Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : QUANTA

HUBUNGAN FAKTOR PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL DENGAN IDENTITAS VOKASIONAL PADA REMAJA AKHIR Nadiah, Syifa; Nadhirah, Nadia Aulia; Fahriza, Irfan
Quanta : Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2021): VOLUME 5, NUMBER 1, JANUARY 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/q.v5i1p21-29.2172

Abstract

Identifikasi identitas vokasional adalah tantangan yang dihadapi sebagian besar individu ketika memasuki fase transisi dari masa remaja ke masa dewasa awal. Teori perkembangan psikososial menunjukkan bahwa remaja yang akan memasuki masa dewasa awal harus sudah dapat mengidentifikasi identitas vokasionalnya. Artikel ini meneliti literatur identitas vokasional untuk mengidentifikasi hubungannya dengan faktor-faktor yang relevan dengan perkembangan psikososial pada remaja akhir dan bagaimana remaja akhir mengidentifikasi status identitas vokasionalnya. Faktor-faktor tersebut ditinjau dari teori psikososial yang dikembangkan oleh Erikson, dimana individu akan mengalami krisis identitas pada tahap kelima (identity vs role confusion), dan juga teori identitas vokasional yang dikembangkan oleh Marcia yang menjelaskan mengenai status identitas vokasional individu dilihat dari eksplorasi dan komitmennya. Artikel ini diharapkan dapat menjadi referensi tentang perkembangan remaja dan bagaimana remaja mengidentifikasi idetitas vokasionalnya dengan memberikan integrasi bukti empiris yang ada pada titik remaja akhir. 
GUIDANCE AND COUNSELING PROGRAM (FOCUSING ON PERSONAL-SOCIAL) TO IMPROVE STUDENT RESILIENCE Fahriza, Irfan; Karima, Yuniar; Rayaginansih, Syari Fitrah; Julius, Andre
Quanta : Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2021): VOL 5, NO 2 (2021): VOLUME 5, NUMBER 2, MAY 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/q.v5i2p36-45.2440

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of adolescent maladjustment behavior. In this study, adolescents' wrong behavior is considered the impact of adolescents' failure in facing adversity conditions in their lives. The individual's ability to deal with adversity conditions is known as resilience. This research's product is the design of a personal social counseling and guidance program that is hypothetically effective in increasing students' resilience. The research method uses a quantitative approach, with descriptive methods. This study population was 414 students of class X SMK Profita Bandung and 157 students as a sample. The research sample was taken using a simple random sampling technique; that is, the research sample was obtained randomly. This study resulted in (1) an overview of the resilience of class X students of Profita Vocational School, Bandung City, most of whom are in the medium category; (2) there is no significant difference between the level of resilience of students from intact families with students from not intact; and (3) the design of a hypothetical social, personal counseling and guidance program to increase the resilience of students. The results of this study are recommendations for (1) guidance and counseling teachers, as a follow-up effort in implementing social, personal guidance and counseling programs in increasing the resilience of students that have been designed; (2) The next researcher can continue the research conducted by the researcher and look for methods or techniques that are more effective in increasing student.
NEGATIVE BODY IMAGE TRIGGERS ADOLESCENTS TO EXPERIENCE AN EATING DISORDER Nadhirah, Nadia Aulia; Kusnadi, Ghaida Az-zahra; Supriatna, Mamat; Suryana, Dodi; Fahriza, Irfan
Quanta : Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2022): VOLUME 6, NUMBER 3, SEPTEMBER 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/quanta.v6i3.3334

Abstract

Remaja yang merasa tidak puas dengan penampilan dirinya, dapat mengalami eating disorder. Hal ini diakibatkan oleh konsep body image seseorang yang buruk (persepsi negatif) dan ketidakpuasan terhadap tubuh yang dimiliki sehingga dapat menimbulkan dorongan untuk menjadi lebih kurus. Adapun empat faktor penyebab gangguan makan anorexia nervosa dan bulimia nervosa yaitu faktor sosio-kultural, faktor psikologis, faktor keluarga, dan faktor biologis. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian terdahulu menunjukan bahwa adanya kesesuaian dengan pernyataan bahwa body image merupakan sikap yang dimiliki individu terhadap tubuhnya, berupa penilaian positif dan negatif, juga didukung oleh hasil penelitian – penelitian terdahulu yang menjelaskan bahwa adanya hubungan antara body image negatif dengan eating disorders. Hal ini berkolerasi dengan hasil penelitian yang menjelaskan bahwa 26,1% body image berpengaruh terhadap kecenderungan seseorang memiliki eating disorder.