Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek Menggunakan Media Audio Visual Terhadap Keterampilan Menulis Teks Berita Siswa Kelas XI Sinaga, Nasif Maruli; Silitonga, Immanuel Doclas Belmondo; Saragih, Vita Riahni; Sirait, Jumaria; Tambunan, Marlina Agkris
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v3i2.1272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Pembelajaran Berbasis Proyek menggunakan media audio-visual terhadap kemampuan menulis berita siswa kelas XI di SMA Swasta Teladan Pematangsiantar. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan menulis berita siswa, yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang struktur dan aturan penulisan berita, seperti penempatan elemen 5W+1H. Siswa jarang berlatih menulis teks berita, sehingga kurang familiar dengan gaya dan format yang benar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pra-eksperimental dan desain pretest-posttest satu kelompok. Sampel terdiri dari 40 siswa kelas XI-5, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes menulis berita sebelum dan sesudah implementasi model pembelajaran berbasis proyek menggunakan media audio-visual. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan menulis berita siswa setelah implementasi model pembelajaran berbasis proyek menggunakan media audio-visual, yang dibuktikan dengan perbedaan skor pre-test dan post-test. Media audio-visual telah terbukti efektif dalam meningkatkan aspek-aspek penting penulisan berita. Dengan demikian, model pembelajaran berbasis proyek yang menggunakan media audio-visual dapat menjadi alternatif pembelajaran inovatif untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa
Analisis Dialog Pada Film “Tulang Belulang Tulang” Karya Sammaria Sari Simanjuntak (Kajian Pragmatik) Saragih, Jovanka Happy Christine; Sirait, Jumaria; Siregar, Junifer; Tambunan, Marlina Agkris; Saragih, Vita Riahni
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v3i2.1295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pendapatan dan gaya hidup terhadap layanan Paylater di kalangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi di Universitas HKBP Nommensen, Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif. Populasi penelitian terdiri dari 305 orang. Berdasarkan hasil analisis dialog dalam film Tulang Belulang Tulang karya Sammaria Sari Simanjuntak, dapat disimpulkan bahwa dialog-dialog yang muncul dalam film ini memiliki fungsi yang sangat penting dalam membangun makna naratif, mengungkap karakter tokoh, serta menampilkan dinamika sosial dan emosional dalam keluarga Batak. Dialog tidak sekadar menjadi alat komunikasi antar tokoh, tetapi menjadi sarana utama untuk memaparkan konflik, nilai, serta perubahan psikologis yang dialami para karakter sepanjang alur cerita.Dialog antara tokoh-tokoh seperti Mami, Cian, Papi, dan Opung menunjukkan adanya lapisan makna yang kompleks. Misalnya, tuturan Mami sering kali bersifat keras dan langsung, namun di baliknya tersimpan kekhawatiran dan kasih sayang terhadap anaknya. Secara naratif, dialog dalam film ini juga menjadi alat pendorong konflik dan penyelesaian cerita. Melalui pertukaran ujaran, penonton dapat mengikuti perkembangan hubungan antara tokoh yang awalnya penuh jarak menjadi lebih terbuka dan penuh pemahaman. Dari segi pragmatik, dialog-dialog tersebut memperlihatkan adanya penggunaan bahasa yang natural, kontekstual, dan mencerminkan kebiasaan bertutur masyarakat Batak. Kalimat-kalimat yang lugas, ekspresif, dan terkadang kasar menunjukkan bentuk komunikasi yang realistis dalam konteks budaya lokal. Hal ini sekaligus memperkuat daya autentik film sebagai karya sinematik yang tidak hanya menceritakan kisah keluarga, tetapi juga menampilkan potret sosial masyarakat dengan segala kompleksitasnya. Secara keseluruhan, analisis dialog dalam film Tulang Belulang Tulang menegaskan bahwa bahasa dalam film bukan sekadar medium komunikasi, melainkan medium ekspresi budaya, emosi, dan konflik manusia. Dialog menjadi sarana utama yang menghidupkan tokoh, memperdalam alur, serta menciptakan kedekatan emosional antara penonton dan kisah yang ditampilkan. Melalui struktur dialog yang kaya makna dan simbolik, film ini berhasil merepresentasikan relasi keluarga yang penuh dinamika, sekaligus menggambarkan bagaimana komunikasi dapat menjadi sumber pertentangan maupun rekonsiliasi.
Analysis Of The Meaning Of Boraspati Philosophy As A Cultural Symbol Of The Simalungun Batak Society (Semiotic Study) Siahaan, Meilina; Sirait, Jumaria; Saragih, Vita Riahni; Siregar, Junifer; Silitonga, Immanuel Doclas Belmondo
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i1.1489

Abstract

This study aims to determine the Analysis of the Philosophical Meaning of Boraspati as a Cultural Symbol of the Batak Simalungun Community (Semiotic Study). Based on the results of research conducted by researchers regarding the Boraspati symbol in the culture of the Batak Simalungun community reviewed from the semiotic study of Charles Sanders Peirce, it can be concluded that Boraspati is a traditional symbol that has a deep philosophical meaning and does not merely function as an ornament or visual decoration. The Boraspati symbol represents the outlook on life, belief system, and social structure of the Simalungun community which is full of local wisdom values. Through a semiotic approach, Boraspati is understood as a cultural sign that contains moral and spiritual messages, which depicts a harmonious relationship between humans, nature, and the Creator. The results of this study indicate that each symbolic element in Boraspati reflects the ethics of life, social order, and cultural identity of the Simalungun community which is passed down from generation to generation
Analisis Makna Umpasa Pada Proses Acara Saur Matua Budaya Batak Toba (Kajian Semantik) Limbong, San Laura; Siregar, Junifer; Tambunan, Marlina Agkris; Sirait, Jumaria; Silitonga, Immanuel Doclas Belmondo
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i1.1511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna semantik dan fungsi sosial linguistik umpasa yang digunakan dalam prosesi adat saurmatua masyarakat Batak Toba. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran bahasa sebagai media ekspresi budaya dan pewarisan nilai-nilai tradisional. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik dan analisis konteks budaya. Data diperoleh melalui dokumentasi teks umpasa dan wawancara dengan tokoh adat Batak Toba.Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpasa dalam upacara saurmatua mengandung makna konotatif dan simbolik yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan, doa, dan penghormatan kepada orang yang telah mencapai kesempurnaan hidup (saurmatua). Secara linguistik sosial, umpasa berfungsi sebagai sarana penyampaian pesan moral, penguatan solidaritas sosial, serta media komunikasi estetis yang mempererat hubungan kekerabatan. Dari sisi kebudayaan, umpasa memperlihatkan keterkaitan erat antara bahasa dan adat Batak Toba, terutama dalam menjaga prinsip dalihan na tolu, nilai penghormatan kepada leluhur, serta pandangan hidup mengenai kehidupan dan kematian.Kesimpulannya, umpasa dalam prosesi saurmatua tidak hanya memiliki makna semantik yang mendalam, tetapi juga berperan penting sebagai wahana pelestarian identitas dan nilai-nilai budaya masyarakat Batak Toba yang tetap relevan di tengah arus modernisasi.
Full Day School Hours On Student Learning Motivation at SMA Negeri 1 Pematangsiantar Jumaria Sirait; Widya Sridearni Saragih; Eka Seprianti Sihaloho
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v7i2.2486

Abstract

This research aims to analyze the influence of students' perceptions toward the implementation of the full day school system on students' learning motivation at SMA Negeri 1 Pematangsiantar. The study employed a quantitative approach with a causal design through an explanatory survey. The research population included all 11th-grade students in the 2025/2026 academic year, with a sample of 149 students selected using a simple random sampling technique. Data were collected using a Likert scale questionnaire, which had been tested for validity and reliability, and then analyzed using simple linear regression with the aid of SPSS Statistics. The results showed that students' perception of the full day school system has a positive and significant influence on learning motivation, with a coefficient of determination value of 42.7%, a positive regression coefficient of 0.575, and a significance level of $p < 0.001$. These findings indicate that the more positive students' perception of the full day school implementation, the higher their learning motivation, although the general perception of students remains in the medium to low category due to factors such as fatigue and boredom. This research confirms that the effectiveness of the full day school system heavily depends on students' experience and perception. Therefore, its implementation needs to be managed adaptively and oriented towards student well-being to support sustained learning motivation and academic achievement.
Analisis Tindak Tutur Pada Film Komang Karya Naya Anindita Manurung, Rafency; Siregar, Junifer; Silitonga, Immanuel Doclas Belmondo; Sirait, Jumaria; Tambunan, Marlina Agkris
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47332

Abstract

This study aims to analyze speech acts in the dialogue of the film Komang directed by Naya Anindita using a pragmatic approach, particularly J.L. Austin’s theory. The focus includes three types of speech acts: locutionary, illocutionary, and perlocutionary acts. This research employs a descriptive qualitative method, with data collected through observation and documentation of the film’s dialogues.The results show that the film contains various speech acts reflecting language use in social interaction. Locutionary acts convey information, illocutionary acts express intentions such as requesting and expressing feelings, and perlocutionary acts produce effects on the hearer. These speech acts contribute to the development of the storyline, characterization, and relationships between characters.Thus, language in the film functions not only as communication but also as social action with meaning and impact.
ANALISIS WACANA KRITIS PADA TEKS BERITA ONLINE TUTUP PT. TOBA PULP LESTARI (TPL) SUMATERA UTARA Sinurat, Vinnyta Cechylia; Junifer Siregar; Saragih, Vita Riahni; Sirait, Jumaria; Silitonga, Immanuel Doclas Belmondo
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47617

Abstract

This study examines the construction of online news discourse on the closure issue of PT. Toba Pulp Lestari (TPL) in North Sumatra as reported by Detik.com and Kompas.com. The research problem focuses on how online media represent social conflict, environmental damage, indigenous communities, corporations, and government roles through news texts. This study aims to describe textual representation, discursive practice, and social practice using Norman Fairclough’s critical discourse analysis model. This research employed a descriptive qualitative method, with data consisting of four online news texts supported by interviews and documentation. The data were analyzed through reduction, display, and conclusion drawing. The results show that indigenous communities are dominantly represented as victims of injustice, land dispossession, and ecological damage, while PT. TPL is represented as a corporation associated with agrarian conflict. Detik.com tends to provide space for contesting statements between civil society, government, and the company, whereas Kompas.com more strongly highlights public pressure, moral voices, and the policy process. The news discourse also constructs a contestation of meaning among society, corporations, and the state.  
ANALISIS TINDAK TUTUR PADA ACARA ADAT MARHATA SINAMOT DALAM PERNIKAHAN ADAT BATAK TOBA (KAJIAN PRAGMATIK) Desy Silvia Lubis; Jumaria Sirait; Vita Riahni Saragih; Marlina Agkris Tambunan; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1047

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan menganalisis secara mendalam bentuk dan fungsi tindak tutur (lokusi, ilokusi, dan perlokusi) yang terwujud dalam acara adat marhata sinamot pada pernikahan Batak Toba. Marhata sinamot merupakan perundingan resmi di Parsoburan, Kabupaten Toba Samosir, untuk menentukan besaran sinamot sebagai simbol tanggung jawab dan keseriusan pihak laki-laki. Data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi tokoh adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur dalam tradisi ini memiliki pola pragmatik yang khas: Tindak lokusi digunakan sebagai penyampai informasi faktual mengenai maksud kedatangan dan tawaran awal; Tindak ilokusi didominasi oleh fungsi komisif (seperti menawarkan dan berjanji) dan deklarasi (mengesahkan keputusan); sementara tindak perlokusi berimplikasi langsung pada tercapainya kesepakatan (sarimatua), dipereratnya hubungan kekerabatan, dan kelancaran teknis pesta. Melalui kajian ini, terungkap bahwa tindak tutur dalam marhata sinamot bukan sekadar alat komunikasi transaksional, melainkan refleksi kuat dari hierarki sosial, sistem nilai, dan makna budaya yang mengakar dalam masyarakat Batak Toba.
ANALISIS STILISTIKA DALAM KUMPULAN PUISI "HIDUP TETAP BERJALAN DAN KITA TELAH LUPA ALASANNYA" KARYA IBE S. PALOGAI Tiara Samosir; Marlina Agkris Tambunan; Junifer Siregar; Jumaria Sirait; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1051

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kekayaan stilistika dalam kumpulan puisi Hidup Tetap Berjalan dan Kita Telah Lupa Alasannya karya Ibe S. Palogai, dengan fokus pada analisis pemajasan, penyiasatan struktur, dan citraan. Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya kajian stilistika komprehensif terhadap puisi kontemporer Indonesia yang memanfaatkan bahasa simbolik dan reflektif secara intens, padahal karya Palogai menawarkan kompleksitas bahasa yang signifikan untuk diurai. Urgensi penelitian ini terletak pada upaya sistematis untuk mengungkap bagaimana estetika kebahasaan penyair, yang merupakan kunci memahami pandangan dunianya, diejawantahkan dalam karya tersebut. Penelitian kkajian kualitatif deskriptif ini menggunakan pendekatan stilistika, dengan data berupa larik, kata, dan struktur kebahasaan yang mengandung unsur gaya bahasa dan imaji sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora merupakan pemajasan yang paling dominan (45 kemunculan), menandai kecenderungan penyair mengolah bahasa secara simbolik untuk makna eksistensial. Pada aspek struktur, hiperbola paling sering digunakan, berfungsi memperkuat intensitas emosi. Sementara itu, citraan visual menjadi citraan yang paling menonjol, menunjukkan kemampuan penyair membangun imaji konkret dan reflektif. Secara keseluruhan, gaya Palogai memperlihatkan perpaduan antara simbolisme, emosionalitas, dan kedalaman filosofis tentang kehidupan manusia.
ANALISIS SEMIOTIKA PADA NOVEL "3726 MDPL" KARYA NURWINA SARI Elisa Ellen Hotmarina Hutajulu; Jumaria Sirait; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga; Marlina Agkris Tambunan; Junifer Siregar
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1054

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam tanda-tanda (sign) yang termuat dalam novel 3726 MDPL karya Nurwina Sari, sebuah karya yang kaya akan deskripsi alam dan perjuangan hidup, namun membutuhkan interpretasi semiotik untuk mengungkap pesan tersembunyi pengarang. Tanpa analisis sistematis, lapisan makna yang kompleks mengenai representasi lingkungan, nilai moral, dan perjuangan manusia dalam novel tersebut berisiko terlewatkan, sehingga urgensi penelitian ini adalah menjamin pemahaman yang komprehensif. Masalah penelitian ini berfokus pada identifikasi bentuk tanda, hubungan tanda dengan objek, dan interpretant yang dihasilkan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan kerangka semiotika Charles Sanders Peirce; metode ini dipilih karena kemampuannya dalam membedah proses semiosis melalui trikotomi tanda (qualisign, sinsign, legisign), objek (ikon, indeks, simbol), dan interpretant (rheme, dicent sign, argument). Hasil penelitian mengidentifikasi 60 data tanda yang merefleksikan hubungan manusia dan lingkungan serta nilai-nilai perjuangan. Kesimpulannya, semiotika Peirce efektif digunakan untuk mengungkap kekayaan makna dalam novel 3726 MDPL.
Co-Authors Agza Mei Seply Grace Sitanggang Anita Apriani Sijabat Artauli Ling Ling Wei Sitohang Ayu Ramadhani Br. Purba, Mega Indah Deborw Butarbuta, Devi Olivia ButarButar, Susi Canni Loren Sianturi Ckrisna Ajai Purba Dabukke, Tri Arti Esianna Damanik, Ofchan Damay Gresia Butar-Butar Dea Renita Saragih Debora Yosevine Manurung Dedy Sitohang Desy Silvia Lubis Dueno Indra Sitio Eka Seprianti Sihaloho Elisa Ellen Hotmarina Hutajulu Elprida Kristina Silalahi Emi Gracella Sinaga Eva Pasaribu Fajar Ningsih Simanjuntak Gadis Ayang Runa Gita Suryani Harry Cristofel Simanjuntak Heru P. Sitorus Hevryka Hevryka Hutagaol, Febriana Hutapea, Lauli Ica Maysari Siallagan Immanuel Doclas Belmondo Silitonga Immanuel Doclas Belmondo Silitonga Injen Pardamean Butar-Butar Ipan Sihite Johanes Riscy Purba Junifer Siregar Junifer Siregar Junifer Siregar Junita Batubara Katrin Sihaloho Krisna T.F. Sitanggang Lidya Natalia Sibarani Limbong, San Laura Lumbantobing, Michael Marthin Lumbantoruan, Wersing Malau, Ruth Novelita Manalu, David Berthony Manalu, Monika Manurung, Agatha Olivia Putri Manurung, Fetronella Manurung, Rafency Marbun, Lastri Evati Mori Maria Dornauli Sitorus Marlina A. Tambunan Marlina Agkris Tambunan Marlina Angkris Tambunan Martua Reynhat Sitanggang Gusar Mawar Sijabat Meliana Manullang Meliati Tambunan Melsi Tiolina Sinaga Monalisa Frince S Monika Martinova Simanjuntak Mungkap Mangapul Siahaan Nadapdap, Talenta Nainggolan, Tiwinda Nasution, Wina Natalina Purba Niswa, Khairun Nurmala Simanjuntak Osco Parmonangan Siajabat Ovi Maria Simanjuntak Pandiangan, Ernawati Afrina Pane, Eva Pratiwi Panjaitan, Riama Yanti Panjaitan, Ruthanggam Sahanaya Partohap S. R Sihombing, Partohap S. R Pasaribu, Eva Pasaribu, Sunggul Permatasari, Lerista Pesta Siregar Purba, Johannes Riscy Purba, Lili Lia Selawani Purba, Mei Vionariska Purba, Renita Br Purba, Rudiarman Purba, Yoel Octobe Ramadhani, Ayu Reinha Rosari Simanungkalit Reni Manurung Reny Rianti Pakpahan Riama Yanti Panjaitan Rieke Nadya Sitanggang Rifka Sriwati Hutagaol Rio Parsaoran Napitupulu Risma Dame Silitonga Rizki Rizki Ronald Hasibuan Rugun Manalu Sanggam Magda Lasmaria Siahaan Saragih, Jovanka Happy Christine Saragih, Sonya Putri Four Saragih, Vita Riahni Selviana Napitupulu Siagian, Asister Siahaan, Meilina Sianipar, Ribka Sibagariang, Susy Alestriani Sibarani, Ega Putri Sani Siburian, Sofiah Leorensa Sidabutar, Meliana Sari Sidabutar, Ropinus Sidabutar, Yanti Arasi Sihaloho, Katrin Sihombing, Santa R Sihotang, Melani Kinasih Sijabat, Desi Sijabat, Osco Parmonangan Silaban, Ida Sihenrawati Silaban, Lusia Pebriyani Silalahi, Ayu Kristina Silitonga, Immanuel B.D Silitonga, Immanuel D B. Silitonga, Immanuel D.B Silitonga, Immanuel Doclas Belmondo Silitonga, Immanuel Dollar Belmondo Silitonga, Risma Dame Simanjuntak, Chuyn Evelina Simanjuntak, Clara Simanjuntak, Gina Wijaya Simanjuntak, Harry Cristofel Simanjuntak, Lasmaria Simanjuntak, Ovi Maria Simanjuntak, Tarida Alvina Simanullang, Yohanna Sinaga, Asima Rohana Sinaga, Asima Rohani Sinaga, Emi Gracella Sinaga, Fininta Sasronida Sinaga, Melsi Tiolina Sinaga, Nasif Maruli Sinaga, Siska Oktafia Sinurat, Vinnyta Cechylia Sirait, Esti Marlina Siregar, Esra Novelina Siregar, Pesta Siregar, Risro Sitanggang, Marco Christian Sitanggang, Yuli Sitinjak, Yusnita Sitohang, Dedy Sitohang, Roulina Sitorus, Ester Sitorus, Esther Sitorus, Veronika Dewi Sri Maya Simanjuntak Suprapto Manurung Suryani, Gita Tambunan, Marlina A. Tambunan, Marlina Agkris Tambunan, Marlina Angkris Tambunan, Meliati Tampubolon, Indah Tampubolon, Novitasari Tampubolon, Tasya Tasya Tampubolon Tengku Riza Zarzani N Theo Affany Dhea Purba Theresia Annori Purba Thesalonika, Emelda Tiara Samosir Tri Arti Esianna Dabukke Via Deboris Purba Vita Riahni Saragih Vita Riahni Saragih Vivi Imelda Simangunsong Widya Sridearni Saragih Yoel Octobe Purba Yosua Nagara Purba