p-Index From 2021 - 2026
9.222
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Language and Education Journal Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Diglossia Mozaik Humaniora KEMBARA KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra CaLLs : Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics Lire journal (journal of linguistics and literature Kandai Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Janaru Saja : Jurnal Program Studi Sastra Jepang Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Pioneer: Journal of Language and Literature JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Jurnal Sakura : Sastra, Bahasa, Kebudayaan dan Pranata Jepang Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Tunas Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Omiyage: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Jepang Kulturistik : Jurnal Bahasa dan Budaya Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Abdi Dharma Masyarakat SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Fakultas Bahasa Asing Universitas Mahasaraswati Denpasar Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Journal of Education for All Japanology Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Abdi Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Humaniora Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : KEMBARA

Daya tindak perlokusi pengguna instagram dalam unggahan bertema Covid-19 Anak Agung Ayu Dian Andriyani; I Dewa Ayu Devi Maharani Santika; Yusuf Muflikh Raharjo
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i1.15543

Abstract

Tindak perlokusi merupakan respons dari mitra tutur akibat adanya suatu tindakan. Artinya hasil tindakan seseorang memungkinkan adanya daya pengaruh terhadap mitra tutur. Penelitian ini bertujuan menemukan makna tindak perlokusi followers terhadap hasil unggahan bertema Covid-19 milik akun Kemenkes_ri. Sumber data penelitian bukan berasal dari dialog natural peserta tutur yang bersifat semuka, melainkan pertemuan maya melalui teknologi digital di media sosial yaitu, instagram. Data primer yang digunakan adalah respons para followers terhadap hasil unggahan dari Kemenkes-ri. Penelitian ini menggunakan metode simak bebas libat cakap dengan teknik pengumpulan data yaitu, mendokumentasi, membaca, dan mencatat setiap komentar hasil unggahan pemilik akun @kemenkes_ri bertemakan Covid 19 selama 6 bulan. Pendekatan padan pragmatik untuk menganalisis data yang telah diklasifikasikan guna mengelompokkan data berupa teks yang mengandung daya perlokusi. Metode analisis data adalah metode padan pragmatik didukung oleh konteks situasi. Hasil penelitian menemukan dua jenis respons baik positif maupun negatif dengan makna tindak perlokusi sangat bervariasi. Respons positif bentuk (1) apresiasi, (2) dukungan serta (3) harapan terhadap kebijakan dan kegiatan pemerintah, sedangkan respons negatif mengandung (1) kekecewaan, (2) kemarahan, (3) kekesalan, (4) pertanyaan rasa kurang percaya terhadap kebijakan pemerintah dalam menangani Covid-19 di Indonesia. Berbagai respons terlihat mewakili aspirasi rakyat kepada pemerintah untuk lebih sigap dalam menangani kasus Covid-19 di Indonesia.
Kesantunan dalam bergosip pedagang di pasar tradisional Andriyani, Anak Agung Ayu Dian
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i1.20340

Abstract

Kesantunan menjadi sebuah pakem dan aturan yang melekat pada komunikasi manusia, termasuk pada fenomena bergosip. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan pola kesantunan yang ada pada gosip di masyarakat dengan lokasi tuturan di pasar tradisional di Bali. Data primer berupa dialog dikumpulkan menggunakan metode observasi dengan teknik simak, catat dan wawancara dengan para pedagang yang berada di tiga pasar besar yang berada di Kota Denpasar, yaitu, Pasar Badung, Pasar Kreneng, dan Pasar Ketapian. Metode padan pragmatik dalam menganalisis setiap tuturan sebagai wujud dari penelitian kualitatif untuk mendeskrispikan tuturan pedagang yang mengandung strategi kesantunan berbahasa saat bergosip. Hasil penelitian menunjukkan pola kesantunan sangat ditentukan oleh konteks situasi tutur dengan topik gosip bertanya kabar. Adanya pergeseran strategi kesantunan pada dialog, diawali dengan strategi kesantunan positif, strategi negatif dan strategi secara tidak langsung, namun seiring dengan proses komunikasi ketika masuk pada isi dialog bergeser menjadi strategi bertutur tanpa basa-basi dan tetap menggunakan strategi positif sampai akhir dialog. Saat bertutur pembeli tidak memperhatikan jarak sosial, tingkat pembebanan maupun kekuasaan. Kalimat interogatif maupun kalimat deklaratif dominan digunakan saat berkomunikasi dengan topik permasalahan yang dibahas dalam gosip tidaklah hal yang berat, melainkan seputar kehidupan yang dialami oleh orang lain dengan mengambil dari isu-isu yang sedang beredar atau peristiwa terdekat serta didukung adanya percakapan yang saling menguatkan argumen satu dengan yang lain. Implikasi penelitian ini adalah menjadikan kita lebih bisa mengedepankan kesantunan positif meski saat bergosip agar tercipta komunikasi yang baik. Kontribusi dari penelitian ini menambah khasanah hasil penelitian dengan kajian kesantunan serta bagi pembelajar bahasa dapat dijadikan suatu referensi temuan bahwa kesantunan sangat erat dengan budaya yang mengikuti peserta tutur sehingga pola bergosip juga menggunakan strategi kesantunan agar terkesan sopan.
Linguistics Landscape of Culture Representation at Pandawa Beach Kutuh-Bali Putri, I Gusti Ayu Vina Widiadnya; Andriyani, Anak Agung Ayu Dian
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 10 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v10i1.29387

Abstract

This study aims to analyze the representation of the outdoor sign from the Mahabharata story on the outdoor sign at Pandawa Beach–Kutuh Bali. Pandawa Beach is one of the new tourism destinations in the Badung district which has good tourism potential. The beauty of the beach was initially hidden than known by the public, it required hard work from all parties. To disseminate information on the naming of the hidden beach in this village, an outdoor sign is shown as a representation of the historical value of the Pandawa Beach tourist attraction. This research is field research with qualitative data analysis to examine the appearance of outdoor signs at Pandawa Mbeach attractions. Kutuh Village's traditional figure is the participant in this study. The method of this research is field research by observation method at Pandawa Beach. The technique of collecting data by checking the list, interview, and documentation of the outdoor sign using a digital camera. The method of analyzing data was the qualitative method which was divided into some techniques such as quantification of qualitative data and subject interpretation data. The representation of the Mahabharata Story in Outdoor Sign at Pandawa Beach was analyzed using the theory of four communicative choices. The results of this study indicate that four communication choices were found in the data, such as Language Choice, Pragmatic Choice, Code Choice, and Audience Choice. Based on the result of analyzing data, it can be found that the cultural representation of the outdoor signs at Pandawa Beach is the story of Mahabharata.
Co-Authors Agung Pandawana, I Dewa Gede Anak Agung Istri Candrawati Anak Agung Putu Wahyu Adiarta Anggita Stovia Anita Sari Ade Bagus Reza Hariyadi Betty Debora Aritonang Burhanuddin Burhanuddin Dea Luna Valerina, Ni Komang Desak Putu Eka Pratiwi, Desak Putu Devina Cahya Putri Sondang Dewa Gede Agung Gana Kumara Dewa Gede Agung Gana Kumara Dewa Gede Agung Gana Kumara Kumara Dharma, Wilyem Dian Nugraha, I Gusti Komang Dian Puspita Candra Djatmika Djatmika Djatmika Djatmika, Djatmika Dwi Putra, I Made Kembang Dwipa, I Made Suryana Dwiyana Putra, I Gusti Kadek Adrian Eka Susylowati Ely Triasih Rahayu Farisysa Rizkah Rachman Gema Sukana Putra Hadiah, Bedriany Yedesilva Hajimia, Hafizah Hartati Hartati Hartati Hartati I Dewa Ayu Devi Maharani Santika I Dewa Ayu Devi Maharani Santika I Dewa Gede Agung Pandawana I GD Yudha Partama I Gede Agus Dewangga I Gusti Ayu Vina Widiadnya Putri I Komang Sulatra I Made Vikananda Satrya Wibawa I Made Wahyu Wijaya I Made Yawara Sumi Putra I Made Yogi Marantika I Putu Agus Putra Wirawan I Putu Gede Aditya Djanardhana I Wayan Arip Kertanegara I Wayan Juniarta Juniarta I Wayan Wahyu Cipta Widiastika I Wayan, Juniartha Ida Ayu Putri Gita Ardiantari Ida Ayu Putri Gita Ardiantari Ida Ayu Putri Gita Ardiantari Ida Ayu Putu Ita Febriyanti Ida Ayu, Putri Gita Ardiantari Ida Bagus Made Satya Swabawa Kadek Ayu, Diah Krisnayanti Kadek Yonita Yona Komang Ayu Nuriasih Ladycia Sundayra Made Henra Dwikarmawan Sudipa Made Henra Dwikarmawan Sudipa Made, Adi Arta Sudarta Megawati Dewi Ni Ketut Ni Kadek Adiari Ni Kadek Novianti Ayu Purnami Ni Ketut Prihantini Widianingsih Ni Kompyang Widi Pradnyani Ni Kompyang Widi Pradnyani Ni Luh Ayu Aprilita Ni Luh Gede Meilantari Ni Luh Gede Yuliantarini Ni Luh Kristy Ariani Ni Luh Meliyanty Ni Luh Soniartini Soniartini Ni Made Adriyani Resti Wiratami Ni Made Dwi Puspitawati Ni Made Indah Mentari Ni Made Indah Mentari, Ni Made Ni Made Intan Maulina Ni Nengah Megayanti Ni Putu Ayu Diantari Ni Putu Wahyu Srijayanti Ni Wayan Meidariani Ni Wayan Vera Purnamasari Norika, Putu Dian Nova Winarta, Ida Bagus Gde Permana, I Putu Andri Putra, Bagus Putu Pramana Putra, Gusti Made Mega Adi Putri Agung Permata Sari Putri, Widyawati Hema Mona Putu Nur Ayomi Putu Pradiva Putra Salain, Putu Pradiva Putu Sita Juniantini Raharjo, Mentari Nur Addinda Raharjo, Yusuf Muflikh Rahmat Wisudawanto Rai Subawa, Kadek Krisna Rifaldo Antonio Nicholas Vianey Ronald Umbas Ryaw Tiwu, Ni Made Anjhelia Sandra Dewi, Ni Putu Laksmi SANG AYU ADE ARIE DEWAYANTI Shahizan Ali, Mohd. Nor Sharita, Jasmine Sri Rwa Jayantini, I Gusti Agung Sugiarto, Alvin Jonathan Sumarlam Sumarlam Sumarlam Sumarlam, Sumarlam Susila, I Putu Dipa Pranata System, Administrator Tri Rokhani Utami Putri, Ni Putu Sri Wayan Nurita Wayan Nurita Wayan Nurita Widhiantara, Oka Winarta, Ida Bagus Gde Nova Yogi Marantika, I Made Yulianti, Wiwik Yusuf Muflikh Raharjo