Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Kebudayaan Dalam Pembelajaran IPA Di Indonesia: Studi Literatur Etnosains Muhammad Syazali; Umar Umar
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 1 (2022): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i1.2099

Abstract

Studi literatur ini bertujuan untuk mensintesis peran budaya dalam pembelajaran IPA di Indonesia. Sumber data terdiri atas artikel-artikel hasil penelitian yang dipublikasi melalui jurnal dan prosiding seminar, baik tingkat nasional maupun internasional. Dokumen artikel dikoleksi mellaui laman Google Scholar dan Science Direct menggunakan kata kunci “etnosains dalam pembelajaran IPA” atau “ethnoscience in science learning”. Selama penelusuran, telah berhasil dikoleksi sebanyak 277 dokumen artikel yang terpublikasi pada rentang tahun 2007 - 2020. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kebudayaan dapat diintegrasikan ke dalam berbagai fasilitas pembelajaran seperti strategi, pendekatan, model dan metode pembelajaran. Berbagai media pembelajaran sains seperti modul, booklet, majalah, buku ajar, komik, lembar kerja dan multimedia juga dapat dikembangkan dari pengetahuan budaya lokal. Hasil belajar sains ini menckaup aspek sikap, keterampilan proses dan penguasaan terhadap produk sains. Kebudayaan yang diintegrasikan atau dijadikan basis dalam pembelajaran sains juga telah terbukti mampu mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan diabad 21 seperti HOTS, keterampilan berpikir kritis, berkolaborasi, literasi sains, berpikir kreatif, dan kemampuan memcahkan masalah. Adapun kesimpulan yang dapat kami ambil dari studi ini adalah peran kebudayaan dalam pembelajaran sains di Indonesia dibedakan menjadi 3 aspek yaitu aspek pedagogi, sebagai sumber belajar dan mampu meningkatkan dan mengembangkan berbagai hasil belajar sains.
Analisis Fenomena Resonansi pada Pembelajaran Sains: Catatan Perkuliahan pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Muhammad Syazali; Umar Umar
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2.413

Abstract

Terbatasnya data karakteristik mahasiswa berdampak pada tidak optimalnya penyusunan RPS dan implementasinya dalam pembelajaran, sehingga hasil belajar sains pada aspek keterampilan proses menjadi rendah. Salah satu bentuk karakteristik mahasiswa adalah respon yang mereka berikan terhadap dinamika yang terjadi dalam pembelajaran. Apakah dinamika seperti rajin atau malas belajar, keaktifan atau kepasifan dalam pembelajaran dan prestasi yang lebih tinggi atau lebih rendah menular pada mahasiswa? Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan fenomena resonansi pada pembelajaran sains. Penelitian deskriptif yang menggunakan metode survey ini melibatkan 106 mahasiswa PGSD Universitas Mataram sebaga responden. Untuk mendapatkan data, digunakan instrumen angket yang disebarkan melalui google form. Data kemudian dianalisis untuk menentukan tren/kecenderungan dari data tersebut. Hasil survey menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa terdorong untuk melakukan hal yang dilakukan atau dapat menyamai capaian yang diraih oleh mahasiswa lain. Dari aspek belajar, proporsi mahasiswa yang termotivasi karena melihat mahasiswa lain rajin belajar (99.1%) lebih besar dibandingkan dengan proporsi untuk menjadi malas karena melihat mahasiswa lain malas belajar (57.5%). Dari aspek partisipasi dalam pembelajaran, proporsi mahasiswa yang termotivasi untuk aktif sebesar 100%. Ini lebih besar dari proporsi mahasiswa yang terpengaruh untuk ikut pasif dalam pembelajaran (38.7%). Adapun dari aspek prestasi, proporsi mahasiswa yang termotivasi untuk menyamai atau melampaui temannya yang lebih berprestasi lebih besar dibandingkan dengan proporsi yang yang kurang termotivasi karena ada temannya yang kurang berprestasi.  Dari hasi penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terjadi fenomena resonansi pada pembelajaran sains diitnjau dari respon mahasiswa terhadap rangsangan dari mahasiswa lain yang berbentuk rajin dan malas belajar, aktif dan pasif dalam pembelajaran, serta lebih berprestasi dan kurang berprestasi.
KETERAMPILAN MENULIS MAHASISWA PGSD MELALUI IMPLEMENTASI TEMPLATE MAKALAH SEBAGAI PEDOMAN PENYUSUNAN Muhammad Syazali; Muhammad Erfan
RESEARCH AND DEVELOPMENT JOURNAL OF EDUCATION Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v8i1.10255

Abstract

Keterampilan mahasiswa PGSD FKIP Universitas Mataram dalam menyusun dan menulis makalah masih rendah. Penyebabnya adalah mahasiswa belajar secara otodidak melalui makalah yang kualitasnya masih bersifat probabilistik karena tidak adanya pedoman/petunjuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan menulis mahasiswa melalui implementasi Template Makalah sebagai pedoman penyusunan. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain One-Shot Case Study. Sampel berjumlah 31 mahasiswa yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data keterampilan menulis dikoleksi dari makalah yang telah disusun oleh masing-masing kelompok berdasarkan 3 kriteria. Kriteria-kriteria tersebut adalah identitas, sistematika, dan bagian teks utama. Data dianalisis dengan statistik deskriptif untuk mengukur proporsi dan rata-rata. Kami menemukan bahwa keterampilan mahasiswa dalam menulis makalah berada pada kategori baik. Dari 17 subkriteria yang menjadi dasar penilaian, hanya 4 subkriteria yang masih belum dikuasai karena berada pada kategori kurang dan sangat kurang. Tigabelas subkriteria lainnya sudah mencapai kategori cukup, baik, dan sangat baik. Proporsi subkriteria dengan kategori sangat baik predominan (41.18%), dan diikuti oleh proporsi subkriteria dengan kategori baik sebesar 29.41%. Fakta ini menunjukkan bahwa implementasi template makalah efektif dalam memfasilitasi mahasiswa dalam melatih kemampuannya menulis makalah. Jika ada tugas untuk menulis makalah, maka media ini dapat digunakan agar mahasiswa tidak hanya dilatih untuk menemukan sendiri konsep-konsep tertentu, namun juga sekaligus melatih keterampilan menulis mereka
IDENTIFIKASI SPESIES KUPU-KUPU DI TAMAN NARMADA LOMBOK BARAT Adinda Paramita; Muhammad Syazali; Muhammad Erfan
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v2i1.388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekayaan spesies Hexapoda: Lepidoptera di Taman Narmada, Mataram, Lombok Indonesia. Pengambilan data di lapangan dilaksanakan selama delapan hari yaitu dari tanggal 23-30 Mei 2022 dengan tiga tipe habitat yaitu di pinngir kolam ikan, kebun dan semak. Metode penangkapan yang digunakan adalah Jaring serangga (sweepnet). Hasil yang ditemukan, didapat 7 spesies dengan 14 individu yaitu Lycaenid, Satyrinae, Periadae, P. mathias, G. agamemnon, Nimfalid, P. agela. Dari ketujuh spesies tersebut dapat menjadi media pembelajaran dalam mengenalkan struktur anatomi dan fungsi dan bagian-bagian tubuh hewan dalam hal ini spesies kupu-kupu.
Assessment Hasil Belajar Sains Mahasiswa pada Mata Kuliah Ilmu Alamiah Dasar di Masa Pandemi Muhammad Syazali; Lalu Wira Zain Amrullah; Nurwahidah Nurwahidah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2021): May
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v6i1.136

Abstract

Aspek yang menjadi kekhawatiran pada bidang pendidikan dimasa pandemi adalah hasil belajar melalui pelaksanaan pembelajaran daring akibat tidak memungkinkannya pembelajaran secara tatap muka. Tujuan penelitian ini adalah melakukan assessment terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar (IAD). Penelitian dilakukan pada mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), FKIP Universitas Mataram semester gasal tahun akademik 2020/2021. Sampel penelitian terdiri atas 97 mahasiswa yang dipilih secara random. Data hasil belajar adalah nilai akhir aspek kognitif yang diolah dari tiga jenis ujian (U) yaitu yaitu U1, U2, dan U3. U1 mencakup kuis, penugasan, dan lain-lain selama perkuliahan. U2 dan U3 diambil dari hasil ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS). Hasil belajar ditentukan dengan mengukur derajat penguasaan dan dinterpretasi ke dalam 5 kategori yaitu sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar mahasiswa adalah 75.83 dengan kategori baik. Mahasiswa laki-laki memiliki derajat penguasaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa perempuan. Berdasarkan proporsinya, derajat penguasaan dengan kategori sangat baik dan baik memiliki persentase sebesar 93.81%. Sisanya kategori cukup 4.12% dan kategori sangat kurang 2.06%. Di masa pandemi Covid-19 ini, mahasiswa mampu menguasai tujuan-tujuan pembelajaran dengan baik. Capaian ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan melalui implementasi pembelajaran yang dapat mengoptimalkan potensi mahasiswa.
Kemampuan Mahasiswa PGSD dalam Melakukan Analisis Data Berbantuan Program Statistical Product And Service Solutions (SPSS) Muhammad Syazali; Muhammad Erfan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v6i2.192

Abstract

Melakukan analisis data secara manual dengan bantuan kalkulator saintifik atau Ms. Excel cenderung melelahkan dan memiliki potensi human error yang cukup besar, terutama ketika datanya banyak dan melakukan uji hipotesis. Mahasiswa PGSD FKIP Universitas Mataram difasilitasi dengan belajar menggunakan SPSS untuk menanggulangi dua kekurangan tersebut. Sebagai bentuk assesmen dan mendapatkan data dasar agar dapat merancang pembelajaran yang lebih baik, kami melakukan penelitian dengan tujuan menganalisis keterampilan mahasiswa dalam melakukan analisis data menggunakan SPSS. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa yang sedang memprogramkan mata kuliah Statistik Pendidikan. Sampel ditentukan secara purposive sampling. Data dikoleksi selama bulan Mei – Juni 2021. Data kemampuan mahasiswa dikumpulkan melalui hasil tugas. Tingkat kemampuan ditentukan berdasarkan derajat penguasaan dengan kisaran 0 – 100 dan nilai A – E. Nilai ini diinterpretasi menjadi 5 kategori. Data lain yang dikoleksi adalah respon mahasiswa terhadap pengalaman belajar yang mereka rasakan. Analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk menentukan derajat penguasaan, rata-rata dan proporsi. Temuan dari penelitian ini adalah mahasiswa mampu melakukan analisis data berbantuan SPSS dengan kategori sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiwa sudah siap menyelesaikan skripsi dari aspek analisis data.
The Urgency of Using Digital-Based Student Learning Activity Instruments to Measure Student Engagement in Distance Learning Arif Widodo; Angga Prayogi Dwina; Muhammad Syazali; Umar Umar
Jurnal Mantik Vol. 6 No. 3 (2022): November: Manajemen, Teknologi Informatika dan Komunikasi (Mantik)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/mantik.v6i3.3229

Abstract

Distance learning in its implementation there still has many obstacles. One of the obstacles in distance learning is that it is difficult for teachers to assess student involvement in learning. Based on these problems, teachers need to be assisted so that an assessment of student involvement in distance learning can be carried out. One of the efforts that can be done is to develop a digital-based learning activity observation instrument. In this study, it will be studied why the use of digital-based instruments is important to development. This research uses a literature study method. The data source comes from the relevant previous research results. Based on the results of the literature study, information was obtained that the use of digital-based instruments has many benefits. The benefits of using digital-based instruments include: it can speed up the assessment process, the implementation of the assessment is more flexible, and transparency of the assessment can be realized. Another benefit of digital-based instruments is that it makes it easier for teachers to collaborate with parents in conducting assessments. With digital-based instruments, it can create a partnership model between teachers and parents in improving the quality of education
Aktivitas Belajar-Mengajar Pada Kelas Ramping: Efektifkah Dalam Menciptakan Profesionalitas Calon Guru Sekolah Dasar? Muhammad Syazali; Muhammad Sobri
El Midad Vol. 14 No. 2 (2022): Volume 14 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dari program tersebut dalam menciptakan profesionalitas calon guru sekolah dasar. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian menggunakan sampel kecil yang terdiri dari 13 mahasiswa (kelas VIB3) dan ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Data profesionalitas calon guru ditinjau dari 4 asepk yaitu profesional, pedagogik, kepribadian dan sosial. Data ini dikumpulkan pada saat proses belajar mengajar selama 16 kali pertemuan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi yang skornya mengacu pada skala Likert. Skor yang diperoleh masing-masing mahasiswa dianalisis secara deskriptif untuk menentukan derajat penguasaan dengan nilai 0 – 100. Derajat penguasaan ini menjadi ukuran profesionalitas mahasiswa calon guru. Nilai kuantitatif tersebut kemudian dikonversi menjadi nilai kualitatif A, B+, B, C+, C, D+, D dan E, di mana masing-masing nilai tersebut diinterpretasi menjadi 5 kategori yaitu: (1) A menjadi sangat baik, (2) B+ dan B menjadi baik, (3) C+ dan C menjadi cukup, (4) D+ dan D menjadi kurang dan (5) E menjadi sangat kurang. Kami menemukan bahwa mahasiswa calon guru memiliki derajat penguasaan yang berkisar dari angka 87.76 sampai dengan nilai 97.25. Jika dikonversi, maka nilai semua mahasiswa calon guru adalah A, di mana kategorinya sudah mencapai sangat baik. Dari data ini kami menyimpulkan bahwa aktivitas belajar-mengajar pada kelas ramping efektif dalam menciptakan profesionalitas calon guru sekolah dasar.
PENGEMBANGAN GAME EDUKASI BERBASIS ANDROID PADA TEMA INDAHNYA KERAGAMAN DI NEGERIKU UNTUK PESERTA DIDIK KELAS IV SEKOLAH DASAR Muhammad Erfan; Muhammad Syazali; Tursina Ratu; Nursina Sari
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 6 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v5i6.12769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan permainan (game) edukasi berbasis sistem operasi Android mengenai rumah-rumah adat yang ada di Nusantara yang termasuk dalam tema Indahnya keragaman di negeriku dan sub tema Indahnya Keragaman Budaya Negeriku untuk peserta didik kelas IV (empat) sekolah dasar. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan dengan model pengembangan yang digunakan adalah 4-D dengan empat tahapan yaitu Define, Design Develop, dan Disseminate. Data mengenai kelayakan dan kepraktisan penggunaan media dilakukan secara kualitatif. Hasil pengembangan diperoleh bahwa permainan (game) edukasi tebak gambar rumah adat di nusantara layak digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah dasar kelas IV pada tema Indahnya keragaman di negeriku dengan hasil validasi dengan skor rata-rata 1.18 dengan kriteria valid dan skor rerata kepraktisan 3,34 dengan kriteria praktis.
Profil Perencanaan Pembelajaran Hybrid Sebagai Upaya Inovasi Proses Belajar Mengajar Selama Belajar dari Rumah Muhammad Syazali; Umar Umar
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.465

Abstract

Inovasi menjadi kebutuhan ketika implementasi belajar dari rumah menimbulkan masalah dan berdampak negatif pada pencapaian sains mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan profil perencanaan pembelajaran hybrid sebagai upaya inovasi proses belajar mengajar sains dalam rangka implementasi belajar dari rumah. Subjek dari penelitian deskriptif kualitatif ini adalah dosen pendidikan sains yang mengampu mata kuliah IAD dan melakukan inovasi dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai Laboratorium Alam dan rencana pembelajaran hybrid yang akan diimplementasikan pada pembelajaran. Untuk mendapatkan data, digunakan instrumen berupa lembar observasi dan dokumen sebagai alat pengumpulan data kualitatif. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis secara kulaitatif menggunakan model analisis dari Miles & Huberman. Hasil yang diperoleh dari observasi dan dokumentasi di antaranya (1) Kegiatan persiapan dan koordinasi mencakup tahapan-tahapan kegiatan seperti koordinasi dengan dosen senior, diskusi dengan rekan sejawat yang mengampu mata kuliah IAD, mengidentifikasi kawasan yang potensial sebagai laboratorium alam, dan mengajukan SIMAKSI ke BKSDA NTB, (2) Kegiatan menyusun rencana pembelajaran terbagi menjadi 3 tahapan kegiatan yaitu menganalisis tujuan pembelajaran, menyusun pedoman pembelajaran dan membagi mahasiswa menjadi kelompok yang terdiri dari 2 – 4 anggota, dan (3) Kegiatan menyiapkan bahan pembelajaran mencakup tahapan menyusun template, menyusun jadwal pengmatan di Laboratorium Alam, membuat sistem perkuliahan daring MK IAD di SPADA UNRAM dan mengupload pedoman pembelajaran, LHP, LKM, dan template laporan di SPADA UNRAM. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran hybrid terdiri kegiatan persiapan dan koordinasi, menyusun rencana pembelajaran dan menyiapkan bahan pembelajaran.