Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

The Influence Of Urine Sample Type (Morning Urine And 12-Hour Urine) On Nitrates, Leukocytes, And Ph In The Carik Celup Method In Urine Of Patients With Urinary Tract Infection Sholihah, Ica Pasi; Diarti, Maruni Wiwin; Urip, Urip; Resnhaleksmana, Ersandhi
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 11, No 2 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v11i2.429

Abstract

Urinalisa is a diagnostic test used to monitor kidney and urinary tract conditions. In the dipstick method, the most important parameters for urinalisa testing are bacteria, white blood cells, red blood cells, nitrite, and protein. Morning urine and urine collected 12 hours later can affect the testing results for nitrite, white blood cells, and pH in patients with urinary tract infections (UTIs). To determine the effect of urine sample type on the results of nitrite, white blood cells, and pH in patients with urinary tract infections (UTIs) using the dipstick method. This study employed an observational analytical design with a purposive sampling method, selecting patients with UTIs who visited RSUD Kab. Dompu in 2024 based on inclusion and exclusion criteria, resulting in a total sample size of 24. The results of the examination were mostly positive for nitrites and leukocytes, while the pH tended to be normal with morning urine samples. However, the majority were positive for nitrites and leukocytes, while the pH tended to be normal with 12-hour urine samples in UTI sufferers at District Hospital Dompu. There is an influence on examining the types of morning urine samples and 12 hour urine samples on the results of nitrite and leukocytes in UTI sufferers at District Hospital Dompu.
Efek Diuretik Daun Dan Buah Kacang Panjang (Vigna Sinensis Var. Sesquipedalis) Pada Hewan Coba Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Galur Wistar Iswidhani, Iswidhani; Diarti, Maruni Wiwin; Nurhidayati, Nurhidayati; Jiwintarum, Yunan
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 2, No 1 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v2i1.28

Abstract

Tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui efek diuretik sediaan rebusan dan sediaan segar daun dan buah Kacang panjang  (Vigna sinensis var. sesquipedalis)  pada hewan coba tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar. Penelitian ini adalah penelitian true eksperimental di laboratorium dengan rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Ada dua kelompok variabel independent yaitu daun kacang panjang dalam bentuk rebusan dan segar dan buah kacang panjang dalam bentuk rebusan dan segar, sedangkan variabel dependentnya ada tiga yaitu onset, durasi dan volume urine yang dikeluarkan hewan coba tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar. Total perlakuan dalam penelitian ini adalah 18 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan volume urine hewan coba tikus putih pada kelompok K1(kontrol negatif) adalah 22.67 ± 2.5, K2 (kontrol positif)  Furosemid 39.3 ± 2.3, P1 38.67 ± 1.1, P2 33.33 ± 3.0, P3 31.00 ± 2.6, P4 25.33 ± 1.1, P5 40.67 ± 1.1, P6 35.00 ± 1.0, P7 30.67 ± 1.1, P8 26.33 ± 2.0, P9 37.33 ± 3.0, P10 31.00 ± 3.4, P11 29.33 ± 0.5, P12 25.33 ± 1.1, P13 39.33 ± 1.1, P14 32.67 ± 3.2, P15 30.00 ± 2.0, dan P16 25.33 ±2.3 dan rerata onset pengeluaran urine pada hewan coba tikus putih dengan durasi selama 5 jam adalah kelompok K1(kontrol negatif) adalah 9.67 kali, K2 (kontrol positif)  Furosemid 16 kali, P1 16 kali, P214.67 kali, P3 13.3 kali, P411 kali, P5 16 kali, P6 14.33 kali, P7 13 kali, P8 11 kali, P9 16 kali, P10 15.67 kali, P11 14 kali, P12 11.67 kali, P13 16 kali, P14 15.33 kali, P15 13.67 kali, dan P16 11.33 kali. Hasil uji stastistik  Two way Anova  atau Univariate analysis of variance tests of Between-Subjects Effect pada tingkat kepercayaan 95% (Pα = 0.05) menunjukkan bahwa nilai p=0.000<pα 0.05 pada setiap kelompok perlakuan. Kesimpulan terdapat efek diuretik sediaan rebusan dan sediaan segar daun dan buah Kacang panjang  (Vigna sinensis var. sesquipedalis) pada hewan coba tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar diterima.
Analisis Variasi Infeksi Malaria Terhadap Hasil Pemeriksaan Bilirubin Urine Metode Carik Celup Nila, Intan Mustika; Diarti, Maruni Wiwin; Pauzi, Iswari
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v5i2.152

Abstract

Latar Belakang : Malaria adalah penyakit infeksi parasit yang disebabkan oleh spesies Plasmodium. Infeksi Plasmodium dapat mengakibatkan gejala- gejala klinis seperti penyakit kuning, batuk, muntah terus menerus, gangguan saraf dan urine berwarna coklat. Urine berwarna coklat telah dikaitan dengan hemoglobinuria, myoglobinuria, dan bilirubinuria. Tingkat infeksi tinggi maka semakin banyak eritrosit didestruksi yang kemudian akan meningkatkan kadar bilirubin dalam urine penderita malaria. Tujuan : Mengetahui analisis variasi infeksi malaria terhadap hasil pemeriksaan bilirubin urine metode carik celup. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian yang besifat Observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel menggunakan sampel jenuh, teknik pengambilan sampel dengan Non Random Accidental Sampling. Variabel penelitian berupa variasi infeksi malaria, kadar bilirubin urine dan metode carik celup. Data hasil pemeriksaan yang terkumpul menggunakan uji statistik deskriptif. Hasil : Pada 4 pasien positif terinfeksi Plasmodium falciparum (Malaria Tropika) didapatkan hasil negatif bilirubin urine secara kualitatif maupun semi kuantitatif. Pada 3 pasien positif terinfeksi Plasmodium vivax (Malaria Tertiana) didapatkan hasil negatif bilirubin urine secara kualitatif maupun semi kuantitatif. Sedangkan pada 5 pasien positif Malaria mix menunjukkan hasil bilirubin urine 3 pasien secara kualitatif adalah +1 dengan kadar 1-17 mg/dl secara semi kuantitatif metode carik celup. Kesimpulan : Didapatkan hasil negatif bilirubin urine metode carik celup pada infeksi malaria tropika dan malaria tertiana sedangkan pada infeksi malaria mix didapatkan hasil positif bilirubin urine pada 3 sampel.
Pemberian Obat Cacing Albendazol Terhadap Hasil Pemeriksaan Kecacingan Golongan Sth Pada Feses Siswa Sdn Bunduduk Lombok Tengah Masniati, Masniati; Diarti, Maruni Wiwin; Fauzi, Iswari
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v5i1.105

Abstract

Angka kecacingan  berdasarkan hasil survey cacingan anak sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Ubung adalah sebesar 96,3% dengan angka tertinggi terjadi di Sekolah Dasar Negeri Bunduduk.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian obat cacing Albendazole terhadap hasil pemeriksaan kecacingan golongan STH pada feses siswa SDN Bunduduk Lombok Tengah. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan rancangan one grop pre dan post study yaitu melakukan observasi atau pengukuran variabel pada satu saat tertentu.Tehnik pengambilan sampel secara total sampling, dengan jumlah responden 143 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah data primer melalui pemeriksaan feses siswa SDN Bunduduk yang menjadi subjek penelitian. Pemeriksaan feses dilakukan 2 kali, yaitu sebelum pemberian obat Albendazol, 21 hari setelah pemberian obat Albendazol. Analisis statistik menggunakan SPSS uji Mcnemar dengan taraf signifikannya < 0,05 menunjukkan adanya pengaruh yang bermakna secara statistik dalam hal pemberian obat Albendazole terhadap hasil pemeriksaan kecacingan golongan STH dengan nilai p.value 0,000 yang berarti nilai lebih kecil dari nilai α 0,05 ( 0,000<0,05 ) Dari penelitian ini diharapkan untuk siswa SDN Bunduduk khususnya dan siswa SDN wilayah Puskesmas Ubung pada umumnya mempunyai kesadaran yang tinggi akan pentingnya minum obat cacing secara periodik sesuai dengan program Puskesmas khusus program UKS. 
Analysis of Kidney Function Test Profiles in Relation to the Incidence of Chronic Kidney Failure in Diabetes Mellitus Patients Pauzi, Iswari; Hadi, Aprilia Khairunnisa; Diarti, Maruni Wiwin
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 12, No 1 (2025): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v12i1.367

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is one of the most common chronic diseases worldwide and is a leading cause of chronic kidney failure (CKD). Kidney complications in diabetic patients, known as diabetic nephropathy, can lead to CKD. Early detection and monitoring of kidney function are crucial in managing patients with DM to prevent or delay the progression of CKD. Kidney function tests such as urea levels, creatinine levels, and uric acid levels can be used to assess kidney condition and the risk of CKD development. To analyze the profile of kidney function tests in cases of chronic kidney failure in patients with diabetes mellitus. This study is an Analytical Observational research. The number of samples of diabetes mellitus patients with chronic kidney failure is 52 patients who underwent kidney function profile examinations including urea, creatinine, and uric acid. The data analysis used is descriptive analysis. Based on the obtained data, it was found that during this study, the respondents were predominantly male, with 36 individuals (69.2%), and in terms of age group, the respondents were predominantly in the 61-70 age group, with 15 individuals (28.8%). The average values of urea, creatinine, and uric acid in 52 samples of diabetes mellitus patients with chronic kidney failure were 123.05 mg/dl for urea, 4.85 mg/dl for creatinine, and 8.35 mg/dl for uric acid. The characteristics of the respondents based on gender were predominantly male, and the characteristics based on age were predominantly within the 61-70 year age group. The analysis results showed an increase in the values of kidney function test profiles (urea, creatinine, and uric acid) in diabetic patients with chronic kidney failure. It is evident from the average results of each kidney function test parameter that the average levels exceeded the normal range. 
FAKTOR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK TERKAIT RISIKO JATUH PADA LANSIA: LITERATUR REVIEW Anulus, Ayu; Putra, I Gede Ari Permana; Diarti, Maruni Wiwin; Jiwintarum, Yunan; Widianto, Aris; Atmojo, Joko Tri
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 4 No 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkit.v4i2.615

Abstract

Abstrak Lanjut usia (lansia) diketahui sering mengalami masalah kesehatan terutama risiko jatuh. Masalah ini dapat memperparah kondisi pasien sehingga perlu diketahui apa saja faktor yang berpotensi dalam risiko jatuh pada lansia. Penelitian literatur review ini bertujuan untuk menganalisis faktor intrinsik dan ekstrinsik yang mempengaruhi risiko jatuh pada lansia melalui sintesis dari artikel penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan 3 database (Google scholar, ProQuest, dan PubMed. Sejumlah 18.366 artikel didapatkan dengan penggunaan kata kunci “elderly” AND “fall” AND “intrinsic factors” AND “extrinsic factors”. Hasil analisis dari sintesis 6 artikel menunjukkan bahwa risiko jatuh pada lansia dipengaruhi oleh kombinasi faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik mencakup kondisi fisik, psikologis, dan kognitif, seperti usia lanjut, gangguan keseimbangan, gangguan kognitif, serta penyakit kronis, gangguan penglihatan, kelemahan otot, riwayat jatuh sebelumnya, dan inkontinensia urin. Faktor ekstrinsik yang dominan meliputi lingkungan fisik yang tidak aman, penggunaan alat bantu jalan yang tidak tepat, polifarmasi, serta kurangnya fasilitas keamanan di rumah atau fasilitas kesehatan. Temuan ini menegaskan bahwa pencegahan jatuh pada lansia memerlukan perhatian terhadap kondisi tubuh, lingkungan, serta dukungan sosial yang memadai untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi lansia. Kata Kunci: faktor, intrinsik, ekstrinsik, jatuh, lansia Abstract Elderly are known to often experience health problems, especially the risk of falling. This problem can worsen the patient's condition so it is necessary to know what factors have the potential to cause the risk of falling in the elderly. This literature review study aims to analyze the intrinsic and extrinsic factors that influence the risk of falling in the elderly through a synthesis of previous research articles. This study used 3 databases (Google scholar, ProQuest, and PubMed. A total of 18,366 articles were obtained using the keywords "elderly" AND "fall" AND "intrinsic factors" AND "extrinsic factors". The results of the analysis of the synthesis of 6 articles showed that the risk of falling in the elderly is influenced by a combination of intrinsic and extrinsic factors. Intrinsic factors include physical, psychological, and cognitive conditions, such as advanced age, balance disorders, cognitive disorders, and chronic diseases, visual impairment, muscle weakness, history of previous falls, and urinary incontinence. The dominant extrinsic factors include an unsafe physical environment, inappropriate use of walking aids, polypharmacy, and lack of security facilities at home or in health facilities. These findings confirm that preventing falls in the elderly requires attention to physical conditions, the environment, and adequate social support to create a safer environment for the elderly Keywords: factors, intrinsic, extrinsic, falls, elderly
Lemongrass Powder in Bio-Bs Effervescent Formulation of Lombok Island Local Isolate on Viability and Amount of Bacillus Sphaericus Toxin Crystal Protein for Control of Anopheles sp. Larvae Jiwintarum, Yunan; Fikri, Zainal; Diarti, Maruni Wiwin; Sulaimah, Rabi'unnisa
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 10, No 1 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v10i1.266

Abstract

Bio Formula – BS effervescent (Bio- Bacillus sphaericus) is an Effervescent powder-shaped formula that is easy to use by the public. Lombok's local effervescent bio-BS isolated formula has a weakness in terms of smell. The results from the literature search that fragrant lemongrass has a distinctive smell and can kill Aedes aeygpti, but scientific data has not been obtained about the ability of fragrant lemongrass to kill Anopheles Sp in the form of larvae and mosquitoes. The study aimed to find out the effect of the combination formulation of Bio-BS Effervescent local isolate Lombok Island with the addition of lemongrass powder for viability and the amount of toxin crystal protein Bacillus sphaericus. This research method is exploratory and experimental in the laboratory with the design of Post Test Only Control Group Design. The study used six treatment formulations. Samples of Anopheles sp larvae research in Batu Layar lagoon, West Lombok regency and pelur lagoon in Peringgesela, East Lombok regency and from the results of colonization of larvae. The independent Variable is a combination formulation of Bio-BS Effervescent isolated locally from Lombok Island with the addition of fragrant lemongrass powder. The dependent variable is the mortality of Larvae Anophels Sp, Viability of B. Sphaericus, and Amount of Toxin Protein Production of B. Sphaericus. The larvae death rate, the concentration of cells/endospores, and the number of repeats in each container are then tabulated and analyzed using Probit Analysis with the help of MINITAB 16 software. B. sphaericus viability data and the amount of endospore toxin protein crystal production were descriptively analyzed.
Jenis dan Jumlah Sedimen Urine Organik dan Anorganik pada Penderita Demam Typhoid Sebelum dan setelah Pemberian Antibiotik Diarti, Maruni Wiwin; Fikri, Zainal; Sintia Dewi, Ni Kadek; Jiwintarum, Yunan
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v8i1.222

Abstract

Salmonella typhi merupakan kuman pathogen penyebab demam typhoid yaitu suatu penyakit infeksi sistemik dengan gejala demam, gangguan saluran cerna, dan mual muntah. Demam dengan suhu yang tinggi, akan terjadi komplikasi seperti perubahan pada urin yang menjadi lebih gelap karena pecahnya sejumlah sel darah merah, dan gagal ginjal. Diagnosis tersebut perlu membutuhkan pemeriksaan, seperti pemeriksaan sedimen urine. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jenis dan jumlah sedimen urine pada penderita demam typhoid sebelum dan setelahpemberianAntibiotik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pasien yang positif demam typhoid di Puskesmas Gerung Kabupaten Lombok Barat dan sampel sebanyak 23 orang. Analisis data menggunakan deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan jumlah sedimen urine sebelum pemberian Antibiotik adalah leukosit dan eritrosit abnormal (13,0%), epitel abnormal (47,8%), Kristal klasium abnormal (4,3%). Jumlah sedimen urine setelah pemberian Antibiotik adalah leukosit normal (100%), tidak ditemukan leukosit abnormal, eritrosit normal (56,5%) dan tidak ditemukannya eritrosit abnormal, sel epitel normal (60,8%), dan tidak ditemukannya sel epitel abnormal.
Kadar Ureum, Kreatinin, Serum Iron (SI) dan Total Iron Binding Capacity (TIBC) pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) sebelum dan setelah Hemodialisis Ariami, Pancawati; Zaetun, Siti; Gunaifi, Aan; Diarti, Maruni Wiwin
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v9i2.279

Abstract

Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar ureum, kreatinin, SI (serum iron) dan TIBC dalam darah sebelum dan sesudah hemodialisis. Jenis penelitian ini obervasional deskriptif.  Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan pasien CKD RSUD Kota Mataram yang melakukan Hemodialisis. Sampel dalam penelitian ini menggunakan serum  pasien CKD yang melakukan Hemodialisis. Besar sampel 46 responden, Data  yang dikumpulkan kadar ureum, kreatinin, SI (serum iron) dan TIBC pada pasien CKD di RSUD Kota Mataram dianalis menggunakan uji Wilcoxon signed Rank Test pada tingkat kepercayaan 95% p α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar ureum, kreatinin, SI (serum iron) dan TIBC pada pasien CKD sebelum melakukan  hemodialisis berturut-turut sebesar 133,3 mg/dL ; 8,86 mg/dL ; 65,2 µg/dL ; dan 259,7 µg/dL. Rerata kadar ureum, kreatinin, SI (serum iron) dan TIBC pada pasien CKD setelah melakukan  hemodialisis berturut-turut sebesar 66,6 mg/dL ; 4,51 mg/dL ; 40,4 µg/dL ; dan 203,8 µg/dL. Kesimpulan hemodialisis berpengaruh terhadap kadar ureum, kreatinin, SI (serum iron) dan TIBC pada pasien CKD.
Penyimpanan dan Penambahan Kurma Ajwa Terhadap Aktivitas Antioksidan Infused Water Stroberi dan Wortel Dewi, Luh Putu Rahayu Candra; Lestari, Indah; Rahayuningsih, Christ Kartika; Diarti, Maruni Wiwin
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v9i1.274

Abstract

Radikal bebas merupakan senyawa yang sangat reaktif dan dapat merusak molekul pembentuk sel dalam tubuh sehingga terjadi kemunduran fungsi organ dan memicu timbulnya penyakit degeneratif. Infused water merupakan alternatif dalam proses detoksifikasi radikal bebas sekaligus pemenuhan kebutuhan cairan tubuh harian. Stroberi banyak dijadikan sebagai bahan utama infused water karena kandungan vitamin C yang tinggi dan dikombinasikan dengan wortel yang kaya akan beta karoten sedangkan kurma ajwa dijadikan sebagai penambah cita rasa. Kandungan antioksidan total dalam infused water mudah mengalami degradasi fisik maupun kimia selama proses penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyimpanan dan penambahan kurma ajwa terhadap aktivitas antioksidan infused water stroberi dan wortel. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan post test only control group design yang dilaksanakan di Laboratorium Proteomik Institute Tropical Disease Universitas Airlangga dan Laboratorium Kimia AMAMI Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Surabaya pada bulan Oktober 2019 sampai Juni 2020. Penelitian ini terdiri dari dua kelompok infused water dengan dan tanpa penambahan kurma ajwa yang disimpan selama 0 jam sebagai kontrol, 2 jam dengan pengisian ulang pertama dan 4 jam dengan pengisian ulang kedua pada suhu ruang (±28oC) dan suhu refrigerator (±10oC). Masing - masing sampel diuji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH yang dinyatakan dengan IC50 sedangkan untuk uji organoleptik dilakukan secara hedonik oleh panelis. Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa penyimpanan dan penambahan kurma ajwa berpengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan infused water stroberi dan wortel (p<0,05). Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh dari infused water dengan penambahan kurma pada penyimpanan suhu ruang selama 2 jam dengan nilai IC50 sebesar 206,53 ppm yang menandakan aktivitas antioksidan sedang.
Co-Authors Achmad Fathoni Aini, Aini Aji Kresnapati, I Nyoman Bagus Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Aprilla, Annisa Suci Arjita, I Putu Dedy Atmojo, Joko Tri Ayu Anulus Dewi, Lale Budi Kusuma Dewi, Luh Putu Rahayu Candra Dramawan, Awan Drs.Urip Duarsa , Artha Budi Susila Dwi Nur Ahsani Erdianti Nursahar Erlin Yustin Tatontos Farhataini, Annisa Fauzi, Iswari Fihiruddin, Fihiruddin Getas, I Wayan Gunaifi, Aan Habib Sasiwimbe Hadi, Aprilia Khairunnisa Haerani, Irma Haris Widita Harmi, Khoviya Yuwina Selinada Hasanah, Nurul Hikmatil Herawati, Lale Heny I Gede Angga Adnyana I Nyoman Purna I Putu Bayu Agus Saputra I Wayan Sali Indah Lestari, Indah Iswidhani, Iswidhani Kresnapati, I Nyoman Bagus Aji Lina Sundayani Mardiatuz Zahra masniati masniati Mulyadi, Faiza Waziran Mutiara Rachmawati Suseno Nila, Intan Mustika Nurhidayati Nurhidayati Nurul Inayati Pancawati Ariami Pauzi, Iswari Pauzi, Iswari Wiwin Putra, I Gede Ari Permana Putri, Lilia Danina Rahayuningsih, Christ Kartika RAI WIADNYA, IDA BAGUS Resnhaleksmana, Dr.Ersandhi Resnhaleksmana, Ersandhi Retno Handayani Rohmi, Rohmi Safitri, Wiwin Safitri, Wiwin Salleh, Mohd Nazil Salsabila, Wa’dah Sholihah, Ica Pasi Sintia Dewi, Ni Kadek Siti Zaetun, Siti Soewignjo Soemohardjo Suhaema Suhaema Sukmana, Dhika Juliana Sulaimah, Rabi'unnisa Sulaimah, Rabi’unnisa Supliana, Yurika Tatontos, Erin Yustin Taufikurrahman, Arief Toyyibah, Zurriatun Troef Sumarno Urip Urip Urip, Urip Weny Astuti Widianto, Aris Yudha Anggit Jiwantoro Yunan Jiwintarum Zaeniati, Baiq Lely Zainal Fikri, Zainal Zainul Mutaqin