Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Guru terhadap Program Pelatihan dan Kesiapan Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN Binong Gita Novia; Deri Hendriawan; Effy Mulyasari; Ida Triwahyuni; Nur Izzah Syahirah
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i1.97014

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka bertujuan meningkatkan fleksibilitas pembelajaran melalui pendekatan berbasis proyek dan diferensiasi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi guru dan kesiapan mereka dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di SDN Binong. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara dan observasi untuk pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru memiliki persepsi positif terhadap pelatihan, tetapi durasi yang singkat dan konten yang terlalu teoretis menjadi tantangan utama. Tingkat kesiapan guru dipengaruhi oleh pengalaman, dukungan rekan kerja, dan ketersediaan sumber daya. Simpulan menyarankan perlunya desain pelatihan yang kontekstual, metode penyampaian interaktif, dan pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas implementasi Kurikulum Merdeka.
Membangun Pola Pikir Deep Learning Guru Sekolah Dasar Boenga Jenny Hendrianty; Aldi Ibrahim; Sofyan Iskandar; Effy Mulyasari
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12, No 3 (2024): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v12i3.96699

Abstract

Peran krusial guru SD dalam membentuk dasar pemikiran dan kebiasaan belajar siswa sejak usia dini menyoroti pentingnya penerapan deep learning dalam konteks pendidikan dasar, terutama menghadapi tantangan global Abad 21 yang fokus pendidikannya bergeser dari sekadar menghafal informasi menjadi memahami, menganalisis, dan menciptakan solusi berbasis pengetahuan. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya pola pikir deep learning pada guru sekolah dasar (SD). Penelitian menggunakan metodologi Systematic Literature Review (SLR) untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola pikir deep learning dapat dibangun melalui pengembangan kurikulum berbasis konsep, pelatihan intensif guru, dan penerapan strategi pembelajaran interaktif. Membangun pola pikir deep learning pada guru sekolah dasar adalah sebuah proses yang membutuhkan komitmen, dedikasi, dan strategi yang terstruktur. Disorientasi konstruktif, refleksi kritis, dan seni adalah tiga elemen penting yang perlu diintegrasikan ke dalam program pengembangan profesional guru. Dengan pola pikir deep learning, guru sekolah dasar dapat menjadi fasilitator pembelajaran yang lebih efektif dan memberdayakan siswa untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang siap menghadapi tantangan abad ke-21.
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas IV di Sekolah Dasar Wiwin Winarti; Sofyan Iskandar; Effy Mulyasari
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12, No 3 (2024): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v12i3.96736

Abstract

Pembelajaran matematika menurut NCTM bertujuan agar siswa dapat memiliki dan mengembangkan kemampuan-kemampuan matematis, namun fakta yang ada dilapangan tidaklah sesuai dengan tujuan dari pembelajaran matematika dari NCTM. Berdasarkan hasil pengamatan pada saat pelaksanaan pembelajaran di salah satu sekolah dasar di Purwakarta, diperoleh fakta bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal-soal pemecahan masalah matematika masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV di sekolah dasar dan seberapa besar peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada kelas eksperimen setelah menggunakan model problem based learning. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah  quasi  exsperimental. Salah satu bentuk desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah The Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Penelitian dilakukan disalah satu sekolah di Purwakarta. Hasil penelitian ini (1) model problem based learning berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika dengan nilai rata-rata posstest kelas eksperimen diperoleh 61,93 sedangkan kelas kontrol 38,29, (2) peningkatan kemampuan pemecahan matematika setelah menggunakan model pembelajaran problem based learning pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol berdasarkan uji peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika nilai P- Value (sig 2₋tailed) yang diperoleh sebesar 0,000.
Analisis Pengembangan Media Dan Sumber Belajar Berbasis Teknologi Pada Pendidikan Dasar Reka Julianti; Effy Mulyasari; Deri Hendrawan; Yunita Puji Asih; Rani Citra Mutia Bakti
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i1.97314

Abstract

Pentingnya pengembangan media dan sumber belajar berbasis teknologi tidak hanya terkait dengan peningkatan hasil belajar, tetapi juga relevansi pendidikan di era digital. Penelitian ini menganalisis pengembangan media dan sumber belajar berbasis teknologi pada pendidikan dasar, dengan fokus pada peran media dalam mendukung pembelajaran. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis secara komprehensif temuan dan studi mengenai pengembangan media dan sumber belajar berbasis teknologi pada pendidikan dasar. Penelitian ini merupakan Tinjauan Literatur Sistematis (Systematic Literature Review) menggunakan pendekatan bibliometrik, dengan mengeksplorasi artikel-artikel yang dipublikasikan antara 2014-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media berbasis teknologi, seperti aplikasi interaktif dan media audio-visual, dapat meningkatkan keterlibatan siswa, mempermudah pemahaman materi, dan memberikan fleksibilitas pembelajaran. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan perangkat, keterampilan guru yang belum optimal, dan infrastruktur yang kurang memadai. Oleh karena itu, perlu ada peningkatan pelatihan guru dan penyediaan perangkat yang lebih baik untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan dasar.
Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Pendidikan Dasar: Analisis Bibliometrik Rani Citra Bakti; Effy Mulyasari; Deri Hendrawan; Ida Rahayu; Reka Julianti
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i1.97408

Abstract

Karakter bangsa menjadi salah satu fokus utama dalam pendidikan di abad ke-21, dengan Profil Pelajar Pancasila sebagai landasan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila pada siswa pendidikan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila melalui pendekatan bibliometrik dan Systematic Literature Review (SLR). Metode penelitian menggunakan analisis bibliometrik dengan bantuan perangkat lunak VOSviewer dan pengumpulan data melalui aplikasi Publish or Perish dari Google Scholar, menghasilkan 20 artikel relevan dari 780 artikel yang disaring menggunakan diagram alur PRISMA. 20 artikel ini menjawab 3 pertanyaan penelitian dan hasil penelitian menunjukkan tren peningkatan publikasi dalam 10 tahun terakhir dengan fokus pada penguatan karakter siswa, pengembangan nilai-nilai Pancasila, dan integrasi pendekatan pembelajaran inovatif dalam kurikulum. Penelitian juga mengidentifikasi bahwa penggunaan teknologi, kolaborasi antarpeneliti, serta pendekatan berbasis proyek memberikan dampak positif pada pembentukan karakter siswa. Dengan demikian, pembelajaran berbasis Profil Pelajar Pancasila terbukti relevan dalam membangun generasi yang adaptif, kritis, dan berjiwa kebangsaan. 
Analisis Kesesuaian Sumber Belajar Buku Teks "Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II" dengan Elemen Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka Yunita Pujiasih; Deri Hendriawan; Effy Mulyasari; Reka Julianti; Elmi Hanjar Bait
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.97897

Abstract

Pendidikan Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa dan memperkuat identitas nasional melalui integrasi nilai-nilai Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi relevansi buku teks "Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II" terhadap elemen Capaian Pembelajaran (CP) dan dimensi Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode analisis konten untuk mengidentifikasi kesesuaian materi dan aktivitas pembelajaran dengan elemen CP serta relevansi konteks lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks ini telah mencakup banyak elemen CP dan mendukung dimensi Profil Pelajar Pancasila seperti kemandirian, gotong royong, dan akhlak mulia. Namun, buku ini masih memerlukan penambahan konteks lokal dan aktivitas yang mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengayaan konteks lokal dan penerapan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman dapat meningkatkan kesesuaian buku teks dengan tujuan Kurikulum Merdeka.
Keterbatasan Kompetensi Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka: Studi Kasus di SDN Sanding 2 Hesti Wulandari; Effy Mulyasari; Deri Hendriawan; Dini Sugiarti; Rooa Kamel Hasan Abuluruq
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i1.96969

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menghadapi tantangan yang signifikan akibat keterbatasan kompetensi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan yang dihadapi guru di SDN Sanding 2 dalam mengimplementasikan kurikulum tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa guru mengalami kesulitan dalam memahami prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka, kurang mengaplikasikan metode pembelajaran inovatif, serta minim mengikuti pelatihan yang relevan. Keterbatasan tersebut menyebabkan ketidaksesuaian antara rencana dan pelaksanaan pembelajaran serta rendahnya keterlibatan siswa. Disimpulkan bahwa pelatihan berkelanjutan dan peningkatan fasilitas pendukung sangat penting untuk meningkatkan kompetensi guru dan keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka.
Peran Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Sekolah Dasar Dini Sugiarti; Deri Hendriawan; Effy Mulyasari; Hesti Wulandari; Naghm Zakarneh
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.97689

Abstract

Rendahnya minat belajar siswa merupakan tantangan signifikan dalam pendidikan dasar yang memengaruhi hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media pembelajaran dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas 5 SDN Sukacai 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berperan penting dalam meningkatkan minat belajar melalui beberapa aspek utama: menarik perhatian siswa, meningkatkan partisipasi aktif, dan membangkitkan antusiasme belajar. Penggunaan media visual dan interaktif memudahkan siswa dalam memahami konsep yang sulit, sementara guru merasa lebih terbantu dalam menyampaikan materi yang kompleks. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan fasilitas teknologi dan waktu persiapan. Studi ini menegaskan bahwa penggunaan media pembelajaran yang sesuai dapat memperbesar minat belajar siswa asalkan didukung oleh infrastruktur dan pelatihan guru yang memadai.
Tugas dan Fungsi Guru dalam proses Pendidikan di Pendidikan Dasar: Analisis Bibliometrik Muhammad Nasheh Ulwan; Effy Mulyasari; Deri Hendrawan; Nur Paridah; Elmi Hanjar Bait
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i1.96979

Abstract

Peran guru di pendidikan dasar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas pembelajaran dan perkembangan peserta didik, namun berbagai tantangan seperti kompleksitas peran dan tuntutan integrasi teknologi menuntut penelitian lebih lanjut untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas peran guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru melalui pendekatan bibliometrik berbasis tinjauan literatur sistematis. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan bibliometrik berdasarkan data yang diperoleh dari artikel ilmiah terindeks Google Scholar dalam rentang waktu 2014-2024. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk memvisualisasikan jaringan kata kunci dan memetakan tren penelitian terkait. Temuan menunjukkan bahwa literatur terkait berfokus pada aspek pengajaran, pengelolaan kelas dan pengembangan kurikulum. Guru dipandang memainkan peran penting sebagai fasilitator pembelajaran, pembimbing moral dan sosial, serta manajer kelas yang efektif. Tren penelitian dalam beberapa tahun terakhir mengindikasikan peningkatan perhatian terhadap kompetensi guru dalam menghadapi tuntutan abad ke-21 dan integrasi teknologi dalam pembelajaran. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa peran guru di pendidikan dasar sangat krusial dengan tren literatur yang menunjukkan kebutuhan akan peningkatan kompetensi profesional guru melalui pelatihan teknologi dan pendekatan pembelajaran inovatif untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.
Analisis Komparatif Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, dan Alur Tujuan Pembelajaran Kurikulum Merdeka dengan Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran pada Kurikulum 2013 Arwasih Arwasih; Effy Mulyasari; Deri Hendriawan; Elmi Hanjar Bait; Nurhayati Nurhayati
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i1.97155

Abstract

Perbedaan mendasar dalam struktur kurikulum antara Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) pada Kurikulum Merdeka dengan Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), Silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada Kurikulum 2013 menjadi isu penting untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif kesamaan dan perbedaan antara kedua kurikulum. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi dokumen dan analisis konten terhadap dokumen resmi serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas lebih besar kepada guru dalam merancang pembelajaran berbasis kebutuhan siswa, sementara Kurikulum 2013 lebih terstruktur dengan fokus pada pencapaian kompetensi dasar yang terukur. CP pada Kurikulum Merdeka menekankan kompetensi holistik, sedangkan KI-KD pada Kurikulum 2013 lebih rinci dan terstandar. ATP dalam Kurikulum Merdeka juga lebih fleksibel dibandingkan RPP dalam Kurikulum 2013 yang cenderung kaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kurikulum Merdeka menawarkan fleksibilitas lebih besar, sedangkan Kurikulum 2013 mempertahankan struktur sistematis untuk menjamin pencapaian kompetensi. 
Co-Authors Ahmad Suryadi Ahmad, Pajar Aldi Ibrahim Andhin Dyas Fitriani Anggraeni, Nur Oktavia Arie Rakmat Riyadi Arif Munandar Arni Rizkiah Arwasih Arwasih Badru Zaman Boenga Jenny Hendrianty Budi Setiawan Dadang Sukirman Dede Wiwin Rahmadini Della Amelia Deni Darmawan Depin Depila Deri Hendrawan Deri Hendriawan Derry Hendriawan Devi Anggraeni Dini Sugiarti Dinn Wahyudin, Dinn Dwi Heryanto Dwi Heryanto Dwi Heryanto Dwiana, Rika Elmi Hanjar Bait Eni Kurniasih Eroh Rokayah Eva Riyanti Eva Riyanti Evi Rahmawati Evi Rahmawati Faisal Sadam Muron Faisal Sadam Murron Febriani, Dinda Rizki Gazella, Shylvia Desty Gita Novia Gunawan Anggia R Gunawan Anggia Rahman Gunawan Anggia Rahman Herena Yanti Febriyanti Heryani, Rina Heryanto, Dwi Hesti Wulandari Ida Rahayu Ida Rahayu Ida Triwahyuni Ikmal Redzuan Ira Rengganis Isnaini Nurul Hayati Izzah Muyassaroh Juliati Juliati Juniatuz Zulfah Kurniasih, Eni Lina Herlina Linda Marselina Lisetiani, Fanni Greis Madroi Madroi Maria Ulfah Marpian Marpian Mela Darmayanti Mohammad Ali Mohammad Ali Mubarok Somantri Mufliva, Rosiana Muhamad Abdul Aziz Muhammad Nasheh Ulwan Naghm Zakarneh Nandang Budiman Non Dwishiera Cahya Anasta Nunung Jubaedah Nur Izzah Syahirah Nur Paridah Nuralvianti, Vema Nurdiansah, Yusup Nurhayati Nurhayati Nuriyani, Amalia Laila Prasetyo, Rifki Gagak Bayu Prisilia, Sindi Regina Putri Hanifah, Zahra Putri, Givani Nurhayati Rani Citra Bakti Rani Citra Mutia Bakti Ratih Shintia Devi Reka Julianti Reka Julianti Rifqy Muhammad Hamzah Rika Nurbayanti Rina Heryani Rina Heryani Roaa Aldwaik Rooa Kamel Hasan Abuluruq Rudi Susilana, Rudi Sabilah, Nur Syahrin Sakti, Yuda Candra Sendi Fauzi Giwangsa Shylvia Desty Gazella Siti Nurjanah Siti Patimah, Dewi Siti Saodah Sofyan Iskandar, Sofyan Sukirman, Dadang Tatat Hartati Tatat Hartati Toto Fathoni Tunissa, Izmi Fadhila Wiwin Winarti Wiwin Winarti Wulandari Wulandari Yunita Puji Asih Yunita Pujiasih