Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2 Dan Fatigue Related Diabetes Aprilia Inggritika Priyatmoko Putri; Nursiswati Nursiswati; Bambang Aditya Nugraha
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7637

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus (DM) menyebabkan kelelahan, banyak makan, banyak minum, banyak buang air kecil dan penurunan berat badan. Diperlukan manajemen diabetes melitus yang komprehensif dalam mengendalikan DM dan mencegah komplikasi jangka Panjang. Edukasi merupakan upaya paling penting dalam mengendalikan gejala diabetes dan mempertahankan status Kesehatan klien DM. Program Pendidikan Kesehatan yang berfokus pada manajemen DM dan pengendalian kelelahan terkait DM dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan klien dan keluarga klien DM. Masyarakat diundang mengikuti program Pendidikan Kesehatan secara daring dan berkesempatan meningkatkan pengetahuan tentang diabetes dan kelelahan pada diabetes. Program pengabdian kepada masyarakat berupa Pendidikan Kesehatan dan konsultasi ini diikuti oleh 31 peserta baik klien DM maupun yang tidak menderita DM. Rata-rata skor dari keseluruhan peserta yang mengisi pre test sebesar 75,3. Sementara itu, rata-rata skor dari keseluruhan peserta yang mengisi post test sebesar 87,8. Hal ini menunjukkan Pendidikan Kesehatan dan konsultasi yang telah dilaksanakan memberikan manfaat peningkatan pengetahuan bagi peserta. Upaya Pendidikan Kesehatan dan konsultasi pada klien DM dan masyarakat umumnya diharapkan dapat dilanjutkan guna meningkatkan pemahaman dan kemampuan pencegahan dan penanganan DM. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Kelelahan, Edukasi, Pencegahan, Manajemen  ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) causes fatigue, eating a lot, drinking a lot, urinating a lot and losing weight. Comprehensive management of diabetes mellitus is needed in controlling DM and preventing long-term complications. Education is the most important effort in controlling diabetes symptoms and maintaining the health status of DM clients. The Health Education Program which focuses on DM management and DM related fatigue control is implemented with the aim of increasing the knowledge and skills of DM clients and their families. The public is invited to participate in an online Health Education program and has the opportunity to increase knowledge about diabetes and diabetes fatigue. This community service program in the form of Health Education and consultation was attended by 31 participants, both DM clients and those without DM. The average score of all participants who filled out the pre-test was 75.3. Meanwhile, the average score of all participants who took the post test was 87.8. This shows that the Health Education and consultations that have been carried out provide benefits for increasing knowledge for participants. Health education efforts and consultations with DM clients and the general public are expected to be continued in order to increase understanding and ability to prevent and treat DM. Keywords: Diabetes Mellitus, Fatigue, Education, Prevention, Management
Upaya Peningkatan Kesejahteraan Psikologis Pada Anak Dan Remaja Di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Virtual Konseling Nursiswati Nursiswati; Santi Rukminita Anggraeni; Yanti Rubiyanti; Deasy Silvya Sari; Siti Ulfah Rifa’atul Fitri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6493

Abstract

ABSTRAK Virtual konseling merupakan salah satu upaya guna meningkatkan kesejahteraan psikologis selama masa pandemi Covid-19, khususnya bagi anak dan remaja sebagai sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertema Who Am I. Kegiatan virtual konseling ini ditujukan mengenalkan teknik pengenalan diri, wellbeing therapy dan untuk mengetahui apakah kegiatan virtual konseling dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar anak dan remaja untuk memelihara kesejahteraan psikososial yang dimilikinya. Metode kegiatan ini adalah konseling secara virtual melalui platform zoom dengan memberikan materi, latihan, dan permainan yang disusun untuk menjadi katalis peningkatan kesejahteraan psikologis. Konsep teoretis yang mendasari kegiatan ini adalah kesejahteraan psikologis, self-concept, self-image, life-skill, dan juga privasi. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa virtual konseling yang ditata materinya guna meningkatkan kesejahteraan psikologis mampu menjadi sarana edukasi awal bagi anak dan remaja untuk mengenali diri mereka sendiri. Latihan mandiri secara berkelanjutan perlu dilakukan para peserta agar pengetahuan yang didapat dari kegiatan dapat diolah menjadi keterampilan individu untuk memelihara dan meningkatkan kesejahteraan psikologis yang telah dimiliki. Salah satunya adalah dengan melakukan dan mendalami aspek keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: kesejahteraan psikologis, anak, remaja, pandemi Covid-19, virtual konseling  ABSTRACT Virtual counseling is one of the efforts to improve psychological well-being during the Covid-19 pandemic, especially for children and adolescents as targets in community service activities with the theme of Who Am I. This virtual counseling activity aims to introduce self-awareness techniques, deliver well-being therapy, and determine whether virtual counseling can improve children and adolescents' basic knowledge and skills in maintaining their psychosocial well-being. The method of this activity is virtual counseling through the zoom platform by providing materials, exercises, and games that are designed to be a catalyst for increasing psychological well-being. This activity's theoretical concepts are psychological well-being, self-concept, self-image, life skills, and privacy. This activity showed that virtual counseling delivery using organized materials to improve psychological well-being could be a means of initial education for children and adolescents to identify themselves. Continuous independent training needs to be carried out by the participants so that the knowledge gained from the activities can be processed into individual skills to maintain and improve the psychological well-being that they already have, for example, by doing and exercising religious aspects in everyday life. Keywords: Psychological Well-being, Children, Adolescent, Covid-19 Pandemic, Virtual Counseling
Upaya Peningkatan Konsumsi Jus Sayur dan Buah Melalui Kampanye Door to Door Oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata di Perumahan Prima Harapan Regency Bekasi Nursiswati Nursiswati; Rizka Adinda; Shabira Fairuz Hasna; Santi Rukminita Anggraeni; Ooh Hodijah; Deasy Sylvia Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7633

Abstract

ABSTRAK Tingkat konsumsi sayur di kalangan masyarakat Indonesia masih tergolong rendah dan tidak mengalami peningkatan selama pandemi meskipun masyarakat menyadari pentingnya mengonsumsi sayuran bagi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk edukasi gaya hidup sehat yang dapat mencegah diri dari terserang penyakit kronis melalui kampanye “Selangkah Menuju Hidup Sehat dengan Jus Sayur”. Pelaksanaan kegiatan dilakukan terintegrasi dengan program kuliah kerja nyata (KKN) yang merupakan salah satu mata kuliah wajib mahasiswa Universitas Padjadjaran. Sasaran yang dijadikan sebagai target adalah masyarakat RW IX, perumahan Prima  Harapan Regency, Bekasi. Metode pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi tiga tahap utama, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap tindak lanjut. Tahap persiapan mencakup perancangan kegiatan, tahap pelaksanaan mencakup penyebaran kuesioner pra lapangan dan kampanye door to door, tahap tindak lanjut mencakup evaluasi kegiatan. Waktu pelaksanaan kegiatan adalah antara 7 Januari hingga 7 Februari 2022. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan kampanye berhasil dalam menjalankan programnya dengan terlaksananya edukasi healthy veggie juice kepada warga dalam upaya penerapan gaya hidup sehat. Seluruh warga yang menjadi target kampanye door to door menyambut baik tester jus sayur yang diberikan dan memberikan feedback yang positif terhadap rasa aneka jus tersebut. Kata Kunci: Kampanye, Jus Sayur, Penyakit Kronis, Gaya Hidup Sehat  ABSTRACT The level of vegetable consumption among Indonesians is still relatively low and has not increased during the pandemic even though people are aware of the importance of consuming vegetables for health. This community service activity aims to educate healthy lifestyles that can prevent themselves from developing chronic diseases through the "Healthy Life with Vegetable Juices" campaign. The implementation of the activity was carried out in an integrated manner with the subject of field work experience which is one of the compulsory subjects for Padjadjaran University students. The subject was the people living in the community, housing area Prima Harapan Regency, in Bekasi city. The method of implementing the activities is divided into three main stages, namely the preparation stage, the implementation stage, and the follow-up stage. The preparation stage includes the design of activities, the implementation stage includes the distribution of pre-field questionnaires and door-to-door campaigns, the follow-up stage includes the evaluation of activities. The implementation time of the activity is between 7 January to 7 February 2022. The evaluation of the activity shows that the campaign activities have succeeded in carrying out the program by implementing healthy veggie juice education to residents in an effort to implement a healthy lifestyle. All people living in community who became the target of the door-to-door campaign welcomed the vegetable juice tester provided and gave positive feedback on the taste of the various juices. Keywords: Campaign, Vegetable Juice, Chronic Disease, Healthy Lifestyle 
Gambaran Gejala Computer Vision Syndrome Pada Mahasiswa S1 Keperawatan Di Masa Pandemi COVID-19 Febbie Chandra Syahrani; Nursiswati Nursiswati; Hasniatisari Harun
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.07 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v4i4.5921

Abstract

ABSTRACT The use of digital screens during the Covid-19 pandemic is increasing. If it cannot be controlled, computer vision syndrome can occur, which is a collection of symptoms related to eye problems and other functional disorders. These symptoms are caused by the eye's continuous effort to refocus and have impact on decreasing student learning productivity. The purpose of this study was to describe the synptoms of computer vision syndrome in undergraduate nursing students during the Covid-19 pandemic. The purpose of this study was to describe the synptoms of computer vision syndrome in undergraduate nursing students during the Covid-19 pandemic. The research method used quantitative descriptive on undergraduate students of the Faculty of Nursing, Padjadjaran University (N=604). Consisting of batches 2018, 2019, and 2020. The sampling technique used is total sampling with a response rate of 53.6% (n=324). The instrument used consisted 18 symptoms taken from the concept of computer vision syndrome developed by Suci Febrianti and Teuku Samsul Bahri which were valid and reliable symptoms and shared online. All data are presented by univariate analysis and frequency distribution. The results showed that the most common symptoms occurred in the students of the Faculty of Nursing, Padjadjaran University, namely tired eyes 299 students (90.4%), back pain 244 students (75.3%), and heavy eyes 236 students (72.8%). The conclusion in this study is that students of the Faculty of Nursing, Universitas Padjadjaran have symptoms related to the eye or symptoms other than the eye because the duration of the use of digital screens is quite high. So it is hoped that there will be health education related to prevention of symptoms of computer vision syndrome.  Keywords: Computer Vision Syndrome, Nursing, Student ABSTRAK Penggunaan digital screen pada masa pandemi Covid-19 semakin meningkat. Jika tidak dapat dikontrol dapat terjadi computer vision syndrome yaitu kumpulan gejala yang berkaitan dengan permasalahan mata dan gangguan fungsional lainnya.  Gejala tersebut disebabkan oleh upaya mata yang terus menerus melakukan refocus dan berdampak terhadap penurunan produktifitas belajar mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran gejala computer vision syndrome pada mahasiswa  Keperawatan S1 di masa pandemi Covid-19. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif terhadap Mahasiswa S1 Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran (N=604). Terdiri dari angkatan 2018, 2019, dan 2020. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dengan response rate 53,6% (n=324). ). Instrumen yang digunakan yaitu terdiri dari 18 gejala yang diambil dari konsep computer vision syndrome yang dikembangkan oleh Suci Febrianti dan Teuku Samsul Bahri yang sudah valid dan reliabel serta dibagikan secara online. Seluruh data disajikan dengan analisis univariat dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan gejala yang paling banyak terjadi pada mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran yaitu mata lelah  299 Mahasiswa (90,4%),  nyeri punggung 244 Mahasiswa (75,3%) serta mata terasa berat 236 Mahasiswa (72,8%). Kesimpulan dalam dalam penelitian ini yaitu Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran memiliki gejala terkait pada mata ataupun gejala selain mata karena penggunaaan durasi digital screen cukup tinggi. Sehingga diharapkan adanya pendidikan kesehatan terkait pencegahan  gejala computer vision syndrome. Kata Kunci : Computer Vision Syndrome, Keperawatan, Mahasiswa
EFEKTIFITAS TERAPI SLOW STROKE BACK MASSAGE (SSBM) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI : A SYSTEMATIC REVIEW Farida Afifah Nurlathifah; Regina Cahyani; Revi Merliani Nugraha; Nursiswati Nursiswati
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2022
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi pada lanjut usia disebabkan oleh pembuluh darah yang mengeras dan kaku sehingga jantung memompa darah lebih kuat. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi hipertensi adalah terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM) terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi lanjut usia. Metode penelitian ini menggunakan systematic review dengan melibatkan 3 database yaitu Google Scholar, Pubmed, dan Garuda dengan kriteria berupa artikel nasional dan internasional yang bersifat experimental study yang sudah terindeks dengan populasi sampel penderita hipertensi lanjut usia 60 tahun hingga 75 tahun. Hasil meliputi 2 artikel menggunakan metode quasi experimental, 2 artikel menggunakan pre-experimental dan 1 artikel menggunakan non-blind clinical trial. Menilai dan menganalisis kualitas setiap studi dilakukan menggunakan The Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM) berpengaruh terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi.Kata Kunci: Slow stroke back massage, tekanan darah, hipertensi, lanjut usia
Application of Artificial Intelligence for managing Diabetes Mellitus patients during the Covid-19 pandemic Lia Sari; Nurul Darmawulan; Feni Agustina; Nursiswati Nursiswati
Journal of Nursing Care Vol 5, No 2 (2022): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v5i2.36971

Abstract

The Covid-19 quarantine policy and mobility restriction were carried out to break coronavirus transmission. These were implemented for several months to affect the quality of life, especially in patients with diabetes mellitus. To overcome this, technology such as applications with artificial intelligence can be used. This literature aims to identify the use of Artificial Intelligence systems in managing diabetes mellitus during pandemics. This review conducted a narrative review method. Articles were searched using databases, such as PubMed, Science Direct, and EBSCO. The keywords were based on the medical subheading (MeSH) term and combined using a boolean operator. Articles were selected using inclusion criteria, namely the year of publication between 2016-2021, articles in English, full text, and open access. The articles that were duplicated and articles that did not fit the research topic were excluded. We found that six articles met the criteria. These discussed four programs, namely diabetes retinopathy screening, blood glucose monitoring, lifestyle management programs, and insulin therapy guidelines. The four programs can be used in the home care services for diabetes mellitus patients during the Covid-19 pandemic
Peningkatan Pengetahuan Aman Berdigital Aparat Pemerintahan di Kecamatan Pamengpeuk Santi Rukminita Anggraeni; Muhammad Fauzan Tamir; Muhammad Sajid Ramadhan; Ooh Hodijah; Nursiswati Nursiswati; Deasy Silvya Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8454

Abstract

ABSTRAK Kemajuan teknologi digital berbasis Internet of Thing (IoT) dapat memfasilitasi peningkatan kualitas pelayanan publik di instansi pemerintahan. Digitalisasi membantu proses pembaharuan data dan informasi yang lebih efisien dan efektif. Pengelolaan berbasis digital menjadi salah satu solusi dalam sistem manajemen data terpadu yang sering menjadi kendala di sektor pelayanan publik Indonesia. Aparat pemerintahan harus mendapatkan dan memiliki keterampilan menggunakan fitur dan platform digital untuk penyimpanan dan pengumpulan data serta keamanannya. Pemerintah Kecamatan Pamengpeuk belum pernah mendapatkan atau melakukan pelatihan maupun sosialisasi cerdas digital bagi para pengelola pemerintahan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Edukasi Cerdas Digital diberikan bagi aparat pemerintahan Kecamatan Pamengpeuk. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan edukasi dan evaluasi. Metode yang digunakan untuk pelaksanaan edukasi digital adalah ceramah, pelatihan penggunaan fitur-fitur aman digital, google drive, cloud storage dan diskusi.  Mayoritas peserta telah mengetahui dan menggunakan media digital, namun belum mengetahui cara aman bermedia digital.  Sebagian peserta juga telah mengetahui google drive namun belum mengetahui cara menggunakan google drive. Kegiatan pelatihan cerdas digital yang dilakukan telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan digital peserta khususnya tentang aman bermedia digital dan menggunakan google drive dan cloud storage untuk mengumpulkan dan menyimpan data. Kata Kunci: Literasi Digital, Aman Bermedia Digital, Pemerintah, Pelayanan Publik  ABSTRACT The advances of Internet of Things (IoT)-based digital technology can facilitate the improvement of public services quality in government agencies. Digitization helps the process of updating data and information more efficiently and effectively. Digital-based management is one of the solutions in an integrated data management system that is often become an obstacle in the Indonesian public service sector. Government officials should acquire and have skill of using digital features and platforms for data storage and collection and its safety. The Pamengpeuk District Government has not received or conducted training or socialization of digital intelligence for government officials. Community service activities of Digital Smart Education was conducted for Pamengpeuk District government officials. Stages of activities include preparation, implementation of education and evaluation. The methods used for the implementation of digital education are lecture, training of digital safe features usage, google drive, cloud storage and discussion. The majority of participants has already known and used digital media, but did not know how to use digital media safely. Some of the participants also knew about Google Drive but did not know how to use Google Drive. The evaluation showed an increase in participants' digital knowledge and skills, especially about the digital media safety and usage of digital media google drive and cloud storage for data collection and storage. Keywords: Digital Literation, Digital Media Safety, Government, Public Service
Peningkatan Kapasitas Masyarakat terkait Terapi Pijat Swedia pada Pasien Hipertensi melalui Media Virtual Firman Sugiharto; Maniatunufus Maniatunufus; Nursiswati Nursiswati; Bambang Aditya Nugraha
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8357

Abstract

ABSTRAK Penggunaan terapi komplementer dan alternatif untuk pengendaalian hipertensi telah meningkat di seluruh dunia. Informasi terapi komplementer sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat. Pendidikan kesehatan merupakan solusi dalam pengendalian kasus hipertensi. Pendidikan kesehatan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memahami terapi pijat Swedia. Pengabdian kepada Masyarakat berupa webinar dengan tema “Pendidikan Kesehatan Terapi Pijat Swedia pada Pasien Hipertensi (TEPIS)” dilakukan pada 23 November 2021 melalui media virtual Zoom Meeting dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi yang diikuti oleh 20 peserta.  Terdapat perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan. Sebelum dilakukan pendidikan kesehatan, skor rata-rata 20 peserta yaitu 37,15 dan setelah diberikan pendidikan kesehatan skor rata-ratanya meningkat menjadi 98,85. Pendidikan kesehatan yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan terkait terapi pijat swedia pada masyarakat. Kata Kunci: Hipertensi, Pendidikan Kesehatan, Pijat Swedia, Tekanan Darah  ABSTRACT The use of complementary and alternative therapies for hypertension control has increased worldwide. Information on complementary therapies is very important for the public to know. Health education is a solution in controlling cases of hypertension. Health education was carried out to increase community capacity in understanding Swedish massage therapy. Pengabdian kepada Masyarakat in the form of a webinar with the theme " Pendidikan Kesehatan Terapi Pijat Swedia pada Pasien Hipertensi (TEPIS)" held on November 23, 2021 through the virtual Zoom Meeting media using the lecture and discussion method which was attended by 20 participants. There was a change in the knowledge score before and after health education. Before health education was carried out, the average score of 20 participants was 37.15 and after being given health education the average score increased to 98.85. Health education can increase knowledge related to Swedish massage therapy in the community. Keywords: Blood Pressure, Health Education, Hypertension, Swedish Massage
Gambaran Kelelahan pada Klien dan Keluarga dengan Diabetes Melitus Nursiswati Nursiswati; Fera Imelia Agustin; Istiqomah Dieni Hanifa
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i3.8035

Abstract

ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) type 2 occupies 90% of all cases of diabetes and causes symptoms of polyphagia, polydipsia, polyuria, weight loss and fatigue. Fatigue related DM is associated with physical and psychological fatigue which is most commonly reported in chronic disease conditions. Cellular starvation in DM is a starvation condition experienced by cells because glucose is difficult to enter cells. This fatigue condition impacted in a long-term DM treatment and DM control. Nurses need to identify and evaluate the level of fatigue by using a valid and reliable instrument. This research is descriptive with a sample of 26 DM clients and DM family caregiver. The instrument used in this study is the Multidimensional Fatigue Inventory (MFI) which includes 20 question items with a Likert scale. The results showed that 54% of respondents experienced low fatigue and reported moderate fatigue as much as 31%. This shows that DM clients and families who care for DM clients have a level of fatigue that must be monitored and given comprehensive treatment. It is recommended for further researchers to identify the factors that influence DM client fatigue, so that appropriate and accurate self-management interventions can be given. Proper handling of fatigue can minimize other nursing problems such as activity intolerance and nursing care dependency. Keywords: Diabetes Mellitus, Fatigue, Self-Management, Monitoring  ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) tipe 2 menempati 90% dari keseluruhan kasus diabetes dan menimbulkan gejala polyphagia, polidipsi, polyuria, penurunan berat badan dan kelelahan. Kelelahan pada DM dikaitkan dengan kelelahan fisik dan psikis yang paling banyak dilaporkan pada kondisi penyakit kronis. Starvasi seluler pada DM merupakan kondisi kelaparan yang dialami oleh sel karena glukosa sulit masuk kedalam sel. Kondisi kelelahan ini menyebabkan perawatan jangka Panjang DM dan pengendalian DM yang memberikan dampak pada keluarga yang merawat. Perawat perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi tingkat kelelahan dengan menggunakan instrument yang valid dan reliabel. Penelitian ini adalah deskriptif dengan jumlah sampel 26 orang klien DM dan keluarga klien DM.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Multidimensional Fatigue Inventory (MFI) yang meliputi 20 item pertanyaan dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan 54 % responden mengalami kelelaran rendah dan melaporkan kelelahan sedang sebanyak 31%. Hal ini menunjukkan bahwa klien DM dan keluarga yang merawat klien DM memiliki tingkat kelelahan yang harus dimonitor dan diberikan penanganan yang komprehensif. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kelelahan klien DM, sehingga dapat diberikan intervensi self manajemen secara tepat dan akurat. Penanganan kelelahan yang tepat dapat meminimalisir masalah keperawatan yang lain seperti intoleransi aktivitas dan ketergantungan keperawatan. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Kelelahan, Self-Manajemen, Monitoring
Pengaruh Terapi Swedish Massage dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi : Sebuah Narrative Review Nursiswati Nursiswati; Firman Sugiharto; Maniatunufus Maniatunufus
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i4.8346

Abstract

ABSTRACT Currently, complementary and alternative medicine (CAM) therapy is very popular with people with hypertension. This is because the community considers that pharmacological treatment of hypertension is considered expensive and has many side effects. Swedish Massage therapy (SMT) is one of the traditional therapies that is beneficial for people with hypertension. This study aimed to determine the effectiveness of swedish massage therapy in reducing blood pressure in patients with hypertension. The design used was a narrative review. Databases used consisted of Google Scholar, Pubmed, and Science Direct. The formulation of this article review was used the PCC (Population, Concept, Context) technique with the literature search keywords used in the Indonesian language being “Pasien Hipertensi” AND “Tekanan Darah” AND “Terapi Swedia” while the English keywords were “Hypertension Patients” AND “Blood Plessure” AND “Swedish Massage”. The results obtained as many as 5 articles were analyzed according to the research topic. Based on the analyzed articles, SMT can be performed in a lying position and starts from the legs and then to the thighs, waist, back, hands, shoulders, neck, head and face. In addition, it can also start from the neck to the back (from the shoulders to the lumbar area). SMT can be carried out for one hour, 20 minutes or 10 minutes. The duration of SMT is twice a day for five consecutive days, every week for four weeks or for two days per week. Based on the articles analyzed, there were a decrease in systolic blood pressure (TDS) and diastolic blood pressure (TDD). Swedish massage therapy (SMT) has an effect on reducing blood pressure in hypertensive patients. Keywords: Blood Pressure, Hypertension, Swedish Massage  ABSTRAK Saat ini, terapi komplementer dan pengobatan alternatif sangat digemari oleh penderita hipertensi. Hal ini karena masyarakat menganggap bahwa penanganan hipertensi secara farmakologis dianggap mahal dan memiliki banyak efek samping. Swedish Massage therapy (SMT) merupakan salah satu terapi tradisional yang bermanfaat bagi penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari terapi swedish massage dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah narrative review. Databases yang digunakan terdiri dari Google Scholar, Pubmed, dan Science Direct. Perumusan telaah artikel ini menggunakan teknik PCC (Population, Concept, Context) dengan kata kunci pencarian literatur yang digunakan dalam bahasa Indonesia adalah “Pasien Hipertensi” AND “Tekanan Darah” AND “Terapi Swedia” sedangkan kata kunci bahasa Inggris adalah “Hypertension Patients” AND “Blood Plessure” AND “Swedish Massage”. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 5 artikel yang dianalisis sesuai dengan topik penelitian. Berdasarkan artikel yang dianalisis, SMT dapat dilakukan dalam posisi berbaring dan dimulai dari kaki lalu ke paha, pinggang, punggung, tangan, bahu, leher, kepala dan wajah. Selain itu, bisa juga dimulai dari leher ke belakang (dari bahu ke area lumbal). SMT dapat dilakukan selama satu jam, 20 menit maupun 10 menit. Lama dilakukannya SMT yaitu dua kali sehari selama lima hari berturut-turut, setiap minggu selama empat minggu maupun selama dua hari per minggu. Berdasarkan artikel yang dianalisis, terdapat penurunan pada tekanan darah sistolik (TDS) dan tekanan darah diastolik (TDD). Swedish massage therapy (SMT) memiliki pengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Pijat Swedia, Tekanan Darah
Co-Authors Acob, Joel Rey Adam, Saddam Febriansyah Adisite, Meina Nur Aeni Aisyah Istiqomah Anastasia Anna Andini, Nathania Putri Anza Zahya Qeysha Aprilia Inggritika Priyatmoko Putri Awaluddin A Ayu Prawesti Priambodo Azrania Fatima Bambang Aditya Nugraha Bambang Aditya Nugraha Bambang Aditya Nugraha Carissa Muthia Putri Nugroho Chandra Isabella Hostanida Purba Citra Windani Mambang Sari Dadang Purnama Deasy Silvya Sari Deasy Silvya Sari Deasy Silvya Sari Deasy Sylvia Sari Desy Indra Yani Devita Listuhayu Dianantari, Fauziyyah Dimas Andhika Diva Jogina Dwi Winastuti Efri Widianti Eka Afrima Sari Eka Afrima Sari Eka Afrima Sari, Eka Afrima Etika Emaliyawati Fa'izah, Bella Nadia Fadhilah, Adinda Fadillah, Jasmine Fasya Faradisa, Firna Husnika Farida Afifah Nurlathifah Faturrahman, Reza Rizkika Febbie Chandra Syahrani Feni Agustina Fera Imelia Agustin Firman Sugiharto Firman Sugiharto Fitria, Nita Fitry Filianty Ghifani Sifa Azahra Gian Cipta G Hana Rizmadewi Agustina Hartiah Haroen Harun, Hasniatisari Harun, Hasniatisari Haruni, Hasniatisari Hediati Hastuti Heliani, Yusshy Kurnia I. -, Rafiyah, I. Ikhsan Hafidz Iqbal Pramukti Istiqomah Dieni Hanifa Khoirunnisa, Fadila Kirana, Ade Kurnia Herliani, Yusshy Kusman Ibrahim Lia Sari Lidya Rahmawati Malfa Laila Pratidina Malihatunnisa Nurrofikoh Malihatunnisa Nurrofikoh Maniatunufus Maniatunufus Maniatunufus Maniatunufus Maniatunufus, Maniatunufus Maria Komariah Muhamad, Sahrul Nur Muhammad Alghifari Budiman Muhammad Fauzan Tamir Muhammad Sajid Ramadhan Naomi Sella Aprilia Novia Rahmawati Novia Yulianti Nur'aeni, Nabyla Nur'aeni, Nabyla Nur'aeni Nurrofikoh, Malihatunnisa Nurrofiqoh, Malihatunnisa Nurul Darmawulan Nurul Maulidya Nurwijayanti Oktaviani Fauziyah Ooh Hodijah Ooh Hodijah Putri Noor Kholisoh Purnama Wati Putri, Silvi Riana Rafiyah, I. - Rahmat, Dadang Ramdhani, Muhammad Zaky Regina Cahyani Revi Merliani Nugraha Reyza, Muhammad Fakhrul Ridwana, Feni Rifia Azka Nabiilah Rizka Adinda Rustianti Salwa, Sayyidah Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sania Yulianti Santi Rukminita Anggraeni Santi Rukminita Anggraeni, Santi Rukminita Sari, Eka Afirma Setiani, Haniifah Shabira Fairuz Hasna Shafira Rizki A Sisca Damayanti Siti Nur Fatimah Siti Ulfah Rifa'atul Fitri Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Sri Hartati Pratiwi Sutini, T. - Sya'fa, Siti Noor T. -, Sutini, T. Taty Hernawaty Titis Kurniawan Titis Kurniawan Titis Kurniawan Titis Kurniawan Titis Kurniawan Tuti Pahria Umy Riskyani Urip Rahayu Vieri Abdurrafi Wati, Putri Noor Kholisoh Purnama Widaningsih, Ida Yanti Rubiyanti Yuli Wahyuni Yutantri, Savitri Kartika