Claim Missing Document
Check
Articles

Screening Mental, Social, and Health Readiness Among Prospective Brides and Grooms Zauhani Kusnul; Nugroho, Christianto; Yuly Peristiowati; Herin Mawarti; Wiwik Afridah
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 2 (2026): January
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i2.958

Abstract

Background: Entering marriage is a crucial developmental phase, requiring thorough preparation to achieve the goals of marriage. The mental, social, and health readiness of prospective brides and grooms is crucial for the well-being of future generations. Purpose: The purpose of this study was to screen prospective brides and grooms for their mental, social, and health readiness. Methods: This observational study was conducted on 30 prospective brides and grooms in the Pare District Office of Religious Affairs (KUA) area, the samples take by with accidental sampling without inclusion and exclusion criteria. The variables included mental and social readiness, healthy lifestyle habits, blood pressure, and upper arm circumference for prospective brides and grooms. Results: The results showed that the prospective brides and grooms' mental and social readiness was relatively good. Regarding health readiness, two prospective brides had a low upper arm circumference (MUAC) and three prospective grooms had high blood pressure. Regarding smoking habits, the majority of the 15 prospective grooms, except for two, were smokers. Conclusion: The conclusion of this study are expected to provide important information in identifying issues in the health readiness of prospective brides and grooms that require strengthening.
Interaksi Disfungsi Imun dan Determinan Sosial-Lingkungan dalam Aktivasi dan Persistensi Tuberkulosis Resisten Obat: Scoping Review Yayuk Endah Ernani; Herin Mawarti; Khotimah; Achmad Zakaria
Indonesian Health Science Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/ihsj.v6i1.176

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis resisten obat (TB-RO), termasuk MDR-TB dan XDR-TB, merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh interaksi faktor biologis dan sosial. Selain faktor regimen terapi dan karakteristik Mycobacterium tuberculosis (Mtb), disfungsi imun host serta determinan sosial-lingkungan berperan penting dalam aktivasi, persistensi infeksi, dan transmisi strain Mtb resisten.Tujuan: Scoping review ini bertujuan memetakan bukti ilmiah mengenai bentuk disfungsi imun dan faktor sosial-lingkungan yang berkontribusi terhadap mekanisme aktivasi dan persistensi TB-RO, serta menjelaskan hubungan interaktif keduanya terhadap risiko penularan. Metode: Penelitian ini menggunakan scoping review dengan kerangka Arksey dan O’Malley. Pencarian literatur dilakukan pada proquest, Pubmed dan science direct (2017–2026) menggunakan kata kunci terkait TB resisten, disfungsi imun, dan determinan sosial dengan Boolean operators. Dari 26.273 artikel yang teridentifikasi, seleksi PRISMA melalui deduplikasi, skrining, dan penilaian full-text berdasarkan kriteria inklusi ketat menghasilkan 8 artikel yang relevan dan berkualitas. Studi yang dianalisis meliputi observasional (cross-sectional, kohort, case-control) dan terbatas klinis/eksperimental. Data diekstraksi dan disintesis secara deskriptif tematik serta dipetakan berdasarkan tema utama. Hasil: Hasil: Disfungsi imun meliputi penurunan imunitas seluler, peningkatan inflamasi, serta imunosupresi akibat HIV dan komorbid. Faktor sosial mencakup kemiskinan, malnutrisi, kepadatan hunian, stigma, perilaku berisiko, dan keterbatasan akses layanan. Interaksi keduanya meningkatkan kerentanan, keterlambatan diagnosis, rendahnya kepatuhan, dan kegagalan terapi yang memperpanjang penularan. Kesimpulan: TB-RO dipengaruhi interaksi erat faktor imunologis dan sosial. Pengendalian memerlukan integrasi intervensi klinis dan sosial untuk menekan aktivasi, persistensi, dan transmisi Mtb resisten.
Multimedia-Based Education to Improve Breast Self-Examination Knowledge among Women of Reproductive Age Norna Amalia Sholeha; Herin Mawarti; Masruroh; Nasrudin; Suyati
Indonesian Health Science Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/ihsj.v6i1.186

Abstract

Latar Belakang:  kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak terdeteksi pada wanita usia produktif dan menduduki peringkat kedua penyebab kematian akibat kanker pada wanita. Tujuan: menganalisis Pengaruh Edukasi Pemeriksaan Payudara Sendiri Melalui Multimedia Terhadap Pengetahuan Sadari Pada Ibu Usia Produktif. Metode:   Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) dengan model pretest-posttest control group. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 66 ibu usia produktif, Besar sampel 32 ibu, dibagi 2 kelompok perlakuan dan kontrol dengan teknik simple random sampling. Analisis menggunakan Uji t 2 sampel bebas α = 0,05. Hasil: Hasil uji paired t test nilai P = 0.000 berarti ada perbedaan pengetahuan pada kelompok intervensi sebelum dan setelah dilakukan edukasi SADARI, pada kelompok kontrol nilai P=0,103 yang artinya tidak ada perbedaan. Nilai selisih pengetahuan kelompok intervensi yaitu ∆ ± (SD) = 2,5 ± (1,2)) dan kelompok kontrol yaitu ∆±(SD) = 0,8 ± (1,9). Hasil uji t 2 sampel bebas, P= 0.000, artinya ada perbedaan yang signifikan nilai selisih pengetahuan pada kelompok intervensi dengan kelompok kontrol. Kesimpulan:  Pemberian Edukasi SADARI Melalui Multimedia dapat meningkatkan pengetahuan SADARI.