Claim Missing Document
Check
Articles

Feminisme Sosialis: Gerakan Clara Zetkin dalam Perjuangan Identitas dan Kelas Perempuan di Jerman 1891-1917 Meylawati, Nur Insani; Supriatna, Nana; Darmawan, Wawan
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 12, No 2 (2023): Media Pembelajaran Sejarah berbasis Keterampilan Abad 21
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v12i2.38928

Abstract

This research aims to conduct an in-depth study of the role of Clara Zetkin and the women’s movement in Germany. The main problem raised in this study is “How was Clara Zetkin’s struggle in the socialist women’s movement in Germany?” The research used the historical method through four stages: heuristics, criticism, interpretation, and historiography. For a more profound analysis, this research uses three theories: socialism, feminism, and social movement. Zetkin also combined feminist and socialist ideas in her movement. She brought the feminist-socialist idea as a weapon against capitalism that oppressed women, and she was not only focused on the gender issues but also on the social class problems. In her struggle, Zetkin used Die Gleichheit as a platform to educate female workers so that they could participate in the class struggle that led to the liberation of women.
Richard Lionheart dan Shalahuddin Al Ayyubi dalam Perebutan Kota Suci Yerusalem Syaelendra, Rangga; Suwirta, Andi; Darmawan, Wawan
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 12, No 2 (2023): Media Pembelajaran Sejarah berbasis Keterampilan Abad 21
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v12i2.25787

Abstract

This study discusses the strategy and pattern of battle carried out by Richard Lionheart, the leader of the Western nations, and Shalahuddin Al-Ayyubi, the leader of the Arabs. This research uses a historical method consisting of four steps: heuristics, criticism, interpretation, and historiography. This research also uses a multidisciplinary approach by taking the concepts of war, leadership, and the holy city to discuss the research themes raised. Based on the study’s results, Richard Lionheart and Shalahuddin Al-Ayyubi had different journeys in their background, occupying positions that made them leaders of two different nations, where Richard Lionheart became King of British. In contrast, Shalahuddin Al-Ayyubi became the nation’s king. Richard Lionheart and Shalahuddin Al-Ayyubi also have strategies and patterns of fighting that are different from one another, with their advantages and disadvantages giving each of them an advantage over their opponents. Besides that, the two nation’s leaders fighting over the Holy City of Jerusalem has the same importance to the Holy City of Jerusalem; for both the leaders of this nation, both Western and Arab nations, Jerusalem is a city that not only has a religious relationship for these two nations, which in addition to having the religious ties, the two nations also had the same historical ties in the past to this Holy City of Jerusalem. These two nations feel they have the same rights in the Holy City of Jerusalem.
Penerapan Metode Storytelling untuk Meningkatkan Kemampuan Historical Imagination Siswa dalam Pembelajaran Sejarah (Penelitian Tindakan Kelas XI IPS 2 SMAN 7 BANDUNG) Wulandari, Kristi; Kusmarni, Yani; Darmawan, Wawan
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 13, No 1 (2024): Media Pembelajaran Digital dalam Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v13i1.28437

Abstract

This research is motivated by the complexity found by researchers in class XI IPS 2 of SMAN 7 Bandung, namely the ability of historical imagination that is low in students' ability to learn history. While this ability is important to help students imagine in reconstructing and explaining historical stories. The main objective of this research is to improve the ability of students' historical imagination in learning history. Indicators developed in this study are the results of research researchers who discuss about experts, namely the discussion of the idea of a chain script, the product of a serial story script, the discussion of the packaging of a serial script, and the making of storytelling. This class action research was carried out for two cycles where one cycle contained three actions using the Ebbut model which consisted of discussions about focus and initial planning (plan), action implementation (observation), observation (observation), implementation of the research process (reconnaissance), and reflection (reflection). The results showed an increase in the imagination of history in each cycle after applying the method of storytelling in learning history. This can be seen from the increase in the achievement of values in each indicator. Based on these data it can be concluded that the application of storytelling method can be an alternative to improve the ability of students' historical imagination in learning history at SMAN 7 Bandung.
Jawasentris dalam Wacana Buku Teks Sejarah Indonesia Gemilang, Gian Fajar; Darmawan, Wawan; Winarti, Murdiyah
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 7, No 1 (2024): Kritik Sosial dalam Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v7i1.50815

Abstract

Sukarnya penyampaian materi buku teks Sejarah Indonesia yang menggambarkan Indonesia secara komprehensif memiliki kecenderungan berpusat pada Jawa memberi kesan penekanan peristiwa Jawa yang lebih banyak muncul dalam buku teks. Dari fenomena tersebut penelitian ini kemudian berfokus pada deskripsi jawasentris dalam buku teks Sejarah Indonesia terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan menggunakan jenis penelitian analisis isi kritis metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa jawasentris muncul pada penempatan peristiwa Jawa yang lebih banyak dan menempatkan catatan peristiwa sejarah wilayah lain sebagai pelengkap narasi. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini mencakup elemen topik, skema, makna hingga penekanan penulis pada wacana buku teks. Walau demikian dominasi Jawa dalam wacana tidak dapat disebutkan jawasentris karena hampir keseluruhan wacana buku teks telah berupaya mencantumkan wilayah luar Jawa namun dengan deskripsi yang tidak sedetail peristiwa Jawa. Penelitian ini juga memberikan gambaran bahwa peristiwa Jawa memiliki pembahasan lebih luas dibandingkan dengan peristiwa luar Jawa yang dideskripsikan dengan cakupan yang terbatas.
Analisis Kemampuan HOTS Peserta Didik melalui History In Digital Literacy Era Transisi Pandemi Covid-19 di Sekolah Menengah Atas Negeri Darmawan, Wawan; Mulyana, Agus; Winarti, Murdiyah; Pangestu, Dimas Aldi
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 6, No 2 (2023): Pembelajaran Sejarah berbasis Digital
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v6i2.63255

Abstract

Covid-19 telah membawa dampak yang luar biasa bagi dunia pendidikan, termasuk di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pembelajaran sejarah berbasis literasi digital dalam sejarah imasa transisi pandemi covid-19 ke new normal serta menganalisis kemampuan HOTS peserta didik melalui literasi digital dalam sejarah di SMA. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan mix method dengan metode sequential exploratory. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes dan dokumnetasi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik sejumlah 143 di SMAN 8 Bandung. Teknik analisis data yang digunakan dalam metode kualitatif adalah analisis interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, display data dan kesimpulan. Sementara analisis data kuantitatif menggunakan analisis deskriptif dan independent simple t-test untuk menguji hipotesis. Pembelajaran sejarah selama pandemi covid-19 dan transisi ke keadaan normal pembelajaran menggunakan literasi digital dalam sejarah. Guru mendorong peserta didik, agar peserta didik lebih memahami dan dapat menyelesaikan tugas yang diberikan, menggunakan sumber-sumber digital seperti jurnal, video, buku online dan artikel online yang kredibel. Penggunaan literasi digital tersebut terlihat dalam tingkat kemampuan HOTS peserta didik pada pembelajaran Sejarah Indonesia yang belum optimal karena tidak terdapat perbedaan tingkat kememapuan OTS peserta didik baik di kelas IPA atau IPS dengan hasil signifikansi 0.821 0.05. Kemampuan  HOTS peserta didik belum optimal juga karena masih berada pada skor MIPA 69.9 dan IPS 69.5. Ketuntatasan dari peserta didik mencapai 67 orang dan 76 belum tuntas. Hal ini disebabkan oleh interaksi guru yang rendah pada masa pandemi covid-19 dan transisi covid-19 serta penggunaan gadget berbasis literasi digital pada peserta didik yang tidak efektif untuk pembelajaran.
Penanaman Nilai-Nilai Multikultural dalam Tradisi Budaya Lokal di Aceh Musthafa, Nurul Qhatami; Darmawan, Wawan
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 2 (2024): Sosial Horizon ( Jurnal Pendidikan Sosial)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i2.7293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penanaman nilai-nilai multikultural dalam tradisi budaya lokal di Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa Aceh merupakan provinsi yang multikultral dengan memiliki berbagai suku, bahasa, tradisi, dan budaya. Di Aceh penanaman nilai-nilai multikultural sudah diterapkan yang mana terdapat beberapa nilai-nilai multikultural yang ada dalam kehidupan masyarakat Aceh, yaitu: keanekaragaman, keterbukaan, keadilan, toleransi, harmonisasi, pendidikan, dan kebutuhan akan identitas. Keberagaman masyarakat Aceh yang berasal dari latar belakang yang berbeda seperti suku, agama, ras, budaya, dan bahasa menjadi bukti bahwa masyarakat Aceh merupakan masyarakat multikultural.
a GAGASAN “INDONESIA RAYA” DI SEMENANJUNG MALAYA DALAM SEJARAH PERGERAKAN Eka Cipta, Samudra; Kanumoyoso, Bondan; Darmawan, Wawan
KALPATARU : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 10 No 1 (2024): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalp.v10i1.16166

Abstract

Selama kurun waktu 1945-1950 wilayah Semenanjung Malaya menghadapi masa revolusi. Namun masa revolusi tentunya berbeda dengan di Indonesia yang mana Indonesia dihadapkan pada Agresi Militer Belanda dan juga tantangan dalam diplomasi dengan Belanda. Di negeri Jiran tersebut justru dihadapkan pada kekosongan kekuasaan, sehingga timbul sebuah upaya dari para Pemuda Melayu untuk mewujudkan Melayu Raya dengan bergabungnya Malaya ke Indonesia. Usaha tersebut gagal karena ada upaya Inggris untuk melakukan supremasi kekuasaan dengan mengajak para Kesultanan Melayu di bawah naungan UMNO untuk membuat sebuah pemerintah yang dikenal sampai saat ini sebagai Kerajaan Malaysia. Penelitian ini menggunakan metodologi sejarah dan deskriptif analisis untuk menggambarkan situasi di Malaya sesuai dengan periodeisasi yang berlaku di Malaysia.
Analysis of the Implementation of Marketing Communication Management MyValue Application Building Customer Relations Hotel Santika Radial Palembang Darmawan, Wawan; Caropeboka, Ratu Mutialela; Isnawijayani; Misnawati, Desy
ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/soshum1753

Abstract

The purpose of this study was to determine the application of marketing communication management for the MyValue application to build customer relations for Hotel Santika Radial Palembang. Done to maintain a more advanced competitiveness and the company tries to pay attention to relationships with customers. Efforts to build relationships with prospective customers and customers and companies are analyzed using marketing communication studies. The research method uses qualitative research methods. Sources of data using observation data and in-depth interviews with research informants related to research. The results of research on marketing communication management for the MyValue application to build hotel customer relations are carried out by optimizing marketing communications by implementing a promotional mix including advertising, personal selling, sales promotion, public relations and direct marketing to achieve marketing success. And the implementation of the implementation of marketing communications indirectly forms a brand image that is attached to society.
PERAN GEOMORFOLOGI DALAM ANALISIS RISIKO BENCANA LONGSOR DI DAERAH KARANGGAYAM, KABUPATEN KEBUMEN, PROVINSI JAWA TENGAH, INDONESIA Retongga, Nofrohu; Putri Wijaya, Nurhikmah; Anwar, Ardian; Akbar, Rizky; Ramadhan, Ilfan Prabu; Anjani, Dito Fatria; Darmawan, Wawan; M. Haris; Firdaus; Munandar, Agus; Kurniawan, Wawan
Hexagon Jurnal Teknik dan Sains Vol 5 No 2 (2024): HEXAGON - Edisi 10
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v5i2.3997

Abstract

The aim of this study was to determine the role of geomorphology in analyzing the risk of landslides disasters in a complete and comprehensive manner in the Karanggayam area, Kebumen Regency, Central Java Province, based on threat, vulnerability, resilience, and exposure factors. This research is descriptive in nature, so the data source relies on the results of field observations, which are then supported by data from laboratory analysis. The stages in this research were divided into data acquisition, data analysis, and studio stages. Studies of drainage patterns and geomorphological studies can be used as indicators to analyze the risk of landslides, such as landforms, soil thickness, slope, lithology, land use, and vegetation, as well as other indicators such as population density and rainfall, while indicators of resilience factors and exposure factors such as early warning systems, evacuation routes, health facilities, the economy, road borders, and river borders are part of social, economic, and public health. The risk of landslides in the Karanggayam area has three levels: low, medium, and high.
Implikasi Multikulturalisme dalam Pembelajaran Sejarah Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Persatuan Indonesia Maulidan, Aldi Cahya; Darmawan, Wawan
Jurnal Artefak Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i1.13671

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena keragaman yang ada di Indonesia, baik dalam bahasa, agama, suku, ras, adat, dan budaya. Agar semangat persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia tetap hidup di tengah ancaman disintegrasi bangsa, pembelajaran yang didasarkan pada nilai-nilai kebhinekaan sangat penting. Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan rasa kebangsaan adalah dengan mempelajari sejarah dan menanamkan nilai dan arti multikultural. Studi literatur atau kajian literatur digunakan dalam penelitian ini. Sumber penelitian adalah buku dan jurnal yang relevan. 1. Penentuan topik penelitian, 2. Identifikasi kata kunci, 3. Pencarian literatur, 4. Pemilihan literatur, 5. Tinjauan literatur, 6. Penyusunan kerangka konseptual, 7. Analisis literatur, 8. Tinjauan literatur penulisan, 9. Revisi dan perbaikan, dan 10. Penambahan literatur. Proses analisis terdiri dari tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural dalam pembelajaran sejarah diperlukan untuk meningkatkan kerukunan antar suku, agama, dan kelompok sosial lainnya. Hal ini dapat dicapai dengan bekerja sama dengan menggunakan prinsip-prinsip kebersamaan, kesetaraan, dan saling menghormati yang terkandung dalam Bhinneka Tunggal Ika, yang berkontribusi pada integrasi nasional bangsa Indonesia.