Claim Missing Document
Check
Articles

Kekuatan Mindfulness dalam Pembelajaran Bahasa Asing Kadek Sonia Piscayanti; Januarius Mujiyanto; Issy Yuliasri; Puji Astuti
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mindfulness adalah sebuah pendekatan dalam pembelajaran bahasa asing yang menstimulasi kreativitas dan produktivitas berbahasa. Penelitian menunjukkan mindfulness meningkatkan fokus belajar, memperluas perspektif, menciptakan ketenangan, dan kedamaian belajar. Mindfulness memiliki empat aspek yaitu menemukan pengetahuan baru, menemukan konteks, menemukan perspektif baru, dan menciptakan hal baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mindfulness membantu pembelajar bahasa asing untuk menemukan kebaruan, menemukan konteks, menemukan perspektif baru, dan menciptakan hal baru. Penelitian ini menggunakan mindfulness sebagai sebuah pendekatan pembelajaran dengan media poetry. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah narrative inquiry. Metode ini digunakan untuk menemukan proses di balik penulisan poetry. Melalui metode ini, pembelajar menceritakan pengalamannya menulis poetry. Narrative inquiry memberikan konteks bagaimana pembelajar menciptakan poetry sebagai hasil belajarnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mindfulness mampu menstimulasi pembelajar untuk mengembangkan pengetahuan baru, menemukan konteks, menemukan perspektif, dan menciptakan hal baru. Implikasinya bagi pembelajaran bahasa adalah mindfulness dapat mengembangkan potensi pembelajar bahasa untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya.
Relevansi Pelaksanaan Teknik Menulis Tangan Berwaktu Berbasis Portofolio Untuk Pengajaran Menulis: Pandangan Mahasiswa Muh Syafei; Januarius Mujiyanto; Issy Yuliasri; Hendi Pratama
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kajian empiris dan teoretis terkait tulisan tangan, nenulis berwaktu, dan penilaian portofolio berpengaruh positif terhadap kemapuan menulis mahasiswa. Ketiga pilar tersebut tergabung dalam apa yang disebut Teknik Menulis Tangan Berwaktu Berbasis Portofolio (Portfolio-Based Timed-Handwriting Technique – PBTHT). Penelitian ini mengevaluasi relevansi/kesuaian penerapan PBTHT di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muria Kudus untuk mengajar menulis. Subyek penelitian ini terdiri dari 72 mahasiswa yang menyelesaikan mata kuliah Paragraph Writing yang menggunakan strategi PBTHT tahun akademi 2019/2020 dengan kuesioner untuk mengumpulkan padangan subyek penelitian. Kajian ini menemukan bahwa penerapan PBTHT relevan atau sesuai untuk peningkatan kemampuan menulis dengan rata-rata skor 4,03 (dari skala 5). Penerapan PBTHT dipandang relevan dan sesuai dengan unsur-unsur pengajaran yang meliputi tujuan pemebaljaran, silabus, RPS materi, prosedur, media, dan evaluasi pada proses pembelajaran pada mata kuliah Paragraph Writing.Berdasarkan temuan tersebut peneliti merekomendasikan bahwa PBTHT disarankan untukdigunakan di kelas menulis karena memungkinkan mahasiswa menulis dengan rasa ingin tahu, otonomi, dan kemampuan memecahkan masalah yang lebih besar. Abstract: Empirical and theoretical studies related to handwriting, timed writing, and portfolio assessment have a positive effect on students' writing skills. These three pillars are incorporated in what is called the Portfolio-Based Timed-Handwriting Technique (PBHTT). This study evaluates the relevance of implementing PBTHT in the English Education Study Program, Universitas Muria Kudus in teaching writing. The subjects consisted of 72 students who completed the Paragraph Writing course in the academic year of 2019/2020 using the PBTHT strategy with a questionnaire to collect the views of the research subjects. This study showed that the application of PBTHT is relevant to teaching writing with an average score of 4.03 (out of 5.0). The subjects viewed PBTHT as relevant to the teaching elements which included the objectives, syllabus, lesson plans, materials, procedures, media, and evaluation of the learning process in the Paragraph Writing course because it allows students to write with greater curiosity, autonomy, and problem-solving skills.
Persepsi Mahasiswa dengan Tingkat Kecemasan Menyimak Tinggi dan Rendah Terhadap Input Teks Lesan Menyimak Ekstensif Refi Ranto Rozak; Mursid Saleh; Januarius Mujiyanto; Djoko Sutopo
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Input teks lesan yang bermakna dalam belajar menyimak ekstensif penting dalam meningkatkan kemahiran menyimak Bahasa Inggris. Selain itu, karakteristik input teks lesan berpengaruh besar terhadap tingkat kecemasan menyimak dalam Bahasa asing (Bahasa Inggris). Semakin tinggi tingkat kecemasan menyimak dalam Bahasa asing akan berpengaruh terhadap kemahiran berbahasa. Selama ini, input teks lesan dalam menyimak ekstensif dalam pendidikan calon guru Bahasa Inggris di Indonesia seringkali tidak sesuai dengan prinsip-prinsip menyimak ekstensif dan pemilihan materi belajarnya. Hal ini terjadi karena selama ini dosen menyimak tidak melibatkan mahasiswa untuk memberikan umpan balik dalam pemilihan materi menyimak ekstensif. Akibatnya, pemilihan teks lesan menyimak ekstensif sering dianggap kurang efektif. Untuk mengatasi permasalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa dalam hal ketertarikan, panjang dan kesulitan, serta perhatian dan pemahaman dari input menyimak ekstensif yaitu narrow listening. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan survei sebagai teknik pengumpulan data. Sedangkan data yang diperoleh dari survei dianalisis dengan menggunakan uji Man-Whitney dengan terlebih dahulu mengadakan uji deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum responden teks lesan berita berseri sebagai materi menyimak ekstensif dalam narrow listening membuat tugas menyimak menjadi lebih mudah, lebih menarik, dan sangat menyenangkan. Untuk mahasiswa dengan tingkat kecemasan menyimak tinggi dengan kemampuan bahasa yang rendah, keefektifan narrow listening sangat terlihat. Abstract. Meaningful spoken text input in learning extensive listening is important in improving English listening proficiency. In addition, the characteristics of spoken text input have a major effect on the level of listening anxiety in a foreign language (English). The higher the anxiety level of listening in a foreign language will affect language proficiency. So far, the input of spoken texts in extensive listening in the education of prospective English teachers in Indonesia is often not in accordance with the principles of extensive listening and the selection of learning materials. This happens because all this time the listening lecturer does not involve students to provide feedback in the selection of extensive listening materials. As a result, the selection of extensive listening texts is often considered less effective. To overcome these problems, this study aims to determine student perceptions in terms of interest, length and difficulty, as well as attention and understanding of extensive listening input, namely narrow listening. The approach of this research is descriptive quantitative using a survey as a data collection technique. While the data obtained from the survey were analyzed using the Man-Whitney test by first conducting a qualitative descriptive test. The results showed that in general respondents of serialized news oral text as extensive listening material in narrow listening made listening tasks easier, more interesting, and very enjoyable. For students with high levels of listening anxiety with low language skills, the effectiveness of narrow listening is very visible.
Tantangan Guru dalam Menerapkan Bahasa Inggris Standar di Masa Pandemi Shella Gherina Saptiany; Januarius Mujiyanto; Rudi Hartono; Katharina Rustipa
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Ketika berbicara atau menulis dalam kapasitas profesional, Bahasa Inggris Standar dianggap sebagai bentuk bahasa yang benar. Bahasa Inggris standar mengikuti aturan tata bahasa yang benar. Di sekolah, para siswa diharapkan untuk belajar bahasa Inggris sesuai dengan aturan Bahasa Inggris Standar. Pendidikan di Indonesia sekarang berubah dikarenakan adanya penyakit virus Corona. Sekolah-sekolah diliburkan untuk memutus penyebaran Covid-19. Guru dan siswa harus menerapkan pembelajaran bahasa secara online. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tantangan guru dalam menerapkan strategi mengajar dalam pembelajaran bahasa secara online. Penelitian ini melibatkan 5 guru bahasa Inggris di SMA Al-Islam 1 Surakarta. Peneliti melakukan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan guru adalah literasi digital, kreativitas, koneksi internet siswa, dan yang terakhir adalah keterlibatan siswa. Saran berikut ini muncul berdasarkan dari hasil penelitian. Bagi sekolah, penggunaan platform teknologi oleh guru perlu dievaluasi agar sekolah dapat mengukur efektivitas platform teknologi yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar online. Kedua, pihak sekolah hendaknya memberikan konsultasi online dengan guru bimbingan konseling kepada siswa yang memiliki engagement siswa rendah. Saran untuk para guru agar mereka meningkatkan diri dalam penggunaan platform teknologi. Mereka harus menemukan platform lain yang dapat digunakan dalam pengajaran dan pembelajaran secara online maupun di dalam kelas. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah penelitian ini perlu membandingkan dengan sekolah lain yang mungkin memiliki beberapa parameter yang berbeda dari penelitian ini untuk melihat perbedaan strategi pengajaran. Abstract. When speaking or writing in a professional capacity, Standard English is considered as the correct form of the language. Standard English follows the rules of correct grammar. At school, students are expected to learn English according to the rules of Standard English.The education in Indonesia now is changing because of Corona virus Disease. The schools are closed due to stop the spread of Covid-19. The teachers and students are should implementing the online language learning. The purpose of this research is to investigate the challenges of teachers in implementing teaching strategies in online language learning. This research involved 5 English teachers at SMA Al-Islam 1 Surakarta. The researcher was conducted semi structured interview. The results indicate that the challenges of the teachers are digital literacy, creativity, students’ internet connection, and the last is students’ engagement. The following suggestion are emerged based on the results of the researcher. For the school, the use of technology’s platform of the teachers should be evaluated so the school can measure the effectiveness of technology’ platform that the teachers used in online teaching and learning. Secondly, the school should give the online consultation with counseling guidance teacher to the students who have a low students’ engagements. The suggestion of the teachers that they should improve themselves in the use of technology’ platform. They have to find another platform that can be used in online teaching and learning nor in the classroom. The suggestion for the future research is this research required to compare with the other schools who may have some different parameters from this research to see the differences of the teaching strategy.
Deskripsi Kualitatif Materi Pengajaran Berbasis TIK dalam Pembelajaran Virtual pada Mata Kuliah Menulis Bahasa Inggris Yuniarti Yuniarti; Dwi Rukmini; Januarius Mujiyanto; Sri Wuli Fitriati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji bahan ajar bahasa Inggris yang berfokus pada penulisan esai akademik di salah satu universitas swasta di Indonesia. Peneliti menggunakan deskripsi studi analisis isi yang berfokus pada rencana pembelajaran, bahan ajar, dan lembar kerja yang digunakan oleh dosen menulis bahasa Inggris. Materi berbasis TIK seperti gambar, link ke e-newspaper, video di YouTube, dan sejenisnya. Peneliti dapat mengakses dokumen langsung dari dosen dan mengunggahnya atau mempostingnya melalui platform WhatsApp dan LISA. Selain artefak, peneliti mengikuti proses belajar mengajar mereka di WhatsApp ketika dosen mengajar secara online dan ketika peserta didik dalam kelompok menyelesaikan tugas menulis kolaboratif. Untuk menganalisis materi, peneliti mengadopsi lima komponen bahan ajar berbasis teknologi, seperti aksesibilitas, keterlibatan aktif, keaslian, konten kontekstual, dan fleksibilitas, dilihat dari perspektif Rice & Ortiz (2021) dan Tomlinson (2013). Hasil penelitian menunjukkan hal-hal yang positif meskipun masih terdapat kelemahan yang harus diperhatikan dosen mengenai kejelasan instruksi LKS dan kreativitas memodifikasi bahan ajar.
Analisis Gaya Belajar Mahasiswa dalam Mata Kuliah Basic Reading Comprehension di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Bale Bandung Yayu Sri Rahayu; Januarius Mujiyanto; Suwandi Suwandi; Sri Wuli Fitriati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menguji strategi pembelajaran yang disukai siswa yang terdaftar di kelas basic Reading Comprehension di program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bale Bandung. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Instrumen penelitian adalah angket dan tes pemahaman bacaan. Dalam penelitian ini, dua kuesioner dibagikan. Kuesioner VARK (Versi 8.01) asli mewakili gaya belajar visual (V), aural (A), baca/tulis (R), dan kinestetik (K) (K) dengan enam belas pertanyaan dengan empat pilihan jawaban, dan Indeks Gaya Belajar ( ILS). Empat dimensi digunakan untuk mengklasifikasikan kuesioner ini: aktif atau reflektif, visual atau verbal, sensitif atau intuitif, dan sekuensial atau global. Ini menampilkan 44 pertanyaan dengan dua pilihan jawaban masing-masing. Dalam analisis data, penulis mengklasifikasikan kategorisasi gaya belajar berdasarkan angket dan hasil tes pemahaman bacaan. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang mengikuti Kelas Basic Reading Comprehension. Menggunakan cluster sampling, 57 mahasiswa dari dua kelas, Kelas 2A dan 2B kelas Basic Reading Comprehension, dipilih. Berdasarkan kuesioner VARK, penelitian ini mengungkapkan bahwa mahasiswa di kelas 2A dan 2B memiliki gaya belajar yang bervariasi. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa di kelas tersebut dapat secara efektif mengikuti proses pembelajaran dengan memanfaatkan strategi visual, aural, baca/tulis, dan kinestetik. Berdasarkan angket ILS, terlihat bahwa sebagian besar mahasiswa di kelas 2A dan 2B memiliki gaya belajar visual, yang berarti mereka lebih suka belajar dengan bantuan gambar, grafik, dan video karena mampu mengasimilasi materi secara lebih efektif. Sedangkan hasil tes pemahaman bacaan, nilai rata-rata visual 77.4 aural 71.2 baca/tulis 66.2 dan kinestetik 65.
Investigasi Keterlibatan Pembelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing pada Proses Kegiatan Pembelajaran Menggunakan Bahan Ajar Digital Wendi Kusriandi; Januarius Mujiyanto; Dwi Rukmini; Sri Wuli Fitriati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak aplikasi digital yang telah dikenal, namun dalam pelaksanaan proses pengajaran dan pembelajaran hanya beberapa yang diaplikasikan. Studi ini mengungkapkan tentang perangkat literasi digital yang paling disukai siswa dan keterlibatan perilaku, kognitif, dan emosional yang dimiliki siswa dalam menggunakan perangkat digital. Hasil data secara kualitatif barasal dari angket dan wawancara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa alat digital paling populer yang dipilih siswa adalah Schoology dan semua peserta memiliki keterlibatan perilaku, keterlibatan kognitif, dan hampir semua siswa memiliki keterlibatan emosional.
Strategy Metacognisi pada Pembelajaran Kelas Menyimak untuk Mempersiapkan Siswa Sebagai Pembelajar yang Mandiri Titis Sulistyowati; Januarius Mujiyanto; Dwi Rukmini; Rudi Hartono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini menyajikan deskripsi tentang bagaimana strategi metakognisi diterapkan dalam proses menyimak dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) dan penerapan kesadaran metakognisi yang dilakukan siswa dalam proses menyimak. Metakognisi sering dianggap sebagai kemampuan untuk secara kritis menganalisis dan mengendalikan proses memperoleh pengetahuan tertentu, atau, dalam strategi mendengarkan, itu mengacu pada memiliki kesadaran diri tentang apa yang akan didengarkan dan mengendalikan proses berpikir. Hal ini terkait erat dengan pengembangan strategi berpikir yang tepat pada setiap tahap proses menyimak dan memahami. Makalah ini akan menguraikan langkah-langkah dalam mengatur strategi metakognitif dalam kegiatan menyimak pada kelas Bahasa Inggris (EFL). Strategi ini mencakup serangkaian tahap yang melibatkan perencanaan, pemantauan, dan peninjauan. Strategi metakognitif dapat membantu siswa merencanakan, memantau, dan memodifikasi pemecahan masalah mereka dalam proses menyimak; termasuk pengajaran mandiri dan pemantauan diri. Strategi ini mempermudah siswa untuk mencari cara pemecahan masalah yang mereka hadapi secara mandiri dengan lebih baik.
Penerapan Model Blended Learning pada Era New Normal di Kelas Lexical Studies Theresia Cicik Sophia Budiman; Januarius Mujiyanto; Sri Wuli Fitriati; Widhiyanto Widhiyanto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model Blended Learning pada era new normal masih bisa diterapkan. Model pembelajaran yang merupakan gabungan dari pembelajaran luring dan daring dapat diterapkan pada pembelajaran di tingkat sekolah dasar, menengah, atas ataupun pendidikan tinggi. Model blended learning menurut Horn dan Staker (2012) ada empat yaitu model Rotasi, Flex, Self-blend, dan Enriched Virtual. Peneliti menggunakan satu model yaitu model Enriched Virtual untuk diterapkan pada kelas Lexical Studies, semester 2, pada Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas PGRI Semarang. Penelitian ini bertujuan menerapkan model Enriched Virtual di kelas Lexical Studies pada semester genap tahun ajaran 2021/2022. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Jumlah populasi di kelas Lexical Studies adalah 67 orang yang juga menjadi sampel penelitian. Data diambil dari desain RPS, lembar observasi di 2 kelas, dan hasil Penilaian Tengah Semester (PTS) dan Penilaian Akhir Semester (PAT). Penelitian menghasilkan desain RPS yang kemudian diterapkan dalam 2 kelas Lexical Studies dengan menggunakan model Enriched Virtual. Penerapan model dilakukan dengan moda daring dan luring dalam 16 kali pertemuan yang meliputi 14 kali pertemuan baik daring ataupun luring dan 2 kali penilaian secara daring. Alokasi waktu untuk masing-masing pertemuan adalah 150 menit dengan beban 3 sks. Dari hasil total nilai mean PTS yaitu 77,98 dan total nilai mean PAS yaitu 79,54 dapat disimpulkan bahwa baik nilai PTS ataupun nilai PAS dalam kategori baik. Ini membuktikan bahwa penerapan model Enriched Virtual dalam pembelajaran Lexical Studies dapat memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa guna mencapai tujuan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa.
Digital Storytelling: Studi Kasus Pengajaran Bahasa Inggris dalam Kecakapan Berbicara pada Mahasiswa Endang Sulistianingsih; Januarius Mujiyanto; Abdurrachman Faridi; Sri Wuli Fitriati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan baru dalam teknologi biasanya membangkitkan rasa ingin tahu siswa dan, pada gilirannya, meningkatkan motivasi mereka. Studi ini mengeksplorasi penerapan digital storytelling dalam pengajaran bahasa Inggris dalam kecakapan berbicara pada mahasiswa . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan melibatkan mahasiswa sebagai partisipan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa partisipan dapat dengan mudah menghasilkan cerita yang komunikatif dan mudah dipahami dengan menggunakan digital storytelling. DST memupuk kemandirian, kreativitas, dan motivasi pembelajar untuk belajar bahasa Inggris. Selain itu, menulis cerita mereka sendiri tentang topik yang sudah dikenal membantu mereka meningkatkan kefasihan mereka dalam bahasa Inggris, sehingga mereka berkontribusi secara aktif dan suportif dalam kegiatan berbicara dalam bahasa Inggris. Penelitian ini merekomendasikan agar digital storytelling dijadikan pilihan pedagogis yang layak untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa khususnya pada level perguruan tinggi.
Co-Authors Abdurrachman Faridi Abdurrachman Faridi Abdurrahman Faridi Abdurrahman Faridi Aflahatun, Nur Ahmad Tauchid Aisyah Ririn Perwikasih Utari Akmala Ashlikhatina Alifia Junita Cendraa Sari Andrian Nuriza Johan Anis 'Azzah Anni Niswah Ulul Azmi Anni Niswah Ulul Azmi Aprilia Riyana Putri Benedikta Andriela Yuni Seran Candradewi Wahyu Anggraeni Dewi Sofiyanatiz Zahro Dewi Surani Dian aprianti Diyana Sulistyani Djoko Sutopo Djoko Sutopo Djoko Sutopo Djoko Sutopo Dwi Anggani Linggar Bharati Dwi Anggani Linggar Bharati Dwi Rukmini Eka Nurhidayat Emilia Ninik Aydawati Endang Sulistianingsih Endang Sulistianingsih Entika Fani Prastikawati Episiasi Episiasi Farah Sukmawati Wahidah Farah Sukmawati Wahidah Faridi, Abdurrachman Ferry Hadriyan Frimadhona Syafri Frimadhona Syafri Ganda Herdiansyah Hartono, Rudi Haryani Haryani Hendi Pratama Hendi Pratama Hendi Pratama Hendi Pratama Hendra Putra Hendra Putra Henrikus Joko Yulianto Issy Yuliasri Joko Nurkamto Kadek Sonia Piscayanti Katharina Rustipa Katharina Rustipa Katharina Rustipa Katharina Rustipa Lita Liviani Taopan Luluk Khoiriyah Masitoh Oktavia Mazulfah Mazulfah Melania Wiannastiti Muchamad Saepudin Muh Syafei Muhammad Khumaedi Muhammad Rifqi Mursid Saleh Mursid Saleh Mursid Saleh Mursid Saleh Mursid Saleh Mursid Saleh Mursid Saleh Nadiah Ma’mun nastiti ardita sari Nia Pujiawati Nopa Yusnilita Novia Uswatun Hasanah Nur Antoni Eko Tanuso Nur Ekaningsih Nurtilek Kadyrov Puji Astuti Puji Astuti Puspita Mahardika Prasetyaningtyas R. Bunga Febriani Radeni Sukma Indra Dewi Ratih Laily Nurjanah Refi Ranto Rozak Rezza Fatwassani Rika Setyawati Riyan Dwi Cahyaningsih Rudi Hartono Rudi Hartono Rudi Hartono Rukminingsih Rukminingsih, Rukminingsih Seftika Seftika Seftika Seftika Shella Gherina Saptiany Shella Gherina Saptiany sola gratia wiyana Sri i Wuli Fitriat Sri Wuli Fitrianti Sri Wuli Fitriati Suciati Suciati Suciati Suciati Suwandi Suwandi Suwandi Suwandi Suwandi Suwandi Suwandi Suwandi Theresia Cicik Sophia Budiman Titis Sulistyowati W, Widhiyanto Wendi Kusriandi Yatimul Chotimah Yayu Sri Rahayu Yentri Anggeraini Yudhi Arifani Yuliana Maula Yulianawati, Ida Yuniarti Yuniarti Yuniarti Yuniarti Yusi Rahmawati Yusi Rahmawati Zulfa Sakhiya Zulfa Sakhiya zulfa Sakhiyya