Claim Missing Document
Check
Articles

“Saya bukan guru yang mahir teknologi": Implementasi Teknologi digital di Kelas untuk Pembalajaran Bahasa Inggris Lita Liviani Taopan; Januarius Mujiyanto; Sri Wuli Fitriati; Zulfa Sakhiyya
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai penelitian tentang teknologi dan implemenatasinya telah dilakukan di bidang pendidikan, namun masih sedikit penelitian tentang penerapan teknologi digital untuk pembelajaran Bahasa Inggris yang dilaporkan. Penelitian naratif ini bertujuan untuk menceritakan kembali kisah seorang guru bahasa Inggris menghadapi hambatan dalam menggunakan teknologi digital di kelas dan mengungkap peluang penggunaan teknologi digital untuk pembelajaran Bahasa Inggris di kelas EFL selama era pandemi. Peneliti menggunakan wawancara semi terstruktur dan observasi untuk mengumpulkan data. Partisipan dalam penelitian adalah seorang guru bahasa Inggris yang berpengalaman di sebuah SMA di Indonesia. Penyelidikan naratif dengan analisis tematik diterapkan untuk menganalisis data wawancara. Hasil analisis data mengungkapkan bahwa penerapan teknologi digital merupakan proses yang rumit dengan hambatan eksternal seperti masalah teknis, waktu yang tersedia, dan hambatan internal, termasuk literasi digital dan tantangan menciptakan pembelajaran yang bermakna. Namun, penerapan teknologi digital juga memiliki peluang seperti peningkatan motivasi, ruang kelas yang menyenangkan dan fleksibel, serta peluang untuk mengembangkan produk multimoda. Temuan ini bermanfaat bagi guru Bahasa Inggris di negara berkembang yang selalu bersinggungan dengan penerapan teknologi digital di kelas terutama pasca pandemic dimana teknologi sudah menjadi bagian penting dalam pembelajaran.
Mengevaluasi Konten Kontekstual dan Language Integrated Learning (CLIL) pada Kelas Bahasa Inggris di Fakultas Teknik Universitas Pancasakti Tegal Nur Aflahatun; Januarius Mujiyanto; Sri Wuli Fitriati; Hendi Pratama
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penerapan pendekatan CLIL dalam meningkatkan penggunaan dan pembelajaran bahasa Inggris siswa di Fakultas Teknik UPS Tegal. Ini bertujuan untuk memberdayakan peserta didik dengan mobilitas tinggi dan kemampuan kerja di pasar kerja global. Namun, implementasi CLIL yang berhasil di negara-negara ini sulit karena berbagai alasan, termasuk kurangnya materi kurikuler berbasis CLIL yang sesuai. Studi ini melaporkan bagaimana seorang guru Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus (ESP), yang juga seorang praktisi CLIL, bekerja sama dengan seorang pelajar bahasa Inggris yang memiliki pengalaman magang industri profesional, untuk menghasilkan bahan pembelajaran CLIL yang kontekstual untuk pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode descriptive dengan uji t dab uji Anova. Hasil analisis mengungkapkan bahwa pembelajar CLIL memiliki ekspektasi yang cukup tinggi terhadap materi kurikulum di fakultas teknik UPS. Selain itu, jenis kelamin peserta didik, kemahiran bahasa, dan jurusan sekolah menengah sebelumnya merupakan faktor yang memengaruhi cara mereka memahami kriteria kualitas dan materi CLIL kami sendiri. Hal ini menunjukkan kerumitan dalam merancang materi kurikuler berbasis CLIL untuk mengatasi perbedaan individu peserta didik (terutama dalam hal kebutuhan dan harapan) di fakultas teknikdengan implikasi pedagogik.
Embedding Digital Literacy as a Means of Strengthening Knowledge in Maritime Higher Education Yusi Rahmawati; Januarius Mujiyanto; Rudi Hartono; Hendi Pratama
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecanggihan teknologi semakin meningkat pesat, mewajibkan seluruh unsur pendidikan melek digital. Melek digital tidak hanya tentang mengerti bagaimana cara menggunakan komputer, laptop, atau mobile phone namun lebih dari itu. Melek digital sangat diperlukan karena seluruh informasi, pengetahuan, dan ketrampilan dapat diperoleh dari kecanggihan teknologi digital. Budaya lierasi digital seyogyanya dapat ditanamkan di seluruh bagian di sebuah perguruan tinggi agar seluruh unsur dapat saling mendukung tingkat keberhasilan pendidikan. Melek digital perlu ditanamkan kepada para pendidik didalam sebuah pelatihan sebelum memulai proses mengajar para mahasiswa di era 5.0 dimana teknologi menjadi basis utama pelaksanaan seluruh kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana menanamkan melek digital sebagai cara memperkuat pengetahuan para taruna di sekolah tinggi maritim karena kita mengingat bahwa di sekolah tinggi maritim kehidupan dan kegiatan pembelajarannya tidak sama dengan perguruan tinggi pada umumnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan wawasan bagi para unsur pendidik dan tenaga kependidikan agar diperoleh kerjasama yang sinergis dalam mendukung budaya melek digital kepada para taruna di wilayah perguruan tinggi maritim. Hal ini dikarenakan kebutuhan melek digital sesuai dengan kebutuhan dunia kerja pastinya karena segala kegiatan masyarakat baik kehidupan, gaya hidup, maupun pekerjaan kantoran dan pekerjaan lapangan semua lekat dengan digital literacy dan penggunaan kecanggihan teknologi. Peneliti berharap para pembaca memahami bahwa perguruan tinggi maritim pun juga harus melek digital.
Artificial Intelligence Application dalam Pembelajaran Speaking: Persepsi dan Solusi Suciati Suciati; Abdurrahman Faridi; Januarius Mujiyanto; Yudhi Arifani
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artificial Intelligence (AI) application saat ini dimanfaatkan di berbagai bidang, termasuk pendidikan bahasa. Speaking menjadi skill yang dianggap kompleks bagi mahasiswa. Dengan memanfaatkan aplikasi AI dalam pengajaran speaking, mahasiswa diharapkan dapat lebih terbantu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persepsi, problem dan alternatif yang diharapkan mahasiswa terkait penggunaan AI dalam pembelajaran speaking. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan angket, wawancara, observasi dan dokumentasi dalam pengumpulan datanya. Data penelitian menunjukkan bahwa (1) ada 30,8% mahasiswa sangat setuju, 38,5% setuju dan 30,8% berpendapat netral terkait pentingnya AI dalam membantu pembelajaran Speaking; (2) problem atau tantangan yang dirasakan mahasiswa adalah kurangnya interaksi sosial, ketergantungan pada teknologi, kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai situasi, kurangnya umpan balik yang tepat, kurangnya emosi dalam pembelajaran, serta ketersediaan materi; (3) alternatif yang diharapkan mahasiswa dalam pembelajaran speaking dengan memanfaatkan AI adalah adanya materi yang ada di AI dengan materi yang ada di Rencana Pembelajaran Semester (RPS) atau adanya buku speaking yang memuat materi dengan pemanfaatan AI. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi kepada dosen, mahasiswa, dan peneliti selanjutnya untuk merancang metode/strategi/teknik pengajaran serta buku yang mengintegrasikan materi speaking dan aplikasi AI.
Blended Learning as an Alternative Teaching Method in Facing the Globalization of Higher Education in Indonesia Aprilia Riyana Putri; Januarius Mujiyanto; Rudi Hartono; Hendi Pratama
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengajar dan belajar tidak harus selalu di ruang kelas secara tatap muka. Dengan adanya pandemi virus covid-19 yang berlangsung sekitar tahun 2020 hingga 2022 dan hampir tersebar di seluruh dunia termasuk Indonesia. Covid-19 memberikan banyak sekali dampak serta menyadarkan seluruh masyarakat bahwa belajar dan mengajar tidak harus selalu berada di ruang kelas dengan tatap muka secara langsung. Karena kondisi tersebut, rata-rata semua instansi, perusahaan dan lembaga pendidikan melakukan pekerjaan dari rumah atau disebut work from home (WFH). Di dunia pendidikan, mulai dari level tk, sd hingga perguruan tinggi mewajibkan proses pembelajaran dan segala administrasi dilakukan dari rumah. Sehingga blended learning menjadi salah satu alternatif metode pengajaran yang paling efektif yang di gunakan saat adanya pandemi covid-19 dan kondisi saat ini untuk menghadapi globalisasi dalam Pendidikan tinggi khususnya di Indonesia. Globalisasi adalah proses yang bisa tersebar di seluruh dunia dan tidak bisa dihindari yang bisa memberikan dampak positif maupun negatif, tinggal bagaimana kita menyikapinya dengan bijak pada semua lini termasuk pada dunia Pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah agar mengetahui bagaimana implementasi metode pembelajaran blended learning dalam pembelajaran dalam menghadapi globalisasi. Metode yang digunakan yaitu metode studi kepustakaan (literature) dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode blended learning dalam menghadapi globalisasi sangat tepat. Di era globalisasi, para pendidik baik dari kalangan guru maupun dosen seyogyanya menggunakan beragam metode menarik dan beradaptasi dengan semakin canggihnya teknologi seperti metode pembelajaran blended learning, agar proses pembelajaran berjalan secara optimal.
Students' Attitudes toward the Implementation of Imaginative Re-creation in Responding to Literary Works in Learning English in EFL Context Muhammad Rifqi; Januarius Mujiyanto; Rudi Hartono; Sri Wuli Fitriati
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teachers usually use literary texts in their English classes. They use such materials to teach reading comprehension but rarely combine them with writing. It is a big challenge for teachers to integrate reading and writing activities in the English classroom. Such action is demanding on the one hand, but it is challenging on the other hand. It is appealing because the teachers will burden much checking the students' reading comprehension and their response writing. It is challenging for teachers and students since it integrates reading and writing. This research was done in the context of English as a foreign language, where one hundred and twenty students of the "Literary Appreciation" course at the English Department of a private university in Semarang in 2020. In this research, we examined the students' attitudes toward applying imaginative re-creation in teaching English using short stories. Having done reading comprehension activities, the students wrote texts based on the short story they were assigned to read. The activity is called imaginative re-creation. At the end of the semester, a hundred and twenty students were involved in this research. Only forty-five students responded to the questionnaires. The questionnaires provided ten questions concerning the attitude toward applying imaginative re-creation. The results showed that the index is 3.7 indicating a strong attitude toward applying imaginative re-creation. From the findings, it can be concluded that most students had strong attitudes toward using literary text in English teaching, even though teachers should be aware of the problem that might arise during the implementation of the task.
The Analysis of Speech Acts in “English for Nusantara“ Textbook Andrian Nuriza Johan; Januarius Mujiyanto; Sri Wuli Fitriati; Rudi Hartono
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In cross-cultural communication, pragmatic skill is extremely important. In pragmatics, speech acts are considered "one of the most convincing conceptions." It is strongly recommended that the textbook's materials include sufficient pragmatic components to enable learners to be pragmatically competent. The purpose of this study was to look at the speech acts in the textbook English for Nusantara . Qualitative research is used to collect data, analyze the data, and form a conclusion based on the analysis' findings. Content analysis is the type of qualitative study used. In an English text book titled English for Nusantara, data were speech acts in every utterance covered in each conversation. The finding was out of 191 data (utterances), there were 108 assertive/representative data, 49 directive data, 2 commissive data, 32 expressive data, and no declaration datum related to the categories of speech acts in the conversations in the textbook "English for Nusantara". The researcher found that these four types of speech act with their own functions were all existed in a hundred-eight utterances used by the speaker of each conversation in the textbook entitled English for Nusantara. For the functions of speech ach named assertive or representatives contained in the conversations of the textbook chosen by the researcher, there were stating, informing, and agreeing. Meanwhile, the function of speech act commissive that could be found were offering and promising. In the speech act type of directive , there could be found questioning and requesting. Last but not least, the functions of type of speech act expressive were thanking, complimenting, and expressing like.
Exploring English Professional Teacher Identity in An Islamic School Nadiah Ma’mun; Januarius Mujiyanto; Rudi Hartono; Hendi Pratama
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many elements, including the teacher professional identity, have an impact on the educational quality, especially in the language teaching and learning process. A teacher's professional identity has a part in building how successfully they fulfil their position as a teacher. Students who will be guided toward having good knowledge and value will affect their success. Since teaching is a socially oriented profession, teacher professional identity affects not just instructors' expectations of what they should do to become good/professional teachers but also their students' identities. Teachers' preferences and expectations for the future growth of their students are influenced by their professional identities. This study attempts to explore how the teachers construct their professional identity in An Islamic School. A narrative case study methodology is employed in this investigation. The data are gathered from two participants of English teachers from one of Islamic Junior High School in Ngaliyan district, Semarang. The study showcases how the English teachers at Islamic School construct and negotiate their professional identity as a moral and character gate keepers.
Artificial Intelligence-Based Application Cake as the Alternative for Learning Speaking: Opportunities and Challenges Suciati Suciati; Abdurrahman Faridi; Januarius Mujiyanto; Yudhi Arifani
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Technology in education develops so fast. Learning language also needs media that can support the students to develop their speaking skill. This article aims to analyze the opportunities and challenges of students in using artificial intelligence-based application Cake as the alternative for learning speaking. In this qualitative research, the writer used observation, interview and documentation. It was conducted on the second semester students of Tadris Bahasa Inggris study program, Tarbiyah Faculty of Institut Agama Islam Negeri Kudus. The results showed that Cake application is so helpful and contributive to the students’ learning process because this application is easy to access, serves various topics in every level and category, the examples of conversation, chance for practicing to speak, evaluations of pronunciation, score of pronunciation/speaking and repetition. The challenges for the students in using this application are the materials unavailability, internet connection, gadget capacity and finding appropriate place for accessing and learning it. This application records and test the students’ speaking so it needs a quiet place.
In-service English Teachers' Barriers in Integrating Technology in EFL Classes: A Case Study at English Teachers' Forum of Majalengka Eka Nurhidayat; Januarius Mujiyanto; Issy Yuliasri; Rudi Hartono
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During the post-pandemic period triggered by COVID-19, integrating technology into English as a foreign language (EFL) classes significantly impacted the teaching and learning process. As a result, many English teachers struggle to integrate technology into their classrooms. This study examined the difficulties encountered by in-service English teachers when integrating technology into class. The participants were ten English teachers currently employed at the English teachers’ forum in Majalengka. In-service English teachers' experiences integrating technology into EFL Classes are covered via the descriptive qualitative method. Questionnaires and interviews are the primary methods utilized in the data collection process. This study will overview in-service teachers' obstacles in EFL classes.
Co-Authors Abdurrachman Faridi Abdurrachman Faridi Abdurrahman Faridi Abdurrahman Faridi Aflahatun, Nur Ahmad Tauchid Aisyah Ririn Perwikasih Utari Akmala Ashlikhatina Alifia Junita Cendraa Sari Andrian Nuriza Johan Anis 'Azzah Anni Niswah Ulul Azmi Anni Niswah Ulul Azmi Aprilia Riyana Putri Benedikta Andriela Yuni Seran Candradewi Wahyu Anggraeni Dewi Sofiyanatiz Zahro Dewi Surani Dian aprianti Diyana Sulistyani Djoko Sutopo Djoko Sutopo Djoko Sutopo Djoko Sutopo Dwi Anggani Linggar Bharati Dwi Anggani Linggar Bharati Dwi Rukmini Eka Nurhidayat Emilia Ninik Aydawati Endang Sulistianingsih Endang Sulistianingsih Entika Fani Prastikawati Episiasi Episiasi Farah Sukmawati Wahidah Farah Sukmawati Wahidah Faridi, Abdurrachman Ferry Hadriyan Frimadhona Syafri Frimadhona Syafri Ganda Herdiansyah Hartono, Rudi Haryani Haryani Hendi Pratama Hendi Pratama Hendi Pratama Hendi Pratama Hendra Putra Hendra Putra Henrikus Joko Yulianto Issy Yuliasri Joko Nurkamto Kadek Sonia Piscayanti Katharina Rustipa Katharina Rustipa Katharina Rustipa Katharina Rustipa Lita Liviani Taopan Luluk Khoiriyah Masitoh Oktavia Mazulfah Mazulfah Melania Wiannastiti Muchamad Saepudin Muh Syafei Muhammad Khumaedi Muhammad Rifqi Mursid Saleh Mursid Saleh Mursid Saleh Mursid Saleh Mursid Saleh Mursid Saleh Mursid Saleh Nadiah Ma’mun nastiti ardita sari Nia Pujiawati Nopa Yusnilita Novia Uswatun Hasanah Nur Antoni Eko Tanuso Nur Ekaningsih Nurtilek Kadyrov Puji Astuti Puji Astuti Puspita Mahardika Prasetyaningtyas R. Bunga Febriani Radeni Sukma Indra Dewi Ratih Laily Nurjanah Refi Ranto Rozak Rezza Fatwassani Rika Setyawati Riyan Dwi Cahyaningsih Rudi Hartono Rudi Hartono Rudi Hartono Rukminingsih Rukminingsih, Rukminingsih Seftika Seftika Seftika Seftika Shella Gherina Saptiany Shella Gherina Saptiany sola gratia wiyana Sri i Wuli Fitriat Sri Wuli Fitrianti Sri Wuli Fitriati Suciati Suciati Suciati Suciati Suwandi Suwandi Suwandi Suwandi Suwandi Suwandi Suwandi Suwandi Theresia Cicik Sophia Budiman Titis Sulistyowati W, Widhiyanto Wendi Kusriandi Yatimul Chotimah Yayu Sri Rahayu Yentri Anggeraini Yudhi Arifani Yuliana Maula Yulianawati, Ida Yuniarti Yuniarti Yuniarti Yuniarti Yusi Rahmawati Yusi Rahmawati Zulfa Sakhiya Zulfa Sakhiya zulfa Sakhiyya