Claim Missing Document
Check
Articles

Implikasi Pendidikan dari Surat An-Nahl Ayat 57-59 mengenai Budaya Masyarakat Arab Jahiliah atas Kelahiran Anak Perempuan terhadap Pendidikan Kaum Wanita Ibrahim Natzia Ahimsa; Aep Saepudin; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.076 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3792

Abstract

Abstract. One of the ignorant cultures of ignorance is that the ignorant Arabs do not like the birth of daughters because girls are considered a symbol of weakness and burden for the family or a tribe, even they carry out very sadistic and cruel behavior, namely burying baby girls alive. This kind of culture is opposed by Islam, Allah SWT in general criticizes it in several verses of the Koran, one of the verses that criticizes this behavior is QS An-Nahl verses 57-59. The purpose of this research is to find out the views of the exegetes regarding Qs An-Nahl verses 57-59, look for educational values or wisdom as well as the essence of Qs An-Nahl verses 57-59, add insight on how to educate women according to education experts, and put forward the educational implications of QS An-Nahl 57- 59. The method used in this research is a descriptive method, namely an investigation method that tells, analyzes, and classifies in an organized and systematic manner accurately about the educational implications of Qs. An-Nahl verses 57-59 by collecting and interpreting existing data, and using the tahili interpretation method, which is a method of describing the descriptions of the meaning contained in the verses of the Qur'an by following the orderly arrangement or sequence of the letters. and the verses of the Qur'an itself with more or less analysis in it. The results of the research of QS An-Nahl verses 57-59 are: (1) ignorant culture on the shame of giving birth to a girl causes the development of discrimination against women. (2) both men and women are equally glorious in the eyes of Allah SWT, the only difference is their piety. (3) Women need education as a means to make women intelligent and pious. Abstrak. Salah satu budaya Jahiliah yang begitu bodohnya yaitu mereka masyarakat Arab jahiliah tidak menyukai kelahiran anak perempuan karena anak perempuan dianggap sebagai suatu simbol kelemahan dan beban bagi keluarga atau suatu kabilah, bahkan mereka melakukan perilaku yang amat sadis dan kejam yaitu mengubur hidup-hidup bayi perempuan. Budaya seperti ini ditentang oleh Islam, Allah Swt secara garis besar mengkritiki hal tersebut dalam beberapa ayat Al-Quran salah satu ayat yang mengkritiki perilaku tersebut yaitu QS An-Nahl ayat 57-59. Tujuan dari penelitian ini sebagai sarana mengetahui pandangan para muffasir mengenai Qs An-Nahl ayat 57-59, mencari nilai-nilai pendidikan atau hikmah maupun esensi dari Qs An-Nahl ayat 57-59,menambah wawasan bagaiamana pendidikan kaum wanita menurut para ahli pendidikan, serta mengemukakan implikasi pendidikan QS An-Nahl 57-59. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu metode penyelidikan yang menuturkan, menganalisa, dan mengklasifikasikan secara tersusun dan sisitematis dangan tepat tentang implikasi pendidikan dari Qs. An-Nahl ayat 57-59 dengan mengumpulkan dan menafsirkan data yang ada, serta menggunakan metode tafsir tahili yaitu suatu metode mendeskripsikan uraian-uraian makna yang terkandung dalam ayat-ayat alQur‟an dengan mengikuti tertib susunan atau urut-urutan surat-surat dan ayat-ayat al-Qur‟an itu sendiri dengan sedikit banyak melakukan analisis didalamnya. Hasil dari penelitian QS An-Nahl ayat 57-59 adalah: (1) budaya jahiliah atas rasa malu kelahiran anak wanita menimbulkan berkembangnya diskriminasi terhadap kaum wanita. (2) baik laki-laki maupun wanita sama mulianya dimata Allah Swt,yang membedakan hanyalah ketakwaannya. (3) Wanita memerlukan pendidikan sebagai sarana untuk menjadikan wanita yang cerdas dan bertakwa.
Nilai-Nilai Pendidikan dari Q.S Al-A’raf Ayat 179 tentang Pentingnya Optimalisasi Peran Hati, Akal, Penglihatan dan Pendengaran dalam Menghindari Perilaku Lalai (Ghaflah) Rizani Adawiyah; Enoh; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.297 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3892

Abstract

Abstract. Negligent behavior is a behavior that is wrong with all existing potential and energy. Of course, such an attitude does not provide any benefit, instead it harms and destroys. The Qur'an emphasizes the corruption of this tendency and calls it negligence. Many people neglect Allah commands, even stay away from Allah, worship is not on time, and many sunnah practices are abandoned. This problem shows that humans are deceived by the life of the world. A lot of time is spent on worldly affairs, but for the affairs of the hereafter only time is left and sometimes it is still considered negligent. The aims of this study were to: (1) To identify the content of Q.S. Al-A'raf verse 179 according to the opinion of the commentators. (2) To pull the essence of Q.S Al-A'raf verse 179. (3) To identify ghaflah according to experts. (4) To pull educational values contained in Q.S. Al-A'raf verse 179 about the importance of optimizing the role of the heart, mind, sight, and hearing in avoiding negligent behavior (ghaflah). This study uses a descriptive qualitative analysis method, this type of research uses a literature study and the data collection technique uses a documentation review technique by searching for or investigating matters related to the object of research. The results of the study of educational values from Q.S Al-A'raf verse 179 about the importance of optimizing the role of the heart, mind, sight and hearing in avoiding negligent behavior (ghaflah) are as follows: (1) Humans are required to cultivate a fear of Allah swt. (2) Humans are required to be serious in utilizing the potential of the heart, reason, sight and hearing and to grow gratitude for the potentials that Allah has given. (3) Humans are required to maintain human values by utilizing the potential of the heart, reason, sight and hearing proportionally in order to avoid animal traits. (4) Humans are required to keep asking for Allah protection to avoid laziness and negligence. Abstrak. Perilaku lalai merupakan suatu perilaku yang salah terhadap segenap potensi dan energi yang ada. Tentunya sikap lalai sama sekali tidak memberikan manfaat, tetapi akan membahayakan dan membinasakan. Al-Qur’an menegaskan rusaknya kecenderungan seperti ini dan menamakannya sebagai kelalaian. Banyak orang-orang yang melalaikan perintah Allah, bahkan menjauh dari Allah, ibadah tidak tepat waktu, dan amalan sunnah pun banyak yang ditinggalkan. Permasalahan ini menunjukkan bahwa manusia terperdaya dengan kehidupan dunia. Banyak waktu yang dihabiskan untuk urusan dunia, namun untuk urusan akhirat hanya waktu sisa dan terkadang masih dinilai lalai. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Untuk mengidentifikasi isi kandungan Q.S. Al-A’raf ayat 179 menurut pendapat para mufassir. (2) Untuk menarik esensi dari Q.S Al-A’raf ayat 179. (3) Untuk mengidentifikasi ghaflah menurut para ahli. (4) Untuk menarik nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Q.S. Al-A’raf ayat 179 tentang pentingnya optimalisasi peran hati, akal, penglihatan, dan pendengaran dalam menghindari perilaku lalai (ghaflah). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis, jenis penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dan teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik telaah dokumentasi dengan mencari atau menyelidiki hal-hal terkait objek penelitian. Hasil penelitian dari Nilai-nilai pendidikan dari Q.S Al-A’raf ayat 179 tentang pentingnya optimalisasi peran hati, akal, penglihatan dan pendengaran dalam menghindari perilaku lalai (ghaflah) adalah sebagai berikut: (1) Manusia diharuskan untuk menumbuhkan rasa takut akan siksaan Allah Swt. (2) Manusia dituntut untuk bersungguh-sungguh dalam memanfaatkan potensi hati, akal, penglihatan dan pendengaran serta menumbuhkan rasa syukur atas potensi-potensi yang telah Allah berikan. (3) Manusia diharuskan untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan dengan memanfaatkan potensi hati, akal, penglihatan dan pendengaran secara proporsional agar terhindar dari sifat-sifat binatang. (4) Manusia diharuskan untuk tetap meminta perlindungan Allah Swt. agar dihindarkan dari kemalasan dan kelalaian.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dalam Penggunaan Gadget Kepada Anak terhadap Perkembangan Bicara Anak Usia 3-4 Tahun di Kec. Cibeunying Kidul Asysyipa Nur Azizah Ibrahim; Erhamwilda; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.591 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.3502

Abstract

Abstract. Children today are born in the era of digital technology, as parents must be wise in using gadgets for their children, because the use of gadgets among children can’t be avoided or simply released. This study uses descriptive quantitative research with a survey approach method. The sample in this study amounted to 75 people who have the age of 3-4 years. This study aims to determine the effect of parenting on the use of gadgets and speech development of children aged 3-4 years in Cibeunying Kidul District, Bandung City. Data were collected on 75 parents of children using a questionnaire or questionnaire. The majority of parenting tendencies in the use of gadgets are mostly applied to democratic parenting with a percentage value of 66.10%. And for the development of children’s speech, namely the ability to speak with a percentage value of 37.22%. Abstrak. Anak-anak zaman sekarang terlahir di era teknologi digital, sebagai orang tua harus bijak dalam penggunaan gadget kepada anak, karena penggunaan gadget dikalangan anak-anak tidak dapat dihindarkan atau dilepaskan begitu saja. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatis deskriptif dengan metode pendekatan survei. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 75 orang yang memiliki usia 3-4 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua dalam penggunaan gadget dan perkembangan bicara anak usia 3-4 tahun di Kecematan Cibeunying Kidul, Kota Bandung. Pengambilan data dilakukan terhadap 75 orang tua anak dengan menggunakan angket atau kuesioner. Mayoritas kecenderungan pola asuh orang tua dalam penggunaan gadget banyak diterapkan pada pola asuh demokratis dengan nilai persentase 66,10%. Dan untuk perkembangan bicara anak yaitu pada kemampuan bicara dengan nilai persentase 37,22%.
Analisis Faktor Internal dan Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Keterlambatan Bicara (Speech Delay) Anak Usia 5,9 Tahun Terra Aurelia; Nan Rahminawati; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.169 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.3504

Abstract

Abstract. The research focuses on analyzing internal and external factors that affect speech delay in a family member aged 5,9 years in Kotabaru. This study aims to analyze internal factors and external factors that affect speech delay in children aged 5,9 years in Kotabaru, as well as provide recommendations for handling internal factors and external factors for children aged 5,9 years. This research uses a qualitative approach with the type of case study research. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The results showed that the internal factors that affect speech delay in children aged 5,9 years are physical disability and gender. External factors that affect speech delay in children aged 5,9 years are the order/number of children, mother's education, technology (gadgets), and family functions, as well as recommendations for handling internal and external factors of speech delay in children aged 5,9 years old is often invites children to talk or interact, confirm the vocabulary or sentences of children, and do simple activities that can stimulate children's language development. Abstrak. Penelitian berfokus untuk menganalisis faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi keterlambatan bicara (speech delay) salah satu anggota keluarga usia 5,9 tahun di Kotabaru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan Faktor eksternal yang mempengaruhi Keterlambatan Bicara (Speech Delay) Anak Usia 5,9 Tahun di Kotabaru, serta memberikan rekomendasi untuk penanganan faktor internal dan faktor eksternal anak usia 5,9 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa faktor internal yang mempengaruhi keterlambatan bicara (speech delay) anak usia 5,9 tahun adalah kecacatan fisik dan jenis kelamin. Faktor eksternal yang mempengaruhi keterlambatan bicara (speech delay) anak usia 5,9 tahun adalah urutan/jumlah anak, Pendidikan ibu, teknologi (gadget), dan fungsi keluarga, serta rekomendasi untuk penanganan faktor internal dan eksternal keterlambatan bicara (speech delay) anak usia 5,9 tahun adalah sering mengajak anak berbicara atau berinteraksi, membenarkan kosakata atau kalimat anak, dan melakukan kegiatan-kegiatan sederhana yang mampu menstimulus perkembangan bahasa anak.
Meningkatkan Kemampuan Menyimak melalui Penggunaan Media Buku Cerita Bergambar Anak Usia 5-6 Tahun di TK Riyadhul Ulfah Dita Fitri; Masnipal Marhun; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.127 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.3545

Abstract

Abstract. The research is motivated by the problem of learning activities in children, namely listening to language. The purpose of this study is to improve listening skills through the use of picture story books for children aged 5-6 years. The type of research used is classroom action research which consists cycle is carried out in three meetings. With the procedures used, planning, action, observation and reflection. The subjects in this study were 13 students who were in class B in Riyadhul Ulfah Kindergarten. The data collection tool used is an observation sheet to determine the treatment strategy in improving listening skills through the use of picture storybooks as media. With data analysis that is the percentage. This research has implications as a teacher’s effort to improve children’s listening skills through the use of picture story books as media. The results showed an increase in children’s listening skills through the use picture story books media for children aged 5-6 years from the results of cycle I, cycle II, and cycle III with the strategis media, class settings, activity time, interaction patterns and teacher instructions. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan dalam kegiatan pembelajaran pada anak, yaitu kemampuan bahasa. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan menyimak melalui penggunaan media buku cerita bergambar pada anak usia 5-6 tahun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (Action Research Clasroom) yang terdiri dari tiga siklus, dimana setiap siklusnya dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan. Dengan prosedur yang digunakan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 13 orang anak didik yang merupakan kelas B di TK Riyadhul Ulfah. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi untuk mengetahui kemampuan menyimak anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi perlakuan dalam meningkatkan kemampuan menyimak melalui penggunaan media buku cerita bergambar. Dengan analisis data yaitu persentase. Penelitian ini berimplikasi sebagai upaya guru dalam meningkatkan kemampuan menyimak anak melalui penggunaan media buku cerita bergambar. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan menyimak anak melalui penggunaan media buku cerita bergambar anak usia 5-6 tahun dari hasil pra siklus, siklus I, siklus II, dan siklus III.
Pola Asuh Orang Tua dalam Membentuk Perilaku Sopan Santun Berbicara Anak Usia Dini (4 -6 Tahun) di Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung Dini Aisyah Fauziah; Erhamwilda; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.01 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.4589

Abstract

Abstract. The main problem is formulated as follows: 1) How is the parenting pattern in shaping the behavior of polite speech for early childhood (4-6 years) in Cileunyi sub-district, Bandung district? 2) What are the obstacles faced by parents in shaping the polite behavior of speaking for early childhood (4-6 years) in Cileunyi sub-district, Bandung district? 3) How do parents overcome these obstacles, so that polite behavior is formed in early childhood (4-6 years) in Cileunyi sub-district, Bandung district? This research method uses quantitative research, with survey research methods. The population and sample of the study were all parents in Cileunyi District, Bandung Regency who had children aged 4-6 years. The main data collection tool is using a questionnaire. The questionnaire instrument before being used was tested to determine the validity and reliability of the instrument. Analysis of the data used is Univariate Analysis. The results showed that the parenting pattern owned by parents was mostly authoritarian parenting as much as 68.8% and the obstacles faced by parents were parents were confused in overcoming the polite behavior of children in their daily lives. .3% fall into the fairly good category. Applying habituation daily behavior towards children as one of the parents almost entirely 93.8% always tell children to say thank you when getting help from others with almost all of them being applied using the method of educating children through attention from parents 78.8%. Abstrak. Pokok masalah tersebut dirumuskan sebagai berikut: 1) Bagaimana pola asuh orang tua dalam membentuk perilaku sopan santun berbicara anak usia dini (4-6 Tahun) di kecamatan cileunyi kabupaten bandung? 2) Kendala apa yang dihadapi orang tua dalam membentuk perilaku sopan santun berbicara anak usia dini (4-6 Tahun) di kecamatan cileunyi kabupaten bandung? 3) Bagaimana cara orang tua mengatasi kendala tersebut,agar terbentuknya perilaku sopan santun berbicara pada anak usia dini (4-6 Tahun) di kecamatan cileunyi kabupaten bandung? Metode penelitian ini mengunakan penelitian kuantitatif, dengan metode penelitian Survei. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh orang tua di Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung yang memiliki anak usia 4-6 Tahun. Alat pengumpul data yang utama menggunakan angket. Instrumen angket sebelumdigunakan, dilakukan pengujian untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen. Analisis data yang digunakan yaitu Analisis Univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang dimiliki orangtua yaitu sebagian besar pola asuh otoriter sebanyak 68,8% dan kendala yang dihadapi orangtua yaitu orangtua kebingungan mengatasi perilaku sopan santun anak dalam keseharian, Perilaku sopan santun berbicara anak usia dini yang diterapkan oleh orangtua hampir seluruhnya 76,3% masuk ke dalam kategori cukup baik. Menerapkan perilaku keseharian pembiasaan terhadap anak sebagai salah satunya orangtua hampir seluruhnya 93,8% selalu memberitahu anak untuk mengucapkan terimakasih apabila mendapatkan bantuan dari orang lain dengan hampir seluruhnya diaplikasikan menggunakan metode mendidik anak melalui perhatian dari orangtua 78,8%.
Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Mencetak dengan Teknik Stencil Print pada Anak Kelompok A di TK Al – Amin 2 Kota Bandung Nur Aulia Mursalin; Ayi Sobarna; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.4663

Abstract

Abstract. The background of this research is based on the problems that the researchers found in group A Tk Al-Amin 2, children's fine motor skills are hampered because of online learning activities, children's movements become less so that they experience limitations in the media in online learning and activities that involve fine motor skills are lacking. varies, so that children's fine motor skills are hampered. This study aims as an alternative to improve children's fine motor skills through printing activities with the stencil print technique in group A in TK Al - Amin 2. The method used is Class Action Research (action research) The subjects of this study were 10 children. The data were collected using observation, documentation, and interview techniques. The analysis technique in this study was carried out by selecting the results of observations of the learning process carried out by educators and students in class. The data obtained in this study were in the form of observations and field notes. Data analysis carried out by researchers was the results of research in each cycle. The success in this study was 75%. The results of the observation showed that the pre-cycle results scored before the action with the criteria of BSH 0%, BB 30%, Cycle I at meeting 1 with criteria for MB 70%, BSH 30%, Cycle I Meeting 2 reached 50%, and the first cycle meeting 3 got the criteria for MB 40%, BSH 60%, in the second cycle meeting 1 with the results of MB 40%, BSH 60%, the second cycle meeting 2 with the results of MB 30%, BSH 70%, the second cycle meeting 3 with the results of MB 20%, BSH 80%. So it can be concluded that the results of this study prove that through printing activities with the stencil print technique can improve children's fine motor skills in toddlers. group A ages 4-5 years. Abstrak. Latar belakang penelitian ini yaitu berdasarkan permasalahan yang peneliti temukan pada kelompok A Tk Al –Amin 2 kemampuan motorik halus anak menjadi terhambat di karenakan pada kegiatan pembelajaran daring pergerakan anak menjadi kurang sehingga mengalami keterbatasan dalam media pada pembelajaran online adapun dan kegiatan yang melibatkan motorik halus kurang bervariasi,sehingga keterampilan motorik halus anak menjadi terhambat.Penelitian ini bertujuan sebagai alternatif untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan mencetak dengan teknik stencil print pada kelompok A di TK Al – Amin 2.Metode yang di gunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (action research).Subjek penelitian ini sebanyak 10 anak.Pengumpulan data menggunakan teknik observasi,dokumentasi,dan wawancara. Teknik analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menyeleksi hasil observasi terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh pendidik dan anak didik dikelas .Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa hasil observasi dan catatan lapangan.Analisis data yang dilakukan oleh peneliti yaitu hasil penelitian pada tiap siklus.Indikator keberhasilan dalam penelitian ini yaitu 75%.Hasil observasi menunjukkan hasil prasiklus mencetak sebelum tindakan dengan kriteria BSH 0 %,BB 30 %, Siklus I pada pertemuan 1 dengan kriteria nilai MB 70%, BSH 30%, Siklus I Pertemuan 2 mencapai 50 %, dan siklus I pertemuan 3 mendapat kriteria MB 40%, BSH 60%, Pada siklus ke II pertemuan 1 dengan hasil MB 40%,BSH 60%, siklus ke II pertemuan 2 dengan hasil MB 30%, BSH 70%, siklus ke II pertemuan 3 dengan hasil MB 20%,BSH 80%.Maka dapat di simpulkan bahwa hasil penelitian ini membuktikan bahwa melalui kegiatan mencetak dengan teknik stencil print dapat meningkatkan motorik halus anak pada anak kelompok A usia 4 -5 tahun.
Implikasi Pendidikan QS Al-Kahfi Ayat 70 tentang Etika Komunikasi Murid kepada Guru Ratna Juwita; Dinar Nur Inten
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v2i2.1518

Abstract

Abstract. The purpose of this study is to collect the opinions of the mufassir about the interpretation of Qs. Al-Kahfi verse 70; Discovering the essence of Qs. Al-Kahfi verse 70; Collecting Opinions of educational experts on the ethics of student communion to teachers in studying; Formulate the educational implications of Qs. Al-Kahfi verse 70 on the ethics of student communion to teachers in studying. This research uses the type and approach of library studies (library research). Methods and techniques for collecting studies in the form of literature studies. Research activities are carried out by examining more deeply the various interpretations and books related to the core of this research problem. The essence of Qs. Al-Kahfi verse 70: 1) Obey and obey the rules and regulations when the position is in study. 2) Do not interrupt the conversation and listen to each explanation first. 3) Be patient and patient by not rushing to get answers from each explanation. 4) Do not ask or speak before being welcome. Implications Qs. Al-Kahfi verse 70: 1) Obey and respect all rules and regulations. 2) Communicate with good language and be polite when speaking. 3) Empathy as well as being a good listener when others speak. 4) Ask or talk if you are welcome. 5) Be afraid and patient when studying. Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengumpulkan pendapat para mufassir tentang tafsiran Qs. Al-Kahfi ayat 70; Menemukan esensi dari Qs. Al-Kahfi ayat 70; Mengumpulkan Pendapat para ahli pendidikan tentang etika komuniasi murid kepada guru dalam menuntut ilmu; Merumuskan implikasi pendidikan dari Qs. Al-Kahfi ayat 70 terhadap etika komuniasi murid kepada guru dalam menuntut ilmu. Penelitian ini menggunakan jenis dan pendekatan kajian kepustakaan (library research). Metode serta teknik pengumpulan kajian berupa study literatur. Kegiatan penelitian yang dilakukan dengan cara mengkaji secara lebih dalam dari berbagai tafsir dan buku yang berhubungan dengan inti masalah penelitian ini. Esensi dari Qs. Al-Kahfi ayat 70: 1) Patuh dan taat terhadap peraturan dan ketentuan ketika posisi sedang dalam menuntut ilmu. 2) Tidak menyela pembicaraan dan mendengarkan setiap penjelasan terlebih dahulu. 3) Bersikap tawadhu serta sabar dengan tidak terburu-buru untuk mendapatkan jawaban dari setiap penjelasan. 4) Tidak bertanya atau berbicara sebelum dipersilahkan. Implikasi Qs. Al-Kahfi ayat 70: 1) Patuh dan hormat terhadap segala peraturan dan ketentuan. 2) Berkomunikasi dengan bahasa yang baik serta bersikap sopan saat berbicara. 3) Empati serta menjadi pendengar yang baik saat orang lain berbicara. 4) Bertanya atau berbicara jika sudah dipersilahkan. 5) Bersikap tawadhu dan sabar saat menuntut ilmu.
Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Mencetak dengan Teknik Stencil Print Nur Aulia Mursalin; Ayi Sobarna; Dinar Nur Inten
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v2i2.1157

Abstract

Abstract. The background of this research is based on the problems that researcher found in group A Tk X that children's fine motor skills are hampered because in online learning. This study aims as an alternative to improve children's fine motor skills through printing with the stencil print technique in group A in TK X. The method used is action research. The analysis technique by selecting the results of observations on the learning process by educators and students in the class. The results of the observation showed that pre-cycle results scored before action with the criteria of BSH 0%, BB 30%, Cycle I at meeting 1 with the criteria of MB 70%, BSH 30%, Cycle I Meeting 2 reached 50%, and cycle I meeting 3 got MB criteria. 40%, 60% BSH, in the second cycle meeting 1 with the results of MB 40%, 60% BSH, the second cycle meeting 2 with the results of MB 30%, BSH 70%, the second cycle meeting 3 with the results of MB 20%, BSH 80%. The results prove that printing activities with stencil print technique can improve children's fine motor skills in group A children aged 4-5 years. Abstrak. Latar belakang penelitian ini berdasarkan permasalahan yang peneliti temukan pada kelompok A Tk X, kemampuan motorik halus anak menjadi terhambat dikarenakan pada kegiatan pembelajaran daring pergerakan anak dan kegiatan yang melibatkan motorik halus kurang bervariasi. Penelitian ini bertujuan sebagai alternatif untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan mencetak dengan teknik stencil print pada kelompok A di TK X. Metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (action research). Teknik analisis penelitian ini dilakukan dengan cara menyeleksi hasil observasi terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan pendidik dan anak didik dikelas. Hasil observasi menunjukkan hasil prasiklus mencetak sebelum tindakan dengan kriteria BSH 0 %,BB 30 %, Siklus I pada pertemuan 1 dengan kriteria nilai MB 70%, BSH 30%, Siklus I Pertemuan 2 mencapai 50 %, dan siklus I pertemuan 3 mendapat kriteria MB 40%, BSH 60%, Pada siklus ke II pertemuan 1 dengan hasil MB 40%,BSH 60%, siklus ke II pertemuan 2 dengan hasil MB 30%, BSH 70%, siklus ke II pertemuan 3 dengan hasil MB 20%,BSH 80%. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kegiatan mencetak dengan teknik stencil print dapat meningkatkan motorik halus anak pada anak kelompok A usia 4 -5 tahun.
Pengenalan Huruf Hijaiyah dengan Metode Tilawati Menggunakan Kartu Huruf Hijaiyah pada Anak Usia 3-4 Tahun Nidya Intan Fujianti; Masnipal Marhun; Dinar Nur Inten
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v2i2.1277

Abstract

Abstract. This study aims to improve children's ability to recognize hijaiyah letters through the tilawati method using hijaiyah letter cards for children aged 3-4 years. The introduction of hijaiyah letters under study were knowing hijaiyah letters, pronouncing/reciting hijaiyah letters, and writing hijaiyah letters. This type of research is classroom action research developed by Kurt Lewin. The subjects of this study were 5 children of group A RA X. The data analysis technique was carried out by descriptive statistical analysis. The results showed that children's ability to recognize hijaiyah letters through the tilawati method could be improved using hijaiyah letter cards. The pre-cycle shows that many children who have not developed in recognizing hijaiyah letters, pronouncing/reciting hijaiyah letters, and writing hijaiyah letters. First cycle results showed an increase in the ability of children who began to develop in knowing the letters of hijaiyah, pronouncing / reciting the letters of hijaiyah, and writing the letters of hijaiyah. Then in the second cycle, the results showed that many children were developing according to expectations in recognizing hijaiyah letters, and pronouncing letters. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal huruf hijaiyah melalui metode tilawati menggunakan kartu huruf hijaiyah pada anak usia 3-4 tahun. Pengenalan huruf hijaiyah yang diteliti yaitu mengetahui huruf-huruf hijaiyah, mengucapkan/melafazkan huruf hijaiyah, dan menulis huruf hijaiyah. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh kurt lewin. Subjek penelitian ini adalah 5 anak kelompok A RA X. Metode pengumpulan data melalui pengamatan/observasi, dokumentasi, dan lembar unjuk kerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan anak dalam mengenal huruf-huruf hijaiyah melalui metode tilawati dapat ditingkatkan menggunakan kartu huruf hijaiyah. Pada pra siklus menunjukan bahwa masih banyak anak yang belum berkembang dalam mengenal huruf-huruf hijaiyah, mengucapkan/melafazkan huruf hijaiyah, dan menulis huruf hijaiyah. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus I mulai terjadi peningkatan kemampuan anak yang mulai berkembang dalam mengetahui huruf-huruf hijaiyah, mengucapkan/melafazkan huruf-huruf hijaiyah, dan menulis huruf-huruf hijaiyah. Kemudian siklus II menunjukan hasil yang semakin meningkat banyak anak yang berkembang sesuai harapan dalam mengenal huruf-huruf hijaiyah, dan mengucapkan huruf-huruf. Pada siklus III menunjukan banyak anak yang berkembang sangat baik. Pada kemampuan menuliskan banyak anak yang mencapai berkembang sesuai harapan.
Co-Authors 10030220001, Indah Alia Nurlatifah 10030220003, Adelia Rosma Nurul Assifa 10030220039, Siti Indah Wulandari 10030221048, Venita Nurpahmi Putri Adwiyah, Rabiatul Aep Saepudin Aep Saepudin Afifah Fauziah Ahmad Fanani Aida Nur Khairunnisa Aida Nur Khairunnisa Alhamuddin Andalusia N Permatasari Andalusia Neneng Permatasari Andi Murniati Arif Hakim Arlianty, Lia Shafira Asep Dudi Suhardini Asysyipa Nur Azizah Ibrahim Ayi Sobarna Az-Zahra, Sabrina Syawalina Dea Amelia Putri Dedih Surana Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dies Tiwi Dini Aisyah Fauziah Dita Fitri Eko Surbiantoro Enoh Erhamwilda Erhamwilda Erhamwilda Fauzi, Sabiyla Fitroh Fitroh Hayati Funny Lichandra Ghina Nabila Putri Haditsa Qur'ani Nurhakim Helmi Aziz Ibrahim Natzia Ahimsa Ikin Asikin Ikin Asikin Ikin Asikin, Ikin Khambali Khambali, Khambali Lathifah Nur 'Abidah Masnipal Mahrun Masnipal Marhun Masnipal Marhun Masnipal Marhun Miftahudin Wirtadipura Mubiar Agustin Muftia Salma Nurpadilah Muhamad Imam Pamungkas Muhammad Garly Aditya Nadri Taja NAFIQOH, HENI Nan Rahminawati Nastiti Lutfiah Ramadhani Nenden Rani Rinekasari Neni Rohaeni Nidya Intan Fujianti Nisa Nurzakiyah Nur Aulia Mursalin Nur Aulia Mursalin Nurhamida Peni Widianti Nugraha Mulia Permatasari, Andalusia N Putri Tatim Aulia R. Latifah Ahmad Rabiatul Adwiyah Raden Jihan Fauzianti Achsan Rani Sri Anggraeni Rasyid, A. Mujahid Ratna Juwita Reni Risma Nursolihat Resty Hadianingtyas Rizani Adawiyah Rizqa Saroya Agnia Rizqi, Anzilni Ahsani Rossa Anggreni Ryan Dwi Puspita Salma Afifah Nuryani Shinta Mellani Salsabila Siti Jenab Siti Marwah Nurmuffidah Susanti Agustina, Susanti Susi Setiawati Syifa Aghnia Zaenal Tegar Maulana Terra Aurelia Triastuti, Yulis Widiyanto, Kelik Nursetiyo Wiliani, Wiliani Yani Achdiani Yoyoh Jubaedah Zirli Fera Zaira Zunaba