Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : agriTECH

Karakteristik Pengeringan Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus var. florida) Menggunakan Pengering Tipe Fluidized Bed Drier Tjahja Muhandri; Sarah Diana Yulianti; Elis Nina Herliyana
agriTECH Vol 37, No 4 (2017)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.529 KB) | DOI: 10.22146/agritech.10619

Abstract

The current practice for improving the quality and for ease handling of the oyster mushroom is drying. The drawback of this process results in dark color of the mushroom once it is dried. This color quality reduction wascaused by an unappropriate handling before drying and an over process of the drying. Thus, the objective of the research was to determine the most suitable model for drying rate of the mushroom and the best pre-treatments before drying. In this research, the influence of six pre-treatments before drying (1) control/without any pre-treatment, (2) washed using water, (3) blanching, (4) blanching followed by immersion in sodium metabisulphite solution, (5) blanching using a sodium metabisulphite solution, and (6) soaking in sodium metabisulphite solution, followed by blanching, on the quality of the mushroom (rehydration behavior) was elucidated. Those six samples were subjected to drying process using fluidized bed drier at 60 °C with airflow rate between 0.619 and 0.839 m/s until the samples reached equilibrium moisture content. The equilibrium moisture content was achieved after drying process of the mushroom from 270 to 330 minutes. Results indicated that Lewis model more suitable than Page model for prediction of the mushroom drying rate. Results also showed that the control/without any pre-treatment before drying and sample with washed using water were the best pre-treatments before drying resulted in the highest rehydration ratio with the short time of 150 minutes to reach the moisture content of 12%.ABSTRAKProses pengeringan jamur tiram (Pleurotus ostreatus) dilakukan untuk meningkatkan mutu dari jamur tiram dan mempermudah penanganannya. Penurunan mutu yang terjadi ketika jamur tiram dikeringkan adalah warna jamur yang coklat gelap dan tidak disukai konsumen. Kondisi ini terjadi karena penanganan sebelum pengeringan yang tidak tepat serta proses pengeringan yang terlalu lama. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persamaan laju pengeringan jamur tiram, prediksi waktu pengeringan dan perilaku rehidrasinya. Jamur tiram diberi enam perlakuan yang berbeda yaitu (1) kontrol, (2) dicuci air bersih, (3) blansir, (4) blansir yang dilanjutkan dengan perendaman dalam natrium metabisulfit, (5) blansir dalam larutan natrium metabisulfit, dan (6) perendaman dalam larutan natrium metabisulfit yang dilanjutkan dengan blansir. Pengeringan dilakukan dengan fluidized bed dryer pada suhu 60 °C dan kecepatan udara pengering yang berada pada kisaran 0,619 m/detik hingga 0,839 m/detik sampai sampel mencapai kadar air kesetimbangan. Kadar air kesetimbangan (moisture equilibrium) dicapai setelah pengeringan selama 270 - 330 menit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model Lewis lebih sesuai dibandingkan dengan model Page untuk memprediksi laju pengeringan jamur tiram. Sampel jamur tiram tanpa perlakuan dan jamur tiram dengan perlakuan pencucian tanpa blansir merupakan sampel terbaik dengan waktu untuk mengeringkan hingga mencapai kadar air 12% adalah 150 menit dan rasio rehidrasi yang lebih tinggi dibandingkan sampel lainnya.
Karakteristik Fisikokimia Pati Ubi Banggai (Dioscorea alata) Mimah Mutmainah; Feri Kusnandar; Tjahja Muhandri
agriTECH Vol 41, No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.962 KB) | DOI: 10.22146/agritech.52535

Abstract

Ubi Banggai merupakan ubi khas dari Kepulauan Banggai, dengan jumlah varietas yang banyak. Ubi Banggai merupakan sumber karbohidrat yang salah satu komponen penyusunnya adalah pati. Karakteristik fisikokimia pati dari ubi Banggai belum diketahui, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik pati dari tiga varietas ubi Banggai (Baku Pusus, Baku Tuu Oloyo, dan Baku Boan). Pati ubi Banggai diekstraksi dan dianalisis sifat fisikokimianya yang meliputi kadar pati, amilosa, amilopektin, morfologi granula, warna, profil pasting, kemampuan mengembang, kelarutan, kekuatan gel, dan sineresis. Rendemen setiap varietas relatif rendah, yaitu Baku Pusus (8,66%), Baku Tuu oloyo (5,09%) dan Baku Boan (4,56%). Ketiga varietas mengandung kadar pati 88,00-88,89%, yang disusun oleh 60,29-62,88% amilosa dan amilopektin 25,12-28,65%. Granula pati ubi Banggai berbentuk ellipsoid, polihedral, dan triangular dengan ukuran panjang 17,94-23,59 µm dan lebar 13,97-16,72 µm. Hasil analisis warna pati kering ubi Banggai menunjukkan ubi Baku Pusus dan Baku Tu Oloyo memiliki nilai whiteness index (WI) yang tinggi dan browning index (BI) yang rendah, sedangkan pati ubi Baku Boan memiliki nilai WI yang paling rendah dan nilai BI paling tinggi. Hasil analisis RVA menunjukkan pati ubi Banggai memiliki suhu pasting yang tinggi (80,10-80,35 °C). Pada fase pemanasan, pasta ubi Banggai memiliki viskositas puncak yang tinggi dan mengalami viskositas breakdown. Pada fase pendinginan, pasta ubi Banggai memiliki viskositas setback dan viskositas akhir yang tinggi. Pati Baku Pusus memiliki kelarutan yang tinggi, kemampuan mengembang yang terbatas, kekuatan gel yang tinggi, namun mengalami sineresis.
Analysis of Consumer Preferences for Instant Mangosteen (Garcinia mangostana L.) Powder Drink in Bogor Regency and City Fadhilah Nur'azizah; Dase Hunaefi; Tjahja Muhandri
agriTECH Vol 43, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.69865

Abstract

The peel of mangosteen (Garcinia mangostana L.) constitutes a larger proportion of the fruit in comparison to its flesh. The peel extract product manufactured by nutraceutical industries does not require using the fruit flesh. To increase the shelf life and value of the product, the development of a mangosteen powder drink can be carried out. Therefore, this research aims to determine the characterization of initial raw materials and factors influencing consumer preferences for instant mangosteen powder drink to improve the acceptance of the product. The data collected were analyzed through descriptive statistics and the chi-square test. Furthermore, the chi-square test showed that demographic regions affected mangosteen fruit price, the level of preferences for the powder drink, consumption time, as well as feelings and interests of potential customers. The results of the Total Plate Count (TPC), Total Yeast and Mold Count (TYMC), and coliform microbiological test conducted on mangosteen purée raw materials met the quality requirements established by National Standardization Body (NSB) for fruit purées.
Co-Authors . Subarna . Subarna . Subarna . Subarna . Sutrisno Ade Chandra Iwansyah Adib Al Hafizh Adil Basuki Ahza Afifah Zahra Agista Agus Sutriyono Aisyah Amanah Akhmad Sofyan Khalim Aldrich Ilyas Alexandi, Muhammad Findi Ambarwati, Karsi Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah, Aminullah Andika Putra Pratama Anni Syafa’ah Antung Sima Firlieyanti Arifin Nugraha Atiqatul Maula Audia Ari Purwandani Auliana, Sigit Ayu, Esti Rahmani Badriah, Siti Bella Dwi Pasca Budi Nurtama Budi Setiawan Burhanuddin Burhanuddin C Hanny Wijaya Darwin Kadarisman Dasairy, Zulfa Sania Dase Hunaefi Dase Hunaefi Dede Robiatul Adawiyah Dede Yoga Ahmadi Dewi Fatmala Dian Herawati Dian Widiawati Dias Indrasti Dilla Ferawati Dimas Imam Ariefianto Disty Septieni Dwi Sadono Dwi Sutari Laksono Edi Santosa Efiyatul Wahidah Eko Hari Purnomo Eko Ruddy Cahyadi Elis Nina Herliyana Eliza Diany Ema S. Mulyani Endang Prangdimurti Fachry Noviar Singka Fadhilah Nur'azizah Fahim Muchammad Taqi Fahim Muhammad Taqi Fahma Yuliwardi Fahmi Hafid Faisal Anwar Faiz Khoerul Anam Faleh Setia Budi Faqih Udin dan Jono M. Munandar Meivita Amelia Fathia, Sarah Febby J. Polnaya Feri Kusnandar Fransiska R Zakaria Frido, Salsabila Safira Gema Buana Putra Gina Nur Rahmasari Gusti Randy Pratama Hadi Kurniawanto Hafiz, Muhammad Farhan Hamigia Zulkhaiar Harahap, Ali Musa Hartrisari Hardjomidjojo Harum Fadhilatunnur Heti Herawat Hunaefi , Dase Hunaefi, Dase Hunaefi, Dase Hunaefi, Dase Iryna Smetanska Ita Vera Ivan Mustakim Jaka Wijaya Kusuma Joesen, Pierce Joko Hermanianto Junita, Dini Kamelia, Emma Kumarga, Melania Febriana Lalu Danu Prima Arzani Lia Nurcahyani Lilis Nuraida MADE ASTAWAN Mariani, Dini Markus Jambormias Mega Safithri Mega Sefrina Miftakhur Rizki Hidayat Febrianto Mimah Mutmainah Mintarti Mintarti Monita Rekasih Mufti Abdillah Muh Khoyiman Muhammad Iqbal Fanani Gunawan Muhammad Irfan Hakim Musa Hubeis Nancy Dewi Yuliana Nina Ariesta Ninuk Purnaningsih Nugraha Edhi Suyatma Nur Asyik, Mochamad Nuri Andarwulan Nurlela, Lani Nurlela, Nurlela Nurmala K. Panjaitan Olivia Rezki Palupi, Nurheni Sri Papang Sulton Nularif Philipp Fuhrmann Prasatya, Fauzan Anggi Purwaningrum, Bunga Ayu Purwiyatno Hariyadi Qudsiyah, Ussy Siti Qudsiyah, Ussy Siti Qudsiyah Radiati, Ani Rahmawati, Lufi Karisma Rarasari Clorinita Utomo Rezki, Olivia Riezka Zuhriatika Rasyda Riska Tri Susanti Rizal Syarief Rizki Tri Rizki, Tri Roh santoso Rohani Islami Rokhani Hasbullah Rosiana Ulfa Rozana - Sandi, Olifia Mutiara Sapta Raharja Sarah Diana Yulianti SARASWATI SARASWATI SEDARNAWATI YASNI Sefrina, Mega Septieni, Disty Slamet Budijanto Sri Rahayu Sri Widowati Sri Yuliani Sri Yuliani Sri Yuliani Subarna - Subarna Subarna Subarna Subarna Subarna Subarna Subarna Subarna Subarna Subarna Subarna Subarna Subarna Subarna Subarna Subarna Sugihartini, Rahayu Lestari Sugiyono . Suhandi Suhandi Suhandi Suhandi, Suhandi Sumarto Sumarto Suryahadi (Suryahadi) Sutrisno Koswara Suyatma, Nugraha Edi Syamsu Darman Titi Candra Sunarti Tri Rizki Umi Cahyaningsih Uswatun Hasanah Uswatun Hasanah Utami, Sri Inten Warcito Wardhani, Ajeng Widyaningrum Kusuma Wawan Hermawan Winiati Pudji Rahayu Wowiling, Novie CH yermia, yermia yermia Yufriyana, Nur Yuli Sukmawati Yuningsih Zahra, Putri Aslamiah Zhofran Murtadho