Claim Missing Document
Check
Articles

Hambatan Sufisme terhadap Pendidikan Kognitif dan Sumbangan Sufisme terhadap Pendidikan Afektif Akbarizan Akbarizan; Darmiyati Zuchdi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 4, No 5 (2002)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v4i5.2066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang: 1) hambatan sufisme terliadap pendidikan kognitif. dan 2) sumbangan sufisme terliadap pendidikan afektif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan prosedur analisis isi. Sumber data utama adalah kitab A l-Risalah al-Qusyaihyyah. Sekurang-kurangnya ada tiga hal utama dalam sufisme yang menjadi penghambat pengembangan kemampuan kognitif, yaitu penghargaan yang terlalu tinggi kepada ilmu kasyaf daripada pengetahuan ilmiah empiris. pengutamaan perasaan (dzaug) dan pengalaman rohani daripada berpikir kritis, dan sistem pendidikan yang bersifat teacher centered. Selanjutnya, terdapat empat sumbangan sufisme bagi pendidikan afektif. yaitu berbagai potensi pengembangan dan pembinaan iman dan taqwa. potensi pendidikan budi pekerti, dan potensi metodc pendidikan yang praktis. Kata Kunci: sufisme, kognitif, afektif.
Islam dan Paradoks (Budaya) Carok di Madura: Tinjauan Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Mawaidi Mawaidi; Darmiyati Zuchdi
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v9i2.8410

Abstract

Carok merupakan salah satu dari dua kearifan budaya yang dilestarikan di Madura. Kearifan budaya yang kedua yaitu kerapan sapi. Pandangan yang pertama tersebut cenderung urakan, nirmakna dalam konteks kebudayaan. Penelitian ini berusaha secara maksimal memberikan pemahaman secara teoretis filsafati keliru tentang tradisi carok sebagai tradisi orang Madura dengan memperoleh tempat terhormat dan istimewa. Penelitian ini merupakan studi pustaka menggunakan skripsi “Tradisi Carok Pada Masyarakat Madura Menurut Perspektif Teori Relativisme Moral” yang ditulis oleh Liberatus Pogolamum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek penelitian ini yang berasumsi bahwa carok merupakan tradisi dan budaya mengalami gagal interpretasi. Berdasar pada kegagalan interpretasi ini sehingga mengakibatkan wacana stereotip negatif dikonsumsi publik. Temuan pertama, kegagalan tersebut diawali dengan pendeksipsiannya dalam memaknai carok yaitu sebagai budaya. Kedua, dalam memaknai carok objek penelitian ini tidak mempertimbangkan aspek epistemologis. Ketiga, mengabaikan konteks nilai masyarakat Madura yang dikenal sebagai kaum sarungan.
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEGIATAN MENDONGENG DI TK ABA KARANGDUWUR DAN TK MASYITHOH PETANAHAN KEBUMEN Di’amah Fitriyyah; Darmiyati Zuchdi
LingTera Vol 1, No 1: May 2014
Publisher : Department of Applied Linguistics, Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.13 KB) | DOI: 10.21831/lt.v1i1.2470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) nilai-nilai karakter dalam dongeng, (2) penyampaian dongeng oleh guru, dan (3) nilai-nilai karakter yang berpengaruh dalam kehidupan seha-ri-hari siswa. Penelitian kualitatif naturalistik, pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian (1) nilai-nilai karakter yang muncul dalam dongeng yaitu nilai religius, jujur, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, gemar membaca, tanggung jawab, toleran-si, demokratis, cinta damai, bersahabat/komunikatif, peduli lingkungan, dan peduli sosial. (2) penyampaian dongeng yaitu dengan membacakan dongeng dari buku, bercerita langsung tanpa alat peraga, bercerita dengan alat peraga. Penceritaan dengan menirukan gaya tokoh, menirukan bunyi-bunyi tokoh, dan menyisipi dongeng dengan nyanyian, diakhiri dengan ayat Quran, Hadis, atau pepa-tah Arab. (3) Nilai karakter yang berpengaruh pada siswa yaitu nilai religius, jujur, disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, tanggung jawab, cinta damai, bersahabat/komunikatif, peduli lingkung-an, dan peduli sosial. Kata Kunci: pendidikan karakter, kegiatan mendongeng
Aktualisasi pendidikan karakter berbasis kultur sekolah dalam pembelajaran IPS di SMP Ali Miftakhu Rosyad; Darmiyati Zuchdi
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 5, No 1 (2018): March
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.435 KB) | DOI: 10.21831/hsjpi.v5i1.14925

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi(1) perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pendidikan karakter berbasis kultur sekolah dalam pembelajaran IPS, dan (2) peran kultur sekolah dalam pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekola, guru, dan siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) pada proses perencanaan sekolah memiliki program pengembangan kultur sekolah untuk mengimplementasikan  nilai-nilai karakter siswa yang diaktualisasikan melalui kegiatan pembelajaran; (2) pada proses pelaksanaan pendidikan karakter diaktualisasikan dengan memberi keteladanan, menegur, memberi tahu, memberi sangsi, dan memberi tugas melalui pendekatan dan metode yang komprehensif; (3) berdasarkan hasil penilaian menunjukan bahwa nilai-nilai karakter yang telah diaktualisasikan dengan baik dalam perilaku sehari-hari siswa di SMP N2 Juntinyuat  adalah demokrasi, religius, kerja sama, peduli sosial, rasa hormat, dan tanggung jawab; dan (4) peran kultur sekolah meliputi tiga aspek pokok yaitu persepsi mengenai suasana sekolah, perilaku murid, dan kepemimpinan kepala sekolah.Kata kunci: pendidikan karakter, kultur sekolah, pembelajaran IPS. THE ACTUALIZATION OF CHARACTER EDUCATION BASED ON SCHOOL CULTURE IN SOCIAL STUDIES LEARNING IN JUNIOR HIGH SCHOOLAbstractThe article written is aimed to identify (1)planing, implementing, and assessing the character education based on school culture in social studies learning, and (2) the role of school culture in character education. The study was pursued the case study. The subjects were the principal, teachers, and students. The results showed that (1) in the process of planning the school has the development program of school culture to implement student character values which actualized through  learning activities; (2) in the implementation of character education actualized by giving good example, admonition, notification, punishment, and task; (3) based on assessing result showed that  the character values that have been actualized in the daily behavior of the students of SMP N2 Juntinyuat are democracy values, religious, cooperation, social care, respect/honor, and responsible; and (4) the role of school culture was described in three main aspects, those are the perception of school atmosphere, the behavior of the student, and management of headmaster.Keywords: character education, school culture, and social studies learning 
IMPLEMENTASI TEKNIK PEMBELAJARAN KOLABORATIF DENGAN VARIASI MEDIA UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR DI SMPN 2 KALIJAMBE Nanik Sulistyawati; Darmiyati Zuchdi
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 3, No 1 (2016): March
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.336 KB) | DOI: 10.21831/hsjpi.v3i1.9694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan hasil belajar kognitif dan kecenderungan berperilaku sesuai nilai target pembelajaran (peduli, kerja keras, disiplin, jujur, dan terbuka); (2) mengetahui kendalakendala dalam mengimplementasikan teknik pembelajaran kolaboratif dengan variasi media dan upaya mengatasinya. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII D SMP Negeri 2 Kalijambe Sragen tahun ajaran 2013/2014. Data yang diperoleh dari observasi, angket, tes, catatan lapangan, dan catatan harian guru, dianalisi secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) implementasi teknik pembelajaran kolaboratif dengan variasi media dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa kelas VIII D. Pada pratindakan nilai rata-rata kelas 45, ketuntasan klasikal 0%. Di akhir siklus I, nilai rata-rata kelas dan ketuntasan klasikal masing-masing 64 dan 23,08%. Akhir Siklus II, 71 dan 50%. Sedangkan pada akhir siklus III, 77 dan 88,46%. Demikian pula pada kecenderungan berperilaku sesuai nilai target pada siswa kelas VIII D terus mengalami peningkatan, (2) kendala yang dihadapi meliputi: kurang intensifnya pengorganisasian kelompok, dan lamanya waktu yang dibutuhkan guru untuk mempersiapkan pembelajaran. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru membiasakan siswa berinteraksi secara positif dan bertanggung jawab dalam penyelesaian tugas kelompok, serta optimalisasi penggunaan waktu dalam mempersiapkan pembelajaran dengan memanfaatkan media informasi yang ada. IMPLEMENTING A COLLABORATIVE LEARNING TECHNIQUE WITH A VARIETY OF MEDIA TO INCREASE THE LEARNING OUTCOMES IN SMPN 2 KALIJAMBEAbstractThis study aims to: (1) improve the social studies learning outcomes in the form of cognitive learning outcomes and a tendency to behave according to the value of the target learning (caring, work hard, decipline, honesty, and open attitude); and (2) reveal the constraints in implementing the collaborative learning technique with a variety of media and the efforts to overcome these constraints. The subjects were class VIII D students of SMP Negeri 2 Kalijambe, Sragen, in the academic year of 2013/2014. The data were collected through document reviews, observation, questionnaires, tests, field notes, and teacher’s daily note, were analyzed using quantitative and qualitative techniques. The results show that: (1) the implementation the collaborative learning technique with a variety of media can improve the cognitive of learning outcomes of class VIII D students. In the pre-action, the class’ average score is 45 with the classical completeness percentage being 0%. In the end of first cycle, the class’ average score and the classical completeness percentage each are 64 and 23.08%, in the end of second cycle 71 and 50%, and in the end of third cycle increased are 77 and 88.46%. So is the case with the tendency to behave in accordance with the value of the learning targets always increased. (2) the contraints in encountered include the less intensive group organization and the long time required by teachers to prepare lessons. To fix this, teachers make students accustomed to interaction positivelly and to accoutability in accordance with their respective tasks in their peer groups, as well as optimizing the use of time to make lesson plans by utilizing the existing information media.
KEEFEKTIFAN METODE KOMPREHENSIF UNTUK PENGEMBANGAN NILAI NASIONALISME DALAM PEMBELAJARAN PPKn DI SMPIT ABU BAKAR YOGYAKARTA Nufikha Ulfah; Darmiyati Zuchdi
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 2, No 2 (2015): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.655 KB) | DOI: 10.21831/hsjpi.v2i2.7669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan pada pemahaman nilai nasionalisme siswa yang mengikuti pembelajaran PPKn dengan metode komprehensif dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional; (2) perbedaan pada sikap terhadap nilai nasionalisme siswa yang mengikuti pembelajaran PPKn dengan metode komprehensif dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional; dan (3) keefektifan metode komprehensif untuk pengembangan nilai nasionalisme (pemahaman dan sikap terhadap nilai nasionalisme) dibandingkan dengan metode konvensional. Penelitian ini merupakanpenelitian quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Populasi penelitian siswa kelas VIII, sampel dipilih dengan teknik random sampling (kelas eksperimen dan kelas kontrol). Teknik pengumpulan data menggunakan tes, nontes, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan pemahaman nilai nasionalisme siswa kelas eksperimen (metode komprehensif) dan kelas kontrol (metode konvensional); (2) terdapat perbedaan sikap terhadap nilai nasionalisme siswa kelas eksperimen (metode komprehensif) dan siswa kelas kontrol (metode konvensional); dan (3) metode komprehensif lebih efektif untuk pengembangan nilai nasionalisme (pemahaman dan sikap terhadap nilai nasionalisme).
Landasan Filosofis Buku Dunia Kata Karya M. Fauzil Adhim Rahmat Sulhan Hardi; Darmiyati Zuchdi
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 5, No 1: Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.143 KB) | DOI: 10.31764/telaah.v5i1.1675

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan landassan filsafat pendidikan dari buku keterampilan menulis yang berjudul Dunia Kata karya M. Fauzil Adhim. Penelitian ini menggunakan analisis konten inferensial. Prosedur dalam penelitian ini antara lain: pengadaan data, reduksi data, inferensi, dan analisis data. Sumber data penelitian ini adalah buku Dunia Kata karya M. Fauzil Adhim. Validitas data menggunakan validitas semantis sedangkan reliabilitas menggunakan test retest reliabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa buku Dunia Kata karya M. Fauzil Adhim berlandaskan filsafat idealisme, pragmatisme, esensialisme, perenislisme,dan humanisme religius. Hal ini didasarkan pada isi buku yang didominasi pentingnya ide atau niat dalam menulis untuk beribadah kepada Tuhan Yang Mahaesa dan menjadikan para pembaca buku ini untuk menulis hal-hal yang dapat bermanfaat untuk orang lain. Penulis juga mengajak pembaca untuk belajar menulis dari orang-orang terdahulu yang telah berjuang dalam menulis sehingga dapat sukses menulis.Tulisan yang dihasilkan tidaklah hanya bagus semata, akan tetapi memiliki kebermanfaatan dan dapat mengubah hidup orang lain menjadi lebih baik.Abstract: The purpose of this research is to find the foundation of educational philosophy from the writing skills book entitled Dunia Kata by M. Fauzil Adhim. This research uses inferential content analysis. The procedures in this study include: data procurement, data reduction, inference, and data analysis. The source of this research data is the book Dunia Kata by M. Fauzil Adhim. Data validity uses semantic validity while reliability uses retest reliability testing. Fauzil Adhim is based on philosophies of idealism, pragmatism, essentialism, perenislism, and religious humanists. This is based on the contents of the book that discusses ideas or intentions in writing to worship God Almighty and makes the readers of this book to write things that can be useful for others. The writer also invites the reader to learn to write from people who have struggled to write so that they can write successfully. Writers who produce only good, will support usefulness and change others for the better.
An authentic assessment model to assess kindergarten students' character Umi Faizah; Darmiyati Zuchdi; Yasir Alsamiri
REID (Research and Evaluation in Education) Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta & HEPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/reid.v5i2.24588

Abstract

The aim of character development is essential to know, especially for kindergarten pupils. It might help teachers in developing students and offering helps and services. Thus, an assessment model is needed to identify children's character development easily and accurately. This study aims to (1) develop an assessment model for evaluating kindergarten pupils’ character which is considered valid, reliable, and fulfill the criteria of goodness of fit statistic, and (2) know the characteristics of an authentic assessment model instrument to assess the achievements of early childhood characters in kindergarten. This research used Plomp’s Research and Development Model. Data were collected using a questionnaire, documentation, interview, observation, and Focus Group Discussion. The validation was proven by the expert judgment with the Aiken’s V formula and the reliability was estimated with Cronbach’s Alpha. The validation construct and reliability were examined using Exploratory Factor Analysis, followed by Confirmatory Factor Analysis to ensure the result. Furthermore, the results of this research show that (1) the assessment model developed is ASOKA. This model is considered valid and reliable as it meets the criteria of goodness and fits the statistic; (2) the characteristics of an authentic assessment model instrument to assess the achievements of early childhood characters in kindergarten are: (a) with the index of Aiken's V analysis results of 0.901, the content validity is considered high; (b) the instrument construct validity has fulfilled the criteria of goodness of fit statistic; (c) as seen from Alpha Cronbach value coefficient 0.914, its instrument reliability is considered good enough.
PENDIDIKAN MORAL ANAK USIA DINI MELALUI PENDEKATAN KONSTRUKTIVIS Intan Kusumawati; Darmiyati Zuchdi
Academy of Education Journal Vol 10 No 01 (2019): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.779 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v10i01.272

Abstract

Early childhood moral education through constructivist approaches focuses on implementing daily practices that are appropriate to the development of children from birth. Through a constructivist approach, the purpose of this study is to find out the development of children in all areas of the curriculum and all domains of development, both physical and moral. The goal of early childhood moral education is through a constructivist approach so that later children become independent students. In learning using a constructivist approach gives children the opportunity to learn about moral issues and behavior in real experience. Children build moral understanding through the social interactions they experience. Constructivist teachers facilitate children in the classroom so students can be directly involved in resolving conflicts or problems experienced by students in class, making decisions and social issues. The constructivist teacher builds children's interests and goals in building children's reasoning, children's experiments and encouraging children to be able to cooperate among all class members. The results of this study that the constructivist approach taken in the classroom makes children able to be autonomous and can make decisions, children can play games in groups through cooperation, and can conduct discussions or social and moral deliberations.
Analisis Problematika Penilaian Afektif Peserta Didik Madrasah Aliyah EDI ISTIYONO DARMIYATI ZUCHDI NURUL IMTIHAN
Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram Vol. 6 No. 1 (2017): Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.363 KB) | DOI: 10.20414/schemata.v6i1.836

Abstract

Ranah afektif merupakan ranah yang dianggap tersulit pengembangannya selama ini, termasuk cara mengevaluasinya. Padahal berbagai upaya pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik, baik itu kognitif, afektif ataupun psikomotorik, baik yang bersifat terintegrasi langsung dalam mata pelajaran ataupun secara implisit melalui aktivitas keseharian peserta didik, sudah seharusnya didampingi dengan program penilaian secara sistematis, komprehensif dan berkesinambungan. Tulisan ini bertujuan melaporkan berbagai persoalan terkait penilaian ranah afektif sebagai upaya memahami kebutuhan para guru dalam melaksanakan penilaian afektif di madrasah aliyah khususnya. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik focus group discussion (FGD). Data yang terkumpul dianalisis secara induktif hingga menghasilkan pokokpokok informasi yang bermakna.