Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengajaran Bahasa Berdasarkan Teori Aktivitas Budaya Engeström: Integrasi Konteks Budaya dalam Pembelajaran Bahasa Hasanuddin Chaer; Syamsinas Jafar; Siti Rohana Hariana Intiana; Januari Rizki Pratama R.; Irma Setiawan
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 10 No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v10i2.25562

Abstract

This article presents a language teaching framework for understanding how human activities can be influenced by social and cultural contexts. This is because effective language teaching does not only understand the structure and vocabulary, but also understands the cultural context in which the language is used. To understand this, this research uses Engeström's 'Cultural Historical Activity Theory' with a qualitative descriptive analytical approach method, with several research steps, First: Identifying Data. Second: Collecting Data. Third: Analyzing Data. Fourth: Synthesis and Interpretation. For this reason, the aim of this research is to discuss the importance of cultural aspects in language teaching and how this approach can improve students' language skills and cultural understanding. The findings of this research indicate that Engeström's culturally-based activity theory can enhance communication skills through language teaching within cultural contexts. Consequently, students can serve as a positive force in fostering cross-cultural communication competence.
Kontribusi Kitab Sawi dalam Sastra Sufi dan Budaya Sasak: Perspektif Scheleiermacher Hasanuddin Chaer; Zulkarnaen Zulkarnaen; Mari'i Mari'i; Aswandikari Aswandikari; Murahim Murahim; Muh. Yusron Ridyasmara
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 10 No 4 (2024): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v10i4.26704

Abstract

This article aims to interpret two aspects of the Kitab Sawi: its grammatical structure and psychological meaning, uncovering both linguistic and psychological dimensions within this Sufi literary text. The subject of this study is the Sufi manuscript Kitab Sawi. To achieve this goal, the article adopts Schleiermacher's hermeneutic theory with a descriptive-analytical approach. The research follows four stages: data collection, data processing, interpretation, and drawing conclusions. The study reveals that the Kitab Sawi manuscript focuses on two main aspects: grammatical structure and psychological meaning. Key insights from the Kitab Sawi, which serves as the primary source for this article, include the following: a) Source of Ethical-Religious Literary Knowledge: The Kitab Sawi manuscript contains strong elements of Sufi literature, aimed at conveying moral and ethical values rooted in religious teachings. b) The Importance of Cultural Heritage: Kitab Sawi is not only valuable as a literary work but also as a representation of past intellectual and spiritual wealth. This manuscript plays a vital role in preserving and communicating cultural and spiritual teachings across generations. c) Psychological and Structural Significance: The analysis demonstrates that Kitab Sawi features a profound and intricate grammatical structure, characteristic of Sufi thought, which frequently employs symbolic and metaphorical language. This structure adds a psychological depth, allowing readers to undergo spiritual transformation through contemplation and engagement with the text. In conclusion, this article offers valuable contributions to the understanding of Sufi literature and Sasak cultural heritage.
Analisis Linguistik terhadap Pembelajaran Bahasa dan Agama dalam Manuskrip Kuno Bainul Haq Hasanuddin Chaer; Aswandikari Aswandikari; Muh. Syahrul Qodri; Murahim Murahim; Yunia Sari; Abdul Rasyad
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 11 No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v11i4.32089

Abstract

This research addresses the issue of cultural value transmission in the practice of Sufism through a linguistic approach to language and religious learning in the ancient manuscript Bainal Haq. The primary objective of this research is to identify the linguistic mechanisms involved in conveying Sufi teachings and preserving local Islamic and cultural values. This research employs a qualitative approach with text analysis, which involves several stages: (1) data collection from the ancient manuscript Bainal Haq, (2) determining the focus of analysis, which includes syntactic aspects (sentence structure and relationships between words) and semantic aspects (word meanings and their relation to Sufi teachings and culture), (3) data analysis, (4) interpretation of data based on Hans-Georg Gadamer’s hermeneutic theory, and (5) discussion related to relevant literature. The findings reveal that the language structure in the manuscript reflects spiritual depth and serves as an effective medium for transmitting cultural and religious values. In conclusion, the ancient manuscript Bainal Haq plays a significant role in the inheritance of local Islamic spirituality, particularly in the practice of Sufism within the Sasak local tradition.
Pelatihan Manajemen Paud Dalam Peningkatan Profesional Guru Paud Di Kota Mataram Fahruddin; Hakim, Mansur; Astawa, I Made Suwasa; Chaer, Hasanuddin; Safitri, Lale Dewi Nurlita
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.12937

Abstract

Pelatihan manajemen PAUD dalam meningkatkan profesional guru paud adalah untuk mengkaji manajemen program PAUD di lembaga paud yang ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mataram. Pengabdian dalam memberikan pelatihan yang  dilakukan dengan menyiapkan rancangan dan langkah-langkah dalam melaksanakan kegiatan pengabdian seperti  perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi/kontrol dari semua program yang ada di lembaga PAUD. Pelatihan ini menyampaikan materi-materi yang terkait dengan konsep manajemen dan melibatkan kepala sekolah, guru-guru paud yang ada di lembaga paud kota mataram. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan manajemen PAUD menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kompetensi profesional kepala sekolah dan guru PAUD dalam mengelola program lembaga secara sistematis dan berkelanjutan. Peserta pelatihan mampu memahami dan mengimplementasikan fungsi-fungsi manajemen, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta evaluasi dan kontrol program PAUD sesuai dengan standar pengelolaan pendidikan anak usia dini. Pada aspek perencanaan, peserta menunjukkan kemampuan menyusun rencana kerja lembaga PAUD yang lebih terstruktur, berbasis visi–misi, serta selaras dengan kebutuhan peserta didik dan kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mataram. Guru dan kepala sekolah mulai mampu merancang program tahunan dan semesteran yang terintegrasi antara kurikulum, pengembangan SDM, serta pengelolaan sarana dan prasarana. Pada tahap pengorganisasian, hasil pelatihan memperlihatkan adanya peningkatan pemahaman peserta dalam pembagian tugas dan tanggung jawab secara proporsional di lingkungan lembaga PAUD. Struktur organisasi menjadi lebih jelas, sehingga setiap tenaga pendidik dan kependidikan memahami peran dan fungsinya masing-masing dalam mendukung pencapaian tujuan lembaga
Dekonstruksi Bahasa Indonesia pada Bahasa SMS Ahmad Sirulhaq; Hasanuddin Chaer
MABASAN Vol. 5 No. 1 (2011): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v5i1.193

Abstract

Seiring dengan pesatnya perubahan dalam teknologi kumunikasi dan informasi, penggunaan media telepon seluler dalam pemanfaatan komunikasi semakin intens. Pada saat yang sama penggunaan layanan pesan singkat (sms) yang disampaikan melalui telepon seluler pun semakin intens. Dalam pada itu, bahasa (Indonesia) yang digunakan dalam sms mengalami dekonstruksi atas struktur-struktur yang sudah mapan. Makalah ini bertujuan untuk membahas bentuk-bentuk dekonstruksi atas bahasa Indonesia melalui sms. Data-data yang terkait dengan makalah ini diambil dari sms yang masuk dalam telepon seluler dengan metode catat. Berdasarkan data-data yang ada, dalam pemakaian bahasa Indonesia kontemporer (melalui sms) terdapat adanya dekonstruksi atas sistem bahasa Indonesia dalam berbagai manifestasinya,  mulai dari dekonstruksi atas sistem kebahasaan yang ada maupun dekonstruksi atas cara-cara pemerian bahasa Indonesia.
Estetika Profetik dalam Novel Jatiswara Karya Lalu Agus Fathurrahman: Perspektif Sufisme Fariduddin Attar Murahim, Murahim; Efendi, Mahmudi; Qodri, Muh. Syahrul; Chaer, Hasanuddin; Mari’I, Mari’I
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v8i2.1842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan estetika profetik novel Jatiswara karya Lalu Agus Fathurrahman dalam perspektif sufisme Fariduddin Attar. Novel ini mengisahkan perjalanan spiritual seorang Jatiswara mencari Ki Sajati, adiknya. Perjalanan yang membawanya pada banyak pelajaran dan bertemu dengan orang-orang yang membawanya pada penemuan hakikat diri dan kesejatian dirinya. Penelitian ini menggunakan perspektif sufisme dari Fariduddin Attar yang tertuang dalam buku Musyawarah Burung yang meliputi; tahap pencarian, tahap cinta/mahabbah, tahap kearifan atau makrifat, tahap kebebasanatau kepuasan, tahap tauhid, tahap hayrat atau ketakjuban, tahap faqir dan fana. Hasil penelitian menunjukkan Jatiswara mengalami tujuh tahapan ini hingga menemukan rahasia penciptaan dan pemahaman bahwa hanya Tuhan saja yang diperlukan, karena hanya Dia yang dapat mencukupi hidup seseorang. Penelitian ini diharapkan dapat berimplikasi pada pengembangan kajian sastra dalam dimensi profetik lebih luas dalam berbagai perspektif sehingga agama tidak hanya dipahami sebagai panduan hidup bermasyarakat belaka tetapi lebih dalam dari itu.
Komparasi Frekuensi Kemunculan Bentuk Standar dan Bentuk Tidak Standar Bahasa Indonesia Berbasis Korpus Rahmad Hidayat; Mochammad Asyhar; Hasanuddin Chaer; Agusman Agusman; Mohammad Fakhri Rahman Setiawan Putra
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.18734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan gambaran frekuensi kemunculan bentuk standar dan tidak standar dalam korpus. Korpus yang digunakan adalah korpus LCC Indonesian 2023 yang terdapat dalam situs web https://cqpweb.lancs.ac.uk/. Korpus ini mencakup berbagai teks dari tahun 2008 sampai dengan 2022. Data yang diperbandingkan dalam penelitian ini terdiri dari 12 kategori yang secara keseluruhan terdiri dari 150 bentuk. Analisis data dilakukan dengan membandingkan angka frekuensi antara bentuk standar dan tidak standar. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan bentuk standar dalam korpus lebih banyak dibandingkan dengan bentuk tidak standar, yakni 76,46% berbanding 23,44%. Ditemukan pula jumlah bentuk tidak standar lebih banyak dibandingkan bentuk standar pada kategori tertentu serta masih terdapat penggunaan bentuk lewah/mubazir. Penggunaan bentuk tidak standar masih dilakukan oleh penutur bahasa Indonesia sehingga diperlukan langkah strategis untuk mereduksinya.Comparison of Occurrence Frequency of Standard and Nonstandard Forms of Corpus-Based Indonesian LanguageThis study aims to describe the frequency of occurrence of standard forms and nonstandard forms in the corpus. The Indonesian 2023 LCC corpus is found on the website https://cqpweb.lancs.ac.uk/. This corpus includes various texts from 2008 to 2022. The data compared in this study consisted of 12 categories, which in total consisted of 150 forms. The data was analyzed by comparing the frequency rate between standard and nonstandard forms. The results revealed that the use of standard forms in the corpus was more than the nonstandard forms, 76.46% versus 23.44%. It was also found that the number of nonstandard forms is more than the standard forms in certain categories, and redundant forms are still used. It is necessary to take strategic measures to decrease the use of nonstandard forms by Indonesian speakers.