p-Index From 2021 - 2026
9.222
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Language and Education Journal Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Diglossia Mozaik Humaniora KEMBARA KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra CaLLs : Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics Lire journal (journal of linguistics and literature Kandai Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Janaru Saja : Jurnal Program Studi Sastra Jepang Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Pioneer: Journal of Language and Literature JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Jurnal Sakura : Sastra, Bahasa, Kebudayaan dan Pranata Jepang Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Tunas Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Omiyage: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Jepang Kulturistik : Jurnal Bahasa dan Budaya Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Abdi Dharma Masyarakat SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Fakultas Bahasa Asing Universitas Mahasaraswati Denpasar Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Journal of Education for All Japanology Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Abdi Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Humaniora Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Diglossia

KESANTUNAN RANAH KELUARGA PERKAWINAN ANTAR BANGSA JEPANG DAN BALI Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Ladycia Sundayra; Ni Wayan Meidariani; I Dewa Ayu Devi Maharani Santika
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 13 No. 2 (2022): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v13i2.2583

Abstract

Kesantunan dalam ranah keluarga perkawinan antar bangsa sangat penting untuk dikaji agar terjalin komunikasi harmonis tanpa terjadi kesalahpahaman. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kesantunan yang digunakan ranah keluarga perkawinan antar bangsa Jepang dengan Bali. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode observasi dengan teknik pengumpulan data menyimak, mencatat, merekam dan mewawancarai keluarga perkawinan campur secara natural. Untuk meningkatkan validitas data, maka teknik triangulasi data yang sesuai dengan pola pikir secara fenomenologi yang bersifat multiperspektif digunakan Analisis data induktif kualitatif menggunakan analisis domain untuk membedakan jenis data sebenarnya dilanjutkan dengan analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema budaya. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik analisis secara informal menggunakan kata-kata biasa. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada kesantunan yang digunakan pada ranah keluarga perkawinan campur Jepang dan Bali. Meskipun memiliki budaya yang berbeda, namun Ibu Jepang mengimplementasikan pola kesantunan ala masyarakat Bali. Strategi kesantunan yang digunakan adalah strategi kesantunan negatif ditandai dengan pilihan ragam hormat, kalimat interogatif sedangkan wujud dari strategi kesantunan positif ditunjukkan dengan perhatian, rasa simpati dan strategi tutura secara tidak langsung untuk menghindari kesalahpahaman. POLITENESS IN THE REALM OF JAPANESE AND BALINESE INTERMARRIAGE FAMILYPoliteness in the realm of family intermarriage is very important to be studied in order to create harmonious communication without having misunderstandings. This study aims to find out the politeness used in the realm of the marriage family between the Japanese and Balinese. This qualitative research uses the observation method with data collection techniques: listening, recording, recording, and interviewing mixed marriage families naturally. To increase the validity of the data, data triangulation techniques that are in accordance with the phenomenological mindset that is multi-perspective are used. Qualitative inductive data analysis uses domain analysis to distinguish the actual data types, followed by taxonomic analysis, componential analysis, and cultural theme analysis. The technique of presenting the results of data analysis is using analysis techniques informally with ordinary words. The results of the analysis show that politeness is implied in the Japanese and Balinese mixed marriage families. Although they have different cultures, Japanese mothers implement the Balinese style of politeness patterns. The politeness strategy used is a negative politeness strategy characterized by the choice of a variety of respect, interrogative sentences, while the form of a positive politeness strategy is indicated by attention, sympathy, and indirect speech strategies to avoid misunderstandings.
Tindak Tutur Dalam Pidato Joko Widodo Untuk Meningkatkan Kinerja Birokrasi Dalam Melayani Masyarakat Ronald Umbas; Anak Agung Ayu Dian Andriyani
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 13 No. 2 (2022): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi fungsi komunikatif tindak tutur ilokusi yang ditujukan Presiden Joko Widodo kepada birokrat melalui pidatonya setelah dilantik menjadi presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 dan (2) mengidentifikasi fungsi dominan dari tindak tutur yang digunakan tersebut.  Metode penelitian ini adalah kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah salinan pidato presiden Joko Widodo setelah dilantik yang diunduh dari situs https://jeo.kompas.com/naskah-lengkap-pidato-presiden-joko-widodo-dalam-pelantikan periode 2019-2024, yang kemudian dianalisis berdasarkan jenis dan fungsi tindak tutur. Berdasarkan analisis, ditemukan bahwa jenis fungsi tindak tutur yang ditujukan kepada para birokrat oleh presiden Joko Widodo dalam pidatonya adalah fungsi representatif, direktif, komisif, dan deklaratif dan fungsi tindak tutur yang dominan adalah direktif. Penelitian ini dapat memberi inspirasi kepada peneliti lain untuk meneliti pengaruh satu fungsi tindak tutur terhadap fungsi tindak tutur lain dalam sebuah pidato seorang pemimpin. Penelitian ini juga dapat berguna bagi seorang pemimpin agar dapat membuat sebuah pidato yang memiliki dorongan yang besar sehingga para birokrat di dalam pemerintahannya melakukan apa yang diperintahkan oleh pemimpin tersebut.    Kata kunci: Tindak Tutur, Ujaran, Pidato Joko Widodo   AbstractThis study aims (1) to identify speech act functions addressed by Joko Widodo to bureaucrats in his speech after being appointed president of the Republic of Indonesia for the period of 2019-2024 and (2) to identify the dominant function of the speech act used in the speech. The research method used was qualitative method. The data in this study were the copy of President Joko Widodo's speech after being inaugurated.  The data were downloaded from the website https://jeo.kompas.com/naskah-lengkap-pidato-presiden-joko-widodo-dalam-pelantikan periode-2019-2024 and then analyzed based on the types of speech act. Based on the analysis, it was found that the types of speech act, based on its functions, addressed to bureaucrats by President Joko Widodo in his speech were representative, directive, commissive, and declarative and the dominant function was directive.  Hopefully, this study can inspire other researchers to investigate the influence of one function to another in a leader’s speech and be useful for a leader in making a speech that is powerful enough to make the bureaucrats in his or her administration do as he or she instructs them to do.   Keywords: Speech Act, Utterances, Joko Widodo’s Speech
Tindak Tutur pada Interaksi Penjual dan Pembeli di Warung Tradisional Desa Penglipuran Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Ida Ayu Putri Gita Ardiantari
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 15 No. 1 (2023): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v15i1.4048

Abstract

Interaksi penjual dan pembeli di warung tradisional yang menjual souvenir dan kuliner Desa Penglipuran merupakan suatu fenomena kebahasaan, terjadi hampir setiap hari ketika wisatawan berkunjung ke desa ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur antara penjual dengan pembeli ketika interaksi terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara merekam, menyimak dan mencatat berbagai interaksi yang terjadi di warung tradisional. Data primer adalah dialog antara penjual terhadap wisatawan dominan yaitu, wisatawan lokal, dilakukan di 20 warung tradisional yang berada di Desa Penglipuran kabupaten Bangli dengan dasar pertimbangan warung tersebut memiliki intensitas kunjungan tinggi. Metode analisis padan pragmatik menjadi pendekatan dalam mengklasifikasikan data yang alat penentunya adalah mitra tutur. Hasil analisis dideskripsikan menggunakan kata-kata biasa agar tidak terkesan kaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur yang muncul adalah tindak tutur lokusi merujuk pada tuturan yang tidak mengandung makna tersirat dengan kalimat deklaratif, kalimat interogatif sedangkan tindak tutur ilokusi mengandung makna mengajak, memerintah, menyuruh dan meminta menggunakan kalimat interogatif, kalimat perintah, kalimat persuasif sedangkan tindak perlokusi memiliki daya tuturan yang mempengaruhi pembeli untuk melakukan sesuatu dominan menggunakan kalimat deklaratif, interogatif serta kalimat direktif. Pilihan tindak tutur yang tepat dengan konteks situasi yang sesuai memberikan dampak positif pada kenyamanan pengunjung, sehingga menjadikan desa wisata ini banyak dikunjungi wisatawan, selain keindahan serta kebersihan Desa yang sangat menarik.
HOW IS THE FUNCTION OF SPEECH ACT BETWEEN TOUR GUIDE AND JAPANESE TOURISTS IN BALI Anak Agung Ayu Dian Andriyani; I Gusti Ayu Vina Widiadnya Putri; I Komang Sulatra Sulatra
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 12 No. 1 (2020): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v12i1.1870

Abstract

Ilmu pragmatik mengkaji tindak tutur dalam situasi bahasa yang sangat terikat dengan konteks. Penelitian ini mendeskripsikan fungsi tindak tutur pada interaksi pemandu wisata dengan wisatawan Jepang di Bali. Data primer berupa tuturan dalam bentuk dialog antara pemandu wisata di bawah naungan biro perjalanan dengan wisatawan Jepang disesuaikan menurut konteks yang mengikuti setiap peristiwa tutur. Lokasi penelitian berada di Pulau Bali tepatnya di kabupaten Badung dan Gianyar. karena intensitas perjalanan wisatawan Jepang sangat tinggi ke daerah tersebut. Teknik pengumpulan data yaitu, merekam berbagai interaksi lisan antara pemandu wisata dengan wisatawan Jepang, kemudian mencatat dan menyimak setiap interaksi dilanjutkan menggunakan teknik wawancara mendalam kepada pemandu wisata sebanyak 20 orang dengan kriteria yang sudah ditetapkan secara sembunyi-sembunyi guna mendapatkan informasi yang alami. Hasil analisis menunjukkan bahwa ditemukan pada tuturan pemandu wisata dalam satu konteks memungkinkan menggunakan lebih dari satu fungsi tuturan. Pada analisis ditemukan empat fungsi tindak tutur pemandu wisata ketika memberi layanan jasa kepada wisatawan Jepang  yaitu, a) fungsi asertif digunakan saat menjawab pertanyaan, menceritakan, mengomentari dan menjelaskan, b) fungsi direktif, untuk menyatakan bentuk menyuruh atau memerintah, memohon, memberikan saran, memesan, melarang dan mengkonfirmasi, c) fungsi komisif untuk menawari serta berjanji dan d) fungsi ekspresif menyatakan kegembiraan, kesedihan, kesukaan serta berhubungan dengan rasa. Dengan memahami fungsi tindak tutur maka, pemandu wisata dapat menggunakan fungsi tersebut dengan menyesuaikan pola komunikasi menurut budaya Jepang Selain itu, memahami fungsi tindak tutur mempermudah pembelajar bahasa dalam mempelajari pola pembentukan tuturan menurut tata bahasa Jepang, khususnya dalam domain pariwisata sebagai bahasa layanan. Abstract               Pragmatics examines speech acts in a language situation that related to the context of situation. This study describes the speech act function on the interaction of tour guides with Japanese tourists in Bali. Primary data are the kinds of utterances in some dialogue between tour guides in travel agency and Japanese tourists that follows the dialogue. The research location is in Bali, exactly in Badung and Gianyar regencies. This location chosen because the intensity of Japanese tourist travel is very high. Data collection techniques used recording various interactions between tour guides and Japanese tourists, then recording and listening to each interaction continued using interviews with tour guides as many as 20 people to get same information. The results of the analysis show that the utterances in a context allows using more than one speech function. There are four functions of the tour guide's speech acts when providing services to Japanese tourists such as, a) assertive functions are used when answering questions, telling, commenting and explaining, b) directive functions, to state the form of ordering, asking, giving advice, prohibiting and confirming, c) the commissive function to offer and promise and d) expressive functions expressing joy, sadness, liking and relating to taste. By understanding speech act functions, tour guides can use these functions by adjusting communication patterns according to Japanese culture. In addition, understanding speech act functions makes it easier for language learners to learn speech formation patterns according to Japanese grammar, especially in the tourism domain as a hospitality.  
Co-Authors Agung Pandawana, I Dewa Gede Anak Agung Istri Candrawati Anak Agung Putu Wahyu Adiarta Anggita Stovia Anita Sari Ade Bagus Reza Hariyadi Betty Debora Aritonang Burhanuddin Burhanuddin Dea Luna Valerina, Ni Komang Desak Putu Eka Pratiwi, Desak Putu Devina Cahya Putri Sondang Dewa Gede Agung Gana Kumara Dewa Gede Agung Gana Kumara Dewa Gede Agung Gana Kumara Kumara Dharma, Wilyem Dian Nugraha, I Gusti Komang Dian Puspita Candra Djatmika Djatmika Djatmika Djatmika, Djatmika Dwi Putra, I Made Kembang Dwipa, I Made Suryana Dwiyana Putra, I Gusti Kadek Adrian Eka Susylowati Ely Triasih Rahayu Farisysa Rizkah Rachman Gema Sukana Putra Hadiah, Bedriany Yedesilva Hajimia, Hafizah Hartati Hartati Hartati Hartati I Dewa Ayu Devi Maharani Santika I Dewa Ayu Devi Maharani Santika I Dewa Gede Agung Pandawana I GD Yudha Partama I Gede Agus Dewangga I Gusti Ayu Vina Widiadnya Putri I Komang Sulatra I Made Vikananda Satrya Wibawa I Made Wahyu Wijaya I Made Yawara Sumi Putra I Made Yogi Marantika I Putu Agus Putra Wirawan I Putu Gede Aditya Djanardhana I Wayan Arip Kertanegara I Wayan Juniarta Juniarta I Wayan Wahyu Cipta Widiastika I Wayan, Juniartha Ida Ayu Putri Gita Ardiantari Ida Ayu Putri Gita Ardiantari Ida Ayu Putri Gita Ardiantari Ida Ayu Putu Ita Febriyanti Ida Ayu, Putri Gita Ardiantari Ida Bagus Made Satya Swabawa Kadek Ayu, Diah Krisnayanti Kadek Yonita Yona Komang Ayu Nuriasih Ladycia Sundayra Made Henra Dwikarmawan Sudipa Made Henra Dwikarmawan Sudipa Made, Adi Arta Sudarta Megawati Dewi Ni Ketut Ni Kadek Adiari Ni Kadek Novianti Ayu Purnami Ni Ketut Prihantini Widianingsih Ni Kompyang Widi Pradnyani Ni Kompyang Widi Pradnyani Ni Luh Ayu Aprilita Ni Luh Gede Meilantari Ni Luh Gede Yuliantarini Ni Luh Kristy Ariani Ni Luh Meliyanty Ni Luh Soniartini Soniartini Ni Made Adriyani Resti Wiratami Ni Made Dwi Puspitawati Ni Made Indah Mentari Ni Made Indah Mentari, Ni Made Ni Made Intan Maulina Ni Nengah Megayanti Ni Putu Ayu Diantari Ni Putu Wahyu Srijayanti Ni Wayan Meidariani Ni Wayan Vera Purnamasari Norika, Putu Dian Nova Winarta, Ida Bagus Gde Permana, I Putu Andri Putra, Bagus Putu Pramana Putra, Gusti Made Mega Adi Putri Agung Permata Sari Putri, Widyawati Hema Mona Putu Nur Ayomi Putu Pradiva Putra Salain, Putu Pradiva Putu Sita Juniantini Raharjo, Mentari Nur Addinda Raharjo, Yusuf Muflikh Rahmat Wisudawanto Rai Subawa, Kadek Krisna Rifaldo Antonio Nicholas Vianey Ronald Umbas Ryaw Tiwu, Ni Made Anjhelia Sandra Dewi, Ni Putu Laksmi SANG AYU ADE ARIE DEWAYANTI Shahizan Ali, Mohd. Nor Sharita, Jasmine Sri Rwa Jayantini, I Gusti Agung Sugiarto, Alvin Jonathan Sumarlam Sumarlam Sumarlam Sumarlam, Sumarlam Susila, I Putu Dipa Pranata System, Administrator Tri Rokhani Utami Putri, Ni Putu Sri Wayan Nurita Wayan Nurita Wayan Nurita Widhiantara, Oka Winarta, Ida Bagus Gde Nova Yogi Marantika, I Made Yulianti, Wiwik Yusuf Muflikh Raharjo