahan ajar berupa e-modul berbasis Differentiated Instruction berdasarkan gaya belajar siswa untuk pembelajaran Blended Learning. Penelitian ini memiliki tujuan menghasilkan e-modul berbasis Differentiated Instruction berdasarkan gaya belajar siswa untuk pembelajaran Blended Learning yang menarik minat siswa. Research and Development dengan tipe 4D merupakan metode yang digunakan pada penelitian ini. Pendefenisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran merupakan tahapan dari pengembangan e-modul berbasis Differentiated Instruction untuk pembelajaran Blended Learning. Penelitian ini hanya sampai pada tahap pengembangan karena hasil penelitian sudah didapatkan. Instrumen yang digunakan adalah Lembar Penilaian Validasi Differentiated Instruction untuk model pembelajaran Blended Learning. Validator hanya dilakukan oleh praktisi Pendidikan. Hasil validasi e-modul berbasis Differentiated Instruction untuk pembelajaran Blended Learning pada materi Relasi dan Fungsi pada seluruh aspek memiliki persentase 82.32% dengan kategori layak. Oleh sebab itu, e-modul pembelajaran matematika berbasis Differentiated Instruction untuk pembelajaran Blended Learning ini layak digunakan sebagai bahan ajar pendukung, atau bahan ajar pokok pada materi Relasi dan Fungsi untuk siswa kelas VIII MTs/SMP. Implikasi dari penelitian ini agar e-modul berbasis Differentiated Instruction untuk pembelajaran Blended Learning dapat dikembangkan pada materi dan mata pelajaran lain, serta hendaknya ada pelatihan untuk guru-guru membuat e-modul yang menarik minat siswa dalam belajar.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Sistem Persamaan Linier Tiga Variabel (SPLTV) Berdasarkan Prosedur Newman Hidayanto, Erry; Lisrahmat, Mimin Nazura
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v12i1.13106

Abstract

The purpose of this study was to describe the form of student errors in solving SPLTV story questions based on Newman's procedures and their causes. This research method uses a qualitative approach with a descriptive qualitative research type with the subject of three students of class X a high school in Malang. The forms of errors found in this study were: unable to read the questions carefully, unable to understand the meaning of each important symbol or term contained in the questions; unable to understand the important information contained in the questions, incorrectly in writing the information implied in the questions, not writing down any information either known or asked from the questions; less precise in making illustrations for each variable used, not writing illustrations used for each variable in the equations that have been made, unable to transform the information in the problem into mathematical form correctly and precisely; unable to continue the calculation procedure until the final answer is found, incorrectly in writing the calculation results obtained from the elimination process; did not write the final answer, did not include the units in the final answer, incorrectly wrote the units in the final answer, did not write the conclusion of the final answer according to what was asked or asked for in the question. The causes of these errors: not being careful, in a hurry, not focusing, afraid of running out of time, being careless, and not checking the final answer.
Komunikasi Matematis Tulis Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika Ikhtiar, Muhammad Awwalul; Sudirman, Sudirman; Hidayanto, Erry
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v10i1.8398

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu bagian terpenting dalam pembelajaran dan pendidikan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi matematis tulis siswa kelas VIII.7 SMPN 14 Malang dalam memecahkan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.  Terdapat 3 subjek pada penelitian ini yang dipilih berdasarkan nilai ulangan akhir semester ganjil pelajaran matematika dan mempertimbangkan saran guru yang mewakili masing-masing kategori kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh hasil bahwa siswa dengan kemampuan matematika tinggi akurat, lengkap dan lancar untuk setiap langkah penyelesaian yang ada, yaitu memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Siswa dengan kemampuan matematika sedang akurat dalam memahami masalah dan membuat rencana, sedangkan dalam melaksanakan rencana dan memeriksa kembali siswa tersebut tidak akurat dan siswa tersebut lengkap dan lancar untuk setiap langkah penyelesaian. Siswa dengan kemampuan matematika rendah tidak memiliki keakuratan dalam setiap langkah penyelesaian, sedangkan dalam kategori lengkap siswa tersebut tidak lengkap pada langkah memeriksa kembali dan pada kategori kelancaran siswa tersebut lancar untuk setiap langkah penyelesaian yang ada.
Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal HOTS Geometri Rosyidah, Ana Siti; Hidayanto, Erry; Muksar, Makbul
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v10i2.8819

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS geometri. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMPN 1 Madiun pada 32 siswa kelas IX H tahun ajaran 2020/2021. Selanjutnya, dipilih satu subjek pada masing-masing kategori yaitu kemampuan penalaran matematis tinggi, kemampuan penalaran matematis sedang, dan kemampuan penalaran matematis rendah untuk dilakukan analisis data dengan melihat kemampuan penalaran matematis siswa berdasarkan indikator; mengajukan dugaan, melakukan manipulasi matematika, memberikan alasan atau bukti dan menarik kesimpulan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang mempunyai kemampuan penalaran kategori rendahmenuliskan jawaban dengan tidak tepat dan hanya memenuhi indikator penalaran matematis pertama yakni mengajukan dugaan. Siswa yang memiliki kemampuan penalaran matematis kategori sedang menjawab soal kurang lengkap dan memenuhi dua indikator penalaran matematis; mengajukan dugaan dan menarik kesimpulan. Siswa yang memiliki kemampuan penalaran matematis kategori tinggi menuliskan jawaban dengan tepat, lengkap dan memenuhi semua indikator penalaran matematis: mengajukan dugaan, melakukan manipulasi matematika, memberikan alasan atau bukti dan menarik kesimpulan.Kata kunci: Penalaran matematis; Soal HOTS, GeometriAbstract: This study aims to describe students' mathematical reasoning abilities in solving geometric HOTS problem. The method used is descriptive qualitative. The research was conducted at SMPN 1 Madiun on 32 students of class IX H for the 2020/2021 school year. Furthermore, one subject was selected in each category, namely high mathematical reasoning ability, medium mathematical reasoning ability, and low mathematical reasoning ability for data analysis by looking at students' mathematical reasoning abilities based on indicators; making conjectures, performing mathematical manipulations, providing reasons or evidence and drawing conclusions. Data collection techniques in this study used tests and interviews. The results of this study indicate that students who have low category reasoning abilities write answers incorrectly and only satisfy the first mathematical reasoning indicator, namely making conjectures. Students who have the medium category of mathematical reasoning write answer incomplete and satisfy two indicators of mathematical reasoning; making conjectures and drawing conclusions. Students who have high category mathematical reasoning abilities write answers accurately, completely and satisfy all indicators of mathematical reasoning: making conjectures, performing mathematical manipulations, providing reasons or evidence and drawing conclusions.Key words: Mathematical reasoning; HOTS Problem, Geometry
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA BERDASARKAN KRITERIA WATSON DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER Hidayanto, Erry; Anggraini, Arika Dewi
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v12i1.18665

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis kesalahan dan penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi program linear berdasarkan kriteria Watson ditinjau dari perbedaan gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMA Surya Buana Malang pada semester ganjil tahun ajaran 2022/2023. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI yang berjumlah 4 siswa terdiri dari 2 siswa laki-laki dan 2 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa laki-laki melakukan kesalahan data tidak tepat, data hilang, dan kesimpulan hilang. Beberapa penyebab kesalahan pada siswa laki-laki antara lain yaitu terburu-buru, lupa, dan kehabisan waktu. Sedangkan siswa perempuan melakukan kesalahan data tidak tepat, prosedur tidak tepat, konflik level respon, manipulasi tidak langsung, dan masalah hirarki keterampilan. Beberapa penyebab kesalahan pada siswa perempuan antara lain yaitu bingung, tidak paham maksud soal, dan asal-asalan dalam menjawab. Kata kunci: Analisis Kesalahan, Soal Cerita, Program Linear, Kriteria Watson, Perbedaan Gender Abstract: The purpose of this study was to describe the types of errors and the causes of student errors in solving word problems of linear program material based on Watson's criteria in terms of gender differences. This study uses a qualitative approach and descriptive research type. This research was conducted at SMA Surya Buana Malang in the odd semester of the 2022/2023 school year. The subjects in this study were students of class XI, which consisted of 4 students consisting of 2 male students and 2 female students. Data collection techniques used were written tests and interviews. The results showed that male students made errors in innaproriate data, omitted data, and omitted conclusion. Some of the causes of errors in male students include being in a hurry, forgetting, and running out of time. Meanwhile, female students made errors in inappropriate data, innaproriate procedure, respone level conflict, undirected manipulation, and skill hierarchy problem. Some of the causes of errors in female students include confusion, not understanding the meaning of the questions, and careless answers.Keywords: Error Analysis, Word Problems, Linear Program, Watson’s Criteria, Gender Differences.
Co-Authors 'Azizah, Dewi Nur Abdur Rahman As’ari Afin Nur Latifa Agus Alamsyah Agus Yulianto Agus Yulianto Agustin, Nana Maulidah Aldino, Fals Ana Cholila Anggraini Eka Pramestasari Anggraini, Arika Dewi Annesa Eka Norman Anton Budi Jatmiko Arini, Kartika Ayu Dwi Ariza Husniyatul Ummah Arwan Mhd. Said Assegaff, Muhamad Farid Aynin Mashfufah Aziz Rizky Muhdiyanto Budiarto, Darum Cholis Sa’dijah Christi Matitaputty Darum Budiarto Dian Ratna Sari Dwi Aldi Hidayatulloh Dwi Cahyowati, Ety Tedjo Dwi Listyorini Dwi Susanti Dwiyana Dwiyana Edy Bambang Irawan Eko Prasetyo Elis Dwi Wulandari Ety Tedjo Dwi Cahyowati Ewan Gunawan Fadhil Zil Ikram Faiqatul ‘Athiyah Fals Aldino Faradina, Erta Fatmianeri, Yulia Fauzan, Hakmi Rais Gestiani, Anggun Handayaningsih, Rohyatun Henny Rismawatie Yusmarina Heri Prianto Hery Susanto Hidayanto, Sisworo I Ketut Suada I Made Sulandra I Nengah Parta Ikhtiar, Muhammad Awwalul Indayani, Nunik Intan Mahyastuti Khoerul Umam Khomsatun Ni'mah Laily Wijayanti Utami Lely Purnawati Lisrahmat, Mimin Nazura Makbul Muksar Mariana, Erna Maskanur Rezky Mirza Amelia Oktaviani Mohammad Archi Maulyda Mohammad Dadan Sundawan Muhammad Noor Kholid Muhammad Rizaldi Munika, Risa Dewi Nana Maulidah Agustin Nunik Indayani Nur Indah Permata Sari Nuratiqoh, Nuratiqoh Permadi, Hendro Puguh Darmawan Puji Astuti Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwosetiyono, Fransiskus Xaverius Didik Putri Raznia Safira Putri, Intan Faraminda Qohar, Abd. Rachmalia Vinda Kusuma Refni Adesia Pradiarti Risna Zulfa Musriroh Rohmah, Riska Nur Rosimanidar Rosimanidar Rosimanidar Rosyidah, Ana Siti Rustanto Rahardi Saleh, Sitti Fithriani Sandie Sari, Nur Indha Permata SATRIYAS ILYAS Sisworo Siti Nurjanah Sitti Fithriani Saleh Subanji Subanji Subanji, S Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sukoriyanto Susiswo Swasono Rahardjo Tasni, Nurfaida Taufiq Hidayanto Tjang Daniel Chandra Toto Nusantara Umi Fitria Ayu Ummah, Ariza Husniyatul Utami, Laily Wijayanti Uun Hariyanti Vita Kusumasari Wildan Hakim Wulandari, Monika Retno Yayon Adi Galung Sastria Yulianto, Sisworo Yundari, Yundari