Claim Missing Document
Check
Articles

Profil Kemandirian Belajar Mahasiswa dan Analisis Faktor yang Mempengaruhinya: Komunikasi Orang Tua dan Kepercayaan Diri Nursaptini Nursaptini; Muhammad Syazali; Muhammad Sobri; Deni Sutisna; Arif Widodo
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 7, No 1 (2020): January 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.598 KB) | DOI: 10.30734/jpe.v7i1.711

Abstract

The purpose of this study is to analyze (1) the profile of learning independence, and (2) the effect of parental communication and confidence in student learning independence. This study uses quantitative expost-facto. The study was conducted on students of Elementary School Teacher Education (PGSD), FKIP Universitas Mataram. The sample consisted of 66 students from 2 different classes and determined by purposive sampling. Data collection uses a closed questionnaire. Analysis of learning independence profiles using descriptive statistics, namely percentages. The influence of parental communication and self-confidence were analyzed using correlation and regression. The results showed that students' learning independence can be grouped into 5 categories: very good (68.18%), better (27.27%), good (1.51%), more than adequate (1.51%), and less (1.51%). The results of the correlation analysis of linear regression showed that the effect of self-confidence was higher (R = 0.553) compared to the effect of parental communication on student self-reliant learning (R = 0.451). This means that self-confidence gives an effect of 55.30%, and parental communication of 45.10% on the formation of student learning independence.       Keywords: Parental Communication, Self Confidence and Learning IndependenceTujuan dari penelitian ini adalah menganalisis (1) profil kemandirian belajar, dan (2) pengaruh komunikasi orang tua dan kepercayaan diri terhadap kemandirian belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan kuantitatif expost-facto. Penelitian dilakukan pada mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), FKIP Universitas Mataram. Sampel berjumlah 66 mahasiswa dari 2 kelas berbeda dan ditentukan secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan angket tertutup. Analisis profil kemandirian belajar menggunakan statistik deskriptif yaitu persentase. Pengaruh komunikasi orang tua dan kepercayaan diri dianalisis menggunakan korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian belajar mahasiswa dapat dikelompokkan menjadi 5 kategori yaitu sangat baik (68.18%), lebih baik (27.27%), baik (1.51%), lebih dari cukup (1.51%), dan kurang (1.51%). Hasil analisis korelasi dari regresi linear menunjukkan bahwa pengaruh kepercayaan diri lebih tinggi (R = 0.553) dibandingkan dengan pengaruh komunikasi orang tua terhadap kamandirian belajar mahasiswa (R = 0.451). Artinya bahwa kepercayaan diri memberikan pengaruh sebesar 55.30%, dan komunikasi orang tua sebesar 45.10% terhadap pembentukan kemandirian belajar mahasiswa.Kata kunci: Komunikasi Orangtua, Kepercayaan diri dan Kemandirian Belajar
EDUKASI LITERASI MELALUI KBM (KEMAH BAKTI MASYARAKAT) DI SDI AMANAH KEKAIT KECAMATAN GUNUNG SARI, LOMBOK BARAT Deni Sutisna; Arif Widodo; Mohammad Archi Maulyda; Muhammad Sobri; Radiusman Radiusman; Muhammad Syazali; Muhammad Tahir
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/tano.v3i2.518

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu sekolah terutama dalam proses pengajaran guna meningkatkan budaya literasi siswa melalui kegiatan pembelajaran. Kegiatan ini dilatar belakangi oleh kurangnya tenaga guru yang mengajar di SDI “AMANAH” Kekait, serta rendahnya budaya literasi siswa sehingga mendasari untuk dilaksanakan pengabdian dalam hal pendidikan dan pengajaran.  Kegiatan ini melibatkan mahasiswa yang tergabung dalam HMPS dengan jumlah 85 orang beserta 7 orang dosen pembimbing. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini adalah kegiatan ini adalah service learning dengan melaksanakan pengabdian melalui pengajaran guna meningkatkan budaya literasi siswa. Kegiatan ini juga dirangkai dengan kegiatan bakti sosial berupa pemberian bantuan kepada sekolah berupa papan nama sekolah. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini di antaranya sebagai berikut: Pertama, Sekolah dapat terbantu dalam proses belajar mengajar. Kedua, budaya literasi yang diterapkan dalam pembelajaran mudah-mudahan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan dapat menjadi kebiasaan dalam kegiatan belajar mengajar. Ketiga, mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini dapat merasakan berbaur dengan masyarakat secara langsung dan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah di pelajari di kampus.
CATATAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH: HASIL BELAJAR SAINS DAN PEMBELAJARANNYA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR Muhammad Syazali; Umar Umar
JURNAL EDUSCIENCE (JES) Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Eduscience (JES)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.682 KB) | DOI: 10.36987/jes.v9i1.2520

Abstract

Pembelajaran jarak jauh dan umumnya dilaksanakan secara daring yang sudah terlalu lama menimbulkan kekhawatiran terhadap hilangnya kemampuan belajar mahasiswa. Kekhawatiran tersebut perlu dibuktikan melalui monitoring terhadap proses dan hasil belajar. Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan hasil belajar sains dan pembelajarannya pada mahasiswa diera pandemi Covid-19. Penelitian dilakukan di Program Studi PGSD Universitas Mataram. Sampling dilakukan secara purposive. Sampel terdiri dari 192 mahasiswa yang ukurannya ditentukan dengan menggunakan persamaan dari Slovin. Data aktivitas dan hasil belajar dikoleksi selama perkuliahan semester ganjil Tahun Akademik 2021/2022 menggunakan instrumen berupa dokumen hasil analisis U1, U2 dan U3 untuk mendapatkan nilai akhir pada mata kuliah Ilmu Kelamiahan Dasar (IKD) dan Pembelajaran Sains SD. Data yang berhasil dikoleksi dianalisis secara deskriptif dengan bantuan program SPSS for Windows versi 25. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar sains dan pembelajarannya sebesar 70.97 (setara dengan B) berkategori baik. Secara berurutan, nilai minimum, median, nilai maksimum dna range adalah 13 (setara E) kategori sangat buruk, 74.98 (setara B+) kategori baik, 95 (setara A) kategori sangat baik dan 82 (setara A) kategori sangat baik. Modus adalah 75 dan 78 dengan frekuensi sebesar tujuh. Nilai modus setara dengan B+ dan kategori baik. Mulai dari persentil 15 nilai mahasiswa sudah berada pada kategori cukup, sehingga paling tidak ada 85% mahasiswa memiliki nilai kategori cukup dan di atasnya. Ini diperkuat dengan data distribusi di mana hanya sebesar 10.5% dari mahasiswa yang derajat penguasaanya berada pada kategori kurang dan sangat kurang. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah menguasai konsep sains dan dapat membelajarkannya pada peserta didik di Sekolah Dasar.
Kesiapan Mahasiswa Menghadapi Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid - 19 Ni Luh Putu Nina Sriwarthini; Muhammad Syazali; Deni Sutisna
RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual Vol 2 No 2 (2020): Desember
Publisher : Prodi Sosiologi Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/resiprokal.v2i2.36

Abstract

The education sector is one of the many sectors that most feel the impact of changes due to the covid-19 pandemic. Starting from early childhood education level to higher education level has now started to try to adapt to the covid-19 pandemic situation. The purpose of this research is to get information on student readiness, especially PGSD study program in facing online learning during the covid-19 pandemic. Student readiness is reviewed from 3 aspects, namely, readiness in terms of facilities and infrastructure owned, readiness in terms of the ability to use media / online learning platforms, and readiness in facing obstacles that will arise when online learning is implemented. The subjects of this study were students of PGSD FKIP Mataram University semesters 1, 3, and 5. This research is a qualitative descriptive research. Data collection is done by disseminating questionnaires and interviews to students in each semester. The data obtained is then analyzed using miles and huberman analysis model (Analysis Interactive Model). The results of the research showed that most PGSD students are ready to carry out online learning during the covid-19 pandemic, reviewed in terms of readiness in terms of facilities and infrastructure owned, readiness in terms of the ability to use online media / learning platforms, and readiness in facing obstacles that will arise when online learning is implemented.
Observasi keterampilan bertanya mahasiswa melalui implementasi Student Questioning Card (SQC) Muhammad Syazali; Nursaptini Nursaptini
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 9, No 2 (2021): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v9i2.46306

Abstract

Kemampuan komunikasi merupakan salah satu tantangan di abad ke-21. Keterampilan bertanya juga dibutuhkan oleh mahasiswa calon guru. Di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Mataram, kemampuan tersebut sulit dieksplorasi karena fasilitas pembelajaran yang selama ini diimplementasikan belum dapat menjangkau seluruh mahasiswa untuk bertanya selama perkuliahan tatap muka maupun pembelajaran daring. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan bertanya mahasiswa melalui implementasi Student Questioning Card (SQC). Sampel terdiri dari 35 mahasiswa Program Studi PGSD FKIP Universitas Mataram yang dipilih secara random. Untuk mengoleksi pertanyaan, setiap mahasiswa menuliskan minimal 3 pertanyaan di SQC selama perkuliahan berlangsung. Kualitas pertanyaan dinilai dari aspek kesesuaian dengan topik makalah, struktur bahasa, dan tingkatan kognitif berdasarkan taksonomi Bloom hasil revisi. Kami menemukan bahwa kualitas pertanyaan mahasiswa berada pada kategori tidak baik di atas 61%. Proporsi HOTS pada kelompok pertanyaan benar sebesar 34.25%, dan LOTS sebesar 65.75 %. Untuk Proporsi HOTS pada kelompok pertanyaan kurang benar sebesar 22.38%, dan LOTS sebesar 77.62 %. Adapun pada kelompok pertanyaan yang salah HOTS sebesar 37.93%, dan LOTS sebesar 62.07 %.AbstractCommunication skills are one of the challenges in the 21st century. Asking skills are also needed by prospective teacher students in the Elementary School Teacher Education Study Program (PGSD) at FKIP University of Mataram. This ability is difficult to explore because the learning facilities that have been implemented so far have not been able to reach all students to ask questions during face-to-face lectures or online learning. This study aims to describe students' questioning skills through the implementation of the Student Questioning Card (SQC). The sample consisted of 35 students of the PGSD FKIP University of Mataram who were randomly selected. Each student writes down at least three questions in SQC during the lecture to collect questions. The quality of the questions was assessed from the aspect of suitability with the paper's topic, language structure, and cognitive level based on Bloom's revised taxonomy. We found that the quality of student questions was in the poor category, above 61%. The proportion of HOTS in the correct question group is 34.25%, and LOTS is 65.75%. The proportion of HOTS in the question group that is less true is 22.38%, and LOTS is 77.62%. As for the wrong question group, HOTS is 37.93%, and LOTS is 62.07%.
Amfibi sebagai model untuk mengembangkan media dan alat peraga pembelajaran sains Muhammad Syazali; Nurwahidah Nurwahidah; Ketut Sri Kusuma Wardani; Muhammad Erfan; Nursaptini Nursaptini
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9 NOMOR 1 JUNI 2021
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/eds.v9i1.2316

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah menganalisis potensi amfibi sebagai model untuk pengembangan media dan alat peraga pembelajaran sains sekolah dasar (SD). Analisis potensi dilakukan dengan mensinkronisasi aspek-aspek sains amfibi dan sains SD menggunakan metode komparatif. Aspek sains amfibi diperoleh melalui hasil review dokumen, sedangkan aspek sains SD mengacu pada permendikbud No. 37 Tahun 2018. Hasil studi menunjukkan bahwa amfibi memiliki potensi sebagai model untuk mengembangkan media dan alat peraga pembelajaran sains SD. Untuk kelas IV, pemanfaatan amfibi sebagai model dapat dilakukan pada KD 3.1, KD 3.2, dan KD 3.8. Di kelas V, terdapat 6 KD pengetahuan yang dapat memanfaatkan amfibi yaitu KD 3.1 – KD 3.5, dan KD 3.8. Adapun untuk di kelas VI, terdapat KD 3.1 dan KD 3.3 yang sesuai untuk menjadikan amfibi sebagai model dalam pembelajaran sains SD.
PELATIHAN IMPLEMENTASI BUDAYA MUTU BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SDN GUGUS I PEMENANG LOMBOK UTARA Asrin Asrin; Linda Feni Haryati; Muhammad Syazali; Umar Umar; Lalu Wira Zain Amrullah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6484

Abstract

ABSTRAKBudaya mutu merupakan seperangkat nilai, norma serta keyakinan yang termanifestasi dalam aktivitas, perilaku, dan simbol di sekolah agar mencapai keunggulan yang diinginkan dan diharapkan sehingga tercapai akuntabilitas sekolah. Berbagai terobosan baru harus terus dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dasar tentang budaya mutu sehingga pelayanan di bidang pendidikan dapat dilakukan secara terorganisir dan professional di lingkungan sekolah. Dalam rangka membangun budaya mutu pada level kelembagaan sangat membutuhkan keseriusan dari semua elemen sekolah. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan budaya mutu. Sehubungan dengan itu maka tim pengabdian masyarakat dari Program Studi PGSD FKIP Universitas Mataram melakukan pelatihan implementasi budaya mutu berbasis kearifan lokal di SDN Gugus I Pemenang. Tujuannya adalah setelah mengikuti kegiatan ini, guru dan kepala sekolah dapat membangun budaya mutu di lingkungan sekolah masing-masing agar dapat lebih baik dari sebelumnya.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan guru dan kepala sekolah dari Gugus 1 Pemenang yang berjumlah 20 peserta. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dilakukan secara offline yaitu di Sekolah SDN 3 Pemenang. Kegiatan dilakukan dengan mengikuti anjuran protokol kesehatan covid 19. Kegiatan berjalan dengan sangat lancar. Respons peserta terhadap pelaksanaan kegiatan sangat baik. Kata kunci: pengabdian masyarakat; budaya mutu; kearifan lokal. ABSTRACTQuality culture is a set of values, norms, and beliefs that are manifested in activities, behaviors, and symbols in schools to achieve the desired and expected excellence so that school accountability is achieved. Various breakthroughs must continue to be made as an effort to improve the basic understanding of a quality culture so that services in the field of education can be carried out in an organized and professional manner in the school environment. Building a quality culture at the institutional level really requires seriousness from all elements of the school. One way is to take part in training related to quality culture. In this regard, the community service team from the PGSD FKIP Study Program at the University of Mataram conducted training on the implementation of a quality culture based on local wisdom at SDN Cluster I Pemenang. The goal is that after participating in this activity, teachers and principals can build a quality culture in their respective schools so that they can be better than before. This community service activity consists of three stages, namely the preparation stage, the implementation stage, and evaluation stage. This activity was attended by representatives of teachers and school principals from Cluster 1 Pemenang, totaling 20 participants. The implementation of training activities is carried out offline, namely at SDN 3 Pemenang School. The activity was carried out by following the recommendations for the Covid 19 health protocol. The activity went very smoothly. The response of the participants to the implementation of the activity was very good. Keywords: community dedication; quality culture; local wisdom.
LESSON STUDY FOR LEARNING COMMUNITY (LSLC): PENDAMPINGAN PENYUSUNAN CAPTURE DESIGN DAN LESSON DESIGN PADA GURU SD/MI DI PONPES DARUSSOLIHIN NW KALIJAGA Muhammad Syazali; Baiq Niswatul Khair; Hasnawati Hasnawati; Lalu Wira Zain Amrullah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.5626

Abstract

ABSTRAKTuntutan pembelajaran abad 21 adalah kompetensi 4C - colaboration, communication, critical thinking, creativity. Fasilitas pembelajaran yang tepat untuk ini adalah LSLC. Sejauh ini guru di SD/MI Ponpes Darussholihin NW Kalijaga belum pernah mengikuti kegiatan LSLC. Pengabdian ini sebagai langkah awal untuk mendampingi guru dalam ber-LSLC. Adapun tahapan pertama dalam LSLC adalah plan yg di dalamnya memuat penyusunan lesson design dan chapter design. Target luaran yaitu guru-guru SD/MI di Ponpes Darussolihin NW Kalijaga mampu menyusun chapter design dan lesson design. Kegiatan ini menggunakan metode pendampingan dan dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu: (1) workshop LSLC secara daring, (2) presentasi dari tim terkait chapter design dan lesson design, dan (3) mendampingi peserta dalam kelompok untuk mengembangkan chapter design dan lesson design. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar. Workshop online terselenggara pada interval 12 – 14 Agustus 2021. Presentasi dari tim dan pendampingan kelompok dalam mengembangkan chapter design dan lesson design terlaksana pada tanggal 18 September 2021 di MI NW Kalijaga. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 33 peserta dari beberapa SD/MI di bawah naungan Ponpes Darussolihin NW Kalijaga. Diakhir kegiatan pendampingan, hasil kolaborasi masing-masing kelompok guru telah berhasil menyusun chapter design dan lesson design dengan kualitas yang baik dan siap untuk dimplementasikan dalam pembelajaran. Kata kunci: chapter design; lesson design; pendamipingan LSLC; ponpes NW kalijaga. ABSTRACTThe demands of 21st century learning are 4C competencies - collaboration, communication, critical thinking, creativity. The right learning facility for this is LSLC. So far, teachers at SD/MI Ponpes Darussholihin NW Kalijaga have never participated in LSLC activities. This service is the first step to assist teachers in LSLC. The first stage in the LSLC is a plan which includes the preparation of lesson designs and chapter designs. The output target is that SD/MI teachers at Ponpes Darussolihin NW Kalijaga are able to compile chapter designs and lesson designs. This activity uses the mentoring method and is carried out in three stages, namely: (1) online LSLC workshops, (2) presentations from teams related to chapter design and lesson design, and (3) assisting participants in groups to develop chapter designs and lesson designs. This activity went well and smoothly. An online workshop will be held on August 12-14, 2021. Presentations from the team and group assistance in developing chapter design and lesson design will take place on September 18, 2021 at MI NW Kalijaga. The number of participants who attended was 33 participants from several SD/MI under the auspices of Ponpes Darussolihin NW Kalijaga. At the end of the mentoring activity, the results of the collaboration of each group of teachers have succeeded in compiling chapter designs and lesson designs with good quality and ready to be implemented in learning. Kata kunci: chapter design; lesson design; LSLC mentoring; ponpes NW kalijaga. 
PRELIMINARY ANALYSIS KESULITAN MAHASISWA S-1 PGSD DALAM MEREVIEW ARTIKEL ILMIAH DI JURNAL Muhammad Syazali; Lalu Hamdian Affandi; Nursaptini Nursaptini; Aisa Nikmah Rahmatih; Fitri Puji Astria
PROGRES PENDIDIKAN Vol. 1 No. 3 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/prospek.v1i3.19

Abstract

Reviewing scientific articles published in journals is a competency needed by students to improve their writing skills. As a form of implementation of Higher Education Tri Dharma in the field of education, lecturers are responsible for training students to review articles. To provide optimal learning facilities, information is needed related to student difficulties in reviewing articles in journals. This study aims to diagnose the difficulties of undergraduate students at PGSD FKIP Mataram University in reviewing scientific articles in journals. The study was conducted on S1 students of PGSD FKIP Mataram University who programed Quantitative Research Methods courses. The research subject of 36 students was determined using a purposive sampling technique. Data collection is done by assigning students to review 1 scientific article published by a SINTA accredited journal. The results of the review by students were analyzed descriptively to determine the location of student difficulties. The results showed that the largest proportion of student difficulties lies in the research method (86.11%), then the research problem (44.44%), and the smallest proportion is the research result (5.56%). Information from the results of this study can be used as a reference for providing learning facilities to improve student review skills. This skill can help students in completing theses which have been a problem for many undergraduate students at PGSD FKIP Mataram University.
Potret Pelaksanaan Pembelajaran Hybrid: Upaya Inovasi Pembelajaran Sains Di Masa Penerapan “Belajar Dari Rumah” Muhammad Syazali; Umar
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.616 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i2.3799

Abstract

Konsep “Belajar dari Rumah” yang mulai diterapkan dalam rangka mengurangi laju penularan Covid-19 menimbulkan masalah. Salah satu penyebabnya adalah penerapannya mendadak sementara mahasiswa belum terhabituasi dengan pola pembelajaran baru yang umumnya dilakukan secara daring. Oleh karenanya, diperlukan inovasi yang dapat menjadi “Jembatan Penguhubung” dan secara perlahan membiasakan mahasiswa belajar secara full daring dengan memanfaatkan teknologi. Salah satu inovasi tersebut adalah implementasi pembelajaran hybrid. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan potret pelaksanaan pembelajaran hybrid pada perkuliahan sains di Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Mataram. Penelitian deskriptif ini menggunakan 1 kelas sebagai sampel untuk mendapatkan data. Pengumpulan data yang menggunakan metode dokumentasi dan observasi dilaksanakan selama semester gasal Tahun Akademik 2020-2021. Hasil yang kami temukan dari penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran mencakup enam tahapan. Tahapan-tahapn tersebut adalah (1) memfasilitasi mahasiswa untuk mengisi LHP, (2) memfasilitasi mahasiswa untuk mendokumentasikan hasil pengamatannya dalam bentuk foto atau video, (3) memfasilitasi mahasiswa untuk mengisi LKM, (4) memfasilitasi mahasiswa untuk membuat laporan hasil pembelajaran, (5) memfasilitasi mahasiswa untuk men-submit LHP, LKM, dan laporannya di SPADA UNRAM, dan (6) melaksanakan kegiatan assessment.