Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Karakter Sosial Tokoh Pada Teks Cerita Pendek Buku Siswa Kelas IX SMP Pelajaran Bahasa Indonesia Yessi Tri Marizka Amalia; Rohana Hariana Intiana; Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3.698

Abstract

Membaca dan mengapresiasikan karya sastra dapat menambah wawasan terhadap nilai kehidupan. Karya sastra yang berupa cerita pendek yang terdapat dalam buku ajar siswa kelas IX SMP pelajaran bahasa Indonesia akan menjadi subjek dalam penelitian ini. Cerita pendek yang terdapat dalam buku ajar siswa kelas IX SMP pelajaran bahasa Indonesia akan dikaji apa saja karakter sosial tokoh pada teks cerita pendek. Karakter sosial dalam lingkungan sekolah sangat penting guna untuk memberikan pelajaran kepada siswa supaya mampu diterapkan kembali di lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakter sosial tokoh pada teks cerita pendek yang terdapat pada buku siswa kelas IX SMP pelajaran bahasa Indonesia yang digunakan sebagai bahan ajar sastra. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi dokumen dan teknik catat. Data dalam penelitian ini adalah kata dan kalimat yang mengandung karakter sosial dari tokoh pada teks cerita pendek buku ajar siswa kelas IX SMP pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan dua cerpen yaitu cerpen Pohon Keramat karya Yus R. Ismail dan cerpen Anak Rajin dan Pohon Pengetahuan karya Glory Gracia Chirstabelle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat karakter sosial tokoh dalam teks cerita pendek buku ajar siswa kelas IX SMP pelajaran bahasa Indonesia yaitu pada cerpen Pohon Keramat karya Yus R.Ismail terdapat 7 dari 8 karakter sosial tokoh dengan 13 kutipan yang terdiri dari karakter sosial agama, moral, musyawarah, tanggung jawab, kasih sayang, tolong menolong, dan gotong royong. Sedangkan pada cerpen Anak Rajin dan Pohon Pengetahuan karya Golry Gracia Chirstabelle terdapat 5 dari 8 karakter sosial tokoh dengan 5 kutipan yang terdiri dari karakter sosial moral, musyawarah, tanggung jawab, kasih sayang, dan tolong menolong. Diharapkan karakter sosial tokoh dalam buku ajar siswa Kelas IX SMP pelajaran bahasa Indonesia dapat dijadikan contoh dalam bertingkah laku dan berinteraksi dalam lingkungan masyarakat.
PENGARUH MINAT BACA TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS XI Heru Sudriansyah; Burhanuddin Burhanuddin; Saharudin Saharudin
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 13, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v13i2.9122

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bermaksud mengetahui pengaruh minat baca terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa di SMAN 1 Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh yang signifikan antara minat baca terhadap hasil belajar kognitif dan psikomotorik siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 1 Jereweh sejumlah 110 siswa, sehingga sampel penelitian menjadi 86 siswa mengikuti tabel Krejcie dan Morgan dengan taraf kesalahannya 5%. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang digunakan untuk mendapatkan nilai minat baca dan raport untuk mendapatkan nilai kognitif maupun psikomotorik. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) dianalisis menggunakan bantuan program SPSS 26. Selanjutnya, berdasarkan hasil analisis data, dapat diperoleh hasil bahwa minat baca memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia yang lebih rendah daripada probabilitas 0.05.Abstract: This study aims to determine the effect of reading interest on students' Indonesian learning outcomes at SMAN 1 Jereweh, West Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara. This study aims to determine the significant influence between reading interest on students' cognitive and psychomotor learning outcomes in Indonesian subjects. The population in this study were 110 students of class XI SMAN 1 Jereweh, so the research sample was 86 students following the Krejcie and Morgan table with an error rate of 5%. This research is a quantitative descriptive with data collection methods using a questionnaire that is used to get the value of reading interest and report cards to get cognitive and psychomotor values. The analytical technique used in this study is Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) analyzed using the SPSS 26 program. Furthermore, based on the results of data analysis, it can be seen that reading interest has a positive and significant influence on Indonesian language learning outcomes which is lower than the probability of reading. 0.05.
PENGENALAN WISATA BUDAYA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM DI DUSUN SADE REMBITAN LOMBOK TENGAH Ibrahim Ibrahim; Mas’ad Mas’ad; Junaidi A.M; Kamaluddin Kamaluddin; Siti Hasanah; Sri Rejeki; Muhammad Ali; Anwar Efendy; Mintasrihardi Mintasrihardi; Agus Herianto; Mahsup Mahsup; Irma Setiawan; Sintayana Muhardini; Burhanuddin Burhanuddin; M. Saleh; M. Sobry
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10667

Abstract

ABSTRAKTujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat khususnya pengenalan wisata budaya pada mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Mataram Di Dusun Sade Rembitan Lombok Tengah dalam rangka siar budaya dan pengenalan budaya sasak khusus kalangan mahasiswa. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan kunjungan langsung lapangan. Hasil Pengabdian kepada masyarakat ini diketahui memberikan dampak positif terhadap mahasiswa akan pentingnya budaya sebagai asset bangsa. Kondisi sebagai keraifan local sebagai budaya leluhur dalam memperkenalkan kepada masyarakat umum. Kedepan diperlukan model baru terhadap sosialisasi terutama melalui event bersama dalam memperkenalkan budaya local pada khalayak ramai.   Kata Kunci: pengenalan; wisata; budaya; sade ABSTRACTThe purpose of community service, especially the introduction of cultural tourism to students of Geography Education at the University of Muhammadiyah Mataram in Sade Rembitan Hamlet, Central Lombok, in the context of broadcasting culture and introducing special Sasak culture among students. The method used is socialization and direct field visits. The results of this community service are known to have a positive impact on students regarding the importance of culture as a nation's asset. Conditions as local wisdom as ancestral culture in introducing it to the general public. In the future, a new model of socialization is needed, especially through joint events to introduce local culture to the general public. Key words: introduction; tourism; culture; sade
Karakter Sosial Tokoh Pada Teks Cerita Pendek Buku Siswa Kelas IX SMP Pelajaran Bahasa Indonesia Yessi Tri Marizka Amalia; Rohana Hariana Intiana; Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3.698

Abstract

Membaca dan mengapresiasikan karya sastra dapat menambah wawasan terhadap nilai kehidupan. Karya sastra yang berupa cerita pendek yang terdapat dalam buku ajar siswa kelas IX SMP pelajaran bahasa Indonesia akan menjadi subjek dalam penelitian ini. Cerita pendek yang terdapat dalam buku ajar siswa kelas IX SMP pelajaran bahasa Indonesia akan dikaji apa saja karakter sosial tokoh pada teks cerita pendek. Karakter sosial dalam lingkungan sekolah sangat penting guna untuk memberikan pelajaran kepada siswa supaya mampu diterapkan kembali di lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakter sosial tokoh pada teks cerita pendek yang terdapat pada buku siswa kelas IX SMP pelajaran bahasa Indonesia yang digunakan sebagai bahan ajar sastra. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi dokumen dan teknik catat. Data dalam penelitian ini adalah kata dan kalimat yang mengandung karakter sosial dari tokoh pada teks cerita pendek buku ajar siswa kelas IX SMP pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan dua cerpen yaitu cerpen Pohon Keramat karya Yus R. Ismail dan cerpen Anak Rajin dan Pohon Pengetahuan karya Glory Gracia Chirstabelle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat karakter sosial tokoh dalam teks cerita pendek buku ajar siswa kelas IX SMP pelajaran bahasa Indonesia yaitu pada cerpen Pohon Keramat karya Yus R.Ismail terdapat 7 dari 8 karakter sosial tokoh dengan 13 kutipan yang terdiri dari karakter sosial agama, moral, musyawarah, tanggung jawab, kasih sayang, tolong menolong, dan gotong royong. Sedangkan pada cerpen Anak Rajin dan Pohon Pengetahuan karya Golry Gracia Chirstabelle terdapat 5 dari 8 karakter sosial tokoh dengan 5 kutipan yang terdiri dari karakter sosial moral, musyawarah, tanggung jawab, kasih sayang, dan tolong menolong. Diharapkan karakter sosial tokoh dalam buku ajar siswa Kelas IX SMP pelajaran bahasa Indonesia dapat dijadikan contoh dalam bertingkah laku dan berinteraksi dalam lingkungan masyarakat.
PENGOLAHAN MINUMAN KOPI SUSU AREN ‘KOPISA’ DI DESA GIRI MADIA KECAMATAN LINGSAR LOMBOK BARAT Putri Nur Fauziah; Burhanuddin Burhanuddin; Ainul Yaqin; Amanatul Hidayah; Arifah Rahmatiah Ardianti; Ayidah Ayidah; Hayatul Nufus; Ismi Aisyah Umami; Mar’aini Wulandari; Mustika Aprilia; Rika Apriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13714

Abstract

ABSTRAKDesa Giri Madia Kecamatan Lingsar memiliki potensi Gula Aren, kopi, dan tanaman perkebunan lainnya. Dengan potensi tersebut apa yang dapat dikembangkan sehingga dari sisi ekonomi masyarakat Giri Madia dapat meningkat. Tulisan ini menjelaskan pemanfaatan potensi gula aren dan kopi menjadi produk kewirausahaan masyarakat oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram pada Periode Januari sampai Februari 2023. Kegiatan Pengabdian ini secara metodologis menempuh beberapa tahapan, yaitu pengumpulan data potensi desa (menggunakan metode survei (langsung dan literatur) dan wawancara), perumusan kegiatan pencapatan pengabdian kepada masyarakat (menggunakan metode diskusi), workshop kewirausahaan (menggunakan metode presentasi dan diskusi), pembuatan produk kewirausahaan Kopisa (menggunakan metode simulasi dan uji coba), serta sosialisasi produk (menggunakan metode unjuk kerja). Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa Desa Giri Madya memiliki potensi penghasil gula merah (aren) dan kopi karena berada di dataran tinggi dan dingin. berdasarkan potensi tersebut telah dirumuskan beberapa kegiatan kepada masyarakat, yaitu workshop kewirausahaan, pembuatan minuman yang berbahan dari gula merah dan kopi yang disebut kopisa (kopi, susu, gula aren). Sebelum menjadi suatu minuman kemasan telah dilakukan beberapa kali uji coba. Produk kemudian disosialisasi kepada masyarakat Desa Giri Madya dan masyarakat Nusa Tenggara Barat (di Car Free Day) yang menyangkut cara pembuatan serta kelebihan produk. Kata kunci: gula aren; kopi; pengolahan; susu. ABSTRACTThis paper describes the community service activities carried out by Mataram University Student Community Service (KKN) in Giri Madia Village, Lingsar District, West Lombok Regency, from January to February 2023. The community service activities methodologically take several stages, namely collecting village potential data (using survey methods (direct and literature) and interviews), formulation of community service achievement activities (using discussion methods), entrepreneurship workshops (using presentation and discussion methods), making Kopisa entrepreneurial products (using simulation and trial methods), and product socialization ( using the performance method). The results of observations and interviews show that Giri Madya Village has the potential to produce brown sugar (aren) and coffee because it is located in the highlands and is cold. Based on this potential, several activities have been formulated for the community, namely entrepreneurship workshops, making drinks made from brown sugar and coffee called kopisa (coffee, milk, palm sugar). Before becoming a packaged drink, several trials have been carried out. The product was then socialized to the Giri Madya Village community and the West Nusa Tenggara community (on the Car Free Day) regarding how to make it and the advantages of the product. Keywords: palm sugar; coffee; processing; milk.
Nilai Sosial Budaya Cerita Rakyat Batu Plantolan Masyarakat Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat dan Hubungannya dengan Pembelajaran Sastra Ayu Triana Putri; Mahsun; Burhanuddin
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2022): Vol. 12 No.2. Tahun 2022
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.012 KB) | DOI: 10.25078/kalangwan.v12i2.1798

Abstract

This study aims to analyze the text structure, language tools, and socio-cultural values ​​contained in the BatuPlantolan folklore of the Jereweh community, West Sumbawa Regency and describe the relationship between values socio-cultural story of the BatuPlantolan people of the Jereweh community by learning literature. The data collection in this study used the listening or note-taking method and the conversation or interview method. The results of this study indicate that the BatuPlantolan folklore has a narrative text structure (title, introduction/orientation, problems/complications, problem solving), using tools (repetition/repetition, anaphoric, connecting conjunctions between paragraphs), socio-cultural values ​​(please help, sense of belonging). love parents for their children, empathy). Based on the results of this study, it can be stated that the socio-cultural value of BatuPlantolan folklore has a relationship with literary learning. 
KATA-KATA BERMAKNA KONOTASI DALAM LIRIK SAKECO SUMBAWA Ega Safitri; Burhanuddin Burhanuddin; Rahmat Hidayat
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 11, No 1 (2023): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v11i1.69893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kata-kata bermakna konotasi dalam lirik sakeco Sumbawa. Penelitian ini menggunakan metode simak dan cakap. Untuk menganalisis data digunakan metode padan intralingual dan padan ekstralingual. Hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pada 6 jenis sakeco  yaitu, sakeco pembangunan, sakeco akhirat, sakeco pendidikan, sakeco halal bihalal, sakeco pariwisata, dan sakeco kolonial Belanda ditemukan bentuk makna konotasi berupa kata, frasa, dan kalimat. Wujud berupa kata yang bermakna konotasi diantaranya kata bersih lamung, pupuk, ketawa, tokal, dsb. Wujud berupa frasa diantaranya frasa balang kulit, pamakan rohani, operasi tubuh, nyongong penge dan adu domba. Wujud berupa kalimat di antaranya kalimat Nuntang otak sanyonyong ne, balangan na balik bungkak, mate mu dela daki den, jiwa lemah dibuang ke laut, dadi bote’ bau balang, biarkan anjing menggonggong, kafila tetap berlalu, dan no i sayang harta benda.
INTERNAL INNOVATION OF TABA IN NORTHERN MALUKU HISTORICAL LINGUISTICS PERSPECTIVE Burhanuddin Burhanuddin
Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.865 KB) | DOI: 10.24036/humanus.v16i2.8293

Abstract

The paper explains the internal phonological and lexical innovations in Taba language in North Maluku from historical linguistics perspective. 200 and 1000 basic and cultural vocabulary, respectively, have been collected using note-taking and recorded interviews in Taba language and other related languages, including Buli, Maba, Sawai, Gebe, and Gane. Data were analysed using horizontal approach, employing intralingual comparative-linking method. The analysis reveals that Taba language has nine phonological propensities which are unidentified in other languages in North Maluku. These include (1) realization of /s/ in the final position, preceded by dental consonants /d, t/; (2) omission, as opposed to appearance in other languages, of the first syllable; (3) realization of vowel /o/ in penultima sylable (otherwise i-o sequence in different syllables); 4) realization of consonant /h/ in ultima and penultima sylables; 5) realization of consonant /c/in the initial potition; 6) regular realization of vowel /a/ in the initial penultima syllable; 7) omission of the first syllable, followed by an addition of either a phoneme or syllable in the final position; 8) realization of /k/ in the final position; and 9) realization of /h/ in the central position. Meanwhile, the internal lexical innovation (the difference with the other five languages of South Halmahera is horizontal) can be observed in as such words that refer to awan ‘cloud’, baik ‘good’, belok ‘to turn’, gigit ‘to bite’, dekat ‘near’, ikat ‘bundle’, jahit ‘stitch’, jarum ‘needle’ and jika‘if’.Key words: internal innovations, historical linguistics, phonological innovations, lexical innovations.INOVASI INTERNAL BAHASA TABA DI MALUKU UTARA: PERSPEKTIF LINGUISTIK HISTORISAbstrakTulisan ini bertujuan menjelaskan inovasi internal aspek fonologi dan leksikal bahasa Taba di Maluku Utara dari perspektif studi linguistik historis. Data berupa 200 kosa kata dasar dan 1000 kosa kata budaya telah dikumpulkan dengan metode wawancara/cakap teknik catat dan rekam dalam bahasa Taba, dan lima bahasa lain yang sekerabatnya dengannya, yaitu Buli, Maba, Sawai, Gebe, dan Gane. Lalu, data dianalisis menggunakan pendekatan horizontal metode padan intralingual, teknik hubung-banding. Dalam bahasa Taba setidak-tidaknya memiliki sembilan kecenderungan fonologis yang tidak dimiliki oleh bahasa Halmahera Selatan lainnya. Yaitu, (1) merealisasikan bunyi /s/ pada posisi akhir yang diawali konsonan dental /d, t/; (2) mengalami penghilangan suku awal, sedangkan bahasa lain sebaliknya (muncul); (3) merealisasikan vokal /o/ (perendahan vokal) pada silabe penultima (atau pada urutan i-o pada silabe berbeda); (4) merealisasikan konsonan /h/ baik pada silabe penultima maupun ultima; (5) merealisasikan konsonan /c/ pada posisi awal; (6) merealisasikan vokal /a/ secara teratur pada silabe awal penultima; (7) terjadi penghilangan suku awal diikuti oleh penambahan fonem atau silabe pada posisi akhir; (8) merealisasikan /k/ pada posisi akhir; serta (9) merealisasikan bunyi /h/ pada posisi tengah. Adapun inovasi leksikal (perbedaannya dengan lima bahasa Halmahea Selatan lainnya secara horizontal) di antaranya dapat ditemukan pada kata yang bermakna ‘awan’, ‘baik’, ‘belok’, ‘gigit’, ‘dekat’, ‘ikat’, ‘jahit’, ‘jarum’, ‘jika, kalau’, dan sebagainya.Kata kunci: inovasi internal, linguistik historis, inovasi fonologi, dan inovasi leksikal.
PENYULUHAN KEMAMPUAN PIRANTI KEBAHASAAN GURU SMP/MTS DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS TEKS DI KOTA MATARAM Sukri Sukri; Burhanuddin Burhanuddin; Aswandikari Aswandikari; Nasaruddin Ali
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.749 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v5i1.3161

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat (abdimas) ini berisi tentang cara mengatasi ketidakmampuan guru bahasa Indonesia SMP/MTs di Kota Mataram dalam penggunaan piranti kebahasaan dan tujuan sosial teks teks anekdot dan teks eksposisi. Kaitan dengan hal tersebut telah dilakukan penyuluhan tentang jenis dan pemakaian piranti kebahasaan serta tujuan sosial teks anekdot dan teks eksposisi, pada 7 September 2021 bertempat di SMPN 3 Mataram. Kegiatan dibagi menjadi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan dengan metode koordinasi, koordinasi, komunikasi, presentasi, diskusi, dan unjuk kerja. Pada tahap persiapan telah dilakukan kegiatan koordinasi dengan pihak sekolah, penyiapan tempat dan fasilitas kegiatan, koordinasi dengan peserta kegiatan (melibatkan 30 guru bahasa Indonesia), serta penyiapan bahan penyuluhan (piranti kebahasaan dan tujuan sosial teks anekdot dan eksposisi). Kegiatan pelaksanaan merupakan kegiatan inti berupa penyampaian materi penyuluhan yang mencakup piranti kebahasaan dan tujuan sosial teks anekdot dan teks eksposisi. Bahwa piranti kebahasan yang belum optimal dikuasai untuk teks anekdot adalah keterangan waktu, kata kerja material, kata penghubung/konjungsi kronologis dan konjungsi penerang/penjelas (konjungsi intrakalimat: karena, tanpa, seperti, yang, antarkalimat: dia, nya, serta antara kalimat: sedangkan, lalu, setelah. Untuk teks eksposisi, piranti kebahasaan yang belum optima; dikuasai adalah penggunaan pronominal (-nya, ia, dia, kamu), penggunaan leksikal (verba, ajdektiva, advervia/keterangan), dan penggunaan konjungsi. Tujuan sosial teks anekdot adalah menceritakan beragai reaksi emosional dalam sebuah cerita dan struktur teksnya meliputi pengenalan/orientasi, masalah/komplikasi, reaksi. Adapun teks eksposisi memiiki tujuan sosial mendebat suatu sudut pandang dan memiliki struktur: tesis, argumentasi, reiterasi (pernyataan ulang tesis dengan pernyataan lain).
Kata-Kata Baru Bahasa Indonesia pada Masa Pandemi Covid-19 Nurjanah Nurjanah; Muhammad Sukri; Burhanuddin
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.171 KB) | DOI: 10.29303/kopula.v2i1.2095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kata-kata baru bahasa Indonesia pada masa pandemi virus Corona (COVID-19). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dimana hasil analisisnya diuraikan dengan kata-kata melainkan bukan dalam bentuk angka. Secara metodologis penelitian ini menggunakan metode simak, sedangkan analisis data menggunakan metode padan intralingual. Data dalam penelitian ini bersumber dari fakta kebahasaan yang berkaitan dengan pandemi Covid-19. Hasil penelitian menemukan bahwa sebagian besar istilah kata-kata baru yang ada masih berupa bahasa asing, hampir semua istilah sudah dipadankan atau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, dan masih ada beberapa istilah atau kata-kata yang belum dimengerti secara luas oleh masyarakat
Co-Authors -, Ibrahim - -, Mintasrihardi - Abdul Wahab Agus Herianto Agus Kurniawan Ahmad Supriadi Guna Putra Ainul Yaqin Akhmad Syafruddin Amanatul Hidayah Andilolo, Imanuella Romaputri Andri Adiman Anwar Efendy Arifah Rahmatiah Ardianti Atika Almiana Ayidah Ayidah Ayu Nurmalayani Ayu Triana Putri Azanul Islam Azizah, Asma Baiq Dwi Intan Cahyani Chairani Syahrawati Djatmika Djatmika Dwi Purnanto Ega Safitri Febrita Susanti Harry Irawan Johari Hayatul Nufus Heru Sudriansyah I Dewa Gede Bisma Ilham Ilham Imamul Haramain Irma Setiawan, Irma Ismi Aisyah Umami Johan Mahyudi Joni Safaat Adiansyah Junaidi A.M Junaidi Am Kamaluddin Kamaluddin Kasdin Kasdin Kusdiratin Laila Yuparni Durratun Yatimah Lalu Muhamad Helmi Lalu Taufan Halas M Sobry M. Saleh M. Sobry Mahsun Mahsun Mahsun Mahsup Mahsup Mahyudi, Johan Mahyuni Mahyuni Mardiarti Diniarti Mardiyah Hayati Mar’aini Wulandari Mas'ad Mas'ad Mas,ad, Mas,ad Mochammad Asyhar Muhammad Ali Muhammad Baidhawi Muhammad Khalis Ilmi Muhammad Salahuddin Muhammad Saleh Muhammad Sukri Muslimin Muslimin Mustika Aprilia Muti’ah Muti’ah N. Nurjanah Nasaruddin Ali Nurhayati, Nurhayati Nursainah Nurul Huda Nuryati Yuliana Pahrudin Arrozi Paridi, Khairul Putri Nur Fauziah Rahmat Hidayat Rahmawati Rahmawati Rika Apriani Rina Nurjani Safitri Rohana Hariana Intiana Rona Restu Victoria S, Aswandikari Saharuddin Saharudin Salahuddin Salahuddin Sinta Muhardini Sintayana Muhardini Siti Hasanah Sri Rejeki Sukuryadi, Sukuryadi Sulaiman Sarmo Sumarlam Sumarlam Syaharuddin Syaharuddin Syaifuddin Iskandar Syamsinas Jafar Syarifuddin Syarifuddin Utswatun Hasanah Vera Mendalina Yessi Tri Marizka Amalia Zulfan Hatami Zulfan