Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Orang Tua terhadap Pembelajaran Mitigasi Bencana Bagi Anak Usia Dini di Masa Covid-19 Khambali Khambali; Dinar Nur Inten; Dewi Mulyani; Funny Lichandra; Dies Tiwi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i3.1866

Abstract

Penelitian ini didasarkan akan pentingnya orang tua dalam mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran dalam mengenalkan dan mengembangkan pemahaman tentang mitigasi bencana bagi anak usia dini di masa pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengkaji peran orangtua dalam pembelajaran mitigasi bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui penyebaran angket terhadap 62 orang tua anak usia dini. Dalam penelitian ini terdapat beberaoa focus pertanyaan terkait: Orangtua menyiapkan tas siaga bencana di dalam rumah; Orang tua mengajarkan selalu bersyukur dan bersabar atas musibah; Kelekatan anak, dan Orang tua membantu menyiapkan media pembelajaran mitigasi bencana. Hasil penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa orang tua membantu dalam mengenalkan tentang konsep dan cara sederhana terkait mitigasi bencana juga adanya penyampaian Al-Quran dan hadits serta mahfudzot terkait mitigasi yang diramu melalui metode diskusi dan bercerita serta media yang menarik sehingga anak merasakan senang dan dapat menyampaikan ide serta gagasan terkait mitigasi dengan nyaman dan terwujudlah pembelajaran bermakna.
Al-Quran Literacy for Early Childhood with Storytelling Techniques Dewi Mulyani; Imam Pamungkas; Dinar Nur Inten
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v2i2.72

Abstract

Muslim children are part of the Muslims. They are the successors and propagators of the da'wah of the Muslims. It is an obligation for parents and teachers to provide them with the ability to read, write and understand the Qur'an as a guide for the lives of Muslims. With the literacy of Al-Quran from an early age, it is expected the generations of Muslims to understand and literate the guidelines of his life. However, children are different from adults. Early childhood teachers should choose the right techniques for early childhood. Children love the sound playing, fun, and freedom from stress. In this case, is offered one of the techniques favored by early childhood, that is storytelling techniques. This research method descriptive analytic with a qualitative approach. So that's this method can produce a clearer picture of Al-Quran literacy strategies for early childhood. In operational research, researchers conduct interviews, observation literature studies. The results showed that 75% of children in group A enjoyed Quranic literacy with storytelling techniques and in group B children 41,6% liked it too. Thus Al-Quran literacy through storytelling techniques is a fun and meaningful activity. 
Literasi Kesehatan pada Anak Usia Dini melalui Kegiatan Eating Clean Dinar Nur Inten; Andalusia Neneng Permatasari
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v3i2.188

Abstract

Kegiatan eating clean bekal sehat di RA Al-Muqoddasah dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian lembaga pendidikan terhadap kesehatan generasi penerus bangsa. Dengan menggunakan metode analisis dekriptif, peneliti menggambarkan bagaimana tumbuhnya kesadaran anak akan makanan sehat dari kegiatan Eating clean dan memperkenalkan anak untuk merasakan berbagai masakan dan olahan makanan sehat yang penuh gizi. Kegiatan tersebut terdiri atas fruit day, vegetable day, bread and milk day, tubers day, dan biscuit day. Hasilnya dari 25 orang anak 90% anak menyukai bekal makanan sehat yang bervariasi dan diolah dengan sehat dan 99% respon orang tua pun merasakan dampak dari eating clean, yaitu ketika mereka merasa terbantu untuk menyiapkan menu harian anak dan pengenalkan makanan sehat untuk anak. Pengenalan makanan sehat yang penuh nutrisi dan gizi seimbang bagi anak sedini mungkin sangatlah penting
Upaya Meningkatkan Keterampilan Mengajar Baca Tulis Al-Qur`an bagi Guru Nadri Taja; Dinar Nur Inten; Arif Hakim
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan mengajar guru madrasah diniyyah takmiliyyah melalui teknik menyimak, bermain, dan bercerita yang disingkat dengan teknik MATA. Penelitian dilaksanankan pada bulan oktober dengan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan model analisis kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah guru madrasah yang berada di 18 diniyyah takmiliyyah yang berlokasi di wilayah kabupaten Bandung tepatnya di kecamatan Pangalengan desa Lamajang. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru setelah menggunakan teknik MATA, yakni meningkat rata-rata sampai pada angka 78,9 %, mengalami peningkatan sejumlah 23,3% dari kemampuan awal rata-rata berada pada 49%. Adapun kendala yang dihadapi, misalnya guru sulit mengkondisikan anak untuk tetap fokus, mencari strategi agar anak tetap semangat dan antusias dalam mengikuti pelajaran, dan penguasaan dan penerapan teknik MATA masih belum maksimal. Sedangkan dampak positif penerapan teknik MATA ini meningkatkan keaktifan dan kreatifitas guru dan mampu melibatkan seluruh siswa dalam pembelajaran. Adapun saran yang direkomendasikan dalam penelitian ini adalah hendaknya diadakan pelatihan-pelatihan lainnya bagi guru, kemudian diberikan contoh-contoh praktek pembelajaran yang lebih banyak dalam bentuk buku dan CD pelatihan agar diperluas kembali jangkauannya.
Meningkatkan Penguasaan Kosakata Anak Usia Dini melalui Puisi Lagu Anak Dinar Nur Inten
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2018): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga.v2i2.4437

Abstract

Bahasa memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan anak. Sejak lahir ke dunia anak telah mengenal dan diperkenalkan bahasa oleh orang di sekitarnya. Untuk mengembangkan kemampuan berbahasanya anak tidak terlepas dari penguasaan kosakata, semakin banyak kosakata yang dimilikinya maka kemampuan berbahasa dan komunikasi anakpun akan semakin baik. Pembelajaran anak usia dini haruslah menyenangkan dan menarik sehingga akan melahirkan pembelajaran yang bermakna dan diingat oleh anak sepanjang hidupnya. Oleh karena itu peneliti memilih teknik puisi lagu untuk mengenalkan kosakata untuk anak usia dini utamanya usia 2-4 tahun dengan metode penelitian kualitatif. Puisi dan lagu akan menjadi salah satu teknik mengenalkan bahasa dan kosakata yang sesuai dengan perkembangan anak, karena puisi lagu sarat dengan permainan kata, nyanyian dan gerakan yang akan mengantarkan anak  nyaman dan menikmati pembelajaran yang dilaksanakan.  Kata Kunci: Kosakata, Anak Usia Dini, Puisi Lagu. Abstract Language plays a very important role in  child’s life. From birth to the world, children have known and introduced language by those around them. To develop the language’s ability for children it is inseparable from vocabulary mastery, the more vocabulary they have, the better their language skills and children’s communication. Early childhood learning must be fun and interesting so that it will give birth to learning that is meaningful and remembered by the chid  throughout his life. Therefore reserchers chose song poetry techniques to introduce vocabulary for early childhood espesially those aged 2-4 years  with qualitative research methods. Poetry and song will be one of teh teachnique to introduce language and vocabulary that are suitable for children’s development, because song poetry is full of word games, songs and movements taht will deliver the child comfortably and enjoy the learning thet is carried out.  Keywords: Vocabulary, Early Childhood, Song Poetry.   
Peran Keluarga dalam Menanamkan Literasi Dini pada Anak Dinar Nur Inten
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2017): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga.v1i1.2689

Abstract

Abstract The family is the first and foremost environment in the child's life. It is the family who has a very important role in developing the child's personality as well as in cultivating early literacy. This study aims to obtain information about the role of families in instilling early literacy in children in Kec. Cimaung, Kab. Bandung. The method used in this study is descriptive study. The data obtained is analyzed to know the meaning which is then presented in in form of narrative. The result of the research shows that the opportunity, motivation, and facilitation given by parents in developing early literacy at home is high. However,  the modelling activity conducted by the parent like reading, writing, telling stories to the children before going to bed, dictating the letters is still lacking. Thus, parents have not been able to make literacy activities into personalities and a habit at home. This has an impact on the low interest of children's literacy, especially in terms of forming simple words and stringing letters into words. Early literacy will grow well in the child if the parents are able to become a role model and direct examples in everyday life and make the activities of literacy as an important part of their personality. In the face of the digital age, parents are in demand to be able to use technology to introduce early literacy in the family that is adjusted to the level of child development. Through family role-modelling, children's involvement in literacy activities and support from all family members will make children love the culture of literacy. Children who grow in the literary environment will know a lot of information and be able to open the horizon of the world and ultimately will bring progress for himself, family, society and Indonesia. Keywords: Family, Early Literacy, and Children. Abstrak Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama dalam kehidupan anak. Keluargalah yang memiliki peran yang sangat penting dalam upaya mengembangkan kepribadian anak begitu pula dalam penanaman literasi dini.  Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai Peran keluarga dalam menanamkan literasi dini pada anak di Kec. Cimaung, Kab. Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini studi deskriptif, yaitu data yang diperoleh dianalisis untuk mengetahui makna dari data-data yang diperoleh dan di sajikan secara narasi. Hasil penelitian menunjukkan kesempatan, motivasi, dan fasilitasi yang diberikan orang tua dalam mengembangkan literasi dini di rumah cukup tinggi namun keteladanan seperti kegiatan orang tua membaca dan menulis, kegiatan bercerita bersama anak, bercerita sebelum tidur, kebiasaan orang tua untuk membacakan dan menyebutkan huruf-huruf yang di temui di sekitar anak masihlah kurang. Dan orang tua belum mampu menjadikan kegiatan literasi menjadi kepribadian serta sebuah kebiasaan di rumah. Hal ini berdampak pada rendahnya minat literasi anak terutama dalam hal membentuk, membuat kata-kata sederhana dan merangkai huruf menjadi kata. Literasi dini akan tumbuh dalam diri anak dengan baik jika orang tua mampu menjadi teladan dan contoh langsung dalam kesehariannya serta menjadikan kegiatan literasi sebagai bagian penting dari pribadinya. Dalam menghadapi era digital orang tua pun di tuntut dapat menggunakan teknologi untuk mengenalkan literasi dini dalam keluarga yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. Melalui keteladan dalam keluarga, keterlibatan anak dalam kegiatan literasi dan dukungan dari seluruh anggota keluarga akan menjadikan anak mencintai budaya literasi. Anak-anak yang tumbuh di lingkungan literat akan mengetahui banyak informasi dan mampu membuka cakrawala dunia dan akhirnya akan membawa kemajuan untuk dirinya, keluarga, masyarakat dan Indonesia.   Kata Kunci: Keluarga, Literasi Dini, dan Anak.
Growing Mother's Language Literation in A Family Environment Dinar Nur Inten; Dewi Mulyani; Khambali Khambali; Syifa Aghnia Zaenal; Aida Nur Khairunnisa
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2020): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga:jpaud.v4i1.6956

Abstract

Language is identical to culture, so culture will be sustainable if the community's language is firmly held and used in their daily lives. As one of the regional languages that have a major contribution to the Indonesian nation's progress, the Sundanese language is preserved correctly by using and teaching and exemplifying its use to this nation's future generations. This study aimed to determine the use of the Sundanese language and parents' methods in introducing the Sundanese language to children. This study used a survey method for parents who have early childhood with respondents as many as 545. This study proves that family, parents, and the surrounding environment have a considerable influence in planting literacy in the mother tongue, namely Sundanese for children. Through parents' ability to determine methods, packaging engaging activities, and designing innovative, creative media for learning Sundanese, it can help develop mother tongue literacy skills for children. It is proven that 45.9% of children can tell the Sundanese language, and 39.8% of children can speak Sundanese. and 51.4% of children are capable enough to use Sundanese in their daily life.Keywords: Mother Language, Literacy, Family, Sundanese Language. AbstrakBahasa identik dengan budaya, maka suatu budaya akan berkelanjutan apabila bahasa masyarakat tersebut dipegang teguh dan digunakan dalam kesehariannya. Bahasa Sunda sebagai salahsatu bahasa daerah yang memiliki sumbangsih besar untuk kemajuan bangsa Indonesia sudah sewajarnya dijaga kelestariannya, dengan tetap menggunakan dan mengajarkan serta mencontohkan penggunaannya kepada para generasi penerus bangsa ini.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan bahasa sunda dan metode yang digunakan para orang tua dalam mengenalkan bahasa sunda pada anak. Penelitian ini menggunakan metode survey kepada para orang tua yang memiliki anak usia dini dengan responden sebanyak 545 orang. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa keluarga, orang tua dan lingkungan sekitar memiliki pengaruh yang cukup besar dalam penanaman literasi bahasa ibu yaitu bahasa Sunda untuk anak. Melalui kemampuan orang tua dalam menentukan metode, mengemas kegiatan yang menarik serta mendesain media kreatif inovatif untuk pembelajaran bahasa Sunda dapat membantu mengembangkan kemampuan literasi bahasa ibu bagi anak hal ini terbukti 45,9% anak mampu bercerita bahasa Sunda dan 39,8% anak mampu ngawih dan 51,4% anak cukup mampu untuk menggunakan bahasa Sunda dalam kesehariannya. Kata Kunci: Bahasa Ibu, Literasi, Keluarga, Bahasa Sunda.
Implikasi Pendidikan dari QS Al-Hujurat Ayat 11 terhadap Pencegahan Perilaku Bullying Rani Sri Anggraeni; Dinar Nur Inten
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 1, No. 1, Juli 2021, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.616 KB) | DOI: 10.29313/jrpai.v1i1.34

Abstract

Abstract. increasingly prevalent both at home, school and the environment so if left unchecked it will have a negative impact both for victims, perpetrators and the surrounding community. This background statement reminds and encourages the need to analyze QS. Al-Hujurat verse 11. The purpose of this study is to: (1). get the results of the commentators about QS. Al Hujurat verse 11, (2). find the essence contained in QS Al Hujurat verse 11, (3) identify theories about the forms of bullying behavior and how to prevent it, (3). find the educational implications of QS Al-Hujurat verse 11 for the prevention of bullying behavior. This research uses a qualitative approach and the method used in this research is tahlily interpretation method and literature study. This study, several conclusions are obtained, namely: that in the QS. Al-Hujurat verse 11 contains a prohibition on mocking, mocking and criticizing his own brother. First, the prohibition of making fun of a people is forbidden. People who like to make fun of are those who feel proud (proud of themselves) with themselves, even though those who can be mocked are more clean-hearted than people who make fun of. Second, the prohibition of self-deprecation both with words, deeds, and cues. Self-deprecation is meant so that we do not criticize others, because it is likened if we reproach others then we self-deprecate. Third, the prohibition of calling with a bad call. A believer must not call a brother in faith with a title that is not pleasant to hear, to make himself angry. Essence of QS. Al-Hujurat verse 11 (1). Allah created human beings as equals with more dignity than other creatures, (2). Strengths and weaknesses in humans are something that sunatullah need not be arrogant or intended, (3). Fellow humans must respect each other, love and maintain their honor, (4). Harassment, harassment and humiliation of human values ​​is a despicable character that is forbidden by religion. Educational Implications of QS. Al-Hujurat verse 11 on the prevention of bullying behavior, namely: (1). Foster tolerance by respecting and respecting the rights and obligations of others (2). Cultivating a humble attitude, (3). Cultivating the attitude of brotherhood, (4). Devoted to Allah. Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena perilaku bullying yang semakin marak baik di rumah, sekolah maupun lingkungan maka jika dibiarkan akan berdampak negatif baik untuk korban, pelaku maupun komunitas di sekitarnya. Pernyataan latar belakang ini mengingatkan dan mendorong kepada perlunya menganalisis QS. Al-Hujurat ayat 11. Tujuan Penelitian ini adalah untuk: (1). memperoleh hasil pemikiran para mufassir tentang QS. Al Hujurat ayat 11, (2). menemukan esensi yang terkandung dalam QS Al Hujurat ayat 11, (3) mengidentifikasi teori-teori tentang bentuk-bentuk perilaku bullying dan cara pencegahannya, (3). menemukan implikasi pendidikan dari QS Al- Hujurat ayat 11 terhadap pencegahan perilaku bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan di penelitian ini adalah metode tafsir tahlily dan studi kepustakaan. Penelitian ini, diperoleh beberapa kesimpulan yaitu: bahwa di dalam QS. Al-Hujurat ayat 11 terdapat larangan mengolok-olok, mengejek dan mencela saudaranya sendiri. Pertama larangan mengolok-olok terhadap suatu kaum merupakan suatu hal yang haram. Orang yang suka mengolok-olokkan adalah orang yang merasa ujub (bangga diri) dengan dirinya, padahal boleh jadi orang yang diolok-olokkan itu lebih bersih hatinya daripada orang yang mengolok-olokkan. Kedua, larangan mencela diri sendiri baik dengan ucapan, perbuatan, maupun isyarat. Mencela diri sendiri dimaksudkan agar kita tidak mencela orang lain, karena diibaratkan jika kita mencela orang lain maka kita mencela diri sendiri. Ketiga, larangan memanggil dengan panggilan yang buruk. Seorang Mukmin tidak boleh memanggil saudara seiman dengan gelaran-gelaran yang tidak enak didengar, hingga membuat dirinya marah. Esensi QS. Al-Hujurat ayat 11 (1). Allah menciptakan manusia sederajat dengan martabat yang lebih dari makhluk lainnya, (2). Kelebihan dan kekurangan pada manusia adalah sesuatu yang sunatullah tidak usah di sombongkan atau direndakahkan, (3). Sesama manusia harus saling menghargai, menyayangi dan menjaga kehormatannya, (4). Pelecehan, perundungan, dan perendahan nilai-nilai kemanusiaan adalah akhlak tercela yang di larang Agama. Implikasi Pendidikan dari QS. Al-Hujurat ayat 11 terhadap pencegahan perilaku bullying yaitu: (1). Menumbuhkan sikap toleransi dengan menghormati dan menghargai hak dan kewajiban orang lain (2). Menumbuhkan sikap rendah hati, (3). Menumbuhkan sikap persaudaraan, (4). Bertaqwa kepada Allah.
Efektivitas Penggunaan Media Busy Book dalam Meningkatkan Life Skill pada Anak Usia 3-4 Tahun di Playgroup X Siti Jenab; Dinar Nur Inten
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 1, No.1, Juli 2021, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.681 KB) | DOI: 10.29313/jrpgp.v1i1.155

Abstract

Abstract. This research is motivated by the problems found in the field, namely there are still many children who have not been able to take care of themselves properly, such as buttoning clothes, wearing shoes and brushing teeth. This is evident when completing activities children are still dependent and assisted by parents and teachers while at school. The purpose of this study is to prove the effectiveness of using busy book media in improving life skills for children aged 3-4 years in Playgroup X. This study uses the Pre-experimental method with the type of One Group Pre-Test Post-Test Design. At the pre-test stage, the researchers conducted initial observations to determine the initial abilities of life skills in children aged 3-4 years at the Smart Kindergarten Playgroup before being given treatment, the next stage was to give treatment to children during learning activities using busy book media, the last stage was the post-test stage. The test was conducted to determine the ability of the end of life skills in children aged 3-4 years in Playgroup Smart Kindergarten after being given treatment. The results of this study showed that most children experienced an increase after being given treatment using a busy book, indicating that the ability to button clothes was that there were no children who had not yet developed, 35.4% of children began to develop, 31.3% of children developed as expected, and 33, 3% of children are developing very well. In the ability to wear shoes, there are 3.0% of children who have not developed, 25.0% of children who are starting to develop, 28.0% of children who develop as expected, and 44.0% of children who develop very well. In the ability to brush their teeth there are 2.0% of children who have not developed, 20.0% of children who are starting to develop, 43.0% of children who develop as expected, and 35.0% of children who develop very well. proven through the Paired Sample T-Test test, namely (p = 0.001 <0.005) which means Ho is rejected and Ha is accepted, so it can be concluded that busy book media is effective for improving life skills in children aged 3-4 years in the X playgroup. Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang ditemukan pada saat dilapangan yaitu masih banyaknya anak yang belum mampu dalam mengurus dirinya sendiri dengan baik, seperti mengancingkan baju, memakai sepatu dan menggosok gigi. Hal ini terbukti ketika menyelesaikan aktivitas anak masih bergantung dan dibantu oleh orang tua maupun guru ketika di sekolah. Tujuan dari penelitian ini yaitu membuktikan efektivitas penggunaan media busy book dalam meningkatkan life skill pada anak usia 3-4 tahun di Playgroup X. Penelitian ini menggunakan metode Pre-eksperimen dengan jenis One Group Pre-Test Post-Test Design. Pada tahap pre-test peneliti melakukan observasi awal untuk mengetahui kemampuan awal life skiil pada anak usia 3-4 tahun di Playgroup Smart Kindergarten sebelum diberikan treatment, tahap selanjutnya yaitu memberikan treatment pada anak saat kegiatan pembelajaran menggunakan media busy book, terakhir yaitu tahap post-test dilakukan untuk mengetahui kemampuan akhir life skill pada anak usia 3-4 tahun di Playgroup Smart Kindergarten setelah diberikan treatment. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak mengalami peningkatan setelah diberikan treatment menggunakan busy book menunjukkan bahwa kemampuan mengancingkan baju yaitu tidak ada anak yang belum berkembang, 35,4% anak mulai berkembang, 31,3% anak berkembang sesuai harapan, dan 33,3% anak berkembang sangat baik. Pada kemampuan memakai sepatu terdapat 3,0% anak yang belum berkembang, 25,0% anak yang mulai berkembang, 28,0% anak yang berkembang sesuai harapan, dan 44,0% anak berkembang sangat baik. Pada kemampuan menggosok gigi terdapat 2,0% anak yang belum berkembang, 20,0% anak yang mulai berkembang, 43,0% anak yang berkembang sesuai harapan, dan 35,0% anak yang berkembang sangat baik.serta adanya perbedaan yang signifikan setelah dibuktikan melalui uji Paired Sample T-Test yaitu (p=0,001<0,005) yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa media busy book efektif untuk meningkatkan life skill pada anak usia 3-4 tahun di playgroup X.
Upaya Guru Mengatasi Kesulitan Peserta Didik Kelas VI dalam Membaca Al-Qur’an di SDIT Al-Maqom Cimahi Putri Tatim Aulia; A. Mujahid Rasyid; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.536 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3704

Abstract

Abstract. Many parents want their children's education to be better, especially in the field of Islam, one of which is in terms of reading the Qur'an, many parents choose to send their children to Islamic-based schools, entrust their children to school and entrust their children's education to schools such as in SDIT Al-Maqom Cimahi where the storefront is a school but inside is a boarding school, so that children get more education in the field of Islam. Based on the results of a survey in the field regarding the ability to read the Qur'an of class VI students, there are 25% or 14 students out of 55 students who are still having difficulties. The purpose of the study was to determine the efforts of religious teachers to overcome the difficulties of class VI students at SDIT Al-Maqom Cimahi in reading the Qur'an. The approach used in this study is a qualitative research approach with descriptive methods, data sources obtained from primary and secondary data and data collection techniques through interviews, observations and questionnaires. The results of the discussion discuss the difficulties experienced by students in reading the Qur'an, namely in understanding the hijaiyah letter, the difficulty in understanding the hijaiyah letter and the difficulty in understanding recitation. Then the factors that affect students' difficulties in reading the Qur'an are because of the students' internal factors. Then external factors, from the school environment and environmental factors of friends. Efforts that can be made to overcome the difficulties of SDIT Al-Maqom students in reading the Qur'an are carried out by schools and grade VI teachers of SDIT Al-Maqom. Abstrak. Banyak orang tua yang menginginkan pendidikan anaknya lebih baik terutama dalam bidang agama Islam, salah satunya yaitu dalam hal membaca Al-Qur’an, banyak orang tua memilih memasukkan anaknya di sekolah yang berbasis Islami, mempercayakan anaknya disekolah dan menitipkan pendidikan anaknya kepada sekolah seperti di SDIT Al-Maqom Cimahi dimana etalasenya adalah sekolah namun di dalamnya pesantren, dengan begitu anak memperoleh banyak pendidikan bidang agama Islam lebih banyak. Berdasarkan hasil survey di lapangan terkait kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik kelas VI terdapat 25% atau 14 peserta didik dari 55 siswa yang masih mengalami kesulitan. Tujuan penelitian untuk mengetahui upaya guru agama yang dilakukan dalam mengatasi kesulitan peserta didik kelas VI SDIT Al-Maqom Cimahi dalam membaca Al-Qur’an. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, sumber data diperoleh dari data primer dan sekunder dan teknik pengambilan data melalui wawancara, observasi dan angket. Hasil pembahasan membahas kesulitan yang dialami siswa dalam membaca Al-Qur’an yaitu dalam pemahaman huruf hijaiyah kesulitan pemahaman huruf hijaiyah Dan kesulitan dalam pemahaman tajwid. Lalu faktor yang mempengaruhi siswa kesulitan dalam membaca Al-Qur’an yaitu karena faktor internal diri siswa. Lalu faktor eksternal, dari lingkungan sekolah dan faktor lingkungan teman. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan siswa SDIT Al-Maqom dalam membaca Al-Qur’an dilakukan oleh sekolah dan guru kelas VI SDIT Al-Maqom.
Co-Authors 10030220001, Indah Alia Nurlatifah 10030220003, Adelia Rosma Nurul Assifa 10030220039, Siti Indah Wulandari 10030221048, Venita Nurpahmi Putri Adwiyah, Rabiatul Aep Saepudin Aep Saepudin Afifah Fauziah Ahmad Fanani Aida Nur Khairunnisa Aida Nur Khairunnisa Alhamuddin Andalusia N Permatasari Andalusia Neneng Permatasari Andi Murniati Arif Hakim Arlianty, Lia Shafira Asep Dudi Suhardini Asysyipa Nur Azizah Ibrahim Ayi Sobarna Az-Zahra, Sabrina Syawalina Dea Amelia Putri Dedih Surana Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dies Tiwi Dini Aisyah Fauziah Dita Fitri Eko Surbiantoro Enoh Erhamwilda Erhamwilda Erhamwilda Fauzi, Sabiyla Fitroh Fitroh Hayati Funny Lichandra Ghina Nabila Putri Haditsa Qur'ani Nurhakim Helmi Aziz Ibrahim Natzia Ahimsa Ikin Asikin Ikin Asikin Ikin Asikin, Ikin Khambali Khambali, Khambali Lathifah Nur 'Abidah Masnipal Mahrun Masnipal Marhun Masnipal Marhun Masnipal Marhun Miftahudin Wirtadipura Mubiar Agustin Muftia Salma Nurpadilah Muhamad Imam Pamungkas Muhammad Garly Aditya Nadri Taja NAFIQOH, HENI Nan Rahminawati Nastiti Lutfiah Ramadhani Nenden Rani Rinekasari Neni Rohaeni Nidya Intan Fujianti Nisa Nurzakiyah Nur Aulia Mursalin Nur Aulia Mursalin Nurhamida Peni Widianti Nugraha Mulia Permatasari, Andalusia N Putri Tatim Aulia R. Latifah Ahmad Rabiatul Adwiyah Raden Jihan Fauzianti Achsan Rani Sri Anggraeni Rasyid, A. Mujahid Ratna Juwita Reni Risma Nursolihat Resty Hadianingtyas Rizani Adawiyah Rizqa Saroya Agnia Rizqi, Anzilni Ahsani Rossa Anggreni Ryan Dwi Puspita Salma Afifah Nuryani Shinta Mellani Salsabila Siti Jenab Siti Marwah Nurmuffidah Susanti Agustina, Susanti Susi Setiawati Syifa Aghnia Zaenal Tegar Maulana Terra Aurelia Triastuti, Yulis Widiyanto, Kelik Nursetiyo Wiliani, Wiliani Yani Achdiani Yoyoh Jubaedah Zirli Fera Zaira Zunaba