Claim Missing Document
Check
Articles

Pembentukkan Karakter Anak Usia Dini Melalui Keterampilan Seni Mendongeng Engel Bertha Halena Gena; I Made Sutama; I Putu Mas Dewantara; Kadek Wirahyuni
Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Januari : Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Prodi. Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut Pesantren Sunan Drajat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/mudir.v7i1.1394

Abstract

The purpose of this study is to describe the art of storytelling skills in Early Childhood as a medium of education and entertainment, in shaping children's personalities, and guiding children's emotional intelligence. Character formation from an early age is very important so that children have a strong mentality when facing challenges, changes and certain situations in the future. The problems that are currently spreading in national life are the moral crisis and the crisis of role models. The moral crisis can be overcome through character building. In the scope of schools, character building can be applied through learning literature that has a moral dimension. We can say that the main function of children's literature is delce et utite 'to entertain and educate', which in practice are interconnected. Children's literature can play a role as an effective character builder because the moral values ​​(honesty, sacrifice, democracy, politeness, love, justice, and friendship) it carries are conveyed implicitly. The message of the story can be realized metaphorically so that the teaching and learning process takes place pleasantly and does not patronize. Instilling commendable characters in early childhood through fairy tales can be said to be the most effective because fairy tales are so close to their daily lives. The goal of literature education in Elementary Schools through fairy tales is in line with the goal of national education, namely the formation of humans who have good understanding, attitudes, and behavior. This research is a type of descriptive literature study. The sample in this study is a sample of the prose genre taken from local Sumbanese wisdom which is generally known by children such as Folk tales or fairy tales such as Watu Maladong, Wee Wini, Watu Kaweda and Pasola. Data collection techniques use library data collection methods, reading and recording, and processing research materials
Pengembangan E-Assessment Interaktif Berbasis Game Edukasi dalam Pembelajaran Aksara Bali di Kelas V SD Katolik Karya Singaraja nyana, Putu Suwid; Putrayasa, Ida Bagus; Martha, I Nengah; Wirahyuni, Kadek
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 10 No 1 (2025): Edisi April 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v10i1.2347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media evaluasi (assesments) berbasis game edukasi khususnya dalam mata pelajaran bahasa Bali pada materi aksara Bali wianjana. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Langkah-langkah pengembangan yang dilaksanakan yaitu (1) analisis masalah, (2) perencanaan, (3) pembuatan assesments berbasis game edukasi, (4) uji coba, (5) revisi 1, (6) validasi ahli, (7) revisi 2, dan (8) produk akhir. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas V SD Katolik Karya Singaraja dengan jumlah peserta didik 28 peserta didik. Objek penelitian ini adalah materi aksara Bali wianjana. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan angket. Instrumen validasi pada penelitian ini terdiri dari validasi ahli media dan ahli assessment, serta pendapat siswa. Analisis data menggunakan angket skala likert.Hasil analisis media e-assessment materi aksara Bali sangat layak diterapkan pada siswa kelas V di SD Katolik Karya Singaraja di mana dari hasil validasi dan angket kuesioner pendapat siswa masing-masing mendapatkan nilai 99, 94, dan 90 dengan interval 81<x<100% dengan kategori sangat layak. Implikasi dari engembangan e-assessment berbasis game edukasi dalam pembelajaran aksara Bali memiliki implikasi yang signifikan dalam berbagai aspek. Dalam pendidikan dapat meningkatkan hasil belajar siswa melalui penilaian yang interaktif dan menyenangkan. Secara sosial budaya, game edukasi ini berkontribusi pada pelestarian aksara Bali dengan membuatnya lebih relevan dan menarik bagi generasi muda, sehingga mendukung revitalisasi warisan budaya dan penguatan identitas lokal. Dari sisi teknologi, inovasi ini membuka peluang pelestarian budaya dan pengembangan teknologi pendidikan di era digital.
PENERAPAN METODE JELAJAH ALAM SEKITAR (JAS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS VIII : APPLICATION OF THE NATURE EXPLORATION METHOD (JAS) TO IMPROVE THE POETRY WRITING ABILITY OF GRADE VIII STUDENTS Indrawati, I Gusti Ayu Putri Indrawati; Wirahyuni, Kadek; Nurjaya, I Gede
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 15 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v15i2.99876

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengkaji penerapan metode Jelajah Alam Sekitar untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa di kelas VIII.E SMP Negeri 4 Abiansemal dan mengetahui respons siswa terhadap penerapan metode Jelajah Alam Sekitar dalam pembelajaran teks puisi. Subjek penelitian ini adalah guru pengampu mata pembelajaran bahasa Indonesia dan siswa kelas VIII.E SMP Negeri 4 Abiansemal. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif, Penerapan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa dan respon siswa terkait penerapan metode Jelajah Alam Sekitar (JAS) dalam pembelajaran menulis teks puisi. Kegiatan penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil rata-rata nilai pada kondisi awal sebesar 65% yang berkategori cukup, setelah dilakukan penerapan metode Jelajah Alam Sekitar (JAS) pada siklus I siswa memperoleh nilai rata-rata 75% yang termasuk berkategori positif, sehingga terjadi peningkatan dari kondisi awal ke siklus I sebesar 10%. Namun demikian, hal tersebut harus diperbaiki pada siklus II sehingga nilai rata-rata siswa menjadi 87,5% yang berkategori sangat positif. Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat peningkatan sebesar 12,5%. Selain itu, pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan metode Jelajah Alam Sekitar (JAS) berhasil meningkatkan respons siswa terhadap kegiatan menulis puisi yang memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai ruang dan objek pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam melakukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode lain yang sesuai dengan pembelajarannya, serta hendaknya guru bahasa Indonesia menggunakan metode ini sebagai salah satu metode alternatif yang bisa digunakan saat pembelajaran teks puisi.
GIMKIT DALAM EVALUASI MATERI TEKS BERITA: STUDI KASUS RESPONS SIKAP SISWA VII.10 DI SMP NEGERI 2 SINGARAJA : GIMKIT IN EVALUATING NEWS TEXT MATERIAL: A CASE STUDY OF STUDENTS' ATTITUDE RESPONSES VII.10 AT SMP NEGERI 2 SINGARAJA Pramesti, Wikan Ayu; Wirahyuni, Kadek; Dewantara, I Putu Mas
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 15 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v15i2.100448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan evaluasi berbantuan situs Gimkit dalam mata pelajaran teks berita yang dilihat dari respons sikap siswa kelas VII.10 SMP Negeri 2 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah kualitatif studi kasus dengan mengambil subjek siswa kelas VII.10 dan objek situs Gimkit sebagai media evaluasi pembelajaran yang diterapkan pada sub materi unsur pembangun dan unsur kebahasaan teks berita dan respons sikap siswa terhadap penerapan tersebut. Metode pengumpulan yang digunakan meliputi wawancara, observasi partisipasi pasif, kuesioner tertutup, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu kualitatif dan deskriptif kuantitatif untuk data kuantitatif. Hasil yang diperoleh, yaitu penerapan situs Gimkit berhasil dilakukan dan dapat diterima oleh seluruh siswa kelas VII.10 dengan baik. Penerapan ini membuat suasana saat kegiatan evaluasi pembelajaran menjadi menyenangkan, seru, dan ceria. Berdasarkan hal tersebut, respons sikap siswa terhadap penerapan evaluasi berbantuan situs Gimkit ini memperoleh keseluruhan rata-rata 4,25 yang berada di kategori “sangat baik” dari 85% siswa yang memberikan sikap positif terhadap penerapan evaluasi Gimkit. Dengan demikian, penerapan evaluasi berbantuan situs Gimkit terbukti efektif untuk menumbuhkan sikap siswa ke arah yang lebih positif.
GAMIFIKASI MEDIA DAN EVALUASI PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH MPK BAHASA INDONESIA DI UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA: MEDIA GAMIFICATION AND LEARNING EVALUATION IN INDONESIAN MPK COURSES AT UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA Wirahyuni, Kadek; Putrayasa, Ida Bagus; Rasna, I Wayan; Suandi, I Nengah
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 15 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v15i3.104126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gamifikasi sebagai medium instruksional dan instrumen evaluasi pada mata kuliah Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Bahasa Indonesia di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), menggunakan metode deskriptif analitis berlandaskan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap mahasiswa MPK Bahasa Indonesia di lokasi penelitian. Hasil studi mengidentifikasi penggunaan beragam aplikasi gamifikasi, seperti Nearpod, Web Interacty, dan Puprose Games terbukti meningkatkan efektivitas proses pembelajaran. Secara kuantitatif, implementasi gamifikasi berhasil mendongkrak rata-rata nilai mahasiswa secara signifikan, yaitu dari 8,0 menjadi 9,5. Selain itu, secara afektif, penggunaan aplikasi-aplikasi tersebut berkontribusi positif dalam meningkatkan sikap positif dan keterlibatan mahasiswa terhadap materi Bahasa Indonesia di Undiksha.
PEMANFAATAN KACAMATA VIRTUAL REALITY DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS DRAMA: UTILIZATION OF VIRTUAL REALITY GLASSES IN IMPROVING DRAMA TEXT WRITING SKILLS Putri, Kadek Dwi Utami; Darmayanti, Ida Ayu Made; Wirahyuni, Kadek
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 15 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v15i3.100102

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah pemanfaatan kacamata virtual reality, peningkatan hasil belajar siswa, dan respons siswa terhadap pemanfaatan kacamata virtual reality dalam meningkatkan keterampilan menulis teks drama di kelas XI.8 SMA Negeri 4 Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode observasi, tes, dan angket. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kacamata virtual reality berhasil meningkatkan keterampilan menulis teks drama siswa terutama dalam hal penentuan alur cerita dan pengembangan karakter tokoh. Terjadi peningkatan hasil belajar siswa dalam keterampilan menulis teks drama pada siklus I dan siklus II. Pada siklus I memperoleh skor rata-rata sebesar 75,00 (cukup) dan meningkat pada siklus II menjadi 82,13 (baik). Skor rata-rata respons siswa pada siklus I sebesar 78 (positif) dan meningkat pada siklus II menjadi 87 (sangat positif).
STUDI LITERATUR PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CIRC DENGAN TEKNIK CLOSE READING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA KRITIS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Mariyati, I Gusti Ayu; Sutama, I Made; Dewantara, I Putu Mas; Wirahyuni, Kadek
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.6183

Abstract

Critical reading skills, namely the ability to understand, analyze, and evaluate information in depth, are fundamental competencies in learning Indonesian. The low mastery of these skills is the background to the need for the implementation of effective learning models. This study focuses on the study of the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model integrated with the Close Reading Technique as an alternative to improve students' critical reading skills. An important stage in this approach is combining the teamwork structure of the CIRC model, which hones reading and writing skills in an integrated manner, with the in-depth analysis process of the Close Reading Technique. This technique encourages students to examine the text repeatedly to reveal the structure, choice of diction, and ideas contained therein. The results of the study show that the synergy between these two approaches creates a systematic and in-depth learning process. It is concluded that the application of the CIRC model with the Close Reading Technique is a strategic alternative that has been proven to be implemented effectively to significantly improve students' critical reading skills in learning Indonesian. ABSTRAKKeterampilan membaca kritis, yaitu kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mengevaluasi informasi secara mendalam, merupakan kompetensi fundamental dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Rendahnya penguasaan keterampilan ini menjadi latar belakang perlunya penerapan model pembelajaran yang efektif. Penelitian ini berfokus pada pengkajian model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) yang diintegrasikan dengan Teknik Close Reading sebagai alternatif untuk meningkatkan keterampilan membaca kritis siswa. Tahapan penting dalam pendekatan ini adalah menggabungkan struktur kerja sama tim dari model CIRC, yang mengasah kemampuan membaca dan menulis secara terpadu, dengan proses analisis mendalam dari Teknik Close Reading. Teknik ini mendorong siswa untuk memeriksa teks secara berulang guna mengungkap struktur, pilihan diksi, dan gagasan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara kedua pendekatan ini menciptakan proses pembelajaran yang sistematis dan mendalam. Disimpulkan bahwa penerapan model CIRC dengan Teknik Close Reading merupakan sebuah alternatif strategis yang terbukti dapat diimplementasikan secara efektif untuk meningkatkan keterampilan membaca kritis siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia secara signifikan.
STUDI LITERATUR PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TIME TOKEN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA Jayanti, Gusti Made Dwi; Sutama, I Made; Dewantara, I Putu Mas; Wirahyuni, Kadek
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.6184

Abstract

Speaking ability is a crucial aspect in education and daily life. However, many students face obstacles in developing it, such as shyness, lack of confidence, and limited vocabulary, which hinder active participation in class. This background is what drives the need for innovative learning models to overcome these problems. This study focuses on the assessment of the application of the Time Token Cooperative Learning Model as a strategy to improve students' speaking skills. Using a qualitative descriptive method with a literature study approach, this study systematically describes the main characteristics, implementation steps, and analyzes the advantages and disadvantages of this model, complete with solutions to overcome them. The main findings of this study indicate that the Time Token structure that provides equal opportunities to speak to each student has proven to be effective in encouraging active participation. This model has succeeded in building self-confidence and creating an interactive and enjoyable learning atmosphere. Thus, it is concluded that the Time Token Cooperative Learning Model is a very effective approach and can be implemented to significantly improve students' speaking skills. ABSTRAKKemampuan berbicara merupakan aspek krusial dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, banyak siswa menghadapi kendala dalam mengembangkannya, seperti rasa malu, kurang percaya diri, dan keterbatasan kosakata, yang menghambat partisipasi aktif di kelas. Latar belakang inilah yang mendorong perlunya model pembelajaran inovatif untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini berfokus pada pengkajian penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Time Token sebagai strategi untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini menguraikan secara sistematis karakteristik utama, langkah-langkah implementasi, serta menganalisis kelebihan dan kekurangan model ini, lengkap dengan solusi untuk mengatasinya. Temuan utama dari studi ini menunjukkan bahwa struktur Time Token yang memberikan kesempatan berbicara secara merata kepada setiap siswa terbukti efektif mendorong partisipasi aktif. Model ini berhasil membangun kepercayaan diri dan menciptakan suasana belajar yang interaktif serta menyenangkan. Dengan demikian, disimpulkan bahwa model pembelajaran Kooperatif Tipe Time Token merupakan pendekatan yang sangat efektif dan dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa secara signifikan.
INTEGRASI TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY DENGAN MODEL BLENDED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PANGANGGE TENGENAN Sari, Ni Putu Diana; Sutama, I Made; Dewantara, I Putu Mas; Wirahyuni, Kadek
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.6185

Abstract

This paper examines the integration of Augmented Reality (AR) technology with the Blended Learning (BL) model in the teaching of Pangangge Tengenan, a component of the grammatical structure in Balinese script. The study addresses challenges such as students’ low interest and limited comprehension of symbolic and abstract material, as well as the constraints of conventional media in visualizing the forms and functions of pangangge concretely. Employing a library research method, this study reviews various relevant sources to formulate the conceptual foundation, implementation strategies, and pedagogical implications of integrating AR and BL in culturally based learning. The findings suggest that AR facilitates understanding through interactive three-dimensional visual representations, while blended learning offers flexibility in time, access, and collaborative interaction between teachers and learners. The instructional syntax developed combines online and offline learning stages, with AR utilized during visualization and symbolic practice phases. These findings demonstrate that the integration of AR and BL has significant potential to support culturally grounded grammatical instruction and contributes to the preservation of Balinese script through pedagogical strategies that are innovative, participatory, and contextually relevant. ABSTRAKTulisan ini mengkaji tentang integrasi teknologi Augmented Reality (AR) dengan model Blended Learning (MBL) dalam pembelajaran Pangangge Tengenan sebagai bagian dari struktur gramatikal aksara Bali. Permasalahan yang diangkat dalam kajian ini berkaitan dengan rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap materi yang bersifat simbolik dan abstrak, serta keterbatasan media konvensional dalam memvisualisasikan bentuk dan fungsi pangangge secara konkret. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber literatur yang relevan untuk merumuskan konsepsi, implementasi, dan implikasi integrasi AR dan MBL dalam konteks pembelajaran berbasis budaya lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan AR mampu memfasilitasi pemahaman melalui representasi visual objek tiga dimensi yang interaktif, sedangkan pendekatan blended learning memberikan fleksibilitas waktu, akses, serta ruang kolaboratif antara guru dan peserta didik. Sintaks pembelajaran yang dikembangkan dalam kajian ini mengombinasikan tahapan daring dan luring secara terpadu dengan penerapan teknologi AR pada tahapan visualisasi dan praktik simbolik. Temuan ini memperlihatkan bahwa kolaborasi AR dan MBL memiliki potensi signifikan dalam mendukung pembelajaran gramatikal berbasis budaya, serta memberikan kontribusi terhadap pelestarian aksara Bali melalui strategi pedagogis yang inovatif, partisipatif, dan kontekstual.
The dynamics of Indonesian language adaptation in virtual communication among Generation Z using acronyms, abbreviations, and code-mixing Wirahyuni, Kadek; Putrayasa, Ida Bagus; Paramarta, Ketut; Suandi, Nengah; Rasna, Wayan
Indonesian Research Journal in Education |IRJE| Vol. 9 No. 02 (2025): IRJE |Indonesian Research Journal in Education
Publisher : Universitas Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/irje.v9i02.48326

Abstract

The primary objectives of this research were to identify the dominant patterns of acronyms and abbreviations, analyze the linguistic and social factors underlying their usage, and evaluate the impact of this phenomenon on the effectiveness, clarity, and communication norms among Generation Z in Bali. The research employed a sequential explanatory mixed-methods design, involving 450 respondents aged 13-28 years. The research findings indicated a high prevalence of acronyms and abbreviations in Gen Z's communication. The ten most dominant acronyms, such as "baper" (16.1%), "pansos" (12.6%), and "bucin" (11.2%), not only serve an efficiency function but also possess rich pragmatic implications. Similarly, abbreviations like "yg" (18.7%), "udah" (16.3%), and "ga" (15.1%) are frequently used, reflecting a strong preference for typing efficiency. Analysis also revealed that code-mixing occurred in 68.3% of the conversations examined, with lexical insertion (75.2%) being the most dominant type. The primary motivations behind these linguistic adaptations include a strong drive for communicative efficiency (saving typing time), the need to construct identity and foster in-group affiliation, and aspirations towards modernity and globalization.
Co-Authors A.A Istri Dewi Adhi Utami Adelia, Ni Putu Cahya Agus Aan Jiwa Permana Ahmad Abdan Syakur Ali Manshur Anita Dwi Berlian Putri Anjani, Arnum Hardyanti Ardiningsih, Ni Luh Putu Susi Arnum Hardyanti Anjani Ayu Cahyaningsih, Ni Made Bilal, Arpan Islami Budi, Imanuel Setyo Christina Purwanti, Christina Darmurtika, Linda Ayu Dewantara, Putu Mas Dewi, Ketut Ayu Suriantini Dian Syahfitri Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Engel Bertha Halena Gena Fajri Sidqi, Dias Gde Artawan Gede Arta Sujana Putra Hasbul, Wahyuni Hijriyah Hijriyah Holla Franciska I Gede Nurjaya I Gusti Agung Galuh Wismadewi I Gusti Agung Galuh Wismadewi I Gusti Ayu Niken Launingtia, I Gusti Ayu Niken I Ketut Paramarta I Made Sutama I Nengah Martha I Nengah Suandi I Nyoman Yasa I Putu Gede Sutrisna I Putu Gede Sutrisna . I Putu Mas Dewantara I Wayan Artika Ida Bagus Putrayasa Indrawati, I Gusti Ayu Putri Indrawati Jayanti, Gusti Made Dwi Juliantari, Ni Kadek M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . Made Sri Indriani Mahmud, Moh. Mariyati, I Gusti Ayu Mas Dewantara, I Putu Moon, Yuliana Jetia Nengah Martha, I Nengah Suandi Ni Made Dwi Cahyani Ni Made Rai Wisudariani Ni Putu Dwi Sucita Dartini nyana, Putu Suwid Pelipus Wungo Kaka Pramesti, Wikan Ayu Pramudhita, Kadek Denya Chandra Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Prof. Dr. I Wayan Rasna,M.Pd . Purnama, Yulian Purnawarman Purnawarman, Purnawarman Putri, Kadek Dwi Utami Putu Dewi Merlyna Yuda Pramesti Sari, Ni Putu Diana Sidaryanti, Ni Nyoman Asri Suandi, Nengah Sujana , I Putu Windu Mertha Sujana Putra, Gede Arta Susianti, Hartanti Woro SUTAMA, I. MADE Suwiwa, Gede Tania Dwitayanti Widiani, NI Ketut Widiani, Ni Made Yulian Purnama